• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "II. METODE PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

II. METODE PENELITIAN

A. Materi dan Deskripsi Lokasi 1. Bahan

Bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah daun 10 kultivar kacang tanah (kultivar Bima, Hypoma1, Hypoma2, Kancil, Kelinci, Talam, Tuban, Domba, Jerapah, dan Bison). Kemikalia yang diperlukan xylol, alkohol 96%, ethanol, asam asetat glasial, parafin, formalin, gliserin, albumin, safranin 1% dalam alkohol 70%, akuades, entellan, dan kutek bening (Lampiran 1).

2. Alat

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah mikroskop binokuler, kamera digital, gelas ukur, gelas Beaker, gelas Erlenmeyer, oven, pipet, pinset, silet, botol vial, rotary microtom, penggaris, holder, baki, mikrometer obyektif, mikrometer okuler, kertas karton, square micrometer, gelas benda, gelas penutup, hot plate dan kertas label (Lampiran 1).

3. Deskripsi Lokasi

Daun kacang tanah diambil di persawahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Pengamatan dilakukan di Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai pada bulan November 2013-Februari 2014.

B. Bagan Alir Penelitian

Pemeliharaan tanaman kacang tanah

Pengambilan sampel daun kacang tanah umur 2 bulan

Pembuatan preparat segar daun Pembuatan preparat awetan daun

Menghitung jumlah stomata dan trikomata serta ukuran stomata (panjang dan lebar)

Mengukur tebal daun dan tebal mesofil

Penanaman bibit kacang tanah

(2)

Fiksasi Dehidrasi Dealkoholisasi Infiltrasi

Penyelubungan Pengirisan Perekatan Pewarnaan

Penutupan

Sampel daun kacang tanah dipotong 1x1 cm

Larutan Fiksatif FAA dalam alkohol 70% @ 24 jam

Alkohol bertingkat 70%, 80%, 96% dan ethanol @ 30 menit

Alkohol/xylol 3:1, 1:1, 1:3 @ 30 menit

Xylol/paraffin 1:9 @ 24 jam, paraffin murni @ 2 jam suhu 57oC

Dicetak dalam kotak dari kertas karton

Ditempel pada holder, diiris menggunakan rotary microtom dengan tebal irisan 10 µm

Pita paraffin diletakkan diatas gelas benda yang telah diolesi gliserin/albumin 1:1 dan diolesi air

Gelas benda berisi potongan organ dimasukkan ke:

Xylol 2, xylol 1 @ 3 menit

Alkohol/xylol 1:3, 1:1, 3:1 @ 3 menit

Ethanol, alkohol 96%, 80%, 70% @ 3 menit

Safranin 1% dalam alkohol 70% @ 2 jam

Alkohol 70%, 80%, 90%, ethanol @ 3 menit

Alkohol/xylol 3:1, 1:1, 1:3 @ 3 menit

Xylol 1, xylol 2 @ 3 menit

Ditetesi entellan dan ditutup gelas penutup, dikeringkan diatas hot plate

Pemberian nama dengan kertas label

Hasil berupa data karakter anatomi tebal daun dan tebal mesofil

(3)

2. Langkah Pembuatan Preparat Segar Daun

C. Metode Penelitian 1. Metode penelitian

Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel terpilih (purposive sampling).

2. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan penelitian ini ada 2 macam yaitu variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas adalah kultivar kacang tanah yang digunakan sedangkan variabel tegantung adalah karakter anatomi daun kacang tanah yang diamati.

3. Parameter Penelitian

Parameter yang diamati meliputi tebal daun, tebal mesofil daun, jumlah stomata dan trikomata per mm2, serta ukuran stomata (panjang dan lebar).

