• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LABA DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH LABA DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH LABA DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

Sriwina1, Lisa Kustina2

Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa

E-mail : [email protected]; [email protected]

ABSTRAK

Perkembangan ekonomi semakin pesat di era globalisasi ini, kondisi ekonomi mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dunia usaha pun ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga semakin banyak pula perusahaan – perusaaan yang mendaftar sebagai anggota di bursa efek dan bersifat terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh laba, arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap harga saham. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu berupa laporan harga saham dan sumber data yang diperoleh dari Indonesia Stock Exchange (IDX).

Hasil dari penelitian ini adalah laba dinyatakan berpengaruh positif terhadap harga saham, aktivitas operasi dinyatakan berpengaruh negatif terhadap harga saham, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan dinyatakan tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Kata kunci : laba, arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan.

PENDAHULUAN

Perkembangan ekonomi semakin pesat di era globalisasi ini, kondisi ekonomi mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Dunia usaha pun ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Setiap perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha membutuhkan modal yang besar untuk kegiatan operasional, perluasan usaha serta pengembangannya.

Modal yang diperoleh sebuah perusahaan dapat berasal dari dana pribadi pemilik usaha maupun

pinjaman. Umumnya perusahaan memilih alternatif peminjaman dana untuk tambahan modal melalui pasar modal, sehingga banyak pula berdiri perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyaluran pasar modal. Sebagai contoh, salah satu perusahaan tersebut adalah perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau yang lebih dikenal dengan Bursa Jakarta. Banyak perusahaan – perusaaan yang mendaftar sebagai anggota di bursa efek dan bersifat terbuka. Bursa efek sebagai media yang digunakan perusahaan –

(2)

2 perusahaan terbuka dalam upaya mencari dana untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan tersebut dengan cara melakukan penjualan saham kepada publik (investor). Kegiatan investasi dalam pasar modal bersifat jangka panjang dengan tujuan agar pihak pemberi modal mendapatkan keuntungan dari kegiatan investasi nya. (Santi &

Dahlia, 2017:79)

Selain itu, pasar modal dianggap sebagai satu dari beberapa indikator untuk menunjukan perkembangan perekonomian suatu negara. Sehingga ketika pasar modal menunjukan peningkatan maka perekonomian negara sedang berkembang, dan ketika pasar modal menurun maka perekonomian negara sedang mengalami penurunan atau mengalami inflasi. Seiring berkembangnya aktivitas pasar modal, BEI menjadi tempat atau sarana bertemunya perusahaan dan calon investor atau penanam modal untuk melakukan transaksi jual beli efek / sekuritas. (Noviansyah &

Selvia, 2016)

Untuk mendapatkan dana dari para investor di pasar modal, perusahaan tentunya harus menciptakan nilai yang baik dimata investor. Nilai atau image yang baik dimata investor akan menarik investor untuk menanamkan modal atau saham di perusahaan tersebut.

Nilai atau image yang baik juga akan menciptakan perasaan aman, sehingga investor memberikan kepercayaan untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Tolak ukur sebuah perusahaan dikatakan berhasil mengelola usahanya adalah dengan melihat harga saham. Jika harga saham selalu mengalami

peningkatan, maka investor menganggap perusahaan tersebut telah berhasil. Peningkatan harga saham terbentuk melalui mekanisme penawaran & permintaan, semakin tinggi permintaan, maka harga saham semakin meningkat. (Amirullah &

Rizki, 2019:1310)

Berikut ini merupakan grafik data harga saham penutupan (per lembar) perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, untuk 30 perusahaan yang menempati urutan harga saham termahal per 29 Januari 2021 :

Terdapat fenomena fluktuasi harga saham pada data Bursa Efek Indonesia, dimana 30 perusahaan yang memiliki harga saham termahal seperti yang di uraikan pada grafik diatas, pada tahun – tahun sebelumnya justru tidak menempati posisi berurutan sebagai perusahaan yang memiliki harga saham termahal.

Selama tiga periode, saham pada 30 perusahaan tersebut mengalami selisih harga yang cukup jauh, bahkan perusahaan dengan kode DCII pada dua tahun sebelumnya tidak masuk kedalam 30 besar namun di tahun 2021 masuk kedalam 30 besar.

