BPS Kota Palu
Laporan Keuangan
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2016
Jl. Baruga No. 19 Palu Telp. (0451) 421266, 422066 Web Site: Palukota.bps.go.id Email:[email protected]
KATA PENGANTAR
Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara bahwa Menteri /Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.
Badan Pusat Statistik Kota Palu dan Pelaporan Keuangan adalah salah satu entitas akuntasi dibawah Badan Pusat Statistik Republik Indonesia yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
Penyusunan Laporan Keuangan BPS Kota Palu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah- kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan ini telah disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.
Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Badan Pusat Statistik Kota Palu. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Palu, 21 Juli 2016 Kepala,
I Nyoman Dwinda
NIP. 1964051994031001
i
PERNYATAAN TELAH DIREVIU
LAPORAN KEUANGAN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU TAHUN 2015
Kami telah mereviu Laporan Keuangan Badan Pusat Statistik Kota Palu untuk tahun anggaran 2015 berupa Neraca per tanggal 31 Desember 2015, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan adalah merupakan penyajian manajemen Badan Pusat Statistik Kota Palu.
Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas mengenai akrual, keandalan, dan keabsahan informasi, serta kesesuaian pengakuan, pengukuran, dan pelaporan transaksi dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Reviu mempunyai ruang lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang bertujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan.
Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam itu.
Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yaki n bahwa laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, dan Peraturan Perundang-undangan lain yang terkait.
Palu, 16 Januari 2015 Kepala,
Ir. I Nyoman Dwinda, M.Si NIP 196410151994031001
Pernyataan Telah Direviu iii
ii
DAFTAR ISI
Hal
Kata Pengantar Daftar Isi
iii i ii
Pernyataan Tanggung Jawab iii iv Ringkasan 1
Ringkasan 1
I. Laporan Realisasi Anggaran 3 3 II. Neraca
III. Laporan Operasional
IV. Laporan Perubahan Ekuitas 4
4 5 6
V. Catatan atas Laporan Keuangan 7 5
A. Penjelasan Umum 7
B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran 23
C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca 29
D. Penjelasan Atas Pos-pos Laporan Operasional 37
E. Penjelasan Atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas 40 XX
F. Pengungkapan Penting Lainnya. 41
VI. Lampiran dan Daftar 42
- 1 -
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan Badan Pusat Statistik Kota Palu Semester I Tahun 2016 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.
Laporan Keungan ini meliputi :
1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan-LRA dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2016.
Realisasi Pendapatan Negara pada Semester I Tahun Anggaran 2016 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 493.770,-. atau mencapai 0 persen dari estimasi pendapatan-LRA sebesar Rp. 0,-.
Realisasi Belanja Negara pada Semester I Tahun Anggaran 2016 adalah sebesar Rp. 5.067.953.568,-. atau mencapai 74,69 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp. 6.785.200.000,-.
2. NERACA
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada 30 Juni 2016.
Nilai Aset per 30 Juni 2016 dicatat dan disajikan sebesar Rp.4.344.642.680,- yang terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp. 121.521.422,-; Aset Tetap (neto) sebesar Rp.3.914.163.956,-;
Piutang Jangka Panjang (neto) sebesar Rp. 0; dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp.
308.957.302,-
Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp.102.414.250,- dan Rp. 4.242.228.430
3. LAPORAN OPERASIONAL
Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan non operasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar.
Pendapatan-LO untuk periode sampai dengan 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp. (5.106.647.021),
- 2 - sedangkan jumlah beban adalah sebesar Rp..5.107.140.791,- sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan Operasional senilai Rp.(5.106.647.027).
Kegiatan Non Operasional dan Pos-Pos Luar Biasa masing-masing sebesar Rp.6. dan Rp..0 sehingga entitas mengalami Defisit-LO sebesar Rp..(5.106.647.021)
4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2016 adalah sebesar Rp.4.022.138.927. ditambah Defisit-LO sebesar Rp.(5.106.647.021) kemudian ditambah dengan koreksi-koreksi senilai Rp. 2.096.038 kemudian ditambah dengan Transaksi Antar Entitas sebesar Rp. 5.324.700.086 kemudian ditambah dengan Kenaikan Ekuitas sebesar Rp. 220.089.503 sehingga Ekuitas akhir pada tanggal, 30 Juni 2016 adalah senilai Rp.4.242.228.430
5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar rincian atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 30 Juni 2016 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk Semester I Tahun 2016 disusun dan disajikan dengan menggunakan basis akrual.
