BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diperoleh rata skor sebesar 55% dengan kualitas cukup, dan tahapan pelaksanaan

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian

1.1.1 Hasil Obserfasi Awal

Berdasarkan data awal yang telah diperoleh pada kegiatan pembelajaran seperti pada lampiran 1 untuk mengukur kemampuan siswa dalam menggiring bola telah disusun instrumen seperti pada lampiran 2 pada aspek Persiapan diperoleh rata skor sebesar 55% dengan kualitas cukup, dan tahapan pelaksanaan diperoleh skor sebesar 52 % dengan kualitas cukup dan dan gerakan lanjutan diperoleh sebesar 55% dengan kualitas cukup. Secara keseluruhan kemampuan siswa dalam menggiring bola pada observasi awal sebelum sebelum dilakukan metode bagian diperoleh rata–rata sebesar 54,03% dengan kualitas yang kurang.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam pengamatan awal tersebut diadakan penelitian tindakan kelas dalam 2 (dua) siklus. Selama proses penelitian selain mengamati perkembangan siswa dalam menggiring bola juga di amati kemampuan guru dalam menggunakan metode bagian.

1.1.2 Deskripsi Hasil Pengamatan Pada Siklus 1 a. Hasil pengelolaan untuk pengelolaan metode bagian

Langkah awal yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian pada siklus 1 adalah menyusun rencana pembelajaran (RPP) sebagaimana terlampir, yang selanjutnya diikuti dengan pelaksanaan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti selalu mengacu kepada rencana yang telah di susun bersama dengan guru mitra. Sebagai acuan dalam mengamati kemampuan guru

(2)

dalam mengelola metode bagian terakumulasi pada indikator dalam instrumen dengan 14 unsur yang di amati. Adapun kemampuan guru dalam mengelola metode bagian dalam penelitian ini dipaparkan pada lampiran 4 penelitian ini.

Sesuai data pada lampiran 4 bahwa indikator metode bagian terdiri dari empat belas unsure yang di amati, diperoleh capaian sebesar 54%. Meperhatikan data hasil pengamatan guru mitra ini ternyata kualitas kemampuan guru dalam mengelola metode bagian masih tergolong rendah atau dominan berada pada tingkat kualifikasi belum memadai.

b. Hasil pengamatan untuk kemampuan menggiring bola.

Focus pengamatan tentang penguasaan siswa dalam proses pembelajaran adalah pada indikator kemampuan siswa dalam menggiring bola dengan tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap gerakan lanjutan,Indikator kemampuan ini ada tiga bagian pada masing-masing aspek yang diamati yaitu:

a. Persiapan

1. Postur tubuh tegak 2. Bola didekat kaki

3. Kepala tegak untuk melihat lapangan dengan baik b. Pelaksanaan

1. Fokus perhatian pada bola

2. Tending bola dengan permukaan instep atau austide instep sepenuhnya 3. Dorong bola kedepan beberapa kali

c. Gerakan Lanjutan

(3)

1. Kepala tegak untuk melihat lapangan dengan baik 2. Bergerak mendekati bola

3. Dorong bola kedepan

Hasil observasi guru pengamat untuk ketiga jenis aspek ini dipaparkan pada table berikut ini.

tabel 2. Rangkuman hasil pengamatan untuk kemampuan menggiring bola melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan gerakan lanjutan pada siklus 1

Data table 2 menunjukan untuk aspek penilaian diperoleh jumlah skor rata-rata terbesar 66,57 atau 66,57%, tahap persiapan diperoleh skor rata-rata sebesar 66,63atau 66,63%, dan tahap pelaksanaan diperoleh jumlah rata-rata skor sebesar 64,67 atau 64,67 %. Dan tahap pada gerakan lanjutan diperoleh skor 66,00 atau 66,00% Secara rata-rata keseluruhan bahwa kemampuan siswa diperoleh dengan skor 263,87 atau 65,97 % dengan taraf kemampuan yang berkualitas cukup. Dari ketiga aspek yang di amati ini secara umum bahwa rata- rata keterampilan siswa dalam menggiring bola berada pada level kualitas yang cukup. Kemudian pada siklus I ini belum ada siswa yang memiliki skor 75 % atau telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal atau (KKM) atau 0 % dan siswa yang

No

Hasil

Capaian Persiapan Pelaksanaan Gerakan Lanjutan

Rata–Rata Total

1 Rata-rata 66,63 64,67 66,00 263,87

2

Persentase (%)

66,63 % 64,67 % 66,00 % 65,97 %

(4)

memiliki jumlah nilai kurang dari 75% atau belum mencapai criteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 30 orang atau 100 %.

1.1.3 Deskripsi Hasil Pengamatan pada siklus 2

Berdasarkan hasil pengamatan guru mitra dalam penelitian menunjukan bahwa pengelolaan metode bagian belum menunjukan hasil yang memadai.

Kondisi ini juga diikuti oleh hasil bejajar yang di miliki siswa selama proses pembejaran yang rendah. Mencermati kondisi seperti ini peneliti melakukan identifikasi dan pengkajian yang mendalam tentang faktor penyebabnya.

1. Deskripsi Hasil Pengamatan Kemampuan Guru Dalam Mengelola Metode Bagian

Untuk menindak lanjuti kondisi pada siklus 2 peneliti melakukan revisi skenario pembelajaran yang telah difokuskan pada tindakan perbaikan terhadap metode bagian.

