• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kota Istana Matahari Timur merupakan julukan untuk salah satu kota yang terletak di kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. Siak Sri Indrapura, yang merupakan ibu kota dari kabupaten Siak. Tidak hanya keunikan dan keragaman obyek wisata kuliner, kota Siak Sri Indrapura juga terkenal dengan ragam peninggalan kebudayaan melayu serta wisata sejarah. Diantaranya seperti tarian-tarian, musik tradisional, pakaian adat, kerajinan tangan, wisata sungai, tempat bersejarah, dan lain-lain. Hal ini menjadikan kota Siak Sri Indrapura memiliki daya tarik wisata yang beragam serta berpotensi besar untuk dilakukannya pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Selaku tugasnya dalam mewujudkan perkembangan pariwisata dan kebudayaan di kabupaten Siak, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Siak telah meluncurkan berbagai macam program, yaitu Festival Siak Bermadah, Festival Zapin, Parade Tari. Program ini di lakukan setiap tahunnya dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Siak pada tanggal 12 Oktober. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kebudayaan melayu yang sudah mulai terlupakan, padahal banyak nilai sejarah yang dimilikinya.

Melalui wawancara kepada Chindy Sandoval selaku penggerak Komunitas

Heritage Hero dan pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa

masyarakat yang berada di luar pulau Sumatera masih banyak yang belum

mengenal keragaman wisata budaya melayu di kabupaten Siak dan mengakui

bahwa promosi pariwisata dan kebudayaan belum tersampaikan dengan baik

oleh masyarakat luar. Dikutip dari hasil wawancara data pengunjung oleh

penjaga salah satu tempat wisata di Siak yaitu Istana Asserayah Al Hasyimiah

menyimpulkan bahwa hanya ada 20% pengunjung yang berasal dari luar pulau

Sumatera yang berkunjung ke istana. Oleh sebab itu, pihak dinas telah

melakukan berbagai macam bentuk promosi, salah satunya melalui media

video dokumenter. Video tersebut seringkali digunakan untuk kebutuhan

promosi jikalau ada tamu besar yang berkunjung ke Siak.

(2)

2 Exploresiak merupakan sebuah komunitas yang bergerak dibidang kreatif untuk mempromosikan wisata dan budaya yang ada di Siak melalui media sosial, baik dibidang fotografi, videografi ataupun media digital lainnya.

Menurut Musrahmad selaku founder Exploresiak bahwa video yang telah dibuat dan sajikan oleh pemerintah Kabupaten Siak dinilai memiliki masalah dari sisi estetika sinemtografi, dan konten yang disajikan, di antaranya seperti kualitas gambar yang belum menarik dan informasi yang disampaikan belum terpenuhi, serta belum menggambarkan tentang kabupaten Siak. Video yang telah dibuat, dinilai tidak berhasil memvisualisasikan dan menginformasikan wisata budaya melayu dengan cukup menarik. Oleh sebab itu, perlunya media promosi dalam bentuk film dokumenter untuk mempromosikan wisata budaya melayu yang ada di Kabupaten Siak.

Pemilihan film dokumenter sebagai media promosi, dikarenakan film merupakan salah satu media hiburan yang banyak digemari oleh masyarakat.

Latar tempat merupakan suatu komponen yang penting dalam film, dan dengan latar tempat yang indah tidak jarang menjadi sebuah kekuatan dalam film, Penyajian dan informasi juga merupakan komponen penting dalam film dokumenter. Dalam mempromosikan wisata, film dinilai lebih efektif dalam mempromosikan pariwisata karena film memungkinkan untuk dijangkau dan ditonton khalayak banyak. Promosi dalam bentuk video yang telah ada sebelumnya hanya menampilkan tempat-tempat umum dengan sajian kualitas gambar yang tidak Full HD dan tidak menceritakan tempat itu sendiri.

Kebutuhan akan perlunya perancangan film dokumenter sebagai media

promosi wisata budaya melayu di Kabupaten Siak dilihat dari kualitas video

sebelumnya yang belum disajikan dengan baik dari sisi sinematografi dan

kurangnya penyajian informasi. Dengan dibuatnya film dokumenter wisata

budaya melayu, audiens dapat mengetahui informasi wisata budaya melayu

dengan penyajian sinematografi yang baik dan informasi secara ringkas dan

padat. Saat ini film dokumenter dapat berkembang dan tersebar luas dengan

adanya media-media online seperti youtube,Instagram dan tiktok, sehingga

audiens yang melihat bisa melihat dari penjuru nusantara.

(3)

3 1.2 Permasalahan

1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Media promosi dalam bentuk video yang sudah ada sebelumnya, belum mampu menggambarkan dan mempromosikan kebudayaan melayu di Kabupaten Siak

2. Dinas Pariwisata Kabupaten Siak membutuhkan media promosi baru tentang wisata budaya melayu dengan informasi dan kualitas sinematografi yang baik dalam bentuk dokumenter.

1.2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dapat di identifikasikan sebagai berikut:

1. Bagaimana merancang film dokumenter yang mampu mempromosikan wisata budaya melayu di Kabupaten Siak dengan kualitas sinematografi yang baik?

