• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kompetensi Inti. KI-3 (Pengetahuan) KI-4 (Keterampilan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "A. Kompetensi Inti. KI-3 (Pengetahuan) KI-4 (Keterampilan)"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROVINSI GORONTALO

SMK NEGERI 4 GORONTALO

Jln. Madura Kel. Pulubala Kec. Dumbo Raya Kota Gorontalo

Website : www.smkn4gorontalo.sch.id | Email : [email protected]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMK Negeri 4 Gorontalo

Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas/Semester : XI / I

Materi Pokok : Melakukan Evaluasi dan Mengkonfigurasi VLAN Alokasi Waktu : 6 JP (270 menit)

A. Kompetensi Inti KI-3

(Pengetahuan)

: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Jaringan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional

KI-4

(Keterampilan)

: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Komputer dan Jaringan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

(3)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Mengevaluasi VLAN pada

jaringan

3.1.1 Mengevaluasi konsep implementasi VLAN

3.1.2 Mengevaluasi Langkah-langkah cara konfigurasi VLAN

3.1.3 Melakukan perhitungan ip address yang akan digunakan pada jaringan 3.1.4 Merancang dan mengkonsepkan

desain topologi jaringan komputer

4.1 Mengkonfigurasi VLAN pada Jaringan

4.1.1 Melakukan konfigurasi VLAN 4.1.2 Menguji hasil konfigurasi VLAN 4.1.3 Membuat laporan konfigurasi VLAN

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan menggunakan pendekatan STEM, peserta didik secara aktif, kreatif, kritis dan kolaboratif dapat :

1. Pengetahuan:

a. Produk

1) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik dapat Merancang konsep dasar implementasi VLAN pada Jaringan sesuai dengan konsep dan SOP jaringan Komputer

2) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu Merekonstruksi konsep dan cara kerja layanan VLAN pada Jaringan dengan sesuai dengan konsep dan desain topologi Jaringan Komputer

3) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu Merangkai implementasi konfigurasi VLAN dengan melakukan ujicoba hasil konfigurasi Jaringan Komputer

b. Proses

Peserta didik dapat Mengoperasikan langkah konfigurasi VLAN (Virtual Local Area Network) sesuai dengan topologi pada Jaringan Komputer

(4)

2. Keterampilan:

Dengan menggunakan komputer peserta didik dapat mengevaluasi dan mengimplementasikan konfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

D. Kompetensi Dasar

3.1 Mengevaluasi VLAN pada Jaringan Komputer 4.1 Mengkonfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

E. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 1. Pengetahuan

a. Produk

3.7.1. Menelaah dan menganalisis pemanfaatan teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) didalam jaringan Komputer

3.7.2. Mengevaluasi dan memproyeksikan Konsep dan cara kerja VLAN

3.7.3. Memvalidasi dan mengevaluasi Langkah dan proses kerja layanan VLAN pada Jaringan Komputer

b. Proses

3.7.4. Menelaah dan mengevaluasi Langkah-langkah penggunaan dan pemanfaatan layanan konfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

2. Keterampilan

• Menelaah alur dan Langkah-langkah mendesain topologi jaringan VLAN

• Mengevaluasi proses konfigurasi VLAN pada topologi Jaringan Komputer

• Melakukan Validasi Konfigurasi VLAN pada topologi Jaringan Komputer

• Memproyeksikan hasil konfigurasi Jaringan yang mengimplementasikan VLAN

F. Materi Pembelajaran:

• Implementasi konfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

• Konfigurasi VLAN pada jaringan Komputer

(5)

G. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran:

Pendekatan : STEM, Saintifik

Model : Project Based Learning menurut Goodman & Stivers

(pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok)

