• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1 Daftar Nama Siswa Kelas V SD 1 Jepang Kudus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran 1 Daftar Nama Siswa Kelas V SD 1 Jepang Kudus"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Lampiran 1

Daftar Nama Siswa Kelas V SD 1 Jepang Kudus Nomor

Absen

Nama Siswa Jenis Kelamin

1 H Laki-laki 2 M Laki-laki 3 EB Laki-laki 4 EK Laki-laki 5 LCN Perempuan 6 RPA Laki-laki 7 BPR Laki-laki 8 BPU Laki-laki 9 C Perempuan 10 DAP Laki-laki 11 EFS Perempuan 12 F Perempuan 13 HS Laki-laki 14 KMI Laki-laki 15 KS Perempuan 16 MDI Laki-laki 17 MFI Laki-laki 18 MAI Laki-laki 19 MAR Laki-laki 20 NDS Laki-laki 21 NU Perempuan 22 NS Perempuan 23 NE Perempuan 24 OA Perempuan 25 RI Perempuan 26 RF Perempuan 27 SMS Perempuan 28 SFS Perempuan 29 SKS Perempuan 30 TU Laki-laki 31 RK Perempuan 32 AAS Laki-laki

(3)

Lampiran 2

Pembagian Kelompok Kelas V SD 1 Jepang Kelompok 1 1. OA 2. BPR 3. KMI 4. EK 5. EB 6. MAR Kelompok 2 1. NS 2. SMS 3. RK 4. F 5. MDI 6. AAS 7. RPA Kelompok 3 1. KS 2. LCN 3. RI 4. NDS 5. M 6. H 7. TU Kelompok 4 1. MFI 2. HS 3. BPU 4. EFS 5. SFS 6. SKS Kelompok 5 1. DAP 2. MAR 3. C 4. NE 5. RF 6. NU

(4)

Lampiran 3

Data Nilai pada Tes Awal Siswa Kelas V SD 1 Jepang No. Nama Siswa Nilai Awal KKM Keterangan

1 H 75 65 Tuntas 2 M 67 65 Tuntas 3 EB 60 65 Tidak Tuntas 4 EK 66 65 Tuntas 5 LCN 58 65 Tidak Tuntas 6 RPA 73 65 Tuntas 7 BPR 66 65 Tuntas 8 BPU 70 65 Tuntas 9 C 66 65 Tuntas 10 DAP 74 65 Tuntas 11 EFS 75 65 Tuntas 12 F 36 65 Tidak Tuntas 13 HS 67 65 Tuntas

14 KMI 59 65 Tidak Tuntas

15 KS 68 65 Tuntas

16 MDI 70 65 Tuntas

17 MFI 45 65 Tidak Tuntas

18 MAI 45 65 Tidak Tuntas

19 MAR 67 65 Tuntas 20 NDS 68 65 Tuntas 21 NU 50 65 Tidak Tuntas 22 NS 66 65 Tuntas 23 NE 68 65 Tuntas 24 OD 66 65 Tuntas 25 RI 56 65 Tidak Tuntas 26 RF 75 65 Tuntas 27 SMS 48 65 Tidak Tuntas 28 SFS 61 65 Tidak Tuntas 29 SKS 68 65 Tuntas 30 TU 36 65 Tidak Tuntas 31 RK 70 65 Tuntas

32 AAS 56 65 Tidak Tuntas

Jumlah 1995

Rata-rata kelas 62,34

Nilai Tertinggi 75

Nilai Terendah 36

Keterangan Jumlah Persentase

Tuntas 20 62,5%

(5)

Analisis Hasil Nilai Tes Prasiklus 1. Menghitung nilai rata-rata kelas

Jumlah nilai seluruh siswa = 1995 Jumlah siswa = 32

Nilai rata-rata = = = 62,34

2. Menghitung persentase ketuntasan belajar klasikal

=

= 62,5%

(6)

144 Silabus Siklus I Nama Sekolah : SD 1 Jepang

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : V / 2

Standar Kompetensi : 7.Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam. Kompetensi Dasar Nilai Karakter Materi Pokok

Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Aloka si Wakt u Sumber Belajar 7.1 Mendeskripsi kan proses pembentukan tanah karena pelapukan.  Religius  Disiplin  Toleran si  Kreatif  Rasa ingin tahu  Kerja keras  Jujur  Demokr atis  Bersaha Pembent ukan tanah dan proses pembent ukan tanah karena pelapuka n batuan  Pendahuluan  Guru memberi apersepsi tentang kegunaan tanah.  Kegiatan inti Eksplorasi

 Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi pembentukan tanah. Elaborasi Pertemuan 1  Mengidentifikasi jenis-jenis batuan.  Menyebutkan jenis-jenis batuan.  Menjelaskan jenis-jenis batuan.  Mengelompokkan jenis-jenis batuan Pertemuan II Teknik  Tes (tertulis) Bentuk  Pilihan Ganda Instrumen  Terlampir 4 x 35 menit (2x perte muan) a. Choiril Azmiyawati, dkk, BSE, IPA Saling Temas, hal: 123-128. b. Heri Sulistiyanto dan Edy Wiyono, BSE, Ilmu Pengetahuan Alam, hal: 149-129. Lampi ran 4

(7)

bat/ Komun ikatif  Tanggu ng jawab  Mengha rgai prestasi  Setiap kelompok melakukan percobaan sesuai petunjuk yang ada di LKS

 Setiap kelompok berdiskusi menjawab

pertanyaan yang ada di LKS

 Masing-masing kelompok

mempresentasikan hasil kerja kelompok dan ditanggapi kelompok lain. Konfirmasi  Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik  Penutup

 Guru dan siswa melakukan refleksi dengan tanya jawab terkait materi  Mengidentifikasi tingkat pelapukan batuan.  Menyebutkan jenis-jenis pelapukan batuan.  Menjelaskan jenis-jenis pelapukan batuan.  Mengidentifikasi proses pembentukan tanah. c. S. Rositawaty danAris Muharam, BSE, Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam, hal: 119-120. d. Jenis-jenis batuan

(8)

Kudus, 10 Mei 2013 Mengetahui, Kepala SD 1 JEPANG RUH SUYOTO, S.Pd. NIP. 196303051 1983041 004 Guru Praktikan WAHYU MUSTIKAWATI NIM. 200933151

(9)

Lampiran 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SD 1 Jepang

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : V/2

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Siklus : I

Pertemuan : 1 A. Standar Kompetensi

7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.

B. Kompetensi Dasar

7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan. C. Indikator

1. Menyebutkan jenis-jenis batuan. 2. Mengidentifikasi jenis-jenis batuan. 3. Menjelaskan pengertian jenis-jenis batuan. 4. Mengelompokkan jenis-jenis batuan. D. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan mengamati contoh jenis batuan, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis batuan dengan tepat.

2. Melalui kegiatan mengamati contoh jenis batuan, siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis batuan dengan tepat.

3. Melalui kegiatan tanya jawab dengan guru, siswa dapat menjelaskan pengertian jenis-jenis batuan dengan tepat.

4. Melalui kegiatan percobaan, siswa dapat mengelompokkan jenis-jenis batuan dengan tepat.

E. Materi Pembelajaran

(10)

F. Sarana Pembelajaran 1. Sumber Belajar

a. Choiril Azmiyawati, dkk, BSE, IPA Saling Temas, hal: 123-128.

b. Heri Sulistiyanto dan Edy Wiyono, BSE, Ilmu Pengetahuan Alam, hal: 149-129.

c. Bermacam-macam jenis batuan. G. Metode Pembelajaran

Ceramah, tanya jawab, percobaan, diskusi, dan demonstrasi. H. Model Pembelajaran

Contextual Teaching and Learning (CTL). I. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

a. Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam dan berdo’a bersama (nilai religius).

b. Guru memberikan motivasi kepada siswa (semangat).

c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai (nilai rasa ingin tahu dan toleransi).

d. Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa antara lain: setiap hari kamu pasti melihat tanah dan hampir setiap hari kamu bermain dengan tanah. Ketika tanah tidak ada, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Mengapa kamu membutuhkan tanah? (nilai rasa ingin tahu dan kreatif).

2. Kegiatan Inti (50 menit)  Eksplorasi:

(Kontruktivisme)

a. Guru dan siswa tanya jawab tentang pembentukan tanah (rasa ingin tahu).

b. Melalui pengamatan siswa menyebutkan jenis-jenis batuan

c. Melalui tanya jawab siswa mengidentifikasi jenis-jenis batuan (kerja keras, rasa ingin tahu).

