• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Era globalisasi memiliki dampak besar dalam dunia usaha. Globalisasi menimbulkan persaingan yang ketat antara perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan pangsa pasar yang bersifat internasional. Dengan adanya globalisasi, maka dunia usaha secara terbuka menuntut perusahaan untuk mencapai suatu organisasi yang efektif dan efisien. Kedua faktor tersebut diperlukan perusahaan untuk dapat memiliki daya saing maupun keunggulan lebih dari para kompetitor.

Sehingga perusahaan dapat mempertahankan posisi pasar dalam skala besar dengan konsekuensi pasar persaingan sempurna. Dan dengan globalisasi pula para pembisnis dengan mudah membeli maupu menjual produk mereka keluar negri dengan berbagai macam strategi yang telah mereka perhitungkan.

Ekspor impor adalah salah satu strategi yang banyak digunakan oleh para pembisnis untuk memasuki suatu negara, indonesia adalah salah satu negara dengan nilai ekspor dan impor yang cukup besar didunia.

Table 1.1 Perkembangan Impor Indonesia Berdasarkan Sektor

Sumber: http://www.kemenperin.go.id

(2)

Berdasarkan data impor indonesia yang tertera diatas bisa dilihat bahwa penyumbang impor terbesar yaitu dari sektor non migas sebesar 75,61% dan yang memberikan impor terbesar didalamnya adalah dari industri sebesar 69,50%. Sektor industri dibagi ke beberapa kelompok hasil industri dimana penyumbang impor terbesar pertama adalah besi,baja, dan otomotif. Dan impor tekstil berada dipringkat ke empat dimana terjadi fluktuasi yang terus meningkat setiap tahunnya, sedangkan dari kelompok hasil industri lain yang berada diatas tekstil yang ada mengalami penurununan.

Tabel 1. 1 Kelompok Hasil Industri

Sumber: http://www.kemenperin.go.id

Tentunya ini memiliki pengertian bahwa tekstil Indonesia mempunyai harapan besar kedepannya dengan pertumbuhan yang stabil.

Tetapi untuk terus meningkatkan penjualan tekstil di Indonesia perusahaan dituntut untuk terus melakukan pembangunan baik secara internal maupun eksternal sehingga perusahaan dapat meningkatkan kemampuan bersaing antar perusahaan.

Adapun salah satu faktor internal yang dapat dikembangkan oleh perusahaan yaitu dari segi sumber daya manusia, pada saat ini sumber daya manusia adalah sumber daya yang dianggap dapat melakukan dan menjalankan suatu proses kerja agar dapat tercapainya tujuan perusahaan. Tetapi dalam melakukan dan menjalankan proses kerja tersebut dibutuhkan pula yang namanya penilaian kerja terhadap para karyawan

(3)

sehingga dapat dinilai dan mendapatkan apakah para karyawan yang bekerja melakukan pekerjaannya secara optimal. Selain itu bagi perusahaan besar yang menargetkan profit dalam jangka panjang, karyawan adalah aset. Akan tetapi karyawan tidak selalu loyal kepada perusahaannya dikarena banyak karyawan yang merasa hanya dijadikan mesin oleh perusahaan, karena mereka merasa tidak mendapatkan hak yang sesuai dari apa yang mereka kerjakan. Dalam pekerjaannya karyawan meyakini memiliki tujuan atau pengembangan karir tertentu yang diperoleh dari pekerjaannya, sehingga perusahaan selain memberikan penilaian kerja terhadap karyawannya. Sebaiknya perusahaan memberi yang diinginkan dan diperlukan karyawan dalam menjalankan tugasnya sehingga karyawan akan merasa senang dan nyaman dalam bekerja. Apabila karyawan merasa nyaman dan merasa senang dalam menjalankan pekerjaannya, hal ini akan membuat karyawan bertahan dan menimbulkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang garment (tekstil) di Jakarta PT. Kawan Semesta Abadi tentunya sangat ingin membuat karyawan- karyawannya menjadi loyal, oleh sebab itulah perusahaan harus berupaya memberikan kenyamanan yang maksimal kepada setiap karyawan yang bekerja disana. PT. Kawan Semesta Abadi ini sendiri adalah perusahaan yang mendistribusikan, menjual dan menjadi penyedia bermacam-macam bahan baku kain untuk konsumennya. Akan tetapi perusahaan ini tidak memproduksi kain yang mereka jual perusahaan ini mengimpor kain-kain dari beberapa negara seperti China, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Taiwan.

