NO. CPBS CPMK Materi/Topik Sub Materi/Sub Topik Indikator
Level Cognitif
"C"
1
Mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang memesona, yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhhatian, dan kemurahhatian.
Membiasakan sikap cinta tanah air sebagai pendidik yang memesona dalam mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Sikap Cinta Tanah Air Sikap nasionalisme.
1. Menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
2
2. Mempertahankan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
5
3 Sikap patriotisme.
3. Menjunjung tinggi keunggulan bangsa Indonesia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
3
4
4. Mengembangkan sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
6
5 Sikap menghargai perbedaan.
5. Menciptakan persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
6
"C"
6 Sikap mengutamakan
kepentingan bersama.
6. Mengkarakteristikkan keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan kepentingan bersama dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
7 Sikap mempertahankan
kekayaan alam Indonesia.
7. Mempertahankan kekayaan alam Indonesia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
8
Mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sehingga memperkuat jati diri bangsa Indonesia.
8. Mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sehingga memperkuat jati diri bangsa Indonesia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
5
9
Membiasakan sikap berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta sebagai pendidik yang memesona dalam mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Sikap berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, dan samapta.
Sikap berwibawa.
9. Menunjukkan keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan pada proses mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
4
10
10. Mengembangkan pribadi yang taat serta menghormati hukum dan aturan pada proses mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
6
11 Sikap tegas.
11. Mengatakan benar atau salah sesuai dengan yang sebenarnya dalam mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
3
"C"
12
12. Menampilkan perilaku yang bijaksana meskipun dalam situasi yang sulit pada proses mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
5
13 Sikap disiplin
13. Memberikan penghargaan atau hukuman kepada peserta didik sesuai tata tertib sekolah dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
5
14 Sikap penuh panggilan jiwa.
14. Menampilkan sikap senang dan nyaman dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
15 Sikap samapta.
15. Menunjukkan sikap kesiap-siagaan dalam proses mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
16
Membiasakan sikap kesepenuhhatian dan kemurahhatian sebagai pendidik yang memesona dalam mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Sikap kesepenuhhatian dan
kemurahhatian. Sikap kesepenuhhatian.
16. Menampilkan tanggapan sebagaimana yang dihayati peserta didik dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
5
17
17. Merancang berbagai usaha untuk menuntaskan pekerjaan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
6
18 Sikap kemurahhatian.
18. Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
19
19. Mendeteksi situasi yang
membutuhkan bantuan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
"C"
20
20. Mendemonstrasikan sikap tanggung jawab pribadi terhadap situasi yang membutuhkan bantuan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
3
21
Mampu merumuskan indikator capaian pembelajaran berpikir tingkat tinggi yang harus dimiliki peserta didik mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif) yang berorientasi masa depan (adaptif dan fleksibel) pada bidang studi Teknik Mesin;
Mampu menganalisis karakteristik, perkembangan intelektual, moral, dan sosial peserta didik, lingkungan sekolah, perkembangan teknologi abad ke-21, dan penerapannya dalam pembelajaranTeknik Mesin;
Karakteristik perkembangan Peserta didik
Keterampilan berpikir tingkat tinggi
1. Disajikan narasi pembelajaranan dasar pemrogramn CNC guru mampu merumuskan indikator capaian
pembelajaran yang menstimulasi berpikir tinggi.
5
22 Teori Gaya Belajar
2. Diberikan data tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar), peserta dapat menentukan pembelajaran Teknik Mesin yang sesuai dengan gaya belajar siswa.
4
23 Penguasaan Pembelajaran abad
21
Teknologi pembelajaran abad 21
3. Diberikan beberapa jenis media pembelajaran teknik pemesinan, peserta mampu mengkategorikan media
pembelajaran untuk menstimulasi berpikir tingkat tinggi
4
24
Strategi/Pendekatan/
Model/Metode Pembelajaran Bidang studi Teknik Mesin yang memfasilitasi pengempangan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan abad 21
Strategi pembelajaran teknik mesin yang inovatif
4. Diberikan tujuan pembelajaran Teknik pemesinan / Teknik pengelasan / Teknik pengecoran Logam / Teknik mekanik industri / Teknik perancangan dan gambar mesin / Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur untuk kemampuan berpikir kritis, peserta dapat menentu
4
25 Model pembelajaran teknik
mesin yang inovatif
5. Disajikan informasi tentang proses pembelajaran kompetensi keahlian Teknik pemesinan / Teknik pengelasan / Teknik pengecoran Logam / Teknik mekanik industri / Teknik perancangan dan gambar mesin / Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur, peserta dapat m
4
"C"
26 Metode pembelajaran teknik
mesin yang inovatif
6. Diberikan tujuan pembelajaran Teknik pemesinan / Teknik pengelasan / Teknik pengecoran Logam / Teknik mekanik industri / Teknik perancangan dan gambar mesin / Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur untuk kemampuan berpikir kreatif, peserta dapat menent
4
27
Mampu menguasai prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang relevan dengan tuntutan kompetensi- kompetensi di DUDI terkait dengan mata pelajaran yang diampu dan penerapannya pada pembelajaran Teknik Mesin.
Pengembangan kurikulum bidang studi Teknik Mesin yang meliputi: Teknik pemesinan; Teknik pengelasan;
Teknik pengecoran Logam;
Teknik mekanik industri;
Teknik perancangan dan gambar mesin; dan Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur
Dasar pengembangan kurikulum Teknik Mesin yang relevan dengan DUDI
7. Disajikan serangkaiaan data tentang kesenjangan kompetensi antara SMK bidang keahlian Teknik Mesin dengan DUDI, peserta dapat merancang
perbaikan KI/KD yang harus diselaraskan pada kurikulum sekolah.
4, 6
28
Menguasai cara-cara penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar pada pembelajaran Teknik Mesin.
Menguasai cara-cara penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar pada pembelajaran Teknik Mesin.
pemetaan penilaian
8. Diberikan KI dan KD, peserta dapat merumuskan pemetaan penilaian pembelajaran teknik mesin yang tepat untuk penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan.
3
29 Asesmen Otentik
9. Diberikan indikator KD pada KI-4, peserta dapat merumuskan tugas kinerja atau rubrik yang sesuai.
3, 4
30 Pemanfaat hasil penilaian
10. Diberikan data hasil penilaian dan KKM, peserta dapat menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian tersebut.
3, 5
"C"
31
menguasai materi ajar pada bidang studi Teknik Mesin yang meliputi:
Teknik pemesinan; Teknik pengelasan;
Teknik pengecoran Logam; Teknik mekanik industri; Teknik perancangan dan gambar mesin; dan Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur termasuk kewirausahan dan advance materials secara bermakna yang dapat menjelaskan aspek “apa” (konten),
“mengapa” (filosofi), dan “bagaimana”
(penerapan dalam kehidupan sehari- hari) sehingga dapat membimbing peserta didik SMK mencapai kompetensi keahlian yang dibutuhkan oleh DUDI
Menganalisis dan mengajarkan kompetensi-kompetensi terkait dengan pemesinan Bubut (bubut bertingkat, tirus, ulir dan suaian), pemesinan Frais (frais benda kerja bertingkat, frais roda gigi payung dan suaian), pemesinan Gerinda
(penggerindaan datar, penggerindaan selinder dan mengasah pahat bubut dan frais), pemesinan CNC
(pemrograman G-code) yang relevan dengan kebutuhan DUDI.
Pemesinan Bubut bubut bertingkat
11. Disajikan berbagai tipe material dan dimensi benda kerja, peserta dapat menghitung parameter permesinan untuk jenis pekerjan bubut
3
32
12. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan bubut bertingkat, perserta dapat menentukan langkah-langkah proses pengerjaannya.
4
33 bubut tirus
13. Dijelaskan metode pembubutan tirus, peserta dapat menghitung pembubutan tirus sesuai metode membubut tirus.
3
34
14. Dideskripsikan metode pembubutan tirus, peserta dapat mengevaluasi cara membubut tirus sesuai kasus-kasus pekerjaan bubut tirus.
4
35 bubut ulir
15. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan bubut ulir, peserta dapat merancang prosedur teknik membubut ulir segi empat untuk batang dan murnya.
6
36 bubut suaian
16. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan bubut rakitan, peserta menafisirkan prosedur teknik pembuatan benda kerja rakitan, dengan menggunakan berbagai jenis suaian yang diperlukan.
5
37 Pemesinan Frais frais benda kerja bertingkat
17. Disajikan gambar kerja tentang benda kerja bertingkat, peserta dapat menuliskan langkah kerja pengerjaan benda kerja bertingkat.
3
"C"
38 frais roda gigi payung
18. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan frais roda gigi payung, peserta dapat menyusun langkah kerja teknik pengerjan frais roda gigi payung.
6
39 Suaian
19. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan frais rakitan, peserta dapat menafsirkan prosedur teknik frais benda kerja rakitan dengan menggunakan berbagai jenis suaian yang diperlukan.
5
40 pemesinan Gerinda penggerindaan datar
20. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan menggerinda datar, peserta dapat memilih parameter pemotongan pada mesin gerinda datar untuk berbagai jenis pekerjaan
4
41
21. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan menggerinda datar, peserta dapat menerapkan langkah kerja penggerindaan datar.
3, 4
42 penggerindaan silinder
22. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan menggerinda, peserta dapat mengidentifikasi mesin gerinda silinder/
cylindrical grinding machine yang dibutuhkan.
3
43
23. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan menggerinda, peserta dapat memilih parameter pemotongan mesin gerinda silinder untuk berbagai jenis pekerjaan
3, 4
44 mengasah pahat bubut dan
frais
24. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan menggerinda pahat bubut, peserta dapat menentukan parameter yang diperlukan untuk memgasah pahat bubut sesuai dengan fungsi pahat.
3
45
25. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaan menggerinda pahat frais, peserta dapat menentukan parameter yang diperlukan untuk memgasah pahat frais sesuai dengan fungsi pahat.
3
"C"
46 Pemesinan CNC Pemrograman G-code
26. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaa CNC, peserta dapat memerinci fungsi perintah memodifikasi G Code.
3
47
27. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaa CNC, peserta dapat
mengevaluasi program G Code sesuai dengan pemograman absolut dan inkremental.
5, 6
48
28. Disajikan gambar kerja tentang pekerjaa CNC, peserta dapat melakukan transfer G Code ke mesin CNC Milling secara input manual dan input komputer
3
49
Menganalisis dan mengajarkan kompetensi-kompetensi terkait dengan pengelasan Osi-Asetelin (OAW-posisi vertkal), Busur manual (SMAW- posisi vertical), Gas Metal (MIG/MAG- posisi vertical), dan Gas Tungsten (TIG- posisi vertical) yang relevan dengan kebutuh
Pengelasan Asetelin OAW-posisi vertkal
29. Disajikan gambar kerja tentang pekerja pengelasan asetelin, peserta dapat menentukan prosedur teknik pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan sudut dan tumpul posisi vertikal dengan las oksi asetilin (OAW)
3
50 Pengelasan Busur manual SMAW- posisi vertical
30. Disajikan gambar kerja tentang pekerja pengelasan busur manual, peserta dapat menentukan peosedur teknik pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan tumpul posisi vertikal dengan las busur manual (SMAW)
3
51 Pengelasan Gas Metal MIG/MAG- posisi vertical
31. Disajikan gambar kerja tentang pekerja pengelasan Gas Metal, peserta dapat menerapkan prosedur teknik pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan sudut dan tumpul posisi vertikal dengan las gas metal (MIG/MAG).
3
52 Pengelasan Gas Tungsten TIG- posisi vertical
32. Disajikan gambar kerja tentang pekerja pengelasan pengelasan Gas Tungsten, peserta dapat menerapkan prosedur teknik pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan sudut posisi vertikal dengan las gas tungsten (TIG)
3
"C"
53
Menganalisis dan mengajarkan kompetensi-kompetensi terkait dengan teknik pembuatan pola (pembuatan pola Kayu dan inspeksi pola), pembuatan cetakan dan inti (pembuatan cetakan pasir dan inti, dan inspeksi cetakan), pengecoran manual dan mesin (penuangan ma
Pembuatan pola Pembuatan pola kayu
33. Disajikan gambar kerja tentang pembuatan pola, peserta dapat mengevaluasi tuntutan pekerjaan pembuatan pola sesuai dengan gambar, instruksi dan spesifikasi.
5
54 inspeksi pola
34. Disajikan gambar kerja tentang pekerja pembuatan pola, peserta dapat menerapkan cara menginspeksi pola dan inti.
3
55 Membuatan cetakan dan inti pembuatan cetakan pasir dan
inti
36. Disajikan gambar kerja tentang pembuatan cetakan yang memerluan inti, peserta dapat memerinci cara pembuatan inti sesuai gambar, instruksi, dan spesifikasi
4
56
37. Disajikan gambar kerja tentang pekerja pembuatan cetakan yang memerluan inti, peserta dapat memutuskan jenis inti yang sesuai spesifikasi.