4. Cara Kerja Penelitian 4.1. Prosedur Umum

Bibit tanaman kacang tanah dipilih kemudian ditanam di lahan persawahan. Pemeliharaan tanaman dilakukan sesuai prosedur standar Dinas

Sampel daun kacang tanah

Diolesi kutek bening hingga kering

Lapisan kutek dilepas kemudian diletakkan di atas gelas benda dan ditutup dengan gelas penutup

Dihitung jumlah stomata per mm2dan ukuran stomata (panjang dan lebar)

Dihitung jumlah trikomata per mm2

Hasil berupa data karakter anatomi yang diamati

(4)

4.2. Pembuatan Preparat Anatomi Daun

Pembuatan preparat awetan daun dengan metode parafin adalah sebagai berikut:

a. Daun dipotong ± 1 cm menggunakan pisau silet yang tajam.

b. Potongan daun tersebut difiksasi menggunakan larutan fiksatif FAA selama 24 jam. Larutan FAA terdiri dari :

Alkohol ... 90 ml Asam asetat glasial... 5 ml Formalin ... 5 ml c. Dehidrasi : Fiksatif diganti berturut – turut dengan :

Alkohol 70% ... 30 menit Alkohol 80% ... 30 menit Alkohol 96% ... 30 menit Alkohol 100% ... 30 menit d. Dealkoholisasi : Alkohol diganti berturut – turut dengan :

Campuran alkohol/xylol 3 : 1 ... 30 menit Campuran alkohol/xylol 1 : 1 ... 30 menit Campuran alkohol/xylol 1 : 3 ... 30 menit Xylol I ... 30 menit Xylol II ... 30 menit

e. Infiltrasi : potongan daun dimasukkan ke dalam campuran xylol/parafin 1 : 9 dengan temperatur 57o C selama ± 24 jam. Campuran xylol/parafin diganti dengan parafin murni pada temperatur 57oC selama 2 jam.

f. Penyelubungan : dibuat kotak – kotak kecil dari kertas karton kemudian parafin cair dituang ke dalam kotak – kotak yang telah diolesi dengan gliserin. Potongan daun dimasukkan ke dalam kotak sehingga tepat di tengah selubung parafin dan dibiarkan membeku.

g. Pengirisan : blok berisi jaringan dipotong sedemikian rupa, ditempel pada holder mikrotom. Pemotongan jaringan menggunakan mikrotom dengan tebal 10 µm.

h. Perekatan : irisan dilekatkan pada gelas benda dengan campuran gliserin/albumin 1:1 yang telah dibubuhi air. Kemudian gelas benda diletakkan di atas pemanas (hot plate).

(5)

Xylol I ... 3 menit Campuran alkohol/xylol 1 : 3 ... 3 menit Campuran alkohol/xylol 1 : 1 ... 3 menit Campuran alkohol/xylol 3 : 1 ... 3 menit Alkohol 100% ... 3 menit Alkohol 96% ... 3 menit Alkohol 80% ... 3 menit Alkohol 70% ... 3 menit Safranin ... 2 jam Alkohol 70% ... 3 menit Alkohol 80% ... 3 menit Alkohol 96% ... 3 menit Alkohol 100% ... 3 menit Campuran alkohol/xylol 3 : 1 ... 3 menit Campuran alkohol/xylol 1 : 1 ... 3 menit Campuran alkohol/xylol 1 : 3 ... 3 menit Xylol I ... 3 menit Xylol II ... 3 menit

j. Penutupan : irisan diberi entellan dan ditutup dengan gelas penutup.

Kemudian dikeringkan di atas pemanas (hot plate) hingga entellan cukup kering.

k. Pemberian nama : di sebelah kiri gelas penutup dilekatkan label/etiket dengan diberi keterangan nama, spesies, organ, dan arah irisan.