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian tugas akhir ini adalah:

a. What

Perancangan film dokumenter wisata budaya melayu di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

b. Who

Proyek ini ditujukan kepada pemerintah dan masyarakat kota Siak Sri Indrapura.

c. Where

Sungai Mempura, Istana Asserayah Al Hasyimiah – Kota Siak Sri Indrapura, Danau Zamrud – kecamatan dayun, Tenun – Kampung tengah. Semua lokasi berada di kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia.

d. When

Jangka waktu perancangan tugas akhir ini di mulai pertengahan bulan

Maret - Juni.

(4)

4 e. Why

Belum maksimalnya video wisata budaya melayu yang berkualitas dari segi cinematography dan konten sehingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Siak membutuhkan perancangan media video yang baru

f. How

Melakukan perancangan video dokumenter baru sebagai media informasi yang efektif di era sekarang.

1.4 Tujuan Perancangan

Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan film dokumenter sebagai media promosi yang menggambarkan Kabupaten Siak dengan sinematografi yang baik.

1.5 Metode Pengumpulan Data dan Analisis

Metodologi berguna untuk mendukung dalam proses perancangan pembuatan Tugas akhir. Adapun metode yang digunakan adalah:

1. Primer a. Observasi

Melakukan pengamatan melalui observasi pada semua lokasi di kabupaten Siak. Terhitung dari awal sampai akhir bulan April.

b. Wawancara (Interview)

Mengumpulkan data yang lebih lengkap dan spesifik dengan melakukan wawancara dengan pihak videografer profesional dan founder Komunitas Heritage Hero.

c. Kuesioner

Melakukan penyebaran kuesioner melalui form digital online (Google form)

kepada masyarakat, terutama pada mahasiswa yang berada di pulau Jawa,

kalimantan, dan lainnya. Sebagai sampel untuk mengetahui seberapa tahu

(5)

5 mereka mengenai kota Siak dan seberapa tahu mereka mengenai wisata budaya melayu di kabupaten Siak, provinsi Riau, Indonesia.

2. Sekunder a. Studi Pustaka

Melakukan pengumpulan data melalui tulisan atau jurnal yang berhubungan

dengan masalah yang akan di bahas

(6)

6 1.6 Kerangka Berpikir

Gambar 1.1 Kerangka Berpikir (Sumber : Dokumentasi Pribadi

Masalah

1. Media promosi dalam bentuk video yang sudah ada sebelumnya, belum mampu menggambarkan dan mempromosikan kebudayaan melayu di Kabupaten Siak

2. Dinas Pariwisata Kabupaten Siak membutuhkan media promosi baru tentang wisata budaya melayu dengan informasi dan kualitas sinematografi yang baik dalam bentuk dokumenter

Studi Pustaka

Melakukan pengumpulan data melalui tulisan atau

jurnal yang berhubungan dengan

masalah yang akan di bahas.

Observasi

Melakukan pengamatan melalui observasi pada semua lokasi di kabupaten

Siak. Terhitung dari awal sampai akhir bulan April

Wawancara

Mengumpulkan data yang lebih lengkap dan

spesifik dengan melakukan wawancara

dengan pihak dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten

Siak.

Solusi Perancangan

menghasilkan film dokumenter sebagai media promosi yang menggambarkan Kabupaten Siak dengan sinematografi yang baik

Analisis Data

Analisis Matriks AISAS Observasi Wawancara

Kuesioner Studi Pustaka

Fenomena

Dalam memperkenalkan wisata budaya melayu, Dinas Pariwisata dan kebudayaan mempromosikan daerah melalui media sosial dengan video,

termasuk video dokumenter

(7)

7 1.7 Pembabakan

BAB I Pendahuluan

Berisikan bab mengenai latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan perancangan, cara pengumpulan data, kerangka berpikir dan pembabakan.

BAB II Dasar Pemikiran

Berisikan bab mengenai dasar pemikiran yang menjelaskan teori yang berkaitan dengan perancangan, yaitu teori mengenai Perancangan Promosi Wisata Budaya Melayu Di Kota Istana Matahari Timur.

BAB III Data dan Analisis Data

Berisikan bab mengenai kumpulan data yang berkaitan dengan perancangan.

BAB IV Konsep Perancangan dan Hasil Perancangan

Berisikan bab mengenai penjelasan keseluruhan konsep perancangan hingga hasil akhir.

BAB V Penutup

Berisikan bab mengenai kesimpulan dan saran dari hasil sidang

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Berpikir  (Sumber : Dokumentasi Pribadi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak Etanolik Herba Ciplukan memberi- kan efek sitotoksik dan mampu meng- induksi apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7

Sungai Siring (Tersebar) (Bankeu Provinsi APBP-P Tahun 2017) (Pembayaran Kewajiban Kepada Pihak Ketiga Tahun

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Kelola TI UNIKOM, dan apa saja yang harus dilakukan untuk menuju pada kondisi ideal tersebut...

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

 Aplikasi kamuflase buatan yang berupa daun kelapa dapat diterapkan untuk menggantikan cara/metode penyamaran bubu karang yang selama ini merusak, yaitu dengan

Penggunaan Ca polystyrene sulfonate yang diberikan pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo terkait dosis, rute,