Sesuai data pada lampiran 6 bahwa indikator metode bagian terdiri atas 9 sembilan aspek yang diamati, diperoleh skor capaian sebesar 78,21%.

Memperhatikan data hasil pengamatan guru mitra ini ternyata kualitas kemampuan guru dalam mengelola metode bagian masi tergolong tinggi atau dominan berada pada tingkat kualifikasi yang tinggi.

2. Deskripsi hasil pengamatan kualitas kemampuan guru dalam mengelola metode bagian pada siklus kedua dipaparkan data pada lampiran 4 seperti pada tabel berikut ini.

(5)

Tabel 3. Rangkuman hasil pengamatan untuk kemampuan menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki,pada siklus 2

Data tabel 3 menunjukkan bahwa persiapan diperoleh jumlah skor sebesar 78,10atau 78,10%, pelaksanaan diperoleh skor rata-rata skor 77,47atau 77,47%, dan gerakan lanjutan diperoleh rata-rata skor sebesar 77,83atau 77,83%.

Secara rata-rata keseluruhan bahwa kemampuan siswa dalam keterampilan menggirng bola diperoleh skor sebesar 75,32atau 75,32% dengan taraf kemampuan yang berkualitas baik. Dari ketiga indikator dengan Sembilan aspek yang di amati secara umum bahwa rata-rata kemampuan siswa dalam keterampilan menggiring bola berada pada level yang berkualitas cukup.

Kemudian jumlah siswa yang memiliki skor diatas 75% atau telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 24 orang atau 80% dan jumlah siswa yang memiliki nilai kurang dari 75% atau belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 6 orang atau 20%.

1.2 Pembahasan hasil penelitian No

Hasil

Capaian Persiapan Pelaksanaan Gerakan Lanjutan

Rata–

Rata Total 1 Rata - Rata

78,10 77,47 77,83 75,32

2 Persentasi

78,10% 77,47% 77,83& 75,32%

(6)

Dalam mengelola interaksi pembelajaran seorang guru profesional sangat diperlukan memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang memadai tentang menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi keterampilan menggiring bola, menganalisis evaluasi belajar siswa, dan melakukan program pengayaan dan remedial. Optimalnya kemampuan guru dalam mengemas berbagai aktivitas dalam mengelola pembelajaran ini memberikan indikasi bahwa guru mampu mengantarkan siswa pada tujuan pembelajaran berupa hasil belajar yang optimal, yaitu berupa pembentukan tingkah laku yang baik, dengan kata lain untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sesuai hasil pengamatan penulis terhadap kondisi riil pada siswa kelas V SDN Lambako Kec. Banggai Kab. Banggai Kepulauan yang terdiri dari 30 orang siswa kendala yang ditemui dalam kegiatan pembelajaran yaitu pada keterampilan menggiring bola pada tahap persiapan diperoleh rata-rata skor sebesar 55 % dengan kualitas cukup, dengan tahap pelaksanaan diperoleh skor sebesar 52,50 % dengan kualitas kurang dan tahap gerakan lanjutan diperoleh skor nilai 55 %.

Secara keseluruhan kemampuan siswa dalam keterampilan menggiring bola dengan menggunakan metode bagian di peroleh rata-rata sebesar 54,03% dengan kualitas rendah.

Untuk mengantisipasi kondisi yang di kemukakan tersebut, maka penulis melakukan suatu penelitian tindakan kelas, dengan fokus penelitian keterampilan siswa dalam menggiring bola dengan menggunakan metode bagian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola metode bagian pada siklus 1 masih rendah yaitu sebesar 66,00 % dan pada siklus 2

(7)

menjadi 78,10 % sehingga meningkat sebesar 12,1%. Peningkatan kemampuan kualitas kemampuan guru dalam mengelola metode bagian ini juga diikuti dengan peningkatan keterampilan siswa dalam menggiring bola yaitu pada siklus 1 diperoleh sebesar 61,79 %dan pada siklus 2 menjadi 77,47% sehingga peningkatan sebesar 16,1%. Demikian juga siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 75 sesuai dengan KKM pada siklus 1 belum ada yang mencapai standar KKM kemudian pada siklus 2 terdapat 26 orang siswa yang telah berhasil mencapai KKM atau terjadi peningkatan sebesar 86,67%. pada siklus ini dapat dikatakan bahwa hasil pembelajaran siswa berhasil.

Hasil penelitian ini, menunjukan peningkatan ketrampilan siswa dalam

menggiring bola dengan tiga indikator melaui metode bagian juga tergantung pada pengelolaan metode bagian yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran.

Figur

tabel 2. Rangkuman hasil pengamatan untuk kemampuan menggiring bola melalui  tahap persiapan, pelaksanaan dan gerakan lanjutan pada siklus 1

tabel 2.

Rangkuman hasil pengamatan untuk kemampuan menggiring bola melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan gerakan lanjutan pada siklus 1 p.3
Tabel  3.  Rangkuman  hasil  pengamatan  untuk  kemampuan  menggiring  bola  dengan  menggunakan  kaki  bagian  dalam,  kaki  bagian  luar  dan  punggung  kaki,pada siklus 2

Tabel 3.

Rangkuman hasil pengamatan untuk kemampuan menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki,pada siklus 2 p.5

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :