SUMBER DATA
KEPENDUDUKAN
NIA MUSNIATI SKM, MKM
SUMBER DATA KEPENDUDUKAN
SENSUS PENDUDUK
SISTEM REGISTRASI
SURVEI
DATA KEPENDUDUKAN
Data kependudukan tersedia dalam bentuk catatan asli (seperti laporan sensus, survai, catatan di kantor pemerintah yang diolah dan diterbitkan sebagai sumber data resmi.
SENSUS
Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan (collecting), menghimpun dan menyusun (Compiling) dan menerbitkan data demografi, ekonomi sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu
negara atau suatu wilayah tertentu. (Dokumen PBB)
KARAKTERISTIK SENSUS
1. Semua orang, artinya semua orang atau penduduk di wilayah yang dicacah harus tercakup.
2. Waktu tertentu, artinya sensus harus
dilaksanakan pada saat tertentu yang telah ditentukan dan harus dilaksanakan secara serentak.
3. Suatu wilayah tertentu, artinya ruang lingkup sensus harus meliputi luas wilayah tertentu.
Misal Sensus Penduduk Indonesia artinya harus mencakup wilayah Indonesia yang batasnya adalah batas wilayah Negara Indonsesia.
KARAKTERISTIK LAINNYA
1. Unit cacah: perorangan, bukan keluarga atau rumah tangga
2. Dilaksanakan secara periodic
3. Dinyatakan selesai bila hasilnya telah dipublikasikan
4. Keterangan yang dikumpulkan: kondisi demografi, ekonomi dan sosial, sedangkan perinciannya bergantung:
Kebutuhan dan kepentingan negara
Keadaan keuangan negara
Kemampuan teknis pelaksanaan
Kesepakatan internasional, untuk perbandingan antar negara
SENSUS
b. Metode penghitungan:
1. De facto tempat dimana seseorang berada saat pencacahan
2. De jure tempat tinggal tetap saat pencacahan 3. Kombinasi de facto dan de jure
UNIT CACAH PADA SENSUS
Unit cacah pada sensus adalah perorangan dan bukan keluarga atau rumah tangga, sensus
dilaksanakan secara periodik, dan akhirnya dianggap selesai apabila keterangan yang dikumpulkan telah diterbitkan.
Berdasarkan peraturan pemerintah (No.6/1960;
No.7/1960) Sensus penduduk dilaksanakan
setiap sepuluh tahun. Dalam pelaksanaannya, sensus penduduk menggunakan dua tahap, yaitu pencacahan lengkap dan pencacahan
sampel.informasi yang lebih lengkap
dikumpulkan dalam pencacahan sampel.
DATA YANG DIKUMPULKAN SAAT SENSUS
(SESUAI KEBUTUHAN SETIAP NEGARA),
ADALAH :
1. Karakteristik sosial ekonomi demografi :
Jenis kelamin
Umur/tanggal lahir
Tempat Lahir
Tempat tinggal sekarang
Agama
Hubungan dengan KK
Status perkawinan
Pekerjaan
Tingkat Pendidikan
Suku bangsa
Kewarganegaraan atau kebangsaan, dll
2. KELAHIRAN DAN KEMATIAN :
Anak lahir hidup
Anak masih hidup
Bayi lahir (sampai 12 bulan sebelum hari sensus)
Bayi mati (sampai 12 bulan sebelum hari sensus), dll
Pendekatan de jure dan de facto diterapkan untuk mencakup semua orang dalam area
pencacahan. Mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap didekati dengan pendekatan de jure, dimana mereka dicatat sesuai dengan
tempat tinggal mereka secara formal; sedangkan mereka yang yang tidak mempunyai tempat
tinggal tetap didekati dengan pendekatan de
facto dan dicatat dimana mereka berada. Semua anggota kedutaan besar dan keluarganya tidak tercakup dalam sensus.
SENSUS PENDUDUK DI INDONESIA
Sampai saat ini telah dilaksanakan empat kali sensus penduduk di Indonesia. Yang pertama
dilakukan oleh pemerintah Belanda tahun 1930 (Volkstelling, 1930). Sensus yang ke dua
diadakan setelah Indonseia merdeka tahun 1961, yang ke tiga tahun 1971 dan yang terakhir tahun 1980, semuanya dilaksankan oleh Biro Pusat
Statistik.