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU
Jl. Baruga No.19 Palu
Telepon 0451 421066, Faximile 0451 421266
iii
PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB
Laporan Keuangan Badan Pusat Statistik Kota Palu yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Lapor an Keuangan Semester I T ahun Anggar an 201 6 sebagaimana ter lampir , adalah merupakan tanggung jawab kami.
Lapor an Keuangan ter sebut telah disusun ber dasar kan sistem pengendalian inter n yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Palu, 21 Juli 2016 Kepala BPS Kota Palu,
I Nyoman Dwinda
NIP. 1964051994031001
- 3 -
I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU LAPORAN REALISASI ANGGARAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2016 DAN 30 JUNI 2015
(Dalam Rupiah)
TA 2015
ANGGARAN REALISASI REALISASI
PENDAPATAN
Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1. - 493.770 0,00 220.000 Jum Pendapatan - 493.770 0,00 220.000
BELANJA B.2.
Belanja Operasional
1. Belanja Pegawai B.3 2.155.985.000 1.298.512.468 60,23 903.008.847 2. Belanja Barang B.4 4.425.890.000 3.603.045.100 81,41 511.097.000 3. Belanja Bantuan Sosial B.5 - - 0,00 - Jumlah Belanja Operasional 6.581.875.000 4.901.557.568 74,47 1.414.105.847 Belanja Modal
Belanja Modal Tanah B.6
Belanja Peralatan dan Mesin B.7 95.500.000 61.684.000 64,59 40.000.000 Belanja Gedung dan Bangunan B.8 107.825.000 104.712.000 97,11 84.945.000 Belanja Jalan, Irigasi, Jaringan B.9 - - - Belanja Modal Lainnya B.10 - - - Jumlah Belanja Modal 203.325.000 166.396.000 81,84 124.945.000 JUMLAH BELANJA 6.785.200.000 5.067.953.568 74,69 1.539.050.847
% thd Anng CATATAN
URAIAN TA 2016
- 4 -
II. NERACA
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU NERACA
PER 30 JUNI 2016 DAN 31 Desember 2015 (Dalam Rupiah)
CATATAN 30 Juni 2016 31 Desember 2015
C.1
Kas di Bendahara Pengeluaran C.1.1 30.000.000 - Belanja Dibayar di Muka C.1.2 10.535.022 10.535.022 Persediaan C.1.3 2.312.900 22.713.500 Persediaan yang belum diregister C.1.4 78.673.500 - Jumlah Aset Lancar 121.521.422 33.248.522
C.2
Tanah C.2.1 1.410.000.000 1.410.000.000
Peralatan dan Mesin C.2.2 1.406.844.338 1.217.402.339 Gedung dan Bangunan C.2.3 2.004.125.000 1.906.913.000 Gedung dan Bangunan yang belum diregister C.2.4 7.500.000 - Jalan, Irigasi dan Jaringan C.2.5 23.500.000 23.500.000 Aset Tetap Lainnya C.2.6 23.344.983 21.248.945 Akumulasi Penyusutan C.2.7 (961.150.365) (826.716.931) Jumlah Aset Tetap 3.914.163.956 3.752.347.353
ASET LAINNYA C.3
Aset Tak Berwujud C.3.1 90.667.302 90.667.302 Aset Lain-Lain C.3.2 357.829.511 357.829.511 Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya C.3.3 (139.539.511) (139.539.511) Jumlah Aset Lainnya 308.957.302 308.957.302 JUMLAH ASET 4.344.642.680 4.094.553.177
C.4
Uang Muka dari KPPN C.4.1 30.000.000 - Utang kepada Pihak Ketiga C.4.2 72.414.250 72.414.250 Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 102.414.250 72.414.250
102.414.250
72.414.250 C.5
Ekuitas C.5.1 4.242.228.430 4.022.138.927
JUMLAH EKUITAS 4.242.228.430 4.022.138.927 4.344.642.680
4.094.553.177 URAIAN
KEWAJIBAN
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS ASET
ASET TETAP ASET LANCAR
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS
- 5 -
III. LAPORAN OPERASIONAL
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU LAPORAN OPERASIONAL
PER 30 JUNI 2016 DAN 2015
( dalam Rp)
Uraian Catatan 2016 2015
KEGIATAN OPERASIONAL
PENDAPATAN D1
Pendapatan Negara Bukan Pajak 493.764 220.000
Jum lah Pendapatan 493.764 220.000
BEBAN
Beban Pegaw ai D.2 1.297.802.468 906.443.449
Beban Persediaan D.3 186.207.952 25.537.532
Beban Jasa D.4 2.134.963.597 464.488.354
Beban Pemeliharaan D.5 30.936.003 2.594.000
Beban Perjalanan Dinas D.6 1.338.575.000 200.414.000
Beban Barang untuk diserahkan kepada Masyarakat D.7 0 1.593.550
Beban Penyusutan dan Amortisasi D.8 118.655.771 96.164.105
Jum lah Beban 5.107.140.791 1.697.234.990
SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN OPERASIONAL (5.106.647.027) (1.697.234.990)
JUMLAH SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL 6 0
SURPLUS/ (DEFISIT)-LO (5.106.647.021) (1.697.234.990)
- 6 -
IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
PER 30 JUNI 2016 DAN 2015
( dalam Rp)
Uraian Catatan 2016 2015
EKUITAS AWAL E.1 4.022.138.927
3.936.666.432
SURPLUS/DEFISIT – LO PENYUSUTAN NILAI TAHUN BERJALAN
Penyusutan Nilai Aset
E.2
E.3 E.4
(5.106.647.021) (59.600) (59.600
(1.697.014.990)
DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI/KESALAHAN MENDASAR
Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi E.5
2.096.038
2.096.038
169.890.000
TRANSAKSI ANTAR ENTITAS 5.324.700.086 1.581.950.429
KENAIKAN/PEENURUNA N EKUITAS 220.089.503 54.825.439
EKUITAS AKHIR E.6 4.242.228.430 3.991.491.871
- 7 -
- 7 - A. PENJELASAN UMUM
Profil dan Kebijakan Teknis Etintas
A.1. PROFIL DAN KEBIJAKAN TEKNIS BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALU
Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas, serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan statistik yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam pembangunan Jangka Panjang (PJP) 2015-2019 dan Pembangunan Jangka Menengah (PJM) 2015-2019, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Palu dalam menetapkan rencana strategis tahun 2015-2019 mengacu Renstra BPS Pusat 2015-2019
2.1. Visi BPS Kota Palu
Visi BPS Kota Palu adalah “Pelopor Data Statistik Terpercaya untuk Semua”
2.2. Misi BPS Kota Palu
Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi BPS Kota Palu yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan, dirumuskan sebagai berikut:
a. Menyediakan data statistik berkualitas melalui kegiatan statistik yang terintegrasi dan berstandar nasional maupun internasional;
b. Memperkuat Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan melalui pembinaan dan koordinasi di bidang statistik; dan
c. Membangun insan statistik yang profesional, berintegritas dan amanah untuk kemajuan perstatistikan.
2.3. Tujuan BPS Kota Palu
Tujuan I: Peningkatan kualitas data statistik;
Tujuan II: Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik;
Tujuan III: Peningkatan birokrasi yang akuntabel.
V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
- 8 - Dalam rangka mengantisipasi lingkungan strategis yang berkembang, BPS Kota Palu berperan aktif dalam pembangunan statistik yang dilakukan melalui reformasi birokrasi dengan menerapkan program Statcap CERDAS (Statistical Capacity Building – Change and Reform for Development of Statistics). Empat pilar reformasi birokrasi dilakukan BPS RI dalam tempo 2015-2019, meliputi: (i). Peningkatan kualitas data; (ii). Pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia; (iii). Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta sarana kerja; dan (iv). Penguatan kelembagaan dan hubungan dengan sumber data dan pengguna data.
Guna memudahkan penilaian pencapaian kinerja, beberapa indikator dan target ditetapkan untuk setiap tujuan secara spesifik.
Secara spesifik indikator dan target dari tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
Misi
Terwujudnya Visi yang dikemukakan di atas merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh jajaran BPS Kota Palu, sebagai penjabaran dari Visi tersebut maka ditetapkan Misi BPS Kota Palu sbb :
1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien dengan Penataan kelembagaan, dan career planning didalam seluruh unsur kekuatan BPS termasuk BPS Provinsi maupun Kabupaten/ Kota.
2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan professional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia dengan Pengembangan Kualitas SDM, melalui STIS dan Diklat baik dari BPS maupun dari instansi daerah yang menyelenggarakan.
3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam
- 9 - setiap penyelenggaraan statistik dengan Penguatan NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria)
4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak dengan Penguatan Semua (Sistem Rujukan Statistik), Updating website serta melakukan press release secara kontinyu mengenai data statistik.
5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
Tujuan
Meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas serta pelayanan prima dalam rangka mewujudkan SSN yang andal, efektif, dan efisien.
Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Statistik
1. Mengacu pada Renstra BPS RI, prioritas pembangunan jangka menengah di bidang data dan informasi statistik adalah peningkatan kualitas statistik nasional, Kualitas data diukur dalam enam dimensi, yaitu akurat, relevan, tepat waktu/timeliness, mudah diakses/accessibility, koheren/coherence yang berarti konsisten antar sector dan antarperiode dan spasial, serta mudah diiterpretasi/interpretability.
2. Untuk mewujudkan sasaran tersebut dirumuskan tiga langkah; (1) peningkatan kualitas data, (2) peningkatan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan (3) peningkatan kapasitas SDM dan penataan kelembagaan.
3. Statistik bermutu tinggi dan dapat diandalkan yang dihasilkan secara tepat waktu merupakan bagian esensial dalam proses perumusan suatu kebijakan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kualitas data dan informasi statistik ekonomi, meningkatnya kualitas data dan informasi statistik kesejahteraan rakyat, meningkatnya manajemen survey, meningkatnya
- 10 - metodologi survey, meningkatnya dan berkembangnya analisis statistik, meningkatnya hubungan dengan pengguna data meningkatnya efektivitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik, serta meningkatnya penetapan teknologi informasi dan komunikasi.
4. Peningkatan kualitas data dan informasi statistik selama ini baru berfokus kepada perbaikan metodologi dan teknis statistik. Saat ini perbaikan yang dilakukan diharapkan mulai menyentuh seluruh aspek seperti penelaahan kembali proses ketatalaksanaan (business process review), pengembangan kapasitas TIK, dan peningkatan kapasitas dan kemampuan SDM serta penataan kelembagaan.
5. Keberhasilan upaya peningkatan kualitas data dan informasi statistik ini tidak terlepas dari dukungan dan peranan TIK, yang diwujudkan melalui pembangunan arsitektur dan kerangka TIK dan manajemen informasi. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya penggunaan TIK Statistik.
6. Keberhasilan peningkatan kualitas data dan informasi statistik juga sangat memerlukan dukungan dan peranan dari SDM. Hal ini menunjukkan meningkatnya kapasitas dan kemampuan tenaga statistik di pusat maupun daerah.
7. Pembangunan kapasitas dan penyediaan data dan informasi statistik nasional direncanakan akan dilakukan melalui sebuah program teknis kestatistikan, yaitu program penyediaan dan pelayanan Informasi Statistik. Program ini akan menjadi sebuah rencana kerja instansi penyedia data dan informasi statistik, baik di pusat maupun daerah.
Strategi dan Arah Kebijakan BPS Kota Palu
1. Dalam rangka peningkatan kualitas data selama lima tahun ke depan BPS Kota Palu perlu mengupayakan reformasi dan perubahan terhadap pembangunan statistik di daerah secara menyeluruh. Sebagai upaya meningkatkan kualitas data dan
- 11 - meningkatkan kualitas penyajian perlu dilakukan pembenahan- pembenahan, antara lain pemanfaatan TIK dan meningkatkan kualitas SDM. Proses peningkatan kualitas data ini, pada gilirannya akan dicerminkan oleh berkurangnya timelines penyajian data, dan meningkatkan kualitas penyajian, serta memberikan kemudahan kepada pengguna data untuk mengakses data.
2. BPS Kota Palu sebagai perpanjangan tangan BPS RI di daerah mempunyai peranan yang penting dalam rangka meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan. Data yang dikumpulkan di daerah perlu diberikan jaminan kualitas, proses pengolahan dan penyajian data yang handal diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas untuk menjawab peningkatan permintaan terhadap data dan informasi statistik dalam mendukung penyelenggaraan otonomi daerah.
3. Dalam rangka memenuhi kebutuhan data yang berkualitas, pemanfaatan TIK, dan peningkatan kapasitas SDM di BPS Kota Palu perlu dilakukan. Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka BPS Kota Palu menetapkan strategi dan arah kebijakan yang merupakan serangkaian aktivitas utama untuk mencapai sasaran-sasaran proses.
4. Strategi dan arah kebijakan BPS Kota Palu antara lain dengan program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik antara lain kegiatan Sensus Penduduk 2010, Sensus Pertanian 2013, Susenas, Sakernas, dan sebagainya yang telah terjadwal dan terencana dengan jelas.
5. Program peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara seperti revitalisasi gedung , pengadaan dan penggantian kenda- raan operasional roda dua untuk eselon IV dan KSK.
6. Dengan meningkatkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan standarsisasi kegiatan statistik di Kota Palu serta mewujudkan system Statistik Nasional sehingga dapat mengurangi penyediaan data yang tumpang tindih.
