• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. KONSEP PEMOTRETAN. 25 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. KONSEP PEMOTRETAN. 25 Universitas Kristen Petra"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

3. KONSEP PEMOTRETAN

3.1 Konsep Kreatif 3.1.1 Tujuan Kreatif

Tujuan kreatif dari perancangan buku fotografi esai sate ayam Blora, Jawa Tengah ini adalah untuk memperkenalkan kota Blora melalui kuliner khasnya dengan menonjolkan aspek-aspek budaya serta keunikan-keunikan yang ada di dalamnya dikemas di dalam buku fotografi esai dengan menonjolkan aspek human interest mulai dari proses awal meyediakan bahan baku sampai terciptanya sate serta keunikannya dan aspek-aspek budaya yang ada didalamnya. Selain memperkenalkan sate ayam Blora sebagai wawasan baru bagai mereka yang belum tahu, perancangan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai fakta apa saja yang ada di balik sate ayam Blora yang belum terekspose selama ini.

3.1.2 Strategi Kreatif

Agar tujuan dari perancangan buku fotografi esai sate ayam Blora, Jawa Tengah ini tercapai, maka diperlukan strategi kreatif yang meliputi :

• Data visual yang disampaikan dan dikemas melalui media buku, dengan dominasi visual sebagai daya tarik dan elemen utama.

• Penjelasan foto dilengkapi dengan informasi berupa narasi yang informatif yang bertujuan agar target audience dapat dengan mudah mengerti makna dan pesan foto tersebut.

• Menggunakan layout beserta grid yang simple agar target audience langsung melihat foto yang disajikan sebagai target utama yang ditonjolkan .

(2)

3.2 Konsep Perancangan 3.2.1 Tema Perancangan

Tema perancangan dari esai foto ini adalah mengangkat fotografi esai mengenai sate ayam Blora dengan menonjolkan aspek human interset mengenai proses pembuatan Sate Ayam Blora dari awal hingga akhir serta keunikan dan budaya di dalamnya yang belum terekspose.

3.2.2 Judul Perancangan

Judul utama perancangan ini adalah “Ono Dino Ono Upo, Rekam Jejak Kuliner Sate Ayam Blora” dengan isi menampilkan dokumentasi visual berupa foto mengenai proses pembuatan Sate Ayam Blora dari awal hingga akhir serta keunik-keunikan dan budaya di dalamnya yang belum terekspose selama ini.

3.2.3 Target Audience

Target audience perlu ditentukan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar perancangan ini dapat mencapai tujuan. Berikut ini akan dijelaskan karakter sasaran yang meliputi segi demografis, psikografis, behaviour, dan geografis.

- Segi Demografis

Pria dan wanita yang berusia 17 tahun keatas dengan kelas menengah keatas yang berpendidikan, sebab orang yang berpendidikan lebih cenderung menanggapi dan peka terhadap budaya yang ada di Indonesia, dan masyarakat yang tidak asing dengan karya-karya fotografi.

- Segi Psikografis

Siswa/mahasiswa dan pekerja yang memiliki minat dalam fotografi dan tertarik dengan kebudayaan. Orang yang bersifat terbuka dengan hal-hal baru dapat menjadi sasaran karena pemikiran mereka yang lebih luas.

- Segi Behaviour

Masyarakat yang aktif mengikuti kebudayaan khususnya dibidang kuliner di Indonesia, gemar membaca dan browsing mencari wawasan baru, melihat

(3)

- Segi Geografis

Masyarakat yang tinggal di Indonesia, spesifikasi Jawa Tengah akan lebih berpotensi karena letak perancangan ada di daerah Blora, Jawa Tengah , sehingga masyarakat dapat secara langsung melihat dan menikmati kuliner sate ayam Blora, Jawa Tengah.

3.2.4 Lokasi

Lokasi pemotretan dilakukan di Kecamatan Blora, Kelurahan Tempelan, Jawa Tengah, yang difoto meliputi proses pembuatan sate ayam Blora dari awal hingga akhir serta keunik-keunikan dan budaya di dalamnya yang belum terekspose, tugu sate kota Blora, gang sate Blora, sentra sate Blora serta hal lain yang dapat mendukung konsep pemotretan yang tidak lepas dari sate ayam Blora.

3.2.5 Properti

Karena yang dipotret adalah proses pembuatan Sate Ayam Blora dari awal hingga akhir serta keunik-keunikan dan budaya di dalamnya yang belum terekspose, maka tidak ada properti tambahan yang digunakan selain alat serta media yang digunakan untuk membuat sate ayam Blora.

3.2.6 Teknik Pemotretan

Dari aspek angel, foto-foto di ambil dengan teknik close-up, medium serta long shoot. Close-up digunakan saat mengambil detail dalam proses pembuatan sate Blora. Medium shoot digunakan dalam mengambil human interest serta menunjukan ekspresi wajah orang. Sedangkan long shoot digunakan untuk mengambil moment-moment yang yang membutuhkan ruang luas.