SENSUS PENDUDUK
1961
1971 19801990 2000
2010
2020
Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, penyusunan, dan penyajian data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua penduduk/orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu
wilayah. Sensus penduduk di Indonesia biasa disebut pencacahan penduduk, yaitu
pengumpulan data/ informasi yang dilakukan terhadap seluruh penduduk yang tinggal di wilayah teritorial Indonesia. Data yang
dikumpulkan antara lain: nama, umur, jenis
kelamin, pendidikan, agama, kewarganegaraan, pekerjaan, dan tempat lahir.
Sesuai dengan UU No.16 tahun 1997 pasal 8 ayat 1 menghendaki agar sensus penduduk di Indonesia
dilaksanakan sekali dalam setiap 10 tahun dan sejalan
dengan rekomendasi PBB, maka pada tahun 2010 Indonesia menyelenggarakan sensus penduduk. Sensus Penduduk
tahun 2010 (SP2010) merupakan sensus penduduk yang ke enam sejak Indonesia merdeka. Sebelumnya sensus
penduduk telah dilaksanakan sebanyak lima kali, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000.
Kegiatan Sensus Penduduk 2010 dilaksanakan di seluruh wilayah geografis Indonesia yang
meliputi 33 provinsi, 497 kabupaten/kota, 6.651 kecamatan dan 77.126 desa/kelurahan.
Disamping itu dilakukan juga pendataan melalui e-census (email dan website) terhadap duta besar perwakilan RI dan keluarganya di Luar Negeri.
Kelengkapan cakupan merupakan masalah yang penting dalam sensus penduduk sehingga dapat dipastikan tidak ada rumah tangga ataupun
anggota rumah tangga yang terlewat atau
tercacah dua kali. Hasil SP2010 ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama data dasar
kependudukan.
MANFAAT SENSUS
Sensus Penduduk 2020: Satu Indonesia, Satu Da
Satu Data Kependudukan ini sangat penting untuk perencanaan yaitu memperkuat kebijakan yang direncanakan dan sehingga dapat dilaksanakan semua pihak secara terpaduta Kependudukan
Dapat menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas, mortalitas, dan
migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs.
Hasil Sensus Penduduk 2020 diharapkan mampu menjadi instrumen untuk evaluasi
pembangunan: RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) dan perencanaan berbagai bidang.
MANFAAT SENSUS
bahwa data sensus penduduk sangat dibutuhkan untuk mendukung agenda strategis bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Apalagi dalam pidato Kenegaraan Presiden pada tanggal 16 Agustus 2019 lalu, Presiden berpesan bahwa Indonesia antara tahun 2020 -2024
berada di puncak periode bones demografi.
Dengan data yang kredibel dan valid proses
penyiapan SDM yang unggul akan lebih mudah dan terencana.
MANFAAT SENSUS
Sesuai dengan jadwal, Sensus Penduduk 2020 akan dilaksanakan Februari-Maret 2020, di mana penduduk melakukan sensus secara
mandiri melalui situs sensus.bps.go.id. Basis
utama sensus adalah Nomor Indonesia KTP, dan Kartu Keluarga. Berikutnya, melalui situs ini
akan ada evaluasi berkala Sensus Penduduk Online. Akses ke situs ini bisa menggunakan smartphone, tablet, ataupun komputer.
SURVEI PREVALENSI KONTRASEPSI
INDONESIA AND SURVEI DEMOGRAFI DAN
KESEHATAN INDONESIA
DAlam dua survei ini, informasi tentang kelahiran, kematian, kesehatan dan keluarga berencana adalah yang paling utama diperhatikan. Dengan
memperhatikan kelahiran, survei ini mengumpulkan informasi tentang latar belakang responden, sejarah kelahiran, preferensi kelahiran, pemberian ASI,
pengetahuan dan praktek dari keluarga berencana, dan pekerjaan responden. Khususnya dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (1991, 1994), beberapa pertanyaan telah di tambahkan, misalnya perhatian ibu, kesehatan dan imunisasi BALITA, dan pada tahun 1994 survei dilakukan untuk
mengumpulkan informasi untuk pengetahuan
tentang AIDS dan kematian ibu, pengeluaran rumah tangga, dan ketersediaan pelayanan keluarga
berencana dan kesehatan.