Berdasaskan wawancara yang dilakukan dengan manajer human resource development PT. Kawan Semesta Abadi terdapat permasalahan yang dialami oleh karyawan yaitu menurunnya loyalitas karyawan yang berpengaruh terhadap tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Dapat dilihat dari absensi dan

karyawan izin, yang mengalami peningkatan.

(4)

Tabel 1.3 Data Absen Karyawan PT. Kawan Semesta Abadi Januari-

Februari

Maret-April Mei-Juni Total

Jumlah hari kerja 48 50 47 145

Jumlah hari mangkir

Persentas 14 29,16 %

16 32 %

21 44.68 %

51 35.17%

Sumber : database PT. Kawan Semesta Abadi (2015)

Berdasarkan data diatas, telah terjadi penurunan motivasi kerja karyawan PT. Kawan Semesta Abadi dalam periode enam bulan (Januari sampai Juni 2015) dalam bentuk data absensi karyawan. Ada 51 hari digunakan karyawan untuk mangkir kerja tanpa alasan apapun dari total 145 hari kerja dari bulan Januari sampai Juni 2015. Dari total 48 hari kerja pada bulan Januari dan Februari terdapat 14 hari digunakan karyawan untuk mangkir. Terjadi peningkatan sebesar 2, 84 persen pada bulan Maret dan April, dengan jumlah 50 hari kerja terdapat 16 hari digunakan karyawan untuk mangkir. Meningkat lagi sebesar 12,68 persen pada bulan Mei dan Juni dengan jumlah 21 hari karyawan mangkir dari total 47 hari kerja. Berdasarkan data diatas, terlihat penurunan loyalitas karyawan selama periode Januari 2014 sampai dengan Juni 2014. Dimana hampir seluruh departemen mengalami penurunan loyalitas. Masalah yang terjadi pada PT. Kawan Semesta Abadi tentu sangatlah penting untuk diteliti, karena apabila masalah ini dibiarkan terus berlanjut perusahaan mengalami kerugian dan bahkan kebangkrutan. Dengan melihatnya permasalahan ini peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa karyawan di perusahan PT. Kawan Semesta Abadi untuk mengetahui apa yang menjadi ketidak nyamanan yang di alami oleh para karyawan, dari hasil wawancara dengan para karyawan peneliti menarik kesimpulan awal yaitu yang menjadi pengaruh menurunnya loyalitas di PT. Kawan Semesta Abadi adalah gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan kompensasi.

Untuk meningkatkan loyalitas para karyawan dibutuhkan pemimpin yang memiliki aspek-aspek kepribadian yang dapat menciptakan dan mendorong bawahan untuk berkembang dan memajukan kinerja karyawannya. Aspek-aspek yang berhubungan dengan sikap, gaya, dan prilaku pemimpin sangat berpengaruh terhadap

(5)

loyalitas karyawan. Menurut Kartono dalam Hardiyanti (2015) pemimpin merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi conform dengan keinginan pemimpin. Oleh karena itu diperlukan pemimpin yang mampu menciptakan suasana yang nyaman dalam perusahaan tersebut. Selain menciptakan suasana yang nyaman untuk para karyawan hendaknya pemimpin mampu mengkordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan perusahaan. Pemimpin juga harus memiliki wibawa dan ketegasan dalam menjalankan fungsinya sebagai fungsi pengawasan dalam suatu perusahaan.

Untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan yang ada di PT. Kawan Semesta Abadi peneliti menyebarkan pra-kuesioner untuk mengetahui gaya kepemimpinan apa yang ada dalam perusahaan, berikut ini adalah hasilnya :

Tabel 1.4 Kepemimpinan PT. Kawan Semesta Abadi

Otokratis Militeris Paternalistis Karismatis Demokratis

Jumlah 0 0 2 5 17

Presentase 0% 0% 4,4% 11,63% 39,53%

Sumber : Peneliti (2015)

Dari data diatas terlihat bahwa 24 dari 43 orang karyawan yang dijadikan sample sebesar 39,53 persen karyawan berpendapat bahwa pemimpinnya memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis, dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang sekarang berlangsung di PT. Kawan Semesta Abadi adalah gaya kepemimpinan yang demokratis, dengan ini peneliti ingin melihat apakah dengan gaya kepemimpinan yang demokratis memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi.

