• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru Tahun Ajaran 2019/2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru Tahun Ajaran 2019/2020"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI KELAS X DAN XI SMK TARUNA SATRIA PEKANBARU

TAHUN AJARAN 2019/2020

SKRIPSI

Diajukan untuk Salah Satu Syarat Memenuhi Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Jurusan Pendidikan Akuntansi

pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau

OLEH

TIARA MUZHARITA NPM. 166810683

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU 2020

(2)
(3)

3

(4)
(5)

SURAT KETERANGAN

Keterangan pembimbing skripsi ini menerangkan bahwa mahasiswa tersebut di bawah ini:

Nama : Tiara Muzharita

NPM : 166810683

Program Studi : Pendidikan Akuntansi

Telah Menyusun skripsi dengan judul :

“IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI KELAS X DAN XI SMK TARUNA SATRIA PEKANBARU

TAHUN AJARAN 2020”

Dan siap untuk diajukan

Berdasarkan surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana perlunya.

Pekanbaru, 02 Januari 2021 Pembimbing Utama

Akhmad Suyono, M.Pd NPK.110 802 417

NIDN. 1015068601

(6)

6

(7)
(8)

i

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI KELAS X DAN XI SMK TARUNA SATRIA PEKANBARU

TAHUN AJARAN 2020 NAMA: TIARA MUZHARITA

NPM: 166810683 Pembimbing Utama Akhmad Suyono, M.Pd

NPK. 110802417 NIND. 1015068601

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk meneliti Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X Dan XI Smk Taruna Satria Pekanbaru. Fokus penelitian ini adalah menjelaskan tentang implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran akuntansi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan implementasi kurikulum 2013 yang telah diterapkan oleh bapak-ibu guru. serta bagaimana seharusnya kurikulum 2013 berjalan sesuai prosedur dan penerapan, dari penelitian ini adalah memberikan suatu kesimpulan tentang bagaimana implementasi kurikulum 2013 itu berdampak pada proses pengajaran pendidik di kelas, motivasi belajar dan hasil belajar siswa di Smk Taruna Satria Pekanbaru yang diperoleh dari persepsi sampel yang meliputi guru dan wakil kurikulum, kepala sekolah di sekolah tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan snowball. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi.

Data yang dianalisis adalah hasil wawancara dengan tenaga pendidik dan peserta didik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi kelas X dan XI di Smk taruna satria pekanbaru belum efektif. Karena masih ada beberapa guru yang tidak mengerti dan paham dalam proses implementasi kurikulum 2013, dari yang belum mengerti penyusunan RPP, silabus, instrument penilaian, mengolah data yang diberikan pelatihan di sekolah.

Kata Kunci : Implementasi, kurikulum 2013.

(9)

ii

2013 CURRICULUM IMPLEMENTATION IN ACCOUNTING LEARNING CLASS X AND XI SMK TARUNA SATRIA PEKANBARU IN

THE ACADEMIC YEAR 2020 NAME: TIARA MUZHARITA

NPM: 166810683 Main Guide Akhmad Suyono, M.Pd

NPK. 110802417 NIND. 1015068601

ABSTRACT

This research is a qualitative study to examine the implementation of the 2013 curriculum in accounting learning for class X and XI at Taruna Satria Junior High School, Pekanbaru. The focus of this research is to explain about the implementation of the 2013 curriculum in accounting subjects. The purpose of this study is to determine the implementation of the 2013 curriculum that has been implemented by the teachers. as well as how the 2013 curriculum should run according to procedure and application, from this research is to provide a conclusion about how the implementation of the 2013 curriculum has an impact on the teaching process of educators in the classroom, learning motivation and student learning outcomes at Taruna Satria Junior High School Pekanbaru which is obtained from the perception of a sample which includes teachers and curriculum representatives, the principal in the school.

This study used a qualitative approach with sampling using purposive sampling and snowball methods. Data collection methods used were observation, interviews, documentation. The data analyzed were the results of interviews with educators and students.

The results showed that the implementation of the 2013 curriculum in accounting learning for class X and XI at SMP Satria Pekanbaru has not been effective.

Because there are still some teachers who do not understand and understand the process of implementing the 2013 curriculum, from those who do not understand the preparation of lesson plans, syllabus, assessment instruments, processing data that are given training in schools.

Keywords: Implementation, 2013 curriculum.

(10)

iii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Puji syukur kita panjatkan atas ke hadirat Allah SWT berkat rahmat sertahidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini dengan baik. Shalawat berserta salam tak lupa kita kirimkan kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan proposal dengan baik.

Alhamdulillah dengan penuh semangat, proposal yang berjudul

“IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI KELAS X DAN XI SMK TARUNA SATRIA PEKANBARU TAHUN AJARAN 2020” dapat disusun dan terselesaikan dengan baik, penulis menyadari bahwa proposal ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu saran, kritik dan motivasi yang bersifat perbaikan dari para pembaca sangat saya harapkan.

Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuannya kepada:

1. Ibu Dr. Hj. Sri Amnah, M.Si Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau, Ibu Dra. Hj. Tity Hastuti, M.Pd Wakil Dekan I Bidang Akademis, Ibu Dr. Hj Nurhuda, M.Pd Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan, dan Bapak Dr. Dahris, M.Pd sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.

(11)

iv

2. Bapak Dr. H. Sukarni, M.Si Ketua Prodi Pendidikan Akuntansi dan Bapak Purba Andy Wijaya, M.Pd Sekretaris Prodi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.

3. Bapak Akhmad Suyono,S.Pd M.Pd ,Dosen Pembimbing Proposal yang telah banyak meluangkan waktu, pikiran, saran dan kritik untuk membimbing penulis sehingga penulisan proposal ini dapat terselesaikan dengan baik.

4. Segenap Bapak / Ibu dosen khususnya dosen Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau yang telah berbagi ilmu kepada peneliti, serta karyawan Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, semoga ilmu yang saya dapatkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

5. Ayahanda Ali Muzar dan Ibunda Tersayang Yusnita, S.Pd yang telah memberikan dukunangan moral, do’a, dan Material. Senyum serta tutur bahasa yang lembut yang selalu menjadi penyemangat peneliti untuk selalu berdoa dan bertawakal dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dating, dan maaf jika selama ini sering menyusahkan doakan anak mu jadi orang yang sukses bisa membahagiakan papa sama mamah. Buat adek kandung saya Abrar Hafiz yang terimakasih telah memberikan dukungan.

6. Bapak Ir.H.Tarmizi Majid., Kepala Sekolah SMK Taruna Satria Pekanbaru yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di SMK Taruna Satria Paekanbaru.

(12)

v

7. Kepada Guru SMK Taruna Satria Pekanbaru Ibu Erma Zulianis, S.Pd., dan Ibu Halimah Tusyadiyah, SE., Guru Akuntansi yang telah meluangkan waktu dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di SMK Taruna Satria Pekanbaru.

8. Buat Sahabat dan Saudaraku Intan Rayuri, S.Pd, Vellia Rezki, Yudha Yoserizal, Syahbella Putri, Widya Yolanda, dan Sahabat-Sahabat lainnya yang mendukung dan yang menemani penulis dari awal hingga saat akhir penyusunan penelitian ini.

9. Buat Semester Akhir Angkatan Kelas Akuntansi Kelas B sama saya, semoga kita sukses kedepannya, dilancarkan segala urusan yang kita pilih Aamiin.