4.3. Menghitung Jumlah Stomata dan Trikomata per mm2

Penghitungan jumlah stomata dan trikomata sebagai berikut:

a. Permukaan daun bagian bawah (abaksial) diberi kutek bening dan didiamkan hingga kutek mengering. Kutek kemudian diangkat secara hati - hati agar stomata menempel pada lapisan kutek tersebut. Permukaan daun yang terdapat stomata diletakkan di atas gelas benda, ditetesi air kemudian ditutup gelas penutup.

b. Stomata dan trikomata diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran

(6)

d. Diameter bidang pdanang pada perbesaran 400X diukur menggunakan mikrometer untuk menghitung luas bidang pandang tersebut.

e. Luas bidang pandang dihitung dengan rumus :

A = π r2 (2-1)

Keterangan :

A = Luas bidang pandang π = tetapan (3.14)

r = diameter bidang pandang : 2

f. Kerapatan stomata dan trikomata = jumlah stomata dan trikomata per luas bidang pandang.

4.4. Mencari Nilai Skala Mikrometer Okuler Mencari nilai skala okuler yaitu:

a. Mikrometer okuler diletakkan pada lensa okuler mikroskop, dilihat hingga bayangan skala mikrometer okuler jelas.

b. Mikrometer objektif diletakkan di atas meja objek, dicari bayangan yang jelas dari skala mikrometer objektif tersebut bersama – sama dengan bayangan skala mikrometer okuler.

c. Kedua bayangan skala tersebut dibuat sejajar dengan memutar tabung okuler. Titik 0 dari kedua skala tersebut diletakkan sama tinggi dengan menggunakan mikrometer objektif.

d. Bayangan garis skala kedua mikrometer dicari yang berhimpit. Jumlah bagian skala pada masing – masing mikrometer dihitung dari titik 0 sampai garis skala yang berhimpit tadi.

e. Jarak sesungguhnya antara kedua garis skala mikrometer objektif diketahui sehingga nilai skala mikrometer okuler dapat dihitung dengan rumus : X Sob

= Y Sok

Sob = Y

Sok X

Sok = × Sob (2-2)

Keterangan :

(7)

4.5. Mengukur Tebal Daun, Mesofil Daun, dan Ukuran (Panjang dan Lebar) Stomata

Mengukur tebal daun, mesofil daun, dan ukuran stomata dilakukan dengan tahapan berikut:

a. Mikrometer objektif diambil, diganti dengan preparat.

b. Bayangan preparat dicari. Kombinasi objektif, okuler serta panjang tubus sama dengan waktu mencari nilai skala okuler.

c. Bayangan skala mikrometer okuler ditempatkan pada bayangan preparat sedemikian rupa hingga arah bayangan skala itu sesuai dengan arah panjang atau lebar sel. Nilai panjang dan lebar stomata jumlah bagian skala dikalikan dengan nilai skala mikrometer okuler.

D. Metode Analisis

Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perbedaan karakter anatomi daun dari 10 kultivar kacang tanah yang diamati.

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan wilayah Kabupaten Tuban sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian, hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis yang menyatakan bahwa sektor pertanian merupakan

Berdasarkan data pada Diagram 4.2 diperoleh rata-rata 93,64%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model B2LS sangat

Pada penelitian hukum ini penulis mendapati bahwa penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana pembunuhan mutilasi disertai penjualan bagian tubuh korban dalam sistem

1) Media baru bersifat manipulable. Media baru bisa diadaptasikan dengan berbagai kreativitas, bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama, bisa disampaikan dan digunakan

Pengkajian tata kalimat bahasa Mandarin dengan memanfaatkan konsep frasa, klausa, dan kalimat melalui kegiatan tatap muka, pelatihan, tugas terstruktur, belajar

(2004) mengenai pengaruh aplikasi iradiasi sinar gamma dan penyimpanan pada suhu dingin terhadap mutu bakso ikan patin menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma dengan

Ketika Kunci kontak di hubungkan maka arus mengalir dari baterai menuju saklar lampu kepala, saat lampu kepala di gerakkan sekali (posisi 1) tuas saklar lampu

Sam Ratulangi 11 14316022011208 DEFRIZON SMPS MONDIAL Kota Batam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Hotel Rina, Jl M Yatim I A Pasar Bawah 12 14316002711883 DIAN PANCAWATI SDS