SURVAI
Survai dalam tataran pelaksanaannya agak
berbeda dengan sensus, namun dalam tahapan kerja dan keterangan yang dikumpulkan hampir sama.
Bersifat nasional
Cakupan yang dicacah dalam sensus penduduk adalah seluruh penduduk di wilayah itu,
sedangkan pada survai hanya sebahagian penduduknya (sampel penduduk).
Pelaksanaan survai dapat dilaksanakan kapan saja (fleksibel) dan tidak hanya memenuhi
persyaratan periodik seperti halnya sensus.
SURVAI
Materi yang dikumpulkan dalam survai dapat berganti-ganti tergantung kepada aspek yang dibutuhkan
Manfaat yang dapat diambil dari dari survai ataupun sensus sifatnya saling mengisi atau
survai dapat dianggap sebagai pelengkap sensus.
Misal setelah selesai sensus dapat diadakan
survai tujuannya untuk memeriksa hasil sensus.
Atau survai dilaksanakan sebelum sensus
dimulai dengan pertimbangan untuk input pada saat sensus dilaksanakan.
SURVAI
Survai dipandang lebih menguntungkan sebab dapat memperoleh data pertumbuhan penduduk dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama (4 sampai 5 tahun) sementara sensus biasanya
sepuluh tahun sekali. Survai sebaiknya diadakan antara dua kali sensus yang telah dilaksanakan (intercensal survey), dengan pertimbangan biaya sensus jauh lebih tinggi dari biaya survai.
SURVAI
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengadakan survei-survei kependudukan, misalnya Survei Ekonomi Nasional yang dimulai sejak tahun 1963, Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dan Survei Antar Sensus (SUPAS)
MANFAAT SURVEI
Manfaat survei menurut waktu pelaksanaannya, yaitu:
a. Sebelum sensus:
Sebagai bahan pertimbangan (input) untuk sensus yang akan datang.
Untuk mengestimasi hasil sensus yang akan datang .
b. Sesudah sensus:
Untuk mengkoreksi/evaluasi hasil sensus yg lalu dan melengkapinya bila ada kekurangan.
Untuk mengetahui perubahan penduduk setelah 5 tahun sensus.
Untuk mengetahui kondisi penduduk antara dua sensus.
KELEBIHAN DARI SURVEI tersebut, yaitu :
Biaya lebih murah dibanding sensus.
Kualitas data mungkin lebih baik dari pada sensus.
Dapat digunakan untuk menguji ketelitian sensus dan registrasi.
Survei penduduk yang dilaksanakan di Indonesia:
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
Survei Penduduk antar Sensus (Supas)
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)
SURVEY PENDUDUK ANTAR SENSUS
Survey penduduk antar sensus dilaksanakan di pertengahan periode antara dua sensus
penduduk. Rumah tangga terpilih di wawancarai guna mendapatkan informasi mengenai kondisi kependudukan misalnya fertilitas, mortalitas dan migrasi.
SURVEI PREVALENSI KONTRASEPSI
INDONESIA DAN SURVEI DEMOGRAFI DAN
KESEHATAN INDONESIA
Sama dengan survei penduduk antar sensus, survei ini menghasilkan ukuran demografi, khususnya fertilitas, keluarga berencana dan mortalitas. Rumah tangga terpilih diwawancara untuk tujuan ini.
Perbedaan sensus dan survei:
1. Cakupan penduduknya:
Sensus: seluruh penduduk
Survei: sebagian penduduk (sampel) 2. Fleksibilitasnya (waktu pelaksanaan):
Sensus: periodik (biasanya 10 tahun sekali
Survei: bisa kapan saja (biasanya 5 tahun sekali, bergantung ada tidaknya dana)
3. Materi:
Sensus: tetap dari tahun ke tahun
Survei: bisa berganti topik sesuai kebutuhan dan lebih mendalam
REGISTRASI PENDUDUK
Data populasi berdasarkan registrasi penduduk yang diperoleh dari catatan administrasi
perangkat desa. Pada tingkat regional dan
nasional, data diperoleh dengan menambahkan satu catatan kedalam catatan lain untuk semua penduduk desa. Aktivitas ini( dilakukan oleh
kementrian dalam negeri) menggunakan pendekatan de jure .