Akhirnya penulis menyerahkan semuanya kepada Allah SWT, mudah mudahan mendapatkan balasan yang lebih baik. Penulis menyadari banyak kekurangan pada diri penulis. Harapan saya, semoga bisa menambah ilmu pengetahuan khususnya dibidang pendidikan dan bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Pekanbaru, 2020

TIARA MUZHARITA NPM. 16681068

(13)

vi DAFTAR ISI

ABSTRAK ...i

KATA PENGANTAR ...iii

DAFTAR ISI ...iv

DAFTAR GAMBAR ...vi

DAFTAR TABEL...vii

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Identifikasi Masalah ...6

1.3 Batasan Masalah ...6

1.4 Rumusan Masalah ...6

1.5 Tujuan Penelitian ...6

1.6 Manfaat Penelitian ...7

1.7 Definisi Operasional ...8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...9

2.1 Konsep Dasar Kurikulum 2013 ...9

2.1.1 Pengertian Kurikulum 2013 ...9

2.1.2 Tujuan Kurikulum 2013 ...10

2.2 Implementasi Kurikulum 2013 ...11

2.3 Silabus ...12

2.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ...12

2.5 Kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013 ...13

2.6 Pembelajaran Akuntansi ...13

2.7 Penelitian Terdahulu...14

2.8 Kerangka Berfikir ...15

BAB III METODE PENELITIAN ...16

3.1 Jenis Penelitian ...16

3.2 Kehadiran Peneliti ... 16

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian ...17

3.4 Subjek Penelitian ...17

(14)

vii

3.5 Data dan Sumber Data ...18

3.6 Informen ...19

3.7 Metode Pengumpulan Data ...19

3.8 Pengelolahan dan Analisis Data ...22

3.9 Pengecekan Keabsahan Data ...23

3.10 Analisis Data Hasil Penelitian Kualitatif ...26

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...27

4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian ...27

4.1.1.Sejarah Sekolah SMK Taruna Satria Pekanbaru ...27

4.1.2 Visi dan Misi Sekolah ...29

4.1.4 Profil SMK Taruna Satria Pekanbaru ...30

4.1.3 Keadaan Guru ...30

4.1.11 Penggunaan Sekolah ...32

4.2 Hasil Penelitian...33

4.2.1 Deskripsi Paparan Data Wawancara ...33

4.3 Pengecekan Keabsahan Data ...37

4.3 Gambaran Hasil dan Pembahasan ...37

4.4 Keterbatasan Penelitian ...38

BAB V PENUTUP ...40

5.1 Kesimpulan ...40

5.2 Saran ...41

DAFTAR PUSTAKA ...43 LAMPIRAN

(15)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka pikir ... 15

(16)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu ... 14 Table 4.2 Daftar Nama Guru SMK Taruna Satria Pekanbaru ... 30 Tabel 4.3 Daftar Nama Staff Tata Usaha SMK Taruna Satria Pekanbaru ... 31

(17)

27

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang penting dan tidak dapat dipisah dari kehidupan manusia, di indonesia pendidikan merupakan hak setiap warga negara sesuai dengan pasal 30 UUD 1945. Pendidikan manusia berkaitan dengan proses visi dan misi menjadi sempurna untuk tujuan mendewasakan peserta didik agar dapat merubah potensi didalam dirinya (Amir Daein,2007:50).

Dalam hal ini penerapan metode pembelajaran yang tepat merupakan kunci terpenting dalam mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas untuk peserta didik dalam menghadapi masa yang akan datang. Kurikulum merupakan salah satu unsur pendidikan yang memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Tanpa kurikulum, maka proses pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003). Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan perkembangan peserta didik, kebutuhan pembangunan nasional, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003). Rasionalnya hakikat pendidikan dilaksanakan bukan sekedar untuk mengajar nilai-nilai, melainkan memberi pengarahan kepada setiap orang agar dapat bertindak dan bersikap benar sesuai dengan kaidah-kaidah dan spirit ilmu yang dipelajari (Aunillah, 2011).

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.

Pembelajaran akuntansi dengan Kurikulum 2013 merupakan suatu kegiatan yang

(18)

28

mengandung terjadinya proses pembelajaran yang berpusat pada kognitif siswa menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa secara terpadu dengan penekanan pada penguatan proses dan hasil belajar siswa. Karakteristik Kurikulum 2013 lainnya yang membedakan dengan KTSP juga terletak pada pola pembelajaran yang digunakan guru dalam mengelola proses pembelajaran dikelas. Dalam Kurikulum 2013 ini ditekankan pada penggunaan pendekatan scientific dalam mengelola proses pembelajarannya. Pada pendekatan scientific terdiri dari aktivitas scientific yang harus dilakukan siswa meliputi aktivitas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, serta mengkomunikasikan.

Kurikulum 2013 merupakan rancang bangun pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan potensi peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang bermartabat, beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan scientific, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan (Kemendikbud 2013).

Suharsimi Arikunto (2007) memberikan arti terhadap kesiapan dari seorang guru bahwa kesiapan adalah suatu kompetensi sehingga seseorang yang mempunyai kompetensi berarti seseorang tersebut memiliki kesiapan yang cukup untuk berbuat sesuatu. Menurut Nana Sudjana (2008) ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan strategi mengajar, pertama adalah tahap mengajar (merencanakan rencana belajar), kedua adalah pendekatan mengajar, dan tahap ketiga prinsip mengajar (persiapan mental).

(19)

29

Implementasi kurikulum 2013 yaitu penyusunan dan pelaksanaan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan metode pembelajaran, pelaksanaan penilaian dan pelaksanaan tindak lanjut. Dalam pelaksanaan tersebut guru dituntut untuk mewujudkan sistem pelaksanaan dan mengembangkan kurikulum 2013 kemudian menyajikannya dalam bentuk pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Maka disini, guru mempunyai peran penting dalam melaksanakan pengajaran dan melaksanakan peran yang sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab guru agar tercapai peserta didik yang berpendidikan.

Dari pemahaman implementasi kurikulum 2013 diatas dapat kita simpulkan bahwa guru merupakan faktor penentu, karena didalam kelas guru sebagai faktor penentu dari berjalannya kurikulum tersebut dan guru sangat berperan penting sebagai pelaksanaan pengembangan peserta didik agar tercapai peserta didik yang berpendidikan dan aktif untuk jurusan yang dipilihnya terutama sekolah menengah kejuruan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Untuk itu peserta didik di haruskan lebih aktif dan guru harus berperan penting untuk pengembangan peserta didik, guru juga harus membuat perencanaan singkat tentang mata pelajaran yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah provinsi agar kelak minat dan bakat berkembang untuk potensi yang akan dipilihnya, dalam melaksanakan implementasi kurikulum 2013 ini maka harus mempersiapkan pendidik professional yang dapat merencanakan dan melaksanakan, melakukan monitoring dan evaluasi, serta memberikan jaminan mutu untuk mempertanggung jawabkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan siswa. Smith Skousen (1995 : 3).

Akuntansi adalah mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam bisnis atau perusahaan.

Akuntansi disebut “bahasa bisnis” agar mengukur evaluasi kegiatan ekonomi dalam organisasi dan menyampaikan informasi ini kepada investor, kreditor, manajemen, dan regulator. Secara umum akuntansi sebagai suatu sistem informasi yang di gunakan untuk mengubah data dari transaksi menjadi informasi keuangan.

Dilihat dari pengertian pembelajaran akuntansi tersebut maka semua peserta didik mampu menggunakan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, untuk itu harus bisa

(20)

30

berhubungan dengan kehidupan sehari- hari. Siswa dituntut bisa belajar dengan aktif, kreatif, inovatif. Sikap tersebut terwujud dengan menetapkan siswa sebagai subjek pendidikan, proses pembelajaran pada akuntansi dapat diukur dari kemampuan peserta didik yang melaksanakani kegiatan tersebut. Kemampuan siswa dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan materi serta hasil belajar siswa.

Pada masa Covid ini juga tingkat feksibilitas kurikulum 2013 dalam situsi Covid-19 ini pada pembelajaran sangat berbeda dengan proses belajar mengajar biasanya. Sebagai strategi meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. ada tiga opsi khusus yang bisa dipilih oleh semua jenjang pendidikan, satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat sebagai berikut:

1. Tetap mengacu pada Kurikulum Nasional.

2. Menggunakan kurikulum darurat.

3. melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Pada kurikulum darurat dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya. Dalam kreatifitas siswa pada SMK Taruna Satria Pekanbaru di masa pandemi terhalangnya ekstra kulikuler PBB dan aktivitas lainnya, maka dari itu dimasa pandemi ini siswa dengan sendirinya latihan fisik di rumah, kreativitas belajar mengajar akuntansi yang baik adalah guru harus mampu menciptakan suasana yang membuat peserta didik antusias terhadap persoalannya.

