• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISA DAN PERANCANGAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3. ANALISA DAN PERANCANGAN

3.1 Analisa Pembuatan Sistem

Sistem dibuat dengan menggunakan bahasa Python yang diintegrasikan dengan perangkat YARA. Sistem terhubung dengan internet dengan library YARA sehingga proses update dilakukan dipusat data.

Target sistem adalah server dengan sistem operasi linux sehingga proses eksekusi program hanya dilakukan melalui command line, tidak melalui GUI(Graphic User Interface).

3.1.1 Analisa Pengguna

Analisa pengguna menerapkan tipe – tipe level user yang akan digunakan pada sistem. Berikut adalah tabel analisa pengguna dari sistem identifikasi malware yang akan dibuat.

Tabel 1. Tabel Pengguna

No Pengguna Deskripsi

1 Admin

Admin merupakan pengguna yang memiliki akses untuk dapat melakukan tugas sebagai berikut: pasang dan hapus sistem, menambah dan menghapus rules, menggunakan beberapa perintah sensitif, dan Admin memiliki seluruh akses terhadap user guest

2 Guest

Guest merupakan penguna yang memiliki akses untuk dapat melakukan tugas sebagai berikut: menjalan perintah untuk mengidentifikasi program website guest saja namun terbatas tidak untuk guest lain di satu host.

(2)

3.1.2 Analisa Kebutuhan

Dalam tahap pembuatan sistem identifikasi malware diperlukan beberapa kebutuhan untuk menunjang penelitian, adapun kebutuhan tersebut meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras yang digunakan adalah 2 buah server yang saling terhubung dengan IP dedicated. Perangkat lunak yang digunakan adalah tool YARA dan PyCharm sebagai IDE dan interpreter untuk bahasa Python.

3.1.3 Spesifikasi Kebutuhan Sistem

Spesifikasi kebutuhan sistem merupakan analisa kebutuhan yang akan digunakan untuk membangun sistem identifikasi malware. Spesifikasi kebutuhan sistem terdiri dari kebutuhan perangkat keras, sistem operasi, dan aplikasi pendukung untuk berjalannya sistem.

Tabel 2. Spesifikasi Kebutuhan Sistem

Spesifikasi Kebutuhan Sistem Fungsi Controller Node Client Node Type Server Cloud “Parallel” Cloud “Parallel”

Sistem Operasi Debian GNU/Linux 8.7 (jessie)

Debian GNU/Linux 8.7 (jessie)

CPU

Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2620 v3 @ 2.40GHz

Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2620 v3 @ 2.40GHz

Memory 8 GB 8 GB

Disk Space 20 GB 20GB

Service Server MySQL, Apache, GIT MySQL, Apache, GIT

(3)

Selain spesifikasi kebutuhan utama sistem, dalam pembuatan dan implementasi sistem identifikasi malware membutuhkan perangkat pendukung. Perangkat pendukung yang dibutuhkan dijelaskan dalam tabel 3.

Tabel 3. Spesifikasi Kebutuhan Tambahan Nama

Perangkat

Fungsi Jumlah

Komputer Jinjing

Sebagai host sementara pembuatan sistem identifikasi malware

1 Buah

Cloud Core Router

Internet service 1 Buah

3.2 Kerangka Pemikiran

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat kerangka pemikiran.

Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang tepat berdasarkan permasalahan yang terjadi sehingga dapat digambarkan pada Gambar 4:

Gambar 6. Kerangka Pemikiran Identifikasi permasalahan

infeksi malware pada aplikasi

Merancang dan membangun sistem identifikasi malware

Analisis Pembuatan Sistem

Kesimpulan

Implementasi dan Pengujian Sistem yang telah dibangun

(4)

Identifikasi permasalahan pada infeksi malware mendapatkan perumusan masalah yaitu bagaimana membuat sistem identifikasi malware menggunakan metode signature-based YARA, kemudian dilakukan analisa kebutuhan sistem yang akan diimplementasikan . Aplikasi telah berbentuk maka dilanjutkan dengan proses pengujian sistem untuk membuktikan apakah sistem yang dibuat dapat menjadi solusi permasalahan yang terjadi.

3.3 Perancangan Sistem yang Diajukan

Perancangan sistem yang diajukan terdiri dari desain komponen untuk membentuk sistem identifikasi malware menggunakan signature-based YARA, desain dirancang berdasarkan perangkat yang disediakan untuk penilitian, selain desain komponen, dalam perancangan sistem terdapat topologi jaringan yang akan dibangun, proses installasi sistem, dan diagram use case.

3.3.1 Desain Komponen dan Inti Sistem yang Diajukan

Penentuan komponen berdasarkan kebutuhan penelitian sesuai dengan fungsi masing – masing server. Server controller node berfungsi sebagai librari malware terpusat dan client node sebagai penerima librari sistem identifikasi malware berbasis signature-based YARA.

