• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERSEPSI SISWA MENGENAI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DAN LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI: Survey pada siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PERSEPSI SISWA MENGENAI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DAN LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI: Survey pada siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran."

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

No: 266/UN40.7.D1/LT/2013

PENGARUH PERSEPSI SISWA MENGENAI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DAN LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN EKONOMI

(Survey pada siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menempuh Ujian Sidang

Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Ekonomi

Oleh Mutya Lestari

0607348

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH PERSEPSI SISWA MENGENAI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DAN LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN EKONOMI

(Survey pada siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran)

Bandung, Juli 2013 Skripsi ini telah disetujui oleh:

Pembimbing I

Dr. Dadang Dahlan, M.Pd NIP. 197512051982031002

Pembimbing II

Drs. Ani Pinayani, MM NIP. 196206121988031001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

UPI Bandung

(3)

PENGARUH PERSEPSI SISWA MENGENAI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DAN LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN EKONOMI

(Survey pada siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran)

Oleh:

MUTYA LESTARI

Sebuah Skripsi yang Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Mutya Lestari 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2013

Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

(4)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Mutya Lestari(2013)Pengaruh persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar

(PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi(Survey Pada Siswa Kelas XI Jurusan IPS di SMA

Negeri 1 Banjaran). Dibawah bimbingan: Dr.Dadang Dahlan,M.Pd; Drs.Ani Pinayani, MM

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 1 Banjaran.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksplanatory dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpulan data. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran yang berjumlah 208 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui

random sampling dengan sampel sebanyak 136 siswa. Pengolahan data dilakukan

dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi artinya semakin baik persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar (PBM) maka prestasi belajarnya akan semakin tinggi dan semakin baik lingkungan sosial ekonomi keluarga maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.

(5)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

(6)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

2.3 Proses Belajar Mengajar………. 16

2.3.1 Pengertian Belajar……….. 16

2.3.2 Pengertian Mengajar………... 17

2.3.3 Pengertian Proses Belajar Mengajar………... 19

2.4 Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga………... 21

2.4.1 Pengertian Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga………. 21

2.4.2 Peranan Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga Dalam Belajar……. 23

2.5 Kajian Empirik Beberapa Hasil Penelitian………. 24

2.6 Kerangka Pemikiran……… 26

2.7 Hipotesis………. 31

BAB III METODE PENELITIAN 33 3.1 Objek Dan Subjek Penelitian……….. 33

3.2 Metode Penelitian……… 33

3.3 Populasi Dan Sampel……….. 34

3.3.1 Populasi………... 34

3.3.2 Sampel………. 35

3.4 Operasionalisasi Variabel……… 35

3.5 Instrumen Penelitian……… 37

(7)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3.6.1 Uji Validitas... 39

3.6.2 Uji Reliabilitas... 40

3.7 Teknik Pengumpulan Data……….. 42

3.8 Teknik Analisis Data Dan Pengujian Hipotesis……….. 43

3.8.1 Teknik Analisis Data………... 43

3.8.2 Pengujian Hipotesis………. 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 48 4.1 Hasil Penelitian………... 48

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian……….. 72

4.2.1 Pengaruh Kepuasan Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) Terhadap Prestasi Belajar Siswa………. 72 4.2.2 Pengaruh Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa……… 73 4.2.3 Pengaruh Kepuasan Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) Dan Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa………. 75 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 78 5.1 Kesimpulan……….. 78

5.2 Saran……… 79

(8)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Nilai UAS Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI Sma Negeri 1

Banjaran……….

4

Tabel 2.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar……….. 10

Tabel 2.2 Jenis, Indikator Dan Cara Evaluasi Prestasi Belajar………... 12

Tabel 2.3 Kajian Empirik Beberapa Hasil Penelitian………. 24

Tabel 3.1 Populasi Siswa Kelas XI Jurusan IPS……… 34

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel……… 36

Tabel 3.3 Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi……… 41

Tabel 4.1 Keadaan Guru SMA Negeri 1 Banjaran………. 50

Tabel 4.2 Keadaan Sarana Dan Prasarana Belajar………. 51

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……… 51

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia……… 52

Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir…….. 52

Tabel 4.6 Hasil Validitas Angket Kepuasan Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar... Tabel 4.7 Hasil Validitas Angket Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga... 54 55 Tabel4.8 Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas……….... 56

Tabel4.9 Skor Kepuasan Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar………….... 57

Tabel4.10 Pedoman Konversi Norma Absolut Skala 5……… 58

Tabel4.11 Deskripsi Variabel Kepuasan Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar ………. 59

Tabel 4.12 Skor Lingkungan Sosial Ekonomi Dalam Keluarga………... 60

Tabel 4.13 Pedoman Konversi Norma Absolut Skala 5……… 61

Tabel 4.14 Deskripsi Variabel Lingkungan Sosial Ekonomi Dalam Keluarga 61 Tabel4.15 Deskripsi Variabel Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin……….. 62

Table 4.16 Deskripsi Variabel Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan Usia 63 Table 4.17 Deskripsi Variabel Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan Pendidikan Terakhir……… 63

Tabel 4.18 Hasil Uji Normalitas………... 65

Tabel4.19 Hasil Uji Linearitas Data Variabel X1 atas Variabel Y………... 66

Tabel4.20 Hasil Uji Linearitas Data Variabel X2 atas Variabel Y………... Tabel 4.21 Nilai Penduga Koefisien Regresi... 66 67 Tabel 4.22 Koefisien Determinasi……… 68

Tabel 4.23 Hasil Uji F... 69

(9)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Komponen Esensial Belajar Dan Pembelajaran……… 27 Gambar 2.2 Interaksi antara Person, Environment dan Behavior...

Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran………..

(10)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melaju dengan

pesat. Keadaan ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk

mencapai pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber

daya manusia tersebut adalah pendidikan.

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Manusia

membutuhkan pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada.

Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting bagi manusia, sebab tanpa

pendidikan manusia akan sulit berkembang bahkan akan terbelakang. Dengan

demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia

yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang

luhur dan moral yang baik.

Pada kenyataannya kualitas sumber daya manusia indonesia saat ini sangat

memprihatinkan. Berdasarkan hasil survei lembaga internasional UNDP, kualitas

sumber daya manusia Indonesia termasuk ke dalam urutan ke 124 dari 187 negara

di dunia. Bahkan indonesia berada jauh di bawah beberapa negara asia tenggara,

(11)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2 maka sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia

indonesia. Oleh karena itu, sektor pendidikan menjadi sarana yang sangat penting

dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia indonesia.

Pembangunan pendidikan nasional ditujukan untuk mewujudkan cita-cita

bangsa indonesia khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

sehingga akan menjadi bangsa yang beradab dan dapat bersaing di dunia

internasional. Sesuai dengan undang-undang No 20 bab II pasal 3 tahun 2003

tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa:

“pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung

jawab.”

Betapapun idealnya tujuan pendidikan di Indonesia, tentu tidak dapat

dicapai dengan mulus. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Proses pendidikan yang terjadi masih jauh dari tujuan tersebut. Indikator dari

keberhasilan pendidikan ini salah satunya dibuktikan oleh hasil belajar siswa.

Prestasi belajar yang dicapai siswa merupakan hasil selama ia mengikuti

proses belajar. Abin Syamsudin (2004: 26) menggolongkan prestasi belajar

sebagai “salah satu komponen dalam PBM. Prestasi belajar yang dicapai siswa

pada hakekatnya merupakan hasil interaksi antara faktor-faktor yang

(12)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3 Prestasi belajar merupakan sebuah gambaran konkrit keberhasilan proses

belajar mengajar yang berlangsung di institusi pendidikan, prestasi belajar juga

dapat menjadi tolak ukur dari tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi

tertentu yang telah diberikan, setelah peserta didik mengalami proses belajar pada

jangka waktu tertentu dan dinyatakan dalam bentuk nilai.

Belajar selain dipandang sebagai hasil, juga dipandang sebagai proses.

Seorang siswa dikatakan belajar apabila dalam dirinya itu terjadi suatu proses

yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku

tersebut diwujudkan dalam pola-pola respons yang bersifat kognitif, afektif, dan

psikomotor. Perubahan belajar pada dasarnya adalah proses yang sadar, artinya

yang bersangkutan telah melakukan sesuatu secara sadar dan pada dirinya

dirasakan adanya perubahan tertentu.

