• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Laporan Arus Kas terhadap Harga Saham di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus pada Saham LQ-45 Periode 2012-2014).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Laporan Arus Kas terhadap Harga Saham di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus pada Saham LQ-45 Periode 2012-2014)."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia karena akan diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC). Pasar arus ekspor impor barang dan jasa ataupun pasar modal di negara-negara ASEAN semakin terbuka lebar. Pasar modal menjembatani hubungan antara investor dengan perusahaan. Investor di pasar modal membutuhkan informasi selain dari laporan keuangan dalam pengambilan keputusan yaitu dengan melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas melalui laporan arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan dan total arus kas terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang digunakan sebanyak 26 perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012 hingga 2014. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham, arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap harga saham, arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap harga saham dan total arus kas tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan laporan arus kas secara simultan tidak berpengaruh terhadap harga saham.

(2)

viii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

2015 is a challenging year for Indonesian Economic Circumstances consider that ASEAN Economic Community (AEC) would be implemented as soon as possible during this year. Export-import market of goods and services including the capital market for countries of ASEAN member is widely opened. The capital market refers to a bridge that connecting between investors and companies. Not only the financial report become the only investor’s source to take their decisions, but also they can evaluating the company’s ability to gain their profit from statement of cash flow information. The purpose of this research is to examined the influence of cash flow operating, cash flow investing, cash flow financing and total cash flow on stock price. This research is using purposive sampling method and the sample being used are 26 companies from LQ 45 that listed in Indonesia Stock Exchange during the period of 2012 until 2014. Data was processed using multiple regression. The result showed partially that cash flow operating does not has an impact on stock price, cash flow investing does not has an impact on stock price, cash flow financing does not has an impact on stock price, total cash flow does not has an impact on stock price. However simultaneously, statement of cash flow does not has an impact on stock price.

(3)

ix Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR... iv

KATA PENGANTAR ... v

1.3Tujuan Penelitian ... 6

1.4Manfaat Penelitian ... 6

BAB II LANDASAN TEORI ... 8

2.1Kajian Pustaka ... 8

2.1.1 Pasar Modal ... 8

2.1.2 Saham ... 13

2.1.3 Laporan Keuangan ... 17

2.1.4 Laporan Arus Kas ... 19

2.1.5 Laporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi ... 22

2.1.6 Laporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi ... 23

2.1.7 Laporan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan ... 24

2.1.8 Penelitian Terdahulu ... 25

2.2Rerangka Pemikiran ... 27

2.3Pengembangan Hipotesis ... 29

BAB III METODE PENELITIAN... 30

3.1Jenis Penelitian ... 30

3.2Populasi dan Sampel Penelitian ... 30

3.3Definisi Operasional Variabel (DOV) ... 32

3.4Teknik Pengumpulan Data ... 33

3.5Teknik Analisis Data ... 33

3.6Uji Asumsi Klasik ... 34

3.6.1 Uji Normalitas ... 34

3.6.2 Uji Multikolinearitas ... 35

3.6.3 Uji Heteroskedastisitas ... 35

3.6.4 Uji Autokorelasi ... 36

3.7Pengujian Hipotesis ... 36

(4)

x Universitas Kristen Maranatha

3.7.2 Uji Parsial (Uji t) ... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 38

4.1Hasil Penelitian ... 38

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 38

4.1.1.1 PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ... 38

4.1.1.2 PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ... 38

4.1.1.3 PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) ... 38

4.1.1.4 PT Astra Internasional Tbk (ASII) ... 39

4.1.1.5 PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) ... 39

4.1.1.6 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ... 40

4.1.1.7 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ... 40

4.1.1.8 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ... 40

4.1.1.9 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ... 40

4.1.1.10 PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ... 41

4.1.1.11 PT XL Axiata Tbk (EXCL) ... 41

4.1.1.12 PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ... 41

4.1.1.13 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ... 42

4.1.1.14 PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ... 42

4.1.1.15 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) ... 42

4.1.1.16 PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) ... 43

4.1.1.17 PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ... 43

4.1.1.18 PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ... 43

4.1.1.19 PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ... 44

4.1.1.20 PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) ... 44

4.1.1.21 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) ... 45

4.1.1.22 PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) ... 45

4.1.1.23 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) ... 45

4.1.1.24 PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ... 46

4.1.1.25 PT United Tractors Tbk (UNTR) ... 46

4.1.1.26 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ... 46

4.1.2 Data dari Variabel-variabel Penelitian ... 47

4.1.2.1 Data Perubahan Arus Kas dari Aktivitas Operasi (X1) ... 47

4.1.2.2 Data Perubahan Arus Kas dari Aktivitas Investasi (X2) ... 48

4.1.2.3 Data Perubahan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (X3) .... 49

4.1.2.4 Data Perubahan Total Arus Kas (X4) ... 51

4.1.2.5 Data Perubahan Harga Saham (Y) ... 52

4.1.3 Pengujian Asumsi Klasik ... 53

4.1.3.1 Uji Normalitas ... 54

4.1.3.2 Uji Multikolinearitas ... 55

4.1.3.3 Uji Heterokedastisitas ... 56

4.1.3.4 Uji Autokorelasi ... 57

4.1.4 Analisis Regresi Berganda ... 58

4.1.5 Pengujian Hipotesis ... 60

4.1.5.1 Pengujian Hipotesis Secara Simultan – Uji F ... 60

(5)

xi Universitas Kristen Maranatha

4.1.5.3 Pengujian Hipotesis Pengaruh Arus Kas Investasi

Terhadap Harga Saham ... 63

4.1.5.4 Pengujian Hipotesis Pengaruh Arus Kas Pendanaan Terhadap Harga Saham ... 64

4.1.5.5 Pengujian Hipotesis Total Arus Kas Terhadap Harga Saham ... 65

4.2Pembahasan ... 67

4.2.1 Pengaruh Laporan Arus Kas Secara Simultan Terhadap Harga Saham ... 67

4.2.2 Pengaruh Arus Kas dari Aktivitas Operasi Secara Parsial Terhadap Harga Saham ... 67

4.2.3 Pengaruh Arus Kas dari Aktivitas Investasi Secara Persial Terhadap Harga Saham ... 68

4.2.4 Pengaruh Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Secara Parsial Terhadap Harga Saham ... 68

4.2.5 Pengaruh Total Arus Kas Secara Parsial Terhadap Harga Saham ... 69

4.3Perbandingan dengan Hasil Riset Empiris ... 70

BAB V PENUTUP ... 71

5.1Simpulan ... 71

5.2Keterbatasan Penelitian ... 72

5.3Implikasi Penelitian ... 72

5.3.1 Implikasi Teoritis ... 72

5.3.2 Implikasi Manajerial ... 73

5.3.3 Implikasi Metodologi ... 73

5.4Saran ... 74

DAFTAR PUSTAKA ... 75

LAMPIRAN ... 78

(6)

xii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Rerangka Pemikiran ... 28

Gambar 2.2 Model Penelitian Pengaruh Laporan Arus Kas Terhadap Harga Saham ... 29

Gambar 4.1 Kurva Pengujian Hipotesis Parsial Arus Kas Operasi (X1) ... 63

Gambar 4.2 Kurva Pengujian Hipotesis Parsial Arus Kas Investasi (X2) ... 64

Gambar 4.3 Kurva Pengujian Hipotesis Parsial Arus Kas Pendanaan (X3) ... 65

(7)

xiii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Hasil-hasil Penelitian Terdahulu ... 25

Tabel 3.1 Daftar Perusahaan yang menjadi Sampel ... 31

Tabel 3.2 Indikator Variabel dan Skala Pengukuran ... 33

Tabel 4.1 Perubahan Arus Kas dari Aktivitas Operasi ... 47

Tabel 4.2 Perubahan Arus Kas dari Aktivitas Investasi ... 49

Tabel 4.3 Perubahan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan ... 50

Tabel 4.4 Perubahan Total Arus Kas ... 51

Tabel 4.5 Perubahan Harga Saham ... 53

Tabel 4.6 Uji Normalitas ... 54

Tabel 4.7 Uji Multikolinearitas ... 55

Tabel 4.8 Uji Heterokedastisitas ... 57

Tabel 4.9 Uji Autokorelasi ... 58

Tabel 4.10 Uji Regresi Berganda ... 59

Tabel 4.11 Pengujian Hipotesis Simultan (Uji F) ... 61

(8)

xiv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran A Laporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi ... 79

Lampiran B Laporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi ... 80

Lampiran C Laporan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan ... 81

Lampiran D Laporan Total Arus Kas ... 82

Lampiran E Harga Saham Perusahaan ... 83

Lampiran F Titik Persentase Distribusi F untuk Probabilita = 0,05... 84

(9)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tahun 2015 dapat menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian di

Indonesia. Dalam menyambut ASEAN Economic Community (AEC), pasar arus

ekspor impor barang dan jasa ataupun pasar modal di negara-negara ASEAN

semakin terbuka lebar, dimana permasalahan tarif dan non tarif sudah tidak

diberlakukan lagi. Masyarakat Indonesia harus siap menghadapi AEC karena

sistem pasar bebas akan memasuki negara Indonesia, dimana persaingan bisnis

bukan hanya diantara masyarakat Indonesia tetapi juga sesama masyarakat di

wilayah ASEAN. Pasar modal di Indonesia harus memiliki level yang sama

dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand dan Malaysia

(Ikbal Umhar, 2014).

Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara

karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi

pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana

dari masyarakat pemodal (investor). Dana usaha yang diperoleh dari pasar modal

dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja,

dan lain-lain. Kedua, pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk

berinvestasi pada instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, reksadana, dan

lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang

dimilikinya sesuai karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrumen

(10)

Bab I. Pendahuluan 2

Universitas Kristen Maranatha

Investor di pasar modal sangat berkepentingan dengan informasi yang

berkaitan dengan kinerja perusahaan, karena perusahaan yang memiliki kinerja

yang baik mampu memaksimalkan keuntungan perusahaan yang pada akhirnya

akan meningkatkan kesejahteraan para pemilik saham. Kesejahteraan pemegang

saham ditunjukkan melalui harga pasar per saham perusahaan, yang juga

merupakan refleksi dari keputusan investasi, pendanaan, dan aktiva manajemen

(Vicky Oktavia, 2008:1).

Sumber informasi yang berperan penting dalam bisnis investasi di pasar

modal adalah laporan keuangan yang disediakan oleh setiap perusahan yang go

public. Investor membutuhkan informasi laporan keuangan untuk mendukung

keputusan agar dapat memaksimalkan utilitas investasinya. Informasi akuntansi

akan menjadi informasi yang penting bagi para pengambil keputusan. Hal ini

karena penyampaian informasi tersebut mempunyai potensi utama sebagai

pengurang ketidakpastian dalam pengambilan keputusan (Sulaiman Shidiq,

2009:2).

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 tahun 2009

menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan untuk umum adalah memberikan

informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang

bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka

membuat keputusan–keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban

manajemen atas penggunaan sumber–sumber daya yang dipercayakan kepada

mereka. Untuk mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan harus

(11)

Bab I. Pendahuluan 3

Universitas Kristen Maranatha

ekuitas, pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian, serta arus kas (Vicky

Oktavia, 2008:3).

Selain menggunakan informasi dari laba akuntansi, dalam proses

pengambilan keputusan ekonomi, pemakai laporan keuangan perusahaan

melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas

dan setara kas serta kepastian perolehannya melalui laporan arus kas. Informasi

laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan yang sangat bermanfaat

untuk membantu investor dalam pengambilan keputusan (Vicky Oktavia, 2008:3).

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 tahun 2009 mewajibkan

perusahaan untuk menyertakan laporan arus kas dalam laporan keuangannya.

Dengan demikian pada waktu laporan keuangan diumumkan ke publik, tidak

hanya informasi laba perusahaan saja yang diterima publik, tetapi juga informasi

arus kas. Laporan arus kas melaporkan ukuran arus kas untuk tiga aktivitas utama

dalam aktivitas usaha, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan (Sulaiman Shidiq,

2009:2).

Tujuan laporan arus kas adalah menyediakan informasi arus kas masuk

dan arus kas keluar untuk satu periode. Laporan tersebut juga membedakan

sumber dan penggunaan arus kas dengan memisahkan arus kas menjadi aktvitas

operasi, investasi, dan pendanaan (Subramanyam, 2013:92).

Arus kas dari aktivitas operasi merupakan aktivitas perusahaan yang

terkait dengan laba. Selain pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan

laba rugi, aktivitas operasi juga meliputi arus kas masuk dan arus kas keluar

bersih yang berasal dari aktivitas operasi terkait, seperti pemberian kredit pada

(12)

Bab I. Pendahuluan 4

Universitas Kristen Maranatha

kas dari aktivitas investasi merupakan cara untuk memperoleh dan menghapuskan

aset non-kas. Aktivitas ini meliputi aset yang diharapkan untuk menghasilkan

pendapatan bagi perusahaan, seperti pembelian dan penjualan aset tetap dan

investasi dalam efek. Arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan cara untuk

mendistribusikan, menarik, dan mendapatkan dana untuk mendukung aktivitas

usaha. Aktivitas ini meliputi perolehan pinjaman dan pelunasan dana dengan

obligasi dan pinjaman lainnya (Subramanyam, 2013:93).

Beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk menguji komponen

laporan arus kas terhadap harga saham ditemukan adanya ketidakkonsistenan

antara peneliti yang satu dengan yang lainnya. Dwinandini Wiragasari (2010)

menyatakan bahwa informasi laporan arus kas tidak berpengaruh signifikan

terhadap perubahan harga saham. Hasil temuan ini tidak konsisten dengan temuan

Vicky Oktavia (2008) yang menyatakan bahwa total arus kas dan laba akuntansi

mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Satrio Puguh

Triwirawan (2012) melalui penelitiannya menunjukkan bahwa laba berpengaruh

terhadap harga saham, arus kas tidak berpengaruh terhadap harga saham, arus kas

dari aktivitas operasi dan pendanaan berpengaruh terhadap harga saham

sedangkan arus kas dari aktivitas investasi tidak berpengaruh terhadap harga

saham. Oleh karena hasil-hasil penelitian yang menunjukkan ketidakkonsistenan,

maka perlu dilakukan kembali penelitian mengenai laporan arus kas terhadap

harga saham.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang pernah dilakukan

oleh Dwinandini Wiragasari (2010). Namun terdapat perbedaan antara penelitian

(13)

Bab I. Pendahuluan 5

Universitas Kristen Maranatha

adalah tahun 2012-2014 sedangkan penelitian tahun sebelumnya adalah tahun

2007-2008, dan sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45.

Alasan pemilihan perusahaan yang sahamnya termasuk dalam indeks

LQ-45 didasarkan pada pemikiran bahwa saham–saham tersebut dapat

menggambarkan pergerakan harga dan perdagangan saham secara aktif

mempengaruhi keadaan pasar. Perusahaan–perusahaan yang termasuk dalam

indeks LQ 45 terdiri dari berbagai jenis usaha dimana memiliki kapitalisasi pasar

sebesar 75% dari kapitalisasi pasar secara keseluruhan (Vicky Oktavia, 2008:15).

Sedangkan alasan pemilihan tahun 2012-2014 agar penelitian ini dapat

menjelaskan keadaan terbaru di pasar modal dan sudah dapat memenuhi kriteria

sampel data yang digunakan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang dikemukakan

dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah terdapat pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham di BEI ?

2. Apakah terdapat pengaruh arus kas investasi terhadap harga saham di BEI ?

3. Apakah terdapat pengaruh arus kas pendanaan terhadap harga saham di BEI ?

4. Apakah terdapat pengaruh total arus kas terhadap harga saham di BEI ?

5. Apakah terdapat pengaruh laporan arus kas secara simultan terhadap harga

(14)

Bab I. Pendahuluan 6

Universitas Kristen Maranatha

1.3 Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah tersebut maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian

ini adalah :

1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh arus kas operasi terhadap harga

saham di BEI.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh arus kas investasi terhadap harga

saham di BEI.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh arus kas pendanaan terhadap

harga s dapat dikeaham di BEI.

4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh total arus kas terhadap harga

saham di BEI.

5. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh laporan arus kas secara simultan

terhadap harga saham di BEI.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat Akademis.

a. Bagi penulis, penelitian ini merupakan sarana untuk menambah wawasan

dan ilmu pengetahuan, serta sarana untuk pemahaman diri dalam

menganalisa suatu permasalahan dalam penulisan karya ilmiah.

b. Bagi peneliti lain, peneliti ini dapat digunakan sebagai referensi dan

sumber informasi bagi penelitian di bidang yang sama di masa yang akan

(15)

Bab I. Pendahuluan 7

Universitas Kristen Maranatha

2. Manfaat Praktisi.

a. Bagi investor atau calon investor, penelitian ini diharapkan dapat

memberi masukan yang berharga dalam pengambilan keputusan investasi

yang tepat dan menguntungkan.

b. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang

berharga untuk mengelola arus kas dalam kaitannya dengan peningkatan

(16)

71 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya, maka

dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut:

1. Arus Kas Operasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Harga Saham,

dapat dilihat dari thitung (0,328) < ttabel (1,993) atau p-value (sig) 0,744 > 0,05,

dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak.

2. Arus Kas Investasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Harga Saham,

dapat dilihat dari thitung (0,149) < ttabel (1,993) atau p-value (sig) 0,882 > 0,05,

dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak.

3. Arus Kas Pendanaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap Harga Saham,

dapat dilihat dari thitung (0,161) < ttabel (1,993) atau p-value (sig) 0,873 > 0,05,

dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak.

4. Total Arus Kas secara parsial tidak berpengaruh terhadap Harga Saham, dapat

dilihat dari thitung (0,969) < ttabel (1,993) atau p-value (sig) 0,336 > 0,05,

dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak.

5. Laporan Arus Kas secara simultan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham,

dapat dilihat dari Fhitung (0,294) ≤ Ftabel (2,50) atau p-value (sig) 0,881 > 0,05,

(17)

Bab V. Penutup 72

Universitas Kristen Maranatha

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian telah yang dilakukan tentunya memiliki beberapa keterbatasan yaitu

sebagai berikut:

1. Sampel yang diambil secara purposive sampling tidak dapat mewakili seluruh

perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia sehingga hasil penelitian

tidak dapat digeneralisir.

2. Periode penelitian yang digunakan relatif pendek, yaitu hanya 3 tahun

(2012-2014) sehingga sampel penelitian hanya 3 kali jumlah perusahaan sampel

(26) yaitu 78 sampel.

3. Penelitian ini hanya mengidentifikasi komponen laporan arus kas yang terdiri

dari arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan dan total arus kas

terhadap harga saham.

5.3 Implikasi Penelitian 5.3.1 Implikasi Teoritis

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus kas operasi, arus kas investasi, arus

kas pendanaan dan total arus kas baik secara parsial (berdasarkan uji t) maupun

secara simultam (berdasarkan uji F) tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dwinandini

Wiragasari (2010) yang menyatakan bahwa informasi laporan arus kas tidak

berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham baik secara parsial

maupun secara simultan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat

disimpulkan bahwa laporan arus kas yang terdiri dari arus kas operasi, arus kas

(18)

Bab V. Penutup 73

Universitas Kristen Maranatha

mempengaruhi harga saham. Perubahan harga saham dapat dipengaruhi oleh

faktor-faktor seperti laba per lembar saham (earning per share/EPS), jumlah laba

yang diperoleh perusahaan, proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas, jumlah

dividen yang diberikan, tingkat bunga, tingkat risiko dan pengendalian.

5.3.2 Implikasi Manajerial

Harapan dari penelitian ini agar para investor yang akan menanamkan modalnya

pada suatu perusahaan memperhatikan informasi dari laporan keuangan untuk

menilai kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan tersebut, selain

itu para investor juga harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi

perubahan harga saham, dan bagi perusahaan sebaiknya mempublikasikan laporan

keuangan secara transparan dan akurat sehingga para investor dapat mengambil

keputusan untuk berinvestasi di masa yang akan datang.

5.3.3 Implikasi Metodologi

Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Variabel yang

diteliti seputar laporan arus kas yang terdiri dari arus kas operasi, arus kas

investasi, arus kas pendanaan, total arus kas dan harga saham. Sampel data yang

diteliti berjumlah 78 data yang diperoleh dari 26 perusahaan selama 3 periode

yaitu tahun 2012-2014. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti perubahan

harga saham harus memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi

perubahan harga saham. Pemilihan sampel perusahaan harus bisa mewakili

seluruh perusahaan yang terdapat di Indonesia agar dapat meningkatkan mutu dari

(19)

Bab V. Penutup 74

Universitas Kristen Maranatha

5.4 Saran

Saran dari peneliti untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang akan meneliti

perubahan harga saham adalah sebagai berikut:

1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor lain

yang dapat mempengaruhi perubahan harga saham seperti laba per lembar

saham (earning per share/EPS), jumlah laba yang diperoleh perusahaan,

proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas, jumlah dividen yang diberikan,

tingkat bunga, tingkat risiko dan pengendalian.

2. Sampel yang digunakan untuk penelitian dipilih secara acak sehingga dapat

mewakili perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia yang dapat

digeneralisasi keseluruhan perusahaaan Indonesia.

3. Periode penelitian disarankan lebih panjang, tidak hanya meliputi 3 tahun saja

agar hasil dari penelitian lebih akurat.

Saran dari peneliti untuk pihak-pihak lainnya adalah sebagai berikut:

1. Bagi investor atau calon investor dalam melakukan investasi sebaiknya

memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham

sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi yang

tepat dan menguntungkan.

2. Bagi perusahaan sebaiknya meningkatkan kinerja keuangan maupun kinerja

manajemen perusahaan sehingga investor tertarik untuk berinvestasi di

(20)

75 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Alam, Syamsir. (2007). Ekonomi untuk SMA & MA kelas XI. Jilid 2. Jakarta: Esis.

Bursa Efek Indonesia. (2010). Laporan Keuangan & Tahunan, dari http://www.idx.co.id

Daftar IPO. (2012). Diakses pada 9 Maret 2012 dari http://www.sahamok.com/tanggal-listing-ipo-emiten-perusahaan-publik-terbuka-di-bei/

Fahmi, Irham. (2013). Pengantar Pasar Modal. Edisi 2. Bandung: Alfabeta

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Guinan, Jack. (2010). Investopedia. Jakarta: PT Mizan Publika.

Harahap, Sofyan Syafri. (2011). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Harianti, Asni., Sienly Veronica., Nur., Santy Setiawan., & Dini Iskandar. (2012). Statistika II. Yogyakarta: Andi.

Hartono, Jogiyanto. (2010). Teori Portofolio & Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.

Hartono, Jogiyanto. (2013). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah & Pengalaman-Pengalaman. Edisi 6. Yogyakarta: BPFE.

Husnan, Suad., & Enny Pudjiastuti. (2004). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Hutami, Rescyana Putri. (2012). Pengaruh Dividend Per Share, Return On Equity & Net Profit Margin Terhadap Harga Saham Perusahaan Industri Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009. Jurnal Nominal. Volume 1. (No. 1), hal 104-123.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2009). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 Tentang Kerangka Dasar Penyusunan & Penyajian Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2009). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 Tentang Laporan Arus Kas. (Revisi 2009). Jakarta: Salemba Empat.

(21)

Daftar Pustaka 76

Universitas Kristen Maranatha

Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt., & Terry D. Warfield. (2012). Akuntansi Intermediete (Terj. Emil Salim). Edisi 12, Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Mahrofi, Zubi. (2013). OJK: Tantangan Pasar Modal Cukup Besar. Diakses pada 24 Desember 2013 dari http://m.antaranews.com/berita/410911/ojk-tantangan-pasar-modal-cukup-besar.

Martalena., & Maya Malinda. (2011). Pengantar Pasar Modal. Yogyakarta: Andi

Oktavia, Vicky. (2008). Analisis Pengaruh Total Arus Kas, Komponen Arus Kas & Laba Akuntansi Terhadap Return saham di Bursa Efek Jakarta. Tesis, Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Priyatno, Duwi. (2010). Teknik Mudah & Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media.

Risman, Herdi. (2012). Pengaruh Pelatihan Teknis Teknologi Informasi Terhadap Kompetensi Guru Militer di Pusdikajen Kodiklat TNI AD. Skripsi, Bandung: Program Sarjana Lembaga Administrasi Negara.

Rusdin. (2008). Pasar Modal: Teori, Masalah, & Kebijakan dalam Praktik. Bandung: Alfabeta.

Sartono, Agus. (2008). Manajemen Keuangan Teori & Aplikasi. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE.

Shidiq, Sulaiman. (2009). Pengaruh Laporan Arus Kas & Leverage Ratio Terhadap Abnormal Harga Saham Perusahaan yang Terdaftar pada Jakarta Islamic Index. Skripsi, Yogyakarta: Program Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Soemarso. (2005). Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi Revisi. Jakarta: Salemba Empat.

Subramanyam, K.R., & John J. W. (2013). Analisis Laporan Keuangan. Edisi 10, Buku 2. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sunariyah. (2004). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Keempat. Yogyakarta: AMP YKPN.

Umhar, Ikbal. (2014). Siap Tidak Siap Harus Siap Indonesia Menuju ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Diakses pada 11 Juli 2014, dari https://ikbalumhar.wordpress.com/2014/07/11/siap-tidak-siap-harus-siap-indonesia-menuju-asean-economic-community-aec-2015/.

(22)

Daftar Pustaka 77

Universitas Kristen Maranatha

Gambar

Gambar 4.4 Gambar 4.3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan Yoyok Pambudi (2015) tentang kendali daya reaktor RSG G.A.S Dengan menggunakan metode Particle Swarm Optimization dan kendali DIC

Kelompok Kerja Pengadaan Jasa Konsultansi Pekerjaan Jalan dan Jembatan Provinsi Jawa Tengah pada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Dana APBD Tahun Anggaran

Dalam penelitian ini, seleksi mikroba dilakukan menggunakan irradiasi gamma dengan dosis yang bervariasi, hal ini didasarkan bahwa perbedaan resistensi

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat, rahmat, anugerah serta karunia-Nya, sehingga penulisan skripsi yang berjudul

Sapi Bali merupakan ras atau bangsa sapi asli berasal dari negara Indonesia dan memiliki ciri-ciri pada jantan yaitu berwarna bulu badan hitam (kecuali kaki dan pantat),

Penelitian yang berjudul kajian faktor-faktor penyebab perkawinan usia muda dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi di Desa Lebakwangi Kecamatan Pagedongan

Listwise deletion based on all variables in the procedure... Listwise deletion based on all variables in

Berdasarkan penjelasan, dapat kita simpulkan bahwa anggaran adalah perencanaan yang rinci untuk masa depan yang dinyatakan secara kuantitatif dan lebih spesifik