Foto-foto mayoritas diambil secara medium shoot agar dapat lebih fokus terhadap human interest yang ingin ditonjolkan. Pengaplikasian beberapa komposisi juga akan digunakan pada saat pengambilan gambar. Dari segi lighting, pencahayaan menggunakan cahaya natural pada saat sinar matahari

(4)

yang dapat mengekspose, serta tambahan continues lamp disaat indoor atau disaat minim cahaya agar objek tampak lebih jelas.

3.2.7 Teknik Editing

Teknik editing menggunakan bantuan program Adobe Photoshop CC.

Editing meliputi re-touch, exposure, serta tone warna agar foto akan lebih maksimal di hasil akhirnya.

3.2.8 Gaya Visual

Gaya visual yang digunakan disini menggunakan gaya fotografi modern dengan teknik fotografi murni, dengan bantuan digital imaging untuk retouch, dan tanpa tambahan ilustrasi serta doodle seperti buku komik. Hanya meliput foto esai beserta sedikit teks narasi untuk menyampaikan pesan dari foto tersebut.

Buku fotografi dibuat simple modern, memayoritaskan foto sebagai objek utama, sehingga audience bisa langsung mengerti bahwa foto merupkan point of interestnya.

3.3 Program Pemotretan 3.3.1 Tahapan Proses Kerja

Pemotretan mulai pagi hari pukul 04.00 dini hari, saat pedagang sate mulai menyiapkan kebutuhan bahan-bahan pembuatan sate. Fotografer mengikuti pedagang untuk berbelanja kepasar dan tempat bahan baku sate ayam lainnya, serta fotografer akan mengabadikan suasana yang ada pada saat itu. Setelah itu fotografer melanjutkan untuk mengikuti pedagang sate untuk menyiapkan adonan serta mengikuti proses sunduk sate dimana disaat itu mengandung unsur kesaudaraan dan kebersamaan, dimana banyak orang bekerja sama untuk menyunduk bahan sate tersebut.

Tidak sekedar sampai disitu saja, fotografer akan mengambil tiap tahap dan detil proses-proses serta interaksi yang berkaitan dengan sate ayam Blora ini,

(5)

sebab ayam didoakan terlebih dahulu sebelum disembelih, lalu nantinya ketika di warung dimana terjadi interaksi antara penjual dan pembeli secara langsung, lalu adanya unsur kepercayaan penjual dengan cara membiarkan pembeli memakan sate berapa saja jumlahnya dengan hanya menghitung jumlah dari tusuk, dan masih banyak lagi unsur-unsur yang ada dibalik sate ayam Blora ini. Proses foto dilakukan hingga malam hari sampai warung sate ayam Blora tutup. Untuk pendukung lainnya fotografer akan meliput pula hal-hal yang berkaitan dengan sate ayam Blora baik berupa sentra sate ayam di Blora, gang Sate yang berada di kelurahan Blora, Jawa Tengah, Tugu sate, serta hal-hal menarik yang bersinggungan dengan sate ayam Blora, Jawa Tengah. Properti pendukungpun yang merupakan ciri khas sate ayam Blora pun nantinya akan diabadikan dalam foto sebagai penguat kesan keunikan dak kekhasan sate ayam Blora.

3.3.2 Peralatan

Peralatan yang digunakan adalah Kamera Mirrorless Fujifilm X-E1 dengan lensa 27mm agar dapat mengambil gambar secara medium shoot dan lebar serta dapat secara tajam mengambil detail dari objek. Peralatan lain antara lain tripod untuk pengambilan slow speed, serta continues lamp untuk mendukung disaat minim cahaya.

3.4 Materi Pendukung Lainnya

Selain menggunakan media berupa buku foto esai sebagai media utama, ditambahkan media lain sebagai media promosi yang antara lain berupa katalog yang berisi mengenai sekilas media utama buku sate ayam Blora, postcard, poster,pin.

Media pendukung yang utama berupa katalog yang berisi sekilas mengenai konsep media utama yaitu buku sate ayam Blora yang berguna agar audience tertarik untuk melihat isi buku fotografi tersebut.

Media pendukung lainnya berupa postcard serta pin yang bergambarkan foto-foto mengenai sate ayam Blora sebagai buah tangan dan bentuk apresiasi

(6)

untuk memperkenalkan sate Ayam Blora. Media poster berisi foto pedagang sate ayam di Blora dengan sedikit quotes dari pedagang yang bertujuan sebagai media untuk mempromosikan sate ayam Blora tersebut.

3.5 Estimasi Biaya Produksi

Estimasi biaya di peroleh dari Solaris offset printing Surabaya pada bulan Mei tahun 2016 .