Untuk suatu proses pendidikan dalam setiap jenjang pendidikan prestasi

belajar adalah salah satu bentuk usaha yang dapat diukur melalui evaluasi untuk

menunjukkan keberhasilan. Keberhasilan suatu proses pendidikan dapat

ditentukan oleh tinggi rendahnya hasil belajar peserta didik, yang dapat dilihat

dari nilai ulangan harian, ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester

(UAS) dan ujian kenaikan kelas (UKK). Berikut ini hasil ujian akhir sekolah

(13)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4 Tabel 1.1

Nilai UAS Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMA Negeri 1 Banjaran Interval Nilai

Sumber : Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Banjaran

Berdasarkan data diatas, dapat kita ketahui bahwa hasil belajar siswa pada

mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Banjaran masih tergolong rendah. Hal

ini terlihat dari hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Banjaran dengan nilai ujian

(14)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5 dimana KKM pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Negeri 1 Banjaran

yaitu 75.

Yang menjadi penyebab rendahnya nilai hasil belajar siswa tersebut adalah

diduga karena banyak siswa yang menganggap bahwa belajar ekonomi itu adalah

hal yang membosankan. Hal ini dapat dilihat dari indikator terhadap kemampuan

guru, metode belajar yang digunakan, sarana dan prasarana, serta literatur.

Menurut survey pra penelitian, banyak siswa yang mengatakan bahwa

belajar ekonomi itu membosankan, karena didalamnya banyak teori yang harus

dipahami. Hal tersebut bisa disebabkan karena ketidakprofesionalan guru dalam

menerapkan strategi, metode, teknik penyampaian materi, penguasaan materi,

media dan sistem evaluasi yang digunakan dalam Proses Belajar Mengajar. Selain

itu, sarana dan prasarana serta literatur yang tersedia turut menentukan persepsi

siswa mengenai proses belajar mengajar (PBM). Oleh sebab itu, seorang guru

ekonomi diharapkan mampu menyajikan materi-materi dengan jelas dan

menyenangkan, salah satunya dengan mengembangkan kompetensi mengajar

sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan maksimal

dan agar anggapan siswa yang keliru tersebut dapat ditepis.

Selain faktor dari dalam diri siswa adapun faktor dari luar siswa yang ikut

mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu faktor dari luar diri siswa yang

(15)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

6 keluarga, keberadaan ekonomi yang mencukupi memberi kesempatan yang luas

bagi anak untuk mengembangkan kecakapannya.

Hasil belajar yang rendah merupakan suatu hal yang tidak bisa dibiarkan

begitu saja, karena hal ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan sumber

daya manusia, yang pada akhirnya akan menghambat pembangunan bangsa.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan

penelitian terhadap permasalahan yang telah diuraikan di atas, sehingga penulis

memberi judul penelitian ini dengan judul “Pengaruh Persepsi Siswa Mengenai

Proses Belajar Mengajar (PBM) Dan Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga

Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi”.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan dan latar belakang di atas, maka dapat

diidentifikasi rumusan masalahnya sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar

ekonomi terhadap prestasi belajar siswa?

2. Bagaimana pengaruh lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap Prestasi

belajar siswa?

3. Bagaimana pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar

ekonomi dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar

(16)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

7 1.3Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar

Mengajar ekonomi terhadap prestasi belajar siswa

2. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap

Prestasi belajar siswa

3. Untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar

Mengajar ekonomi dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi

belajar siswa

1.3.2 Manfaat Penelitian

a. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk menambah pengetahuan

dan sebagai bahan kajian dalam mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang

faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

b. Secara Praktis

(17)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

8 Dapat memberikan manfaat bagi sekolah sebagai referensi dalam

meningkatkan kualitas pembelajaran yang ditunjukan oleh keberhasilan hasil

belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran ekonomi.

 Bagi Penulis

1. Menambah wawasan dalam memperkaya ilmu kependidikan

2. Memberikan pengalaman dengan mengetahui kondisi nyata di lapangan,

(18)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek dan subjek penelitian

Objek penelitian merupakan sasaran dari penelitian yang akan

dilaksanakan. Objek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa dengan

faktor yang mempengaruhinya adalah persepsi siswa mengenai proses belajar

mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga. Adapun subjek dalam

penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjaran.

Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data primer artinya data

langsung diperoleh dari responden melalui kuesioner.

3.2 Metode Penelitian

Metode merupakan cara yang digunakan untuk meneliti sesuatu sehingga

dapat diambil kesimpulan. Metode adalah cara utama yang digunakan untuk

mencapai suatu tujuan. Metode penelitian adalah suatu metode dalam meneliti

status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran

ataupun suatu kelas pemikiran.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey

eksplanatory atau “Penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan

(19)

34

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

untuk menjelaskan atau menguji hubungan antar variabel yang diteliti”

(Singarimbun dan Efendi 2006:4).

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi merupakan keseluruhan dari subjek penelitian. Suharsimi

Arikunto (2006:108) mengemukakan bahwa “populasi adalah keseluruhan objek

penelitian atau totalitas kelompok subjek, baik manusia, gejala, nilai, benda-benda

atau peristiwa yang menjadi sumber data untuk suatu penelitian”.

Sedangkan menurut Sugiyono (2006:55) “populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan

karakterisik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya.”

Berdasarkan definisi diatas, maka populasi merupakan keseluruhan dari

objek yang akan diteliti. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini

adalah seluruh siswa kelas XI jurusan IPS SMA Negeri 1 Banjaran yang

berjumlah 208 siswa.

Tabel 3.1

Populasi Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 1 Banjaran

No Nama Kelas Jumlah Siswa

1. XI IPS 1 44

2. XI IPS 2 40

3. XI IPS 3 42

4. XI IPS 4 40

(20)

35

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jumlah 208

Sumber: SMA Negeri 1 Banjaran

3.3.2 Sampel

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:117) Sampel adalah sebagian atau

wakil populasi yang diteliti.

Dalam penentuan jumlah sampel siswa dilakukan melalui perhitungan

dengan menggunakan rumus Slavin sebagai berikut:

(Riduwan 2004: 65 )

Keterangan:

n = Ukuran sampel keseluruhan

N = Ukuran populasi

e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan

Dengan menggunakan rumus diatas didapat sampel siswa sebagai berikut:

(21)

36

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dari perhitungan diatas, maka ukuran sampel minimal dalam penelitian

ini adalah 136 siswa.

3.4 Operasionalisasi Variabel

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen yaitu persepsi

siswa mengenai proses belajar mengajar (PBM) (X1) dan lingkungan sosial

ekonomi keluarga (X2). Sedangkan yang menjadi variabel dependen yaitu hasil

belajar siswa pada bidang studi ekonomi (Y). Operasionalisasi variabel dalam

penelitian ini dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 3.2

Operasionalisasi Variabel

Konsep Teoritis Konsep Empiris Konsep Analitis Skala

Variabel Bebas (X) objek, peristiwa atau hubungan-hubungan

yang diperoleh

dengan menyimpulkan

informasi dan

menafsirkan pesan.” Jalaludin Rakhmat (2007:51)

Keadaan Lingkungan

sosial ekonomi

Jumlah skor persepsi siswa mengenai PBM 3. tersedianya atau tidak

(22)

37

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu keluarga

(X2)

ekonomi keluarga yang diukur melalui indikator: a. pekerjaan orang tua, b. penghasilan dan

kekayaan, c. tingkat pendidikan

orang tua,

d. keadaan rumah dan lokasi, non formal orang tua b. pekerjaan orang tua

atau jabatan yang dipegang

c. pendapatan orang tua d. keterlibatan orang tua

pada kegiatan di masyarakat

e. lokasi tempat tinggal f. lingkungan di sekitar

tempat tinggal g. perhatian orang tua

terhadap kebutuhan

adalah hasil belajar

atau perubahan

tingkah laku yang menyangkut ilmu pengetahuan,

keterampilan dan sikap setelah melalui proses tertentu,

Besarnya jumlah nilai UAS ekonomi yang diperoleh siswa

Data diperoleh dari guru tentang Nilai Ujian Akhir Semester pada mata pelajaran ekonomi di kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 1 Banjaran.

Interval

3.5 Intrumen Penelitian

Menurut Arikunto (2006:149), “instrumen penelitian adalah alat pada

waktu penelitian menggunakan sesuatu metode”. Dalam suatu penelitian alat

(23)

38

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dikumpulkan dan kualitas penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam

penelitian ini adalah angket tentang persepsi siswa mengenai PBM dan

lingkungan sosial ekonomi keluarga serta hasil belajar siswa dalam mata pelajaran

ekonomi.

1. Angket

Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan

untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya

atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto,2006:151).

Adapun langkah-langkah penyusunan angket adalah sebagai berikut :

a. Menentukan tujuan pembuatan angket yaitu untuk memperoleh data dari

responden mengenai persepsi siswa mengenai PBM dan lingkungan sosial

ekonomi keluarga serta hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi.

b. Menentukan objek yang menjadi responden yaitu para siswa kelas XI

Jurusan IPS SMA Negeri 1 Banjaran yang menjadi sampel

c. Menyusun kisi-kisi instrumen penelitian

d. Menyusun pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden

bersifat tertutup.

e. Menentukan kriteria pemberian skor untuk setiap item pertanyaan yang

bersifat tertutup. Alat ukur yang digunakan dalam pemberian skor adalah

daftar peertanyaan yang menggunakan skala likert dengan ukuran ordinal

(24)

39

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

hanya menetapkan peringkat saja, sedangkan untuk data yang bersifat

interval para responden diberi kebebasan untuk mengisi angket yang telah

disediakan.

f. Melakukan uji coba

g. Merevisi angket sampai didapat angket valid dan reliabel

h. Menyebarkan angket

i. Mengelola dan menganilisis hasil angket.

2. Dokumentasi

Hasil belajar diperoleh dari Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) siswa pada

mata pelajaran ekonomi kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 1 Banjaran tahun

2012/2013.

3.6 Pengujian Instrumen Penelitian

3.6.1 Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan dari suatu

instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang

tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang memiliki validitas rendah. Dalam uji

validitas ini digunakan teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh

Pearson dengan rumus sebagai berikut :

(25)

40

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu rxy = koefisien korelasi butir

∑X = jumlah skor tiap item

∑Y = jumlah skor total item

∑X2

= jumlah skor-skor X yang dikuadratkan

∑Y2

= jumlah skor-skor Y yang dikuadratkan

∑XY = jumlah perkalian X dan Y

Perhitungannya merupakan perhitungan setiap item, hasil perhitungan

tersebut kemudian dikonsultasikan ke dalam tabel harga product moment

dengan taraf signifikansi atau pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil yang sudah didapat dari rumus product moment terus

disubtitusikan ke dalam rumus t, dengan rumus sebagai berikut :

(26)

41

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Keterangan :

t = uji signifikansi korelasi

n = jumlah sampel

r = nilai koefisien korelasi

Hasil thitung tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga distribusi

ttabel dengan taraf signifikansi () = 0,05 yang artinya peluang membuat

kesalahan 5 % setiap item akan terbukti bila harga thitung > ttabel dengan taraf

kepercayaan 95% serta derajat kebebasannya (dk) = n - 2. Kriteria pengujian

item adalah jika thitung lebih besar dari harga ttabel maka item tersebut valid.

3.6.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data

tersebut menunjukkan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan, kestabilan atau

konsistensi dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu

walaupun dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Untuk menghitung uji

reliabilitas penulis menggunakan teknik alpha dengan rumus :

r

= reliabilitas instrument

(27)

42

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2 i

= jumlah varians butir

2 t

 = varians total

Untuk menghitung reliabilitas, penulis juga menggunakan bantuan

software SPSS 11. Yang kemudian diinterpretasikan.

Untuk mengetahui interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi,

menurut Suharsimi Arikunto (2002: 245) interpretasi besarnya koefisien korelasi

adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan

Antara 0,800 – 1,000 Reliabilitas sangat tinggi

Antara 0,600 – 0,800 Reliabilitas tinggi

Antara 0,400 – 0,600 Reliabilitas cukup

Antara 0,200 – 0,400 Reliabilitas rendah

Antara 0,000 – 0,200 Reliabilitas sangat rendah

Sedangkan untuk mencari nilai varians per-item digunakan rumus varians

sebagai berikut :

Sebaliknya jika ri≤ r 0,05→ tidak reliabel

(28)