(11)

(Menemukan / inquiry)

d. Melalui tanya jawab siswa menyebutkan pengertian jenis-jenis batuan (rasa ingin tahu).

(Bertanya)

e. Melalui pengamatan dan tanya jawab siswa mampu mengelompokkan jenis-jenis batuan (rasa ingin tahu).

 Elaborasi

(Masyarakat Belajar)

a. Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok secara heterogen (demokratis).

b. Masing-masing kelompok mencari batuan di sekitar sekolah untuk diidentifikasi (teliti).

c. Siswa berdiskusi mengerjakan LKS tentang pengelompokkan batuan (semangat, kerjasama).

(Pemodelan)

d. Melalui penugasan dan pengamatan terhadap batuan yang didapat siswa mampu mengelompokkan jenis-jenis batuan (rasa ingin tahu).

 Konfirmasi

a. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok (tanggung jawab, berani).

b. Kelompok lain memberi tanggapan dari presentasi temannya (demokratis, toleransi).

c. Setiap kelompok yang maju mendapatkan reward (menghargai prestasi). (Refleksi)

d. Siswa bersama guru melakukan refleksi dengan menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan (kerja sama, demokratis, komunikatif). (Penilaian)

e. Guru melakukan penilaian terhadap LKS yang telah dikerjakan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung (teliti).

(12)

3. Kegiatan Penutup (10 menit)

a. Guru memberi pesan moral agar siswa selalu belajar di rumah dengan giat (semangat).

b. Siswa diberi PR berkaitan materi pembentukan tanah (nilai tanggung jawab).

c. Sebelum proses belajar mengajar berakhir guru mengakhirinya dengan bacaan hamdalah bersama-sama (religius).

J. Penilaian

1. Teknik : Tes (tertulis) 2. Bentuk : Pilihan Ganda 3. Instrumen : Terlampir

(13)

Kudus, 10 Mei 2013 Peneliti

Wahyu Mustikawati NIM. 2009-33-151

(14)

Lampiran 6

TANAH

Menurut Saepuloh (2010: 8) tanah merupakan tubuh alam berupa material batuan tempat sebagian besar jenis tumbuhan dapat hidup dan berkembang, sementara kita sebagai manusia mempergunakannya untuk berbagai usaha pemenuhan berbagai kebutuhan hidup, menikmati dan menggunakan tumbuhan yang tumbuh di atasnya karena keindahannya atau sebagai bahan makanan, demikian pula makhluk lainnya seperti hewan pemakan tumbuhan. Sedangkan menurut Winarso (2005: 12) tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan organik yang terletak di permukaan sampai kedalaman tertentu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor genetis dan lingkungan, yakni: bahan induk, iklim, organisme hidup (mikro dan makro), topografi dan waktu yang berjalan selama kurun waktu yang sangat panjang, yang dapat dibedakan dari ciri-ciri bahan induk asalnya baik secara fisik, kimia, biologi maupun morfologinya.

Tanah menurut Sutedjo (2005: 23) merupakan suatu sistem yang ada dalam suatu keseimbangan dinamis dengan lingkungannya (lingkungan hidup atau lingkungan lainnya). Selanjutnya menurut Buckman (1982: 4) tanah adalah suatu tubuh alam yang mempunyai arti kedalaman, daerah permukaan dan sebagai hasil alam oleh gaya destruktif dan gaya sintetik. Menurut Rismunandar (1984: 73) tanah adalah tempat di permukaan bumi, tempat tanaman bisa tumbuh dan berkembang biak.

Pendapat para ahli di atas dapat penulis simpulkan bahwa tanah adalah tempat di permukaan bumi dimana ada kehidupan baik manusia,

(15)

tumbuh-tumbuhan serta hewan yang membutuhkan lingkungan alam selama kurun waktu yang sangat panjang untuk kelangsungan hidup.

Proses Terbentuknya Tanah

Menurut Saepuloh (2010: 13) pembentukan tanah merupakan proses perubahan bentuk suatu bahan ke dalam bentuk lain yang sifatnya jauh berbeda dengan sifat asalnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses terbentuknya tanah, yaitu:

6. Iklim

Iklim merupakan faktor terpenting dalam proses pembentukan tanah, karena unsur-unsur iklim seperti suhu dan curah hujan sangat menentukan sifat pelapukan batuan.

7. Jasad hidup (organisme)

Organisme mampu mempercepat penghancuran batuan baik secara fisika maupun kimia. Lumut yang hidup di atas batu, sedikit demi sedikit akan melapukan batu tersebut hingga menjadi tanah.

8. Bahan induk tanah

Bahan induk tanah di daerah-daerah lembab masih besar pengaruhnya dalam menentukan sifat tanah, karena mineral-mineral yang terlarutkan oleh air akan meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam. Kecepatan resapan mineral ini sangat ditentukan oleh tekstur atau ukuran butiran tanah. Semakin kasar teksturnya semakin cepat resapannya. Mineral-mineral yang terlarutkan dari bahan induk tanah ini akan membentuk sifat tanah itu sendiri.

(16)

9. Topografi

Topografi/ bentuk dan kemiringan permukaan tanah dapat mempercepat atau memperlambat penumpukan material tanah. Pada daerah yang relatif datar, pembentukan tanah relatif tidak terganggu karena proses pengikisan sangat kecil, bahkan mendapatkan penambahan volume tanah dari hasil pengendapan dari daerah yang lebih tinggi.

10. Rentang waktu

Lama atau singkatnya waktu penghancuran bahan induk tanah, sangat ditentukan oleh tingkat kekerasan batuan yang menjadi bahan induk tanah itu sendiri. Semakin keras batuan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk peluruhannya hingga menjadi tanah. Gambar dibawah ini menunjukkan proses pembentukan tanah.

Gambar 2.1 Pembentukan Tanah

Sumber: Saepuloh, 2010: 17 Jenis-Jenis Batuan

Setiap jenis batuan mempunyai sifat yang berbeda. Sifat batuan tersebut meliputi bentuk, warna, kekerasan, kasar atau halus dan mengkilap atau tidaknya permukaan batuan. Setiap batuan memiliki sifat dan ciri khusus karena bahan yang terkandung dalam batuan berbeda-beda. Ada batuan yang mengandung zat

(17)

besi, nikel, tembaga, emas, belerang, platina, atau bahan-bahan lain. Bahan-bahan seperti itu disebut mineral. Tiap jenis batuan mempunyai kandungan mineral yang berbeda.

Menurut Buckman (1982: 327) jenis-jenis batuan yang terdapat dalam kerak bumi digolongkan menjadi tiga, yaitu:

1. Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Magma merupakan benda cair yang sangat panas dan terdapat di perut bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut lava. Semula batuan beku berupa lelehan magma yang besar. Jenis-jenis batuan beku sebagai berikut.

a.

Gambar 2.2 Batu Obsidian

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Disebut juga batu kaca. Berwarna hitam atau cokelat tua, permukaannya halus dan mengkilap. Digunakan untuk alat pemotong dan mata tombak. Berasal dari magma yang membeku dengan cepat di permukaan bumi.

b.

Gambar 2.3 Batu Granit

(18)

Tersusun atas butiran yang kasar. Ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna keabu-abuan. Dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Berasal dari magma yang membeku di dalam kerak bumi. Proses pembekuan ini berlangsung secara perlahan. Jadi batu ini termasuk batuan beku dalam.

c.

Gambar 2.4 Batu Basal

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Disebut juga batu lava. Berwarna hijau keabu-abuan dan terdiri dari butiran yang sangat kecil dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Berasal dari magma yang membeku di baeah lapisan kerak bumi, tercampur dengan gas sehingga berongga-rongga kecil.

d.

Gambar 2.5 Batu Apung

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Berwarna cokelat bercampur abu-abu muda dan berongga-rongga. Digunakan untuk ampelas kayu dan sebagai bahan penggosok. Berasal dari magma yang membeku di permukaan bumi.

e.

Gambar 2.6 Batu Andesit

(19)

Berwarna putih keabu-abuan dan butirannya kecil seperti pada batu basal. Dimanfaatkan untuk memuat arca dan bangunan candi. Berasal dari magma yang membeku sangat cepat di bawah kerak bumi

2. Batuan Endapan (Batuan Sedimen)

Batuan endapan adalah batuan yang terbentuk dari endapan hasil pelapukan batuan. Batuan ini dapat pula terbentuk dari batuan yang terkikis atau dari endapan sisa-sisa binatang dan tumbuhan. Jenis-jenis batuan endapan sebagai berikut.

a.