Pada dasarnya seseorang pemimpin harus mampu memberikan kesempatan yang sama kepada setiap pekerjanya (karyawan) dalam membangun skill masing- masing individu di perusahaan dimana tempat mereka bekerja. Selain itu setiap orang yang bekerja pada suatu perusahaan tentunya memiliki harapan untuk meraih posisi/jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya dan tentunya perlu untuk didukung oleh perusahaan dengan program-program pengembangan karir. Menurut Mila (2015:193) pengembangan karier pada dasarnya berorientasi pada perkembangan

(6)

perusahaan dalam menjawab tantangan bisnis pada masa mendatang. Setiap perusahaan harus menerima kenyataan, bahwa ekstensinya pada masa depan bergantung pada sumber daya manusia yanng kompetitif karena perusahaan akan mengalami kemudahan dan akhirnya tersisih karena ketidak mampuan menghadapi persaingan. Artinya adalah dalam berkarir haruslah ada pola karir yang jelas dan bisa dijadikan pegangan dalam memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk berkarir tanpa membedakan satu sama lain dan tentunya ini akan menarik karyawan untuk lebih loyal kepada perusahaan.

Pada wawancara yang dilakukan kepada beberapa karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi mengenai bagaimana sistem pengembangan karir di perusahaan tersebut, peneliti mendapatkan hasil sementara yaitu perusahaan tempat mereka bekerja sekarang ini tidak ada sistem pengembangan karir yang pasti dikarenakan semua sistem pengembangan karir di perusahaan tersebut ditentukan oleh pemimpin perusahaan.

Selain pengembangan karir yang jelas hal yang saat penting adalah kompensasi, ini dikarnakan kompensasi adalah hal yang paling memacu motivasi dari seorang karyawan untuk bekerja dengan giat, wujud dari suatu kompensasi merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh seorang karyawan selaku manusia untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Menurut Yani (2012:87) kompensasi adalah bentuk pembayaran (langsung atau tidak langsung) dalam bentuk manfaat dan insentif untuk memotivasi karyawan agar produktivitas kerja semakin meningkat tinggi. Kompensasi dalam bentuk finansial langsung seperti gaji, upah, komisi dan bonus. kompensasi tidak langsung seperti asurasi, bantuan sosial, uang cuti, uang pensiun, pendidikan dan lain-lain, inilah mengapa kompensasi juga penting harus diperhatikan oleh perusahaan karena kompensasi adalah salah satu faktor yang membuat seseorang tetap royal dan giat dalam bekerja.

Dalam menentukan kompensasi PT. Kawan Semesta Abadi memiliki sistem tersendiri dalam memberi kompensasi kepada setiap karyawannya. Sistem kompensasi yang diterapkan di perusahaan ini adalah dengan memberikan gaji pokok ditambahkan dengan bonus penjualan, cuti dan ditambah dengan asuransi BPJS.

Ketentuan ini berlaku untuk karyawan yang bekerja sebagai sales sedangkan mereka yang bekerja di office perusahaan, mendapatkan gaji pokok ditambah bonus lembur, cuti dan asurasi BPJS. Informasi tersebut menjadi dasar sistem pemberian kompensasi yang diterapkan di PT. Kawan Semesta Abadi. Tetapi dari hasil

(7)

wawancara yang dilakukan peneliti dengan para karyawan, karyawan beranggapan bahwan gaji dan bonus yang mereka terima saat ini tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka kerjakan.

Bedasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pengembangan Karir dan Kompensasi Terhadap Loyalitas Karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi “

1.2 Rumusahan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diatas yang peneliti uraikan, maka yang akan menjadi pokok permasalahan untuk diangakat menjadi penelitian adalah sebagai berikut:

1. Apakah gaya kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan pada PT. Kawan Semesta Abadi ?

2. Apakah pengembangan karier memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan pada PT. Kawan Semesta Abadi ?

3. Apakah kompensasis memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan pada PT. Kawan Semesta Abadi ?

4. Apakah gaya kepemimpinan, pengembangan karier dan kompensasi memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan pada PT. Kawan Semesta Abadi ?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang dikemukakan adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap loyalitas karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi.

2. Untuk mengetahui pengaruh pengembangan karier terhadap loyalitas karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi.

3. Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap loyalitas karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi.

4. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi.

(8)

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi Akademis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dan bahan pembanding untuk penelitian selanjutnya mengenal pengaruh gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan memberikan kompensasi terhadap loyalitas karyawan.

2. Bagi Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk PT. Kawan Semesta Abadi. Sebagai referensi mengenai pengaruh gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan pada PT. Kawan Semesta Abadi.

Untuk menambah pengetahuan dan dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang didapat pada perkuliahan pada sebuah penelitian.

1.5 Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini akan melibatkan 43 orang karyawan PT. Kawan Semesta Abadi sebagai populasi penelitian. Ruang lingkup yang akan diteliti adalah bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan di PT. Kawan Semesta Abadi.