43

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Menurut Arikunto (2006: 126) “Teknik pengumpulan data merupakan cara

dan alat yang digunakan dalam mengumpulkan informasi atau keterangan

mengenai subjek penelitian”. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah :

a. Angket atau Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau

hal hal yang dia ketahui (Arikunto, 2006:128). Peneliti menggunakan angket

tentang lingkungan sosial langsung kepada siswa (sampel) berdasarkan jumlah

responden yang telah ditentukan.

b. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi, Millan & Schumacher (Sugiyono

2010:143)menjelaskan “Studi dokumentasi merupakan literatur yang behubungan/

bersangkutan secara langsung terhadap masalah, penelitian yang menyelidiki

variabel yang sama, dan ujian empiris dari teori dan praktek”.

c. Wawancara

Yaitu usaha untuk mengumpulkan informasi dengan cara mengajukan

pertanyaan lisan. Dalam hal ini wawancara dilakukan kepada siswa, guru dan

(29)

44

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3.8 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

3.8.1 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan analisis regresi linier

berganda (multiple linear regression method), dengan persamaan sebagai berikut:

Y = a0+ β1X1+ β2X2

Dimana :

Y = Prestasi belajar

a = Konstanta

β = Koefisien regresi

X1 = Persepsi siswa mengenai PBM

X2 = Lingkungan sosial ekonomi keluarga

Untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan perlu diperhatikan dengan

pengelolaan data yang telah terkumpul. Jenis data yang terkumpul dalam

penelitian ini adalah data ordinal dan interval. Dengan adanya data berjenis

ordinal maka data harus diubah menjadi data interval melalui Methods of

Succesive (MSI). Salah satu kegunaan dari Methods of Succeive interval dalam

pengukuran sikap adalah untuk menaikan pengukuran dari ordinal ke interval.

Sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Harun Al-rasyid (1993:

131-134) dalam bukunya teknik penarikan sampel dan penyusunan skala.

(30)

45

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Perhatikan tiap butir pernyataan, misalnya dalam angket.

2. Untuk butir tersebut, tentukan berapa banyak orang yang mendapatkan

(menjawab) skor 1,2,3,4,5 yang disebut frekuensi.

3. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut

Proporsi (P).

4. Tentukan Proporsi Kumulatif (PK) dengan cara menjumlah antara proporsi

yang ada dengan proporsi sebelumnya.

5. Dengan menggunakan tabel distribusi normal baku, tentukan nilai Z untuk

setiap kategori.

6. Tentukan nilai densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh dengan

mengunakan tabel ordinat distribusi normal baku.

7. Hitung SV (Scale Value) = Nilai Skala dengan rumus sebagai berikut:

)

8. Menghitung skor hasil tranformasi untuk setiap pilihan jawaban dengan

(31)

46

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Untuk menguji hipotesis, dalam penelitian ini menggunakan uji dua pihak

yang dirumuskan secara statistik adalah sebagai berikut :

Ho :  = 0, Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel X

terhadap variabel Y

Ho :   0, Artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap

variabel Y

Adapun kesimpulan yang dijadikan dasar untuk menolak atau menerima

hipotesis adalah : Hipotesis hubungan secara keseluruhan atau simultan H0 ditolak

jika F hitung > F tabel dan H0 diterima jika F hitung < F tabel, sedangkan untuk

uji hipotesis hubungan secara parsial H0 ditolak jika t hitung > t tabel dan H0

diterima jika t hitung < t tabel.

Dengan tingkat kesalahan atau error sebesar 0.05 atau 5% atau tingkat

signifikansi sebesar 95%. Untuk berbagai pengujian statistik t yang akan

dilakukan lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut :

1. Uji t Statistik

Untuk menguji hipotesis, maka dilakukan uji t, dimana untuk menguji

hipotesis secara parsial dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

tstatistik =

2

1 2

r n r

(Sudjana, 1997:259)

Setelah diperoleh t statistik atau t hitung, selanjutnya bandingkan dengan t

(32)

47

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Kriteria:

Ho diterima jika t statistik < t tabel, df [k;(n-k)]

Ho ditolak jika t statistik  t tabel, df [k;(n-k)]

Artinya : apabila t statistik  t tabel maka koefisien korelasi parsial tersebut signifikan dan menunjukkan adanya pengaruh secara parsial antara

variabel terikat (dependent) dengan variabel bebas (independent), atau sebaliknya

jika t statistik < t tabel maka koefisien korelasi parsial tersebut tidak signifikan

dan menunjukkan tidak ada pengaruh secara parsial antara variabel terikat

(dependent) dengan variabel bebas (independent).