- 12 - 7. Meningkatkan kemampuan petugas dalam upaya pendekatan
terhadap responden sehingga diperoleh informasi yang benar.
Meningkatkan kerjasama dan dukungan pemerintah daerah sehingga hasil survey dapat dimanfaatkan secara memadai oleh pemerintah daerah.
8. Meningkatkan titik jaringan komunikasi data sehingga hasil pencacahan akan dikirim melalui jaringan dan langsung diolah di kantor provinsi ataupun kantor pusat secara online sehingga terbentuk kondisi data statistik yang selalu update.
Pendek atan Penyusunan Laporan Keuangan
A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Tahun 2015 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik Kota Palu. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.
SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk diperbandingkan dengan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.
Basis Ak untansi
A.3. Basis Akuntansi
Badan Pusat Statistik Kota Palu menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisisa Anggaran. Basis akrual adalah basis akuntansi yang
- 13 -
Dasar penguk uran
Kebijak an Ak untansi
mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Skuntansi Pemerintahan.
A.4. Dasar Pengukuran
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Badan Pusat Statistik Kota Palu dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.
Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.
Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.
A.5. Kebijakan Akuntansi
Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2015 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan Akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Pusat
- 14 - Statistik Kota Palu. Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dilingkungan pemerintahan.
Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting dilakukan dalam penyusunan Laporan Keuangan Badan Pusat Statistik Kota Palu adalah sebagai berikut :
Pendapatan LRA
(1) Pendapatan-LRA
Pendapatan adalah semua penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat.
Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).
Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.
Pendapatan- LO
(2) Pendapatan-LO
Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.
Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan/ atau Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. Secara khusus pengakuan pendapatan LO pada Badan Pusat Statistik adalah sebagai berikut :
a. Pendapatan Jasa Pelatihan diskui setelah pelatihan selesai dilaksanakan.
b. Pendapatan Sewa Gedung diakui secara proposional antara lain periode waktu sewa.
- 15 - c. Pendapatan Denda diakui pada saat dikeluarkannya surat
keputusan denda atau dokumen lain yang disamakan.
d. Kementrian Negara/Lembaga agar menyesuaikan pengakuan Pendapatan-LO sesuai karakteristik pendapatan masing-masing entitas
e. Akuntansi Pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran
Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.
Belanja (3) Belanja
Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggujawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Beban (4) Beban
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitan, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.
Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau
- 16 - potensi jasa.
Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjunya klasifikasi berdaasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Aset
Aset Lancar
(5) Aset
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.
a. Aset Lancar
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal.
Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.
Investasi Jangka Pendek BLU dalam bentuk surat berharga disajikan sebesar nilai perolehan sedangkan investasi dalam bentuk deposito dicatat sebesar nilai nominal.
Piutang diakui apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
a). Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi apabila telah timbul hak yang didukung dengan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan/atau telah dikeluarkannya surat keputusan yang mempunyai kekuatan hukup tetap.
b). Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat peristiwa yang menimbulkan hak tagih dan didukung dengan naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa diatur dengan andal.
Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan (net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.
Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikut :
- 17 -
Aset Tetap
Kualitas Piutang
Uraian Penyisih
an Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal
jatuh tempo 0.5%
Kurang Lancar
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan
pelunasan
10%
Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 50%
Macet 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan
100%
2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN
Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi (TP/TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TP/TGR atau Bagian Lancar TPA.
Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan :
Harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;
Harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
Harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya.
b. Aset Tetap
Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh Pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.
Nilai aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.
- 18 -
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut;
a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah);
b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp.10.000.000,-(Sepuluh juta rupiah);
c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah,
d. jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah yang disebabkan antara lain karena ruasak, ketingga lan jaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir direklasifikasi ke Aset Lain-lain pada pos Aset Lainnya.
Aset Tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya, dikeluarkan dari neraca pada saat ada penetapan dari entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD.
Penyusutan Aset Tetap
c.Penyusutan Aset Tetap.
Penyusutan Aset Tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.
Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap : a. Tanah
- 19 - b. Kontruksi Dalam Pengerjaan (KDP)
c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusat berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan.
Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.
Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.
Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.
Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut :
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap
Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun Alat Tetap Lainnya (Alat Musik
Modern) 4 tahun
- 20 -
Piutang Jangk a Panjang
d. Piutang Jangka Panjang
Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang diharapkan/dijadwalkan akan diterima dalam jangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.
Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.
Aset Lainnya e. Aset Lainnya
Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak Berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset kerjasama dengan pihak ketiga (Kemitraan), dan kas yang dibatasi penggunannya.
Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.
Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi.
Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.
- 21 -
Kewajiban (6) Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.
a. Kewajiban Jangka Pendek
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.
b. Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.
Ekuitas (7) Ekuitas
Ekuitas dana merupakan selisih antara aset dan kewajiban dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.
- 22 -
Implementasi Ak untansi Pemerintah Berbasis Ak rual Pertama Kali
(8) Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual Pertama Kali
Mulai tahun 2015 Pemerintah mengimplementasikan akuntansi berbasis akrual sesuai dengan amanat PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Implementasi tersebut memberikan pengaruh pada bebera hal dalam penyajian laporan keuangan. Pertama pos-pos ekuitas dana pada neraca per 31 Desember 2014 yang berbasis cash toward accrual direklasifikasi menjadi ekuitas sesuai dengan akuntansi berbasis akrual. Kedua keterbandingan penyajian akun-akun tahun berjalan dengan tahun sebelumnya dalam Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas tidak dapat dipenuhi. Hal ini diakibatkan oleh penyusunan dan penyajian akuntansi berbasis akrual pada tahun 2015 adalah merupakan implementasi yang pertama.
- 23 - B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Selama periode berjalan, Badan Pusat Statistik Kota Palu telah mengadakan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA awal. Hal ini disebabkan oleh adanya self bloching SE206. Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja adalah sebagai berikut :
Realisasi Pendapatan Rp.493.770
Pendapatan - - Pendapatan Jasa - - Pendapatan Lain-lain - - Jumlah Pendapatan - - Belanja
Belanja Pegawai 2.155.985.000 2.155.985.000 Belanja Barang 4.688.031.000 4.425.890.000 Belanja Modal 203.325.000 203.325.000 Jumlah Belanja 7.047.341.000 6.785.200.000
Uraian
Tahun 2016
Anggaran Awal Anggaran Setelah Revisi
B.1 Pendapatan
Realisasi Pendapatan Negara untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp. 493.770,-. atau mencapai 0,00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 0,-.
Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan
1. Pendapatan dari Pengelolaan BMN - 493.770 - Jumlah - 493.770 -
Uraian
Tahun 2016
Anggaran Realisasi % Real
Angg.
Realisasi Pendapatan untuk periode 30 Juni 2016 di bandingkan dengan 30 Juni 2015 terjadi kenaikan sebesar 124,44 persen. Hal ini disebabkan Karena Telah selesainya Rumah Dinas sehingga ada penambahan sewa rumah dinas namun peminat pembeli Buku Publikasi masih tetap kurang, pengunjung tetap memilih mengcopy bagian-bagian tertentu dengan flesdish
- 24 -
Perbandingan Realisasi Pendapatan 30 Juni 2016 dan 2015
URAIAN REALISASI T.A. 2016 REALISASI T.A. 2015 NAIK (TURUN)
% 1. Pendapatan dari Pengelolaan BMN 493.770 220.000 124,44 2. Pendapatan Lain-lain - -
Jumlah Pendapatan 493.770 220.000 124,44
Realisasi Belanja Negara Rp.
4.067.953.568
B.2. Belanja
Realisasi belanja Badan Pusat Statistik Kota Palu pada 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp. 5.067.953.568,- atau 74,69 persen dari anggaran senilai Rp.6.785.200.000. Rincian Anggaran dan realisasi belanja TA 2016 tersaji sebagai berikut :
Rincian Estimasi Realisasi Belanja TA 2016
URAIAN ANGGARAN REALISASI %
Belanja Pegawai 2.155.985.000 1.298.512.468 60,23
Belanja Barang 4.425.890.000 3.603.045.100 81,41
Belanja Modal 203.325.000 166.396.000 81,84
Total Belanja Kotor 6.785.200.000 5.067.953.568 74,69
Pengembalian Belanja (710.000) 0
Belanja Netto 6.785.200.000 5.067.243.568 74,68
Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:
0 500,000,000 1,000,000,000 1,500,000,000 2,000,000,000 2,500,000,000 3,000,000,000 3,500,000,000 4,000,000,000 4,500,000,000
ANGGARAN REALISASI
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal
- 25 - Dibanding dengan TA 2015, Realisasi Belanja TA 2016 mengalami kenaikan
sebesar 229,29 % dibandingkan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan antara lain :
1. Meningkatnya kebutuhan belanja barang sebagai akibat dari Implementasi akuntansi berbasis akrual dan karena adanya kegiatan Sensus Ekonomi 2016.