5
57 inspeksi cetakan
38. Disajikan benda kerja hasil pengecoran, peserta dapat mengevaluasi cacat fisik yang terjadi pada benda hasil pengecoran.
5
58
39. Disajikan beberapa contoh cacat pengecoran, peserta dapat menganalisis penyebab terjadinya cacat fisik pengecoran.
5
59 Pengecoran manual dan mesin penuangan manual
40. Disajikan gambar pengecoran manual, peserta dapat memerinci cara penuangan secara manual yang kontinyu dengan volume logam cair yang benar sesuai POS
3
60 penuangan mesin
41. Disajikan gambar pengecoran dengan mesin (pencetakan), peserta dapat menerapkan cara pengoperasian mesin cetak sesuai POS.
4
"C"
61 Pembongkaran cetakan
42. Disajikan gambar pembongkaran cetakan pengecoran, peserta dapat menerapkan cara pembongkaran cetakan.
3
62 pembersihan produk
43. Disajikan gambar hasil pengecoran, peserta dapat menerapkan cara melakukan pembersihan produk cor
3
63 inspeksi hasil pengecoran
44. Disajikan produk coran, peserta dapat mengevaluasi tuntutan kerja pengujian kualitas benda tuang secara visual sesuai dengan gambar, instruksi dan spesifikasi.
3, 5
64
Menganalisis dan mengajarkan kompetensi-kompetensi terkait dengan mekanik mesin industri (pemeliharaan dan perbaikan ringan mekanik mesin perkakas), proses produksi dan konstruksi mesin (pengelolaan bengkel manufaktur), pneumatik dan hidrolik (menciptakan
Mekanik mesin industri
pemeliharaan dan perbaikan ringan mekanik mesin perkakas
45. Disajikan gambar mesin bubut dimana terdapat komponen yang tidak lengkap, peserta dapat mendiagnosis pemeliharaan dan perbaikan yang benar.
4
65
46. Dideskripsikan mesin bubut yang sedang beroperasi dan memperlihatkan adanya kelonggaran mesin yang tidak normal, peserta dapat mendiagnosis perbaikan ringan mesin bubut
3
66 Proses produksi dan konstruksi
mesin pengelolaan bengkel
47. Disajikan tata letak bengkel manufaktur, peserta dapat merinci pengelolaan bengkel
3
67 Pneumatik dan hidrolik
menciptakan rangkaiaan simulasi pneumatic/hidrolik sedehana
48. Disajikan mesin dengan menggunakan pneumatik/hidrolik, peserta dapat merinci rangkaian simulasi pneumatik/hidrolik.
6
68 kelistrikan mesin industri
pemeliharaan dan perbaikan ringan kelistrikan mesin perkakas
49. Disajikan gambar kelistrikan mesin perkakas, peserta dapat memerinci perbaikan dan pemeliharaan pada sistem kelistrikan mesin perkakas.
4
69
pemeliharaan dan perbaikan ringan kelistrikan mesin perkakas
50. Disajikan gambar kelistrikan mesin perkakas, peserta dapat menentukan pemeliharaan dan perbaikan pada sistem rangkaian kelistrikan mesin perkakas.
4
"C"
70
Menganalisis dan mengajarkan kompetensi-kompetensi terkait dengan teknik gambar konstruksi (gambar bukaan/bentangan metode kombinasi), taknik gambar produksi (gambar rakitan komponen mesin komplek), dan taknik merancang dengan CAM (teknik penyajian gambar
Teknik gambar konstruksi gambar bukaan/bentangan metode kombinasi
51. Disajikan gambar bukaan/bentangan, peserta dapat menerapkan aturan gambar bukaan/bentangan metode kombinasi.
3
71 Teknik gambar produksi gambar rakitan komponen
mesin komplek
52. Disajikan gambar rakitan komponen mesin yang kompleks, peserta dapat memerinci persyaratan komponen dan bahan detail dan rakitan kompleks
3, 4
72 Teknik merancang dengan
CAM
teknik penyajian gambar assembly menggunakan CAD
53. Disajikan gambar rakitan, peserta dapat menerapkan teknik penyajian gambar assembly menggunakan CAD 2D.
3, 4
73
Menganalisis dan mengajarkan kompetensi-kompetensi terkait dengan teknik fabrikasi logam (penyambungan logam dengan skrup, keling, solder, dan las), perancangan teknik dan gambar manufaktur fabrikasi logam (gambar sambungan skrup, keling, solder, dan las
Teknik fabrikasi logam penyambungan logam dengan skrup
54. Disajikan gambar produk
penyambungan dengan sekrup/baut mur, peserta dapat menerapkan teknik penyambungan logam menggunakan Skrup/Baut dan Mur.