Metode : Ceramah, Diskusi, Praktikum Konfigurasi

Sains

1. Faktual : membangun sebuah jaringan komputer

2. Konseptual : topologi jaringan pada konfigurasi jaringan komputer

3. Prosedural : SOP mendesain topologi, dan membangun jaringan LAN

4. Metakognitif : Membuat topologi jaringan komputer

Teknologi

1. Penggunaan Perangkat Komputer untuk membangun jaringan

2. Penggunaan perangkat lunak network simulator

Enjiniring

1. Memilih desain topologi jaringan sesuai kebutuhan

2. Merancang dan mengkonsepkan desain topologi jaringan

3. Melakukan Proses konfigurasi dan konektifitas antara computer/laptop dengan terminal switch

4. Melakukan Proses konfigurasi dan desain topologi jaringan

5. Melakukan Proses ujicoba konektifitas jaringan dari jaringan yang telah dibangun berdasarkan topologi

Matematika

1. Menghitung kebutuhan ip address pada jaringan

2. Menghitung dan analisis kebutuhan penggunaan komponen jaringan 3. Menghitung dan analisis penggunaan

subnetmask ip address sesuai kebutuhan

(6)

H. Media,Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

• Media

1. Ricky Firmansyah, ST. MM, Buku Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI - 2. Tutorial Konfigurasi : Konsep dan Konfigurasi Dasar VLAN

(https://walidumar.my.id/?p=402)

3. Video Tutorial - Belajar Konfigurasi VLAN | INTERVLAN | INTERVLAN ROUTING | DHCP SERVER ON VLAN (https://youtu.be/MQzJ9BTCy5o)

4. Video Tutorial - Konsep & Konfigurasi Dasar VLAN (Virtual LAN) - by Walid Umar (https://youtu.be/fuTxgCiNon4)

• Alat / Bahan 1. Komputer / Laptop 2. Infocus LCD

3. Perangkat Lunak Network Simulator (Cisco Packet Tracer) https://www.nesabamedia.com/download-cisco-packet-tracer

• Sumber Belajar

1. Walid Umar, 2020. Switch | Peran Switch Pada Jaringan Komputer (https://walidumar.my.id/?p=365)

2. Walid Umar, 2020. Konsep dan Konfigurasi Dasar VLAN (https://walidumar.my.id/?p=402)

3. Walid Umar, 2021, Modul Ajar PPG TKI : Switching dan Routing https://s.id/modul_routing-dan-vlan

4. Konsep & Konfigurasi Dasar VLAN (Virtual LAN) - by Walid Umar (https://youtu.be/fuTxgCiNon4)

(7)

I. Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Alokasi

Waktu Orientasi

1. Guru mengkondisikan peserta didik secara psikis dan fisik

untuk siap belajar diawali dengan berdoa bersama yang Religius dipimpin oleh salah seorang peserta didik/ketua kelas

2. Menanyakan kepada peserta didik untuk kesiapan dan kenyamanan untuk belajar

3. Peserta didik aktif memberikan informasi keadaan kelas dan kehadiran peserta didik ketika guru mengabsen

4. Guru Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik secara tentang informasi kontekstual dengan manfaat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

5. Mereview kembali materi pembelajaran sebelumnya yang berkaitan dengan Komputer & Jaringan Dasar di kelas X 6. Menyampaikan kompetensi dasar dan menjelaskan tujuan

pembelajaran Apersepsi

7. Guru Menayangkan tentang konsep dasar, cara kerja dan jenis-jenis jaringan computer kepada pesrta didik :

8. Peserta didik menerima tanya jawab terkait teknologi jaringan computer, dan implementasi teknologi VLAN

9. Peserta didik menerima, menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan pembelajaran memberikan

orientasi terhadap materi yang akan dipelajari dan project konfigurasi yang dapat dikerjakan

15 menit

(8)

2. Kegiatan Inti

Kegiatan Alokasi

Waktu Penentuan Project

10. Peserta didik diminta untuk merekonstruksi desain topologi jaringan untuk kantor yang terdiri dari beberapa network LAN pada sebuah perusahaan Multinasional yang berbeda pada sebuah gedung yang memiliki 5 lantai, pada masing-masing lantai terdiri dari 25 buah PC dan terdiri dari 5 divisi, buatlah analisis dan desain topologi yang mengimplementasikan VLAN

11. Peserta didik dan guru mengamati dan mengevaluasi sebuah topologi jaringan komputer pada beberapa perusahaan yang mengcover jaringan LAN dari perusahaan pusat dan cabang dan terbagi menjadi beberapa level pengguna

12. Peserta didik diminta untuk mengemukakan pendapat dan menganalisis topologi jaringan LAN yang memiliki jumlah pengguna (host) yang cukup banyak dan terbagi menjadi beberapa level

13. Peserta didik menganalisis dan menguraikan beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan jaringan komputer pada perusahaan tersebut dengan menerapkan konsep VLAN

14. Guru menyampaikan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan didalam melakukan implementasi konfigurasi LAN pada perusahaan tersebut, dengan memperhatikan berbagai aspek seperti : performance, capacity, fleksibel, reliable & secure

15. Peserta didik berdiskusi dan mengevaluasi topologi konfigurasi LAN, dan mengevaluasi potensi kelemahan dalam jaringan tersebut.

30 menit

Mendesain Perencanaan Produk

16. Peserta didik mencari informasi dari beberapa sumber di internet tentang implementasi konfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

17. Peserta didik menyusun rencana dan prosedur implementasi konfigurasi VLAN pada Jaringan

18. Peserta didik diberikan kebebasan untuk mendesain dan mengkelompokkan kembali jaringan computer menggunakan konsep konfigurasi VLAN

19. Peserta didik mengerjakan Lembar kerja peserta didik melalui layanan LMS 20. Peserta didik melakukan analisis kebutuhan perancangan jaringan dengan

konsep VLAN seperti :

• Jenis Interface Jaringan yang digunakan untuk layanan access dan trunking port

• Media Transmisi jaringan / versi switch yang akan digunakan

• Mengkategorikan dan Menyusun VLAN ID sesuai dengan level pengguna pada table VLAN

• Mengkategorikan dan mengevaluasi penggunaan IP Address sesuai dengan jumlah host yang akan digunakan pada table IP Address.

21. Peserta didik berdiskusi dengan peserta didik lainnya terkait dengan kebutuhan yang perlu dipersiapkan.

22. Guru memantau dan memastikan data table yang telah disusun seperti jenis perangkat switch manageable yang akan digunakan, media transmisi yang akan digunakan, topologi, tabel VLAN, tabel IP Address dan Port Label

30 menit

(9)

Menyusun Jadwal Pembuatan Project

23. Peserta didik dan guru menyepakati rentang waktu yang dibutuhkan dalam proses implementasi konfigurasi VLAN pada jaringan komputer.

24. Peserta didik menyusun jadwal proses pengerjaan project konfigurasi VLAN yang berpedoman pada rentang waktu yang telah ditentukkan. Menyusun jadwal berdasarkan timeline yang akan membantu dalam penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu dengan penuh tanggung jawab

25. Guru memantau dan memberikan arahan kepada

peserta didik mengalami kesulitan dalam melakukan proses konfigurasi layanan VLAN

40 menit

Penyelesaian Project

26. Peserta melakukan konfigurasi VLAN pada topologi jaringan yang telah ditentukkan sebelumnya terkait VLAN ID dan IP Address menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer

27. Guru memantau keaktifan, kerjasama dan tanggungjawab peserta didik selama melaksanakan pengerjaan proyek 28. Peserta didik mendokumentasikan setiap tahapan dan

Aktifitas konfigurasi dan mencatat setiap kendala dan permasalahan yang ditemukan selama pengerjaan

29. Guru mendemonstrasikan sampel implementasi konfigurasi VLAN pada sebuah instansi melalui video Youtube https://youtu.be/jLmqfXw79Lc

30. Peserta didik mendiskusikan permasalahan yang ditemui dan menyelesaikan permasalahan konfigurasi menggunakan referensi bahan ajar di internet dan tutorial konfigurasi yang telah didemonstrasikan oleh guru.

