• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KREATIVITAS IKLAN SMARTPHONE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KREATIVITAS IKLAN SMARTPHONE"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KREATIVITAS IKLAN SMARTPHONE SAMSUNG

(Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up)

SKRIPSI

ELZARA MAHARANI 140904189 ADVERTISING

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2018

(2)

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KREATIVITAS IKLAN SMARTPHONE SAMSUNG

(Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata (S1) pada Departemen Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

ELZARA MAHARANI 140904189 ADVERTISING

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2018

(3)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI

LEMBAR PERSETUJUAN

Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh:

Nama : Elzara Maharani NIM : 140904189

Judul : PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KREATIVITAS

IKLAN SMARTPHONE SAMSUNG (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up)

Dosen Pembimbing, Ketua Prodi,

Drs. Safrin, M.Si Dra. Dewi Kurniawati,M.Si, Ph.D NIP. 196110011987011001 NIP. 196505241989032001

Dekan

Dr. Muryanto Amin, S.Sos.,M.Si.

NIP. 197409302005011002

(4)

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, semua sumber baik yang dikutip maupun yang dirujuk telah saya cantumkan sumbernya dengan benar. Jika di kemudian hari saya terbukti melakukan pelanggaran (plagiat) maka saya bersedia

diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Nama : Elzara Maharani

NIM : 140904189

Departemen : Ilmu Komunikasi Tanda Tangan :

Tanggal : 28 Mei 2018

(5)

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini diajukan oleh :

Nama : Elzara Maharani

NIM : 140904189

Departemen : Ilmu Komunikasi

Judul : PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP

KREATIVITAS IKLAN SMARTPHONE SAMSUNG (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up)

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poitik Universitas Sumatera Utara.

Majelis Penguji

Ketua Penguji : (...)

Penguji : (...)

Penguji Utama : (...)

Ditetapkan di : Medan Tanggal : 28 Mei 2018

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi yang berjudul Persepsi Mahasiswa Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung GalaxyGrowing Up) ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan almamater Universitas Sumatera Utara.

Peneliti menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit bagi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. Peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar dikarenakan dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait. Maka, dalam kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan dukungan moral dan materi, nasehat serta semangat kepada :

1. Kedua Orangtua Peneliti, Bapak Iptu Saszorro Effendi dan Ibu Murniaty Helyana yang selalu sabar memberikan dukungan kepada peneliti baik itu dukungan moral maupun materi serta memberikan semangat kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi.

2. Bapak Dr. Muryanto Amin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

3. Ketua Departemen, Ibu Dra, Dewi Kurniawati, M.Si, Ph.D dan Sekretaris Departemen, Ibu Emilia Ramadhani, M.A

4. Dosen pembimbing peneliti, Pak Drs. Safrin, M.Si yang selalu sabar membimbing peneliti hingga selesainya skripsi ini.

5. Seluruh Dosen dan Pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU

6. Staf Departemen Kak Maya yang dengan ramah dan sabar membantu peneliti dalam setiap proses permasalahan dan urusan perkuliahan.

(7)

7. Saudara Peneliti, Kak Elysa Afrilliani, S.S yang selalu memberikan semangat serta berbagi pengalaman dan ilmu kepada peneliti.

8. Keluarga Besar Peneliti, Bu Serma (kowad) Fitri Megawani, S.H, Tante Devi, Om Kolonel (mar) Dede Harsana, dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.

9. Teman-teman seperjuangan peneliti, Yoselvin Christine Gozali, Detcya Riza Putri, Hena Al Humaira, Koni Armandani, Lily Raisynura, Elsy Novita, Octarina Aguslina Siregar, Uswatun Niswah, Nuraini Husna, Vivian Dwinsy Flora dan Dian Syahana yang dari awal hingga akhir tetap bersama dalam menjalani suka dan duka kehidupan kampus, semoga kita sukses semua.

10. Teman-teman dekat peneliti, Kak Nia Rizki Termiara, Kak Vovy Permata Sari, S.Kep, dan Okky Anastasya Tarigan, yang selalu bersedia menjadi tempat keluh kesah peneliti selama mengerjakan skripsi dan selalu memberi semangat peneliti.

Demikianlah skripsi ini masih memilki kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, peneliti sangat mengharapkan kritikan, saran serta masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini kelak menjadi sumber inspirasi dan informasi bagi banyak pihak.

Akhir kata, peneliti mohon maaf atas segala kesalahan yang terdapat pada skripsi ini dan terima kasih.

Medan, Mei 2018

Elzara Maharani

(8)

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Elzara Maharani

NIM : 140904189

Departemen : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara Jenis Karya : Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non Eksklusif (Non-exclusive Royalti-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :

“PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KREATIVITAS IKLAN SMARTPHONE SAMSUNG” (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up)

Dengan Hak Bebas Royalti Non Ekslusif ini Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Medan Pada Tanggal : 28 Mei 2018

Yang menyatakan,

(Elzara Maharani)

(9)

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul “Persepsi Mahasiswa Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung” (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah persepsi mahasiswa ilmu komunikasi FISIP USU terhadap kreativitas iklan samsung galaxy “growing up”. Teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah Komunikasi, Komunikasi Massa, Teknologi Komunikasi, Media Baru (New Media), Internet Sebagai Media Iklan, YouTube, Iklan, Strategi Kreatif Iklan dan Persepsi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 318 orang, penentuan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 76 orang. Teknik penarikan sampel di dalam penelitian ini menggunakan Proportionate Stratified Random Samplingdan Purposive Sampling.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis tabel tunggal dengan menggunakan SPSS versi 14.

Kata Kunci: YouTube, Persepsi Mahasiswa, Kreativitas Iklan, Smartphone

ABSTRACT

(10)

This thesis entitled "Student Perceptions of Samsung Smartphone Ads Creativity"

(Quantitative Descriptive Study of Student Perception Communication Science FISIP USU Against the Creativity of Smartphone Ads Samsung Galaxy Growing Up). The purpose of this study is to find out how the perception of communication science students FISIP USU on the creativity of samsung galaxy advertising

"growing up". Theories considered relevant in this research are Communication, Mass Communication, Communication Technology, New Media, Internet As Media Advertising, YouTube, Advertisement, Creative Advertising Strategy and Perception. This research is quantitative research using quantitative descriptive method. The total population in this study is 318 people, the sample determination using Slovin formula so that the sample obtained as many as 76 people. Sampling technique in this study using Proportionate Stratified Random Sampling and Purposive Sampling. Data collection technique in this research is library research and field research. Data analysis technique performed is single table analysis using SPSS version 14.

Keywords: YouTube, Student Perceptions, Ad Creativity, Smartphones

(11)

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

HALAMAN PERNYATAAN DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Pembatasan Masalah ... 5

1.4 Tujuan Penelitian ... 6

1.5 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Kerangka Teori ... 7

2.1.1 Komunikasi ... 7

2.1.1.1 Pengertian Komunikasi... 7

2.1.1.2 Fungsi Komunikasi ... 10

2.1.1.3 Tatanan Komunikasi ... 11

2.1.2 Komunikasi Massa ... 13

2.1.3 Teknologi Komunikasi ... 14

2.1.4 Media Baru (New Media) ... 15

2.1.5 Internet Sebagai Media Iklan ... 17

2.1.5.1 Keunggulan Internet ... 18

2.1.5.2 Keterbatasan Internet ... 20

2.1.6 YouTube ... 22

2.1.7 Iklan ... 25

2.1.7.1 Fungsi Periklanan ... 26

(12)

2.1.8 Strategi Kreatif Iklan ... 28

2.1.8.1 Proses Kreatif ... 28

2.1.8.2 Kreativitas Iklan ... 29

2.1.8.3 Daya Tarik Iklan ... 29

2.1.9 Persepsi ... 31

2.1.9.1 Definisi Persepsi ... 31

2.1.9.2 Faktor yang Mempengaruhi Persepsi ... 32

2.1.9.3 Proses Persepsi ... 33

2.1.9.4 Kekeliruan dan Kegagalan Persepsi ... 35

2.2 Kerangka Konsep ... 37

2.3 Variabel Penelitian ... 38

2.4 Definisi Operasional... 39

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian ... 41

3.2 Lokasi Penelitian ... 41

3.3 Populasi dan Sampel ... 42

3.3.1 Populasi ... 42

3.3.2 Sampel ... 42

3.4 Teknik Penarikan Sampel ... 43

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 45

3.6 Teknik Analisis Data ... 45

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian ... 47

4.1.1 Teknik Pengolahan Data ... 48

4.2 Analisis Tabel Tunggal ... 49

4.2.1 Karakteristik Responden ... 49

4.2.2 Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up ... 51

4.2.3 Persepsi Mahasiswa ... 64

4.3 Pembahasan ... 69

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 74

5.2 Saran ... 75

5.2.1 Saran dari Responden... 75

(13)

5.2.3 Saran dalam Kaitan Praktis ... 75 DAFTAR REFERENSI ... 76 LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

(14)

No Judul Hal

2.1 Variabel Penelitian 38

3.1 Populasi 42

3.2 Penarikan Sampel 44

4.1 Jenis Kelamin Responden 49

4.2 Usia Responden 50

4.3 Stambuk/Angkatan Responden 50

4.4 Mengetahui adanya iklan smartphone samsung galaxy 51 growing up di channel YouTube Samsung US

4.5 Tertarik menonton iklan smartphone samsung galaxy 52 growing up di channel YouTube Samsung US

4.6 Ilustrasi pada iklan smartphone samsung galaxy growing up 53 sudah sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan

4.7 Merasa terlibat saat menonton iklan smartphone samsung galaxy 53 growing up

4.8 Pernah mengalami kejadian seperti yang diilustrasikan pada iklan 54 4.9 Iklan smartphone samsung galaxy growing up lebih menarik 55

dibandingkan iklan smartphone lainnya

4.10 Adanya tampilan fisik iphone dalam iklan smartphone samsung 56 galaxy growing up membuat iklan lebih kreatif dibandingkan

iklan lainnya

4.11 Hanya iklan smartphone samsung galaxy growing up yang berani 57 menampilkan kekurangan produk saingan dengan sangat

mendetail/tanpa disensor

4.12 Hanya iklan smartphone samsung galaxy growing up yang berani 58 menampilkan bentuk fisik smartphone saingannya tanpa disensor 4.13 Menonton iklan smartphone samsung galaxy growing up, 59

mempermudah untuk memilih smartphone yang ingin digunakan 4.14 Menonton iklan smartphone samsung galaxy growing up, jadi 60

mengetahui kelebihan dari produk samsung galaxy note 8

(15)

iklan smartphone samsung galaxy growing up mampu memenuhi kebutuhan khalayak di era digital

4.16 Setelah menonton iklan smartphone samsung galaxy growing up, 61 langsung percaya dengan kualitas produk samsung galaxy note 8 yang ditampilkan

4.17 Tertarik menonton iklan smartphone samsung galaxy growing up 62 dari awal hingga selesai

4.18 Langsung mengingat slogan “Upgrade to Galaxy” yang 63 ditampilkan di akhir iklan

4.19 Iklan smartphone samsung galaxy growing up mudah diingat 63 4.20 Antusias menonton iklan smartphone samsung galaxy growing up 64 4.21 Mengerti maksud dari tujuan iklan smartphone samsung galaxy 65

growing up

4.22 Secara keseluruhan iklan smartphone samsung galaxy growing up 66 menarik

4.23 Terpengaruh untuk membeli produk samsung galaxy note 8 66 4.24 Iklan smartphone samsung galaxy growing up merupakan iklan 67

yang kreatif

4.25 Memiliki persepsi negatif terhadap produk saingan yang 68 ditampilkan pada iklan tersebut

(16)

No Judul Hal

2.1 Proses Persepsi 33

2.2 Model Teoritis Penelitian 38

(17)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Smartphone adalah telepon genggam yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dengan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan arti smartphone. Bagi beberapa orang, smartphone merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, smartphone hanyalah sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book). Dengan kata lain, smartphone merupakan sebuah telepon yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dengan fungsi yang mirip seperti komputer (https://kliknklik.com).

Smartphone memiliki banyak kelebihan, seperti kemudahan mengakses informasi melalui internet dimanapun dan kapanpun, mengirim pesan dengan cepat menggunakan berbagai fitur jejaring sosial yang tersedia, mengakses berbagai aplikasi untuk memudahkan pekerjaan, mendengarkan musik, menonton video, memotret beragam kejadian dengan fitur kamera yang tersedia dan berbagai kelebihan yang lainnya. Smartphone juga memiliki bentuk yang cocok dengan ukuran saku sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana (https://www.inovasee.com).

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh smartphone, tidak sedikit masyarakat yang ingin memilikinya. Di era digital sekarang ini hampir seluruh

(18)

masyarakat telah memiliki smartphone, mulai dari masyarakat kalangan menengah keatas hingga kalangan menengah kebawah, orang dewasa maupun anak-anak. Menristekdikti menyebutkan angka pengguna smartphone di Indonesia tahun 2016 mencapai sekitar 25% dari total penduduk atau sekitar 65 juta orang, tahun 2017 mencapai sekitar 75 juta orang, tahun 2018 mencapai sekitar 84 juta orang dan diprediksi tahun 2019 pengguna smartphone di Indonesia mencapai 92 juta orang (https://ristekdikti.go.id).

Banyaknya pengguna smartphone di Indonesia membuat perusahaan teknologi seperti Samsung, Iphone, Oppo, Vivo, Xiaomi, Advan, dan yang lainnya bersaing mendapatkan hati konsumen untuk membeli produk smartphone miliknya. Persaingan tersebut terlihat dari pangsa pasar masing-masing perusahaan yang berdekatan. Lembaga riset IDC Indonesia menyatakan Samsung pada urutan teratas dengan 31% penjualan, Iphone di urutan kedua dengan 28%

penjualan, Oppo di urutan ketiga dengan 25% penjualan, Vivo di urutan keempat dengan 11% penjualan, Advan di urutan kelima dengan 8% penjualan, dan Xiaomi di urutan keenam dengan 7% penjualan (https://m.kumparan.com/).

Perusahaan samsung mengeluarkan smartphone terbarunya yaitu Samsung GalaxyNote 8 pada bulan September 2017. Smartphone dengan layar berukuran 6,3 inci, Operation System Android 7.1.1 yang bisa di upgrade ke Android 8.0, beragam kapasitas memori internal 64/128/256 giga bit serta RAM 6 giga bit, kamera belakang 12 mega pixel, kamera depan 8 mega pixel dan dilengkapi fitur iris scanner serta fingerprint. Samsung menjual smartphone tersebut dengan harga 13 juta di Indonesia. (https://www.gsmarena.com).

(19)

Samsung menciptakan iklan untuk mempromosikan produk terbarunya agar dikenal masyarakat di seluruh dunia dan menarik perhatian konsumen. Iklan merupakan bentuk promosi yang paling dikenal oleh masyarakat karena daya jangkauannya yang luas. “Iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli” (Kasali, 2007: 21).

Iklan disampaikan melalui dua saluran media massa, yaitu media cetak (surat kabar, majalah, brosur dan papan iklan atau billboard) dan media elektronika (radio, televisi). Namun di era digital sekarang ini, iklan juga bisa disampaikan melalui media online seperti YouTube, instagram, facebook dan yang lainnya. Pemilihan media yang tepat untuk menempatkan iklan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan. Meletakkan iklan pada media online di zaman sekarang ini tentunya lebih menguntungkan karena semua orang saat ini lebih memilih melihat media online dibandingkan dengan media cetak maupun media elektronika (https://www.dotugo.com).

Selain dari pemilihan media yang tepat untuk meletakkan iklan, sebuah iklan juga harus memiliki daya tarik tersendiri agar mampu membuat konsumen tertarik dengan produk yang dipromosikan. Dalam hal ini kreativitas sebuah iklan menjadi faktor utama dalam menciptakan daya tarik tersebut. “Kreativitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru. Kreativitas hampir selalu digunakan dalam iklan, karena kreativitas dapat membantu sebuah iklan dalam memberi informasi, membujuk, mengingatkan, meningkatkan nilai dan dapat menciptakan daya tarik tersendiri pada iklan tersebut” (Suyanto, 2005: 14).

(20)

Samsung mengunggah iklan produk terbarunya di channel YouTube Samsung US, iklan tersebut diberi judul “Samsung Galaxy Growing Up”. Dalam iklan tersebut, penonton tidak hanya akan melihat smartphone samsung melainkan juga melihat smartphone iphone. Bukan hanya bentuk fisik saja tetapi samsung menampilkan gambaran saat masyarakat beramai-ramai mengantri membeli iphone dan menunjukkan berbagai kekurangan iphone. Samsung telah berhasil menciptakan stopping power dalam iklan tersebut. Stopping power yang dimaksud adalah metode untuk membuat orang berhenti sejenak melihat iklan yang ditampilkan hingga selesai (https://www.kompasiana.com/budiman_hakim/).

Stopping power yang diciptakan samsung dalam iklannya tentu akan menghasilkan beraneka ragam persepsi dibenak penonton. Hal tersebut disebabkan karena setelah melihat iklan tersebut, panca indera dan otak akan menstimulasi pesan yang ada sehingga menghasilkan persepsi-persepsi tertentu.

“Persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian dianalisa (diorganisir), diinterpretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna” (Robbins, 2003: 97).

Peneliti merasa tertarik untuk meneliti persepsi mahasiswa terhadap kreativitas iklan samsung karena sangat jarang sebuah perusahaan dengan sangat berani menampilkan kekurangan produk pesaingnya dengan sangat detail tanpa disamarkan sedikitpun pada iklannya. Kreativitas dari iklan samsung tersebut tentunya akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda terutama di kalangan mahasiswa. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada mahasiswa FISIP USU karena mahasiswa FISIP dikenal kritis ketika menyampaikan pendapat atau opini dibandingkan mahasiswa fakultas lainnya. Dalam penelitian ini, mahasiswa

(21)

FISIP yang menjadi responden adalah mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi karena mahasiswa Ilmu Komunikasi telah mempelajari mata kuliah periklanan seperti perencanaan kreatif iklan sehingga lebih memahami tentang kreativitas iklan.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, fokus masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimanakah Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU terhadap kreativitas iklan smartphone samsung galaxy

“Growing Up”?

1.3 Pembatasan Masalah

Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas maka diperlukan pembatasan masalah dalam penelitian ini. Pembatasan masalah ditujukan agar ruang lingkup penelitian dapat lebih jelas, terarah sehingga tidak mengaburkan penelitian. Adapun pembatasan masalah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu untuk memaparkan atau menguraikan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, maupun sumber- sumber referensi.

2. Objek penelitian adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi stambuk 2014 dan stambuk 2015 FISIP USU.

3. Iklan smartphone samsung galaxy “growing up” yang diteliti hanya yang tayang di channel YouTube SAMSUNG US.

(22)

4. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan April 2018, dengan lama penelitian yang akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini, yaitu :

1. Untuk mengetahui bagaimanakah persepsi mahasiswa ilmu komunikasi FISIP USU terhadap kreativitas iklan samsung galaxy “growing up”.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Secara Akademis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.

Selain itu juga diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk memperkaya pengetahuan maupun referensi dalam bidang Ilmu Komunikasi.

2. Secara Teoritis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan contoh dan menambah wawasan ilmu tentang persepsi mahasiswa terhadap kreativitas iklan suatu produk.

3. Secara Praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta menambah wawasan tentang mahasiswa yang memiliki persepsi berbeda-beda terhadap kreativitas iklan samsung galaxy “growing up”. Penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan berkenaan dengan penelitian ini.

(23)

BAB II

URAIAN TEORITIS

2.1 Kerangka Teori

Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalahnya. Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang merupakan landasan berpikir untuk menggambarkan dari sudut mana peneliti melihat masalah yang akan diteliti (Nawawi, 1995:37). Teori adalah sistem konsep abstrak yang menjelaskan adanya hubungan diantara konsep- konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena atau masalah.

Adapun teori-teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah:

2.1.1 Komunikasi

2.1.1.1 Pengertian Komunikasi

Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama.

Sama yang dimaksud adalah sama makna. Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahukan atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku baik secara langsung melalui lisan atau tidak langsung melalui media (Effendy, 2003: 3).

Harold Lasswell memberikan pengertian komunikasi melalui paradigma yang dikemukakannya dalam karyanya The Structure and Function of Communication in Society bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan “Who Says What In Which Channel To

(24)

Whom With What Effect?” atau “Siapa Mengatakan Apa dengan Saluran Apa Kepada Siapa dengan Pengaruh Bagaimana?”. Paradigma Lasswell menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan, yakni (Effendy, 2003: 10):

1. Komunikator (communicator, sender, source) adalah orang yang menyampaikan pesan atau informasi. Dalam komunikasi, peran komunikator bisa bersifat fleksibel dalam artian setiap partisipan dalam komunikasi bisa berperan sebagai komunikator secara bergantian.

2. Pesan (message)adalah pernyataan yang didukung oleh lambang, bahasa, gambar, dan sebagainya.

3. Media (channel, media) adalah sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya, maka diperlukan media sebagai penyampai pesan.

4. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient) adalah orang yang menerima pesan atau informasi yang disampaikan komunikator. Sama halnya dengan unsur komunikator dalam komunikasi, peran komunikan juga dipegang oleh setiap partisipan.

5. Efek (effect, impact,influence) adalah dampak sebagai pengaruh pesan tersebut. Efek ini merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seorang komunikator lewat transmisi pesan yang dilakukan agar komunikan dapat memahami makna pesan yang terkandung. Efek ini juga diharapkan mampu mengubah perilaku atau menggerakkan

(25)

komunikan agar memenuhi imperatif atau perintah yang disampaikan oleh komunikator.

Berdasarkan paradigma Laswell tersebut komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang dapat menimbulkan efek tertentu. Dalam penelitian ini aktivitas komunikasi yang dilakukan adalah proses periklanan oleh samsung dalam mempromosikan produk smartphone terbarunya.

Adapun proses komunikasi menurut Onong terbagi dua tahap, yakni secara primer dan secara sekunder (Effendy, 2003:11):

a. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang ini umumnya bahasa (lisan maupun tulisan) tetapi dalam situasi komunikasi tertentu lambang-lambang yang dapat digunakan dapat berupa gerak tubuh, gambar, warna dan sebagainya atau dikenal sebagai pesan nonverbal.

b. Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana perantara sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Proses ini termasuk sambungan dari proses primer untuk menembus atau “mengakali” keterbatasan manusia dalam menjangkau dimensi ruang dan waktu. Dalam prosesnya komunikasi sekunder ini kan semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih, yang akan ditopang oleh teknologi-teknologi lainnya.

(26)

2.1.1.2 Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi dipandang dari arti luas, tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan akan tetapi juga sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai pertukaran data, fakta dan ide. Adapun fungsi dari kegiatan komunikasi, dibagi atas empat fungsi utama (Effendy, 2003: 55) yaitu:

a. Menyampaikan informasi (to inform)

Di sini komunikasi berfungsi dalam menyampaikan informasi, tidak hanya informasi tetapi juga pesan, ide, gagasan, opini maupun komentar. Sehingga masyarakat bisa mengetahui keadaan yang terjadi dimanapun.

b. Mendidik (to educute)

Komunikasi sebagai sarana informasi mendidik, menyebarluaskan kreativitas, tidak hanya sekedar memberi hiburan, tetapi juga memberi pendidikan untuk membuka wawasan dan kesempatan memperoleh pendidikan secara luas, serta memberikan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang.

c. Menghibur (to entertain)

Komunikasi juga memberikan warna dalam kehidupan kita, tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi komunikasi juga dapat sebagai sumber hiburan. Semua golongan menikmatinya sebagai alat hiburan dalam bersosialisasi. Menyampaikan informasi dapat berupa dalam gambar, bahasa, bunyi, tulisan, dan lagu.

(27)

d. Mempengaruhi (to influence)

Komunikasi sebagai sarana untuk mempengaruhi khalayak untuk memberi motivasi, mendorong untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang dilihat, dibaca dan didengar. Serta memperkenalkan nilai-nilai baru untuk mengubah sikap dan perilaku kearah yang baik dan modernisasi.

2.1.1.3 Tatanan Komunikasi

Tatanan komunikasi adalah proses komunikasi yang ditinjau dari jumlah komunikan, apakah satu orang, sekelompok orang atau sejumlah orang yang bertempat tinggal secara tersebar. Berdasarkan situasi komunikan seperti itu, maka komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi bentuk-bentuk sebagai berikut (Effendy, 1999: 57):

1. Komunikasi Pribadi (Personal Communication)yaitu: komunikasi diri sendiri, baik dalam fungsinya sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Komunikasi Pribadi ini terbagi atas:

a. Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) b. Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication)

2. Komunikasi Kelompok (Group Communication), yaitu: komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Komunkasi ini terdiri dari:

a. Komunikasi kelompok kecil (small group communication) - Ceramah (lecture)

(28)

- Diskusi panel (panel discussion) - Symposium

- Forum - Seminar

b. Komunikasi kelompok besar (large group communication/public speaking)

3. Komunikasi Massa (Mass Communication), yaitu: komunikasi yang berlangsung pada peringkat masyarakat luas, yang identifikasinya ditentukan oleh ciri khas institusionalnya (gabungan antara tujuanorganisasi dan kegiatan yang sebenarnya). Komunikasi Massa ini terdiri dari:

a. Komunikasi Media Massa Cetak (Printed Mass Media Communication)

- Surat Kabar (daily) - Majalah (magazine)

b. Komunikasi Media Massa Cetak (Printed Mass Media Communication)

- Radio - Televisi - Film

4. Komunikasi Media (Media Communication), yang terdiri dari:

a. Surat b. Telepon c. Pamflet

(29)

d. Poster e. Spanduk f. Lain-lain

2.1.2 Komunikasi Massa

Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi), berbiaya relatif mahal, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang tersebar yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara cepat, serentak, selintas, khususnya media elektronik (Mulyana, 2010: 83).

Kepentingan yang makin besar dari perusahaan media terhadap bentuk komunikasi berbasis internet pada kenyataannya adalah cerminan dari bangkitnya bentuk baru komunikasi disosialisasikan: komunikasi-sendiri yang massal.

Disebut sebagai komunikasi massa karena secara potensial menjangkau khalayak global melalui jaringan person to person dan koneksi internet. Komunikasi ini bersifat multi model, seiring dengan digitalisasi konten dan piranti lunak sosial yang canggih berdasarkan sumber terbuka yang dapat diunduh secara gratis, memungkinkan hampir semua konten dalam segala bentuk didistribusikan melalui jaringan nirkabel (McQuail, 2011: 312).

Castells mengatakan bentuk baru komunikasi massa, kontennya bersifat buatan sendiri, produksinya diatur sendiri, dan penerimaannya dipilih sendiri melalui banyak pihak yang berkomunikasi ke banyak pihak lain. Kita berada

(30)

dalam wilayah komunikasi yang baru, dan tentunya dalam media yang baru di mana tulang punggungnya terbuat dari jaringan komputer yang bahasanya adalah digital dan pengirimnya terdistribusi secara global dan berinteraksi secara global (McQuail, 2011: 312).

2.1.3 Teknologi Komunikasi

Secara etimologis teknologi berasal dari kata Yunani, yaitu tekhne yang dimana merujuk pada konsep seni atau kerajinan tangan dan logia atau logos yang berarti ilmu atau studi. Dengan demikian secara harfiah kita dapat mendefinisikan teknologi sebagai studi atau pengetahuan yang mempelajari mengenai pembuatan berbagai alat-alat baik mekanis maupun non mekanis (virtual atau maya) yang disini bertujuan untuk memudahkan berbagai kegiatan atau pekerjaan manusia.

Salah satu pengertian umum teknologi ialah penggunaan ilmu pengetahuan secara sistematik atau pengetahuan-pengetahuan yang terorganisir atau untuk keperluan- keperluan yang praktis.

Lubis (1997:42), menjelaskan bahwa teknologi komunikasi adalah suatu penerapan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi. Komunikasi adalah upaya untuk menciptakan “Kebersamaan dalam Makna” (Commonness in Meaning). Dengan demikian, teknologi komunikasi merupakan penerapan ilmu pengetahuan guna melancarkan upaya untuk mencapai kebersamaan dalam makna antar orang dalam masyarakat.

Teknologi komunikasi berubah dengan begitu cepat sehingga banyak orang berbicara tentang “revolusi teknologi” atau “ledakan informasi”. Beberapa teknologi baru yang sedang dalam proses pengembangan atau yang ada sekarang

(31)

adalah video tape recorder, video casette, televisi kabel, surat kabar online, akses pelayanan informasi komputer dengan komputer pribadi di rumah, internet, World Wide Web, serta CD-ROM. Banyak teknologi yang mempunyai dampak dramatis yaitu memberikan pengguna kontrol yang jauh lebih banyak pada proses telekomunikasi dan informasi yang diterima (Severin dan Tankard, 2011: 305).

Perkembangan teknologi yang memicu lahirnya media baru tidak serta merta menghapuskan atau mengganti media lama. Karena ada beberapa karakteristik media lama yang tidak bisa digantikan oleh media baru. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat dunia sekarang sudah memasuki sebuah tahapan ke dalam masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, kebutuhan akan informasi menjadi kebutuhan yang sangat mutlak dimana informasi menjadi komoditas yang bernilai ekonomis dan bermakna strategis. Dengan pentingnya informasi maka masyarakat tak lagi menilai harga yang harus dibayarkan untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi komunikasi.

2.1.4 Media Baru (New Media)

Istilah media baru (new media) telah digunakan sejak tahun 1960-an dan telah mencakup seperangkat teknologi komunikasi terapan yang semakin berkembang dan beragam. Ron Rice mendefinisikan media baru adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun Notebook) yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan. Ciri utama media baru yang paling utama adalah kesalingterhubungan, aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, interaktivitasnya,

(32)

kegunaannya yang beragam sebagai karakter yang terbuka dan sifatnya yang ada di mana-mana (McQuail,2011:43).

Terdapat lima kategori utama “media baru” yang sama-sama memiliki kesamaan saluran tertentu dan kurang lebih dibedakan berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks (McQuail, 2011:156-157) seperti berikut ini:

a. Media komunikasi antarpribadi (Interpersonal communication media) Meliputi telepon (yang semakin mobile) dan surat elektronik (terutama untuk pekerjaan, tetapi menjadi semakin personal). Secara umum, konten bersifat pribadi dan mudah dihapus dan hubungan yang tercipta dan dikuatkan lebih penting daripada informasi yang disampaikan.

b. Media permainan interaktif (Interactive play media)

Media ini terutama berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan realitas virtual. Inovasi utamanya terletak pada interaktivitas dan mungkin dominasi dari kepuasan ‘proses’ atau ‘penggunaan’.

c. Media pencarian informasi (Information search media)

Ini adalah kategori yang luas tetapi internet/www merupakan contoh yang paling penting, dianggap sebagai perpustakaan dan sumber data yang ukuran, aktualitas, dan aksebilitasnya belum pernah ada sebelumnya. Posisi mesin pencari telah menjadi sangat penting sebagai alat bagi para pengguna sekaligus sebagai sumber pendapatan untuk internet. Di samping internet, telepon (mobile phone) juga semakin menjadi saluran penerimaan informasi, sebagaimana juga teleteks yang disiarkan dan layanan data radio.