3, 4
74 Sambungan keling
55. Disajikan gambar produk sambungan keling, peserta dapat menerapkan teknik penyambungan logam menggunakan Sambungan keling
3, 4
75 Sambungan solder
56. Disajikan gambar produk sambungan solder, peserta dapat menerapkan teknik penyambungan logam menggunakan Sambungan solder
3, 4
76 Sambungan las
57. Disajikan gambar produk sambungan las, peserta dapat menerapkan teknik penyambungan logam menggunakan Sambungan las.
3, 5
77
Perancangan teknik dan gambar manufaktur fabrikasi
Menganalisis gambar sambungan skrup, keling, dan
58. Disajikan beberapa jenis gambar sambungan, pesrta dapat memilih jenis
sambungan yang sesuai dengan 3, 4
"C"
78 gambar sambungan las beserta
perhitungan kekuatan
59. Disajikan beberapa jenis gambar sambungan las, peserta dapat menghitung kekuatan sambangan las dengan tepat.
3, 4
79 Pengujian mutu pemeriksaan dasar komponen
60. Disajikan beberapa pruduk permesinan, peserta dapat menentukan produk yang layak dan tidak layak.
3, 5
80 statistic pengendalian mutu
61. Disajikan data hasil pemerikasan produk selama kurun waktu satu bulan, peserta dapat merencanakan dasar statistic pengendalian mutu.
3, 6
81
mampu merancang pembelajaran bidang studi Teknik Mesin dengan menerapkan prinsip memadukan pengetahuan materi ajar, pedagogik, serta teknologi informasi dan komunikasi atau Technological Pedagogical and Content Knowledge dan pendekatan lain yang relevan;
Merancang pembelajaran teknik pemesinan dengan menerapkan prinsip TPACK
Pembelajaran Teknik
Pemesinan dengan menerapkan prinsip TPACK
Perumusan Indikator berdasarkan KI dan KD Teknik pemesinan (Pemesinan Bubut, frais, gerinda, dan CNC)
62. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi pemesinan bubut peserta dapat merancang indikator esensial pada KD tersebut.
6
82
Penyusunan RPP berbasis TPACK pada pembelajaran Teknik pemesinan (Pemesinan Bubut, frais, gerinda, dan CNC)
63. Disajikan langkah-langkah penyusunan RPP berbasis TPACK, peserta dapat menerapkan dalam penyusunan RPP materi pemesinan frais
3
83
Penyusunan Materi ajar berbasis TPACK pada pembelajaran Teknik pemesinan (Pemesinan Bubut, frais, gerinda, dan CNC)
64. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi pemesinan gerinda, peserta dapat menganalisis materi esensial yang sesuai dengan metode dan teknologi yang digunakan
3, 4
84
Merancang pembelajaran teknik pengelasan dengan menerapkan prinsip TPACK
Pembelajaran Teknik pengelasan dengan
menerapkan prinsip TPACK
Perumusan Indikator berdasarkan KI dan KD Teknik pengelasan (pengelasan Osi-Asetelin, pengelasan Busur manual, pengelasan Gas Metal, dan pengelasan Gas Tungsten )
65. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi pengelasan Osi-Asetelin peserta dapat merancang indikator esensial pada KD tersebut
3, 6
"C"
85
Penyusunan RPP berbasis TPACK pada pembelajaran Teknik pengelasan (pengelasan Osi-Asetelin, pengelasan Busur manual, pengelasan Gas Metal, dan pengelasan Gas Tungsten)
66. Disajikan langkah-langkah penyusunan RPP berbasis TPACK, peserta dapat menerapkan dalam
penyusunan RPP materi pengelasan Busur manual
3, 4
86
Penyusunan Materi ajar berbasis TPACK pada pembelajaran Teknik pengelasan (pengelasan Osi- Asetelin, pengelasan Busur manual, pengelasan Gas Metal, dan pengelasan Gas Tungsten)
67. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi pengelasan Gas Tungsten, peserta dapat menganalisis materi esensial yang sesuai dengan metode dan teknologi yang digunakan
4
87
Merancang pembelajaran teknik pengecoran dengan menerapkan prinsip TPACK disertai dengan penguatan karakter
Pembelajaran Teknik Pengecoran dengan menerapkan prinsip TPACK
Perumusan Indikator berdasarkan KI dan KD Teknik pengecoran:
pembuatan pola (pembuatan pola Kayu dan inspeksi pola), pembuatan cetakan dan inti (pembuatan cetakan pasir dan inti, dan inspeksi cetakan), pengecoran manual dan mesin (penuangan manual, pembon
68. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi pembuatan pola (pembuatan pola Kayu dan inspeksi pola) peserta dapat merancang indikator esensial pada KD tersebut
6
88
Penyusunan RPP berbasis TPACK pada Teknik pengecoran: pembuatan pola (pembuatan pola Kayu dan inspeksi pola), pembuatan cetakan dan inti (pembuatan cetakan pasir dan inti, dan inspeksi cetakan), pengecoran manual dan mesin (penuangan manual, pembongkaran
69. Disajikan langkah-langkah penyusunan RPP berbasis TPACK, peserta dapat menerapkan dalam penyusunan RPP materi pembuatan cetakan dan inti (pembuatan cetakan pasir dan inti, dan inspeksi cetakan)
3
"C"
89
Penyusunan Materi ajar berbasis TPACK pada pembelajaran Teknik pengecoran: pembuatan pola (pembuatan pola Kayu dan inspeksi pola), pembuatan cetakan dan inti (pembuatan cetakan pasir dan inti, dan inspeksi cetakan), pengecoran manual dan mesin (penuangan
70. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi pembuatan pola (pembuatan pola Kayu dan inspeksi pola) peserta dapat menganalisis materi esensial yang sesuai dengan metode dan teknologi yang digunakan
3, 4
90
Merancang pembelajaran teknik mekanik industri dengan menerapkan prinsip TPACK
Pembelajaran teknik mekanik industri dengan menerapkan prinsip TPACK
Perumusan Indikator
berdasarkan KI dan KD teknik mekanik industri: mekanik mesin industri (pemeliharaan dan perbaikan ringan mekanik mesin perkakas), proses produksi dan konstruksi mesin (pengelolaan bengkel manufaktur), pneumatik dan hidrolik (menciptaka
71. Diberikan Kompetensi Dasar (KD) pada materi mekanik mesin industri (pemeliharaan dan perbaikan ringan mekanik mesin perkakas)peserta dapat merancang indikator esensial pada KD tersebut
3, 6
91
mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik pada bidang studi Teknik Mesin dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun sikap (karakter Indonesia), pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah secara kritis, humanis, inovatif, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, dengan menggunakan model pembelajaran dan sumber belajar yang didukung hasil penelitian;
Mampu mengimplementasikan perangkat pembelajaran bidang studi Teknik Mesin yang meliputi: Teknik pemesinan; Teknik pengelasan;
Teknik pengecoran Logam; Teknik mekanik industri; Teknik perancangan dan gambar mesin; dan Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur
Keterampilan mengajar bidang studi Teknik Mesin yang meliputi: Teknik pemesinan;
Teknik pengelasan; Teknik pengecoran Logam; Teknik mekanik industri; Teknik perancangan dan gambar mesin; dan Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur yang berbasis TPACK untuk
Keterampilan dalam membuka pembelajaran pada kelas Teori
72. Disajikan sebuah narasi tentang seorang guru yang sedang membuka pelajaran pada kelas pemrograman mesin CNC. Peserta menganalisis kesalahan- kesalahan guru dalam membuka pembelajaran di Kelas teori.
4
92
Keterampilan dalam membuka pembelajaran praktik di lab/bengkel
73. Diberikan indikator KD tentang keterampilanpengoperasian mesin frais horisontal "Membuat balok segi empat".
Peserta menyusun skenario langkah- langkah membuka pembelajar pada pembelajaran praktik mesin frais.
5
"C"
93
Keterampilan dalam kegiatan inti pembelajaran pada kelas teori
74. "Diberikan indikator KD tentang teknik pemesinan gerinda ""Menerapkan teknik pemesinan gerinda datar untuk berbagai jenis pekerjaan"". Peserta dapat menyusun skenario kegiatan inti pembelajaran. "
5
94
Keterampilan dalam kegiatan inti pembelajaran pada kelas teori berbasis TPACK
75. Diberikan indikator KD pelajaran Teknik Mekanik Mesin Industri
"Menerapkan prosedur pekerjaan perbaikan ringan (minor) mekanik mesin perkakas /industry". Peserta dapat menyusun skenario kegiatan inti pembelajaran berbasis TPACK.
