t
DEPRESI PADA WANITA MENOPAUSE
DAN
... -.i-.-j :.., ,.r-,:
,
HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS
HIDUP
.IIES|S
.f
]IIONDALE SAPUTRA
+
No.
GHS 16686
BAGIAN
'
STTF
OBSiTETRI,DA]'I
GII{EKOLOGI
RSUP
Dr.
M.
DJAHIL FAKUTTAS KEDQKTERAN
UNIVERSITAS
ANDALAS
PADANG
.'..DEffiEST
P*D*WAff.fT*
TEI{OPAUSE
OAN
HUBI'HGASITIYA
T}E$.IG*TTKUALJTAS HH'UP
l$tr
BagflaruSilF
ffildil
GinekologiFekjb
F.DB.L
rpm^lgsf,Prff*r
:"
O&ahlwr
pdihqgt*
fiJrytusl
IOtt
tftfira
PrEgemStudi
Wt#t€ilntt@fl
"Kds&ulr
rEl3
; h
l'
OR&
ft
Joro*eef;3enftfl[
Spttc
ffi
-:-='-: -- - "':t''--'"'
i
aDr.$n@SOA$(I
LD-lt@r\ffi6
ABSTRAK
SAP[ITRAI
llt
2011.DEPRESI
PADA WANITA
MENOPAUSE
DANHUBUilGAilIIYA
DEt{cA}l
KUALITAS HIDUP.
Tesis.
Bagian
I
slF
otebEi
den
Ginekologi
Fakultas Kedokteran
universitas
frffi.
RllF
Dr-
I-
Diamif
Padang
Lab Uf*rng-
Ultrfla
rntpFuse
nrengahmi bennacam gejala. Gejala;rrugb
mdtl
crsiu$mg,
errxlsi latril, pelupa, sampai depresi seringird{i
D€pled dan sfies Ineniadi mitos unfuk wanita yang memasuki usiaFIr
lrya
dil
mempengaruhibtih
dan 25o/o wanita dalam kehidupannya.Degre{i
berpengaruhpada
meningkatnya prevalensi gangguan kualitaslfrp.
Peneflim
tentarg kualitas hkJup terhadap stres dan depresi saat inirtcilt
sedildt dihkukan. Berbagai hasil penelitian terdahulu mengenai depresipeda wanita menopause
dan
hubungannya dengan kualitas hidup masihmempedihaftan hasil yang kontroversi. Sehubungan dengan
hal
tersebutdffi
penulisingin
melakukan penelitian tentang depresipada
wanitamenopause dan hubungannya dengan kualitas hidup.
Tqtnn.
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kejadian depresi padaHita
rnenopause dengan kualitas hidup?Tempat.
Posyandu Lansia Puskesmas Nanggalo Kota PadangWakfrr.
Juli-
November 2010Rancangan. Cross Sectional Analytic
Bahan
dan cara kerja.
Pengambildn sampel dilakukansecara
RandomBlack Sampling. Kemudian sampel yang memenuhi kriteria inklusi mengisi
kuesioner
Beck
Depression lqventory dan kuesioner Utian Qualityof
Life. Dari hasil kuesioner sampel dikelompokkan menjadi depresi atauiidaf
dantingkat
kualitashidup
baik atau
kurang.Data
kemudiandiolah
secarakomputerisasi dengan menggunakan perangkat SPSS
for
windows dan dilakukan uji statistik yaitu OR dan Chr-Sguare.Hasil. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik 100 orang responden
yaitu tingkat pendidikan
dan
status pekeriaan kelompok depresi(+)
dandepresi (-) seimbang sehingga kedua kelompok tersebut dapat dibandingkan.
Data menunjukkan
8
subjek (8.0%) mengalami depresi dan kualitas hidupyang kurang, sebaliknya 50 subjek (50.0%) tanpa depresi dengan kualitas
hidup yang baik. Analisis statistik dengan Chi Square memperlihatkan tidak
ada perbedaan antara terjadinya kualitas hidup berdasarkan adanya depresi
(p=O.ll+,p>0.05)
Kesimpulan. Pada penelitian
ini
tidak terdapat hubungan yang bermaknaantara depresi pada wanita menopause dengan kualitas hidup.
Kata Kunci. Depresi, menopause, kualitas hidup.
ABSTRACT
8rF'lntr
I lttt.
EtPAtrsE
AHD DEPRESSTON tN WOMEN W|THmf
,CJLIITYC LfE-
Thcsis" Deparbmentof
Obstetrics andffif,
ffidEi:,
Utyemtty of
Andalas. Dr. M. DjamiltH
q'llr.-t
lelryrsat
rnEn
elgerbrce
a
varirsg
of
symptoms.ffiU
s1nl$ms
sucfi
as
initability, emotional
instability,llgffE,
rnfl fie
deges*m
often elperienced. Depression and stresshrr
a myifibr
rcrpn
enbring mktdkg age and affects more than 25% ofErEn
in
hb
fb.
Depression affectedby the
increasing prevalence ofdeoder
m
qdity
oflib.
Research on quality of life of stress and depressionb
snf
a
bit
done. Various resultsof
previous researchon
depression in ntenopausalwomen and its relationship to quality of life still shows the resultsdtre
confoversy. Relative to the above authors would like to do research onCprcssttn
in menopausalwomen and its relationship to quality oflife.Atess*n
in menopausal women with qualig of life?locdim.
Elderly Posyandu Health Center Nanggalo PadangTine.
July-November 20 1 0De{;n.
CrossSectionalAnalytic
.
Iabrials
and methods. Random Sarnpling is done in Block Sampling. Thenthe samples that meet the inclusion criteria
to
fill
out questionnaires BeckDeptession lnventory-and the tJtian Quality-of
tife
questionnaire. From the resuttsof a
sample questionnaire are grouped into depressedor
not andwhether the level of quality of life or less. The data are then processed using
the computerized SPSS for windows and conducted statistical tests namely OR and Chi-Square.
Resulb.
From the research results can be seen that the characteristics of100
respondentsnamely
educationallevel
and
employment status depression group (+) and depression (-) balanced so that both groups can becompared. The data show eight subjects (8.0%) experienced depression and
poor quality
of
life, otherwise 50 subjects (50.0%) without depression withgood quality of life. Statistical analysis with Chi Square showed no difference between the quality of life based on the presence of depression (p = 0774, p> 0.05)
Conclusion.
ln
this
study therewas no
significant conelation between depression in menopausalwomen with quality of life.Keywords. Depression, menopause, quality of life.
KATA PENGANTAR
ffi
Ff t6frr
penris
ucapkan ke hadhirat Allah SWT yang:|ft ffingn
rdrnaf
&t
kanrnbNya
selama penulis
menjalaniptrf-n silfi
rnnyetes*an
tesb ini.Tesis dergan
fudul
DEPRESI
PADA WANITA
MENOPAUSEDAll
HUBUilGANIIYA
DENGANKUALITAS
HIDUP
disusun sebagais*h
satu syarat memperoleh gelar Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi(SpOG) pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
F*.ilas
Kedokteran Universitas Andalas I RS Dr. M. Djamil Padang.Penulis menyadari bahwa tulisan
ini
masih jauh dari sempurna baikdri
segi, penulisan, isi maupun pembahasannya. Penulis berharap tulisan inid+d
menambah perbendaharaan ilmiah untuk penelitian lebih lanjut dalamupaya
menurunkanangka
morbiditas sebagai dampakdari
persalinanpwaginam, agar
setiap
penolong
persalinanlebih
berhati-hati dalamrnenolong sehihgga
dapat
meminimalkanSerta
mengfiihngkah semua dampak persalinan tersebut.Berbagai pihak telah mendorong, memberi semangat dan membantu
serta membimbing penulis untuk dapat menyelesaikan tesis ini.
Kepada DR. Dr. H. Joserizal Serudji, SpOG(K), Ketua Bagian
/
SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/
RS Dr. M.Djamil Padang, penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas
kebaikan
dan
ketulusanhati
beliauyang
telah
memberikan bimbingan,dorongan, semangat, nasehat, kepercayaan serta menanamkan etika, disiplin
Kepada
Dr.
H.
Pelsi
Sulaini, SpOG(K),KPS
PPDS Obstetri danGirckobgi
Fakullas Kedokteran Universitas Andalas/
RS
Dr. M.
Djamilffittr"
penufis
rnenyrampaikanterima kasih
dan
penghargaan atasH#r
@r
kefi.*san
ltati
beliau
yang
telah
memberikanffi
sefistgd,
lrrseh"t,
kepercayaan serta menanamkanth ffi
fi
r
n
ftg5ng
id
sdrna
pen ulis mengikuti pendidikan.ffi
lf.
t+
fu|'i
Si
Lsltri,
SpOGK
penulis menyampaikanffr H
d*t
pqlugant
ab
k$aikan
dan ketulusan hati beliau yangtldD
tmmimiU
penuls mulai
dari
perencanaan, pelaksanaan danWns:*n
dfiir
bsis
ini,
serta
memberikan bimbingan, dorongan,m#,
Cprcayan
serta rnenanamkan etika , disiplin dan rasa tanggungFD
selrm
penulis mengikuti pendidikan.lcpada Dr.