(33)

d. Media partisipasi kolektif (Collective participatory media)

Kategorinya, khususnya meliputi penggunaan internet untuk berbagi dan bertukar informasi,gagasan, dan pengalaman, serta untuk mengembangkan hubungan pribadi aktif (yang diperantarai komputer).

Situs jejaring sosial termasuk di dalam kelompok ini.

e. Substitusi media penyiaran (Substitution of broadcasting media) Acuan utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau mengunduh konten yang dimasa lalu biasanya disiarkan atau disebarkan dengan metode lain yang serupa.

2.1.5 Internet Sebagai Media Iklan

Internet menurut George E. Belch & Michael A. Belch (Morissan, 2010:317) dapat didefinisikan sebagai a worldwide means of exchanging information and communicating through a series of interconnected computers atau suatu metode yang mendunia untuk saling tukar menukar informasi dan berkomunikasi melalui komputer yang saling terkoneksi. Dewasa ini siapa saja yang memiliki komputer dan modem dapat mengakses internet dan menjadi bagian dari jaringan komunikasi dunia. Salah satu komponen internet yang paling populer adalah world wide web (WWW), yaitu suatu halaman di internet yang dapat menampilkan teks, suara, grafik, foto, dan video yang menjadi instrumen komersial di internet.

Internet merupakan jaringan global dan sebuah situs web dapat menjadi media promosi yang sangat efektif serta alat bantu pemasaran yang tangguh.

Pengguna internet dapat melihat apa yang ditawarkan perusahaan lain yang berada

(34)

di Indonesia atau di negara lain di seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan.

Internet dapat menjangkau seluruh penjuru dunia dan tersedia selama 24 jam sehari. Suatu situs web adakalanya menjadi tempat calon pelanggan pertama kali mengetahui tentang suatu perusahaan atau produk. Melakukan bisnis saat ini sulit berkembang tanpa memanfaatkan fasilitas internet seperti situs web dan email.

Melalui internet, biaya-biaya seperti promosi dan komunikasi akan dapat ditekan secara efektif (Morissan, 2010:320).

2.1.5.1 Keunggulan Internet

Internet sebagai media iklan dan promosi memiliki sejumlah kenggulan.

Adapun keunggulan menggunakan internet untuk memasarkan produk atau jasa yaitu (Morissan, 2010:327):

1. Target Konsumen Khusus

Kemampuan media ini secara efektif untuk membidik target konsumen yang spesifik atau khusus tanpa menimbulkan pemborosan media (waste coverage). Internet dapat dianggap sebagai gabungan dari dua media sekaligus yaitu majalah perdagangan (trade magazines) dan pameran dagang (trade show) karena hanya mereka yang tertarik kepada produk yang ditawarkan suatu situs web saja yang akan mengunjungi situs web dimana produk bersangkutan ditawarkan.

2. Pesan Khusus

Kemampuan internet untuk melakukan komunikasi interaktif memungkinkan dilakukannya pemasaran personal (one-to-one

(35)

marketing), setiap orang dilayani secara pribadi. Hal ini akan meningkatkan keberhasilan pemasaran perusahaan pada pasar industri dan konsumsi.

3. Kemampuan Interaktif

Kemampuan internet untuk melakukan komunikasi interaktif memungkinkan konsumen untuk lebih terlibat dengan produk yang ditawarkan perusahaan. Melalui cara ini konsumen dan perusahaan mendapatkan umpan balik (feedback) segera sehingga mendorong konsumen untuk lebih memahami produk yang ditawarkan. Hal ini memberikan efek yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

4. Akses Informasi

Para pengguna internet dapat menemukan informasi dalam jumlah besar mengenai topik apa saja yang diinginkannya dengan melakukan pencarian melalui mesin pencari (search engine) seperti Google atau Yahoo. Mesin pencari akan mencari dan menemukan segala informasi yang dibutuhkan terkait dengan produk yang diinginkannya termasuk keterangan mengenai spesifikasi produk, harga, prosedur pembelian, dan sebagainya.

5. Kreativitas

Suatu situs web yang dirancang menarik dan kreatif dapat mendorong atau meningkatkan persepsi atau citra positif perusahaan sehingga konsumen akan tertarik untuk berkunjung kembali.

(36)

6. Ekspos Luas

Melalui internet perusahaan akan mendapatkan perhatian dari konsumen nasional bahkan internasional dalam waktu yang sangat cepat.

7. Kecepatan

Bagi konsumen yang membutuhkan informasi mengenai suatu perusahaan atau barang dan jasa yang ditawarkan, internet adalah instrumen paling cepat untuk mendapatkan informasi tersebut.

2.1.5.2 Keterbatasan Internet

Internet juga memiliki sejumlah kelemahan atau keterbatasan. Adapun keterbatasan menggunakan internet untuk memasarkan produk atau jasa yaitu (Morissan, 2010:329):

1. Jumlah Audiensi

Tidak tersedianya data yang akurat mengenai jumlah audiensi pengguna internet atau jumlah orang yang berkunjung pada suatu situs web.

2. Karakteristik Audiensi

Tidak tersedianya data akurat mengenai jumlah audiensi menyebabkan sulitnya mengetahui karakteristik audiensi. Selain itu, pertumbuhan pengguna internet yang sangat cepat, maka karakteristik audiensi juga berubah dengan cepat pula. Data mengenai karakteristik audiensi dapat cepat kadaluwarsa, data juga dapat berbeda antara satu perusahaan riset dengan perusahaan lainnya.

(37)

3. Proses Lambat

Proses membuka situs web untuk mendapatkan indormasi (download) terkadang berjalan lambat. Hal ini biasanya terjadi jika suatu situs web harus menerima banyak pengunjung dalam waktu yang bersamaan.

4. Penipuan

Saat ini internet belum mejadi media yang sepenuhnya aman terhadap kemungkinan penipuan. Di banyak negara, aturan dan penegakan hukum dalam bertransaksi di internet guna melindungi konsumen belum tersedia. Beberapa kasus yang merugikan konsumen atau perusahaan yang kerap ditemui terkait dengan penggunaan internet, antara lain adalah hacking atau mengganggu/merusak situs web milik pihak lain dan penggunaan kartu kredit serta penggunaan data konsumen tanpa izin pihak yang bersangkutan.

5. Biaya

Walaupun biaya memasang iklan di internet lebih murah dibandingkan media lainnya, namun jika dibandingkan antara ongkos yang dibutuhkan dengan jumlah audiensi yang dicapai (CPM), maka biaya memasang iklan di internet dapat menjadi lebih mahal.

6. Jangkauan Terbatas

Walaupun jumlah pengguna internet meningkat terus, namun jumlahnya masih jauh di bawah jumlah penonton televisi. Perusahaan internet tetap perlu beriklan di media konvensional seperti televisi untuk menarik audiensi mengunjungi situsnya. Statistik menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil situs web yang dapat dijangkau oleh

(38)

mesin pencari dan sebagian besar pengunjung internet ternyata hanya berkunjung pada 50 situs teratas.

2.1.6 YouTube

YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya langsung. Kita juga bisa mengunggah video ke server YouTube dan membaginya ke seluruh dunia (Baskoro, 2009:58).

YouTube diprakarsai oleh tiga orang mantan pegawai perusahaan Paypal yaitu Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Hurley merupakan alumnus design di University Indiana Pennsylvania, sedangkan Chen dan Karim alumnus ilmu komputer di University Illinois Urbana-Champaign. Nama domain

‘YouTube.com’ sendiri diaktifkan pada 15 Februari 2005, dan pada bulan-bulan berikutnya YouTube mulai dibangun. Mereka mempublikasikan preview dari website tersebut pada Mei 2005, atau 6 bulan sebelum launching secara resmi (https://id.wikipedia.org).

Pemilihan nama www.YouTube.com mengakibatkan masalah bagi sebuah situs bernama mirip, www.utube.com. Pemilik situs, Universal Tube & Rollform Equipment, mengajukan gugatan terhadap YouTube pada November 2006 setelah mengalami kelebihan beban secara teratur yang diakibatkan oleh orang yang mencari situs YouTube. Pada bulan Oktober 2006, Google Inc. membeli YouTube senilai 1,65 miliar US $. Pada tahun 2007,YouTube telah mengkonsumsi bandwidth menyamai besarnya bandwidth keseluruhan internet di dunia pada

(39)

tahun 2000. Pada bulan juni 2008 majalah Forbes memberitakan bahwa pendapatan YouTube selama tahun 2008 diperkirakan mencapai 200 juta US

$ (https://id.wikipedia.org).

Pada tahun 2007, YouTube mencapai puncak kesuksesannya dalam persaingan bisnis di internet setelah mereka memiliki ribuan bahkan sampai jutaan member aktif maupun yang tidak aktif di seluruh dunia. Tinggi jumlah penonton dan video di YouTube, wajar jika YouTube juga dijadikan sebagai media bisnis.

Banyak perusahaan-perusahaan ternama di dunia yang menjadikan YouTube sebagai media untuk menempatkan iklan promosi produknya.

Pada tahun 2008,YouTube mendapatkan penghargaan George Foster Peabody Award karena telah menjadi "Speakers Corners" dan ikut berjasa dalam pengembangan demokrasi dan kebebasan berpendapat. Saat ini YouTube menjadi situs online video provider paling dominan di Amerika serikat, bahkan mungkin dunia, dengan menguasai 43% pasar. Diperkirakan 20 Jam durasi video diunggah ke YouTube setiap menitnya dengan 6 miliar views per hari.

(https://whiteinformation.wordpress.com).

Penggunaan situs YouTube cukup mudah bahkan bagi pengguna yang bukan anggota. Saat membuka situs YouTube, anda akan disambut dengan halaman beranda YouTube. Halaman beranda adalah gerbang utama situs YouTube, dan halaman ini berisikan video-video yang sedang dilihat saat ini, video-video yang dipromosikan dan video berfitur, bersamaan dengan sebuah seleksi link-link tambahan, elemen-elemen navigasi, dan iklan-iklan bagus.

Daftar video yang sedang ditonton saat ini adalah seleksi video yang diputar atau yang sedang dilihat oleh para pengguna YouTube lainnya. Fitur ini

(40)

dapat diaplikasikan pada pengguna yang telah memiliki sebuah fitur Active Sharing yang merupakan fasilitas dalam keanggotaan mereka.Daftar video yang sedang dipromosikan berisi video-video yang telah dipilih berdasarkan kerjasama (partnership) dengan pihak YouTube. Daftar video berfitur berisikan video-video yang diseleksi oleh pekerja YouTube atau oleh penyunting tamu. Jika Anda menurunkan skrol halaman, Anda mungkin memerhatikan kategori-kategori klip dan link lain yang ada di kolom kanan, seperti What’s New, Popular Videos For Mobile Devices, dan sebagainya. Tentu saja fitur-fitur ini akan berubah-ubah seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan. Bagaimanapun ide dasarnya tetap utuh menyediakan link-link cepat dalam halaman beranda sampai isian berfitur dan item-item lainnya yang ingin dipromosikan oleh YouTube dan induk perusahaannya Google (termasuk periklanan dan fitur-fitur baru situs).

Sepanjang halaman atas ada empat tab besar untuk menavigasikan situs YouTube. Tab-tab tersebut adalah bagian dari navigasi YouTube yang tetap, karena tak peduli halaman mana yang Anda lihat, Anda memiliki akses langsung ke link yang sama. Dalam urutan, dari kiri ke kanan, tab-tab ini dilabeli, Videos, Categories, Channels, dan Community. Di kanan jauh adalah link Upload Video (Memasang Video). Berikut daftar kategori video yang ada di YouTube:

- Autos & Vehicles (Otomotif dan Kendaraan) - Comedy (Komedi)

- Entertainment (Hiburan)

- Film & Animation (Film dan Animasi) - Gadgets & Games (Peralatan dan Permainan)

- How to & DIY (Cara-cara dan Bagaimana Melakukan Sendiri)

(41)

- Music (Musik)

- News & Politics (Berita dan Politik) - People & Blog (Orang dan Blog)

- Pets & Animals (Binatang dan Binatang Peliharaan) - Sports (Olahraga)

- Travel and Places (Perjalanan dan Tempat)

2.1.7 Iklan

Menurut Kleppner, iklan berasal dari bahasa Latin “ad-vere” yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak yang lain. Jika pengertian ini kita terima maka sebenarnya iklan tidak ada bedanya dengan pengertian komunikasi satu arah (Widyatama, 2007: 15).

Wright mengemukakan bahwa iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan pelayanan serta gagasan atau ide- ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif (Liliweri, 1997:20).

Definisi iklan menurut AMA (The American Marketing Association), bahwa iklan adalah “setiap bentuk pembayaran terhadap suatu proses penyampaian dan perkenalan ide-ide, gagasan dan layanan yang bersifat non personal atas tanggungan sponsor tertentu” (Liliweri, 1997:21).

(42)

Baik definisi Wright maupun AMA iklan tetap dipandang dari dua sisi, alat pemasaran dan komunikasi. Pengertian iklan dipandang sebgai alat pemasaran (Liliweri, 1997: 21) adalah:

- Bentuk pembayaran

- Penyampaian bersifat non personal

- Produk barang, jasa, layanan dan gagasan - Dibiayai oleh sponsor

Pengertian iklan dipandang sebagai komunikasi (Liliweri, 1997: 23) adalah:

- Informasi dan persuasi - Informasi dikontrol

- Teridentifikasinya informasi - Media komunikasi massa

2.1.7.1 Fungsi Periklanan

Iklan sebagai tehnik penyampaian pesan dalam bidang bisnis yang sifatnya non personal secara teoritik melaksanakan fungsi-fungsi seperti yang dimuat media massa lainnya (Liliweri, 1997: 47):

1. Fungsi Pemasaran

Fungsi pemasaran adalah fungsi untuk memenuhi permintaan para pemakai ataupun pembeli terhadap barang-barang ataupun jasa serta gagasan yang diperlukannya.

2. Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi adalah semua bentuk iklan memang mengkomunikasikan pesan melalui media dari komunikator kepada

(43)

komunikan yang terdiri atas sekelompok orang yang menjadi khalayaknya. Sebagai fungsi komunikasi, iklan berisi cerita mengenai satu produk sehingga harus memenuhi syarat-syarat pemberitaan.

3. Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan merupakan sebagian fungsi komunikasi. Secara khusus sebenarnya dalam setiap ulasan efek komunikasi maka efek pendidikan lebih diutamakan. Hal ini disebabkan karena semua orang ingin menghindari terbentuknya suatu sikap yang negatif. Dalam periklanan hal ini demikian sangat diperhatikan dan melalui fungsi pendidikan untuk pembentukan sikap. Setiap orang dapat meningkatkan aspek-aspek kognisinya, kemudian aspek afeksinya dan aspek psikomotor. Fungsi pendidikan dalam komunikasi harus memberikan pilihan yang bebas dari khalayak untuk mengambil keputusan.

4. Fungsi Ekonomi

Iklan mengakibatkan orang semakin tahu tentang produk-produk tertentu, bentuk pelayanan jasa, maupun kebutuhan serta memperluas ide-ide yang mendatangkan keuntungan finansial.

5. Fungsi Sosial

Iklan juga mempunyai fungsi sosial membantu menggerakkan suatu perubahan standar hidup tertentu yang ditentukan oleh kebutuhan manusia di seluruh dunia. Misalnya melalui iklan dapat digerakkan bantuan keuangan, bahan-bahan makanan. Melalui publikasi iklan mampu menggugah pandangan orang tentang suatu peristiwa,

(44)

kemudian meningkatkan sikap, afeksi yang positif dan diikuti tindakan pelaksanaan nyata atau tindakan sosial.

2.1.8 Strategi Kreatif Iklan 2.1.8.1 Proses Kreatif

Praktisi periklanan menilai kreativitas dalam periklanan bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, tetapi merupakan suatu proses. Untuk dapat memproduksi iklan yang kreatif dan sukses adalah melakukan sejumlah langkah atau pendekatan (approach) yang terorganisasi dengan baik. Hal ini tidak berarti terdapat suatu cara yang pasti benar untuk diikuti agar dapat menghasilkan iklan yang kreatif. Banyak tenaga kreatif yang menolak upaya membuat suatu standar baku kreativitas dengan membuat aturan-aturan dalam proses kreatif iklan.

Namun demikian, sebagian besar praktisi periklanan mengikuti suatu proses kreatif dalam memproduksi iklan. Salah satu pendekatan paling populer dalam proses kreatif iklan adalah model proses kreatif yang dikembangkan oleh James Webb Young yang terdiri atas empat langkah, yaitu (Morissan, 2010: 339):

1. Keterlibatan diri (immersion), yaitu upaya melibatkan diri ke dalam masalah yang ada dengan cara mengumpulkan bahan mentah dan segala informasi yang diperlukan melalui riset latar belakang (background research) dan mencerna masalah tersebut (digestion) yang merupakan upaya untuk memikirkan dan memahami masalah.

2. Proses inkubasi (incubation), yaitu meletakkan masalah di luar pikiran sadar dan mengubah informasi ke dalam pikiran bawah sadar untuk melakukan pekerjaan.

(45)

3. Iluminasi, yaitu upaya memunculkan ide atau gagasan.

4. Verifikasi, yaitu kegiatan mempelajari ide atau gagasan untuk menentukan apakah ide atau gagasan itu sudah bagus dan/atau mampu menyelesaikan masalah.

2.1.8.2 Kreativitas Iklan

Kreativitas adalah salah satu kata yang paling sering dan umum digunakan dalam industri periklanan. Kreativitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru. Kreativitas hampir selalu digunakan dalam iklan, karena kreativitas dapat membantu sebuah iklan dalam memberi informasi, membujuk, mengingatkan, meningkatkan nilai dan dapat menciptakan daya tarik tersendiri pada iklan tersebut (Suyanto, 2005: 14).

Pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan iklan yang kreatif tidaklah sama. Salah satu pandangan mengatakan bahwa iklan kreatif adalah iklan yang mampu meningkatkan penjualan produk. Pandangan lain mengatakan iklan yang kreatif adalah iklan yang berasal dari ide orisinal, memiliki nilai artistik dan estetik serta mampu memenangkan penghargaan. Pendapat lain menyebutkan iklan kreatif adalah iklan yang mampu menarik perhatian dan mampu memberikan efek kepada audiensi (Morissan, 2010: 342).

2.1.8.3 Daya Tarik Iklan

Daya tarik iklan (advertising appeal) mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen dan/atau mempengaruhi perasaan konsumen terhadap suatu produk (barang atau jasa). Pada dasarnya terdapat

(46)

berbagai daya tarik yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mempersiapkan suatu pesan iklan. Secara umum, daya tarik tersebut dikelompokkan menjadi (Morissan, 2010: 343):

1. Daya Tarik Informatif/Rasional

Daya tarik ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis, fungsional, dan kegunaan suatu produk dan juga menekankan pada atribut yang dimiliki suatu produk, manfaat atau alasan memiliki dan menggunakan merek produk tertentu. Isi pesan iklan dengan daya tarik informatif/rasional menekankan pada fakta, pembelajaran, serta logika yang disampaikan suatu iklan. Iklan dengan daya tarik ini bertujuan untuk menyakinkan konsumen bahwa produk mereka memiliki atribut tertentu atau memberikan manfaat tertentu yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen dan membujuk konsumen untuk membeli karena produk tersebut adalah yang terbaik.

2. Daya Tarik Emosional

Daya tarik yang terkait atau berhubungan dengan kebutuhan sosial dan psikologi konsumen dalam pembelian suatu produk. Tidak sedikit motif pembelian konsumen bersifat emosional karena perasaan mereka terhadap suatu merek menjadi lebih penting daripada pengetahuan yang mereka miliki terhadap merek tersebut.

(47)

2.1.9 Persepsi

2.1.9.1 Definisi Persepsi

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan- hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Persepsi ialah memberikan makna pada stimulus inderawi (sensory stimuli).

Hubungan sensasi dengan persepsi sudah jelas. Sensasi adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu, menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi, ekspektasi, motivasi, dan memori (Rakhmat, 2008:50).

Persepsi adalah inti komunikasi, sedangkan penafsiran (interpretasi) adalah inti persepsi, yang identik dengan penyandian-balik (decoding) dalam proses komunikasi. Persepsi disebut inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan lain. Semakin tinggi derajat kesamaan individu, semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas (Mulyana, 2010:180).

Persepsi adalah suatu proses individual yang sangat bergantung pada faktor-faktor internal, seperti kepercayaan, pengalaman, kebutuhan, suasana hati (mood), serta harapan. Proses persepsi juga dipengaruhi oleh karakteristik stimulus (ukuran, warna, dan intensitas) serta konteks di mana stimulus itu dilihat dan didengar. Seseorang mungkin menganggap seorang penjual yang berbicara dengan cepat sebagai seorang yang agresif dan tidak jujur, yang lain mungkin

(48)

menganggap orang yang sama sebagai seorang yang pintar dan suka membantu (Morissan, 2010:96).

2.1.9.2 Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman- pengalaman individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi sehingga persepsi seseorang akan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menyebabkan seseorang memberikan interpretasi berbeda saat melihat sesuatu. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu (Rakhmat, 2008: 52):

a. Faktor Struktural

Faktor struktural berasal semata-mata dari sifat stimuli fisik dan efek- efek syaraf yang ditimbulkannya pada sistem syaraf individu.

b. Faktor Situasional

Faktor ini banyak berkaitan dengan bahasa non verbal. Petunjuk proksemik, petunjuk kinesik, petunjuk wajah, petunjuk paralinguistik adalah beberapa dari faktor situasional yang mempengaruhi.

c. Faktor Fungsional

Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal- hal lain yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal. Yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli, tetapi karakteristik orang yang memberikan respon pada stimuli itu.

Dari sini, persepsi bersifat selektif. Ini berarti bahwa objek-objek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita biasanya objek-objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi.

(49)

d. Faktor Personal

Faktor personal terdiri atas pengalaman, motivasi dan kepribadian.

Pengalaman bertambah melalui rangkaian peristiwa yang pernah dihadapi. Sementara motivasi adalah faktor yang mempengaruhi stimuli yang akan diproses. Sedangkan kepribadian adalah ragam pola tingkah laku dan pikiran yang memiliki pola tetap dapat dibedakan dari orang lain yang merupakan karakteristik seorang individu.

2.1.9.3 Proses Persepsi

Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. Orang yang termotivasi siap bertindak, namun bagaimana orang itu bertindak akan dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu.

Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama karena adanya proses persepsi. Adapun tahapan proses persepsi adalah (Morissan, 2010:97):

Gambar 2.1 Proses Persepsi

a. Sensasi adalah respon segera dan langsung oleh indera (rasa, penciuman, penglihatan, sentuhan dan pendengaran) terhadap stimuli, seperti iklan, nama merek, kemasan, peragaan, dan sebagainya.

b. Penerimaan Selektif yang terjadi jika individu memilih untuk bersedia atau tidak bersedia untuk menerima stimuli. Dua orang yang menerima stimuli yang sama akan menanggapi stimuli itu dengan cara

Sensasi Penerimaan Selektif

Perhatian Selektif

Pemahaman Selektif

Ingatan Selektif

(50)

yang berbeda karena mereka memilih, memerhatikan dan memahami stimuli itu dengan cara yang berbeda-beda.

c. Perhatian Selektif adalah proses penyaringan stimuli yang terjadi jika individu memilih untuk memberikan perhatian terhadap stimuli tertentu dan mengabaikan yang lainnya.

d. Pemahaman Selektif atau disebut juga distorsi selektif adalah kecenderungan orang untuk mengubah informasi atau menafsirkan informasi sesuai dengan sikap, kepercayaan, motif, dan pengalaman mereka.

e. Ingatan Selektif adalah kecenderungan akan mengingat hal-hal baik yang disebutkan tentang produk yang disukai individu dan melupakan hal-hal baik yang disebutkan tentang produk lainnya, terlebih lagi hal- hal yang buruk.

Subproses psikologis lainnya adalah pengenalan, penalaran, perasaan dan tanggapan. Secara singkat persepsi didefinisikan sebagai cara manusia menangkap rangsangan. Kognisi adalah cara manusia memberi arti terhadap rangsangan.

Penalaran adalah proses sewaktu rangsangan dihubungkan dengan rangsangan lainnya pada tingkat pembentukan psikologi. Perasaan adalah konotasi emosional yang dihasilkan oleh rangsangan baik diri sendiri atau bersama-sama dengan rangsangan lain pada tingkat kognitif atau konseptual. Dalam proses persepsi, terdapat tiga komponen utama (Sobur, 2010: 447):

1. Seleksi adalah proses penyaringan oleh indera terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.

(51)

2. Interpretasi adalah proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang.

3. Reaksi adalah persepsi yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi.

2.1.9.4 Kekeliruan dan Kegagalan Persepsi

Dalam persepsi, sering terjadi kekeliruan dan kegagalan dalam pembentukannya. Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan.

Sehingga tidak jarang asumsi yang seseorang berikan terhadap sesuatu objek tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Ada beberapa bentuk kekeliruan dan kegagalan dalam pembentukan persepsi, yaitu (Mulyana, 2010: 230):

1. Kesalahan Atribusi

Atribusi adalah proses internal dalam diri seseorang untuk memahami penyebab perilaku orang lain. Dalam usaha mengetahui orang lain, dapat menggunakan beberapa sumber informasi, misalnya mengamati penampilan fisik, faktor-faktor seperti faktor usia, gaya berpakaian dan daya tarikdapat memberikan isyarat mengenai sifat-sifat utama.

2. Efek Halo

Kesalahan persepsi yang disebut efek halo (halo effect) merujuk pada fakta bahwa membentuk suatu kesan menyeluruh mengenai seseorang, kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian akan sifat-sifat yang spesifik. Efek halo berpengaruh sangat kuat pada diri seseorang dalam menilai orang-orang yang

(52)

bersangkutan karena sangat terkesan olehnya dan cenderung memperluas kesan awal.

3. Stereotype

Kesulitan komunikasi akan muncul dari penstereotipan (stereotyping), yaitu menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Dengan kata lain, penstereotipan adalah proses menempatkan orang atau objek ke dalam kategori- kategori mapan atau penilaian mengenai orang dan objek berdasarkan kategori-kategori yang dianggap sesuai berdasarkan karakteristik individual mereka.

4. Prasangka

Kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda adalah prasangka, suatu konsep yang sangat dekat dengan stereotip. Istilah prasangka berasal dari kata latin yaitu praejudicium yang berarti suatu penilaian berdasarkan keputusan dan pengalaman terdahulu. Prasangka bermacam-macam jenisnya seperti prasangka rasial, prasangka kesukuan, prasangkajenis kelamin dan prasangka agama. Wujud prasangka yang nyata adalah diskriminasi, yaitu pembatasan atas peluang atau akses sekelompok orang terhadap sumber daya semata- mata karena keanggotaan mereka dalam kelompok ras, suku, jenis kelamin, pekerjaan dan sebagainya.

(53)

5. Gegar Budaya

Gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan karena hilangnya tanda- tanda yang sudah dikenal dan simbol-simbol sosial. Gegar budaya adalah suatu bentuk ketidakmampuan menyesuaikan diri yang merupakan suatu reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru.

Berdasarkan penjelasan di atas maka penyebab kekeliruan dan kegagalan dari persepsi seseorang pada dasarnya disebabkan oleh kekuranglengkapan informasi mengenai objek yang dipersepsikan, sehingga menimbulkan kesan- kesan inderawi yang diterimanya. Jadi, tidak dapat disangkal bahwa persepsi seseorang tidak selamanya benar, terkadang bisa saja keliru atau berbeda dengan orang lain.

2.2 Kerangka Konsep

Kerangka sebagai hasil pemikiran yang rasional merupakan uraian yang bersifat kritis dan memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang dicapai dapat mengantarkan pada perumusan hipotesa. Konsep menggambarkan suatu fenomena suatu abstrak yang dibentuk dengan jalan membuat generalisasi terhadap suatu yang khas (Nawawi, 1995:40).

Kerangka konsep adalah hasil pemikiran yang rasional. Dalam menguraikan rumusan hipotesis yang sederhana merupakan jawaban sementara dari masalah yang diuji kebenarannya. Agar konsep dapat di teliti secara empiris, maka harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel.Adapun komponen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Persepsi mahasiswa Ilmu

(54)

Komunikasi FISIP USU terhadap kreativitas iklan smartphone samsung galaxy growing up. Berdasarkan komponen tersebut, maka terbentuklah suatu skema model teoritis penelitian sebagai berikut:

Gambar 2.2Model Teoritis Penelitian

2.3 Variabel Penelitian

Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang telah dijelaskan, maka dibuat batasan variabel penelitian agar lebih jelas penggunaanya dilapangan dalam bentuk tabel berikut:

Tabel 2.1 Variabel Penelitian

Variabel Indikator

Persepsi Mahasiswa

a. Seleksi b. Interpretasi c. Reaksi

Karakteristik Responden

d. Jenis Kelamin e. Kelas (Tingkatan)

Kreativitas Iklan Smartphone Samsung Galaxy Growing Up

f. Keterlibatan diri g. Proses Inkubasi h. Iluminasi i. Verifikasi

Kreativitas Iklan Smartphone Samsung

Galaxy Growing Up Persepsi Mahasiswa

Gambar

Gambar 2.1 Proses Persepsi
Gambar 2.2Model Teoritis Penelitian
Tabel 3.1 Populasi
Tabel 3.2 Penarikan Sampel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi terigu yang digunakan, maka semakin tinggi pula kadar air, kadar protein, nilai redness , dan nilai yellowness

 IKD Berdasarkan Fakultas: Nilai Indeks kinerja dosen Universitas Riau menurut Fakultas Periode Juli-Desember 2016 adalah 3,90- 4,00 (istimewa) yang tertinggi adalah Fakultas

Nilai rata-rata, nilai minimum, dan nilai maksimum ranah sikap pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol sehingga menunjukkan ada pengaruh

Seperti yang disampaikan oleh Sri Anitah (2008: 64) “Ini [media interaktif animasi 3 dimensi] merupakan suatu sistem penyajian pelajaran dengan visual, suara, dan materi

Pada  awalnya, tren  yang  terjadi  adalah  mahasiswa‐mahasiswa India  pergi  ke  luar  negeri  untuk  melanjutkan  studinya.  Sementara  studi  ini  terus 

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penelitian yang akan dilaksanakan berbeda dengan penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penelitian di atas berfokus pada metode

Menguatnya gejala permisivitas publik ini juga ditandai dengan lebih dari 90% responden yang mengakui tidak pernah melaporkan praktik suap yang dialaminya, baik karena tidak

aegypti di Julukanaya dan Tonrorita ditandai dengan banyaknya jumlah rumah positif jentik, Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat memiliki banyak tempat