2. Uji F Statistik

Uji F Statistik bertujuan untuk menghitung pengaruh bersama variabel

bebas secara keseluruhan terhadap variabel terikat. Rumus yang digunakan adalah

:

2 2

/

(1 ) / 1

R k

F

R n k

   .

Cara yang dipakai menurut Damodar Gujarati dalam bukunya

Ekonometrika adalah membandingkan antara nilai F hitung dengan nilai F tabel.

Dengan ketentuan sebagai berkut :

1) Apabila F hitung > F tabel maka pengaruh bersama antara variabel bebas

(33)

48

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2) Apabila F hitung < F tabel maka pengaruh bersama antara variabel bebas

secara keseluruhan terhadap variabel terikat adalah tidak signifikan.

3. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) merupakan cara untuk mengukur ketepatan

suatu garis regresi. Menurut Damodar Gujarati (1998 : 98) dalam bukunya

Ekonometrika dijelaskan bahwa Koefisien determinasi (R2) yaitu angka yang

menunjukkan besarnya derajat kemampuan menerangkan variabel bebas terhadap

variabel terikat dari fungsi tersebut. Nilai R2 berkisar antara 0 dan 1 (0< 2<1).

Dengan ketentuan sebagai berikut :

1) Jika R2 semakin mendekati 1, maka hubungan antara variabel bebas

dengan variabel terikat semakin erat/ dekat, tau dengan kata lain model

tersebut dapat dinilai baik.

2) Jika R2 semakin menjauhi angka 1, maka hubungan antara variabel bebas

dengan variabel terikat jauh atau tidak erat, dengan kata lain model

(34)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar berpengaruh positif terhadap

prestasi belajar siswa. Dengan demikian jika tingkat persepsi siswa mengenai

proses belajar mengajar baik/tinggi maka prestasi yang diraih siswa akan

baik/tinggi pula, dan sebaliknya jika tingkat persepsi siswa mengenai proses

belajar mengajar buruk/rendah maka prestasi yang diraih siswa akan rendah

pula.

2. Lingkungan sosial ekonomi keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi

belajar siswa. Dengan demikian semakin baik lingkungan sosial ekonomi

keluarga maka prestasi belajar yang dicapai siswa semakin tinggi, dan

sebaliknya apabila semakin tidak baik lingkungan sosial ekonomi keluarga

maka prestasi belajar yang dicapai siswa semakin rendah pula.

3. Persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar (PBM) dan lingkungan sosial

ekonomi keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa.

(35)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

79

lingkungan sosial ekonomi keluarga, maka semakin meningkat prestasi

belajarnya.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengajukan beberapa saran sebagai

berikut:

1. Sebaiknya faktor persepsi siswa mengenai proses belajar mengajar menjadi

salah satu faktor yang diperhatikan dalam upaya meningkatkan prestasi

belajar siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan guru lebih luwes dalam

memilih metode, media dan teknik penyampaian materi, penguasaan materi

dan sistem evaluasi yang digunakan agar siswa merasa puas terhadap proses

belajar mengajar yang berlangsung sehingga persepsi siswa mengenai proses

belajar mengajar ekonomi menjadi baik. Sebaiknya digunakan literatur yang

sesuai dengan perkembangan jaman sebagai pembanding dan penyeimbang

literatur lama yang sudah langka dan usang, serta lebih melengkapi dan

memberi kebebasan kepada siswa untuk dapat memanfaatkan sarana dan

prasarana sekolah yang dapat menunjang peningkatan prestasi belajar siswa.

2. Lingkungan sosial ekonomi keluarga sebaiknya diciptakan lebih baik lagi

dengan jalan membenahi interaksi yang terjadi antara anggota keluarga siswa.

(36)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

80

biaya pendidikan diharapkan dapat membantu upaya peningkatan prestasi

belajar siswa.