(idx.co.id, 2021)

Berikut ini merupakan grafik perbandingan harga saham penutupan (per lembar) di awal tahun 2019, 2020 dan 2021 untuk perusahaan yang menempati posisi 30 besar di awal tahun 2021 :

(3)

3 Selain harga saham, investor membutuhkan beberapa informasi untuk menginvestasikan saham di sebuah perusahaan. Informasi yang dibutuhkan umumnya adalah laporan keuangan, karena laporan keuangan dapat menggambarkan kondisi fundamental perusahaan. Kinerja perusahaan dapat tergambar dari laporan keuangan, salah satu bagian dari laporan keuangan yang menjadi tolak ukur kinerja perusahaan sebagaimana yang tercantum dalam PSAK No. 25 adalah laba, dan pernyataan yang tercantum dalam PSAK No. 2 yang merekomendasikan laporan arus kas sebagai bagian penting yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. (Retno, et al, 2018:21)

Umumnya perusahaan akan membuat laporan keuangan yang kemudian di publikasikan di BEI.

Laporan keuangan merupakan salah satu alat promosi perusahaan dalam menarik minat para investor. Investor sebelum menanamkan dananya pada suatu perusahaan akan melakukan analisis dan prediksi atas kondisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan sebagai ukuran kinerja perusahaan. Keberadaan informasi inilah yang nantinya akan menjadi keputusan apakah investor akan menanamkan modalnya diperusahaan tersebut atau tidak. (Noviansyah, Selvia, 2016)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa

signifikan pengaruh laba, arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap harga saham.

TINJAUAN PUSTAKA

Saham adalah salah satu alat yang dipergunakan untuk mencari tambahan dana, hal ini menyebabkan kajian dan analisis tentang saham begitu berkembang baik secara fundamental maupun teknikal.

Berbagai literatur mencoba memberikan rekomendasi yang berbeda, namun tujuannya sama yaitu ingin memberikan profit yang tinggi bagi pemakainya, serta memiliki dampak yang berkelanjutan. (Irham, 2014)

Laba adalah selisih antara biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan, dan merupakan tujuan utaman sebuah perusahaan. (Arieska, et al, 2018:175). Laba berasal dari kegiatan bisnis individu atau perusahaan yang menghasilkan keutungan dan peningkatan kekayaan. (Retno, et al, 2018:21). Yaitu ketika suatu pendapatan telah diakui sebagai suatu biaya yang berkaitan dengan pendapatan. Beban dapat diakui ketika terjadinya kegiatan ekonomi yang berkaitan, bukan hanya saat keluarnya kas. (Sanjaya, Raharjo 2017)

Arus kas operasi merupakan arus kas yang diperoleh dari kegiatan perusahaan dan menggambarkan kegiatan utama perusahaan.

Merupakan bagian paling penting bagi para investor untuk pengambilan keputusan investasi. Kegiatan operasi, penilaian kinerja, dan gambaran keberlangsungan suatu perusahaan dapat dilihat dari arus kas operasi. (Sukmawati, 2019:148)

(4)

4 Arus kas investasi adalah komponen kedua dari laporan arus kas. Arus kas ini meliputi aliran kas yang masuk dan keluar dari kegiatan ivestasi. Aktivitas yang dimaksud adalah semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan perolehan aset jangka panjang dari kegiatan pembelian dan penjualan peralatan, penagihan atas pinjaman jangka panjang, penanaman dana dalam aset jangka panjang seperti akusisi dan pelepasan aset tetap. (Sukmawati, 2019:179)

Arus kas pendanaan adalah arus kas yang diperoleh dari aktvitas internal maupun eksternal perusahaan dalam mencari sumber dana untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Sumber dana internal berasal dari dalam perusahaan, sedangkan sumber dana eksternal berasal dari luar perusahaan.

(Sukmawati, 2019:187) Hipotesis pertama :

Dinyatakan bahwa laba berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dimana semakin tinggi nilai laba maka semakin mahal harga saham.

Hipotesis kedua :

Dinyatakan bahwa arus kas aktivitas operasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dimana semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas operasi, maka semakin mahal harga saham.

Hipotesis ketiga :

Dinyatakan bahwa arus kas aktivitas investasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dimana semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas investasi, maka semakin mahal harga saham.