Perbandingan Realisasi Belanja per 30 Juni 2016 dan 2015
URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A. 2016 REALISASI T.A. 2015 NAIK (TURUN) % Belanja Pegawai 1.298.512.468 903.022.817 43,80 Belanja Barang 3.603.045.100 511.097.000 604,96 Belanja Modal 166.396.000 124.945.000 33,18 Jumlah Belanja 5.067.953.568 1.539.064.817 229,29
Belanja Pegawai Rp.
1.298.512.468
B.3 Belanja Pegawai
Realisasi Belanja Pegawai TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-masing sebesar Rp. 1.298.512.468,-. dan Rp. 903.022.817.atau terjadi kenaikan sebesar 43,80 %. Kenaikan ini disebabkan oleh antara lain :
1. Adanya kenaikan gaji dan tunjangan pegawai 2. Adanya penambahan pegawai baru
3. Kenaikan honor dalam rangka implementasi akuntansi berbasis akrual..
URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A. 2016 REALISASI T.A.
2015
Naik (Turun) %
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 1.298.512.468 903.022.817 43,80 Belanja Gaji dan Tunjangan Non
PNS
Belanja Honorarium Belanja Lembur Belanja Vakasi
Jumlah Belanja Kotor 1.298.512.468 903.022.817 43,80 Pengembalian Belanja Pegawai (710.000) (13.970) - Jumlah Belanja Bersih 1.297.802.468 903.008.847 43,72
Belanja Barang Rp.
3.603.045.100
B.4 Belanja Barang
Realisasi Belanja Barang per 30 Juni 2016 dan 30 Juni 2015 adalah masing- masing sebesar Rp. 3.603.045.100,-. dan Rp. 511.097.000,-.
Realisasi Belanja Barang TA 2016 mengalami kenaikan 604,96 persen dari
- 26 - Realisasi Belanja Barang TA 2015. Hal ini disebabkan antara lain adanya kenaikan belanja dalam rangka implementasi akuntansi berbasis akrual dan adanya kegiatan Sensus Ekonomi 2016.
URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A 2016 REALISASI T.A 2015 Naik (Turun)
%
Belanja Barang Operasional 106.649.220 63.655.500 67,54
Belanja Barang Non Operasional 1.974.429.900 159.721.400 1.136,17
Belanja Jasa 53.884.477 32.346.000 66,59
Belanja Pemeliharaan 49.471.503 31.185.000 58,64 Belanja Perjalanan Dalam Negeri 1.338.575.000 200.414.000 567,90 Belanja Barang Persediaan 80.035.000 23.775.100 236,63 Jumlah Belanja Kotor 3.603.045.100 511.097.000 604,96 Pengembalian Belanja - - - Jumlah Belanja Bersih 3.603.045.100 511.097.000 604,96 Terdapat kesalahan pembebanan Akun sebesar Rp. 78.673.500,-. Dalam aplikasi SAIBA masuk dalam akun 521811 yang seharusnya masuk ke Akun 521211. Kesalahan pembebanan ini belum diralat SPM, sehingga di dalam Aplikasi SAIBA masih terdapat uraian Persediaan yang belum diregister.
Belanja Modal SebeRp.166.396.000
B.5 Belanja Modal
Realisasi Belanja Modal per 30 Juni 2016 dan 30 Juni 2015 adalah masing- masing sebesar Rp. 166.396.000,- dan Rp. 124.945.000,- Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Realisasi belanja modal pada TA 2016 mengalami kenaikan sebesar 33,18 % dibanding TA 2015 disebabkan oleh sebagian besar kebutuhan belum terpenuhi sehingga mengakibatkan belanja modal di tahun 2016 naik.
Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan 2015 URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A.
2016
REALISASI T.A.
2015 Naik (Turun) %
Belanja Modal Tanah 0 0 0,00
Belanja Modal Peralatan dan Mesin 61.684.000 40.000.000 54,21
Belanja Modal Gedung dan Bangunan 104.712.000 84.945.000 23,27
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan 0 0 0,00
Belanja Modal Lainnya 0 0 0,00
Jumlah Belanja Kotor 166.396.000 124.945.000 33,18
Pengembalian 0 0 0,00
Jumlah Belanja 166.396.000 124.945.000 33,18
- 27 -
Belanja Modal Tanah Rp. 0
Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp. 61.684.000
B.5.1. Belanja Modal Tanah
Realisasi Belanja Modal Tanah TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-masing sebesar Rp. 0,-. dan Rp. 0,-.