Guru perlu membantu mengaktifkan peserta didik untuk berfikir, karena pada dasarnya guru sebagai fasilitator yang mendorong siswa belajar mandiri dengan sebaik mungkin. SMK Taruna Satria Pekanbaru merupakan salah satu Sekolah

(21)

31

Menengah Kejuruan di Pekanbaru yang menerapkan Kurikulum 13 sebagai metode pembelajaran. Namun temuan fakta dilapangan menunjukkan terdapat beberapa permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh peneliti dengan beberapa narasumber yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kurikulum, guru akuntansi sekaligus guru pamong saat PPL beberapa waktu lalu, dan dua orang siswa dimana mereka menyatakan hal yang sama bahwa penerapan / implementasi kurikulum 2013 di SMK Taruna Satria Pekanbaru masih terbilang kurang baik. Hal ini disebebakan dari kemampuan guru-guru yang belum memahami bagaimana pelaksanaan Kurikulum 2013, terutama dalam mengolah data, membuat RPP, silabus, dan instrument penilain yang berlaku di Kurikulum 13. Ditelisik lebih dalam ternyata permasalahan yang ada disebabkan karena masih kurangnya palatihan yang diberikan untuk membekali pemahaman guru tentang Kurikuuim 13 ini. Guru akuntansi SMK Taruna Satria Pekanbaru juga mengungkapkan ketidakpahaman dalam menyiapkan perangkat pembelajaran pada Kurikulum 2013 berupa Silabus Akuntnsi SMK Kurikulum 2013 dan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 serta kesulitan mengelola pembelajaran akuntansi menggunakan pendekatan scientific meliputi aktivitas siswa mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Dan berdasarkan hasil wawancara dengan siswa ditemukan beberapa permasalahan bahwa nilai ulangan harian, keaktivan siswa, kuis yang guru berikan kepada siswa, menunjukkan hasil yang kurang optimal yang diperoleh oleh siswa, ini juga dipengaruhi oleh banyak siswa yang datang terlambat pada jam pelajaran akuntansi, bahkan masih banyak siswa yang bolos (keluar/masuk pada saat jam pelajaran) dan masih banyak siswa yang kurang aktif bahkan tidak bersemangat ketika pembelajaran akuntansi berlangsung.

Sehingga berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti

“Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X Dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru Tahun Ajaran 2020”.

(22)

32

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, muncul beberapa permasalahan yang diidentifikasi sebagai berikut :

1. Masih banyak siswa yang bolos (keluar/masuk pada saat jam pelajaran) dan masih banyak siswa yang tidak aktif bahkan tidak bersemangat ketika pembelajaran akuntansi berlangsung.

2. Masih banyak diantara siswa yang memperoleh hasil belajar yang kurang optimal.

3. Beberapa Guru belum memahami bagaimana pelaksanaan Kurikulum 2013, terutama dalam mengolah data, membuat RPP, silabus, dan instrument penilain yang berlaku di Kurikulum 13

1.3 Batasan Masalah

Dari latar belakang dan identifikasi masalah adalah ada beberapa masalah yang muncul. Karena ada keterbatasan yang dimiliki penulis maka tidak semua masalah dapat diteliti sehingga penulis membatasi masalah pada : “Implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru Tahun Ajaran 2020”. Penelitian ini hanya dilakukan dikelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru, dan Via online.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, dapat ditetapkan rumusan masalah nya yaitu : “ bagaimana Implementasi Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru Tahun Ajaran 2020”.

1.5 Tujuan Penelitian

Selanjutnya tujuan dari penilitan ini adalah: “Untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru Tahun Ajaran 2020”.

(23)

33

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak- pihak berikut :

a. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis dari hasil penelitian ini adalah sebagai bahan referensi dan diharapkan dapat memberi masukan untuk digunakan sebagai informasi ilmiah yang bertema tentang implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi kelas X dan XI, serta dapat digunakan untuk referensi penelitian selanjutnya.

b. Manfaat Praktis

Manfaat praktis dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi Kepala Sekolah SMK Taruna Satria Pekanbaru, sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada Implementasi Kurikulum 2013 Pembelajaran Akuntansi Kelas X dan XI.

2. Bagi Wakil Kurikulum SMK Taruna Satria Pekanbaru, diharapkan dapat memberikan bahan masukan dalam memperbaiki mutu pembelajaran disekolah terhadap implementasi kurikulum 2013 pembelajaran akuntansi kelas X dan XI.

3. Bagi Guru, penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru akuntasi mengenai implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi kelas X dan XI yang lebih menyenangkan.

4. Bagi Sekolah, diharapkan dapat memberikan bahan masukan dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran disekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

5. Bagi Peneliti selanjutnya, sebagai bahan masukan dan bahan referensi yang berkaitan dengan implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi kelas X dan XI.

(24)

34

1.7 Definisi Operasional

Pada penelitian ini untuk menghindari terjadinya kesalahan dan penafsiran dalam memahami variabel penelitian ini, adapun definisi operasional tersebut sebagai berikut :

1. Implementasi

Dalam kamus besar bahasa Indonesia dikemukakan bahwa implementasi adalah penerapan sesuatu yang memberikan efek dalam pelaksanaan dan penerapan. Sedangkan dalam penelitian ini yang dimaksud dengan implementasi adalah kegiatan guru yang merupakan faktor penting untuk penentu dalam kelas untuk menjalankan kurikulum melalui proses belajar mengajar.

2. Kurikulum 2013

Menurut Idi (2014: 248) Implementasi kurikulum adalah proses penerapan, konsep, ide, program kurikulum di praktik pembelajaran ke aktivitas baru sehingga terjadi perubahan pada kelompok orang yang diharapkan untuk merubah. Sedangkan dalam penelitian ini yang dimaksud dalam kurikulum 2013 adalah merupakan rangkaian penyempurnaan terhadap kurikulum yang telah dirintis tahun 2004 yang berbasis kompetensi lalu diteruskan dengan kurikulum 2006 (KTSP).

3. Pembelajaran Akuntansi

Smith Skousen (1995 : 3) Akuntansi adalah aktivitas jasa yang menyediakan informasi kuantitatif dan mempunyai sifat di pengambilan keputusan ekonomi dengan memberikan keputusan pilihan-pilihan yang benar diantara berbagai tindakan alternatif. Sedangkan dalam penelitian ini yang dimaksud dalam pembelajaran akuntansi adalah mencatat, meringkas, mengolah dan menyajikan data, dalam penyajian transaksi keuangan agar dapat digunakan oleh orang yang berkepentingan, siswa juga dapat memanfaatkan ilmu yang diperolehnya pada kehidupan sehari-hari, maka pembelajaran harus bisa berkaitan dengan memanfaatkan di kehidupan sehari- hari.

(25)

35

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kurikulum 2013

Pada dasarnya kurikulum 2013 sebagai kurikulum terbaru dari penyempurnaan kurikulum yang lalu, dalam kurikulum 2006 (KTSP) mata pelajaran di tingkat SD dan SMP, dengan dihilangkannya jurusan di jejang SMA.

Kurikulum 2013 sudah di implementasi dari pertengahan tahun 2013, namun hingga sekarang masih belum seimbang dalam pelaksanaannya. Implementasi kurikulum 2013 ini ditinjau dan dievaluasi, seperti yang dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di pemerintahan Presiden Joko Widodo, Nadiem Makarim yang melaksanakan peninjauan, Peninjauan tersebut tentunya untuk melihat berapa jauh perkembangan implementasi kurikulum 2013 di sekolah dan dampak bagi pendidik dan peserta didik.