31. Guru melakukan monitoring realisasi perkembangan pengerjaan project konfigurasi VLAN pada jaringan dan melakukan proses penilaian progress dari konfigurasi yang telah dilakukan.

32. Peserta didik mengakses beberapa link tutorial berikut yang bisa digunakan sebagai panduan penyelesaian project konfigurasi VLAN.

https://youtu.be/jLmqfXw79Lc

https://youtu.be/taXtvnEWLwM

https://youtu.be/CrRBv9PFceE

60 menit

Penyusunan Laporan Konfigurasi, Presentasi dan Publikasi

32. Peserta didik berdiskusi bersama guru membahas konfigurasi VLAN pada jaringan yang telah dilakukan.

33. Peserta didik memaparkan laporan hasil konfigurasi VLAN yang telah dilakukan

34. Peserta didik dikelompok lain memberikan tanggapan, pendapat dan masukan dalam proses desain topologi dan penyelesaian konfigurasi VLAN

35. Peserta didik menyampaikan laporan hasil konfigurasi VLAN melalui layanan LMS Sekolah (https://lms.smkn4gorontalo.sch.id)

50 menit

Evaluasi Proses dan Hasil Project

36. Peserta didik diminta untuk mengevaluasi konfigurasi VLAN sesuai dengan prinsip konfigurasi jaringan yang dikemukakan diawal pertemuan dengan penuh rasa percaya diri

37. Guru membimbing proses pemaparan konfigurasi dan memberikan tanggapan

30 menit

(10)

38. Peserta didik mempublikasikan proses dan hasil konfigurasi VLAN yang telah dilakukan melalui blog pribadi pada LMS Sekolah, dan mengupload video dokumentasi konfigurasi Melalui Youtube.

39. Peserta didik Bersama dengan guru menyimpulkan dan merefleksikan hasil dari konfigurasi jaringan yang mengimplementasi konsep VLAN

40. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan kesimpulan dari hasil konfigurasi jaringan VLAN yang telah dilakukan

3. Kegiatan Penutup

Kegiatan Alokasi

Waktu 41. Peserta didik mengerjakan evaluasi secara mandiri yang dikirim melalui LMS

Sekolah

42. Peserta didik bersama dengan guru melakukan refleksi kesimpulan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan:

• Apa yang dipelajari hari ini?

• Apa yang paling disukai dari pembelajaran ini?

• Apa yang belum dipahami dari kegiatan pembuatan brosur ini?

43. Peserta didik melakukan analisis kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran 44. Peserta didik memberikan kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan 45. Guru memberikan penguatan tentang materi

46. Guru menutup pembelajaran.

15 menit

J. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan 1. Teknik penilaian

a. Sikap Prilaku Karakter : Format Penilaian Sikap b. Sikap Sosial : Format Penilaian Sikap a. Produk : Ujian Tulis

b. Proses : Format Assessmen Kinerja Proses c. Keterampilan : Format Assessmen Kinerja Keterampilan

2. Instrumen penilaian

a. Lembar Penilaian 1 : Sikap Prilaku Karakter b. Lembar Penilaian 2 : Sikap Sosial

c. Lembar Penilaian 3 : Produk dilengkapi kunci LP3 d. Lembar Penilaian 4 : Asesmen Kinerja Proses e. Lembar Penilaian 5 : Asesmen Kinerja Keterampilan

(11)

3. Rencana Tindak Lanjut

Pembelajaran Remedial dan Pengayaan, Setelah melakukan penilaian dan refleksi diakhir kegiatan pembelajaran, bagi peserta didik dengan Nilai :

Remedial

1) Remedial pengetahuan

a. Nilai bawah angka Kentutasan minimal (sesuai degree dari tujuan) diberikan tugas remedial, misalnya mengulang menjawab soal yang belum betul (bisa dikerjakan diluar jam pelajaran)

b. Nilai atas angka Ketuntasan minimal (sesuai degree dari tujuan) diberikan tugas pengayaan, misalnya dengan memberikan tugas tambahan yang sepadan