Pada tahun 2016 dan tahun 2015 tidak ada pembelian tanah
B.6 Belanja Modal Peralatan dan Mesin
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin untuk periode 30 Juni 2016 dan 30 Juni 2015 adalah masing-masing Rp. 61.684.000,- dan Rp. 40.000.000,-
Realisasi Belanja Modal 30 Juni 2016 mengalami kenaikan sebesar 54,27 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan antara lain ada penambahan Pembelian Peralatan dan Mesin dan fasilitas pendukungnya.
Perbandingan Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin 30 Juni 2016 dan 2015 URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A. 2016 REALISASI T.A. 2015 Naik
(Turun) %
Belanja Modal Pengadaan Rak 1.500.000 0,00
Belanja Modal Pengadaan Sounsystem 27.434.000 0 0,00
Belanja Pengadaan Lemari 0 40.000.000 0,00
Belanja Pengadaan Kursi 14.850.000 0,00
Belanja Modal Pengadaan AC 14.550.000 0,00
Belanja Pengadaan Mesin Pemotong Rumput 2.500.000 0,00
Belanja Modal Pengadaan Tangga Stenlis 850.000 0,00
Jumlah Belanja Kotor 61.684.000 40.000.000 54,21
Pengembalian Belanja Modal 0 0 0,00
Jumlah Belanja Bersih 61.684.000 40.000.000 54,21
Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp.104.712.000
B.7 Belanja Modal Gedung dan Bangunan
Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan untuk TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-masing sebesar Rp. 104.712.000,- dan Rp. 84.945.000,-,-
Realisasi Belanja Modal 30 Juni 2016 mengalami kenaikan sebesar 23,27 persen dibanding realisasi belanja modal gedung dan bangunan TA 201 5. Hal ini disebabkan ada pengembangan gedung dan bangunan yang lebih besar.
- 28 -
Perbandingan Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan 30 Juni 2016 dan 2015
URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A. 2016 REALISASI T.A. 2015 Naik (Turun) %
Belanja Modal Pengadaan Logo Kantor 0 20.000.000 0,00
Belanja Modal Pemasangan Kaca Reflektif 0 24.945.000 0,00
Belanja Modal Pemasangan Paving Blok 0 40.000.000 0,00
Belanja Modal Penambahan Daya Listrik 16.912.000 0 0,00
Belanja Modal Pemasangan Listrik Rmh Dinas 7.500.000 0 0,00
Belanja Modal Pembuatan Sumur Bor RD 30.000.000 0 0,00
Belanja Modal Pembuatan Tempat Parkir 50.300.000 0 0,00
Jumlah Belanja Kotor 104.712.000 84.945.000 23,27
Pengembalian Belanja Modal 0 0 0,00
Jumlah Belanja Bersih 104.712.000 84.945.000 100,00
- 29 - C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp.30.000.000
Belanja Dibayar di Muka Rp. 10.535.022,-
Persediaan Rp.2.312.900,-
C.1. Kas di Bendahara Pengeluaran
Nilai Uang di Kas Bendahara Pengeluaran per 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebesar Rp. 30.000.000 dan Rp.0. Uang di kas bendahara pengeluaran per 30 Juni 2016 terdiri dari Kuitansi Rp.30.000.000,-
Rincian Uang di Kas Bendahara Pengeluaran adalah sebagai berik ut :
No. Jenis 30-Jun-16 31 Des. 2015
1 Rekening Bank Rp 30.000.000 Rp - 2 Uang Tunai Rp - Rp - 3 Kuitansi Rp - Rp -
C.2. Beban Dibayar di Muka
Saldo Beban Dibayar di Muka per 30 Juni 2016 dan 2015 masing masing adalah sebesar Rp.10.535.022,- dan Rp. 10.535.022,- Beban dibayar di muka merupakan hak yang masih harus diterima setelah tanggal neraca sebagai akibat dari barang/jasa telah dibayarkan secara penuh namun barang atau jasa belum diterima seluruhnya. Rincian Belanja Dibayar di Muka adalah sebagai berikut :
Rincian Belanja Dibayar di Muka
No. Jenis TH.2016 TH 2015
1 Sewa Baliho SE2016 Rp 9.000.000 Rp 9.000.000 2 Tagihan Telepon Rp 1.487.402 Rp 1.487.402 Jumlah Rp 10.487.402 Rp 10.487.402 Beban dibayar dimuka senilai Rp. 10.535.022 telah selesai di awal tahun namun nilai tersebut belum dilakukan jurnal sehingga nilai tersebut masih terbawa sampai dengan Semester I Tahun 2016
C.3. Persediaan
Nilai Persediaan per 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebesar Rp. 2.312.900,-. dan Rp. 22.712.500,-.