H.
Edison,MPH,
pembimbing statistikdan
metodepentn,
penulis menyampaikanterima kasih
dan
penghargaan atasffit
fui
ketulusan hati beliau yang telah meluangkanwaktu
untuk:ryfFi
penulis
memahami
metode
penelitian.
Dengan
dorongansnrrgil
dan
nasehatserta rasa
tanggungiawab
beliaupada
penulis*na
rnenyelesaikan tesisini. '
Kepada Prof. Dr. H. Djusar Sulin, SpOG (K), Guru Besar Obstetri dan
Cfd(@i
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/
RS
Dr. M.
DjamilPa&rg,
penulis
menyampaikanterima kasih
dan
penghargaan atasftebakan dan ketulusan hati beliau yang memberikan bimbingan, dorongan,
nasehat, kepercayaan serta menanamkan etika, disiplin dan rasa tanggung
ietwab selama penulis mengikuti pendidikan.
Kepada Prof. Dr. H.K. Suheimi, SpOG (K), Guru Besar Obstetri dan
Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
/
RS
Dr.
M.
DjamilPadang,
penulis
menyampaikanterima kasih
dan
penghargaan ataskebaikan dan ketulusan hati beliau yang memberikan dorongan, nasehat,
kepercayaan serta menanamkan etika, disiplin
dan
rasa tanggung jawabselama penulis mengikuti pendidikan.
tGpada Prof.
Dr.
H.
Mahjuddin Soeleman, SpOG (K), Guru BesarOffifri
dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/
RS Dr. M.qilrd
kng.
penulis rnenyampaikan terima kasih atas bimbingan yangbmntnl*ef
#me
penu5snroEkuti
pendidikan.ffim
[}-
lt
Ennm
Bakar, SpOG (K) (alm), penulis menyampaikanhm m
dm
p;gln
Ean atas kebatian dan ketulusan hati beliau yangffinmfn,
dofixtgan, nasehat, kepercayaan serta menanamkanfr,ry1drr
rea
tarlggurg iavyab selama penulis rnengikuti pendidikan.rcae
IL-
H-
Fletfial Hchni,spoc,
penulis menyampaikan terimabft
dil
genghargaaflah
kebaikan dan ketulusan hati beliau yang telahrsrffir
birt*ryan,
dororgan, nasehat, kepercayaan serta menanamkan{r-,
dsilftt
dan rasa tanggurqg jawab selama penulis mengikuti pendidikan.lcpada tlr.
H.tuidi,
SpOG, penulis menyampaikan terima kasih danFeingaan
atas kebaikan dan ketulusan hati beliau yang telah memberikanHirygl"
dotrongan, nasehat, kepercayaanserta
menanamkanetika
,tfir
drr
rasa tanggung jawab selama penulis mengikuti pendidikan.lGgada Dr. Hj. Desmiwarti, SpOG (K), penulis menyampaikan terima
Ht
dan penghargaan atas kebaikan dan ketulusan hati beliau yang telahnsrterikan
bimbingan, dorongan, nasehat, kepercayaan serta menanamkan&
, dbiplin dan rasa tanggung jawab selama penulis mengikuti pendidikan.lGpada Dr. Hj. Ermawati, SpOG (K), penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kebaikan dan ketulusan hati beliau yang telah
rsnberikan
bimbingan, dorongan, nasehat, keperc ay aan serta menanamkanefika, disiplin dan rasa tanggung jawab selama penulis mengikuti pendidikan
Kepada Dr. H. Syahredi SA, SpOG (K), penulis menyampaikan terima
kasih dan penghargaan atas kebaikan dan ketulusan hati beliau yang telah
memberikan
bimbingan, dorongan, semangat
dan
nasehat
sertatnenanamkan rasa tanggung jawab selama penulis mengikuti pendidikan.
Kepada Dr. Hj. Yusrawati, SpOG (K), penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kebaikan dan ketulusan hati beliau yang telah
nwnbinbirq
penulis mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penyelesaian#ff
tesb ini
serta
memberikan bimbingan, dorongan,nasehat
danwilergrn-r*an rma thanggung jawab selama penulis mengikuti pendidikan
Kepe
fu
tsdby
lnudl'a Utama. SpOG, penulis menyampaikan terimalldll
dm
mfrrygl G
keh*an
dan ketulusan hati beliau yang telahffiffiryller
serrnngdsebna
penulis mengikuti pendidikan.lm
lh-
H- f,l€frh, SpOG, pendis menlrampaikan terima kasih dantnf,rfm &
lcbaikan dan
ketulusanlnti
beliauyang
memberikanmlrygrCm
senrdrgat selarna penulis rnengikuti pendkiikan.f&peda
th.
Ardi
Friadi SpOG, penulis menyampaikan terima kasihdm
perqlr*saan
abs
kebaikan dan ketulusan hati beliau yang memberikanffirgan
dan sernangat selama penulis mengikuti pendidikan.tGpada Dr. Hj. Armeina Bustami, SpOG, Dr.
H.
Masrizal N, SpOG,h"
fkrsal
Salvina, SpOG, Dr. H. Zulhanif Nazar, SpOG, Dr. Erman Ramli,rffi
(K), Dr. Aladin, SpOG (K), Helwi Nofira, SpOG,
Dr. Ferdinal Ferri,drt
Dr. Hendri Zola, SpOG sebagai konsulen Bagian Obstetri danmrobgi
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas di Rumah Sakit Jejaring,eenrfs
rnenyampaikanterima
kasfftyang tulus
dan
penghargaan atasleba*an
dan ketulusan hati beliau yang telah memberikan bimbingan danrHtat
serta menanamkan rasa tanggung jawab dan disiplin selama penulis tmengilalti pendidikan.Kepada Dr.
H.
Suchyar lskandar, MKes dan Dr. H. Yanuar Hamid, SpPD. MARS sebagai mantan Direktur UtamaRS
Dr.M.
Djamil Padang,Dr. Hj. Aumas Pabuti, SpA (K) MARS sebagai Direktur Utama RS Dr. M.
Qamil Padang penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kebaikan
dan
ketulusanhati
beliau menerimadan
memberi kesempatanpenulis memanfaatkan fasilitas RS Dr. M. Djamil Padang selama pendidikan
di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.
Kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas
Andalas
Padangbeserta seluruh
stal
penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan#s
kebaikan
dan
ketulusan
hati
mereka
menerimadan
memberikEsentpdan penulis menjalani pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas
Arffi
fuang.
l(ryda
lGfira
Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitasinnffi
/#Rs [h-
ll-
rlilnl
Padang beserta staf, penulis menyampaikanilffi iH
dm
prylngstrl
atas kebaikandan
ketulusan hati merekaffii+dqi
recgtpAt
dan nrembimbing penulis selama menjalanitbfffbrArcsE*
l&p*
l(efrra Bagkm
Pdologi
Anatomi
Fakultas
Kedokteranthisrfas
Andah
/
RS
th.
lt-
DFmil
Pdang
besertastaf,
penulisnangtpa*zt
brima
ksih
dan perghargaan atas kebaikan dan ketulusanhdi
mereka rnenerima, memberi kesempatandan
membimbing penulis*na
nenjalani stase di bagian PatologiAnatomi.Kepada para sejawat residen peserta PPDS Obstetri dan Ginekologi
F&las
Kedokteran Universitas Andalas/
RS Dr. M. Djamil Padang, penulistctFnpaikan
terima kasih dan penghargaan atas kerjasama, bantuan danfifrngan
yang tulus yang telah
diberikanselama penulis
mengikutipenddikan.
'
Kepada semua paramedis di Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas
l(edokteran Universitas Andalas
/
RS Dr.
M.
Djamil
Padang, penutis ns1rampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerjasama dan bantuansdama penutis mengikuti pendidikan.
Kepada semua paramedis Kamar Operasi dan IGD RS Dr. M. Djamil
Padang, penulis
menyampaikanterima
kasih
dan
penghargaan atas kerjasama dan bantuan selama penulis mengikuti pendidikan.Penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua
pasien Obstetri dan Ginekologi RS Dr. M. Djamil Padang dan Rumah Sakit
jejaring
yang
pernahdalam
perawatandan
pengelolaan penulis selamamengikuti pendidikan
Dokter
Spesialisdan
mohon
maaf atas
segala kekurangan serta kekhilafan yang pernah terjadi.Kepada
orang
tua
penulis,
ayahandaH.
Darnalisdan
ibundalf,
Rafrnah yang tetah metahirkan, membesarkandan
mendidik penuliser1gil
penuh
kasih
sayang,
keikhlasan,dan
pengorbananyang
tak:nfma
danH
henti-hentinya yang takkan pernah mampu penulis balas.rht ngry*l
senrbah sujud penghargaan dan terima kasih yang**ffi
ffi*
apgn
be$au selalu dilimpahkan rahmat dan karunia olehfrnn*
tr-
hC
ayah
dan ibu
mertua,Dr.
H.
SyaifulAzmi, SpPD
KGHlmt
dil
th.
Hj. C'efy Sukmawati, SpM (K), ucapan terima kasih yang.*rr*rteearrya
dan penghargaan atas ketulusan, bantuan dan keikhlasantlfi
tran$eri
sanangat dan nasehat selama penulis menjalani pendidikan.hognAfah
SI/VT memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka.l(epda
kakanda Rieta Yanti, Zofri, Wina Deswita, Defri lndra danffi
EXana Yulia yang terkaslh, penulis mengucapkan terima kasih yang.
,|E{esamya
atas
ketulusan, kesabarandan
bantuanyang
selamaFls
nrenialani pendidikan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat danrcffya
kepada mereka.Khususnya kepada istri tercifrta Prima Sanita Syaiful, SE MM yang
pr r
kesabaran, pengertian
serta
pengorbananyang
tak
ternilai,*ong
moril bagi penulis untuk menyelesaikan pendidikanini,
penulisrcatan
terima
kasih
beriringrasa cinta dan
kasih
sayangyang
taktdftgga.
Terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
sdhr persatu, yang telah memberikan bantuan moril maupun materil selama penutb mengikuti pendidikan. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan
n[i
kda
saya bersyukur kepada Allah SWT karena atasli
d4et
dselesaikan.tlffiAlrnin.
Fadang, Januari 2O1l
nenuns,
tlondale Saputra
h,.
f
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A
LatarBelakang
1B-
RumusanMasalah
... 3C-
TujuanPenelitian
..:...
4D-
KerangkaPemikiran
4E-
Hipotesis PenelitianF-
ManfaatPenelitian
I
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
A
Pengertian Menopause dan lstilahTerkait
...I
B.
Geialadan
Keluhan WanitaMenopause
... 12C.
Kualitas Hidup Wanita Menopause...
... 17D.
Hubungan Depresi Pada Wanita Menopause denganKualitas
Hidup
...21E.
KerangkaKonsep
...25BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.
RancanganPenelitian
... 26B.
Tempat dan WaktuPenelitian
... 26C.
Populasi danSampe1...
...26D.
Metode PengambilanSampe1...
... 27E.
Alat yangdigunakan
.,...27F.
Teknik PengambilanSampe1...
...28G. Cara Kerja... H. Analisa Data
dan
UjiStatistik...
....28l.
BatasanOperasional...
...29J.
AlurPenelitian...
...30K
EtikaPenelitian
... 30BAB IV HASIL PENELITIAN
A
Karakteristik SubjekTeliti...
...31B.
Hubungan Tingkat Depresi dan KualitasHidup....
...32t BAB V PENIBAHASAN
A
Karakteristik Subjek Teliti...B.
Hubungan Depresidan KualitasHidup..
...33ilB
VI KESIIIPULAN DAN SARANA Kesimpulan...
.... 35B-
Saran...
...35DAFTAR PUSTAKA
I.AfPIRAN
DAFTAR SINGKATAN
Follicle Stimulating Hormone
Luteinizing Hormone
Pelvic Floor Dysfunction
lntemational Menopause Society
Beck Depression I nventory
Utian Quality of Life
DAFTAR GAIIBAR
Gambar 1. Fase Kehidupan Wanita..
...
...11Gambar 2. Masa
Klimakterium...
....'...11DAFTAR TABEL
1.
Karakteristik dasar subjekte1iti...
...,.312.
Hubungan depresidengan kualitashidup...
...32ii
a
k
I
I
t
i
F
DAFTAR LAMPIRAN
o Lampiran 1. Surat Pemyataan Persetujuan Mengikuti Penelitian...,.40
i' lampiran 2.
Kuesioner...
...41o lampiran 3. Master
Tabel...
....46BAB
IPENDAHULUAN
A.
Latar BelakangMenopause sebenarnya adalah kejadiaan sesaat saia dimana
terjadinya haid yang terakhir. Namun umumnya para ahli lebih senang
menggunakan istilah
ini
walaupun kurangtepat.
lstilahyang
palingtepat
untuk
digunakan
adalah
klimakterium.
Sementarapascamenopause adalah masa setelah menopause sampai senium
yang dimulai setelah 12 bulan amenorea'BaziadA'2008
Seorang wanita yang memasuki masa menopause mengalami
berbagai macam gejala.
Ada
gejala
jangka
pendek
dan
jangkapanjang. Gejala
jangka
pendek meliputi ketidakstabilan vasomotor, gejala psikologis, urogenital, kulit dan mata. Gejala vasomotor sepertihat flushes, banyak berkeringat, berdebar-debar, sakit kepala. Gejala
psikologis seperti mudah tersinggung, lesu, emosi labil, pelupa, libido
menurun sampai depresi. Geja[a urogenital seperti vagina kering, nyeri
senggama, keluhan uretra. Keluhan
kulit
seperti kulit kering, rambutkering,
kuku
rapu.
Sedangkan gejalajangka
panjangterdiri
atasosteoporosis, penyakit kard iovaskuler, dan Dementia Alzheimer. P*tono
N,1998
Depresi dan stres merupakan beberapa dari gejala yang biasa
dialami. Depresi
dan stres
menjadi mitos umum untuk wanita yangmemasuki
usia
paruh baya sehingga mereka menganggap depresi rnerupakanhal yang
normal untukwanita
seusia mereka. Depresiberat tidak boleh dilihat sebagai suatu kejadian yang biasa, dan wanita
yang
menderitadepresi
pada
masa tertentu dalam
kehidupannyaseharusnya menerima perhatian yang sama dengan penyakit lainnya.
Ada
masa transisi yang dikenal dengan perimenopause saat wanitaperiode
menstruasi perlahan-lahanmulai
berkurangdan
menjadijafang. The Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada, 2006; Kahn DA ea ar., 2001
Samil, 1992 melaporkan hasil penelitiannya bahwa wanita Jawa
Tengah yang di kota dan berpendidikan mengalami menopause pada
umur 50.2 tahun, sedangkan wanita Minangkabau 48.7 tahun. Angka
ini
hampirsama
denganangka rerata
umurwanita
Amerika danEroPa.Potono' 1998
Sindroma menopause
jarang
dikeluhkan
pada
wanitapedesaan, sedangkan
pada wanita
perkotaantelah
mulai
banyak dikeluhkan. Hal ini dimungkinkan karena mereka telah mendapatkanpenyuluhan
-
penyuluhan mengenai sindroma menopause. Keluhan-keluhan subjektif pada masa menopause dipengaruhi latar belakang
pendidikan dan kegiatan
sehari-
hari dalam bidang kerja dan keadaan lingkungan keluarga. Keluhan seksual sulit didapatkan karena masihkurang
keterbukaan mengingat budaya setempat. Penelitian yangsama di daerah atau di provinsi lain belum banyak dilakukan, sehingga
belum
menggambarkan
keadaan
sesungguhnya
bagi
wanita rnenopause di lndonesl". Baziad A'1ee7Keluhan psikologik
bertpa
sifat
mudah tersinggung, depresi,atau
rasa
rendahdiri,
rasatakut,
gugupdan
gangguan emosionallainnya
lebih
mudahterjadi
pada wanita dengan emosiyang
labil.Apabila pengendalian
diri
pada
masaini
tidak
dapat diatasi, akanrnudah
teriadi
gangguan kepribadian
yang lebih berat
sampaiEriadinya
gangguan kejiwaandan
memerlukan pengobatan.American Sdety tsr Reproductive Medicine,2008Gejala-gejala menopause tersebut akan berpengaruh dengan
meningkatnya prevalensi gangguan yang memiliki pengaruh terhadap
hlalitas
hidup. Studi-studi tentang kualitas hidup terhadap stres dandepresi saat ini masih sedikit dilakukan dan hanya memberikan hasil
ylrang
belum
dapat
disimpulkandengan
pasti. Studi
dari
laporanFrffilensi
rata-ratayang lain
memiliki hasil yang terlalu lebarlluas.bahwa depresi
tidak
dapat
memprediksi
gejala
menopause.Sebaliknya,
Studi kohort
memperlihatkanbahwa
riwayat
depresi memprediksi transisi menopause. Sedangkan hasil studi kohort dancr?rss-sectional
yang
tersedia tentang
menurunnyakualitas
hidup menopause masih mengalami konflik.Nelson HD er ar''2005 Atas dasar inimaka
penelititertarik
untuk melihat apakah kejadian depresi padawanita
menopause mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kualitas hidup.Puskesmas Nanggalo terletak di Kecamatan Nanggalo. Wilayah
kerja terdiri dari 3 kelurahan dengan luas wilayah kerjanya
t
15,7 km2.Jumlah penduduk wilayah ke$a Puskesmas Nanggalo
t
33.628 jiwa.Penduduk Kecamatan Nanggalo sebagian besar Pegawai Negeri Sipil,
sebagian
kecil dari
pedagang, swasta,buruh
dan
bertani-Pu"kesmasNanggalo, 2010
Data usia lanjut (lansia) tahun 2009 terdiri dari jumlah pra usia
lanjut (45-59 tahun) adalah
669
orang dan jumlahusia
lanjut (>60tahun) adalah 2.608 orang. Kegiatan lansia
di
Puskesmas Nanggaloterdiri
dari
senam/latihan kesegaran jasmani, pemeriksaan berkala sebulan, penyuluhan kesehatan/gizi, pembinaan mentaldan
rekreasi Pelayanan lansia dilakukan pada balai pengobatan lansia (BP Lansia)setiap hari
di
puskesmas indukdan
di
posyandu lansia rutin sekali sebulan pada20
pos. Karena banyaknya program untuk lansia dantelah
rutin dilakukan sehingga Puskesmas Nanggalo menggalakkan dirinya sebagai Puskesmas santun lansia seiak 2 tahun yang lalu. Olehkarena itulah wilayah kerja Puskesmas Nanggalo dipilih sebagai objek
peneltian depresi pada wanita menopause dan hubungannya dengan
kualitas hidup.
B.
Rumusan illlasalahApakah terdapat
hubungan kejadian depresi pada'
wanitaG. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kejadian depresi
pada wanita menopause dengan kualitas hidup?
D.
Kerangka PemikiranKualitas hidup adalah kesempatan untuk dapat hidup nyaman,
mempertahankan
keadaan fisiologis sejalan dengan
imbangan psikologis,di
dalam
kehidupan sehari-hari.Telah
diketahui bahwa kehidupan wanita dibagi dalam empat kurun waktu, yaitu pada masakanak-kanak, remaja, reproduksi dan pascareproduksi. Keempat kurun
waktu tersebut berlangsung secara sekuental dan merupakan proses
alamiah. Adanya perubahan yang terjadi
di
setiap kurun waktu akanmenyebabkan pengaruh
terhadap kualitas
hidup
seorang
wanita tersebut. Daly et al menyatakan bahwa kualitas hidup dirasakan sangatberat
dengan adanya gejala
menopause, menandakan
bahwa pengaruh dari gejalagejala menopause disepelekan.Pontno N' 1ee8;Fuh JLet al., 2003
Kualitas
hidup
merup4kankonsep kesehatan
multidimensiterutama
memperlihatkangejala
subjektif
yang
mempengaruhiperasaan
seseorang
dan
fungsi
kesehariannya.Kualitas
hidupmencakup beberapa
area
penting seperti
perasaan
seseorang, ketidakmampuan melaksanakan tugas, dan fungsi fisik, psikologis danSOSial. Fuh JL et el., 2oo3;Gutie'nez CV et al., 2006; American Society fior Reproductive Medicine,
2mB
Mengatur kualitas hidup yang optimal merupakan prioritas untuk
wanita
saat
merekaberada pada masa
perimenopause. Persepsiwanita terhadap kualitas hidup mereka berasal
dari
beragam faktortermasuk gejala-gejala menopause
yang
dialami.
Gambarankeseluruhan
kualitas
hidup
menjadiarea yang
sangat
luas
yang mencerminkan fungsi biopsikososiat. Janata Jl/v et al" 20ff!Kualitas
hidup
merupakan parameter
subjektif,
sehingga"bagaimana perasaan pasien dan bagaimana fungsi kesehaiannya".
Kualitas hidup dipengaruhi oleh banyak variabel,
dan
salah satunyaadalah
menopause. Semua variabelyang
mempengaruhi kualitas hidup secara garis besar adalah emotional, occupational, health danSeXUal fUnCtiOn.Hermann P.G, 2002, Janaia Jll\l et all, 2003
Depresi merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor biologik,
psikologik
dan
sosial.
Faktorsosial adalah
berkurangnya interaksisosial, kesepian, berkabung dan kemiskinan. Faktor psikologik dapat
berupa rasa rendah diri dan kurang rasa keakraban. Sedangkan faktor
biologi adalah hilangnya sejumlah neurotransmiter
diotak,
kelainangenetik
dan
penyakitfisik.
Nusraheni A' dkk' 2006 Masalahmood
minor,insomnia, dan gejolak panas sering terjadi pada masa perimenopause.
Pada sebagian wanita, gejala
ini
berlanjutke
gangguan mood beratyang dikenal sebagaidepresi mayor. Risiko untuk depresi mayor paling
tinggi terjadi pada wanita dengan riwayat depresi pada masa lalu atau
pernah mengalami depresi postpartum. Wanita yang memiliki masalah
dengan
mood
yang
tertekansekitar masa periode
menstruasinya (gangguan disforik premenstrual) juga berada pada risiko tinggi untukdepresi
mayor
pada
masa perimenopause.Dan
beberapa wanitamengalami
depresi pertama
kali
pada
kehidupan
selamaperimenopause-nya.Kahn DA' 2oo1
Depresi mempengaruhi
lebih
dari
25o/opada wanita
dalamkehidupannya,
suatu
proporsiyang lebih tinggi
daripada
laki-laki.Depresi
dapat
menjadi penyakit
yang
melumpuhkan, membatasiaktivitas
rutin
sehari
hari.
Sehingga pelaksanaanfungsi
fisiologissehari-hari
bisa
sangat
terbatasi
dengan
hasil
akhirnya
adalahpenurunan
kualitas hidup. Secara
tidak
langsung
disini
dapat disimpulkan bahwa depresi dapat mempengaruhi kualitas hidup padarvanita menopause. Beberapa
studi
epidemiologitelah
melakukansurvei adanya gejala depresi pada wanita
usia
pertengahan danmengidentifikasi rerata
dari
gejala depresiberkisar
840o/o. Kahn DA'Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan peningkatan
depresi selama perimenopause. Sudut pandang psikologi klasik adalah
"empty
nesf
syndrome"atau aspek
lain
dari
usia
pertengahan membawa kepada rasa kehilangan dan kesedihan. Yang terbaru, paraahli
berfokus padaefek
biologi dari fluktuasi hormonal pada mood,berhubungan
dengan
masa
dimana
ovarium
mulai
sedikitmenghasilkan estrogen. Estrogen berinteraksi dengan bahan kimia
didalam
otak yang
mampu mempengaruhimood. Pada
beberapa wanita, penurunan estrogen selama perimenopause dapat membawake arah depresi. Gejolak panas dan insomnia selama masa transisi ini
dapat menjadi
faktor
penyebab distres emosi. Banyak pengobatan untuk depresi selama perimenopause yang telah dianiurkan, namunsebagian besar belum dievaluasi pada studi ilmia6.Kahn DA' 2001
Depresi mayor adalah
jenis
penyakit yang disebut gangguanmood yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengalami
keadaan mood yang normal. Gangguan mood merupakan penyakit
biologis yang dipercaya penyebabnya oleh karena perubahan kimia di
otak,
dan
kecenderungan untuk depresi kadang-kadang diturunkan secara genetik. Stresfisik
darr emosional dapat memicu perubahan triologis yang muncul pada saat depresi, dan perubahan hormon yangmenyebabkan menoBaUse memicu perubahan seperti itu, khususnya pada wanita yang mudah terserang depresi karena kimia otak yang
mendasa ri nya ata u riwayat kel uarganya.'Gnn DA' 2001 ;schmi'dt'200s
Gejala dari depresi mayor termasuk 'Kahn DA' 2001
.
Depresi mood hampir di sepanjang hari, hampir setiap hari sampai 2 minggu atau lebih dan/atauo
Kehilanganminat
atau
kesenanganpada
kegiatanrutin
yangbiasanya orang lain nikmati
Gejala lain dapat termasuk :
o
Keletihan atau kehilangan energi.
Kegelisahan atau merasa lambano
Sulit untuk konsentrasi.
Bermasalah dalam tidur atau tidur terlalu lamao
Pikiran yang berulang tentang kematian dan bunuh diriGangguan mood seperti depresi mayor tidak menjadi penyebab
dari
seseorang menderita
geiala-gejalatersebut
atau hasil
dari "kelemahan"atau
ketidakstabilan kepribadian. Merekalebih
kepada penyakit medis yang dapat ditangani dimana ada medikasi spesifik danpendekatan psikoterapi yang membantu pada sebagian besar orang.
Seorang wanita
yang
merasa dirinya depresidan
berpikir iaiuga
mungkin
akan
memasuki
masa
menopause
seharusnyadievaluasi
oleh
ginekologist
untuk
menentukan
apakah
gejala-gejalanya
dapat
berhubungandengan transisi hormonal.
la
jugaseharusnya menemui psikiatrist
atau
profesional kesehatan mentallain, khususnya
jika ia
mengalami depresi berat ataujika ia
pernah mengalami depresi di masa lalu. Sebagai bagian dari evaluasi, dokterakan .Kahn DA,2001
.
Menanyakan riwayat gejala saat sekarangdan
masalalu
secara teliti, baik emosional danfisi!
.
Melakukan pemeriksaanfisik
dantes
darah untuk mengevaluasifungsi
ovarium
fiika
ia
masih dalam periode
menstruasi) dankelenjar tiroid (yang dapat menyebabkan depresi saat masa aktifl
r
Menanyakan
tentang stresor
dalam
kehidupan
yang
dapatmempengaruhi wanita.
Survei berdasarkan komunitas
dari
prevalensi depresi mayor atau minorjuga
menunjukkan bahwa transisi menopause merupakanrmktu
dimanaterjadi
peningkatan kerapuhan dalam perkembangan depresi. Penelitian dari Women's Health Acrossthe
Nation (SWAN)menggunakan
ukuran
dari
'distres
psikologi'sebagai
wakil
untuk kelainan depresi dengan syarat gejala depresif inti (sedih, gelisah, daniritabilitas) yang berlangsung selama 2 minggu. Survei cross-sectional
dilaporkan lebih mengalami distres psikologi secara signifikan daripada
wanita
premenopausedan
postmenopause (berdasarkan laporanstatus siklus menstruasi). Freeman dan kawan-kawan mengidentifikasi
peningkatan
risiko untuk depresi
(berdasarkan peningkatan skor CES-D dan Primary Care Evaluation of Mental Disorders IPRIME-MDJ)selama
perimenopause dibandingkandengan
premenopause danpostmenopause. sdtidt PJ' 2oo5
t
E
Hipotesis PenelitianTerdapat hubungan depresi pada wanita menopause dengan
kualitas hidup.
F.
lilanfaat Penelitian1.
Keilmuan:
Diharapkanhasil
penelitianini
dapat
menambah pengetahuan mengenai kualitas hidup wanita menopause.2.
Penelitian:
Diharapkan hasil penelitian ini dapat merangsangpeneliti selanjutnya,
yang
berhubungan dengan kualitas hidupwanita
menopause.
'
3.
Pelayanan:
Diharapkan dalam penelitian ini akan memberikanmasukan sebagai daSar dalam tatalaksana
gejala
Kimakter'tkBAB
IITINJAUAN KEPUSTAKAAN
A"
Pengertian Menopause danlstilah
TerkaitMenopause
dikenal
juga
sebagai
perubahan kehidupan(change
of
tife),terjadi
pada
wanita
yang
ovariumnya berhenti menghasilkantelur dan
hormon. Menopause berasaldari
bahasa tatin meno yang berarti bulan, dan pausra yang berarti berhenti.(Nasa's'
2005)pengertian Menopause
menurut
Utian
(1999)
adalahkegagalan ovarium akibat hilangnya fungsi folikular ovarium disertai
defi siensi estrogen yang menyebabkan terhentinya secara permanen
siklus menstruasi dan hilangnya fungsi reprodukt6.rorov J'M et at'' 20Q7;
Krajewska Ketal,2007.; FDA Office of Women's Health,20O7, Royal College of Nursing, 2005
Fase transisional ini digambarkan sebagai waktu puncak dari
masa
menstruasi
terakhir
Seorang
wanita, bersama
dengan gambaran endokrin, biologi, dan klinis menjelang menopause. Faseperpindahan
dari masa
repioduktifke
masa non
reproduktif inisebenarnya
lebih
tepat
disebut
sebagaifase
klimakterium, akantetapi banyak ahli lebih cenderung menggunakan istilah untuk fase
inidengan menopause, meskipun istilah inisebenarnya kurang tepat,
karena
menopause merupakan kejadian
sesaat
saja
yaitu perdarahan haid terakhir. Rovalcollege of Nuning' 2005Menurut lnternational Menopause society (lMS), pada 1999,
menyampaikan rekomendasi berdasarkan definisi
wHo
(1996),Rv*"'J, 20oo Menopause alamiah (Natural menopause) adalah berhentinya
menstruasi
secara
permanensebagai
akibat
hilangnya aktivitas ovarium. Menopause alami inidikenal bila terjadi amenore selama 12Untuk
kepentingan
statistik
dan
epidemiologik, definisi menopause disesuaikan menjadi tidak adanya menstruasi selama 1tahun.
Bagaimanapunjuga,
definisi
ini
adalah
hasil akhir
dariberlangsungnya
proses
penurunan
fungsi
ovarium,
di
manadefisiensi hormon menyebabkan kerusakan sistemik yang progresif.
Akibat
dari
kegagalan ovarium
ini
adalah terjadinya
defisiensi permanen hormon multipel. Halini
sangat penting untuk dipahamidan ditatalaksana, bila dilihat dari sisi endokrinologi.B"'i"dA' leez
Menopause
terjadi
jika
ovarium
berhenti
memproduksi estrogen. Keadaan iniakan
menyebabkan kadar estrogen turun danberhentinya menstruasi. Menopause juga dapat terjadi jika ovarium
dibuang
pada
saat
operasiatau
berhenti fungsinyaoleh
karenaSebab lain.Gold EB et al, 2001;Torpy JM et al., 2007;Nagar S, 2005;Coleman l(A et al., 20(X
Ketika lahir, wanita membawa sekitar 1,5 juta folikel di dalam
ovarium dan
jumlah
ini akan terus berkurang kelika mencapai masa menarche sampai menjadi sekitar 400.000 folikel. Sebagian besarwanita akan mengalami lebih kurang 400 kali ovulasi diantara masa
menarche
dan
menopause. Bita semua folikelini
menjadi atresia,ovarium
tidak lagi
dapat bereaksi terhadap gonadotropin hipofisis,maka produksi estrogen, progesteron dan hormon lainnya akan turut
berkrlrang, behingga"bdrdampak
pada
perubahanfisik,
psikologisdan
fungsi
seksual
wanita
postmenopause.Waktu
seputarmenopause
disebut sebagai
masa
klimakterik.Masa
ini
dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:ki"dA' 2003Sebuah kepustakaan menyebutkan bahwa masa klimakterik
berlangsung selama 30 tahun (usia 35-65 tahun), dan dibagi menjadi
3
bagian
untuk
kepentingan
klinis, yaitu:
klimakterik
awal (35-45 tahun), perimenopause (46-55 tahun)dan
klimakterik akhir(5ffi5
tahun).Menopause
dimulai
dengan
menurunnya
fungsi
alatreproduksi dan organ pertama yang terkena adalah ovarium, berupa
perubahan struktur
dan
fungsinya. Menjelang menopause terjadiperubahan hubungan hormon ovarium
dan
hipofise yang terbalik,dimana hormon ovarium menurun
dan
hipofise meninggi. Hormonovarium terdiri atas Steroid (Progesteron dan Estradiol) serta Peptide
(lnhibin dan Aktivin).Aso' rssz
Wataupun kadar hormon hipofise (FSH dan LH) meninggi,
tetapi karena struktur ovarium sudah menua, maka ovarium sudah
tidak
responsif
lagi.
Karena kadar honnon steroid
menurun,ransangan endometrium berkurang terjadilah perubahan pola haid,
[image:29.436.32.386.41.206.2]baik siklus maupun jumlahnya, sampai suatu waktu berhenti sama
Sekali.Gtuber CJ et all, 2002
B.
Gejaladan
KeluhanWanita
MenopauseBerkurang
atau
hilangnyaestrogen
dapat
menyebabkangejala vasomotor, gangguan tidur, gangguan mood, depresi, atrofi
saluran kemih dan vagina, serta meningkatnya risiko kelainan kronis
seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular dan penurunan fungsi
kognitif. Gejala
vasomotor merupakankeluhan terbanyak
yangdilaporkan pasien. Dasar perubahan patofisiologi tersebut berkaitan
dengan
defisiensi estrogen
yang
mekanismenyatelah
banyakdiketahui, namun
efek dari
ketiadaan progesterondan
penurunanandrogen
masih belum dapat
dipahami
sepenuhnya. Penyakitkardiovaskular
adalah
penyebab
utama
kematian
pada
masapascamenopause, dengan hampir
50% wanita
pascamenopauseakan
mengalami penyakitarteri
koronariadi
kemudianhari
danhampir 30% di antaranya meninggal dunia.G*ber cJ et all' 2002' Hoskins D et
all, 1998
Walaupun menopausd biasa diasosiasikan dengan keluhan
di
atas,
tanggapan wanitadan
masyarakat terhadap menopause berbeda di setiap komunitas. Wanita barat yang mengeluhkan geialamenopause sekitar 75o/o. Sedangkan
di
Asia, sebuah penelitian diMalaysia mengenai gejala menopause pada tahun 1990 melaporkan
wanita Malaysia
tidak
mengalami gejala menopauseyang
serius.Lebih dari 70o/o populasi studi tidak pernah merasakan hot-flushes,
berkeringat
atau
palpitasi. Adapun insidensdan
keparahan darigejala
klimakterik
ini
bergantung
terutama
pada
adanya ketidakstabilan emosi sejak sebelum menopause. Studi terdahulu padatahun
1986 menemukan hanya sekitar 20o/o responden yangmengalami
gejala
menopausedi
atas. Tingkat
pendidikan danpekerjaan tidak mempengaruhi hal ini.Lopdnzi cL et alt' 'lee4; Fuh JL et al" 2003
Studi lain yang dilakukan pada 3200 wanita Jepang yang
berusia antara 45 dan 60 tahun melaporkan kekakuan bahu sebagai
keluhan utama yang mereka alami (45o/ol sedangkan untuk keluhan
vasomotor
hanya sekitar
25o/o.
lntemational
Health
Repoftmenyimpulkan
bahwa
menopausedi
Asia
memperlihatkan lebihsedikit keluhan daripada di Barat. Bagaimanapun juga harus diingat
bahwa kesimpulan ini diambil dari survey yang menggunakan daftar
gejala menopause yang berasal dari wanita Eropa, yang memiliki
karakteristik berbeda dengan wanita
Asia
dalam
hal ras,
sosial ekonomi dan lingkungan. Fuh JL et al'' 2003Dua
tipe
gejala utama yaitu,
yang
berkaitan
dengan gangguan vasomotor dan atrofi genital.a.
Gangguan vasomotorGejala vasomotor
yang terdiri
dari
geiolakpanas
(hotflushl
dan
keringat
malam
teriadi
pada
75o/o
wanitapascamenopause dengan berbagai deraiat keparahan, dimana
hanya
3}o/odi
antaranyayang
mencari pertolongan medis.Gejala ini dapat menetap lebih dari 5 tahun pada 257o wanita,
bahkan
pada
sebagian'kecil wanita
akan
menetap seumurhidup.
Etiologi
gejohk
panas masih belum
diketahui dehganpasti,
namun
mungkin disebabkan
oleh
labilnya
pusattermoregulator
tubuh
di
hipotalamusyang
diinduksi
olehpenurunan kadar estrogen dan progesteron (Freedman 1995).
lnstabilitas
ini
menimbulkan perubahan yang tiba-tiba berupavasodilatasi
perifer
mendadakdan
bersifat sementara yangdikeluhkan pasien sebagai gejolak panas yang ditandai adanya
peningkatan suhu tubuh pada saat itu. Bila terjadi pada malam
hari, keadaan
ini
dilaporkan pasien sebagai keringat malam.Baziad A, 20O3; Rice VM, 2005
b.
Keluhan urogenitalUretra dan vagina berasal dari jaringan embriologik yang
sama, sehingga defisiensi estrogen menyebabkan atrofi pada
keduanya. Dinding
vagina
akan
menipis,dan terjadi
atrofikelenjar vagina, sehingga lubrikasi berkurang dan menyebabkan
dispareuni. Menurunnya
aktifitas seksual
juga
makinmenurunkan lubrikasi dan memperparah atrofi. Efek defisiensi
estrogen pada uretra dan kandung kemih berhubungan dengan
sindrom uretral berupa fteguency, urgency dan disurl".BrownJSet
all, 1999;Coleman l(A et al., 2004; Rie VM, 2005
Selain gejala
dan
keluhandiatas
beberapagejala
yangmenjadi masalah lain
bagi
wanita
menopauseadalah
masalahkejiwaan
yang
juga
berpengaruh terhadap kualitas hidup seorang wanita.Terdapat
berbagai
pendapatdari
beberapaahli
tentangsejauh mana masa
menopause
mempengaruhi
keiiwaan
dansebaliknya,
tetapi mereka
sepakat bahwapada masa
ini
keluhankejiwaan
memangakan
lebih sering dialami seorang wanita yangtergantung pada persepsinya tentang menopaus".Baziad A' 2003
Secara psikologik banyak
perubahan yangterjadi
pada masa menopause, sePerti :1.
Berhentinya haiddan
masasubur
seorang wanita yang dapat berartibebasnya
wanita dari ketakutan akan kehamilan sertakeharusan
memakai
pembalut. Tetapi ini dapat pula diartikan berhentinya fungsi sebagai wanita.2.
Padamasa
ini
keluaraga
biasanyatelah
mapan,
hal
inimengakibatkan
banyaknya
sisa waktu bagi wanita
untukmemperhatikan dirinya sendiri. Keadaan ini dapat menimbulkan
rasa tak dibutuhkan lagi oleh keluarga.
3.
Adanya perubahanfisik
pada wanita, mengakibatkan secara fisik tidak menarik dibandingkanpada
saat
masih
muda. Halini
dapat
mempengaruhi
rasa percayadiri
serta hubungan seksualdengan suami.Keluhan psikologik berupa sifat mudah tersinggung, sampai
depresi,
atau
rendah
diri,
rasa
takut, gugup
dan
gangguanemosional lainnya lebih mudah terjadi
pada
wanita dengan emosiyang
labil. Apabila pengendaliandiri
pada masa
ini tidak
dapat diatasi, akan mudah terjadi gangguan kepribadian yang lebih beratsampai terjadinya gangguan kejiwaan dan memerlukan pengobatan.
Kejadian depresi pada menopause didukung oleh beberapa
teori terdiri atas
4
bagian, dimana
masing-masingnya memilikiimplikasi yang berbeda dalam penanganannyatui" E' 2003
1.
Teori
pertama
disebut sebagai
hipotesis
domino
yang menyatakan bahwa suasanahati
wanita tertekan disebabkanoleh
gejala
vasomotor
dan
gangguantidur
terkait
dengan menurunnyatingkat
estrogen.Teori
ini telah
disebut sebagaihipotesis
domino,
ketidakstabilanvasomotor
menyebabkankekurangan
tidur
kronis,'yang pada
akhirnya
menyebabkanmudah marah dan depresi Berdasarkan teori ini, terapi estrogen
(atau
rejimen'pehgobatan
lain
yang
menguiangi
gejalavasomotor) akan meningkatkan mood seiauh bahwa gejala yang
berkurang
2.
Teori
Kedua adalah
hipotesis biokimia
yang
diasosiasikan sebagai penurunan estrogen secara langsung dengan perubahanbiokimia
di
otak yang
menyebabkandepresi.
Hipotesis
inimendapat dukungan dari kesamaan antara patofisiologi depresi
dan efek
neurobiologidari
estrogen.Dalam
hal
pengobatan, hipotesisini
menunjukkan bahwa terapi estrogen akan memiliki efek yang menguntungkan pada depresi terlepas dari apakah iyaatau tidak seorang wanita mengalami gejala vasomotor.
3. Teori Ketiga adalah pandangan psikoanalitik, yang menyatakan bahwa awal transisi menopause adalah peristiwa penting dalam
kehidupan seorang
wanita
yang
berusia
pertengahan
dan merupakan ancamanbagi
penyesuaiandan
konsepdiri.
Padatahun 1940-an, penulis psikoanalitik seperti Helen Deutsch dan
Theresa
Benedek,
berpendapat bahwa menopause dilihat darisegi
kehilanganfungsi
reproduksi. Hipotesisini
berpendapat bahwa hilangnya kesuburan yang memiliki efek psikologis yangmengarah
ke
depresi. Psikoterapi dirancang untuk membantuwanita
menyesuaikandiri.
lni
adalah
cara
pengobatan yang terbaik.Teori Keempat adalah perspektif situasi sosial yang menyatakan
bahwa
menopausetidak terkait
dengan depresi,
melainkanberbagai peristiwa kehidupan dan keadaan transisi menopause terkait dengan depresi. Perspektif
ini
dilihat sebagai banyaknya perubahandalam
kehidupan perempuan (misalnya, anak-anakmeninggalkan
rumah,
peningkatanmasalah kesehatan,
dan penyakit serta kematian) yang dapat meningkatkan risiko seorangwanita untuk
depresidan
gangguan psikologislain.
Menurut psikoterapi, antidepresan adalah pengobatan yang paling tepatuntuk depresi yang dialami oleh perempuan selama masa transisi
menopause.
Dengan
konsep
menopausesebagai
penyakit defisiensi, maka pada umumnya para ktinisi hanya berminat dan memfokuskanperhatiannya
kepada
keluhan
menopause,terapi
hormon,
danimplikasinya
terhadap penyakit
kardiovaskulerdan
osteoporosis.Sementara
itu,
aspek
psikososialnya dipinggirkandan
kurangmendapatkan perhatian
yang
seimbang. Padahal,kita
telahmengetahui
sejak abad
ke
17,
adanya
hubungan
antara menopausedengan
keluhan-keluhanyang dapat
mengganggu 4.kualitas
hidup,
yang
bersifat
urogenitalis, vasomotor,
dan psikosomallt.Torov JM et at " 2007C.
Kualitas HidupWanih
Menopause Konsep Kualitas HidupDatangnya menopause
bagi wanita
akan
menimbulkan perasaantidak
berguna, karena mereka tidak dapat bereproduksi lagi. lnti dari kewanitaan adalah keberhasilan seorang wanita untukmengisi
peranannya
sebagai seorang
ibu
dan
seorang
istri(Saparinah, 1991). Dengan asumsi tersebut menopause merupakan
kejadian yang paling penting dan yang paling banyak menimbulkan
permasalahan bagi wanita.
Definisi dari kualitas hidup adalah kesempatan untuk dapat
hidup nyaman, mempertahankan keadaan fisiologis seialan dengan
imbangan psikologis, didalam kehidupan sehari-han. Telah diketahui
bahwa kehidupan wanita dibagi dalam
empat
kurunwaktu,
yaitupada masa kanak-kanak, remaja, reproduksi
dan
pascareproduksi. Keempat kurunwaktu
tersebut berlansung secara sekuental dan merupakan prosesalamiah.
Adanya perubahanyang
terjadi
di setiap kurun waktu akan menyebabkan pengaruh terhadap kualitashklup
seorangwanita tersebut.
Daly
et al.
menyatakan bahwakualitas hidup
dirasakan
sangat berat dengan adanya
gejalamenopause, menandakan
bahwa pengaruh
dari
gejala-gejala menopause diabaikan.Pramono N' 1998;Fuh JLetal" 2003Wanita hidup lebih lama, dan tentunya ini akan berpengaruh
jqga
terhadap kualitas hidup yang diinginkan. Usia harapan hidupsecara internasional
81
hingga83
tahun.Tiga puluh
persen darihi{upnya
dihabiskan
dalam
periode
perimenopause
danpostnenopause. Sepertiga
dari
wanita sampai berumur65
tahunblah
menjalani histerektomi,dan
sebagian besar darinya ovariumblah
d ia ng kat. tunerican society for Reproduclive Medicine, 2008Jika wanita dapat hidup lebih lama
dan
direncanakan memberikan suatu terapi yang harus dapat mencegah penyakit danproses menurunnya kondisi tubuh, parameter yang paling penting
yang harus dipertimbangkan adalah penilaian kualitas hidup. Dokter,
obat-obatan,
sistem
komunikasi
dan
hubungan
masyarakat,semuanya rnembutuhkan
biaya. Kita harus
rneyakinkan bahwakualitas hidup dapat ditingkatkan dengan pemberian terapi tersebut,
sehingga wanita dapat hidup sampai umur 83 tahun atau lebih.Parmono
N, 1998
Berbagai masalah
akan
munculpada
wanitapada
masamenopause, yang mana secara alamiah adalah akibat dari pengaruh
berkurangnya horrnon estrogen.
Secara
tangsungefek dini
darikekurangan estrogen
ini
adalah timbulnya gejalagejala vasomotor sepertiM
flushes, berkeringat dimalam hari, palpitasi,
dan
sakit kepala. Diperkirakan bahwa sekitar 70o/o dari wanita barat mengalamigejala vasonptor
ini,
geiala umumnya akan bertahan selama dua atau tiga tahun sebelm menopause, atau mungkin bertahan selamabertahun=tahun setelah menopause.Potono N' 1 ee8
Selain dari masalah munculnya geialan vasomotor, masalah
psikologis
nprupqkan bqgiqn
masalahyang
juga
terdapat padamasa menopause. Tidak
jelas
mengapa masalah inijuga
muneul.Banyak wanita
tidak
menyadari bahwqgejala
berikut sebenarnyasangat
normal
pada
tahap
kehidupan,
seperti
hilangnya kepe_fcayaan, deptEsi, iritgbilitas, p'elupa, gulit dalam berl<onsertrasi,serta panik.
Selain
dua
permasalahandua
diatas
rnenopause jugamemberikan
masalah dalam jangka
waktu
menengah
akibatberkurangannya
estrogen.
Permasalahanyang
rnuncul
berupa munculnya keluhanpada
organ-organ urogenital, serta terjadinya atrofi dari jqringan ikat.Keluhan pada organ urogenital umumnya terjadi pada vagina
dan
uretra
pada
bagian
distal.
Turunnyakadar
estrogen pascamenopause
akan
mengakibatkan penurunan suplaidarah
kapiler pada vagina dan vulva. Akibatnya akan tampak merah serta keringatau
yang lebih
disering disebutatrofik
vaginitis.Selain
itu
adakehilangan kolagen dari jaringan dibawahnya yang berakibat epitel
vagina menjadi
tipis dan
kurang elastis serta vaginaakan
tersa sempit dan lebih pendek, selain itu sekresi akan berkurang akibatnyavagina akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi.Pramono N' 1ee8' Btovtn
JS et all, 1999
Masalah kedua
yang
muncul adalah terjadinya atrofi darijaringan
ikat,
sebagai konsekuensidari
berkuranganya estrogen.Dalam
hal ini
estrogen
membantu mempertahankan epidermissehingga adanya perubahan sedikit saja akan berpengaruh terhadap
jaringan ikat sekitar seperti kulit, kuku, serta rambut. Pada saat ini
vvanita pada umumnya akan rnengeluhkan kulit rnenjadi kering tidak
elastis dan rambut mudah rontok.
Penjelasan
diatas
belum
menggambarkan
semuapermasalahan-permasalahan yang muncul pada wanita menopause.
Pada efek
jangka
panjang akan muncul permasalahanlain
yargcukup berat.
Permasalahan
tersebut
diantaranya
masalah kardiovqskuler dan osteoporos6.AACE' 2003Penyakit
jantung
tidak
biasa pada
wanita
sebelummerlopause, teaapi p-enjadi kejadian
yalg
palingurnum
penyebabkematian
wanita setelah berusia enam puluh tahun.
Setelahmunculnya menapaugg, ryqnitq t1g4 gampqi gmpat kali
hbih
mungkinuntuk menderita aterosklerosis (Stevenson, 1996).Gold EB €{ all 2ml
Dari
studi
epidemiologi menunJukanbahwa
uanita
yangmengalami menopause akan mengalami peningkatan
reiko
penyakit jantung koroner di bandingkan dengan ryanita pada usaia yang samanamun
masih
denganfungsi
ovariumyang
baik
(Colditz, 1997).Tidak hanya
munculnya masalahdalam
penyakit kardbvaskuler, kejadian osteoporosisjuga
meningkat seiring terjadinya penurunan estrogen.Untukmenanganimasalahtersebut,isu.isutentang
kesehatan reproduksi,
termasuk
menstruasi
dan
menopause'hendaknya didiskusikan
dengan
menggunakan
pendekatanbiopsikososialyangtidaklainadalahpendekatanholistik.Karena
tidak ada masalah biologik tanpa implikasi (keterlibatan) psikososial
dan sebaliknYa.
Upaya yang dapat
dilakukan
adalah dengan
merubahpersepsimasyarakatataumemunculkansikappositifmasyarakat
sertapetugaskesehatansehinggadapatmenerimamenopause
sebagai
suatu
karunia
yang
patut
di
syukuri.
Menganggapmenopause
tidak
hanya sebagai proses penuaanfisik saja
tetapijugaseb'agaiprosespernatangandalamsegiintelektual'konsep
pemikiran,
spritual
dan
wawasanhidup'
Dengan perkataan lain'teriadi proses mqnjadi w?nita biiaksana'
Upaya
lain
dapat
dilakukan
dengan
mempertahankankesehatan
dan
vitalitas secara proaktif. olahraga teratur, pola dietyangterkontrolseimbangsertapengaturanpolatidurdanistirahat
merupakan poin--poin yang harus d iperhatikan'
Selainituupayauntukmencapaikualitashidupyang
rrremadai,wanitatetapharusrnelaksanakandeteksidinidari
beberapa kanker serta melakukan pemeriksaan laboratorium rutinseg?raperiodik.Konselilrgmefiopausedapatdilakukandipraktik
dokter atau di klinik menoPause'Tujuanobiektifkonsglingadalahrnemberikaninformasi
kepada
pasien bahwa Terapi
Pengganti
Hormon
dapatmenghilangkan keluhan, dapat mencegah dampak iangka panjang
kekuranganestrogen,sertadapatmemperbaikikualitashidup.