Gambar 2.7 Batu Konglomerat

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Terdiri atas kerikil-kerikil yang permukaannya tumpul. Batuan ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.

b.

Gambar 2.8 Batu Breksi

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Terdiri atas kerikil-kerikil yang permukaannya tajam. Batuan ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.

(20)

c.

Gambar 2.9 Batu Pasir

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Terdiri atas butiran-butiran pasir, berwarna abu-abu, merah, kuning atau putih. Batuan ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku yang butirannya kecil-kecil.

d.

Gambar 2.10 Batu Serpih

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Terdiri atas butiran-butiran batu lempung atau tanah liat, berwarna abu-abu kehijauan, merah atau kuning. Dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan tanah liat.

e.

Gambar 2.11 Batu Kapur

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Terdiri dari butiran-butiran kapur halus, berwarna putih agak keabu-abuan, sebagai bahan campuran pembuat semen. Berasal dari endapan hasil pelapukan tulang dan cangkang hewan-hewan laut.

(21)

3. Batuan Malihan (Metamorf)

Batuan malihan (metamorf) berasal dari batuan sedimen yang mengalami perubahan (metamorfosis). Batuan sedimen ini mengalami perubahan karena mendapat panas dan tekanan dari dalam bumi. Jika mendapat panas terus menerus,batuan ini akan berubah menjadi batuan malihan. Jenis-jenis batuan malihan sebagai berikut.

a.

Gambar 2.12 Batu Genes (Gneiss)

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Berwarna putih keabu-abuan dan keras. Batu genes dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan seperti asbak, jambangan bunga dan patung. Berasal dari batuan pluto granit yang mengalami metamorfosis karena panas dan tekanan.

b.

Gambar 2.13 Batu Marmer

(Sumber Dokumentasi Peneliti)

Berwarna putih dan ada yang hitam, keras dan permukaannya halus. Marmer digunakan untuk membuat meja, papan nama, batu nisan dan pelapis dinding bangunan atau lantai. Berasal dari batuan kapur.

c.

Gambar 2.14 Batu Sabak

(22)

Berwarna abu-abu tua, mudah terbelah tipis-tipis dan permukaannya kasar. Sebelum ada kertas, batu asbak dimanfaatkan sebagai papan untuk menulis. Berasal dari batuan serpih yang mengalami metamorfosis.

(23)

Lampiran 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SD 1 Jepang

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : V/2

AlokasiWaktu : 2 x 35 menit

Siklus : I

Pertemuan : 2

A. Standar Kompetensi

7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.

B. KompetensiDasar

7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan. C. Indikator

1. Menyebutkan jenis-jenis pelapukan batuan. 2. Menjelaskan jenis-jenis pelapukan batuan. 3. Mengidentifikasi proses pembentukan tanah. D. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan tanya jawab dengan guru, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis pelapukan batuan dengan tepat.

2. Melalui kegiatan mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis pelapukan batuan dengan tepat.

3. Melalui kegiatan percobaan, siswa dapat mengidentifikasi proses pembentukan tanah dengan tepat.

E. Materi Pembelajaran

Proses Pembentukan Tanah karena Pelapukan Batuan (terlampir) F. Sarana Pembelajaran

1. Sumber Belajar

(24)

b. Heri Sulistiyanto dan Edy Wiyono, BSE, Ilmu Pengetahuan Alam, hal: 150.

c. S. Rositawaty dan Aris Muharam, BSE, Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam, hal: 119-120.

d. Batuan.

G. Metode Pembelajaran

Ceramah, tanya jawab, percobaan, diskusi, dan demonstrasi. H. Model Pembelajaran

Contextual Teaching and Learning (CTL). I. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

a. Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam dan berdo’a bersama (nilai religius).

b. Guru memberikan motivasi kepada siswa (semangat).

c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai (nilai rasa ingin tahu dan toleransi).

d. Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada peserta didik (nilai rasa ingin tahu dan kreatif).

Ketika kamu ingin menanam bunga, apakah yang kamu butuhkan pertama kali? Dan cocok apa tidak dengan jenis tanamannya?

2. Kegiatan Inti (50 menit)  Eksplorasi:

(Kontruktivisme)

a. Guru dan siswa tanya jawab tentang pelapukan batuan (rasa ingin tahu). b. Melalui pengamatan siswa menyebutkan jenis-jenis pelapukan batuan c. Melalui tanya jawab siswa menjelaskan jenis-jenis pelapukan batuan

(kerjakeras, rasa ingin tahu). (Menemukan / inquiry)

d. Melalui tanya jawab siswa mengidentifikasi pengertian jenis-jenis batuan (rasa ingin tahu).

(25)

(Bertanya)

e. Melalui pengamatan dan tanya jawab siswa mampu mengamati pelapukan batuan (rasa ingin tahu).

 Elaborasi

(Masyarakat Belajar)

a. Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok secara heterogen (demokratis).

b. Masing-masing kelompok mencari batuan di sekita sekolah untuk diidentifikasi (teliti).

c. Siswa berdiskusi mengerjakan LKS tentang mengamati pelapukan batuan (semangat, kerjasama).

(Pemodelan)

d. Melalui penugasan dan pengamatan terhadap batuan yang didapat siswa mampu mengamati tingkat pelapukan batuan (rasa ingintahu).

 Konfirmasi

a. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok (tanggung jawab, berani).

b. Kelompok lain memberi tanggapan dari presentasi temannya(demokratis, toleransi).

c. Setiap kelompok yang maju mendapatkan reward (menghargai prestasi). (Refleksi)

d. Siswa bersama guru melakukan refleksi dengan menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan (kerjasama, demokratis, komunikatif). (Penilaian)

e. Guru melakukan penilaian terhadap LKPD dan lembar evaluasi yang telah dikerjakan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung (teliti). 3. Kegiatan Penutup (10menit)

a. Guru memberi pesan moral agar siswa selalu belajar di rumah dengan giat (semangat).

(26)

c. Sebelum proses belajar mengajar berakhir guru mengakhirinya dengan bacaan hamdalah bersama-sama (Religius)

J. Penilaian

1. Teknik : Tes (tertulis) 2. Bentuk : Pilihan Ganda 3. Instrumen : Terlampir

Kudus, 14 Mei2013 Peneliti

WahyuMustikawati NIM. 2009-33-151

(27)

Lampiran 8

Proses Pembentukan Tanah karena Pelapukan Batuan

Batuan memerlukan waktu jutaan tahun untuk berubah menjadi tanah. Batuan menjadi tanah karena pelapukan. Batuan dapat mengalami pelapukan karena berbagai faktor, diantaranya cuaca dan kegiatan makhluk hidup. Faktor cuaca yang menyebabkan pelapukan batuan, misalnya suhu dan curah hujan. Menurut Sutedjo (2005: 3) jenis-jenis pelapukan batuan dalam pembentukan tanah dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

3. Pelapukan Fisika

Pelapikan fisika akan mengalami penghancuran (perubahan fisik) dari bahan atau batu-batuan yang kecil-kecil, jadi sifat kimianya akan tetap (tidak mengalami perubahan-perubahan). Selanjutnya akan berlangsung proses penghancuran/ pembongkaran secara mekanik. Pada pelapukan fisika ini unsur-unsur lingkungan yang berperan adalah panas sinar matahari, iklim dingin atau panas, pengaruh daya garam, pengaruh biologis mekanis, pengaruh tekanan air dan dingin sehingga menjadikan bahan-bahan tadi menjadi lebih halus lagi sebagai bahan pembentuk tanah.

4. Pelapukan Kimiawi

Pelapukan secara kimiawi akan mengubah sifat dari batu-batuan mineral yang telah hancur menjadi batu-batuan kecil atau halus atau dapat juga dikatakan akan berlangsung pelenyapan mineral-mineral tertentu dari batuan, akan tetapi dalam pelapukan ini akan terjadi penyusunan kembali hasil-hasil larutan/ hancuran. Beberapa cara sehubungan dengan pelenyapan mineral-mineral dari

(28)

batuan induknya adalah dengan melalui cara: pelarutan, hidratasi, dehidratasi, reduksi, oksidasi, hidrolisa dan karena suasana kemasaman.