2.1.1 Pengertian Kurikulum 2013

Menurut Kurniasih (2014: 32) bahwa kurikulum 2013 sebagai rangkaian penyempurnaan dari kurikulum yang ada pada tahun 2004 yang berisi kompetensi kemudian dilanjutkan dengan kurikulum 2006 (KTSP). Majid (2015: 9) dalam perkembangan kurikulum 2013 dioptimalkan supaya menjadi pengembangan dan kesesuaian antara sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Harold B. Albertycs dalam Loeloek Endah P (2013:3) menurutnya kurikulum merupakan “all school” artinya kurikulum tidak ada batasan antara pelajaran akan tetapi meliputi kegiatan- kegiatan sebagainya, di dalam dan diluar sekolah atau yang dibawah tanggung jawab sekolah. Menurut Rusman (2011) kurikulum adalah perangkat rencana pengelolaan bimbingan digunakan agar mencapai tujuan pengelolaan tersebut.

pertukaran tersebut adalah perubahan pola pikir warga dari masa ke masa, perubahan karakter warga sebagai globalisasi, perubahan pertumbuhan ekonomi,

(26)

36

sistem demokrasi dari negara dengan menimbulkan terjadi pergantian antara kebijakan dari peraturan yang berlaku.

Bayangan status pengajaran yang terjadi di indonesia menghadapi perubahan yang relevan dari masa ke masa mulai dari Kurikulum 1947 sampai ke Kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) hingga yang baru sekarang ini, dari penerapan kurikulum 2013 terdapat empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap dan perilaku. Hamik (2011) mengemukakan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum merupakan perangkat konsep dengan peraturan mengenai tujuan, isi, dengan materi pengetahuan dengan cara yang diikuti dengan manual diselenggarakan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan pendidikan tertentu.

E. Mulyasa ( 2013: 7) mengemukakan Kurikulum 2013 akan ditekankan terhadap pendidikan karakter terutama pada tingkat dasar yang akan menjadi bangunan bagi tingkat berikutnya.

Melalui perkembnagan kurikulum 2013 dengan berisikan karakter dan kompetensi, semua berharap negara akan menjadi negara yang bermartabat dari warga yang memiliki nilai tambah (added value),dengan nilai jual yang bisa ditawarkan terhadap negara lain di dunia, sehingga kita bisa bersaing, dengan negara-negara lain dalam pencaturan global. Dalam hal ini, kalau implementasi kurikulum 2013 benar-benar dilaksanakan maka akan terciptanya insan yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter.

2.1.2 Tujuan Kurikulum 2013

Tujuan kurikulum 2013 agar mempersiapkan masyarakat Indonesia mampu memiliki kemampuan kehidup sebagai diri sendiri dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif agaar memiliki berkontribusi dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah agar terbentuknya prestasi siswa untuk merubah manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat,

(27)

37

berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi masyarakat yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari kesimpulan diatas, maka pembelajaran dapat membuat siswa lebih ahli di bidangnya. Di mana kompetensi tersebut, sejalan dari tujuan pendidikan nasional yang sudah dijelaskan di atas, harus memperoleh bidang keahlian dari keputusan, pemahaman, dan ilmu sebagaimana pengertian pasal 35 undang- undang tersebut. Dengan demikian kurikulum 2013 adalah rencana dari tujuan untuk mempersiapkan penduduk indonesia dalam melihat potensi hidup dalam pribadi untuk bertaqwa, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif untuk berkontribusi dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum juga merupakan instrumen pendidikan agar membawa masyarakat indonesia mempunyai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan agar dapat terciptanya individu dan masyarakat yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.

2.2 Implementasi Kurikulum 2013

Implementasi adalah proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi yang berkaitan dengan tindakan yang sesuai agar menyediakan dampak baik seperti perubahan pengetahuan, potensi, nilai dan sikap. Implementasi kurikulum 2013 merupakan pembelajaran berkarakter dapat di integrasikan dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang ada di kurikulum, mata pelajaran yang kaitannya dari norma atau nilai-nilai di setiap mata pelajaran harus dikembangkan, disambungkan terhadap kehidupan sehari-hari, kemudian kurikulum tidak dilanjutkan dari kurikulum berbasis kompetensi yang sudah diuji tahun 2004.

KBK sebagai contoh dalam pendidikan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) dari seluruh jenjang pendidikan terutama dalam pendidikan sekolah.

Menurut Kunandar sebagaimana dikutip Mulyasa, Miller dan Seller mengatakan bahwa “pelaksanaan atau implementasi kurikulum adalah sebagai penerapan

(28)

38

konsep, ide, program, yang berkaitan dengan pembelajaran atau aktivitas baru sehingga terjadi perubahan terhadap sekelompok orang untuk berubah”. Dari pengertian tersebut dirangkum bahwa implementasi kurikulum adalah operasional kurikulum yang terdapat sifat potensial (tertulis) menjadi aktual dari bentuk kegiatan belajar.

2.3 Silabus

Secara umum silabus merupakan evaluasi kurikulum ke dalam mata pelajaran, kegiatan, serta pengembangan penilaian. Menurut Tjokrosujoso, dkk.

(2002), dari penjelasan tersebut kita tidak dapat mengatakan misalnya, silabus SMP 2004, tetapi seharusnya yang benar kurikulum bahasa inggris 2004 atau silabus bahasa inggris 2004. Menurut Kunandar (2011: 244), silabus adalah tahap pembelajaran dalam sekelompok materi tertententu dalam mencangkup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi dari, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

2.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Menurut Richard, rencana pelaksanaa pembelajaran biasanya berisi tentang yang diajarkan, teknik motivasi yang digunakan, materi yang dibutuhkan, langkah-langkah dan kegiatan khusus dalam prosedur penilaian. Perencanaan yang sesuai meliputi pengalokasian penggunaan waktu , pemilihan isi dan metode pengajaran yang tepat , menciptakan minat siswa , dan membangun lingkungan pembelajaran yang produktif. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah suatu perencanaan pembelajaran yang sangat penting untuk mengarahkan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dimiliki siswa. Upaya meningkatkan kompetensi pendidik dapat dilakukan dengan mempersiapkan para calon pendidik pada jenjang perkuliahan.

(29)

39

2.5 Kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013

Dalam kelebihan system pembelajaran kurikulum 2013 yaitu :

a) Adanya kompetensi yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

b) Adanya nilai dalam setiap aspek penentuan nilai agar peserta didik tidak hanya terdapat dari nilai ujian tetapi juga terdapat di nilai kesopanan, religi, praktek, sikap.

Namun dalam pembelajaran kurikulum 2013 tidak terlepas dari kelemahan dan kekurangannya yaitu :

a) Guru kurang memahami sehingga beranggapan dari kurikulum 2013 tidak perlu menerangkan pembelajaran kepada peserta didik di kelas, sehingga banyak materi yang dijelaskan oleh peserta didik.

b) Tugas menganalisis SKL, KI, KD buku siswa dan buku guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, dan banyaknya guru yang hanya menjadi plagiat dalam kasus ini.

2.6 Pembelajaran Akuntansi

Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi yang bersifat keuangan, dalam kesatuan-kesatuan ekonomi yang bermanfaat dalam mengambil keputusan ekonomi, akuntansi juga dapat diartikan sebagai bahasa dunia usaha. Akuntansi merupakan suatu sarana guna mengkomunikasikan informasi tentang suatu perusahaan. Tujuan utama dari akuntansi adalah memberikan dasar bagi prediksi dan penjelasan atas perilaku dan peristiwa akuntansi, dalam proses akuntansi akan menghasilkan informasi laporan keuangan yang sangat berguna bagi para pemakai informasi keuangan baik untuk internal perusahaan termasuk pemerintah. Ditinjau dari segi bahasa, istilah accounting berasal dari kata “to account” yang berarti menghitung.

(30)

40

2.7 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu

No Nama Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. Fauziah, dalam

Jurnal Pendidikan Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Tahun 2015.

Implementasi

Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negri 94 Jakarta.

Hasil Penelitian Ini

Menunjukkan Bahwa: 1) Implementasi Kurikulum 2013 Di SMA Negri 94 Jakarta Ini Guru Sudah Cukup Baik Dalam Melaksanakan Kurikulum 2013 Dengan Siswa.

2) Guru Kesulitan Untuk Membangun Siswa Yang Mandiri Dan Tidak Adanya Buku Pegangan Yang Dimiliki Guru.