5
95
76. "Diberikan indikator KD pelajaran Teknik Gambar Konstuksi ""Menerapkan aturan gambar bukaan/bentangan metode kombinasi"". Peserta dapat menyusun skenario kegiatan inti pembelajaran berbasis TPACK. "
5
96
Keterampilan dalam kegiatan inti pembelajaran pada kelas praktik di lab/bengkel
77."Disajikan sebuah narasi tentang kegiatan inti oleh seorang guru pada pelajaran praktik Teknik Pengelasan SMAW ""Melakukan pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan tumpul posisi di bawah tangan dengan las busur manual (SMAW)"". Peserta menganalisis
4
97 Keterampilan dalam menutup
pembelajaran pada kelas Teori
78. Disajikan sebuah narasi tentang kegiatan penutup oleh seorang guru pada pelajaran Teknik Pembuatan Pola "cara menginspeksi pola dan inti". Peserta menganalisis kegiatanpenutup
pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
4, 5
98
Keterampilan dalam menutup pembelajaran pada praktik di lab/bengkel
79. " Diberikan indikator KD tentang pembuatan pola ""Membuat pola polisterin sesuai dengan gambar, instruksi dan spesifikasi"". Peserta menyusun skenario langkah-langkah menutup pembelajar pada pembelajaran praktik tersebut"
5
"C"
99
Perencanaan pembelajaran Teknik Mesin dalam situasi pengalaman nyata dan kontekstual
Pelaksanaan pembalajaran yang sesuai dengan RPP untuk kelas teori
80. Disajikan bagian inti sebuah RPP pada pelajaran Teknik Fabrikasi Logam, KD
"Menerapkan teknik penyambungan logam menggunakan sambungan Keling".
Peserta menilai keterlaksanaan RPP tersebut.
3, 6
100
Pelaksanaan pembalajaran yang sesuai dengan RPP untuk kelas praktik
81. Disajikan bagian inti sebuah RPP pada pelajaran Praktik Mesin Bubut, KD
"Membuat ulir cacing". Peserta menilai keterlaksanaan RPP tersebut.
3, 6
101
mampu mengevaluasi masukan, proses, dan hasil pembelajaran Teknik Mesin yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dengan menerapkan asesmen otentik, serta memanfaatkan hasil evaluasi untuk perbaikan kualitas pembelajaran
mampu mengembangkan alat evaluasi proses dan hasil pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi;
Evaluasi Proses Pembelajaran berbasis TIK
Kontruksi instrumen asesmen proses
82. "Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran praktik Permesinan Frais, Kompetensi Dasar (KD) ""Menggunakan teknik pengefraisan untuk pembuatan rack dan roda gigi lurus"". Peserta dapat membuat instrumen untuk menilai sikap selama proses pengerjaa
4
102
83. "Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran praktik pengelasan SMAW, Kompetensi Dasar (KD)
""Melakukan pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan sudut posisi di bawah tangan dengan las busur manual (SMAW)"". Peserta dapat membuat instrumen un
4
103 Evaluasi Hasil Pembelajaran
berbasis TIK
Kontruksi instrumen asesmen hasil belajar
84. Diberikan suatu contoh cara asesmen untuk indikator pembelajaran pemesinan bubut dengan Kompetensi Dasar (KD)
"Mengevaluasi kecepatan putaran mesin berdasarkan tabel yang tersedia untuk pemotongan/pembubutan". Peserta menilai kesesuaiaan antara instr
6
104
85. Diberikan 2 cara asesmen untuk indikator pembelajaran Kompetensi Dasar (KD) praktik pengelasan SMAW
"Melakukan pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan tumpul posisi mendatar dengan las busur manual (SMAW)". Peserta membandingkan kelemahan dan keu
6
"C"
105
86. Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran Teknik Pengecoran dengan mesin untuk Kompetensi Dasar (KD)
"Menenerapkan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) pada pengecoran dengan mesin". Peserta dapat membuat alat evaluasi yang relevan dengan ind
4
106
87. Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran Sistem Pneumatik dan Hidrolik untuk Kompetensi Dasar (KD)
"Memahami fungsi komponen pneumatik dan hidrolik". Peserta dapat membuat alat evaluasi yang relevan dengan indikator tersebut.
4
107
88. Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran Teknik Gambar Produksi, Kompetensi Dasar (KD) "Menerapkan aturan toleransi linier dan toleransi sudut.