(29)

Lampiran 9

L

L

E

E

M

M

B

B

A

A

R

R

K

K

E

E

G

G

I

I

A

A

T

T

A

A

N

N

P

P

E

E

S

S

E

E

R

R

T

T

A

A

D

D

I

I

D

D

I

I

K

K

SD : 1 Jepang

KELAS/SEMESTER : V/I

TOPIK : Pembentukan Tanah KELOMPOK

: . . . . NAMA: 1. . . . 2. . . . 3. . . . 4. . . . 5. . . . 6. SK :7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan

hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam. KD : 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan.

KEGIATAN Alat dan Bahan :

1. Beberapa jenis batuan 2. Palu

3. Alat tulis

Langkah-langkah kegiatan:

1. Kumpulkan batuan yang ada di sekelilingmu dengan jenis yang berbeda-beda.

2. Tulislah masing-masing warna dari batuan yang sudah kalian kumpulkan.

3. Perhatikan apakah permukaan batu tersebut kasar atau halus.

4. Bandingkan kekerasan dari masing-masing batuan tersebut, dengan cara memecahnya menggunakan palu.

5. Masukkan informasi yang kalian dapatkan ke dalam tabel disertai dengan gambar batu yang kalian temukan.

Tujuan: Mengelompokkan batuan berdasarkan warna, kekerasan dan kekasaran permukaannya.

Petunjuk umum:

Buatlah kelompok belajar bersama temanmu. Setiap kelompok terdiri dari 6 orang anak. Kemudian lakukan kegiatan dibawah ini untuk mengamati kemampuan tanah dalam menyerap air.

(30)

Diskusikan bersama kelompokmu!

No War na batu

an

Kekerasan batuan Permukaan batuan Gam bar batu an Sangat keras Keras Tidak keras Halus Kasar 1 2 3 4 5 6

~

Selamat Bekerja....

~

(31)

Lampiran 10

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK

SD : 1 Jepang

KELAS/SEMESTER : V/II

TOPIK : Proses Pembentukan

Tanah karena Pelapukan Batuan KELOMPOK

: . . . . NAMA: 1. . . . 2. . . . 3. . . . 4. . . . 5. . . . 6. SK :7. Memahami perubahan yang terjadi di

alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.

KD : 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan.

KEGIATAN Alat dan Bahan :

1. Batu sebesar kelereng 2. Penjepit batu

3. Lilin 4. Air

Langkah-langkah kegiatan: 1. Nyalakan lilin.

2. Dengan penjepit, bakarlah batu di atas lilin selama sekitar 15 menit. 3. Matikan nyala api dan pindahkan batu itu ke tempat lain.

4. Siramlah batu yang masih panas dengan air dingin. 5. Amatilah yang terjadi!

2.

Tujuan: MengamatiTingkat Pelapukan Batuan dalam Proses Pembentukan Tanah

Petunjuk umum:

Buatlah kelompok belajar bersama temanmu. Setiap kelompok terdiri dari 6 orang anak. Kemudian lakukan kegiatan dibawah ini untuk mengamati tingkat pelapukan batuan dalam proses pembentukan tanah.

(32)

Diskusikan bersama kelompokmu. Pertanyaan:

1. Batuan manakah yang paling cepat pecah? Bagaimana kekerasan batuan itu?

2. Batuan manakah yang paling lama pecah? Bagaimana kekerasan batuan itu?

~

Selamat Bekerja....

~

(33)

Kisi-kisi Soal Uji Validitas Siklus I IPA Kelas V

Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kurikulum : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Materi Pokok : Tanah

Standar Kompetensi : 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan pengunaan sumber daya alam.

Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 30 menit

Jumlah Soal : 20 soal

Bentuk Soal : Pilihan Ganda NO Kompetensi Yang

Diujikan

Materi Indikator Ranah

Kognitif No.soal 1 2 3 4 5 6 1 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan Jenis-jenis

batuan Siswa dapat mendeskripsikan jenis batuan

C2 2

Siswa dapat menyebutkan contoh jenis batuan C3 3, 5, 9 Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan sifat dan ciri

batuan

C2 4

Siswa dapat menyebutkan contoh jenis batuan metamorf dalam kehidupan sehari-hari

C3 1, 6, 18

Siswa dapat menyebutkan contoh jenis batuan C3 7

Lampi

ran

1

(34)

malihan dalam kehidupan sehari-hari

Siswa dapat mengidentifikasi proses terjadinya batuan

C2 8, 10, 17 Siswa dapat mengidentifikasi jenis batuan dan contoh

penggunaannya

C3 9

Pelapukan batuan

Siswa dapat mengidentifikasi pengertian pelapukan C1 11 Siswa dapat mengidentifikasi jenis pelapukan batuan C2 12, 13 Siswa dapat mengidentifikasi jenis pelapukan dalam

kehidupan sehari-hari

C3 14, 15, 20 Siswa dapat mengidentifikasi pengertian pelapukan

biologi

(35)

Lampiran 12

Soal Validitas IPA Siklus I Kelas V Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Materi : Tanah

Nama :

Kelas/ Semester : V/ II

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Berikut ini yang bukan merupakan gejala-gejala gunung berapi akan meletus adalah….

a. terjadinya gempa halus b. sumber air menjadi kering c. suhu udara semakin dingin

d. hewan di lereng gunung turun ke bawah 2. Suatu batuan memiliki ciri-ciri berikut. 1) Berwarna cokelat bercampur abu-abumuda. 2) Mempunyai rongga-rongga.

3) Dapat terapung di air.

Jenis batuan tersebut adalah….

a. batu kapur c. batu kali

b. batu apung d. batu marmer

3. Di antara jenis batuan berikut yang paling lunak yaitu…. a. batu apung c. batu karang

b. batu kapur d. batu hitam

4. Batuan memiliki sifat dan ciri yang berbeda.Hal ini disebabkan oleh perbedaan….

a. kandungan mineralnya c. kegunaannya

b. tempat ditemukannya d. proses pelapukannya 5. Perhatikan kelompok batuan berikut.

I. Batu apung, batu obsidian, batu granit II. Batu konglomerat, batu breksi

(36)

IV. Batu breksi, batu basal

Kelompok batuan di atas yang termasuk batuan endapan, yaitu ….

a. I c. III

b. II d. IV

6. Jenis batuan metamorf yang digunakansebagai bahan lantai atau meja yaitu batu….

a. genes c. sabak

b. marmer d. breksi

7. Sebelum ditemukan buku atau kertas,batuan ini dipakai untuk menulis. Batuan ini termasuk batuan malihan.Jenis batuan yang dimaksud yaitu….

a. batu sabak c. batu granit

b. batu basal d. batu berksi

8. Berdasarkan proses terjadinya, jenis batuan dibedakan menjadi … macam.

a. satu c. tiga

b. dua d. empat

9. Jenis batuan yang digunakan sebagai alat pemotong dan mata tombak adalah batuan ….

a. apung c. basal

b. obsidian d. andesit

10. Lapisan pada permukaan bumi paling atas yang merupakan tempat hdup makhluk hidup adalah….

a.tanah c. batuan

b. air d. laut

11. Batuan yang digunakan untuk membuat barang kerajinan asbak, jambangan bunga, dan patung adalah….

a. marmer c. genes

b. obsidian d. apung

12. Rusaknya batuan dari butiran besar menjadi butiran kecil bahkan halus disebut ….

a. pelapukan c. perubahan

(37)

13. Pelapukan batuan di gurun pasir terjadi karena…. a. perubahan suhu yang drastis

b. getaran permukaan bumi

c. terjangan ombak yang terusmenerus

d. masuknya akar ke sela-selabatuan dalam waktu yang lama 14. Jika terus mengalami pelapukan, batuan akan berubah menjadi …. a. kerikil c. tanah

b. pasir d. debu

15. Berikut ini yang bukan merupakan akibat dari tanah longsor adalah…. a. terputusnya pipa-pipa air c. sumber air makin banyak

b. robohnya rumah-rumah d. terjadinya gelombang tsunami

16. Pelapukan yang terjadi akibat perbedaan suhu yang drastis disebut pelapukan….

a. alami c. fisika b. kimia d. biologi 17. Lapisan induk batuan berupa….

a. bongkahan batu c. batuan dan air

b. bebatuan padat d. sisa-sisa makhluk hidup 18. Batu kapur yang dibakar akan menjadi….

a. tanah c. pasir

b. genteng d. gamping

19. Pelapukan yang disebabkan oleh kegiatan makhluk hidup, yaitu …. a. pelapukan fisika c. pelapukan biologi

b. pelapukan mekanik d. pelapukan biota

20. Pelapukan batuan yang terjadi karena gerakan air, angin, dan letusan gunung berapi dinamakan….

a. pelapukan mekanik c. pelapukan biologi b. pelapukan fisika d. pelapukan ekologi

(38)

Lampiran 13

Kunci Jawaban Soal Validitas Siklus I 1. D 2. B 3. B 4. A 5. B 6. B 7. A 8. C 9. B 10. A 11. C 12. A 13. A 14. C 15. D 16. C 17. B 18. D 19. C 20. B

(39)
(40)
(41)

Kisi-kisi Soal Tes Akhir Siklus I Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kurikulum : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Materi Pokok : Tanah

Standar Kompetensi : 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan pengunaan sumber daya alam.

Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 30 menit

Jumlah Soal : 15 soal

Bentuk Soal : Pilihan Ganda NO Kompetensi Yang

Diujikan

Materi Indikator Ranah

Kognitif No.soal 1 2 3 4 5 6 1 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan Jenis-jenis

batuan Siswa dapat mendeskripsikan jenis batuan

C2 1

Siswa dapat menyebutkan contoh jenis batuan C3 2, 4, 8 Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan sifat dan ciri

batuan

C2 3

Siswa dapat menyebutkan contoh jenis batuan metamorf dalam kehidupan sehari-hari

C3 5

Siswa dapat menyebutkan contoh jenis batuan C3 6

Lampi

ran

1

(42)

malihan dalam kehidupan sehari-hari

Siswa dapat mengidentifikasi proses terjadinya batuan

C2 7

Siswa dapat mengidentifikasi jenis batuan dan contoh penggunaannya

C3 9

Pelapukan batuan

Siswa dapat mengidentifikasi pengertian pelapukan C1 10 Siswa dapat mengidentifikasi jenis pelapukan batuan C2 11, 12 Siswa dapat mengidentifikasi jenis pelapukan dalam

kehidupan sehari-hari

C3 13, 15

Siswa dapat mengidentifikasi pengertian pelapukan biologi

(43)

Lampiran 17

Soal Akhir Tes Siklus I Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Materi : Tanah

Nama :

Kelas/ Semester : V/ II

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Suatu batuan memiliki ciri-ciri berikut.

1) Berwarna cokelat bercampur abu-abu muda. 2) Mempunyai rongga-rongga.

3) Dapat terapung di air.

Jenis batuan tersebut adalah….

a. batu kapur c. batu kali

b. batu apung d. batu marmer

2. Di antara jenis batuan berikut yang paling lunak yaitu…. a. batu apung c. batu karang

b. batu kapur d. batu hitam

3. Batuan memiliki sifat dan ciri yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan….

a. kandungan mineralnya c. kegunaannya

b. tempat ditemukannya d. proses pelapukannya 4. Perhatikan kelompok batuan berikut.

I. Batu apung, batu obsidian, batu granit II. Batu konglomerat, batu breksi

III. Batu pasir, batu karang, batu kerikil IV. Batu breksi, batu basal

Kelompok batuan di atas yang termasuk batuan endapan, yaitu ….

a. I c. III

(44)

5. Jenis batuan metamorf yang digunakan sebagai bahan lantai atau meja yaitu batu….

a. genes c. sabak

b. marmer d. breksi

6. Sebelum ditemukan buku atau kertas,batuan ini dipakai untuk menulis. Batuan ini termasuk batuan malihan. Jenis batuan yang dimaksud yaitu….

a. batu sabak c. batu granit

b. batu basal d. batu berksi

7. Berdasarkan proses terjadinya, jenis batuan dibedakan menjadi … macam.

a. satu c. tiga

b. dua d. empat

8. Jenis batuan yang digunakan sebagai alat pemotong dan mata tombak adalah batuan ….

a. apung c. basal

b. obsidian d. andesit

9. Batuan yang digunakan untuk membuat barang kerajinan asbak, jambangan bunga, dan patung adalah….

a.marmer c. genes

b. obsidian d. apung

10. Rusaknya batuan dari butiran besar menjadi butiran kecil bahkan halus disebut ….

a.pelapukan c. perubahan

b. lapisan d. pembentukan 11. Pelapukan batuan di gurun pasir terjadi karena…. a. perubahan suhu yang drastis

b. getaran permukaan bumi

c. terjangan ombak yang terus menerus

d. masuknya akar ke sela-sela batuan dalam waktu yang lama 12. Jika terus mengalami pelapukan, batuan akan berubah menjadi …. a. kerikil c. tanah

(45)

13. Pelapukan yang terjadi akibat perbedaan suhu yang drastis disebut pelapukan….

a. alami c. fisika b. kimia d. biologi

14. Pelapukan yang disebabkan oleh kegiatan makhluk hidup, yaitu …. a. pelapukan fisika c. pelapukan biologi

b. pelapukan mekanik d. pelapukan biota

15. Pelapukan batuan yang terjadi karena gerakan air, angin, dan letusan gunung berapi dinamakan….

a. pelapukan mekanik c. pelapukan biologi b. pelapukan fisika d. pelapukan ekologi

(46)

jumlah nilai yang diperoleh siswa jumlah nilai maximum Lampiran 18

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Siklus I 1. B 2. B 3. A 4. B 5. B 6. A 7. C 8. B 9. C 10. A 11. A 12. C 13. C 14. C 15. B Pedoman Pensekoran:

Jenis Soal : Pilihan ganda Jumlah soal : 15

(47)

Lampiran 19

Hasil Akhir Tes Siklus I

No. Nama Siswa Nilai KKM Keterangan

1 H 80 65 Tuntas 2 M 67 65 Tuntas 3 EB 60 65 Tidak Tuntas 4 EK 67 65 Tuntas 5 LCN 53 65 Tidak Tuntas 6 RPA 80 65 Tuntas 7 BPA 67 65 Tuntas 8 BPU 93 65 Tuntas 9 C 73 65 Tuntas 10 DAP 67 65 Tuntas 11 EFS 80 65 Tuntas 12 F 53 65 Tidak Tuntas 13 HS 73 65 Tuntas

14 KMI 60 65 Tidak Tuntas

15 KS 80 65 Tuntas

16 MDI 73 65 Tuntas

17 MFI 60 65 Tidak Tuntas

18 MAI 60 65 Tidak Tuntas

19 MAR 67 65 Tuntas 20 NDS 67 65 Tuntas 21 NU 73 65 Tuntas 22 NS 73 65 Tuntas 23 NE 73 65 Tuntas 24 OA 73 65 Tuntas 25 RI 60 65 Tidak Tuntas 26 RF 73 65 Tuntas 27 SMS 73 65 Tuntas 28 SFS 80 65 Tuntas 29 SKS 73 65 Tuntas 30 TU 53 65 Tidak Tuntas 31 RK 80 65 Tuntas

32 AAS 60 65 Tidak Tuntas

Jumlah 2224

Rata-rata kelas 69,5 Nilai Tertinggi 93

Nilai Terendah 53

Keterangan Jumlah Persentase

Tuntas 23 71,88%

(48)

Analisis Hasil Nilai Siklus I

1. Menghitung rata-rata kelas = =

= 69,5

2. Menghitung persentase ketuntasan belajar klasikal =

=

= 71, 88%

(49)

Lampiran 20

NILAI PENGAMATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS V SD1 JEPANG

No. Absen

No. Aspek Total

Skor Skor rata-rata Skor rata-rata klasi kal Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

(50)

Keterangan aspek yang diamati:

1. Kemampuan siswa mengkonstruksi pengetahuan yang dimiliki dengan kehidupan nyata,

2. Kemampuan siswa menemukan sendiri tentang benda-benda di sekitar yang berhubungan dengan materi,

3. Kemampuan siswa dalam mengungkapkan pendapat,

4. Kemampuan siswa bertanya jawab tentang penemuan yang telah mereka temukan di lingkungan,

5. Kemampuan siswa melakukan praktek dalam mengerjakan tugas kelompok, 6. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas kelompok,

7. Kerjasama siswa dalam diskusi kelompok,

8. Keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok,

9. Keberanian siswa dalam memberikan dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain,

10. Kemampuan siswa memperhatikan penguatan dari guru, 11. Kemampuan siswa membuat rangkuman pelajaran, 12. Kemampuan siswa mengerjakan soal evaluasi.

Kriteria pensekoran: Kriteria :

Skor 4: Aktivitas belajar siswa sangat baik. Tinggi : 48 Skor 3: Aktivitas belajar siswa baik. Rendah: 12 Skor 2: Aktivitas belajar siswa cukup baik

Skor 1: Aktivitas belajar siswa kurang baik Penilaian: Skor rata-rata individu =

Kriteria Ketuntasan

Skala Penilaian 1 <Skor rata-rata <1,75 Kurang Baik 1,75 <Skor rata-rata <2,5 Cukup Baik 2,5 <Skor rata-rata <3,25 Baik

3,25 <Skor rata-rata <4 Sangat Baik

Kudus, Mei 2013 Observer

(51)

Lampiran 21

NILAI PENGAMATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS V SD 1 JEPANG SIKLUS I PERTEMUAN 1

No. Ab sen

No. Aspek Total Skor Skor rata-rata Skor rata-rata klasi kal Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 69,6 = 2,18 Cukup Baik 1 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 27 2,3 2 1 3 2 1 3 2 3 2 2 2 2 1 24 2 3 1 3 2 2 4 2 2 2 2 2 3 1 26 2,2 4 2 2 2 1 3 2 4 2 2 3 2 1 26 2,2 5 1 3 1 1 3 3 3 3 2 2 1 2 25 2,1 6 2 2 2 2 2 3 2 1 2 3 1 2 24 2 7 2 2 1 3 3 3 4 2 1 3 2 2 28 2,3 8 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 27 2,3 9 2 2 1 1 2 3 3 2 1 3 3 3 26 2,2 10 2 2 2 1 3 2 2 1 3 3 1 2 24 2 11 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 31 2,6 12 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 31 2,6 13 2 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 1 25 2,1 14 3 2 1 1 3 2 2 2 2 2 2 2 24 2 15 2 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 30 2,5 16 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 30 2,5 17 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 1 3 29 2,4 18 1 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 3 19 1,6 19 2 3 2 2 2 2 2 1 2 2 3 3 26 2,2 20 1 3 1 1 3 3 2 2 3 2 2 1 24 2 21 3 4 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 24 2 22 1 2 2 1 2 2 3 2 3 3 3 3 27 2,3 23 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 27 2,3 24 1 2 1 1 3 4 3 2 2 3 3 3 28 2,3 25 1 2 3 3 2 2 3 2 1 2 1 2 24 2 26 2 3 1 3 2 2 2 1 2 2 2 3 25 2,1 27 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 1 2 20 1,7 28 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 28 2,3 29 2 2 1 1 2 3 2 1 3 2 3 2 24 2 30 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2 27 2,3 31 1 2 1 2 2 3 2 1 2 3 2 4 25 2,1 32 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 25 2,1

(52)

Keterangan aspek yang diamati:

1. Kemampuan siswa mengkonstruksi pengetahuan yang dimiliki dengankehidupan nyata,

2. Kemampuan siswa menemukan sendiri tentang benda-benda di sekitar yang berhubungan dengan materi,

3. Kemampuan siswa dalam mengungkapkan pendapat,

4. Kemampuan siswa bertanya jawab tentang penemuan yang telah mereka temukan di lingkungan,

5. Kemampuan siswa melakukan praktek dalam mengerjakan tugas kelompok, 6. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas kelompok,

7. Kerjasama siswa dalam diskusi kelompok,

8. Keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok,

9. Keberanian siswa dalam memberikan dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain,

10. Kemampuan siswa memperhatikan penguatan dari guru, 11. Kemampuan siswa membuat rangkuman pelajaran, 12. Kemampuan siswa mengerjakan soal evaluasi.

Kriteria pensekoran: Kriteria :

Skor 4: Aktivitas belajar siswa sangat baik. Tinggi : 48 Skor 3: Aktivitas belajar siswa baik. Rendah: 12 Skor 2: Aktivitas belajar siswa cukup baik

Skor 1: Aktivitas belajar siswa kurang baik Penilaian: Skor rata-rata individu =

Kriteria Ketuntasan

Skala Penilaian 1 <Skor rata-rata <1,75 Kurang Baik 1,75 <Skor rata-rata <2,5 Cukup Baik 2,5 <Skor rata-rata <3,25 Baik

3,25 <Skor rata-rata <4 Sangat Baik

Kudus, 10 Mei 2013 Observer

(53)

Lampiran 22

NILAI PENGAMATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS V

SD 1 JEPANG SIKLUS I PERTEMUAN 2

No. Ab sen

No. Aspek Total Skor Skor rata-rata Skor rata-rata klasi kal Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 83,4 = 2,61 Baik 1 2 3 3 2 3 3 2 2 1 3 3 2 37 3,1 2 2 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 35 2,9 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 34 2,8 4 3 2 2 2 3 4 3 2 3 3 3 3 31 2,6 5 3 2 2 2 3 3 4 2 2 3 2 2 30 2,5 6 2 2 2 1 3 3 3 2 2 3 3 3 29 2,4 7 3 2 1 3 2 3 3 3 2 2 3 3 30 2,5 8 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 29 2,4 9 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 4 31 2,6 10 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 33 2,8 11 2 3 2 2 4 4 3 2 2 3 3 3 33 2,8 12 3 3 2 2 3 2 4 3 2 4 3 4 35 2,9 13 3 2 1 3 3 4 4 3 2 3 3 3 34 2,8 14 2 2 2 2 3 4 4 2 2 2 3 2 30 2,5 15 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 32 2,7 16 2 2 3 2 4 4 3 2 2 3 2 3 32 2,7 17 3 3 2 2 3 4 3 1 1 3 3 3 31 2,6 18 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 27 2,3 19 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 29 2,4 20 2 2 2 3 4 3 3 2 2 3 3 3 32 2,7 21 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 29 2,4 22 2 3 2 2 3 3 2 1 2 4 3 3 30 2,5 23 2 2 1 2 3 4 3 2 2 3 3 2 29 2,4 24 2 2 2 2 3 3 4 1 2 3 4 2 30 2,5 25 2 2 3 3 2 2 4 3 2 3 2 2 29 2,4 26 2 2 3 3 4 4 3 1 1 3 3 2 31 2,6 27 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 28 2,3 28 2 2 1 2 2 3 4 2 3 3 3 3 30 2,5 29 3 2 1 2 4 4 3 2 3 4 3 3 34 2,8 30 3 2 2 3 3 4 4 2 2 3 2 2 32 2,7 31 3 3 2 1 3 3 3 2 3 3 3 3 32 2,7 32 2 2 2 2 3 3 4 2 3 3 3 2 31 2,6

(54)

Keterangan aspek yang diamati:

1. Kemampuan siswa mengkonstruksi pengetahuan yang dimiliki dengankehidupan nyata,

2. Kemampuan siswa menemukan sendiri tentang benda-benda di sekitar yang berhubungan dengan materi,

3. Kemampuan siswa dalam mengungkapkan pendapat,

4. Kemampuan siswa bertanya jawab tentang penemuan yang telah mereka temukan di lingkungan,

5. Kemampuan siswa melakukan praktek dalam mengerjakan tugas kelompok, 6. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas kelompok,

7. Kerjasama siswa dalam diskusi kelompok,

8. Keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok,

9. Keberanian siswa dalam memberikan dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain,

10. Kemampuan siswa memperhatikan penguatan dari guru, 11. Kemampuan siswa membuat rangkuman pelajaran, 12. Kemampuan siswa mengerjakan soal evaluasi

Kriteria pensekoran: Kriteria :

Skor 4: Aktivitas belajar siswa sangat baik. Tinggi : 48 Skor 2: Aktivitas belajar siswa cukup baik Rendah : 12 Skor 3: Aktivitas belajar siswa baik.

Skor 1: Aktivitas belajar siswa kurang baik Penilaian: Skor rata-rata individu =

Kriteria Ketuntasan

Skala Penilaian 1 <Skor rata-rata <1,75 Kurang Baik 1,75 <Skor rata-rata <2,5 Cukup Baik 2,5 <Skor rata-rata <3,25 Baik

3,25 <Skor rata-rata <4 Sangat Baik Skor Rata-rata Klasikal siklus 1

( 2,18 + 2,61 : 2 ) = 2,40 (Kriteria : Cukup Baik)

Kudus, 14 Mei 2013 Observer

(55)

Lampiran 23

Pedoman Observasi Pengelolaan Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan CTL

Nama Sekolah : SD 1 Jepang Kelas/Semester : V/2

Mata Pelajaran : IPA Tanggal :

Materi : Tanah pertemuan/Siklus :

Petunjuk: Berilah skor penilaian pada kolom yang tersedia!

Aspek yang Diamati Skor Penilaian

1 2 3 4

Kegiatan Pendahuluan

1. Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam 2. Menyampaikan apersepsi

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4. Menyajikan masalah kontekstual Kegiatan Inti

f. Penyampaian materi

1. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari g. Pembelajaran dengan pendekatan CTL

1. Membimbing pengetahuan yang dimiliki siswa 2. Membimbing siswa melakukan penemuan

3. Membimbing siswa membentuk kelompok belajar

4. Memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang akan dilakukan

5. Membimbing siswa dalam diskusi kelompok mengerjakan LKPD

6. Membimbing siswa dalam mempresentasikan hasil kerja kelompok

7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain

8. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil kerja kelompok

h. Penggunaan media pembelajaran 1. Menggunakan media secara efektif 2. Melibatkan siswa dalam penggunaan media 3. Menghasilkan pesan yang menarik

(56)

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dalam pembelajaran

2. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa 3. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam

belajar

j. Penggunaan bahasa

1. Menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik dan benar

2. Menyampaikan pesan dengan bahasa yang sesuai Kegiatan Penutup

1. Melakukan refleksi dengan tanya jawab terkait materi yang sudah dipelajari

2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi 3. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan,

kegiatan/ tugas

4. Guru menutup pelajaran

Jumlah Skor

Skor rata-rata Kriteria

Keterangan penilaian :

Skor 4 : jika pengelolaan pembelajaran sangat baik Skor 3 : jika pengelolaan pembelajaran baik

Skor 2 : jika pengelolaan pembelajarana cukup baik Skor 1 : jika pengelolaan pembelajaran kurang baik Skor rata-rata = item semua butir jumlah penilaian Skor Kriteria penilaian :

1 skor ratarata 1,75 : Pembelajaran tidak baik 1,75skor ratarata  2,5 : Pembelajaran cukup baik

2,5 skor ratarata  3,25 : Pembelajaran baik

3,25skor ratarata  4 : Pembelajaran sangat baik

Kudus, Mei 2013 Observer

(57)

Lampiran 24

Pedoman Observasi Pengelolaan Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan CTL

Nama Sekolah : SD 1 Jepang Mata Pelajaran : IPA

Materi : Tanah

Kelas/Semester : V/ 2

Tanggal : 10 Mei 2013 Pertemuan/Siklus :I/1

Petunjuk: Berilah skor penilaian pada kolom yang tersedia!

Aspek yang Diamati Skor Penilaian

1 2 3 4

Kegiatan Pendahuluan v

1. Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam v

2. Menyampaikan apersepsi v

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran v

4. Menyajikan masalah kontekstual v Kegiatan Inti

e. Penyampaian materi

1. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari

v f. Pembelajaran dengan pendekatan CTL

1. Membimbing pengetahuan yang dimiliki siswa v 2. Membimbing siswa melakukan penemuan v 3. Membimbing siswa membentuk kelompok belajar v 4. Memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang akan

dilakukan

v 5. Membimbing siswa dalam diskusi kelompok

mengerjakan LKPD

v 6. Membimbing siswa dalam mempresentasikan hasil

kerja kelompok

v 7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk

bertanya dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain

v

8. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil kerja kelompok

v g. Penggunaan media pembelajaran

1. Menggunakan media secara efektif v

(58)

3. Menghasilkan pesan yang menarik v h. Pembelajaran yang melibatkan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dalam pembelajaran

v 2. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon

siswa

v 3. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa

dalam belajar

v i. Penggunaan bahasa

1. Menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik dan benar

v 2. Menyampaikan pesan dengan bahasa yang sesuai v Kegiatan Penutup

1. Melakukan refleksi dengan tanya jawab terkait materi yang sudah dipelajari

v 2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan

kompetensi

v 3. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan

arahan, kegiatan/ tugas

v

4. Guru menutup pelajaran v

Jumlah Skor 52

Skor rata-rata 2,08

Kriteria Cukup baik

Keterangan penilaian :

Skor 4 : jika pengelolaan pembelajaran sangat baik Skor 3 : jika pengelolaan pembelajaran baik

Skor 2 : jika pengelolaan pembelajarana cukup baik Skor 1 : jika pengelolaan pembelajaran kurang baik Skor rata-rata = item semua butir jumlah penilaian Skor Kriteria penilaian :

1 skor ratarata 1,75 : Pembelajaran tidak baik 1,75skor ratarata  2,5 : Pembelajaran cukup baik 2,5 skor ratarata  3,25 : Pembelajaran baik

3,25skor ratarata  4 : Pembelajaran sangat baik

Kudus, 10 Mei 2013 Obsever

(59)

Lampiran 25

Pedoman Observasi Pengelolaan Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan CTL

Nama Sekolah : SD 1 Jepang Mata Pelajaran : IPA

Materi : Tanah

Kelas/Semester : V/ 2

Tanggal : 14 Mei 2013 Pertemuan/Siklus : II/ 1

Petunjuk: Berilah skor penilaian pada kolom yang tersedia!

Aspek yang Diamati Skor Penilaian

1 2 3 4

Kegiatan Pendahuluan

1. Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam v

2. Menyampaikan apersepsi v

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran v

4. Menyajikan masalah kontekstual v Kegiatan Inti

f. Penyampaian materi

1. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari

v g. Pembelajaran dengan pendekatan CTL

1. Membimbing pengetahuan yang dimiliki siswa v 2. Membimbing siswa melakukan penemuan v 3. Membimbing siswa membentuk kelompok

belajar

v 4. Memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang

akan dilakukan

v 5. Membimbing siswa dalam diskusi kelompok

mengerjakan LKPD

v 6. Membimbing siswa dalam mempresentasikan

hasil kerja kelompok

(60)

7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain

v

8. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil kerja kelompok

v h. Penggunaan media pembelajaran

1. Menggunakan media secara efektif v

2. Melibatkan siswa dalam penggunaan media v 3. Menghasilkan pesan yang menarik v

i. Pembelajaran yang melibatkan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dalam pembelajaran

v 2. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon

siswa

v 3. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme

siswa dalam belajar

v j. Penggunaan bahasa

1. Menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik dan benar

v 2. Menyampaikan pesan dengan bahasa yang

sesuai

v Kegiatan Penutup

1. Melakukan refleksi dengan tanya jawab terkait materi yang sudah dipelajari

v 2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan

kompetensi

v 3. Melaksanakan tindak lanjut dengan

memberikan arahan, kegiatan/ tugas

v

4. Guru menutup pelajaran v

Jumlah Skor 64

Persentase 2,56

Kualifikasi Baik

Keterangan penilaian :

Skor 4 : jika pengelolaan pembelajaran sangat baik Skor 3 : jika pengelolaan pembelajaran baik

Skor 2 : jika pengelolaan pembelajarana cukup baik Skor 1 : jika pengelolaan pembelajaran kurang baik Skor rata-rata = item semua butir jumlah penilaian Skor

(61)

2 2 1 pertemuan pertemuan  2 56 , 2 08 , 2  = 2,32 (cukup baik) Kriteria penilaian :

1 skor ratarata 1,75 : Pembelajaran tidak baik

1,75skor ratarata  2,5 : Pembelajaran cukup baik 2,5 skor ratarata  3,25 : Pembelajaran baik

3,25skor ratarata  4 : Pembelajaran sangat baik

Kudus, 14 Mei 2013 Observer

(62)

Lampiran 26

Pedoman Observasi Situasi dan Kondisi dalam Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan CTL

Nama Sekolah : SD 1 Jepang Kelas/Semester : V/2

Mata Pelajaran : IPA Tanggal :

Materi : Tanah Pertemuan/Siklus :

Petunjuk: Berilah skor penilaian pada kolom yang tersedia!

