RENCANA (RENSTRA)
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
2022-2024
BAB I PENDAHULUAN
Pembangunan Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan Ilmu Pengetahun dan Teknologi (iptek) dan inovasi. Sebagaimana amanat dalam Undang- undang Dasar (UUD 1945) yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah. Dasar hukum pembangunan iptek dan inovasi tercantum pada UUD Republik Indonesia tahun 1945 pada Amandemen ke-4 Pasal 31 ayat (5). Pasal tersebut berbunyi “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.
Percepatan pertumbuhan berbasis inovasi dan penguatan struktur ekonomi dibagi menjadi tiga tahapan, tahap pertama pada 2016-2025, iptek dan inovasi fokus pada proses perubahan struktur ekonomi ke arah yang lebih produktif. Tahap kedua, pada 2025-2035 iptek dan inovasi fokus pada pemanfaatan industri manufaktur melalui penciptaan produk-produk ekspor yang bernilai tinggi. Tahap terakhir, pada 2036-2045 iptek dan inovasi fokus untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perkiraan Indonesia di tahun 2045 akan menempati peringkat ketujuh pada Produk Domestik bruto (PDB) sehingga diharapkan Indonesia menjadi negara yang memiliki pendapatan tertinggi di tahun 2036 dan mampu keluar dari middle income trap. Untuk mencapai hal tersebut, target Indonesia harus tumbuh dengan rata-rata 5,7% per tahun. Maka dari itu, percepatan pertumbuhan berbasis inovasi dan penguatan struktur ekonomi nasional harus dapat terealisasikan dengan baik.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.
Sasaran RPJMN 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan struktur ekonomi yang kokoh yang berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Sebagaimana RPJMN 2020-2024 yang merupakan titik tolak untuk mencapai sasaran VIsi Indonesia tahun 2045 yaitu Indonesia Maju. Visi Indonesia pada tahun 2045 adalah “Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur”. Percepatan
BAB II
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
2.1 Visi dan Misi Badan Riset dan Inovasi Nasional
Pada RPJMN 2020-2024, Presiden menetapkan 5 (lima) arahan utama sebagai strategi dalam pelaksanaan misi Nawacita dan pencapaian sasaran Visi Indonesia 2045. Kelima arahan tersebut mencakup Pembangunan Sumber Daya Manusia, Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi (lihat Gambar 2.1).
Gambar 2. 1 Visi Misi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2020-2024 (Sumber: RPJMN 2020-2024)
Sesuai semangat visi Indonesia 2045 dan juga selaras dengan Visi Misi Presiden dan Wakil Presiden 2020-2024, Visi BRIN 2020-2024 adalah:
Terwujudnya Badan Riset dan Inovasi Nasional yang andal, profesional, inovatif, dan berintegritas dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan Visi dan Misi Presiden: “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”.
Adapun Misi Badan Riset dan Inovasi Nasional pada 2022-2024 adalah:
1. Memberikan dukungan teknis dan administrasi serta analisis yang cepat, akurat dan responsif, kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan secara nasional yang terintegrasi serta melakukan monitoring pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi BRIDA;
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan prasarana riset dan inovasi penyelenggaraan ketenaganukliran, dan keantariksaan secara nasional yang terintegrasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi BRIDA;
3. Menyelenggarakan pelayanan yang efektif dan efisien di bidang pengawasan, administrasi umum, informasi, dan hubungan kelembagaan.
Adapun penjelasan dari misi Badan Riset dan Inovasi Nasional tersebut dapat di uraian sebagai berikut:
1. Peningkatan Kapabilitas Iptek, Budaya Riset, dan Penciptaan Inovasi melalui peningkatan Kualitas SDM Iptek, Penguatan Transformasi Ekonomi, dan Pembangunan Berkelanjutan berlandaskan Budaya Iptek untuk Peningkatan Daya Saing;
2. Peningkatan Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya.
Permasalahan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi pada periode 2022-2024 telah di deskripsikan melalui misi ini berdasarkan aspek kebijakan riset dan inovasi, kerjasama pembangunan dan kemitraan, peningkatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan Iptek pada beberapa fokus prioritas riset dan inovasi nasional, serta peningkatan good governance dalam rangka reformasi birokrasi.
2.2 Tujuan dan Sasaran Strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional Menjabarkan misi BRIN, maka tujuan Badan Riset dan Inovasi Nasional 2021- 2024 adalah:
1. Terwujudnya temuan, terobosan dan pembaharuan ilmu pengetahuan dari hasil penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berkontribusi dalam peningkatan
produktivitas dan daya saing, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana, serta iklim;
2. Terwujudnya sumber daya manusia dan infrastruktur riset dan inovasi yang unggul dan kompetitif;
3. Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan di Badan Riset dan Inovasi Nasional yang baik dan bersih.
Untuk mencapai tujuan pertama, arah kebijakan yang diambil yaitu Peningkatan Kontribusi BRIN terhadap daya saing bangsa, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana, serta iklim berbasis hasil riset dan inovasi.
Pencapaian tujuan kedua, dilakukan dengan kebijakan Penguatan dan Peningkatan sumber daya riset dan inovasi yang unggul dan kompetitif.
Adapun sasaran strategisnya: Meningkatkan produktivitas dan daya saing sumber daya riset dan inovasi BRIN, dengan Indikator Kinerja: 1) Persentase SDM Iptek Berkualifikasi S3, 2) Jumlah infrastruktur Iptek strategis yang dikembangkan, dan 3) Rasio perolehan dana eksternal terhadap anggaran rupiah murni (RM) yang bersumber dari DIPA BRIN.