Gambar 7. Desain Komponen dan Inti Sistem yang Diajukan

Client Node

Control Panel

SSHService

GIT Service

Sistem Identifikasi Malware (client)

Controller Node

SQL Database Service

Apache Service SSH Service

GIT Service

PHP Service

Sistem Identifikasi Malware (control)

(5)

3.3.2 Desain Topologi

Desain topologi merupakan rancangan jarngan yang digunakan untuk implementasi sistem identifikasi malware. Desain topologi disesuaikan dengan ketersediaan perangkat dan kebutuhan infrastruktur jaringan data center.

Jaringan Internet 10.3.0.0/24 Controller Node

Interface 0 103.229.74.254

Interface 1 IP tidak disetting

Server

Controller Node Client Node

Interface 0 103.229.74.165

Interface 1 IP tidak disetting

Server Client Node

Server Client Node Server

Client Node

Gambar 8. Desain Topologi Sistem yang Diusulkan

(6)

3.3.3 Diagram Proses Implementasi Sistem

Perancangan sistem identifikasi malware signature-based YARA dimulai dari instalasi sistem operasi linux Debian pada controller Node. Controller Node bertugas sebagai pusat data dan tempat kompilasi sistem yang akan dibangun.

Untuk Client Node tidak memerlukan spesifikasi linux khusus, karena sistem cukup membutuhkan interpreter python yang umumnya sudah terinstal secara default di server linux. Bahkan, sistem ini sangat memungkinkan berjalan di server produksi karena bersifat portable (tidak memerlukan instalasi).

Komponen aplikasi pada server saling terhubung

Sistem identifikasi malware berbasis signature-based telah berhasil terinstall dan

siap digunakan.

Instalasi dan Konfigurasi Sistem Operasi linux

pada Tiap Server -Konfigurasi /etc/hosts -Konfigurasi ssh-key -Installasi dan Konfigurasi control panel

Compile dan

Implementasi Komponen Sistem pada Controller Node

-Install Pyhton Compiler -Install dan Konfigurasi Komponen

LAMP,

SSH Server,

Nano,

GIT,

Glace,

Rsync,

Perl Installasi dan Konfigurasi

Komponen Client Node(n) -Install Cpanel

-Install dan Konfirugasi Komponen pendukung

SSH - Client

Rsync

CSF

Installasi dan Konfigurasi Komponen Client Node(n) -Install Cpanel

-Install dan Konfirugasi Komponen pendukung

SSH - Client

Rsync

CSF

Gambar 9. Diagram Implementasi Sistem

(7)

3.3.4 Diagram Use Case

Use case menjelaskan manfaat suatu sistem jika dilihat berdasarkan pandangan orang lain diluar sistem (aktor), menunjukan fungsional sistem dan bagaimana sistem interaksi dengan aktor.

Berikut adalah pemodelan use case dalam perancangan aplikasi:

Sistem Identifikasi Malware Tambah Rules

Tambah Librari

Tambah Client

Hapus Rules

Hapus Librari

Hapus Client

Scan Malware

Karantina

Update Sistem

Setel Whitelist

Setel Directory

Admin Client

Gambar 10. Diagram Use Case Sistem Identifikasi Malware

(8)

Berikut adalah penjelasan diagram use case Sistem Identifikasi Malware:

Tabel 4. Use Case “Tambah Rules”

Nama use case Tambah Rule

Aktor Admin

Deskripsi Menambahkan rule atau aturan sebagai aturan dasar filter sistem identifikasi.

Tabel 5. Use Case “Tambah Librari”

Nama use case Tambah Librari

Aktor Admin

Deskripsi Menambahkan librari jenis malware terkini agar sistem selalu up-to date.

Tabel 6. Use Case “Tambah Klien”

Nama use case Tambah Klien

Aktor Admin

Deskripsi Menambahkan server – server yang boleh akses database dan update sistem.

Tabel 7. Use Case “Hapus Rules”

Nama use case Hapus Rules

Aktor Admin

Deskripsi Membuang rule atau aturan yang obsolete atau tidak sesuai dengan filter sistem identifikasi.

Tabel 8. Use Case “Hapus Librari”

Nama use case Hapus Librari

Aktor Admin

Deskripsi Membuang librari jenis malware yang mungkin bisa meningkatkan presentase false-positive

(9)

Tabel 9. Use Case “Hapus Klien”

Nama use case Hapus Klien

Aktor Admin

Deskripsi Membuang server yang sudah tidak memerlukan sistem identifikasi malware.