2. Erni, dalam jurnal Pendidikan

Sendratasik Tahun 2017.

Pembelajaran

Kurikulum 2013 Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya (Seni Tari) Di Kelas XI IPS SMAN 2 Pekanbaru.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kurikulum 2013 di SMAN 2 Pekanbaru cukup memahami tentang kurikulum 2013 yang menggunakan metode deskriptif analisis menggunakan data kualitatif.

Persamaan yang peneliti lakukan dengan peneliti yang sebelumnya adalah sama sama meneliti tentang kurikulum 2013, implementasi. Sedangkan yang menjadi perbedaanya adalah tempat penelitian.

(31)

41

2.8 Kerangka Berfikir

Gambar Kerangka pikir 2.1

Berdasarkan kurikulum 2013 di SMK Taruna Satria Pekanbaru, kurikulum 2013 mempunyai 7 perangkat pembelajaran yaitu ada perhitungan minggu efektif dan jam efektif, kalender pendidikan, silabus, RPP, prota, prosem, instrumen penilaian. Hal ini bertujuan agar meningkatkan proses dari hasil sekolah yang diarahkan kepada budi pekerti dan akhlak siswa sesuai dari standar kompetesi lulusan dalam setiap satuan sekolah. Dengan mengimplementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran akuntansi SMK Taruna Satria ini dapat tercapai apabila guru melaksanakan semua perangkat pembelajaran dan memahami semua factor pendukung yang ikut berperan.

KURIKULUM 2013

IMPLEMENTASI

PEMBELAJARAN AKUNTANSI

(32)

42

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2015:2) metode penelitian adalah metode penelitian diartikan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan data kegunaan tertentu. Steven Dukeshire & Jennifer Thurlow (2002) dalam Sugiyono (2018) menyatakan metode kualitatif ialah penelitian berkenaan dengan data yang bukan angka, mengumpulkan dan menganalisis data yang bersifat naratif. Meteode penelitian kualitatif terutama digunakan untuk memperoleh data yang kaya, informasi yang mendalam tentang isu atau masalah yang akan dipecahkan. Karakteristik penelitian kualitatif menurut Lincoln dan Guba dalam Yuliani Sintia (2016) adalah Latar belakang ilmiah, manusia sebagai alat (instrumental), metode kualitatif, analisis data secara induktif, teori dari dasar, deskriptif, lebih mementingkan proses dari pada hasil, adanya batas yang ditentukan oleh fokus, adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, desain yang bersifat sementara dan hasil peneltian dirundingkan dan disepakati bersama.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif model studi kasus menggunakan wawancara sebagai instrumen utama dalam mengumpulkan data primer. Penelitian bertujuan agar memperoleh data yang berkaitan dengan pembahasan mengenai “Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X Dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru.

3.2 Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif, terdapat dua hal yang mempengaruhi data hasil penelitian sehingga peneliti atau bantuan orang lain merupakan instrumen aktif dan pengumpul data utama. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi untuk mengetahui seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan

(33)

43

penelitian yang selanjutnya akan terjun kelapangan ditempat yang akan diadakan penelitian.

Dalam proses penelitian, peneliti harus mengikuti proses mulai dari awal hingga akhir penelitian. Peneliti menyaksikan proses pembelajaran berlangsung untuk melihat bagaimana implementasi kurikulum 2013 tentang pembelajaran akuntansi di SMK Taruna Satria Pekanbaru, kehadiran peneliti secara langsung kelapangan sebagai tolak ukur keberhasilan untuk memahami kasus yang akan diteliti.

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian

Sutopo (2002:52) mengatakan lokasi penelitian adalah tempat yang berkaitan dengan sasaran atau permasalahan penelitian dan juga merupakan salah satu jenis sumber data yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan di SMK Taruna Satria Pekanbaru adalah sekolah menengah kejuruan yang berdiri pada tahun 2004, sekolah yang berada di kecamatan Tampan jalan Delima No. 05. Lokasi penelitian ini diambil, penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 agustus 2020 karena peneliti ingin mengamati bagaimana penerapan Kurikulum 2013 oleh guru SMK Taruna Satria Pekanbaru, agar pelaksanaan kurikulum 2013 tersebut bermanfaat dalam proses pembelajaran akuntansi..

3.4 Subjek Penelitian

Adapun subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Taruna Satria Pekanbaru. Peneliti tidak menggunakan responden akan tetapi lebih informan karena pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini berasal dari :

1. Kepala Sekolah SMK Taruna Satria Pekanbaru, yaitu sebagai membimbing dan mengembangkan baik tenaga kependidikan maupun peserta didik di kurikulum 2013.

2. Wakil Kurikulum SMK Taruna Satria Pekanbaru, yaitu orang yang mengatur, menyusun dan mengontrol kurikulum 2013.

(34)

44

3. Guru bidang studi Akuntansi di SMK Taruna Satria pekanbaru, sebagai pengganti orang tua siswa di sekolah sehingga mengetahui dengan betul perkembangan dan keadaan peserta didik selama di sekolah.

4. Siswa SMK Taruna Satria Pekanbaru, yaitu sebagai pesrta didik.

3.5 Data dan Sumber Data

Data peneliti sebagai subjek dalam data yang diperoleh, Apabila peneliti menyediakan kuensioner atau wawancara dari datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu merespon dan menjawab pernyataan peneliti, baik pernyataan tertulis maupun bicara. Arikunto dalam Yuliani Sintia (2016) menyatakan bahwa sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Data yang diperoleh dapat berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Dalam penelitian ini, pencatatan sumber data utama dilakukan dengan wawancara kepada beberapa orang terpilih atau informan yang berada di SMK Taruna Satria Pekanbaru yang dijadikan sebagai subjek penelitian.

Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder.

Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada responden, hal ini berkaitan dari guru yang mengajar Akuntansi kelas X dan XI yaitu EZ dengan melakukan observasi pada saat EZ mengajar Akuntansi kelas X dan XI, kemudian hasil wawancara yang telah dibuat sebelumnya yang berkenaan dengan bagaimana pembelajaran kurikulum 2013 dalam Mata Pelajaran Akuntansi dikelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru, dan melampirkan dokumentasi berupa foto atau gambaran disaat EZ mengajar Mata Pelajaran Akuntansi serta melampirkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan pada saat proses pembelajaran Akuntansi bedasarkan ketentuan kurikulum yang berlaku di SMK Taruna Satria Pekanbaru. Sumber data primer adalah data-data yang menjadi pokok kajian dan mengikat, maka sumber data primer dalam penelitian ini adalah :

1. Kepala Sekolah di SMK Taruna Satria Pekanbaru.

2. Wakil Kurikulum di SMK Taruna Satria Pekanbaru.

(35)

45

3. Guru bidang studi Akuntansi kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru.

4. Siswa SMK Taruna Satria Pekanbaru.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat hasil penelitian penulis. Sedangkan yang dimaksud dengan data sekunder menurut Iskandar (2008:253) merupakan data yang diperoleh melalui atau pengolahan data yang bersifat studi dokumentasi pribadi, resmi kelembagaan, referensi-referensi atau peraturan tulisan dan lainnya yang memiliki relefasi dengan fokus permasalahan penelitian. Maka dari penjelasan tersebut data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi foto dan hasil wawancara tertulis di SMK Taruna Satria Pekanbaru maupun peneliti menggunakan buku-buku, jurnal mengenai kurikulum 2013 pembelajaran Akuntansi.

3.6 Informan

Informan adalah seseorang yang menjadi sumber data bagi peneliti, tugas informan adalah memberikan data yang dilakukan melalui tanya jawab dalam wawancara secara natural sehingga mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.

3.7 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah metode yang terpenting bagi keberhasilan peneliti yang berkaitan dalam bagaimana cara pengumpulan data, sumber, alat. Metode pengumpulan data ini juga sebagai cara yang dilaksanakan.

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Jika peneliti tidak mengetahui tata cara pengumpulan data maka peneliti tidak dapat memenuhi kriteria ideal dalam penelitian. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara namun sesuai dengan jenis penelitiannya.