Sementara untuk mencapai tujuan ketiga, dilakukan kebijakan Implementasi Reformasi Birokrasi BRIN sesuai Roadmap Reformasi Birokrasi Nasional menuju Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan bersih. Adapun sasaran strategisnya: dengan Indikator Kinerja: 1) Indeks Reformasi Birokrasi BRIN, 2) Nilai Akuntabilitas Kinerja, 3) Opini atas Laporan Keuangan BRIN, 4) Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BRIN, dan 5) Level Maturitas SPIP BRIN (Level).
Adapun sasaran strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya keunggulan riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan kebijakan berbasis bukti yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan (SS 1), dengan indikator kinerja: 1) Jumlah publikasi (artikel) internasional dan 2) Jumlah sitasi di jurnal internasional terindeks global;
2. Meningkatnya kolaborasi dalam pengembangan dan pemanfaatan produk ilmu pengetahuan berdasarkan prioritas pembangunan berkelanjutan (SS 2), dengan indikator kinerja: 1) Jumlah produk inovasi dari tenant Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang dibina, 2) Jumlah inovasi yang dimanfaatkan industri/ badan usaha dan 3) Patent Granted (domestik).
3. Meningkatnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kualitas lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan kerentanan iklim (SS 4), dengan indikator kinerja: 1) Penerapan teknologi untuk keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam dan 2) Penerapan teknologi untuk pencegahan dan mitigasi pascabencana.
2.3 Nilai-nilai Badan Riset dan Inovasi Nasional
Seluruh kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional berpedoman pada nilai - nilai ASN yang mengacu pada amanat Presiden dimana Core Value Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu BerAKHLAK. Tujuan nilai-nilai ASN adalah digunakan sebagai fondasi budaya kerja ASN secara profesional. Adapun Core Value BerAKHLAK merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Sebagaimana Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Apatur Sipil Negara latar belakang core value BerAKHLAK ini adalah untuk menyeragamkan perbedaan penerjemahan nilai-nilai dasar kode etik dan kode perilaku ASN sehingga dapat tercipta persepsi yang sama atas nilai-nilai dasar ASN. Harapan dari adanya Core ASN adalah mewujudkan semoboyan dan semangat yang sama dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat dengan branding ASN “Bangga melayani bangsa”.
Adapun penjebaran dari Core Value BerAKHLAK Aparatur Sipil Negara adalah sebagai berikut:
1. Berorientasi Pelayanan
Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat;
Ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan;
Melakukan perbaikan tiada henti.
2. Akuntabel
Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi;
Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.
3. Kompeten
Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah;
Membantu orang lain belajar;
Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
4. Harmonis
Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya;
Suka meolong orang lain;
Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
5. Loyal
Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI serta pemerintahan yang sah;
Menjaga nama baik sesama ASN, Pimpinan, Instansi dan Negara;
Menjaga rahasia jabatan dan negara.
6. Adaptif
Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas;
Bertindak proaktif 7. Kolaboratif
Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi;
Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah;
Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.
Berdasarkan nilai-nilai Dasar Core Value ASN tersebut, maka nilai - nilai Badan Riset dan Inovasi Nasional adalah sebagai berikut:
1. Berintegritas
Memiliki jiwa nasionalisme / semangat kebangsaan;
Memiliki rasa kebanggan terhadap organisasi;
Menjunjung tinggi etika profesi;
Bertanggung jawab;
Disiplin;
Jujur dan Adil.
2. Pekerja
Mengambil tindakan berdasarkan data akurat;
Menghasilkan kebaruan;
Menjadi pribadi unggul dan kompetitif 3. Pembelajar
Mengutamakan kerja sama;
Menjunjung semangat kebersamaan dan kesetaraan;
Mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.
BAB III
ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN
3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.1.1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki sumber daya yang beranekaragam mempunyai tujuan besar memajukan kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Berdasarkan Undang-Undang 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005- 2025, tujuan tersebut dinyatakan dalam Visi Pembangunan Nasional 2005 – 2025 yaitu: “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur”.
Keempat aspek yang terkandung dalam pembangunan nasional diterjemahkan sebagai berikut:
1. Mandiri: Mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri;
2. Maju: Sumber Daya Manusia Indonesia telah mencapai kualitas yang tinggi dengan tingkat kemakmuran yang juga tinggi deisertai dengan sistem dan kelembagaan politik dan hukum yang mantap;
3. Adil: Tidak ada pembatasan/diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender, maupun wilayah;
4. Makmur: Seluruh kebutuhan hidup masyarakat Indonesia telah terpenuhi sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa – bangsa lain.
Selanjutnya, visi tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan 8 (delapan) misi pembangunan nasional, yaitu:
1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab;
2. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing;
3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum;
4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu;
5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan;
6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari;
7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional;
8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional
Menurut RPJPN 2005-2025, Pengembangan IPTEK dalam jangka panjang diarahkan pada:
1. Peningkatan kualitas dan kemanfaatan IPTEK nasional dalam rangka mendukung peningkatan daya saing secara global melalui peningkatan kualitas dan kuantitas SDM IPTEK, (2) reformasi kelembagaan penelitian dan pengembangan yang didukung oleh reformasi di dalam fleksibilitas pembiayaan litbang;
2. Penguatan sistem pengakuan atas hasil temuan (royalty system, paten, HKI) dan kualitas produk (SNI, ISO);
3. Penerapan standar mutu yang mengacu pada sistem Measurement Standardization Testing and Quality (MSTQ), penerapan teknologi yang tepat dalam sistem produksi, serta penerapan Total Quality Management (TQM);
4. Pengembangan keterkaitan fungsional sistem inovasi untuk mendorong pelembagaannya sebagai bagian yang integral di dalam pengembangan kegiatan usahanya.