3. Berdasarkan hasil penelitian terdapat faktor-faktor lain selain persepsi siswa

yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, maka hendaknya dilakukan

penelitian selanjutnya untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut

terhadap prestasi belajar siswa, baik internal seperti kemampuan siswa, minat,

motivasi, dan sebagainya maupun faktor eksternal lainnya seperti lingkungan

(37)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Al Rasyid, H. (1993). Teknik Penarikan Sampel dan Penyusunan Skala. Bandung: Diktat Kuliah Pasca Sarjana UNPAD

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rieneka Cipta

Dimyati dan Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Dirmansyah, Yulia. (2005). Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Dalam Mempelajari

Akuntansi (Studi Kasus Pada Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMAN 1 Purworejo Tahun Ajaran 2004/2005). Skripsi Universitas Negeri

Semarang. Tidak diterbitkan.

Djamarah, Bahri, S. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rieneka Cipta

Fauzi, Ahmad. (2004). Teori Persepsi. Jakarta: Rineka Cipta

Gujarati, Damodar. (1998). Ekonometrika Dasar . Jakarta: Erlangga

Muhibbin. (2004). Psikologi Pendidikan. Bandung : Rosda Karya.

Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Purwanto, N. (2004). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda Karya

Rahayu, Eptiarti.(2008).Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Prestasi Belajar

Siswa (Survey Pada 5 SMA di Kabupaten Purwakarta). Skripsi Universitas

Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan.

Rakhmat, Jalaludin. (2007). Persepsi Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers

Riduwan. (2004). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Sagala Syaiful. (2003). Konsep dan Makna Pembelajar. Bandung : Alfhabeta.

(38)

Mutya Lestari, 2014

Pengaruh persepsi siswa mengenai Proses Belajar Mengajar (PBM) dan lingkungan sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rieneka Cipta

Soelaeman, M. I. (1994). Pendidikan dan Keluarga. Bandung: Alfabeta

Sudjana, N. (1996). Metode Statistik. Bandung: Tarsito

Sugiyono. (2006). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suprian, AS. (2005). Evaluasi Pendidikan. Bandung: FPTK-UPI

Surya, Moh. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Syamsudin, A. (2004). Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Tahira, Aprillian.(2012). Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Hasil Belajar

Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Survay pada siswa kelas X SMA Pasundan se-kota Bandung). Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.

Tidak diterbitkan.

Thoha, Miftah. (2003). Perilaku Organisasi. Jakarta: Rajawali Pers

Usman, Uzer. (1993). Menjadi Guru Profesinal. Bandung : Remaja Rosdakarya

Yulia, Willa. (2011). Pengaruh Lingkungan Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap

Motivasi Belajar Siswa Dan Implikasinya Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Survay Pada SMA Swasta Kota Bandung).

Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan.

Gambar

Tabel 1.1 Nilai UAS Mata Pelajaran Ekonomi
Tabel 3.3 Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi

Referensi

Dokumen terkait

Dengan hak bebas royalti non-eksklusif ini Universitas Sebelas Maret berhak menyimpan, mengalihmediakan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database),

tenaga kesehatan umumnya bahwa terapi latihan dan terapi manipulasi secara dini dan intensif sangat efektif untuk meningkatkan lingkup gerak sendi bahu pada pasien frozen

Apel Pagi Apel pagi dilaksanakan pada pukul 07.30, dihadiri oleh dihadiri oleh Kabid Kota Yogyakarta, karena Kepala Dinas tidak dapat hadir karena sedang persiapan pelaksanaan

Stand: Juni 2011 • Anhang A enthält die im Anhang I des WA aufgeführten Arten (von der Ausrottung bedrohte Arten, die durch den Handel beeinträchtigt werden könnten) sowie Arten,

Berdasarkan ketentuan yang berlaku kepada BUMN dan BUMD dapat diberikan Hak Guna Bangunan selama maksimum 30 tahun atau bagi BUMN/BUMD tertentu dimungkinkan

Tugas akhir ini disusun untuk diajukan sebagai syarat dalam ujian sarjana teknik sipil bidang studi teknik sumberdaya air pada Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara..

Ended untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika. Materi Bangun

Katalog buku merupakan suatu daftar yang berisi informasi buku yang dilakukan secara berurut, dapat berdasarkan kode buku tersebut, nama pengarang, judul buku dan nama penerbit.