Adapun teknik untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

(36)

46

1. Observasi

Observasi secara sederhana bisa diartikan sebagai pengamatan dari pengumpulan data yang maksimal yang melibatkan faktor dalam pelaksanaan sehingga observasi tidak mengukur tingkah laku dari responden, tetapi digunakan sebagai definisi yang terjadi. Observasi bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu banyak, peneliti mengamati pendidik dalam proses pembelajaran, mengamati penerapan pembelajaran yang dilakukan dengan melihat bagaimana komunikasi peserta didik dengan pendidik, peserta didik dengan peserta didik dengan proses pembelajaran Akuntansi, observasi yang dilakukan dalam penelitian mengunakan pedoman observasi yang sudah disetujui oleh dosen pembimbing.

2. Wawancara

Menurut Lerbin (1992) dalam Hadi (2007) Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan menggunakan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Esterberg (dalam sugiyono, 2011:317-321) wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara melalui topic tertentu.

Pedoman ini adalah percakapan bebas atau dimana penelitian tidak harus berpedoman dalam diskusi yang disusun secara sistematis untuk pengumpulan data.

Penulis menggunakan wawancara terstruktur dengan memberikan pertanyaan yang terkonsep berupa pertanyaan yang telah ditulis dan dipersiapkan sebelumnya, yaitu berupa pertanyaan tentang bagaimakanakah pembelajaran kurikulum 2013 Akuntansi di SMK Taruna Satria Pekanbaru, dengan mewawancarai EZ yang menjadi guru Akuntansi kelas X dan XI Akuntansi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai bagaimana persepsi, siswa dan guru terhadap implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran Akuntansi kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru. Metode wawancara ini digunakan untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai bagaimana implementasi

(37)

47

kurikulum 2013 tentang pembelajaran akuntansi di SMK Taruna Satria Pekanbaru. Agar hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapat terekam dengan baik, dan peneliti memiliki bukti telah melakukan wawancara kepada informan atau sumber data, maka diperlukan bantuan alat-alat sebagai berikut :

a. Buku catatan : dengan buku catatan ini peneliti bisa mencatat semua percakapan dengan sumber data.

b. Via Online : Via online berupa chat yang ada pada semua percakapan peneliti dengan sumber data namun dengan syarat ada persetujuan dari informan atau sumber data.

c. Pedoman Wawancara : sebelum melakukan wawancara peneliti menyiapkan pertanyaan yang akan diberikan kepada informan atau sumber data guna memperlancar proses wawancara peneliti dalam percakapan atau pembicaraan.

3. Dokumentasi

Menurut Arikunto (2012:135), dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barng tertulis. Menurut Mukhtar (2013:101) menyatakan pengumpulan data melalui dokumentasi diperlukan seperangkat alat atau instrument yang memadu untuk pengambilan data-data dokumen. Pada penelitian ini penulis menggunakan dokumentasi dengan cara mengambil gambar disaat Erma Zulianis melakukan proses belajar mengajar (PBM) berdasarkan kurikulum 2013, metode dokumentasi dapat dikatakan sebagai pengumpulan data dengan cara mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dengan penelitian ini, metode dokumentasi digunakan agar mendapatkan data tentang peserta didik dan guru.

Data ini digunakan untuk memperoleh variabel Y.

(38)

48

3.8 Pengelolahan dan Analisis Data

Data kualitatif merupakan suatu data yang diperoleh dalam sebuah penelitian yang berbentuk kata-kata bukan berbentuk angka dianalisis dari hasil wawancara dan hasil dokumentasi. Menurut Miles dan Huberman kegiatan analisis data kualitatif terdapat tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Miles dan heberman (Imam Gunawan. 2014: 210) mengemukakan tiga tahapan yang harus dikerjakan dalam menganalisis data kualitatif, yaitu : reduksi data (data reduction), penyajian data data (data display), dan penarikan kesimpulan.

1. Reduksi Data

Data yang dikumpulkan dari lapangan jumlahnya cukup banyak untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti yang telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Rereduksi data merupakan rangkuman dan menyetujui hal pokok, fokus terhadap hal penting, sehingga data yang direduksi akan menjadi contoh yang lebih baik dan memperjelas agar peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya bila diperlukan (Sugiyono, 2014: 92). Reduksi data merupakan proses pemilihan hal yang pokok, merangkum, menfokuskan kearah yang penting, membuang hal yang tidak perlu, membuat ringkasan atau uraian singkat sehingga dapat memudahkan dalam menarik kesimpulan

2. Penyajian Data

Penyajian data dengan penelitian kualitatif, bisa dilaksanakan dengan uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Miles dan Huberman (Sugiyono, 2014: 95) menyatakan yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Penyajian data merupakan mengumpulkan data dan informasi secara tersistematis tersusun dengan baik dilakukan dengan secara uraian singkat yang berguna menarik kesimpulan dan mengambil tindakan lebih lanjut singkat

(39)

49

3. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi

Selanjutnya dari data kualitatif merupakan temuan baru dengan sebelumya belum pernah ada, apabila kesimpulan dengan disampaikannya pada awal dengan dukungn oleh bukti-bukti yang benar dan bagus pada saat penelitian kembali kelapangan mengumpulkan data, kesimpulan yang disampaikan merupakan kesimpulan kredibel (Sugiyono,2014: 99). Menarik kesimpulan merupakan kegiatan terakhir dalam teknik analisis data kualitatif. Dimana dengan melalui reduksi data dan penyajian maka dilakukan kesimpulan untuk mengambil inti-inti dari pembahasan dalam penelitian tersebut.

3.9 Pengecekan Keabsahan Data

Untuk memperoleh data yang valid dan kredibel, maka data yang sudah didapat di lapangaan, perlu diuji keabsahannya. Oleh karena itu untuk memvalidasi keakuratan uji keabsahan data penelitian kualitatif menggunakan triangulasi dan member checking menurut Creswell (2015). Uji keabsahan triangulasi dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber. Peneliti melakukan triangulasi sumber dengan cara mengecek data yang diperoleh dari guru, dan siswa. Berdasarkan data yang sudah diperoleh peneliti membuat deskripsi dan kategorisasi untuk mengetahui pandangan yang sama dan berbeda mengenai Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bukti yang akurat dalam penelitian. Sehingga peneliti dapat mengembangkan laporan secara akurat dan valid.

Selain itu peneliti menggunakan member checking dengan cara peneliti melakukan wawancara lebih dalam kepada responden dan membawa kembali hasil temuan-temuan untuk menanyakan langsung kepada responden tentang keakuratan hasil temuan peneliti pada Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Akuntansi Kelas X dan XI SMK Taruna Satria Pekanbaru. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan data yang diberikan responden. Apabila data yang didapatkan peneliti sesuai dan dapat diterima responden maka data yang sudah diperoleh dikatakan valid. Uji

(40)

50

keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas (Sugiyono, 2014: 121). Uji keabsahan data dalam metode kualitatif diuraikan sebagai berikut :

1. Uji Kredibilitas

Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triagulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member check, kemudian dalam uji kredibilitas data yang digunakan kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjang peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negative, yaitu :

a. Meningkatkan ketekunan

Meningkatkan ketekunan merupakan salah satu cara mengontrol/mengecek pekerjaan apakah data yang telah dikumpulkan, dibuat, dan disajikan sudah benar atau belum. Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

b. Bahan Referensi

Bahan referensi merupakan motivasi agar terbukti data yang dikemukakan oleh penelitian. Data yang sudah dikemukakan oleh foto-foto atau dokumen autentik, sehingga lebih terpercaya.

c. Triangulasi

Menurut (Wiliam Wiersma, 1986) dalam trigulasi dalam pengujian kredibilitas adalah sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Triangulasi dilakukan dengan cara teknik, dilakukan dengan dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik sumber data dilakukan dengan menanyakan hal yang sama dengan sumber yang berbeda-beda tersebut tidak bisa dirata-ratakan seperti pada penelitian kuantitatif, tetapi dideskripsikan, dikatagorisasikan, mana pandangan yang sama dan mana yang spesifik dari sumber-sumber tersebut dan teknik pada waktu.

