BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
1.1.1 Sejarah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) atau biasa disebut PTPN IX adalah perusahaan BUMN yang bergerak dibidang perkebunan, didirikan pada tanggal 11 Maret 1996 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 1996. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) merupakan peleburan dari PT Perkebunan XV-XVI (Persero) dan PT Perkebunan XVIII (Persero). Dalam rangka konsolidasi atau pengukuhan organisasi dan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, pada tahun 2002 PTPN IX (Persero) memindahkan Kantor Direksi dari Surakarta ke Semarang. Konsolidasi organisasi ini juga diikuti oleh penempatan Kantor Divisi Tanaman Tahunan berlokasi di Semarang. Selain itu, pada waktu yang sama PTPN IX (Persero) juga menempatkan Kantor Divisi Tanaman Semusim di Surakarta.
PTPN IX (Persero) memiliki dua divisi. Pertama, Divisi Tanaman
Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk-produk dari
tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim
(Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu. Selain
usaha pokok tersebut, PTPN IX (Persero) juga mengelola komoditi
sampingan seperti pala, kapok, dan kelapa dalam luasan areal yang terbatas
serta agrowisata di Kebun Banaran dan Kebun Kaligua. Agrowisata Kebun
Banaran di lengkapi dengan Coffee Shop “Kampoeng Kopi Banaran”. Coffee
Shop dengan bahan baku kopi Banaran juga didirikan di Cikukun, di PG
Gondang Baru, dan diperluas di tempat-tempat lain yang potensial. Selain itu
juga terdapat Wisata Loco Antik di PG Pangka serta wisata sejarah dan
Museum Gula di PG Gondang Baru dan PG Tasikmadu. PTPN IX (Persero)
juga memproduksi dan memasarkan produk-produk hilir berupa teh kemasan,
teh celup, serta gula pasir dan kopi bubuk dalam kemasan. Produk-produk
PTPN IX (Persero) dipasarkan di pasar domestik maupun pasar luar negeri.
Saat ini PTPN IX (Persero) yang berpusat di Semarang mengelola lima belas kebun dan pabrik pengolahan komoditas. Sedangkan di Surakarta mengelola budidaya tanaman dan pengelolaan delapan Pabrik Gula di Jawa Tengah. Salah satu unit kerja dari PTPN IX (Persero) adalah Kebun Batujamus yang memiliki luas areal tanah 6943,11 Ha yang tersebar di tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupataen Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sragen.
1.1.2 Visi dan Misi a. Visi
Menjadikan perusahaan agro bisnis dan agro industri yang berdaya saing tinggi dan tumbuh berkembang bersama mitra.
b. Misi
1) Memproduksi dan memasarkan produk karet, teh, kopi, kakao, gula, dan tetes ke pasar domestik dan internasional secara profesional untuk menghasilkan pertumbuhan laba (profit growth) dan mendukung kelestarian lingkungan.
2) Mengembangkan cakupan bisnis melalui diversifikasi usaha, yaitu produk hilir, wisata agro, dan usaha lainnya, untuk mendukung kinerja perusahaan.
3) Mengembangkan sinergi dengan mitra usaha strategis dan masyarakat lingkungan usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
1.1.3 Budaya Perusahaan
Tabel 1.1 Budaya PTPN IX (Persero)
Tata Nilai Luhur Deskripsi
Integrity (Integritas) Keselarasan antara perkataan dan tindakan dalam melaksanakan tanggungjawab
Enthusiasm (Antusias)
Mampu menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas dan kewajiban
Teamwork (Kerja Tim)
Kemauan dan kemampuan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan perusahaan
(bersambung)
Sumber : Bagian SDM PTPN IX (Persero) Kebun Batujamus (2014) 1.1.4 Struktur Organisasi
Gambar 1.1 Struktur Organisasi PTPN IX (Persero) Kebun Batujamus Sumber : Bagian SDM PTPN IX (Persero) Kebun Batujamus (2014)
Struktur organisasi dari PTPN IX (Persero) Kebun Batujamus terbagi dalam empat tingkatan yaitu karyawan pimpinan, pelaksana, pembantu pelaksana, dan kayawan harian lepas teratur. Termasuk dalam karyawan pimpinan antara lain administratur, sinder kantor, sinder kepala, sinder teknik, dan sinder afdeling.
Sedangkan karyawan pelaksana mencakup mandor besar, mandor sadap, juru tulis, SDM dan umum, satpam, koperasi, sopir dsb. Untuk staf pembantu pelaksana
Care (Peduli) Merasakan dan menunjukkan empati serta sikap ikhlas membantu terhadap seluruh stakeholders
Innovation (Inovasi) Cermat dalam membaca peluang dan mampu mengembangkan langkah-langkah baru serta menciptakan iklim yang kondusif untuk implementasi agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi