vii ABSTRAK
PERANCANGAN PROMOSI DEWI YANTI BUTIK
Oleh
Tommy Kurniawan
1264076
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki berbagai macam suku yang beranekaragam. Karena memiliki keanekaragaman suku ini, tentu Indonesia juga memiliki kebudayaan yang sangat banyak. Salah satunya adalah batik. UNESCO mengeluarkan sertifikat pada 2 Oktober 2009, batik merupakan warisan budaya Indonesia yang lisan dan non-bendawi (Kusrianto, 2009). Seiring dengan perkembangan minat masyarakat terhadap batik, banyak produsen batik yang membuat batik dengan teknik cap dan cetak, serta penggunaan pewarna berbahan dasar kimia. Namun tak semua produsen pakaian menghilangkan penggunaan batik tulis dan pewarna alam dalam pembuataan produknya, salah satunya yaitu Dewi Yanti Butik yang terletak di daerah Bandung. Walaupun Dewi Yanti Butik memiliki banyak keunggulan, masyarakat Bandung dan sekitar belum begitu mengenal butik ini.
Maka dari itu, tujuan perancangan untuk mengenalkan Dewi Yanti Butik kepada masyarakat, wanita dewasa, usia 30-40 tahun, yang tinggal di kota-kota besar, khususnya Bandung dan Jakarta melalui perancangan media promosi yang menarik target audience. Manfaat perancangan ini yaitu, agar masyarakat lebih mengenal dan dapat mencintai produk-produk lokal Indonesia, serta membantu meningkatkan penjualan usaha lokal.
Perancangan promosi ini menggunakan website sebagai media utama, yang bertujuan untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan Dewi Yanti Butik. Beberapa media promosi pendukung berupa business stationery, iklan pada media sosial facebook dan instagram, e-news letter, dan editorial pada majalah. Melalui perancangan promosi ini, diharapkan masyarakat wanita usia 30-40 tahun dapat mengenal Dewi Yanti Butik sebagai butik yang menjual produk-produk lokal, khususnya Jawa Timur.
viii
ABSTRACT
THE PROMOTION DESIGN OF DEWI TANTI BOUTIQUE
By
Tommy Kurniawan
1264076
Indonesia is a country that is known for its diversification of culture and race. This leads to the emergence of various cultures in Indonesia. One of the cultures is called batik. UNESCO has had a certificate dating on 2nd of October 2009 which declares that batik is one of the spoken and nonphysical cultural heritages originated from Indonesia. The increasing interest of people to batik makes producers produce it with different technique of application and print with the use of chemical coloring. One of the shops that applies the kind of coloring is situated in Dewi Yanti Boutique in Bandung. Despite the good qualities of the boutique, a lot of people in Bandung is not too familiar or even hear of the existence of the boutique.
Therefore, the purpose of the design is to introduce the Dewi Yanti Boutique to the society in particularly the female adults whose Age are between 30 to 40 and who live in major cities especially in Jakarta and Bandung. It is expected that through these promotion media, target audience will be interested in the boutique. It is also expected that people will know more and love the local products of Indonesia as well as to help the sale of the local business particularly in batik.
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
LEMBAR PENGESAHAN ...ii
PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN ...iii
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN ...iv
KATA PENGANTAR ...v
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup ...2
1.3 Tujuan Perancangan ...3
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ...3
1.5 Skema Perancangan ...4
BAB II : LANDASAN TEORI ...5
2.1 Promosi ...5
2.1.1 Pengertian dan Maanfaat Promosi ...5
2.1.2 Alat Promosi ...5
x
2.3.2 Fotografi Fashion ...9
2.4 Videografi ...10
2.5 Kebudayaan ...10
2.5.1 Pengertian dan Unsur Budaya ...10
2.5.2 Pengertian dan Sejarah Batik ...11
BAB III : DATA DAN ANALISIS ...13
3.1.5 Tinjauan Karya Sejenis ...23
3.2 Segmentasi, Targeting, dan Positioning ...25
3.2.1 Segmentasi ...25
3.2.2 Targeting ...26
3.2.3 Positioning ...26
3.3 SWOT analisis...26
3.3.1 SWOT Promosi Dewi Yanti Butik ...26
xi
4.3.4 E-News Letter ...31
4.3.5 Print Ad ...32
4.3.6 Mini Lookbook ...32
4.3.7 Hangtag ...32
4.3.8 Packaging ...32
4.3.9 Bussiness Stationery ...32
4.3.10 Timeline ...33
4.4 Karya ...33
4.4.1 Logo ...34
4.4.2 Website ...35
4.4.3 Iklan Media Sosial ...46
4.4.4 Bussiness Stationery ...48
4.4.5 Product Identity ...51
4.4.6 Print Ad... ...53
4.4.7 E-News Letter ...55
4.4.8 Mini Lookbook ...56
4.4.9 Storyboard ...58
4.5 Budgeting ...59
BAB V : PENUTUP ...60
5.1 Simpulan ...60
5.2 Saran ...60
DAFTAR PUSTAKA ...61
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Skema Perancangan ...4
Gambar 3.1 Dewi Yanti Butik Dari Luar dan Dalam ...13
Gambar 3.2 Beberapa Contoh Produk Pakaian Dewi Yanti Butik ...14
Gambar 3.3 Logo Dewi Yanti Butik ...15
Gambar 3.4 Website Batik Keris ...24
Gambar 3.5 foto Produk Batik Keris ...24
Gambar 3.6 Iklan Batik Keris ...25
Gambar 4.1 Jenis Font ... 29
Gambar 4.2 Warna ... 30
Gambar 4.3 Logo Dewi Yanti Butik ... 34
Gambar 4.4 Redesain Logo Dewi Yanti Butik ... 34
Gambar 4.5 Font Pada Logo ... 34
Gambar 4.6 Warna Logo ... 35
Gambar 4.7 Tampilan Home Pada Website ... 35
Gambar 4.8 Tampilan New Product Pada Website ... 36
Gambar 4.9 Tampilan Produk Pada Website ... 36
Sumber 4.10 Tampilan Detail Produk Pada Website ... 37
Gambar 4.11 Tampilan About Us Website ... 37
Gambar 4.12 Tampilan Contact Pada Website ... 38
Gambar 4.13 Tampilan Shopping Bag Pada Website ... 38
Gambar 4.14 Tampilan Personal Detail Pada Website ... 39
Gambar 4.15 Tampilan Payment Pada Website ... 39
Gambar 4.16 Tampilan Pembelian Selesai Pada Website ... 40
Gambar 4.17 Tampilan Website Pada Handphone 1 ... 40
Gambar 4.18 Tampilan Website Pada Handphone 2 ... 41
Gambar 4.19 Tampilan Website Pada Handphone 3 ... 41
Gambar 4.20 Tampilan Website Pada Handphone 4 ... 42
Gambar 4.21 Tampilan Website Pada Handphone 5 ... 42
Gambar 4.22 Tampilan Website Pada Handphone 6 ... 43
Gambar 4.23 Tampilan Website Pada Handphone 7 ... 43
Gambar 4.24 Tampilan Website Pada Handphone 8 ... 44
Gambar 4.25 Tampilan Website Pada Handphone 9 ... 44
Gambar 4.26 Font Bell MT Pada Website ... 45
Gambar 4.27 Warna Pada Website ... 45
Gambar 4.28 Iklan Awareness Pada Media Sosial Facebook ... 46
Gambar 4.29 Iklan Infroming Pada Media Sosial Facebook ... 46
Gambar 4.30 Iklan Awareness Pada Instagram ... 47
Sumber 4.31 Iklan Informing Pada Instagram ... 47
xiii
Gambar 4.33 Desain Kartu Nama ... 49
Gambar 4.34 Desain Nota ... 49
Gambar 4.35 Desain Kop Surat ... 50
Gambar 4.36 Warna Pada Business Stationery ... 51
Gambar 4.37 Font Pada Business Stationery ... 51
Gambar 4.38 Desain Hangtag ... 51
Gambar 4.39 Desain Packaging offline ... 52
Gambar 4.40 Desain Packaging Online ... 52
Gambar 4.41 Desain Thankyou Card ... 53
Gambar 4.42 Warna Pada Product Identity ... 53
Gambar 4.43 Font Pada Product Identity ... 53
Gambar 4.44 Print Ad Awareness ... 54
Gambar 4.45 Print Ad Informing ... 54
Gambar 4.46 Font Pada Print Ad ... 55
Gambar 4.47 Desain E-news Letter ... 55
Gambar 4.48 Font Pada E-News Letter ... 56
Gambar 4.49 Warna Pada E-News Letter ... 56
Gambar 4.50 Mini Lookbook Bagian Depan ... 56
Gambar 4.51 Mini Lookbook Bagian Dalam ... 57
Gambar 4.52 Font Pada Mini Lookbook ... 57
Gambar 4.53 Warna Pada Mini Lookbook ... 57
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Timeline Promosi ... 33
xv
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 3.1 Jenis Kelamin Respoden ... 16
Diagram 3.2 Usia Responden ... 17
Diagram 3.3 Pekerjaan Responden ... 17
Diagram 3.4 Penghasilan Responden ... 18
Diagram 3.5 Pembelian Produk Dalam Sebulan ... 18
Diagram 3.6 Tinggal Daerah Bandung atau Tidak ... 19
Diagram 3.7 Sebarapa Sering Mengunjungi Bandung ... 19
Diagram 3.8 Penyuka Batik ... 20
Diagram 3.9 Kegiatan Dalam Menggunakan Batik ... 20
Diagram 3.10 Pengetahuan Responden Terhadap Dewi Yanti Butik ... 21
Diagram 3.11 Ketertarikan Responden Menggunakan Produk Dewi Yanti Butik ... 21
Diagram 3.12 Produk Batik yang Suka Dibeli ... 22
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Pertanyaan Wawancara ...62
Lampiran B Kuesioner ...63
Lampiran C Data Penulis ...66
Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki berbagai macam suku yang
beranekaragam. Karena memiliki keanekaragaman suku ini, tentu Indonesia juga
memiliki kebudayaan yang sangat banyak. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan
dibedakan ke dalam 7 unsur yang bersifat universal, salah satunya yaitu sistem
peralatan hidup dan teknologi. Unsur ini berisi tentang kebudayaan fisik, seperti alat
produksi, sejata, pangan, papan, dan sandang (Sutardi, 2007)
Menurut buku berjudul Batik yang ditulis oleh Adi Kusrianto, UNESCO
mengeluarkan sertifikat pada 2 Oktober 2009, yang menyebutkan batik sebagai
warisan budaya Indonesia yang lisan dan nonbendawi (Kusrianto, 2013). Pada saat ini
batik Indonesia mengalami peningkatan peminat. Batik sudah mulai meluas ke luar
pulau Jawa dan bahkan dikagumi di internasional. Menurut data Kementrian
Perindustrian menunjukan jumlah unit usaha batik dan ekspor ke mancanegara selama
5 tahun, sejak 2011 hingga 2015 mengalami peningkatan yang besar (Diakui Dunia,
Ekspor Batik RI Meningkat Setiap Tahun, www.finance.detik.com, 27 Februari 2016,
21.44).
Perkembangan batik pada saat ini, produsen pakaian yang menggunakan batik pun ikut
berkembang. Namun pada saat ini produsen pakaian lebih sering menggunakan batik
cap atau batik printing karena harga yang lebih murah daripada menggunakan batik
tulis. Namun tak semua produsen pakaian menghilangkan penggunaan batik tulis
sebagai bahan utama dalam pembuataan produknya, salah satunya yaitu Dewi Yanti
Butik yang terletak di daerah Bandung.
Berdasarkan hasil observasi secara langsung (Selasa, 23 Februari 2016) Dewi Yanti
Butik merupakan suatu butik yang tetap mempertahankan budaya batik tulis dihampir
setiap produk fashion yang dihasilkan dan pewarnaan batik menggunakan warna alam
Universitas Kristen Maranatha 2
yang hanya dimiliki Dewi Yanti Butik yaitu satu-satunya butik di Bandung yang
menyediakan batik Pasuruan, Jawa Timur. Menurut data dan fakta, selain batik
Pasuruan, Dewi Yanti Butik ini memiliki produk-produk khas lainnya seperti pakaian
bordir dengan motif khas Tanggulangin Sidoarjo, pakaian lukis, dan perhiasan khas
Malang. Dewi Yanti Butik memiliki kelebihan yang banyak, mulai dari cara produksi
produk butik ini yang dibuat secara manual sehingga produk memiliki kualitas yang
rapih dan nyaman untuk digunakan. Produksi secara manual ini juga membuat produk
Dewi Yanti Butik hanya dapat dihasilkan 1 buah saja, tidak ada yang sama. Sejak awal
berdirinya Dewi Yanti Butik pada tahun 2009 sampai saat ini hanya melakukan
penjualan melalui relasi-relasi saja, sehingga penjualan tidak banyak peningkatan.
Berdasarkan penjelasan di atas, penulis merasa perlu merancang visual promosi untuk
membantu mengenalkan kepada masyarakat dan meningkatkan penjualan Batik,
khususnya Pasuruan, Jawa Timur melalui Dewi Yanti Butik, sehingga dapat bersaing
dengan butik-butik yang sudah terkenal. Promosi ini akan lebih menekankan melalui
elemen fotografi dan videografi, sehingga detail dan kelebihan-kelebihan produk dapat
diperlihatkan dengan baik.
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup
Sesuai dengan identifikasi masalah yang telah disampaikan di atas, penulis
merangkum rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini, yaitu sebagai
berikut:
Bagaimana merancang visual promosi yang menarik bagi target sehinggaa
meningkatkan penjualan Dewi Yanti Butik?