(41)

51

d. Diskusi dengan Teman Sejawat

Untuk menemukan ciri-ciri atau unsur dalam pembahasan yang relevan ini dengan persoalan yang dicari, kemudian memusatkan hal tersebut secara terperinci perlu diadakan diskusi dengn teman sejawat mengenai hal yang sedang diteliti. Hal ini dilakukan dengan cara mengekspose hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat.

2. Pengujian transferability

Pengujian transferability sebagai validitas eksternal dalam penelitian kualitatif. Validitas eksternal merupakan penerapan hasil penelitian dari populasi dalam sampel diambil. Dengan demikian pembaca menjadi jelas atas hasil penelitian tersebut, sehingga dapat memutuskan bisa atau tidaknya peng aplikasian hasil penelitian tersebut di tempat lain. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian jelasnya, “semacam apa” suatu hasil penelitian dapat diberlakukan (trasferbility), maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas.

3. Pengujian Dependability

Dalam penelitian kualitatif Depenability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan,tetapi bisa memberikan data. Peneliti seperti ini perlu diuji depenabilitynya, kemudian dalam penelitian kuantitatif, dependability disebut reliabilitas. Suatu penelitian yang reliable adalah apabila orang lain dapat mengulangi atau meraplikasikan proses penelitian tersebut.

Dalam penelitian ini juga dilakukan audit terhadap seluruh proses penelitian.

4. Pengujian Konfirmability

Dalam pengujian konfirmability kuantitatif juga disebut dengan uji obyektivitas penelitian. Penelitian ini harus memenuhi hasil penelitian yang telah disepakati banyak orang. Dengan penelitian kualitatif, uji konfirmability mirip dengan uji dependability, maka pengujiannya dilakukan secara bersamaan.

pengujian konfirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses

(42)

52

dilakukan. Bila hasil penelitian ini merupakan fungsi dari proses penelitian, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmability.

3.10 Analisis Data Hasil Penelitian Kualitatif

Analisis data dilakukan pada saat peneliti melakukan penelitian di lapangan. Analisis dilakuan secara interaktif, berkesinambungan dan berlangsung secara terus menerus sampai mendapatkan data yang akurat dan hasil temuan sudah jenuh. Selain itu peneliti melakukan uji validitas dengan cara triangulasi dan member checking untuk memastikan hasil temuan peneliti benar-benar akurat dan valid.

(43)

53

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian

4.1.1 Sejarah Sekolah SMK Taruna Satria Pekanbaru

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Satria Pekanbaru merupakan sekolah menengah kejuruan kelompok Teknologi dan Rekayasa yang mana sekolah ini dibentuk atau dikembangkan oleh sebuah yayasan dan yayasan tersebut diberi nama Yayasan Amaliah. Yayasan Amaliah ini berdiri pada tahun 2004 dengan nomor pendirian 420/PP 4/VI/2004/2767 dikeluarkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga kota Pekanbaru dibawah pimpinan Ir. H. Tarmizi Madjid.

SMK Taruna Satria Pekanbaru adalah Sekolah Menengah Kejuruan Plus Semi Militer untuk pembinaan disiplinnya yang bekerja sama dengan KODIM 0301 yang berdiri pada tahun 2004, yang berada di Jl. Delima No. 05 Panam, Kec.

Tampan, Kota Pekanbaru Riau. Keberadaan SMK Taruna Satria Pekanbaru, yang tentunya akan jadi pilihan utama untuk pendidikan putra/i tercinta. Bahwa Faktor keamanan, kenyamanan, ketenangan dalam proses belajar mengajar dan praktek sangat diutamakana. Tenaga pengajar dan instruktur berkualitas, gedung belajar dan gedung praktek serta peralatannya yang sudah baik dan lengkap. Kegiatan ekstrakulikuler Seni budaya dan olahraga tetap menjadi perhatian kami, sementara latihan fisik bagi Taruna/i yang akan mengikuti seleksi masuk TNI-POLRI juga kami sediakan, dan kami juga menyediakan asrama yang diperuntukkan bagi Taruna/i dari luar kota Pekanbaru.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Satria Pekanbaru sebagai sekolah kelompok teknologi dan rekayasa didirikan dengan akta notaris No. 08 tertanggal 3 September 2003 yang dibuat di depan notaris Tajib Rahardjo, SH.

Program keahlian yang ditawarkan adalah program keahlian teknik elektronika audio video, teknik komputer jaringan dan program keahlian teknik mekanik

(44)

54

otomotif serta penambahan jurusan yaitu akuntansi. Penegakan displin, pembentukan jiwa korsa dan pembinaan ketarunaan, dilaksanakan bekerjasama dengan KODIM 0301 Pekanbaru. Sedangkan solusi peningkatan kualitas keterampilan Taruna/i bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui program Link and Match, selain mengoptimalkan bengkel dan tempat praktek internal di SMK Taruna Satria Pekanbaru.

Dengan iringan doa, Kerja keras dan kerjasama dengan semua pihak, SMK Taruna Satria Pekanbaru telah meraih Akriditasi terbaik “A”. Dengan demikian diharapkan lulusannya, akan lebih confidence memasuki dunia kerja, mengikuti seleksi TNI-POLRI-PNS, melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, atau berkompetisi ditengah-tengah masyarakat. SMK Taruna Satria Pekanbaru dalam pencapaian efektifitas belajar siswa dan siswinya tidak terlepas dari rambu-rambu yang menjadi dasar kinerja guna menjadi sekolah unggulan, oleh karena itu sejak berdirinya SMK Taruna Satria Pekanbaru, sekolah sudah memiliki arah dan rencana jangka panjang terhadap lulusan seperti yang tertera dalam visi dan misi sekolah.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Satria Pekanbaru berdomisili di Jl. Delima No. 5 Panam dengan gedung milik sendiri, pada awalnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Satria Pekanbaru ini mempunyai gedung sekolah yang berupa ruko empat petak, dengan keterbatasan kelas maka yayasan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Satria Pekanbaru membangun gedung sekolah baru dibelakang gedung sekolah yang lama yang sangat luas dan bertingkat. Dan pada tahun 2010 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Satria Pekanbaru ini dengan 4 jurusan telah terakreditasi A.

Untuk menjalankan aktifitasnya telah ditunjuk seorang kepala sekolah dengan wakil kepala sekolah baik dibidang kurikulum maupun kesiswaan serta guru-guru dan sejumlah karyawan yang ahli dibidangnya. Sebagai pimpinan atau kepala SMK Taruna Satria Pekanbaru sejak awal berdiri dipercayakan kepada

(45)

55

Bapak Tohir, S. Pd dan sekarang pada tahun 2019 diserahkan kepada Bapak Ir. H.

Tarmizi Madjid.

4.1.2 Visi dan Misi Sekolah

Visi SMK Taruna Satria Pekanbaru adalah “Mewujudkan SMK Taruna Satria Pekanbaru sebagai sekolah kejuruan yang berdisiplin tinggi, unggul, maju, tangguh di wilayah Sumatra pada tahun 2020”. Misi SMK Taruna Satria Pekanbaru adalah “Terciptanya tamatan SMK Taruna Satria Pekanbaru yang memiliki kepribadian taruna, kompeten di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, siap pakai dan di barengi dengan Iman dan Taqwa” SMK taruna Satria Pekanbaru adalah sekolah menengah kejuruan plus semi militer untuk pembinaan disiplinnya yang berdiri pada tahun 2004, yang berada di Jl. Delima No. 05 Panam, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru Riau.

