• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Derajat Fobia Sosial pada Mahasiswa Pendidikan Dokter UNS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Derajat Fobia Sosial pada Mahasiswa Pendidikan Dokter UNS."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN DERAJAT FOBIA SOSIAL PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNS

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Muhammad Fiarry Fikaris G0013145

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)
(3)

ABSTRAK

M FIARRY FIKARIS, G0013145, 2016. Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Derajat Fobia Sosial pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Sebelas Maret. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Latar Belakang: Saat ini terdapat fenomena berupa banyaknya kejadian ketidakharmonisan rumah tangga dengan naiknya tingkat perceraian dan maraknya kasus KDRT serta perselingkuhan. Ketidakharmonisan keluarga dapat bermanifestasi sebagai gangguan kejiwaan pada anak, salah satunya fobia sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keharmonisan keluarga dengan derajat fobia sosial pada Mahasiswa Pendidikan Dokter UNS. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Obyek penelitian adalah Mahasiswa Pendidikan Dokter UNS sejumlah 180 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2016. Data diambil dengan instrumen PBI dan LSAS. Variabel bebas dari penelitian ini adalah keharmonisan keluarga, sedangkan variabel terikatnya adalah derajat fobia sosial. Data diuji dengan uji korelasi Spearman-Rank

Hasil: Uji korelasi Spearman-Rank menunjukkan hasil Sig. sebesar 0.000 dan koefisien korelasi sebesar – 0.493

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keharmonisan keluarga dengan derajat fobia sosial pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Sebelas Maret. Semakin rendah keharmonisan keluarga, semakin tinggi derajat fobia sosial.

(4)

ABSTRACT

M Fiarry Fikaris, G0013145, 2016. The Relation between Family Harmony and Social Phobia Degree on Medical Student of Sebelas Maret University, Mini Thesis. Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta..

Background: Nowadays, there’s a phenomenon called “family disharmony” with the rising of divorce rate, domestic violence cases and love affair rate. Family disharmony could manifest as psychiatric disorder in child, such as social phobia. This research aims to determine the correlation between family harmony and social phobia degree on medical student of Sebelas Maret University.

Methods: This research is using observational analytical method with cross sectional approach. The objects of this research are 180 medical students of Sebelas Maret University that fulfilled the inclusion criteria. This research was conducted on October 2016. The data was collected using PBI and LSAS questionnaires. The independent variable of this research is family harmony and the dependent variable is social phobia degrees. The data will be analyzed using Spearman-Rank Correlation test.

Results: Spearman- Rank correlation test shows the sig. score of 0 and the correlation coeficient is – 0.493

Conclusion: there is a significant relation between family harmony and social phobia degree on medical student of Sebelas Maret University.. the lower family harmony, the lower family harmony, the higher social phobia degree.

(5)

PRAKATA

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karunia, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Derajat Fobia Sosial pada Mahasiswa Pendidikan Dokter UNS”.

Dengan penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. selaku Dekan Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Sinu Andi Jusup, dr., M.Kes selaku Ketua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Kusmadewi Eka Damayanti, dr., M.Gizi selaku Ketua Tim Skripsi FK UNS beserta staf Bapak Nardi dan Ibu Enny, SH., MH yang telah memberikan arahan dalam penyusunan skripsi ini.

4. Rohmaningtyas HS, dr., Sp.KJ., M.Kes selaku Pembimbing Utama yang telah menyediakan waktu untuk membimbing, mengarahkan, memberikan masukan, dan motivasi hingga terselesaikannya skripsi ini.

5. Istar Yuliadi, dr., M.Si., FIAS selaku Pembimbing Pendamping yang telah menyediakan waktu untuk membimbing, mengarahkan, memberikan masukan, dan motivasi hingga terselesaikannya skripsi ini.

6. Djoko Suwito, dr., SpKJ selaku Penguji Utama yang telah memberikan waktu, kritik, masukan, dan saran yang membangun.

7. Ayahanda Hary Julianto,ibunda Lutfia, adik Rifia Adinda Fikaris serta keluarga besar yang telah memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat 8. Titis Diyah Purwita A.Md.Keb, partner terbaik penulis yang telah

memberi motivasi, kritik, saran dan bantuan dalam pengerjaan skripsi ini. 9. Sahabat-sahabat penulis: Yusuf, Zulfan, Fariza, Afif serta kelompok

belajar kelas A yang telah memberikan bantuan, motivasi, dan doa selama menempuh pendidikan pre-klinik.

10.Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu proses penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kata sempurna, namun dengan sepenuh hati penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Surakarta, 21 November 2016

(6)

DAFTAR ISI

PRAKATA ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB 1. PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang Masalah ... 1

B.Perumusan Masalah... 4

C.Tujuan Penelitian... 4

D.Manfaat Penelitian... 4

BAB II. LANDASAN TEORI ... 5

A.Tinjauan Pustaka ... 6

1. Keharmonisan Keluarga ... 6

2. Fobia Sosial ... 21

3. Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Derajat Fobia Sosial ... 34

B.Kerangka Pemikiran ... 36

C.Hipotesis ... 37

BAB III. METODE PENELITIAN... 38

(7)

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 38

C. Subjek Penelitian ... 38

D. Teknik Sampling ... 40

E. Rancangan Penelitian... 41

F. Variabel Penelitian... 42

G. Definisi Operasional Variabel dan Skala Pengukuran ... 42

H. Alat dan Bahan Penelitian ... 43

I. Cara Kerja ... 46

J. Teknik Analisis Data ... 47

K. Jadwal Penelitian ... 48

BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 49

A.Data Hasil Penelitian ... 49

B.Analisis Statistika ... 55

BAB V. PEMBAHASAN ... 57

A.Analisis Hasil Penelitian ... 57

B.Kelebihan Penelitian ... 59

(8)

BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN ... 60

A. Simpulan ... 60

B. Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 62

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Interpretasi tes LSAS ... 33

Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur ...……….. ..37

Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ………...….. 38

Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Keharmonisan Keluarga…...39

Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Derajat Fobia Sosial ……...…. 40

Tabel 4.5. Distribusi Fobia Sosial Berdasarkan Keharmonisan Keluarga ... 41

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Skema Kerangka Pemikiran ………..……… 26

Gambar 3.1. Rancangan Penelitian ………...……….. 30

Gambar 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur ………. 38

Gambar 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ……….... 39

Gambar 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Keharmonisan Keluarga ... 40

(11)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Izin Penelitian Lampiran 2. Ethical Clearance Lampiran 3. Informed Consent

Lampiran 4. Lembar Biodata Responden Lampiran 5. Kuesioner PBI

Lampiran 6. Kuesioner LSAS

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi keharmonisan keluarga dengan prestasi belajar. Artinya semakin tinggi

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan keharmonisan keluarga pada wanita karir,

Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah yang signifikan antara perilaku obsesif kompulsif dan depresi pada mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keharmonisan keluarga dengan perilaku merokok pada usia remaja.. Kata Kunci: Keharmonisan keluarga, perilaku

Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan yang kuat dan bernilai positif antara keharmonisan keluarga dengan kecerdasan emosi remaja pada siswa kelas XI SMA N 2

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik pada mahasiswa kedokteran semester III dan V Universitas

Dari hasil analisis hubungan antara derajat keparahan akne vulgaris dengan konsumsi produk susu pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran

Permasalahan dalam penelitian adalah keharmonisan keluarga dan dukungan sosial teman baik namun ada indikasi masalah dalam konsep diri pada siswa Madrasah Aliyah