2) Remedial Keterampilan

Pelaksanaan kegiatan remedial untuk keterampilan , disesuaikan dengan jenis dan tingkat kesulitan yang dialami peserta didik.

a. Pemberian bimbingan secara individu

Bimbingan individu diberikan apabila peserta didik mengalami kesulitan yang berbedabeda , sehingga memerlukan bimbingan secara individual , bimbingan diberikan sesuai dengan kesulitan yang dialami oleh peserta didik

b. Pemberian bimbingan secara kelompok

Bimbingan secara kelompok diberikan apabila dalam pembelajaran peserta didik

mengalami kesulitan yang sama

c. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda Pemberian pembelajaran ulang dilakukan apabila peserta didik mengalami kesulitan.

Pembelajaran ulang bisa dilakukan dengan dengan cara menyederhanakan materi,variasi cara penyajian dan penyederhanaan pertanyaan.

d. Pemanfaatan tutor sebaya yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok.

(12)

Pengayaan

Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui KKM yang telah ditentukan. Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik. Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari

I. Lampiran

1. Materi pembelajaran

Tuliskan materi sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi a. Penggalan Materi 1

Materi pembelajaran untuk IPK Pengetahuan (Produk) berisikan pengetahuan Faktual dan Konseptual (menjelaskan dan menganalisis)

b. Penggalan Materi 2

Materi pembelajaran untuk IPK Pengetahuan (Proses) berisikan pengetahuan prosedural

(Langkah-langkah,prosedur) c. Penggalan Materi 3

Materi kegiatan keterampilan (membuat sesuai dengan penggalan materi 2)

2. Rubrik penilaian

a. Rubrik penilaian mencakup Indikator, Lembar Penilaian (LP) dan butir soal, Kunci LP dan jawaban butir soal

b. Rincian Soal untuk masing-masing LP dilengkapi dengan kunci jawaban

Mengetahui Gorontalo, April 2022

Kepala Sekolah, Guru,

Risman A. Husain, S.Pd, M.Si Walid Umar, S.SI NIP. 19690430 199403 1 006

(13)
(14)

Bagian 1 | Pendahuluan a. Deskripsi Modul Ajar

Pada Modul Materi Ajar ini akan diuraikan materi teori dan praktikum sesuai dengan KB2.

Switching (VLAN) dan Routing (Static & Dynamic), pada modul ini akan dijelaskan secara terperinci tentang cara kerja dan konsep dari sebuah protocol layanan jaringan dan cara untuk membangun sebuah jaringan WAN dengan teknologi routing protocol dan switching dengan pendekatan Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis Masalah) yang sudah disesuaikan dengan studi kasus pada kondisi nyata.

Proses pembelajaran akan menggunakan teknologi dari vendor jaringan terkenal seperti Cisco, yang tentunya banyak digunakan di Industri berbasis TI. Sehingga diharapkan buku / bahan ajar ini menjadi sebuah acuan / rujukan dalam proses pembelajaran switching dan routing berbasis problem based learning, buku ini akan membahas banyak studi kasus yang sesuai dengan pengalaman penulis didalam kondisi real dilapangan.

Penulis berharap buku / bahan ajar ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya khusunya peserta didik, rekan guru dan praktisi dibidang Jaringan Komputer, dan jika terdapat kesalahan / kekeliruan didalam pembahasan, penulisan ataupun penjelasan diharapkan bisa memberikan masukkan yang bersifat membangun untuk buku / bahan ajar ini.

