SE - 120/PJ/2010 PENJAMINAN KUALITAS PEMERIKSAAN KHUSUS
Contributed by Administrator Thursday, 18 November 2010
18 November 2010
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE - 120/PJ/2010
TENTANG
PENJAMINAN KUALITAS PEMERIKSAAN KHUSUS
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
Dalam rangka meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi
pelaksanaan penegakan hukum terhadap Wajib Pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak khususnya dalam rangka penjaminan kualitas pelaksanaan pemeriksaan khusus, perlu ditetapkan hal-hal sebagai berikut:
I.
UMUM
1.
Pemeriksaan
Khusus yang dimaksud pada Surat Edaran adalah Pemeriksaan Khusus dengan analisis risiko bersifat bottom up (dari bawah keatas).
2.
Pemeriksaan
Khusus dengan analisis risiko bersifat bottom up (dari bawah ke atas) adalah Pemeriksaan Khusus berdasarkan hasil analisis risiko terhadap profil Wajib Pajak yang dilakukan secara manual oleh Kantor Pelayanan Pajak dan disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah DJP atasannya untuk mendapatkan persetujuan.
http://www.rumahpajak.com Powered by Joomla! Generated: 11 October, 2017, 21:40
3.
Analisis
risiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menilai tingkat ketidakpatuhan Wajib Pajak yang berisiko menimbulkan kerugian penerimaan pajak terutama pada Wajib Pajak dengan risiko tinggi (high risk) yang dihitung dari potensi penerimaan pajak yang masih dapat digali (tax revenue at risk).
4.
Tim
Asistensi Analisis Risiko adalah tim yang melakukan proses asistensi analisis risiko. Proses asistensi analisis risiko merupakan proses pembahasan atas:
- Analisis Risiko Wajib Pajak yang dibuat oleh
Account Representative (AR) dan telah ditandatangani Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi sebelum diajukan usulan pemeriksaan khusus;
dan
- Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)Â sebelum disampaikan Surat Pemberitahuan Hasil
Pemeriksaan (SPHP) kepada Wajib Pajak terkait yang menjadi dasar usulan dilakukan Pemeriksaan Khusus.
II.
KEBIJAKAN
PEMBUATAN USULAN PEMERIKSAAN KHUSUS
1.
Dalam
hal Wajib Pajak diusulkan untuk dilakukan Pemeriksaan Khusus, usulan pemeriksaan tersebut harus didasarkan pada Analisis Risiko Wajib Pajak yang dibuat oleh Account Representative (AR).
2.
Analisis
Risiko Wajib Pajak dibuat dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 18.1 Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-10/PJ.04/2008
tentang Kebijakan Pemeriksaan Untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan. Terhadap Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, Analisis Risiko Wajib Pajak dibuat dengan menggunakan formulir Identifikasi dan Analisis Risiko sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-16/PJ/2010 tentang Kebijakan Penegakan Hukum Terhadap Wajib Pajak Yang Terdaftar Pada KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi.
3.
Analisis
Risiko Wajib Pajak harus dibuat dengan mendasarkan pada data internal berupa profil Wajib Pajak, termasuk aktivitas himbauan dan konseling yang telah dilakukan atas profil Wajib Pajak, serta memanfaatkan data
http://www.rumahpajak.com Powered by Joomla! Generated: 11 October, 2017, 21:40
eksternal seperti Informasi, Data, Laporan dan Pengaduan (IDLP). Di dalam profil Wajib Pajak harus sudah meliputi data yang berasal dari aplikasi OPDP, PAP3D, dan aplikasi lainnya termasuk laporan hasil
pemeriksaan dan laporan pengamatan untuk tahun-tahun pajak sebelumnya.
4.
Sebelum
diajukan usulan pemeriksaan khusus, Analisis Risiko Wajib Pajak yang dibuat Account Representative (AR) harus dibahas terlebih dahulu oleh Tim Asistensi Analisis Risiko. Terhadap Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, proses pembahasan analisis risiko dilakukan oleh Tim Identifikasi dan Analisis Risiko sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-16/PJ/2010 tentang
Kebijakan Penegakan Hukum Terhadap Wajib Pajak Yang Terdaftar Pada KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi.
5.
Tim
Asistensi Analisis Risiko dibentuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak, yang terdiri dari:
- Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi;
- Kepala Seksi Pemeriksaan;
- Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak; dan - Account Representative (AR).
6.
Pejabat
Fungsional Pemeriksa Pajak yang menjadi anggota Tim Asistensi Analisis Risiko sebaiknya menjadi bagian dari Tim Pemeriksa Pajak terhadap Wajib Pajak yang akan diusulkan untuk dilakukan pemeriksaan khusus tersebut.
7.