Paisenharusbenar-benarrnernahamitentangTerapiPengganti
Hormon. Bila pasien masih ragu-
ragu untuk menggunakan TerapiPenggantiHormon,berikanwaktubagipasienuntukberfikir'
Keputusan terbaik selalu ada ditangan pasien'
Dari
banyak penelitian ditemukan bahwa ummnya pasientidak
puas terhadap informasi tentang menopause yang diberikan oleh dokter. Pengetahuan dokter tentang menopause masih kurangdan banyak pertanyaan yang diajukan pasien tidak dapat diiawab
oleh
dokter
,
bahkan dokter sangat
terburu
buru
dalam memberikan informasi.Konseling
tidak cukup sekali saja, tetapi perlu
seringdilakukan,
bahkan kalau
pedu
menggunakantelepon.
Konseling yang sedang berlangsung dan follow up merupakan cara terbaik bagidokter
untuk menganjurkan pasien melanjutkanTerapi
PenggantiHormon. Konseling
yang
sedang
berkesinambungan dapatmerupakan kunci keberhasilan penanganan menopause.
Nutrisi
juga
merupakan faktor pentingbagi
semua wanitadimasa
fflenopause.Gizi
seimb.angdan
sehat harus
nrencakup asupan kalsium yang memadai, rendah lemak jenuh, renah garam,serta tinggi serat.
Dengan munculnya masa menopause, ada beberapa wanita
akan
rnenambahberat badan
dan
kebanyakanwqnita
sangatmengkhawatirkan mengenai,permasalahan ini. Maka nasehat serta
petunjuk tentaqg asrlpan kaloribeserta olah raga yang teratur sangat
dibutuhkan sehingga permasalhan meningkatnya berat badan bukan
rnenjadi kendala pada wanita menopause.Pramono N' leee
D.
Hubungan Depresi Pada Wanita
llllenopausedengan
Kualitas HidupDepresi
merupakanhasil
interaksidari
berbagai
faktor biologik, psko[ogikdan
sosial. Faktor sosial adalah berkurangnyainteraksi sosial,
kesepian, berkabung
dan
kemiskinan.
Faktorpsikologik dapat berupa rasa rcndah diridan kurang rasa keakraban.
Sedangkan faktor biologi adalah hilangnya sejumlah neurotransmiter
di otak, kelainan genelik dan penyakit fisik. NugnaheniA' dkk' 2006 Masalah mood minor, insomnia, dan gejolak panas sering terjadi pada masa
perimenopause.
Pada
sebagianwanita,
gejala
ini
berlanjut
ke gangguan mood berat yang dikenal sebagai depresi mayor. Riskountuk depresi mayor paling tinggi terjadi pada wanita dengan riwayat
depresi pada fnasa lalu atau pernah mengalami depresi pospartum'
Wanita yang memiliki masalah dengan mood yang tertekan sekitar
masa periode rnenstfuasinya (gangguan disforik prernenstrual) juga
berada
pada
risiko
tinggi
untuk depresi mayor
pada
masaperirnenopause. Dan beberapa wanita mengalami depresi pertarna
kali pada kehidupan selama perimenopause-nya'Kahn DA'
2001
unsur yang mempengaruhi kualitas hidup adafah emosional,
pekerjaan, kesehatan dan fungsi seksual. Depresi sendiri termasuk
bagian dari unsur ernosional.
Depresi
dapat melrlpengaruhi lebihdari 25o/o pada wanita dalam kehidupannya, suatu proporsi yang
lebih tinggi daripada laki-laki. Depresi dapat rnenjadi penyakit yang
melumpuhkan, membatasi
aktivitas
rutin sehari
hari.
sehingga pelaksanaanfungsi
fisiotogis
sehari-haribisa
sangat
terbatasi dengan hasil akhirnya adalah penurunan kualitas hidup' Secara tidaklangsung
disini dapat
disimpulkan
bahwa depresi
dapatmempengaruhi kualitas hidup pada wanita menopause. Beberapa
studi epidemiotcgi
telah
melakukan survei adanyageiala
depresipada waRita usia pertengahan dan mengidentifikasi rerata dari gejala
depresi berkisar s-10%. tGhn DA' 2001:schmidt' 2005
Penelitian yang dilakukan Ngunyen dkk 1998 terhadap
3M
wqnita rnenopause terdapat hubungan depresidengan kualitas hidupdengannilaip0,0098(p.0,019)denganusiarata.rataadalah5S,5
tS,s.Penelitianinijugarnenilaihubungangangguanpanggul(o€tvb
floor
dr.sorders)terhadap kualiats hidup, dimana
hasil
yangdidqpatkan adalah
terdapatnya hubungan
gangguan
panggulterhadap kualitas hidup.Neunven etall' leeg
BebeEpa
teo.ri
telah
itiajukan
untuk
menjelaskanpeningkatan
depresi selama
perimenopause.sudut
pandango
Bermasalah dalam tidur atau tidur terlalu lamao
Pikiran yang berulang tentang kematian dan bunuh diriGangguan
mood
seperti depresi mayor
tidak
menjadi penyebab dari seseorang menderita gejala-gejala tersebut atau hasildari
"kelemahan"atau
ketidakstabilan kepribadian.Mereka
lebihkepada penyakit medis yang dapat ditangani dimana ada medikasi
spesifik dan pendekatan psikoterapi yang membantu pada sebagian
besar orang.
seorang wanita yang merasa dirinya depresi dan berpikir ia
juga
mungkin
akan
memasuki
masa
menopause
seharusnyadievaluasi
oleh
ginekologistuntuk
menentukanapakah
gejala-gejalanya
dapat
berhubungan dengantransisi
hormonal.la
jugaseharusnya menemui psikiatrist atau profesional kesehatan mental
lain, khususnya
jika
ia mengalami depresi berat ataujika ia
pernah mengalamidepresi
di
masa
lalu.
Sebagai bagiandari
evaluasi, dokter akan 'Kahn DA' 2oo1o
Menanyakan riwayat gejalasaat
sekarangdan
masa
lalu secara teliti, baik emos,ional dan fisiko
Melakukan
pemeriksaan
fisik
dan
tes
darah
untukmengevaluasi fungsi ovarium (iika
ia
masih dalam periode menstruasi)dan
kelenjartiroid
(yang dapat menyebabkan depresi saat masa aktif)o
Menanyakan tentang stresor dalam kehidupan yang dapat mempengaruhi wanita.Survei berdasarkan komunitas dari prevalensi depresi mayor
atau minor juga menunjukkan bahwa transisi menopause merupakan
waktu dimana terjadi peningkatan kerapuhan dalam perkembangan
depresi. Penelitian dari Women's Health Across the Nation (SWAN)
menggunakan ukuran
dari
'distres psikologi' sebagaiwakil
untuk kelainan depresi dengan syarat gejala depresifinti
(sedih, gelisah,cross-sectional
awal
dari
SWAN
mengobservasi
bahwa
wanita perimenopause dilaporkan lebih mengalami distres psikologi secarasignifikan daripada
wanita
premenopausedan
postmenopause(berdasarkan
laporan
status siklus
menstruasi).Freeman
dankawan-kawan mengidentifikasi peningkatan
risiko untuk
depresi (berdasarkan peningkatanskor
CES-D dan Primary Care Evaluationof
Mental
Disorders [PRIME-MD])
selama
perimenopause dibandingkan dengan premenopause dan postmenopause.scrimidt PJ'2005
E.
Kerangka Konsep PsikologisSosial
[-"""fl
t
"-"-"
I
Rasa rendah diri
Kemiskinan
Pekerjaan
Biologi
d neurotransmitter
Penyakit fisik
Emotional
Penurunan
kualitas hidup
Occupational Sexual function
MENOPAUSE
BAB
IIIMETODE PENELITIAN
A.
Rancangan PenelitianPenelitian
ini
merupakan cross seetional study untuk melihat hubungan kejadian depresi pada wanita menopause dengan kualitashidup.
B.
Tempat dan Waktu PenelitianPenelitian dilakukan di Posyandu Lansia Puskesmas Nanggalo
Kota Padang mulai bulan Juli2010 sampaijumlah sampel terpenuhi.
G.
Populasi dan SampelPopulasi adalah seluruh wanita menopause
di
wilayah
kerjaPuskesmas Nanggalo Kota Padang.
Sampel
adalah
seluruhwanita
menopauseyang
memenuhi kriteria penelitian sebagai berikut :Kriteria
inklusi
:l.
Wanita usia 45-65 tahun yang tidak mengalami siklus menstruasidalam
>
12
bulan berturut-turuttanpa
proteksipada
kehamilan yang tak direncanakan.2.
Tidak ada riwayat operasiginekologi3.
Tidak pernah atau sedang dalam terapi sulih hormon4.
Tidak buta huruf (bisa tulis dan baca)5.
Bersedia ikut dalam penelitianKriteria
eksklusi
:1.
Mengalarni gangguan jiwa.2.
Menderita kelainan fisik4.
Mengalami bencana / musibah 3 bulan terakhir ( seperti kehilangan anggota keluarga / meninggal,