Sekolah ini memiliki tenaga pendidik kurang lebih 30 orang, Staff Tata Usaha 4 orang dengan kualifikasi pendididikan S1. Sekolah memiliki 587 peserta didik laki-laki dan 185 peserta didik perempuan dan di bagi kedalam 30 rombongan belajar. Sekolah mempunyai 26 kelas. Selain itu sekolah mempunyai 1 perpustakaan,1 Aula Serbaguna, 1 ruang Tata Usaha, 1 ruang majlis guru, 1 ruang kepala sekolah, dan ruang tamu yang masih bergabung dengan ruang tata usaha. Sekolah juga mempunyai 1 kamar mandi guru perempuan, 1 kamar mandi guru laki – laki, 3 kamar mandi peserta didik, 3 ruang labor, 1 ruang UKS dan workshop. Selain itu terdapat juga, asrama putra dan putri, ruang kantin yang memadai, pos penjaga, tempat parkir. Kemudian disekolah disediakan lapangan futsal, basket, volly ball, takraw, tenis meja dan badminton.

(46)

56

4.1.3 Profil SMK Taruna Satria Pekanbaru

Nama : SMK Taruna Satria Pekanbaru

NPSN : 10404053

NSS : 324096007016

SK Pendirian Sekolah : 420/PP.4/VI/2004 Tanggal SK Pendirian : 2004-06-12

Alamat : Jl. Delima No.5 Kec. Tampan Kota Pekanbaru

Kode Pos : 28294

Jenjang : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Status : Swasta

Akreditasi : A

Website : www.smktarunasatria.sch.id Email : [email protected]

Facebook : SMK Taruna Satria

Waktu Belajar : Double Shift (Pagi dan Petang) 6 hari Kepemilikan : Yayasan Amaliah SMK Semi Militer Pembina : KODIM 0301 Pekanbaru

Kepala Sekolah : Ir. H. Tarmizi Madjid Tahun didirikan : 2004

Kepemilikan Tanah : Milik Yayasan Luas tanah : 14,571 m2

4.1.4 Keadaan Guru

Table 4.1 Daftar Nama Guru SMK Taruna Satria Pekanbaru.

NO NAMA JABATAN

1 Ir. H. TARMIZI MADJID KEPALA SEKOLAH

2 Drs. SYAMSURI

GURU / WAKIL KEPALA SEKOLAH BID.

KURIKULUM

(47)

57

3 RAFLINOR GURU

4 DEWI SUSANA GURU

5 ZULKIFLI GURU

6 MAZYUNI WITA GURU

7 HARY SECIOWATI GURU

8 SRI LESTARI P GURU

9 MHD. NASRULLAH GURU / KESISWAAN

10 ADITYA SAMBADHA GURU

11 MU'ANAM SUROTO GURU / OPERATOR

12 ERMA ZULIANIS GURU

13 RENI OKTARIA GURU

14 LUKMAN HAKIM GURU

15 HALIMAH TUSYADIAH GURU

16 SASRA WATI GURU

17 LIA DARA MENTARI GURU

18 JUMIATI GURU

19 ELFI RAHMI JUFRI GURU

20 NINI ANDRIANI GURU

21 SAMSUL HUDA GURU

22 IRWAN SARJIANTO GURU

23 ALFITRIADI GURU

24 SAMSUDIN GURU

25 LITA RIZKI ANGGRAENI GURU

26 NOVA KURNIA GURU

27 RAHMI INTAN GURU

28 TOHIR GURU

Sumber : Data Dokumentasi SMK Taruna Satria Pekanbaru.

Tabel 4.2 Daftar Nama Staff Tata Usaha SMK Taruna Satria Pekanbaru.

NO NAMA JABATAN

1 NURUL FITRIA KEPALA TU

2 EVI SUSANTI ANGGOTA

3 SATRIA GUNAWAN ANGGOTA

4 RAMADANTO ANGGOTA

Sumber : Data Dokumentasi SMK Taruna Satria Pekanbaru.

(48)

1

4.1.5 Penggunaan Sekolah

Penggunaan sekolah SMK Taruna Satria Pekanbaru sama dengan penggunaan sekolah pada umumnya yaitu di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang terbagi ke dalam dua sesi pembelajaran yaitu sesi pagi dan sesi siang.

Sesi 1 (pagi)

Bel pertama di mulai pada jam 07.00 WIB seluruh anak didik yaitu kelas X dan kelas XII berkumpul di lapangan untuk melaksanakan apel pagi yang kemudian di berikan arahan oleh guru yang piket, dan seluruh Danton masing- masing kelas mengabsensi kehadiran anggotanya dan menyerahkannya kepada guru piket pada hari tersebut. Pada jam 07.35 ber jam pelajaran pertama di bunyikan dan seluruh anak didik masuk kedalam kelas masing untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) sampai bel pulang di bunyikan pada jam 12.50, kemudian seluruh anak didik kelas X dan kelas XII berkumpul kembali di lapangan untuk mengikuti apel siang oleh guru piket yang bersangkutan.

Sesi 2 (siang)

Bel pertama di bunyikan pada jam 13.15 WIB, seluruh siswa/i kelas XI berkumpul di lapangan untuk mengikuti apel siang dan di berikan arahan oleh guru piket dan seluruh Danton masing-masing kelas mengabsensi seluruh anggotanya dan menyerahkan kepada guru piket yang bersangkutan. Pada jam 13.50 bel jam pelajaran pertama di bunyikan dan seluruh siswa/i kelas XI masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sampai bel

(49)

2

jam pulang di bunyikan pada pukul 17.30, dan seluruh siswa/i berkumpul di lapangan untuk mengikuti apel sore bersama guru piket.

Selain sekolah juga memiliki beberapa ruangan laboratorium dan ruang workshop / praktik yang di gunakan oleh peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran yang sifatnya pengerjaan proyek agar tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Deskripsi Paparan Data Wawancara

Seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, dalam pengumpulan data yang menggunakan 3 (tiga) metode yaitu, wawancara, observasi, dokumentasi. Ketiga metode tersebut, diharapkan mampu membantu mengetahui kondisi umun di Smk Taruna Satria Pekanbaru dan khususnya tentang implementasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan disana. Melalui observasi dilakukan pengamatan yang bertujuan untuk mengetahui keadaan sekolah, pendidik, peserta didik dan juga saran dan prasarana yang menunjang jalannya proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan karena semua itu merupakan komponen penting dalam proses implementasi kurikulum 2013.

Wawancara yang dilakukan adalah sebagai upaya untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013, mulai dari pemahaman tentang kurikulum 2013, implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran akuntansi, saran dan prasarana yang ada di Smk Taruna Satria Pekanbaru, penilaian yang sesuai dengan kurikulum 2013, serta hambatan yang ada pada proses pembelajaran akuntansi.

Wawancara tersebut ditunjukkan kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum yaitu Drs. Syamsuri, serta guru mata pelajaran akuntansi yaitu Erma Zulianis, siswa dan kepada kepala sekolah Ir. H. Tarmizi Madjid.

Adapun dokumentasi yang dilakukan adalah untuk memperkuat data agar lebih valid. Studi dokumentasi yang dilakukan di ruang guru, lapangan sekolah, di ruang kelas, via online. Berikut wawancara kepada kepala sekolah, wakil kepala

Referensi

Dokumen terkait

Pertani (Persero) selaku BUMN sektor pertanian dan petani di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang telah menuai hasil yang positif, hal tersebut

Penguasaan pengetahuan dan Teknologi Pelatihan dan pembuatan Kue Brownies dan Kue Nugghets secara mandiri dilakukan oleh Tim Pelaksana melalui pelatihan, pendampingan

Jika jawaban yang diajukan oleh peserta didik kurang relevan dengan materi standar , maka guru dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperoleh

Pada daftar isi terdapat petunjuk bagi siswa untuk melihat materi pelajaran dan halaman materi yang diinginkan pada handout, padahalaman awal terdapat tampilan

Sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, yakni responden diambil dari kalangan pelaku usah yang ada di desa buden

 AKPKB adalah angka kredit PKB yang diwajibkan (sub unsur pengembangan diri, karya ilmiah, dan/atau karya inovatif)..  AKP adalah angka kredit unsur penunjang

Perlakuan dosis pupuk anorganik tidak menunjukan beda nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan kering tanaman, bobot basah

Wawancara adalah bentuk bimbingan dengan cara melakukan tanya jawab antara calon pengantin dengan penyuluh agama Islam, dalam hal ini proses tanya jawab