Penulis

Walid Umar

(15)

b. Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran pada Modul Bahan Ajar tentang Switching dan Routing ini adalah sebagai berikut :

• Peserta didik dapat Menganalisis tentang konsep Switching dan Routing

• Peserta didik dapat menerapkan dan mengimplementasikan konsep switching dan routing pada proses konfigurasi jaringan

• Mengevaluasi alur dan proses konfigurasi switching dan routing

• Menyelesaikan permasalahan yang terjadi didalam sebuah jaringan yang menerapkan Switching (VLAN) dan Routing

• Menganalisa alur/Langkah troubleshooting terhadap masalah routing dan switching yang telah diselesaikan

• Mengevaluasi proses berjalannya sebuah konfigurasi switching dan routing pada topologi jaringan

• Peserta didik dapat menganalisis adanya permasalahan (anomaly) yang terjadi didalam sebuah jaringan yang mengimplementasikan teknologi switching dan routing.

c. Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini diharapkan capaian pembelajaran siswa baik dari segi teori atau praktikum diharapkan dapat :

• Mendesain sebuah topologi jaringan skala besar yang mengimplementasikan teknologi switching dan routing

• Menganalisis dan mengevaluasi sebuah permasalahan pada jaringan yang mengimplementasikan teknologi switching dan routing

• Menyelesaikan permasalahan jaringan yang terjadi pada konfigurasi switching dan

routing

(16)

Bagian 2 | Uraian Materi 1 : Switching & VLAN

a. Konsep Dasar Switching

Switching adalah sebuah proses yang berjalan diatas sebuah perangkat switch, yang berfungsi untuk membagi dan menghubungkan beberapa end device (pc/laptop/router/dll) kedalam sebuah segmen network.

Gambar 1. Topologi Jaringan yang menggunakan Switch didalam komunikasi

Secara umum switch dapat dikategorikan kedalam dua jenis/tipe sesuai dengan kegunaan dan fungsinya yaitu : Switch Managable (Smart Switch) dan Switch Unmanagable.

Gambar 2. Switch Manage & Unmanage

(17)

Pada prosesnya switching beroperasi pada Layer OSI ke 2 yaitu Data Link.

Gambar 3. 7 Layer OSI Model “Layer 2 Switch Beroperasi”

Jika berbicara Layer 2, itu berarti kita sedang berbicara tentang Data Link. Format data yang berjalan pada data link itu berformat Frame, tugas utama switch didalam proses forward paket frame dari end device satu ke yang lain menjadi salah satu factor utama yang menjadi switch layer 2 menjadi lebih efisien, karena switch sama sekali tidak melakukan modifikasi packet frame yang lewat, melainkan hanya membaca frame yang berisikan informasi tentang source mac address, dan meneruskan (forwarding) packet frame tersebut ke interface yang sesuai.

Switch menggunakan integrated circuit (IC) yang dinamakan ASICs (Application Specific Integration Circuit) yang bertugas untuk membangun dan me-maintain tabel MAC address Sekali lagi, switch berbeda dengan hub. Switch memecah collision domain, sedangkan hub tidak. Setiap port, setiap interface, setiap koneksi memiliki bandwidth mereka sendiri, collision domain sendiri.

Berikut adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh switch dibandingkan perangkat yang

memiliki fungsi yang sama lainnya seperti bridge :

(18)

• Switch bisa memiliki banyak port.

• Buffer yang dimiliki switch jauh lebih besar dibanding bridge.

• Semua port di bridge sama speednya, sedangkan switch bisa beragam seperti FastEthernet atau GigabitEthernet.

• Kinerja jauh lebih cepat switch,

Secara umum, switching mode ada 3 jenis. Bisa juga disebut internal processing : 1. Store-and-forward : Menyimpan dan memforward packet jika framenya sesuai

2. Cut-through : Langsung melakukan pembacaan destination mac address dari frame yang masuk dan selanjutnya melakukan forward frame sesuai dengan tujuannya

3. Fragment-free : bekerja seperti Cut-through, namun perbedaannya masih menunggu data frame yang masuk dan disimpan sebelum diteruskan ke mac address tujuan

Sebelum switch memutuskan kearah mana frame tersebut akan dilempar (baca: forward), dia harus memiliki database terlebih dahulu. Data ini dimuat dalam sebuah tabel, selanjutnya akan disebut dengan Mac Address Table.