1.6 State Of The Art

Tabel 1.5 State Of The Art

No Metode Judul Jurnal Penulis Keterangan

1. Kuantitatif How Employees' Loyalty Programs Impact

Organizational Performance within Jordanian Banks?

Wasfi Alrawabdeh

Ada beberapa faktor yang memiliki hubungan signifikan dalam menentukan tingkat loyalitas dan kinerja karyawan. yaitu imbalan keuangan, kepuasan

(9)

pekerja, motivasi, penilaian kinerja, komunikasi internal,

pelatihan dan

perkembangan karyawan.

Imbalan keuangan yang melibatkan gaji, bonus, dan komisi adalah faktor yang paling penting.

2. Kuantitatif A Study on the Concept of Employee Loyalty and Engagement

on the

Performance of Sales Executives of Commercial Banks in

GHANA

Alexander Preko dan John

Adjetey

Faktor-faktor yang mempemngaruhi loyalitas karyawan yaitu hubungan antar pekerja, gaya kepemimpinan, konten pekerjaan, pengembangan pribadi, dan kreatifitas.

3. Kuantitatif Analisis

Pemotivasian dan Loyalitas

Karyawan Bagian Pemasaran PT.

Palma Abadi

Sentosa di

Palangka Raya

Tommy Stefanus, Shelvieana Saputra dan Eddy M.

Sutanto

Untuk mengetahui faktor- faktor pendorong motivasi yaitu existence needs, relatedness needs, dan growth needs baik secara simultan maupun parsial terhadap loyalitas karyawan bagian pemasaran PT. Palma Abadi Sentosa di Palangka Raya

4. Kuantitatif Pengaruh Kecerdasan

Rio Marpaung

Penelitian ini merupakan survei analitik untuk

(10)

Emosional

Pemimpin terhadap Kinerja dan Loyalitas

Karyawan di PT Riau Andalan Pulp and Paper Bisnis Unit Riau Fiber

dan Maria Krisna

menganalisis pengaruh dari Kecerdasan Emosional pemimpin terhadap kinerja karyawan dan loyalitas karyawan di PT. Riau Andalan Pulp and Paper, Riaufiber Unit Bisnis 5. Kuantitatif Peranan Gaya

Kepemimpinan

Dan Sitem

Pengendalian Manajemen

Terhadap Loyalitas Karyawan di Perusahaan

Keluarga PT. Sus Surabaya

Ayu Purnama

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan sistem pengendalian manajemen saling berhubungan satu sama lain, keduanya ini saling mendukung dan bekerja bersama-sama dalam menciptakan loyalitas karyawan.

6. Kuantitatif Peran

Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Birokrasi di Kecamatan

Samboja

Kabupaten Kutai Kartanegara

Hernita Hardiyanti

Ini untuk mengetahui peran kepemimpinan

camat dalam

meningkatkan kinerja birokrasi di kecamatan Samboja kabupaten Kutai Kartanegara.

(11)

7. Kuantitatif How Leadership Attributes

Influence

Employee Loyalty in the Aerospace Industry : An Exploratory

Qualittative Inquiry

Marriel Harrison

Pemimpin yang efektif adalam pempin yang mampu menginspirasi para karyawan dengan berbagai visi perusahaan, budaya organisasi, nilai- nilai, dan kepemimpinan yang efektif mengispirasi mempunyai peran penting dalam loyalitas karyawan.

Sumber : Peneliti (2015)

(12)

Gambar

Table 1.1 Perkembangan Impor Indonesia Berdasarkan Sektor
Tabel 1. 1 Kelompok Hasil Industri
Tabel 1.3 Data Absen Karyawan PT. Kawan Semesta Abadi
Tabel 1.4 Kepemimpinan PT. Kawan Semesta Abadi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga

Hal ini juga yang akan di bahas oleh peneliti apakah ada faktor yang mempengaruhi dari perilaku karyawan puskesmas Jambesari Bondowoso tentang pengaruh beban kerja,

Hal menarik didapatkan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada 7 orang partisipan yang menyatakan bahwa yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial tidak

Gibson dan kawan-kawan (diterjemahkan oleh Djoerban Wahid, 1988: 27) menyatakan bahwa “Efektifitas adalah pencapaian sasaran yang telah disepakati atas usaha bersama,

Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan mewawancarai dosen dan 5 orang mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2020 Fakultas Ekonomi

Penelitian mengenai penentuan umur pembentukan formasi ini menjadi menarik dikarenakan terdapatnya perbedaan pendapat mengenai umur pembentukan formasi ini oleh

Sesuai dengan judul dan dalam rangka menjawab rumusan tersebut, peneliti terlebih dahulu harus mengetahui Sekolah yang seperti apa yang menjadi kebutuhan orangtua