Buku “Ono Dino Ono Upo, Rekam Jejak Kuliner Sate Ayam Blora ”

Ukuran : 20 x 26 cm

Posisi : Vertikal

Jumlah Halaman : 100

Warna : Full color

Isi : Kertas

Jumlah Cetak : 1000 eksemplar

Teknik Cetak : Cetak offset

Perincian biaya produksi :

Kertas AP 150 gram ukuran plano 1 buku 10 lembar plano

1 rim ( 500 lembar ) = Rp 1.000.000,-

20 rim x Rp. 1.000.000 ,- Rp 20.000.000,-

Pembuatan klise separasi warna CMYK

(23,5x28) x 2 halaman x 80 desain x Rp 70,00 Rp 7.369.600,- Hard cover + binding + ongkos

Rp 8.500,- x 1000 exp Rp 8.500.000,-

Pisau cutting + ongkos

(250 x 1000 exp) + Rp 75.000,- Rp 325.000,- Laminasi doff cover

1000 exp x 32cm x 51 cm x Rp 0,3/cm2 Rp 489.000,- +

(7)

Katalog

Ukuran : 10 x 40 cm

Posisi : Horizontal

Warna : Full color

Bahan : Kertas AP 150 grm

Teknik : Cetak offset

Perincian biaya produksi :

Kertas AP 230 gram ukuran plano 1 rim = 500 lembar

2 rim x Rp 1.500.000,- Rp 3.000.000,-

Pembuatan klise separasi CMYK

(15x60) x 1 desain x Rp 70,00 Rp 150.000,- Laminasi doff cover

1000 lembar x 60cm x 15cm x Rp 0,3cm2 Rp 700.000,- +

Total Rp 3.850.000,-

Poster

Ukuran : 42 x 29,7 cm

Posisi : Horizontal

Warna : Full color

Bahan : Kertas AP 230 grm

Teknik : Cetak offset

Perincian biaya produksi :

Kertas Lumisilk 230 gram ukuran plano 1 rim = 500 lembar

2 rim x Rp 1.500.000,- Rp 3.000.000,-

Pembuatan klise separasi CMYK

(42x29,7) x 1 desain x Rp 70,00 Rp 168.000,-

(8)

Laminasi doff cover

1000 lembar x 60cm x 40cm x Rp 0,3cm2 Rp 720.000,- +

Total Rp 3.888.000,-

Kartu pos

Ukuran : 10 x 15 cm

Posisi : Horizontal

Warna : Full color

Bahan : Kertas AP 230 grm

Jumlah cetak : 7000 eksemplar

Teknik : Cetak offset

Perincian biaya produksi :

Kertas AP 230 gram ukuran plano 1 rim = 500 lembar

1 rim x Rp 1.500.000,- Rp 1.500.000,-

Pembuatan klise separasi CMYK

(11,43x16,51) x 2 halaman x 7 desain x Rp 70,00 Rp 185.000,- Pisau cutting + ongkos

(250 x 7.000exp) + Rp 75.000,- Rp 1.825.000,- +

Total Rp 3.510.000,-

Pembatas Buku

Ukuran : 4 x 12 cm

Posisi : Vertikal

Warna : Full color

Bahan : Kertas AP 260 grm

Jumlah cetak : 1000 buah

Teknik : Digital Printing

(9)

Perincian biaya produksi :

Kertas AP 230 gram ukuran plano

50 x Rp 3.500,00 Rp 175.000,-

Pembuatan klise separasi CMYK

(4 x 12) x 2 halaman x 3 desain x Rp 70,00 Rp 20.160,- Pisau cutting + ongkos

(250 x 1.000exp) + Rp 75.000,- Rp 325.000,- +

Total Rp 520.160,-

Pin

@5000 x 1000 Rp 5.000.000,- +

Grand Total Rp 53.452.360,-

Estimasi biaya jual per buku :

Harga per buku Rp 36.684.200,-/1000exp Rp 36.684.20 Biaya promosi Rp 16.768.160,-/1000exp Rp 16.768.16 +

Total biaya produksi per buku Rp 53.452.36,-

Harga jual per buku dihitung dari biaya produksi total per buku Rp 53.452.36,- Akan dijual seharga Rp 75.000,-

Referensi

Dokumen terkait

Yang dicantumkan untuk surat penawaran adalah yang di LDP yaitu : Pokja ULP Pengadaan Barang Kegiatan DIPA T.A 2013 Bandar Udara Kuala Pembuang4. Dokumen Penawaran,

Guna mengetahui keefektivitas daripada penerapan sanksi oleh pihak penyidik dalam menanggulangi oknum-oknum yang melanggar peraturan yang berlaku yang dilakukan oleh

Algoritma ini merupakan salah satu algoritma yang juga menggunakan prinsip dasar playfair cipher dimana pesan akan dienkripsikan dengan mengacak posisi baris dan kolom huruf pada

Meningkatkan kinerja kader dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat..

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Ukuran Butiran

Permohonan keterangan kelayakan etik penelitian diajukan oleh peneliti kepada Komisi Etika Penelitian Fakultas Kedokteran UMY disertai 3 eksemplar salinan proposal penelitian

Untuk kebutuhan fashion campaign, fashion photography akan disajikan berupa kumpulan beberapa foto yang terdiri dari beberapa layout utama dari “ JADIS “ collection yang di

Penulis mengamati kegiatan sehari – hari pusat pendidikan dan konservasi penyu yang terletak di desa Pekraman, Serangan Bali Mulai pagi para pekerja membersihakan