Sedangkan pengembangan IPTEK untuk ekonomi diarahkan pada peningkatan kualitas dan kemanfaatan IPTEK nasional dalam rangka mendukung daya saing secara global. Hal itu dilakukan melalui:
a. Peningkatan, penguasaan, dan penerapan IPTEK secara luas dalam sistem produksi barang/jasa;
b. Pembangunan pusat-pusat keunggulan IPTEK;
c. Pengembangan lembaga penelitian yang handal;
d. Perwujudan sistem pengakuan terhadap hasil pertemuan dan hak atas kekayaan intelektual;
e Pengembangan dan penerapan standar mutu;
f. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM IPTEK;
g. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana IPTEK.
3.1.2 Arah Kebijakan dan Strategi RPJMN 2020-2024
Berdasarkan pelaksanaan, pencapaian, dan evaluasi dari RPJMN 2015 – 2019 serta visi dan misi yang terkandung dalam RPJPN 2005 – 2025, maka disusunlah naskah RPJMN 2020 – 2024 sebagai keberlanjutan dari RPJMN 2015 – 2019. RPJMN 2020 – 2024 mengusung tema “Indonesia berpenghasilan menengah-tinggi yang sejahtera, adil dan
berkesinambungan, dimana terdapat 7 (tujuh) agenda pembangunan nasional sebagai Prioritas Nasional (PN).
Naskah RPJMN tahun 2020-2024 yang telah disahkan oleh Presiden, menekankan 7 (tujuh) tema atau agenda PN yang menjadi tujuan utama.
Untuk menjaga keberlangsungan agenda PN tersebut, maka dibutuhkan landasan agar pelaksanaan pembangunan nasional sesuai dengan dasar–
dasar negara. Adapun landasan tersebut dijabarkan dalam kaidah pembangunan nasional, yaitu:
1. Membangun kemandirian
Pembangunan dilaksanakan berdasarkan kemampuan dalam negeri sesuai dengan kondisi masyarakat, pranata sosial yang ada dan memanfaatkan kelebihan dan kekuatan bangsa Indonesia. Beberapa faktor yang yang perlu dikedepankan dalam membangun kemandirian diantaranya adalah:
a. Kemampuan ilmu pengetahuan yang mumpuni dalam pembangunan baik pengelolaan sumberdaya alam, tata kelola pemerintahan dan pengambilan keputusan;
b. Kecukupan sumberadaya manusia yang memiliki skill dan kecakapan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan;
c. Mampu mendorong tumbuhnya IPTEK berkualitas dan tidak lagi pada prinsip asimetris terhadap bangsa lain dan bernilai budaya bangsa;
d. Kemampuan mendorong tumbuhnya kreativitas, tanggung jawab, dan pelayanan kepada bangsa sendiri;
e. Negara yang selalu aktif, terbuka dalam bekerjasama dalam memberikan pengaruh terhadap kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
2. Menjamin Keadilan
Penjaminan keadilan dalam proses pembangunan ditujukan untuk memberikan manfaat yang sesuai dengan apa yang menjadi hak warga negara, bersifat proporsional dan tidak melanggar hukum dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Terjaminnya keadilan diimplementasikan melalui beberapa landasan diantaranya adalah:
a. Pengembangan pola distribusi yang berimbang antara input dengan output dalam mempertahankan keseimbangan dalam berbangsa dan bernegara;
b. Penjagaan keseimbangan dan konsistensi dalam upaya penetrasi pembangunan untuk sampai kepada masyarakat pada level minimum yang diharapkan;
c. Pembagian yang seimbang dalam pencapaian pembangunan untuk mengurangi kesenjangan wilayah secara bertanggung jawab;
d. Bersikap inklusif atas setiap pencapaian dan evaluasi pembangunan untuk melakukan koreksi serta perbaikan yang menjunjung tinggi pemerataan;
e. Kepercayaan dan tanggung jawab atas keputusan rencana pembangunan untuk menciptakan tatanan kehidupan yang berkualitas;
f. Kesetaraan akses dalam setiap perencanaan, program dan implementasi sehingga setiap orang paham tentang hak dan kemampuannya dalam berpartisipasi terhadap pembangunan.
3. Menjaga Keberlanjutan
Pengertian keberlanjutan dalam pembangunan nasional adalah memastikan bahwa upaya pembangunan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri pada saatnya nanti. Terjaganya keberlanjutan diimplementasikan melalui beberapa landasan diantaranya:
a. Melakukan penguatan, percepatan dan pengelolaan pembangunan dengan mempertimbangkan kemampuan dasar bangsa atas kecukupan dan ketersediaan fondasi ekonomi;
b. Mempertimbangkan keberadaan dan pola sosial budaya dan nilai – nilai dalam masyarakat;
c. Penguatan komitmen dalam menjamin terciptanya keseimbangan antara tujuan pembangunan manusia dengan kemampuan alam dan lingkungan;
d. Menciptakan sebuah kerangka pembangunan untuk menumbuhkan sistem ekonomi pembangunan yang sehat.
Selanjutnya, dari Visi RPJMN 2020-2024 maka ditentukanlah 7 (tujuh) agenda pembangunan nasional sebagai prioritas nasional, seperti yang terlihat pada gambar berikut.