Hipotesis keempat :

Dinyatakan bahwa arus kas aktivitas pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dimana semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas pendanaan, maka semakin mahal harga saham

Berdasarkan hipotesis diatas, model penelitian pengaruh laba dan komponen arus kas terhadap harga saham dapat dilihat dari diagram berikut :

METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan pada

permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu berupa laporan harga saham dan sumber data yang diperoleh dari Indonesia Stock Exchange (IDX).

Definisi operasional dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

Variabel Instrumen Keterangan

Laba (X1) NPM (Net Profit margin)

Laba bersih setelah pajak dibagi pendapatan penjualan bersih

Arus kas

(X2) Aktivitas Operasi

Arus kas yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan

(X3) Aktivitas Investasi Arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan

(X4) Aktivitas Pendanaan

Arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan perusahaan

Saham (Y) Harga saham

Harga per lembar saham saat penutupan (closing price) pada 31 Januari 2019, 31 Januari 2020 dan 29 Januari 2021

(5)

5 Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah laba bersih (X1), arus kas aktivitas operasional (X2), arus kas aktivitas investasi (X3) dan arus kas aktivitas pendanaan (X4).

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan metode observasi dari dokumentasi data laporan keuangan perusahaan tahun 2018, 2019 dan 2020 berkaitan dengan variabel yang akan diteliti yaitu laba dan arus kas. Data di peroleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id), sedangkan studi pustaka diperoleh dari penelitian-penelitian terdahulu dan didukung oleh literatur-literatur lain.

Pemilihan sampel

menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel yang memenuhi kriteria - kriteria tertentu, sebagai berikut :

a. Perusahaan yang selama periode awal tahun 2019-2021 berada pada urutan 30 perusahaan dengan harga saham termahal.

b. Perusahaan yang selama periode 2018-2020 secara konsisten melaporkan laporan tahunan.

c. Perusahaan yang memiliki data yang lengkap dan relevan sebagai variabel penelitian selama periode 2018-2020.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dengan objek penelitian berupa laporan tahunan dan laporan keuangan 30 perusahaan dengan harga saham termahal yang terdaftar

di Bursa Efek Indonesia (BEI) lengkap selama tiga tahun berturut- turut yang terhitung dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Data-data yang telah diperoleh akan diproses dengan menggunakan Eviews 9.

Diketahui jika nilai VIF pada variabel NPM (X1) sebesar 1,025072.

Aktivitas Operasi (X2) sebesar 7,830960, Aktivitas Investasi (X3) sebesar 4,779103, Aktivitas Pendanaan (X4) sebesar 4,172990.

Keseluruhan nilai VIF memiliki nilai yang lebih kecil dari 10 (VIF < 10), dengan kata lain model pada penelitian ini dinyatakan tidak memiliki gejala multikolinieritas.

Maka model regresi ini dinyatakan tidak tejadi multikolinieritas.

Dari hasil output uji autokolerasi, diketahui jika nilai prob.

NPM (X1) sebesar 0,0062 yang memiliki nilai lebih rendah dari 0,05 (prob. < 0,05), dapat dinyatakan bahwa variabel ini tidak memiliki gejala autokorelasi. Prob. variabel Aktivitas Operasi (X2) memiliki nilai sebesar 0,5957, Aktivitas Investasi (X3) memiliki nilai sebesar 0,3366, Aktivitas Investasi (X4) memiliki nilai sebesar 0,5695, maka dapat dinyatakan bahwa variabel X2, X3, dan X4 memiliki nilai lebih tinggi dari 0,05 (prob. > 0,05) dan memiliki gejala autokorelasi, sehingga untuk variabel X2, X3, X4 hanya diambil satu variabel untuk dilanjutkan ke penelitian berikutnya. Dalam kasus ini, peneliti memutuskan untuk mengambil variabel Aktivitas Operasi (X2), karena Arus kas operasi menggambarkan kegiatan utama perusahaan.

(6)

6 Dari output hasil uji heteroskedastisitas model glejser, nilai Prob. NPM (X1) sebesar 0.5195, nilai ini lebih besar dari 0,05 (Prob.

X1 > 0,05). Nilai Prob. Aktivitas Operasi (X2) sebesar 0.5509, nilai ini lebih besar dari 0,05 (Prob. X2 >

0,05). Dari hasil pengujian ini, dapat disimpulkan jika pada data penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi yang dilakukan.

Diketahui jika nilai probability pada cross section fixed effect adalah 0,0000. Karena nilai ini lebih rendah dari 0,05, sehingga dapat ditarik kesimpulan jika Fixed Effect Model

merupakan model yang

direkomendasikan untuk pengujian hipotesis dan regresis.

Diketahui jika nilai probability pada Cross-section Random 0,0135.

Nilai tersebut memiliki nilai yang lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan jika model yang direkomrendasikan yaitu Fixed Effect Model.

Hipotesis pertama, H1 : Laba berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Laba terhadap harga saham memiliki koefisien regresi sebesar 2.179230 dengan signifikansi sebesar 0.0353, (0.0353 < 0.05 = signifikan). Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel laba memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan, sehingga dapat disimpukan bahwa hipotesis H1 yang berbunyi “laba berpengaruh signifikan terhadap harga saham”

diterima.

Hipotesis kedua, H2 : Aktivitas Operasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Aktivitas operasi terhadap harga saham memiliki koefisien regresi sebesar - 1.300578 dengan signifikansi sebesar 0.2008, (0.2008 < 0.05 = tidak signifikan). Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel arus kas operasi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hipotesis yang diajukan, sehingga dapat disimpukan bahwa H2 yang berbunyi “arus kas aktivitas operasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham”

ditolak.

Hipotesis ketiga dan keempat, H3 : Aktivitas Investasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H4 : Aktivitas Pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Kedua hipotesis ini di eliminasi karena hasil uji autokorelasi menunjukan adanya autokorelasi antara variabel Aktivitas Investasi (X3) dengan Aktivitas Pendanaan (X4), sehingga penelitian untuk kedua variabel ini tidak dilanjutkan, dan kedua hipotesis ini ditolak.

Variabel laba dinyatakan berpengaruh positif signifikan dengan nilai signifikasi 0.0353 terhadap harga saham. Ha dalam penelitian ini diterima karena hasil statistik uji t nilai signifikasi lebih rendah dari nilai signifikasi standar yang sebelumnya telah ditentukan oleh peneliti sebesar 0,05 (0.0353 < 0,05 = signifikan). Ini berarti tingkat kepercayaannya sebesar 9,65% atau (1 – 0.0353).

Sedangkan Variabel aktivitas operasi dinyatakan berpengaruh negatif dan

(7)

7 tidak signifikan dengan nilai signifikasi 0,2008 terhadap harga saham. Ha dalam penelitian ini ditolak karena hasil statistik uji t bertolak belakang dengan hipotesis yang diajukan (0,2008 > 0,05 = tidak signifikan).

PENUTUP Simpulan :

1. Pada hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, diketahui jika variabel laba memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap harga saham. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 pada penelitian ini diterima.

2. Pada hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, diketahui jika variabel aktivitas operasi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham.

Hal ini bertolak belakang dengan hipotesis yang diajukan sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 pada penelitian ini ditolak.

3. Pada hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, diketahui jika variabel aktivitas investasi memiliki gejala autokorelasi dengan variabel aktivitas pendanaan, dari hasil uji autokorelasi tersebut maka variabel aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan di eliminasi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 dan H4 pada penelitian ini ditolak.

Saran :

1. Bagi perusahaan disarankan untuk memperhatikan tingkat laba bersih perusahaan dan aspek-aspek yang mempengaruhi tingkat laba bersih perusahaan, dimana salah satunya adalah biaya operasional.

2. Perusahaan diharapkan mampu mengontrol tingkat biaya operasional sehingga laba perusahaan dapat terus ditingkatkan dan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan laba perusahaan serta peningkatan harga saham.

3. Perusahaan disarankan untuk menyusun laporan arus kas yang lebih jelas, hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada investor, sehingga investor merasa tertarik untuk berinvestasi di perusahaan.

4. Investor disarankan agar dalam mengambil keputusan berinvestasi tidak hanya menjadikan laporan keuangan arus kas sebagai dasar dalam mengambil keputusan berinvestasi dan melihat faktor lain seperti kebijakan perusahaan, laporan laba rugi, dan lain-lain.

5. Apabila akan dilakukan penelitian kembali, peneliti selanjutnya disarankan menggunakan variabel lain selain laba dan arus kas untuk menganalisa faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham, karena dalam penelitian ini menunjukkan laba dan arus kas variasinya hanya 11,3% saja dalam mempengaruhi harga saham, hal tersebut menunjukan bahwa masih ada 88,7% variabel lain yang mempengaruhi harga saham.

(8)

8 6. Untuk penelitian selanjutnya,

peneliti menyarankan untuk memilih sampel penelitian dengan jumlah yang lebih besar sehingga hasil penelitian dapat diimplementasikan ke subsector yang lebih luas.

7. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih banyak referensi maupun sumber yang terkait dengan saham, agar hasil kajian lebih lengkap untuk penentuan variabel.

8. Peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih mempersiapkan diri dalam proses pengambilan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan, sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Amirullah, Rizki Rahmawati (2019).

Pengaruh Net Profit Margin, Debt To Equity Ratio Dan Price To Book Value Terhadap Harga Saham.

Jurnal EKBIS / Vol . XX / No.2.

(https://core.ac.uk/download /pdf/294835736.pdf, diakses 27 Oktober 2021).

Arieska D. Nawangwulan, Ventje Ilat, Jessy D.L Warongan (2018). Pengaruh Total Revenue Dan Laba Bersih Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia).

Jurnal Riset Akuntansi Going Concern 13(3), 2018, 174-183.

(https://ejournal.unsrat.ac.id /index.php/gc/article/view/2

0068, diakses 3 November 2021).

Ayu Utami Sutisna Putri1, Willy Sri Yuliandhari, S.E., Ak., MM2, Vaya Juliana Dillak, SE., MM (2017). Pengaruh Laba Bersih Dan Arus Kas Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011- 2015). e-Proceeding of Management : Vol.4, No.3.

(https://openlibrarypublicati ons.telkomuniversity.ac.id/i ndex.php/management/articl e/view/5182, diakses 27 Oktober 2021).

Dewi Setiawati (2018). Pengaruh Laba Bersih Dan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-

2015. DINAMIKA

EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.11 No.2.

(https://www.stienasypb.ac.i d/jurnal/index.php/jdeb/artic le/view/135, diakses 3 November 2021).

Fahmi, Irham (2014). Analisa Kinerja Keuangan. Bandung : Alfabeta

Halimatus Sa’diyah (2016). Pengaruh Laba Bersih Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi (Consumer Goods Industry) (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bei). Jurnal repository.unmuhjember.(htt p://repository.unmuhjember.

(9)

9 ac.id/72/1/JURNAL.pdf,

diakses 3 November 2021).

Ikatan Akuntan Indonesia.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Laporan Arus Kas No. 2.

(http://iaiglobal.or.id/v03/sta ndar-akuntansi-

keuangan/pernyataan-sak, diakses tanggal 27 Oktober 2021).

Ikatan Akuntan Indonesia.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, Dan Kesalahan

No. 25.

(http://iaiglobal.or.id/v03/sta ndar-akuntansi-

keuangan/pernyataan-sak, diakses tanggal 27 Oktober 2021).

Ina Rinati (2012). Pengaruh Net Profit Margin (Npm), Return On Assets (Roa) Dan Return On Equity (Roe) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Yang Tercantum Dalam Indeks Lq45. Jurnal Academia.

(https://d1wqtxts1xzle7.clou dfront.net, diakses 3 November 2021).

Indonesia Stock Exchange (www.idx.id, diakses 12 November 2021).

I Putu Sugiartha Sanjaya, D. Agus Budi Raharjo (2017). Uji Beda Manajemen Laba Sebelum Dan Selama Krisis Di Indonesia. Jurnal Kinerjan Vol. 10 No.2.

(https://ojs.uajy.ac.id/index.

php/kinerja/article/view/929 , diakses 3 November 2021).

Kornelius Benuf, Muhamad Azhar (2020). Metodologi Penelitian Hukum sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.

Ejournal2.undip Vol 7, No 1.

(https://doi.org/10.14710/gk .7.1.20-33, diakses 3 November 2021).

Meythi, Selvy Hartono (2012).

Pengaruh Informasi Laba Dan Arus Kas Terhadap Harga Saham. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 3(7), 1-17.

(diakses 27 Oktober 2021).

Ni Putu Saka Hiltari, Sri Rahayu (2015). Pengaruh Laba Bersih Dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Lq 45 Bursa Efek Indonesia. e-Proceeding of Management : Vol.2, No.3.

(https://openlibrarypublicati ons.telkomuniversity.ac.id/i ndex.php/management/articl e/view/1853, diakses 27 Oktober 2021).

Noviansyah Rizal, Selvia Roos Ana (2016). Pengaruh Laba Akuntansi Dan Arus Kas serta Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2012-2013. Jurnal Spread, Volume 6 Nomor 2.

(http://journal.stiei- kayutangi-

bjm.ac.id/index.php/jibk/arti cle/view/243, diakses 27 Oktober 2021).

Nugi Mohammad Nugraha, Mochamad Raficky Riyadhi (2019). The Effect of Cash

(10)

10 Flows, Company Size, and Profit on Stock Prices in SOE Companies Listed on Bei For the 2013-2017 Period. International Journal of Innovation, Creativity and Change.

www.ijicc.net Volume 6.

(https://www.ijicc.net/image s/Vol6Iss7/6711_Nugraha_2 019_E_R.pdf, diakses 26 Desember 2021).

Retno Sulistiowati, Dra. Raden Rara Ratih Widjajanti, Eni Susanti, SE (2018).

Pengaruh Laba Akuntansi Dan Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Dagang Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei). Jurnal Economics and Sustainable Development Vol. 3 No. 01.

(https://www.ejournal- unipra.com/index.php/ESD- UNIPRA/issue/view/35, diakses 27 Oktober 2021).

Sanjaya, I. Putu Sugiartha, D. Agus Budi Raharjo (2017). Uji Beda Manajemen Laba Sebelum Dan Selama Krisis Di Indonesia. KINERJA, Volume 10, No.2.

(https://ojs.uajy.ac.id/index.

php/kinerja/article/view/929 /838, diakses 27 Oktober 2021).

Santi Octaviani, Dahlia Komalasari (2017). Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Dan Solvabilitas Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Akuntansi. Vol. 3 No. 2.

(https://ejurnal.lppmunsera.

org/index.php/Akuntansi/art icle/view/219, diakses 27 Oktober 2021).

Sukamulja, Sukmawati (2019).

Analisis Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi.

Yogyakarta : BPFE

Tiara Timuriana, Ardi Nurdiana (2014). Pengaruh Informasi Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada PT Astra Agro Lestari Tbk Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi (JIMAFE) Volume Semester I.

(https://journal.unpak.ac.id/i ndex.php/jimfe/article/view/

469, diakses 27 Oktober 2021).

Tomi Dwi Permadi, Bambang Widarno, Dewi Saptantinah Puji Astuti (2017). Pengaruh Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi Vol. 13 No 3.

(https://ejurnal.unisri.ac.id/i ndex.php/Akuntansi/article/

view/1845/0, diakses 3 November 2021).

Winarno, Wing Wahyu (2015).

Analisis Ekonometika Dan Statistika Dengan Eviews Edisi 4. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

Referensi

Dokumen terkait

Intellectual capital pada perusahaan jenis industri jasa menunjukkan adanya pengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan ATO dan

Office address : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Bali Island, Indonesia,

Penelitian yang berjudul kajian faktor-faktor penyebab perkawinan usia muda dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi di Desa Lebakwangi Kecamatan Pagedongan

Didalam microphone ini terdapat kapasitor yang terdiri dari dua keping plat atau piringan yang keduanya mempunyai voltage atau tegangan. Salah satu dari plat

Sistem deteksi diatur dengan cara mendefinisikan adanya satu elips terbentuk dari Contours Finding pada saat mata terbuka, elips berada pada area iris mata, dan

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat, rahmat, anugerah serta karunia-Nya, sehingga penulisan skripsi yang berjudul

Untuk pipa yang dikubur di dalam tanah Upheaval buckling adalah moda buckling yang paling dominan, dimana defleksi pipa akan mengarah ke arah vertikal, pipa akan

Artinya untuk mencapai kondisi efisien rata-rata daerah masih bisa mengurangi input sebesar 7 persen dari nilai actual input luas panen sebesar 2961,38 hektar