No Aspek yang Diamati Skor Penilaian

1 2 3 4 A Pra Pembelajaran

5. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdoa bersama-sama

6. Siswa merespon positif motivasi yang diberikan oleh guru

7. Siswa mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 8. Siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi B Kegiatan Pembelajaran

11. Adanya interaksi positif antara siswa dan guru

12. Siswa aktif mengamati hal-hal yang berkaitan dengan materi yang disampaikan

13. Siswa aktif bertanya hal-hal yang berkaitan dengan materi yang disampaikan

14. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan diskusi kelompok

15. Siswa mampu menyampaikan hasil diskusi kelompok

16. Siswa mampu menyampaikan pendapatnya yang berkaitan dengan materi

17. Siswa merasa termotivasi dengan adanya reward dari guru

18. Siswa mendengarkan dengan seksama penguatan materi yang disampaikan oleh guru 19. Siswa merasa senang dalam mengerjakan

tugas dari guru

20. Siswa tertarik dengan media pembelajaran yang digunakan guru

C Kegiatan Penutup

4. Siswa mendengarkan dengan seksama pesan moral yang disampaikan oleh guru

(63)

6. Siswa membaca doa penutup dengan senang Jumlah Skor

Skor rata-rata Kriteria

Keterangan Penilaian:

Skor 4 = Situasi dan kondisi siswa sangat baik Skor 3 =Situasi dan kondisi siswa baik

Skor 2 = Situasi dan kondisi siswa cukup baik Skor 1 = Situasi dan kondisi siswa kurang baik Penilaian: Skor rata-rata =

Kriteria Ketuntasan

Skala Penilaian 1 <Skor rata-rata <1,75 Kurang Baik 1,75 <Skor rata-rata <2,5 Cukup Baik 2,5 <Skor rata-rata <3,25 Baik

3,25 <Skor rata-rata <4 Sangat Baik

Kudus, Mei 2013 Observer

(64)

Lampiran 27

Pedoman Observasi Situasi dan Kondisi dalam Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan CTL

Nama Sekolah : SD 1 Jepang Kelas/Semester : V/2

Mata Pelajaran : IPA Tanggal : 10 Mei 2013

Materi : Tanah Pertemuan/Siklus : 1/I

Petunjuk: Berilah skor penilaian pada kolom yang tersedia!

No Aspek yang Diamati Skor Penilaian

1 2 3 4 A Pra Pembelajaran

1. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdoa bersama-sama

v 2. Siswa merespon positif motivasi yang diberikan

oleh guru

v 3. Siswa mendengarkan dengan seksama saat

dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai v 4. Siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi v B Kegiatan Pembelajaran

1. Adanya interaksi positif antara siswa dan guru v 2. Siswa aktif mengamati hal-hal yang berkaitan

dengan materi yang disampaikan

v 3. Siswa aktif bertanya hal-hal yang berkaitan

dengan materi yang disampaikan

v 4. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran

dan diskusi kelompok

v 5. Siswa mampu menyampaikan hasil diskusi

kelompok

v 6. Siswa mampu menyampaikan pendapatnya yang

berkaitan dengan materi

v 7. Siswa merasa termotivasi dengan adanya reward

dari guru

v 8. Siswa mendengarkan dengan seksama penguatan

materi yang disampaikan oleh guru

v 9. Siswa merasa senang dalam mengerjakan tugas

dari guru

v 10. Siswa tertarik dengan media pembelajaran yang

digunakan guru

v C Kegiatan Penutup

1. Siswa mendengarkan dengan seksama pesan moral yang disampaikan oleh guru

v 2. Siswa menerima PR dengan senang v

(65)

3. Siswa membaca doa penutup dengan senang v

Jumlah Skor 37

Skor rata-rata 2,18

Kriteria Cukup Baik

Keterangan Penilaian:

Skor 4 = Situasi dan kondisi siswa sangat baik Skor 3 = Situasi dan kondisi siswa baik

Skor 2 = Situasi dan kondisi siswa cukup baik Skor 1 = Situasi dan kondisi siswa kurang baik Penilaian: Skor rata-rata =

Kriteria Ketuntasan

Skala Penilaian 1 <Skor rata-rata <1,75 Kurang Baik 1,75 <Skor rata-rata <2,5 Cukup Baik 2,5 <Skor rata-rata <3,25 Baik

3,25 <Skor rata-rata <4 Sangat Baik

Kudus, 10 Mei 2013 Observer

(66)

Lampiran 28

Pedoman Observasi Situasi dan Kondisi dalam Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan CTL

Nama Sekolah : SD 1 Jepang Kelas/Semester : V/2

Mata Pelajaran : IPA Tanggal : 15 Mei 2013

Materi : Tanah Pertemuan/Siklus : 2/I

Petunjuk: Berilah skor penilaian pada kolom yang tersedia!

No Aspek yang Diamati Skor Penilaian

1 2 3 4 A Pra Pembelajaran

1. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdoa bersama-sama

v 2. Siswa merespon positif motivasi yang diberikan

oleh guru

v 3. Siswa mendengarkan dengan seksama saat

dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

v 4. Siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi v B Kegiatan Pembelajaran

1. Adanya interaksi positif antara siswa dan guru v 2. Siswa aktif mengamati hal-hal yang berkaitan

dengan materi yang disampaikan

v 3. Siswa aktif bertanya hal-hal yang berkaitan

dengan materi yang disampaikan

v 4. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran

dan diskusi kelompok

v 5. Siswa mampu menyampaikan hasil diskusi

kelompok

v 6. Siswa mampu menyampaikan pendapatnya yang

berkaitan dengan materi

v 7. Siswa merasa termotivasi dengan adanya reward

dari guru

v 8. Siswa mendengarkan dengan seksama penguatan

materi yang disampaikan oleh guru

v 9. Siswa merasa senang dalam mengerjakan tugas

dari guru

v 10. Siswa tertarik dengan media pembelajaran yang

digunakan guru

v C Kegiatan Penutup

1. Siswa mendengarkan dengan seksama pesan moral yang disampaikan oleh guru

v 2. Siswa menerima PR dengan senang v

(67)

3. Siswa membaca doa penutup dengan senang v

Jumlah Skor 43

Skor rata-rata 2,53

Kriteria Baik

Keterangan Penilaian:

Skor 4 = Situasi dan kondisi siswa sangat baik Skor 3 = Situasi dan kondisi siswa baik

Skor 2 = Situasi dan kondisi siswa cukup baik Skor 1 = Situasi dan kondisi siswa kurang baik Penilaian: Skor rata-rata =

Jumlah skor siklus 1 2 2 1 pertemuan pertemuan  2 53 , 2 18 , 2  = 2,36 (cukup baik) Kriteria Ketuntasan Skala Penilaian 1 <Skor rata-rata <1,75 Kurang Baik 1,75 <Skor rata-rata <2,5 Cukup Baik 2,5 <Skor rata-rata <3,25 Baik

3,25 <Skor rata-rata <4 Sangat Baik

Kudus, 14 Mei 2013 Observer

(68)

Lampiran 29

CATATAN LAPANGAN Sekolah : SD 1 Jepang

Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V / II Materi : Tanah Pertemuan : 1 Kudus, Mei 2013 Observer Wahyu Mustikawati NIM. 2009-33-151 No Hari/tanggal Kegiatan

Gambar

Gambar 2.6 Batu Andesit
Gambar 2.9 Batu Pasir

Referensi

Dokumen terkait

• Panas pelarutan merupakan perubahan entalpi yang terjadi pada suatu system apabila 1 mol zat terlarut dilarutkan dalam n1 mol pelarut pada thermometer. • Faktor-faktor

Berdasarkan proses penciptaan itu manusia merupakan rangkaian utuh antara komponen materi dan immateri. Komponen materi berasal dari tanah dan komponen immateri ditiupkan

beserta biodata mendiang telah diiisi dengan lengkap, maka pihak keluarga diharuskan mencetak bukti reservasi yang nantinya untuk diajukan kepada pihak pengelola

Jadi, dapat disimpulkan bahwa keempat Konvensi Jenewa 1949 maupun Protokol Tambahan I dan II Tahun 1977 yang merupakan sumber utama hukum humaniter internasional tidak

Menimbang bahwa sebagai tambahan pertimbangan dari Majelis Hakim Tingkat banding bahwa dengan adanya barang bukti berupa Narkotika Golongan I bukan tanaman yang

mengulang ujian skripsi lagi. d) Tidak lulus revisi, maka mahasiswa yang bersangkutan harus melakukan revisi terhadap draft skripsinya lebih dahulu sampai disetujui

1. Melakukan evaluasi terhadap penentuan target pembuatan materi untuk diunggah ke media sosial sebagai angka denumerator perhitungan capaian indikator. Melakukan

Prosedur pemberian kredit yang baik secara umum menurut Kasmir adalah tahap Pengajuan berkas-berkas, Penyidikan berkas pinjaman, Wawancara I, On the spot, Wawancara II,