3.2 Arah Kebijakan dan Strategi Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN sebagai lembaga litbangjirap utama pemerintah memiliki peran signifikan dalam upaya pencapaian RPJMN 2020-2024. Namun BRIN juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi aktif menyelesaikan masalah rendahnya critical mass sektor riset dan inovasi Indonesia sesuai RIRN 2017- 2045. Tanpa upaya penyelesaian masalah fundamental ini, sektor riset nasional tidak akan mampu berkontribusi dalam dan menghela pembangunan menuju Indonesia maju.
Di lain sisi, sesuai praktek global, Indonesia maju tidak akan mungkin tercapai tanpa adanya peran iptek secara luas. Oleh karena itu, BRIN dalam Renstra 2020-2024 menetapkan kebijakan dan strategi tidak hanya untuk mencapai tujuan jangka pendek sesuai RPJMN 2020-2024, namun juga berkontribusi aktif untuk capaian tujuan jangka panjang sesuai RIRN 2017- 2045. Kebijakan dan strategi dengan dua tujuan ini ditetapkan dan diimplementasikan secara sinergis dalam koridor peraturan perundangan.
Dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 BRIN terus bekerja keras dalam beradaptasi dengan kondisi kekinian dan bertransformasi menjadi lembaga agar dapat menjadi penyedia solusi berbasis sains dan teknologi serta menghadirkan hasil-hasil penelitian yang berkualitas dan bermanfaat nyata bagi masyarakat luas. Berbagai upaya telah diinisiasi BRIN dalam melakukan pembenahan manajemen riset yang sesuai dengan norma dan standar global; mempercepat peningkatan kapasitas dan kompetensi riset melalui peningkatan kualifikasi sumber daya manusia (SDM); serta meningkatkan peran BRIN sebagai penyedia infrastruktur (SDM dan perangkat keras/lunak) riset nasional dan hub (tempat/wadah) kolaborasi untuk aktivitas kreatif berbasis iptek yang terbuka bagi semua kalangan (akademisi, mahasiswa, dan industri).
Gambar 3. 3 Fokus Utama BRIN dalam Pilar Pembangunan Indonesia 2045
Merujuk pada pilar pembangunan Indonesia 2045 yang dituangkan dalam empat pilar pembangunan, yakni Pembangunan Manusia dan penguasaan Iptek, Pemerataan Pembangunan, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dan Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan, fokus utama BRIN adalah pada pembangunan manusia dan penguasaan iptek. Dalam upaya mencapai fokus tersebut, BRIN berusaha meningkatkan sumbangan iptek dalam pembangunan dengan empat strategi, yakni:
1. Open Platform
Kondisi ekosistem riset dan inovasi di Indonesia masih dinilai belum pada posisi yang ideal atau belum berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya critical mass pada sektor iptek yakni SDM, Infrastruktur dan Anggaran. Oleh karena itu, BRIN berkomitmen untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional dengan dukungan SDM yang unggul, infrastruktur riset yang lebih terbuka serta pendanaan riset yang lebih kompetitif. Komitmen tersebut diwujudkan oleh BRIN dengan mengusung strategi atau kebijakan open platform dalam konteks SDM, insfrastruktur dan jejaring serta co-research space untuk semua pihak yang pada akhirnya akan meningkatkan interaksi dan dinamika periset sehingga memunculkan kolaborasi.
Melalui platform ini BRIN hadir untuk menjadi hub kolaborasi dan enabler multipihak baik dalam negeri maupun luar negeri dengan harapan kedepannya kontribusi semua pihak pada sektor iptek dapat ditingkatkan sehingga ekosistem riset dan inovasi di Indonesia dapat lebih dinamis.
Perbaikan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia kearah kondisi yang lebih ideal dapat terbentuk jika sudah terbangun kemitraan dari beberapa pihak yang kuat. Gambaran kemitraan yang dimaksud adalah bentuk kemitraan multipihak dimana seluruh unsur bersatu padu berkoordinasi dan
berkomitmen untuk mengembangkan inovasi yang potensial. Beberapa unsur yang dimaksud adalah antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta (pelaku usaha) sebagai pihak yang memanfaatkan hasil penelitian, pemerintah yang memfasilitasi terjadinya inovasi, serta masyarakat atau komunitas sebagai end-user dari hasil-hasil penelitian serta juga tidak terlepas dari peran media yang secara keseluruhan saling berkoordinasi dan terintegrasi.
Ketersediaan infrastruktur maupun instrumen yang dapat mengintegrasikan seluruh sumber daya iptek serta SDM yang unggul menjadi beberapa faktor penting dalam upaya perbaikan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.
Oleh karena itu, implementasi dari strategi open platform tidak hanya diarahkan pada penyediaan fasilitas dan infrastruktur riset melainkan juga SDM perisetnya yang bersifat terbuka atau dapat diakses oleh seluruh sektor baik swasta, industri, dunia usaha maupun akademisi.
Dari sisi penyediaan fasilitas dan infrastruktur selain mendorong pemanfaatan bersama aset infrastruktur dan fasilitas riset yang telah ada di BRIN terus mendorong adanya keterbaruan atas infrastruktur dan fasilitas tersebut. Berikut ini adalah ketersediaan infrastruktur riset BRIN yang sedang memasuki tahap penyelesaian sampai dengan tiga tahun kedepan:
Pengembangan Pusat Repositori Nasional Bidang Keanekaragaman Hayati dan Kekayaan Intelektual
Penyediaan Fasilitas Laboratorium Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Penerapan Konsep Precision Engineering dalam Menghasilkan Peralatan TTG yang Unggul dan Berdaya Saing Pada Industri 4.0
Pembangunan Fasilitas Laboratorium Pengolahan Mineral Lokal Strategis Berbasis Teknologi Low-Cost dan Zero Waste
Pembangunan Fasilitas Gedung Inkubasi dan Laboratorium Integrasi Layanan Data dan Informasi Penginderaan Jauh
Pembangunan Fasilitas Stasiun Bumi Pengendali dan Penerima Data Satelit Pembangunan Fasilitas Kawasan Geodiversitas Indonesia di Karang Sambung;
Pembangunan Rumah Kaca Biodiversitas Tropika Nasional Terpadu (National Integrated Greenhouse for Tropical Biodiversity);
Bandung Advanced Sciences and Creative Engineering Space (BASICS);
Pembangunan Fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET)
Pembangunan Infrastruktur Observatorium Nasional
Pembangunan Kapal Riset Multipurpose
Pembangunan Fasilitas Nuklir
Pembangunan Fasilitas Keantariksaaan
Dari sisi SDM Periset mekanisme open platform memungkinkan adanya akses terhadap SDM unggul di BRIN yang dapat dijadikan pakar dalam penyelesaian permasalahan yang ada dalam proses pengemangan inovasi disektor swasta ataupun masyarakat.
Melalui mekanisme Open Platform di tawarkan beberapa mekanisme baik bagi pelaku usaha dalam dan luar negeri serta akademisi dalam upaya peningkatan kontribusi seluruh pihak pada aktivitas riset yang dilakukan bersama dengan BRIN. Untuk pelaku usaha atau swasta baik yang berasal dari dalam dan luar negeri yang menjadi mitra BRIN diberikan akses terbuka dan free untuk menggunakan fasilitas riset industri serta kolaborasi riset yang berupa pendampingan dalam memecahkan permasalahan industri atau menjadi solusi industri bagi pihak swasta atau pelaku usaha. Mekanisme bagi pelaku usaha atau pihak swasta ini merupakan mekanisme kolaborasi tanpa hibah tunai ke mitra secara langsung sehingga yang ditawarkan kepada mitra ini lebih diarahkan pada solusi model bisnis baru, peningkatan skala ekonomi serta wujud aktivitas riset yang mungkin dapat menjadi alternatif strategi ekonomi kreatif. Proses dalam mekanisme inilah yang akan dapat merangsang adanya interaksi dan dinamika riset yang lebih alami dan hidup sehingga konteks hilirirasi dapat lebih mudah direalisasikan.
Untuk sisi akademisi, platform ini lebih diarahkan untuk upaya peningkatan kolaborasi global yang diharapkan dapat menarik lebih banyak global talent untuk melakukan kerjasama riset di Indonesia. Sasaran dari mekanisme ini adalah keterlibatan dosen serta mahasiswa dalam aktivitas riset atau penelitian yang dilakukan dan bekerjasama dengan BRIN. Mekanisme yang ditawarkan adalah keterlibatan secara langsung dalam beberapa aktivitas penelitian di BRIN seperti sebagai research assistants (RA) untuk mahasiswa, pemberian fasilitasi startup tanpa biaya untuk kolaborator. Disamping itu, platform dengan mekanisme ini juga ditujukan untuk penguatan kapasitas dan mobilitas SDM seperti contoh melalui beberapa program seperti S2/S3 by research, paska doctoral, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), professor tamu, periset tamu maupun asisten periset. Di BRIN sendiri beberapa program tersebut diakomodir di beberapa kedeputiannya yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kolaborasi global baik itu dengan dunia akademisi, dunia usaha dan masyarakat.
2. Mobilitas Periset
Kunci terbesar keberhasilan pelaksanaan riset dan inovasi adalah terletak pada sumber daya manusia yang unggul. SDM menjadi modal awal dan paling utama yang dibutuhkan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Untuk itulah diperlukan adanya pengembangan talenta riset dan inovasi melalui manajemen talenta yang baik. Manajemen Talenta Nasional di bidang riset dan inovasi yang diselenggarakan BRIN adalah sebagai platform dasar untuk peningkatan kapasitas dan mobilitas periset. Sebagai komitmen BRIN dalam mendukung program Manajemen Talenta Nasional, telah disiapkan beberapa program unggulan Manajemen Talenta yang dijalankan oleh Kedeputian Sumber Daya Manusia Iptek BRIN.
Gambar 3. 4 Program Unggulan Manajemen Talenta Deputi SDM Iptek BRIN
a. Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Dalam rangka mendukung program MBKM di Perguruan Tinggi, BRIN membuka riset internship, yakni kesempatan bagi mahasiswa aktif S1 berupa magang riset/praktek kerja dan penelitian. Kegiatan riset internship ini diharapkan akan berdampak pada soft skill mahasiswa dalam penggunaan instrumen laboratorium. Para mahasiswa dapat mengakses dan melakukan penelitian langsung menggunakan instrumentasi canggih yang tidak ada di kampus asal. Bidang riset yang ditawarkan antara lain: Fisika, Informatika, Tenaga Listrik Mekatronik, Teknologi Pengujian dll.
b. BARISTA (Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi)
Program ini adalah bantuan uang kuliah tunggal (UKT) tahun terakhir dan bantuan riset kepada mahasiswa tingkat akhir pada jenjang Diploma 4 dan Sarjana (S1, S2, S3) untuk menyelesaikan tugas akhir yang berbasis kerjasama riset di unit kerja lingkungan BRIN.
c. Research Assistant (RA)
Program mentoring ini adalah skema magang riset dan tugas akhir yang dapat dilakukan oleh Mahasiswa non ASN bersama dengan kelompok riset BRIN. Program ini berbasis kolaborasi di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan atau penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
mahasiswa aktif S1/S2/S3 guna mendukung ekosistem riset dan inovasi.