REGISTRASI PENDUDUK
Informasi dikumpulkan dalam registrasi penduduk adalah kejadian vital seperti
kelahiran, kematian dan migrasi, yang dialami oleh individu tertentu atau rumah tangga dan dilaporkan pada perangkat desa.
Kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa lahir dan mati serta segala kejadian yang penting yang merubah status sipil
seseorang sejak dia lahir sampai mati. Kejadian yang dimaksud adalah perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, perpindahan.
Mengambarkan perubahan yang terus- menerus berlangsung terus-menerus mengikuti kejadian
REGISTRASI PENDUDUK
Statistik vital karena mencatat peristiwa- peristiwa penting yang berhubungan dengan kehidupan.
Dicatat oleh berbagai badan
Kelahiran kantor pencatatan sipil dan kantor kelurahan
Perkawinanan dan perceraian departemen agama dan kantor pencacatan sipil
Migrasi dicatta oleh departemen kehakiman
Kematian dicatatt oleh departemen kesehatan
REGISTRASI PENDUDUK
Sistem registrasi, penduduk lah yang
melaporkan kepada badan yang berwenang untuk mencatat
Berbeda dengan sensus dan survei, dimana penduduk didatangi untuk diminta
keterangannya.
REGISTRASI
Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa-peeristiwa lahir dan mati serta segala kejadian penting yang merupah status sipil seseorang sejak lahir sampai mati.
Kejadian maksudnya adalah perkewinan, perceraian, pengangkatan anak (adopsi) dan
perpindahan (migrasi). Oleh karena itu, disebut sebagai registrasi vital dan hasilnya disebut juga sebagai statistik vital
REGISTRASI PENDUDUK
Kerena registrasi vital, maka pelaksanaannya berlangsung terus menerus mengikuti setiap kejadian vital pada penduduk. Sehingga
registrasi dapat memberikan gambaran mengenai perubahan yang terus menerus berbeda dengan sensus atau survai yang
menggambarakan karakteristk penduduk pada saat tertentu saja.
REGISTRASI PENDUDUK
Registrasi mencatat bermacam peristiwa pada penduduk di Indonesia dilakukan oleh badan pemerintah yang berbeda. Misal kelahiran
dicatat oleh Kantor Pencatatan Sipil dan Kantor Kelurahan. Perkawinan dicatat oleh Kantor
Urusan Agama (KUA) atau Kantor Pencatatan Sipil. Migrasi oleh Departemen Kehakiman dan kematian dicatat oleh Departemen Kesehatan.
Proses registrasi dilakukan dengan cara
penduduk melaporkan sendiri kepada badan pemerintah tersebut sesuai dengan
kepentingannya.
PERBEDAAN REGISTRASI
DIBANDING SENSUS DAN SURVEI
1. Registrasi:
Memberi gambaran tentang perubahan penduduk secara terus menerus
Dituntut partisipasi aktif penduduk untuk melapor kepada petugas
Dicatat oleh instansi atau badan yang berbeda
Sensus dan survei:
Memberi gambaran tentang keadaan penduduk pada saat tertentu saja
Petugas pendata yang aktif mendatangi penduduk
Dicatat oleh badan yang sama yaitu BPS
Kesulitan pengumpulan data sensus, survai dan registrasi :
1. Partisipasi dan kerjasama masyarakat 2. Masalah geografis
3. Kualitas petugas
4. Pelaksanaan sesuai aturan
DISKUSI KELOMPOK
Pengertian, sasaran, lokasi, waktu, data yang
dikumpulkan, dan sudah berapa kali dilaksanakan
?
1. Supas
2. Sensus
3. Susenas
4. SAKERNAS
5. Sdki