Jangka
waktu penyelesaian pembahasan atas Analisis Risiko Wajib Pajak oleh Tim Asistensi Analisis Risiko dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja
sejak tanggal Nota Dinas Tim Asistensi Analisis Risiko diterbitkan.
8.
Tata
cara pembentukan Tim Asistensi Analisis Risiko dan pembahasan Analisis Risiko Wajib Pajak adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini.
9.
Hasil
pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko atas Analisis Risiko Wajib Pajak dalam Rangka Usulan Pemeriksaan Khusus sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini.
10.
http://www.rumahpajak.com Powered by Joomla! Generated: 11 October, 2017, 21:40
Berita
Acara Hasil Pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko atas Analisis Risiko Wajib Pajak dalam Rangka Usulan Pemeriksaan Khusus ditandatangani oleh Tim Asistensi Analisis Risiko dan disetujui oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak.
11.
Terhadap
Analisis Risiko Wajib Pajak yang tidak dapat diusulkan untuk dilakukan Pemeriksaan Khusus berdasarkan hasil pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko atas Analisis Risiko Wajib Pajak dalam rangka usulan Pemeriksaan Khusus, Account Representative (AR) dapat mengusulkan kembali Analisis Risiko Wajib Pajak tersebut dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari Tim Asistensi Analisis Resiko.
12.
Pengajuan
usulan pemeriksaan khusus dari Kantor Pelayanan Pajak kepada Kantor Wilayah DJP harus dilampiri dengan Analisis Risiko Wajib Pajak dan Berita Acara Hasil Pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko atas Analisis Risiko Wajib Pajak dalam Rangka Usulan Pemeriksaan Khusus.
13.
Terhadap
usulan pemeriksaan khusus yang diajukan oleh Kantor Pelayanan Pajak kepada Kantor Wilayah DJP yang tidak dilampiri dengan Analisis Risiko Wajib Pajak dan Berita Acara Hasil Pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko atas Analisis Risiko Wajib Pajak dalam Rangka Usulan Pemeriksaan Khusus, Kepala Kantor Wilayah DJP harus menolak usulan pemeriksaan khusus tersebut.
14.
Prosedur
usulan dan persetujuan pemeriksaan khusus dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-10/PJ.04/2008
tentang Kebijakan Pemeriksaan Untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan.
III.
PELAKSANAAN
PEMERIKSAAN KHUSUS
1.
Pada
saat pelaksanaan proses pemeriksaan khusus oleh Tim Pemeriksa Pajak, sebelum menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) kepada Wajib Pajak, Tim Pemeriksa Pajak diwajibkan untuk melakukan pembahasan konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait yang menjadi dasar usulan dilakukan pemeriksaan khusus dengan Tim Asistensi Analisis Risiko. Terhadap Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, pembahasan terhadap konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait yang menjadi dasar usulan dilakukan pemeriksaan khusus
http://www.rumahpajak.com Powered by Joomla! Generated: 11 October, 2017, 21:40
dilakukan antara Tim Pemeriksa Pajak dan Tim Identifikasi dan Analisis Risiko sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal
Pajak Nomor SE-16/PJ/2010 tentang Kebijakan Penegakan Hukum Terhadap Wajib Pajak Yang Terdaftar Pada KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi.
2.
Tata
cara pembahasan konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) antara Tim Pemeriksa Pajak dengan Tim Asistensi Analisis Risiko adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini.
3.
Hasil
pembahasan konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) antara Tim Pemeriksa Pajak dengan Tim Asistensi Analisis Risiko dituangkan pada Berita Acara Hasil Pembahasan atas Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) antara Tim Asistensi Analisis Risiko dan Tim Pemeriksa Pajak sebagaimana
ditetapkan dalam Lampiran IV Surat Edaran ini.
4.
Berita
Acara Hasil Pembahasan atas Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) antara Tim Asistensi Analisis Risiko dan Tim Pemeriksa Pajak
dilampirkan pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
5.
Jangka
waktu penyelesaian pembahasan konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) antara Tim Pemeriksa Pajak dengan Tim Asistensi Analisis Risiko
dilaksanakan paling lama 5 (lima) hari kerja sejak konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima oleh Tim Asistensi Analisis Risiko.
6.
Terhadap
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang konsepnya tidak dilakukan pembahasan sebagaimana yang diatur pada angka III.1 akan dilakukan penelaahan sejawat (peer review).
Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 November 2010 Direktur Jenderal,
http://www.rumahpajak.com Powered by Joomla! Generated: 11 October, 2017, 21:40
ttd.
MOCHAMAD TJIPTARDJO NIP 195104281975121002
Tembusan :
- Sekretaris Direktorat Jenderal;
- Para Direktur dan Tenaga Pengkaji di lingkungan Kantor Pusat;
- Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan.
http://www.rumahpajak.com Powered by Joomla! Generated: 11 October, 2017, 21:40