Tabel 10. Use Case “Scan Malware”

Nama use case Scan Malware

Aktor Admin dan Klien

Deskripsi Scan direktori tertentu atau keseluruhan server dari kemungkinan infeksi malware.

Tabel 11. Use Case “Karantina”

Nama use case Scan Malware

Aktor Admin dan Klien

Deskripsi Hasil positif dari sistem identifikasi akan dialihkan ke folder tertentu untuk dikarantina.

Tabel 12. Use Case “Update Sistem”

Nama use case Scan Malware

Aktor Admin dan Klien

Deskripsi Update sistem malware agar mendapatkan data terbaru.

Tabel 13. Use Case “Setel Whitelist”

Nama use case Scan Malware

Aktor Admin dan Klien

Deskripsi Setel pengecualian agar file aktif yang tersuspect dapat dilewatkan dari sistem identifikasi.

(10)

Tabel 14. Use Case “Setel Direktori”

Nama use case Scan Malware

Aktor Admin dan Klien

Deskripsi Setel folder yang akan di set dengan penjadwalan sistem identifikasi malware.

3.3.5 Diagram Aktifitas

Diagram aktifitas adalah diagram sebuah skema aktifitas yang terjadi pada pengujian sistem identifikasi malware.

3.3.5.1 Diagram Aktifitas “Tambah Rules”

Diagram aktivitas ini menjelaskan tentang cara menambahkan rules atau aturan kedalam sistem identifikasi malware. Tujuannya untuk selalu up-to date terhadap perkembangan algoritma malware. Proses input tidak menggunakan GUI, melainkan hanya menggunakan text editor favorit pengguna misalnya nano atau vim.

Pengguna Sistem

Gambar 11. Diagram Aktifitas “Tambah Rules”

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Rules

Data Rules Buka Data Rules

Isi Data Rules Testing Data

Simpan Rules Error

Passed

(11)

3.3.5.2 Diagram Aktifitas “Tambah Librari”

Diagram aktifitas ini menjelaskan tentang cara menambahkan librari kedalam sistem identifikasi malware.

Tujuannya untuk selalu up-to date terhadap perkembangan jenis malware. Proses input tidak menggunakan GUI, melainkan hanya menggunakan text editor favorit pengguna misalnya nano atau vim.

Pengguna Sistem

Gambar 12. Diagram Aktifitas “Tambah Librari”

3.3.5.3 Diagram Aktifitas “Tambah Klien”

Diagram aktivitas ini menjelaskan tentang cara menambahkan librari kedalam sistem identifikasi malware.

Tujuannya untuk menambahkan server – server klien yang ingin menggunakan sistem identifikasi malware. Proses input tidak menggunakan GUI, melainkan hanya menggunakan text editor favorit pengguna misalnya nano atau vim.

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Librari

Data Librari Buka Data Librari

Isi Data Librari Testing Data

Simpan Librari Error

Passed

(12)

Pengguna Sistem

Gambar 13. Diagram Aktifitas “Tambah Klien”

3.3.5.4 Diagram Aktifitas “Hapus Rules”

Diagram aktivitas ini menjelaskan cara menghapus rules atau aturan kedalam sistem identifikasi malware.

Pengguna Sistem

Gambar 14. Diagram Aktifitas “Hapus Rules”

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Klien

Data Klien Buka Data Klien

Isi Data Klien Testing Data

Simpan Klien Error

Passed

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Rules

Data Rules Buka Data Rules

Hapus Data Rules Testing Data

Simpan Rules Error

Passed

(13)

3.3.5.5 Diagram Aktifitas “Hapus Librari”

Diagram aktivitas ini menjelaskan tentang cara menghapus librari atau aturan kedalam sistem identifikasi malware.

Tujuannya untuk menghapus library malware yang obsolete atau karena kesalahan perkiraan akibat dari false-positive sebuah file aktif.

Pengguna Sistem

Gambar 15. Diagram Aktivitas “Hapus Librari”

3.3.5.6 Diagram Aktifitas “Hapus Klien”

Diagram aktifitas ini menjelaskan tentang cara menghapus klien yang terhubung dengan sistem identifikasi malware.

Tujuannya agar server – server yang sudah tidak aktif ataupun yang sudah tidak berlangganan (jika kedepannya akan dikomersilkan) dapat diputus dari support yang diberikan oleh server controller sistem identifikasi malware ini.

Penghapusan data klien diserver controller tidak otomatis menghapus instalasi diserver klien, hanya supportnya saja yang terputus sehingga tidak mendapat update terbaru dari sistem identifikasi malware.

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Librari

Data Librari Buka Data Librari

Hapus Data Librari Testing Data

Simpan Librari Error

Passed

(14)

Pengguna Sistem

Gambar 16. Diagram Aktifitas “Hapus Klien”

3.3.5.7 Diagram Aktifitas “Scan Malware”

Diagram ini menjelaskan cara scan atau identifikasi malware pada server.