Adapun ruang lingkup pembahasan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah
pengenalan produk Dewi Yanti Butik di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Waktu
penelitian dan perancangan pada bulan Februari-Mei 2016. Rancangan ini dibatasi
pada perancangan media informasi yang memperkenalkan produk Dewi Yanti Butik
bagi masyarakat dewasa yang memiliki pekerjaan dan tinggal di perkotaan sebagai
Universitas Kristen Maranatha 3
1.3 Tujuan Perancangan
Berdasarkan permasalah yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah di atas,
tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut:
Merancang visual promosi ini dapat meningkatkan penjualan Dewi Yanti Butik, dan
agar diketehui target audience.
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara,
studi pustaka dan kuesioner.
1. Observasi
Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung ke Dewi Yanti
Butik.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan langsung dengan pemilik Dewi Yanti Butik mengenai
produk-produk dan sejarah Dewi Yanti Butik
3. Studi Pustaka
Penulis mengumpulkan data melalui buku, artikel, dan internet yang
berhubungan dengan permasalahan perancangan promosi.
4. Kuesioner
Penulis mengumpulkan data kuesioner untuk membantu memilih media yang
Universitas Kristen Maranatha 4
1.5 Skema Perancangan
Universitas Kristen Maranatha 60
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil perancangan promosi Dewi Yanti Butik ini, penulis menarik
kesimpulan pada saat ini Dewi Yanti Butik perlu untuk melakukan promosi karena
masyarakat belum banyak yang mengenal tentang Dewi Yanti Butik. Berdasarkan
hasil wawancara Dewi Yanti Butik hanya melakukan penjualan melalui relasi-relasi
saja, sehingga ruang lingkup penjualannya masih terlalu sempit untuk berkembang.
Berdasarkan fakta mengenai Dewi Yanti Butik tersebut, penulis merancang sebuah
promosi, yang bertujuan untuk mengenalkan Dewi Yanti Butik kepada masyarakat
Indonesia, khususnya Bandung dan Jakarta, dan diharapkan melalui perancangan
promosi ini dapat memperluas ruang lingkup pemasaran Dewi Yanti Butik, tidak
hanya sebatas relasi saja sehingga dapat bersaing dengan brand-brand butik yang
sudah terkenal.
5.2 Saran
Saran yang dapat penulis berikan selama melakukan perancangan promosi Dewi Yanti
Butik ini yaitu, penulis harus dapat memilih dan menggunakan media promosi
se-efektif mungkin dan harus dapat menampilkan kesesuaian antara konsep dengan
desain.
Berdasarkan hasil persidangan yang sudah dilalui oleh penulis, ada beberapa saran
yang diberikan oleh penguji kepada penulis berkaitan dengan perancangan promosi
ini, yaitu penulis harus lebih dapat memperkuat konsep yang diangkat, sehingga karya
dapat dipertahankan dan diperjuangkan. Penulis juga harus dapat menampilkan
kesesuaian karya atau desain dengan konsep yang diangkat. Penulis pun memiliki
beberapa masukan dari dosen penguji mengenai bentuk packaging yang belum dapat
Universitas Kristen Maranatha 61
DAFTAR PUSTAKA
Brata, Vincent. 2007. Videografi dan Sinematografi Praktis. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.
Cummins, Julian. 1990. Promosi Penjualan: Bagaimana Menciptakan dan
Menerapkan Program Yang Benar-Benar Berhasil. London: Kogan Page.
Jade, Lara. 2012. Fashion Photography 101: A Complete For New Fashion
Photographer. UK: ILEX.
Komputer, Wahana. 2010. Membangun Website Tanpa Modal: Menggunakan CMS
Wordpress Beserta Domain dan Hosting Gratis. Yogyakarta: C.V ANDI.
Kusrianto, Adi. 2013. Batik: Filosifi, Motif, dan Kegunaan. Yogyakarta: C.V ANDI.
Pincus, Edward. 1984. The Filmmaker’s Handbook. USA: the Pinguin Group.
Santoso, Ensandi. 2013. Bikin Video Dengan Kamera DLSR: Rasa Hollywood, Bajed
Kaki Lima. Jakarta: PT. Transmedia.
Sutardi, Tedi. 2007. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. Bandung: PT
Setia Purna Inves.
Tjiptono, Fandy. 1995. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: ANDI.
Lani Pujiastuti. 2015. “Diakui Dunia, Ekpor Batik RI Meningkat Setiap Tahun”, (online),
(http://finance.detik.com/read/2015/10/02/132932/3034083/4/diakui-dunia-ekspor-batik-ri-meningkat-setiap-tahun, diakses 27 Februari 2016).
Sekolah Jurnalistik dan Multimedia. 2016 “Pengertian dan Sejarah Fotografi”, (online), (http://www.sjm.sch.id/p/pengertian-dan-sejarah-fotografi.html,
diakses 12 Maret 2016).
Indonesia Gunadarma. .2016. “Sejarah Batik”. (Online).
(http://indonesia.gunadarma.ac.id/batik/index.php?option=com_content&view