Dalam program ini tersedia fasilitas infrastruktur, pembimbing kedua, supervisor, dan pendanaan riset jika sejalan dengan riset yang dikembangkan di BRIN.
d. Degree by Research (DBR)
Program degree by research pada jenjang Master dan Doktor ditujukan untuk ASN maupun Non ASN. Program ini merupakan program belajar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN dan SDM lainnya melalui pendidikan formal berbasis penelitian, pengembangan, pengkajian dan atau penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan tugas kedinasan (bagi ASN). Program DBR bukanlah beasiswa tetapi bantuan belajar. Tujuan program ini untuk membangun talenta unggul bidang riset dan inovasi, meningkatkan proporsi SDM pendidikan program magister dan doctor, serta memperkuat sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi luar negeri maupun dalam negeri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil penelitian menjadi semakin baik dan dapat mendongkrak daya saing bangsa.
e. Post-Doctoral
Program ini adalah program mobilitas periset berbasis kolaborasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi WNI atau WNA yang baru menyelesaikan pendidikan Doktor.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas riset nasional, membangun daya saing dan kemandirian bangsa, juga meningkatkan publikasi ilmiah internasional, invensi dan inovasi, hilirisasi hasil riset, serta membangun jejaring kerja sama riset.
f. Visiting Researcher/Professor
Program mobilitas berbasis kolaborasi ini merupakan program pertukaran peneliti baik itu sebagai visiting researcher, atau visiting professor yang akan mendapatkan pendanaan riset, insentif non degree untuk pelatihan dan kolaborasi global. Program ini dapat diikuti oleh diaspora, akademisi WNI/WNA yang memiliki latar belakang pendidikan doktor dan mempunyai pengalaman yang relevan dengan kepakaran yang dipilih.
Sumber daya manusia iptek yang dinamis akan tercermin dari Fleksibilitas dan Mobilitas ruang pekerjaan yang dilakukan. Terjadinya perpindahan memungkinkan transfer pengetahuan yang intensif antara pihak pemerintah, swasta, dan pendidikan tinggi. Fleksibilitas dan mobilitas menjadi dua kata
kunci yang harus menjadi prinsip pengelolaan SDM iptek dikarenakan dunia iptek yang sangat dinamis. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan regulasi yang memungkinkan gerak lembaga yang lincah yang ditopang SDM yang tidak terkekang oleh prosedur dan diberi kesempatan untuk belajar dan berkontribusi dalam berbagai bentuk dalam mendukung solusi atas permasalahan yang ada didalam masyarakat.
3. Fasilitasi
Dominasi keterlibatan riset di Indonesia oleh pemerintah pada saat ini dibandingkan dengan peran swasta, justru berbanding terbalik dengan kondisi riset global. Oleh karena itu, BRIN menargetkan untuk mengubah komposisi keterlibatan swasta pada riset di Indonesia. Upaya ini dimulai dari menginisiasi skema yang menawarkan pendanaan dan fasilitasi. Pendanaan dan fasilitasi tersebut tidak sekedar membiayai kegiatan riset bagi periset yang ada di BRIN, namun dibuka dan dapat diakses oleh seluruh pihak secara kompetitif (periset di lembaga riset, perguruan tinggi dan industri). Skema pendanaan pada fasilitasi dibuka sepanjang tahun, dilaksanakan secara swakelola dan kontraktual, serta dilakukan proses seleksi untuk masing- masing skema pendanaan. Tahapan pelaksanaannya yaitu Call for Proposal, Seleksi, Penetapan penerima pendanaan, Pelaksanaan kegiatan, Monitoring dan Evaluasi. Untuk melakukan perbaikan ekosistem riset dan inovasi diperlukan dukungan perbaikan terhadap optimalisasi pendanaan kegiatan riset dan inovasi maupun penguatan sistem pengakuan atas hasil temuan.
dalam upaya tersebut beberapa sumber pendanaan dalam skema fasilitasi diperlukan diantaranya berasal dari:
a. Fasilitasi Pendanaan yang berasal dari Dana Abadi Penelitian BRIN adalah lembaga teknis yang bertanggungjawab atas program layanan dan penerima manfaat atas hasil pengembangan Dana Abadi di bidang pendidikan khususnya yang digunakan untuk penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan untuk menghasilkan invensi dan inovasi. Dalam penyelenggaraannya, peran BRIN adalah mengelola mekanisme penggunaan dana abadi penelitian yang meliputi proses seleksi sampai dengan proses monitoring. Sedangkan pengelolaan keuangan anggaran dana abadi penelitian masih tetap berada di LPDP. Proporsi pembagian dana abadi penelitian sesuai dengan kesepakatan antara BRIN dan LPDP yakni 60% dana abadi tersebut dialokasikan untuk kegiatan PRN dan 40% dialokasikan untuk
kegiatan Percepatan penanggulangan Covid-19. Dua jenis riset yang dibiayai dari dana abadi penelitian yakni:
Prioritas Riset Nasional (PRN).
Program Prioritas Riset Nasional (PRN) diarahkan sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi nasional melalui hilirisasi hasil penelitian teknologi tepat guna, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, komersialisasi dan peningkatan nilai tambah hasil penelitian, serta Frontier Technology. Pendanaan PRN 2022-2024 meliputi 9 bidang fokus riset yaitu pangan, energi, kesehatan, transportasi, rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, pendidikan, seni dan budaya serta multidisipllin dan lintas sektoral. Pendanaan ini dapat diakses oleh semua periset Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan dengan mekanisme yang telah diatur.
Riset dan Inovasi Percepatan Penanggulangan Covid-19.
Program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan program pendanaan penelitian kepada berbagai institusi, lembaga, dan industri yang mempunyai R&D untuk secara kolaboratif melaksanakan kegiatan riset dalam upaya pencegahan, deteksi, penyebaran, dan/atau penanggulangan wabah COVID-19 dan sejenisnya di Indonesia. Bidang prioritas pada riset Covid-19 yaitu vaksin, skrining dan diagnosis, serta obat dan terapi.
b. Fasilitasi Pendanaan yang berasal dari APBN BRIN
Selain dari dana abadi penelitian, sumber pendanaan untuk melaksanakan layanan fasilitasi riset dan inovasi di BRIN bersumber dari APBN BRIN dan dana eksternal. Berikut ini adalah skema program fasilitasi riset dan inovasi:
Pusat Kolaborasi Riset
Program Pusat Kolaborasi Riset fokus ke tema unggulan spesifik dengan target tertentu, baik sains atau industri. Pengusul yang mengajukan adalah kelompok riset di Perguruan Tinggi sebagai Principal Investigator (PI) bersama Pusat Riset BRIN. Jika Pusat Kolaborasi risetnya sains murni, dapat dilakukan hanya oleh Perguruan Tinggi dan Pusat Riset yang terkait di BRIN.
Namun jika Pusat Kolaborasi Riset Industri maka wajib juga melibatkan mitra industri.
Hari Layar
Fasilitasi Pendukung Hari Layar dimaksudkan untuk memberikan akses yang terbuka dan inklusif bagi para periset, dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas kapal riset BRIN guna melakukan akuisisi data dan/atau koleksi spesimen yang memerlukan kapal riset BRIN. Tujuan dari kegiatan Fasilitasi Pendukung Hari Layar adalah terlaksananya riset multidisiplin dalam menghasilkan temuan ilmiah yang signifikan dalam mengungkap keanekaragaman hayati dan non-hayati dalam skala makro, mikro dan molekuler dan pemanfaatannya secara berkelanjutan, seperti untuk melakukan riset pesisir, lautan dan samudera oleh para periset dan mitranya dalam bidang pemetaan dan geosains kelautan, oseanografi dan sains atmosfer, biologi laut dan perikanan. Fasilitas pendukung riset hari layar ini meliputi: biaya pelayaran, biaya akomodasi dan makan periset di dalam kapal, biaya penggunaan dan layanan teknisi/operator peralatan riset yang terpasang dan merupakan bagian integral dari kapal riset.
Pengujian Produk Inovasi Kesehatan
Skema Program Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan (uji pra klinis, uji klinis, uji alkes) merupakan program Fasilitasi untuk pengujian kandidat produk inovasi kesehatan yang terbuka bagi periset BRIN dan instansi eksternal, baik yang berasal dari Lembaga Riset, perguruan tinggi maupun industri yang mempunyai R&D. Objek yang dapat difasilitasi dalam Program Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan merupakan kandidat- kandidat yang telah terbukti secara ilmiah dari: Obat, Fitofarmaka, Vaksin, Alat kesehatan.
Ekspedisi
Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi merupakan pendanaan yang dapat diakses oleh semua periset dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan, baik dari negara Indonesia maupun negara asing yang bekerja sama dengan lembaga riset di Indonesia dalam rangkaian pelaksanaan riset melalui pengambilan data dan/atau koleksi spesimen di lapangan. Penerima manfaat diberlakukan wajib serah dan wajib simpan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Akuisisi Pengetahuan Lokal
Sebagai center of excellence, BRIN memiliki peran yang sangat strategis untuk mewujudkan SDM unggul dan cerdas melalui penyediaan informasi yang kredibel dan inovatif, bukan saja terkait iptek hasil-hasil penelitian, melainkan juga berbagai informasi yang bermuatan pengetahuan dan
kearifan lokal. Program Akuisisi Pengetahuan Lokal memiliki tujuan menyediakan fasilitas publik berupa sumber literasi Pengetahuan Lokal dalam bentuk buku atau audio visual yang kredibel, mudah, dan merata yang dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat. Program ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk mendokumentasikan dan mengonversi berbagai Pengetahuan Lokal sehingga dapat meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, dan produktivitas publikasi nasional. Program ini memberikan sejumlah insentif bagi penulis atau kreator yang karyanya lolos penilaian dan terpilih untuk diakuisisi. Karya yang terpilih akan disebarluaskan dan menjadi sumber literasi terbuka untuk diakses dan dimanfaatkan masyarakat melalui kanal publik yang dikelola BRIN.
Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR)
Program pendanaan perusahaan pemula berbasis riset merupakan pembiayaan untuk calon perusahaan startup/rintisan berbasis hasil riset BRIN agar siap untuk menjadi perusahaan pemula yang mendatangkan keuntungan (profitable) dan berkelanjutan (sustainable). Melalui skema ini, BRIN memberikan kesempatan terbuka kepada semua warga negara Indonesia untuk memanfaatkan dan mengomersialisasikan hasil-hasil riset BRIN.