Ada 3 fungsi utama switch

1. Learning Address : pada proses ini switch akan mencatat (store) perangkat yang terhubung, informasi yang dicatat adalah mac address dan portnya kedalam tabel mac address

2. Forward/Filter Decision : pada proses ini switch akan memberikan keputusan (decision) terhadap sebuah frame akan diforward atau difilter, jika sebuah PC melakukan broadcasting frame ke seluruh port, maka kita bisa menentukkan port yang bisa menerima dan bisa menolak sebuah frame paket tersebut.

3. Loop Avoidance : pada proses ini switch dapat mencegah terjadinya looping didalam sebuah jaringan, dengan memblokir paket yang masuk dari satu port atau beberapa port, sehingga looping tidak terjadi

Switch#sh mac address-table

Vlan Mac Address Type Ports ---- --- --- --- 1 0005.dccb.d74b DYNAMIC Fa0/1 1 000a.f467.9e80 DYNAMIC Fa0/3 1 000a.f467.9e8b DYNAMIC Fa0/4 1 000a.f467.9e8c DYNAMIC Fa0/3 1 0010.7b7f.c2b0 DYNAMIC Fa0/3 1 0030.80dc.460b DYNAMIC Fa0/3 1 0030.9492.a5dd DYNAMIC Fa0/1 1 00d0.58ad.05f4 DYNAMIC Fa0/1

(19)

Secara umum Switch Managable terbagi kedalam dua jenis yaitu :

• Switch Layer 2 “Dua”

Yang beroperasi data link layer ada pada lapisan model OSI dimana switch dapat meneruskan paket dengan melihat MAC address tujuan, switch juga dapat melakukan fungsi bridge antara segmen-segmen LAN “Local Area Network” sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang ditujunya tanpa mengetahui protokol jaringan yang dipakai.

• Switch Layer 3 “Tiga”

Berada pada Network layer yang ada pada lapisan model OSI dimana switch dapat meneruskan paket data menggunakan IP address. Switch layer 3 “tiga” sering disebut dengan switch routing ataupun switch multilayer.

Switch Layer 2 dan Switch Layer 3 memiliki bentuk fisik yang hampir sama, sehingga dari segi fisik kita hampir tidak bisa membedakan antara keduanya. Perbedaan yang mendasar terletak pada bagian Cisco IOS yang digunakan, IOS pada Switch Layer 3 mendukung teknologi routing dan switching yang beroperasi di layer 2 dan 3

b. Konsep Dasar VLAN

Sebelum memahami Virtual LAN, suatu pengertian khusus mengenai definisi suatu LAN diperlukan. Sebuah LAN meliputi semua piranti jaringan yang berada pada satu broadcast domain. Suatu broadcast domain meliputi sekelompok piranti jaringan yang terhubung dalam suatu jaringan LAN yang bisa mengirim frame broadcast, dan semua piranti lainnya dalam satu segmen LAN yang sama akan menerima salinan frame broadcast tersebut. jadi bisa dikatakan bahwa suatu jaringan LAN dan suatu broadcast domain pada prinsipnya adalah hal yang sama.

Gambar 4. Switch Layer 3 (kiri) – Switch Layer 2 (kanan)

(20)

Tanpa VLAN, sebuah Switch akan memperlakukan semua interface pada Switch tersebut berada pada broadcast domain yang sama – dengan kata lain, semua piranti yang terhubung ke Switch berada dalam satu jaringan LAN. Dengan adanya VLAN, sebuah switch bisa mengelompokkan satu atau beberapa interface (baca port) berada pada suatu VLAN sementara interface lainnya berada pada VLAN lainnya. Jadi pada dasarnya, Switch membentuk beberapa broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh Switch ini disebut virtual LAN.

Satu atau beberapa switch manageable dapat membentuk suatu virtual LAN yang disebut sebuah broadcast domain. Sebuah Virtual LAN dibuat dengan memasukkan beberapa interface (port) kedalam suatu VLAN dan beberapa port lainnya berada pada VLAN lain.