Peserta dapat membuat alat evaluasi yang relevan dengan indikator tersebut.
4
108
89.Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam, Kompetensi Dasar (KD) "Menganalisis pengaruh perlakuan panas pada logam berkaitan dengan pengelasan". Peserta dapat membuat alat evaluasi yang relevan dengan indikator tersebut.
4
109
90. Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran Teknik Permesinan Frais, Kompetensi Dasar (KD) "Menganalisis parameter pemotongan mesin frais untuk berbagai jenis pekerjaan". Peserta dapat membuat alat evaluasi yang relevan dengan indikator tersebut.
3, 4
"C"
110
91. Diberikan indikator pembelajaran, mata pelajaran Teknik Pengelasan Gas Metal (MIG/MAG), Kompetensi Dasar (KD) "Menerapkan teknik pengelasan pelat dengan pelat pada sambungan sudut posisi bawah tangan dengan las gas metal (MIG/MAG) ". Peserta dapat mem
3, 4
111
mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru Teknik Mesin yang profesional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi.
Mampu menganalisis permasalahan dalam pembelajaran Teknik Mesin di sekolah;
Identifikasi masalah pembelajaran Teknik Mesin yang meliputi: Teknik pemesinan; Teknik pengelasan;
Teknik pengecoran Logam;
Teknik mekanik industri;
Teknik perancangan dan gambar mesin; dan Teknik fabrikasi Logam dan Manufaktur
Rumusan masalah
pembelajaran Teknik Mesin untuk diimplementasikan dalam PTK
92. Disajikan deskripsi permasalahan pembelajaran teknik pemesin, peserta dapat menentukan cara pemecahan yang tepat.
5
112
93. Disajikan narasi permasalahan pembelajaran Teknik mekanik industri, peserta dapat menentukan cara pemecahan yang tepat.
5
113
Mampu merancang PTK dalam pembelajaran Teknik Mesin menggunakan kaidah penelitian pembelajaran dengan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis TPACK
Rancangan PTK dalam pembelajaran Teknik Mesin
Rancangan PTK dalam pembelajaranTeknik Mesin dengan menerapkan TPACK inovatif
94. Disajikan deskripsi permasalahan pembelajaran Teknik pengelasan, peserta dapat merancang PTK bidang teknik mesin dengan penerapan TPACK
6
114
95. Disajikan narasi permasalahan pembelajaran Teknik pengecoran Logam, peserta dapat merancang pemecahan permasalahan pembelajaran melalui PTK dengan penerapan TPACK
6
115
Mampu melaksanakan PTK dalam pembelajaran Teknik Mesin selama pelaksanaan PPL sesuai dengan rancangan yang telah disusun;
Implementasi PTK
berdasarkan permasalahan real di sekolah
Implementasi PTK
berdasarkan permasalahan real di sekolah
96. Disajikan beberapa rumusan masalah PTK tentang pembelajaran Teknik pemesin, peserta dapat menilai judul PTK yang implementatif dengan rumusan masalah
4, 6
"C"
116
97. Disajikan beberapa, masalah tentang pembelajaran Teknik pengelasan, peserta dapat merencanakan penjadwalan PTK minimal dalam dua siklus sesuai dengan masasalah tersebut
4
117
Mampu melaporkan proses dan hasil PTK dalam pembelajaran Teknik Mesin
Pelaporan PTK sesuai dengan hasil penelitian
Pelaporan PTK sesuai dengan hasil penelitian
98. Dinarasikan sebuah pelaksanaan siklus PTK, peserta dapat menelaah aspek pelaporan hasil PTK yang sesuai dengan metode penelitian PTK.
4
118
99. Disajikan data hasil PTK, Peserta dapat menentukan aspek-aspek yang perlu dilaporkan berdasarkan hasil PTK.
6
119
Mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan untuk membuat keputusan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Teknik Mesin
Pemanfaan hasil PTK terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran
Pemanfaan hasil PTK terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran
100. Disajikan data hasil PTK pada kasus pembelajaran Teknik Pemesinan, peserta dapat memberikan contoh pemanfaatan hasil PTK untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran berdasarkan hasil tersebut.
3, 4
120
101. Disajikan data hasil PTK pada kasus pembelajaran Teknik Pengecoran, peserta dapat memberikan contoh pemanfaatan hasil PTK untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran berdasarkan hasil tersebut.
3, 4