Dengan menjalankan strategi tersebut, diharapkan BRIN dapat mendorong perbaikan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia sehingga mampu menghasilkan produk-produk inovatif untuk kemandirian nasional.
Kemandirian suatu bangsa terlihat dari kemampuannya dalam mengelola masalah internal tanpa campur tangan bangsa asing, dan mampu berperan aktif serta menentukan posisi dalam pergaulan internasional. Untuk itu, BRIN berkomitmen meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa melalui dua belas fokus bidang riset, yaitu:
1. Riset Bidang Kebumian dan Maritim
Riset kebumian dan maritim sangat penting untuk menyelesaikan persoalan nasional khususnya dalam ketahanan bencana, eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya laut, pengelolaan kemaritiman, perikanan dan kelautan, pengelolaan sumber daya perairan darat, pengelolaan sumber daya geologi, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup. Hasil riset diharapkan dapat dimanfaatkan maksimal karena Indonesia memiliki banyak potensi terkait kebumian dan kemaritiman, baik itu potensi bencana maupun potensi sumber daya kebumian. Berada dalam jalur magmatic, menjadikan Indonesia
BAB IV
TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN
4.1 Target Kinerja
Sebagai bagian dari pencapaian target kinerja tahun 2022-2024, BRIN menjalankan dua program yang terdiri dari, (1) Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Program Teknis), (2) Program Dukungan Manajemen (Program Generik). Untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan dan kebermanfaatan kedua program tersebut, BRIN menetapkan Sasaran/Indikator yang mengacu pada Sasaran/Indikator Bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi pada RPJMN 2020-2024 .
Tabel 4. 1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja BRIN 2022-2024
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Satuan 2022 2023 2024
Meningkatnya keunggulan riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan kebijakan berbasis bukti yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan (SS1)
1 Jumlah publikasi ilmiah di publikasi
internasional Publikasi 25771 28465 31159
2 Jumlah sitasi atas publikasi internasional Sitasi 52709 56239 59770 Meningkatnya kolaborasi dalam pengembangan dan pemanfaatan produk ilmu pengetahuan berdasarkan prioritas pembangunan berkelanjutan (SS2)
3
Jumlah produk inovasi dari tenant Perusahaan Pemula Berbasis Riset dan Inovasi (PPBR) yang dibina
Produk Inovasi 400 500 700
4 Jumlah inovasi yang dimanfaatkan industri/badan usaha
Inovasi
Termanfaatkan 150 175 210
5 Jumlah Patent (domestik) Patent 900 950 1000
Meningkatnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kualitas lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan kerentanan iklim (SS3)
6 Penerapan teknologi untuk keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam
Teknologi
terimplementasi 15 20 24
7 Penerapan teknologi dan model sosial untuk pencegahan dan mitigasi pascabencana
Teknologi
terimplementasi 35 35 35
Meningkatnya produktivitas dan daya saing sumber daya riset dan inovasi BRIN (SS4)
8 Persentase SDM Iptek Berkualifikasi S3 Persentase 17 18 20
9 Jumlah infrastruktur Iptek strategis yang dikembangkan
Infrastruktur
Strategis 10 10 10
10 STP yang ada yang dikembangkan STP 3 3 3
11 Produk inovasi dan produk riset Prioritas
Riset Nasional yang dihasilkan Produk - - 40
12
Rasio perolehan dana eksternal terhadap anggaran yang bersumber dari pemerintah (DIPA) BRIN
Persentase 50 100 200
Implementasi Reformasi Birokrasi BRIN sesuai Roadmap Reformasi Birokrasi Nasional menuju Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan bersih (SS5)
13 Indeks Reformasi Birokrasi BRIN Indeks 83 85 86
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Satuan 2022 2023 2024
14 Nilai Akuntabilitas Kinerja Indeks 78 79 80
15 Opini atas Laporan Keuangan BRIN Opini WTP WTP WTP
16 Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BRIN Nilai 95 97.5 98
17 Level Maturitas SPIP BRIN Level 3 3 3
Pencapaian tujuan, sasaran strategis, indikator dan target kinerja tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan terlaksananya program dan kegiatan di lingkungan BRIN selama periode 2022-2024, seperti yang tertuang dalam Matriks Kinerja Pendanaan BRIN.
4.2 Kerangka Pendanaan
Untuk mendorong ekosistem riset dan inovasi yang optimal sehingga menghasilkan hasil-hasil riset dan inovasi yang dapat termanfaatkan membutuhkan sinergi antar berbagai elemen, baik dalam pelaksanaan riset, fasilitasi riset maupun pemanfaatan hasil riset. Pemanfaatan riset merupakan akhir proses hilirisasi hasil litbang dalam rangka penciptaan inovasi yang mensyaratkan adanya mitra industri sebagai unit produksi pengguna teknologi. Pemerintah maupun industri bersinergi mendukung pengembangan riset dan inovasi sebagai agenda bersama dengan menitikberatkan pada aspek sosial dan lingkungan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai satu-satunya lembaga penelitian, pengembangan dan penerapan milik pemerintah, BRIN membutuhkan strategi untuk mengatasi keterbatasan dana riset. Dalam aktivitasnya, BRIN akan banyak kerja sama dengan lembaga penyandang dana, khususnya mitra industri yang memberi dukungan anggaran baik dalam bentuk incash maupun inkind. Skema alternatif pendanaan lain yang juga didorong untuk dimanfaatkan yakni dana abadi riset. Para periset yang berhak mendapatkan hibah dana riset berasal dari banyak lembaga mulai dari periset BRIN itu sendiri, Perguruan Tinggi maupun swasta.