Pengguna Sistem

Gambar 17. Diagram Aktifitas “Scan Malware”

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Klien

Data Klien Buka Data Klien

Hapus Data Klien Testing Data

Simpan Klien Error

Passed

Akses Server Direktori User Server

List Perintah Menentukan Direktori

Eksekusi Perintah Testing Input

Hasil Error

Passed

(15)

3.3.5.8 Diagram Aktifitas “Karantina”

Diagram ini menjelaskan opsi setelah hasil scan. File yang terinfeksi atau tersuspect sebagai malware. File yang terinfeksi akan dipindahkan ke direktori tertentu agar tidak aktif dan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Eksekusi perintah scan melalui command-line yang cukup sederhana untuk pengguna awam.

Pengguna Sistem

Gambar 18. Diagram Aktifitas “Karantina”

3.3.5.9 Diagram Aktifitas “Update Sistem”

Diagram ini menjelaskan update sistem malware. Metode signature-based membutuhkan proses update yang terus menerus. Untuk file atau skrip update tersebut dapat ditemui dalam forum – forum keamanan.

Proses ini membutuhkan pengetahuan pengguna atas struktur malware. Karena masih ada presentase false-positive, dikhawatirkan file yang diupdate sebagai malware adalah file aktif website yang di encode.

Eksekusi Perintah Scan Menampilkan hasil

Menampilkan opsi Memutuskan Opsi

Pilih Karantina Dialog Yes/No

Selesai No

Yes

(16)

Pengguna Sistem

Gambar 19. Diagram Aktifitas “Update”

3.3.5.10 Diagram Aktifitas “Setel Whitelist”

Diagram ini menjelaskan pengaturan sistem yaitu setel whitelist atau pengecualian. Maksud dari fitur ini adalah, untuk melewatkan beberapa file yang memang dipastikan bukan malware.

Misalnya, dalam pengoperasian modul website diperlukan beberapa file yang di-encode. File ini dapat diidentifikasi sebagai malware jika tidak dimasukkan dalam setel whitelist.

Agar memudahkan penyetelan whitelist, maka dibuat sebuah direktori tempat file matching whitelist tersebut.

Penambahan whitelist bisa dilakukan perfolder sistem, misalnya satu sistem CMS wordpress atau joomla. Dapat ditambahkan pula sistem yang lainnya dalam setel whitelist.

Eksekusi Perintah Update Menampilkan hasil

Lapor Admin Koneksi Error

Selesai No

Yes

(17)

Pengguna Sistem

Gambar 20. Diagram Aktifitas “Setel Whitelist”

3.3.5.11 Diagram Aktifitas “Setel Direktori”

Diagram ini menjelaskan pengaturan direktori tertentu yang pasti akan masuk proses identifikasi.

Pengguna Sistem

Gambar 21. Diagram Aktivitas “Setel Direktori”

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Whitelist

Data Whitelist Buka Data Whitelist

Setel Data Whitelist Testing Data

Simpan Whitelist Error

Passed

Akses Server Direktori Sistem

Direktori Setel

Data Direktori Buka Data Direktori

Setel Data Direktori Testing Data

Jalankan Sistem Error

Passed

Gambar

Tabel 1. Tabel Pengguna
Tabel 2. Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Tabel 3. Spesifikasi Kebutuhan Tambahan  Nama
Gambar 7. Desain Komponen dan Inti Sistem yang Diajukan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu bila tokoh dan karakter, s9rta isi danjalan cerita sesuai dengan tujuan yang hendak disampaikan pada anak yakni tentang bahaya orang tak dikenal, maka diharapkan

pemantauan kesehatan pribadi , dan lain-lain Contoh kasus penggunaan bisa sebagai berikut : a) RF remote control yang dapat mengontrol semua perangkat AV di semua kamar rumah

Adriani menghendaki bahwa Hukum Pajak berdiri sendiri merupakan suatu ilmu pengetahuan yang terlepas dari Hukum Tata Usaha Negara karena Hukum Pajak mempunyai

Pada pengujian kuratif dan preventif perlakuan ekstrak daun kangkung 20% tidak berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi penyakit busuk buah Fusarium pada buah tomat

Hasil analisis dan pengujian hipotesis yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan 1)Pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri melalui metode proyek mempunyai prestasi

Untuk memperoleh data yang banyak, dalam penelitian kualitatif ini, peneliti menggunakan cara studi lapangan yaitu untuk mengetahui kegiatan aktivitas warga sekolah dan

Dalam kasus permasalahan ini penulis mencoba untuk membuat penelitian awal dengan menganalisa beberapa algoritma tentang perbandingan kata ataupun kalimat dengan