VLAN atau dikenal dengan 802.1Q mengidentifikasi broadcast domain dengan symbol angka atau dikenal dengan istilah VLAN ID yang mencakup range 1 – 4094. Secara default seluruh device yang terkoneksi dengan switch managable terkoneksi dengan VLAN 1 sebagai VLAN Default.

Gambar 5. Topologi Jaringan LAN

(21)

Gambar 6 : VLAN Default

Jadi, daripada semua port dari sebuah Switch membentuk satu broadcast domain tunggal, sebuah Switch bisa memecah menjadi beberapa VLAN tergantung kebutuhan dan konfigurasi.

Untuk membantu memahami apa itu VLAN, dua gambar dibawah bisa digunakan untuk memahaminya.

Gambar 7 : Implementasi VLAN pada 1 Switch Managable

(22)

Gambar 8 : Implementasi Switch pada 2 Switch Managable

Pada gambar pertama ini dua buah Switch membentuk dua broadcast domain berbeda, masing-asing Switch membentuk dua broadcast domain. Dimana terdapat dua buah vlan dimasing-masing switch. Pengguna yang bisa berkomunikasi sesuai topologi diatas adalah hanya pengguna yang hanya berada pada 1 broadcast domain yang sama / vlan id yang sama.

Jadi meskipun pengguna tersebut berada pada 1 fisik switch yang sama, tidak bisa saling berkomunikasi karena berbeda broadcast domain / VLAN ID

Sesuai gambar diatas, Terdapat dua jenis interface yang terkoneksi antara switch, dikenal dengan istilah Trunking port, sedangkan port VLAN yang terhubung ke pengguna dikenal dengan access port. Beberapa vendor hardware jaringan yang mengimplementasikan VLAN menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk access port dan trunking port. Pada perangkat mikrotik menggunakan istilah Tagged Port (Trunking Port) dan Untagged Port (Access Port), perbedaan hanya terletak pada penggunaan nama, namun memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, sesuai standar dot1q / 802.1q.

c. Fungsi & Fitur VLAN

Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:

• Security : keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secarfa logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.

• Cost reduction : penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang

mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang

tersedia.

(23)

• Higher performance : pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.

• Broadcast storm mitigation : pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm.

Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.

• Improved IT staff efficiency : VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.

• Simpler project or application management : VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.

d. Jenis & Tipe VLAN

Berdasarkan perbedaan pemberian membership VLAN terbagi menjadi lima, yaitu :

• Port based : Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk (VTP).

• MAC based : Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address. Tiap switch memiliki tabel MAC Address tiap computer beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada.

• Protocol based : Karena VLAN bekerja pada layer 2 (OSI) maka penggunaan protokol (IP dan IP Extended) sebagai dasar VLAN dapat dilakukan.

• IP Subnet Address based : Selaij bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN.

• Authentication based : Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di

dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer

menggunakan protokol 802.1x.

(24)

e. Konfigurasi Dasar VLAN

Studi kasus yang akan diimplementasikan pada modul ajar untuk implementasi konfigurasi VLAN akan menggunakan perangkat network simulator Cisco Packet Tracer, Cisco Packet Tracer bisa didownload secara resmi di website resmi Cisco Network Academy.

1. Studi Kasus 1 : Konfigurasi VLAN Beginner (Cisco)

Pada Topologi berikut, administrator jaringan hanya perlu melakukan konfigurasi pada 1 Switch (uraian tahapan konfigurasi terlampir dibawah), dan melakukan konfigurasi IP Address static (manual) pada masing-masing PC (end device).

Gambar 9. Topologi Konfigurasi VLAN Beginner

Switch>enable

Switch#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname Switching-Basic Switching-Basic(config)#do show vlan

(25)

Switching-Basic(config)#vlan 100

Switching-Basic(config-vlan)#name kelompok_A Switching-Basic(config-vlan)#exit

Switching-Basic(config)#vlan 200

Switching-Basic(config-vlan)#name kelompok_B Switching-Basic(config-vlan)#exit

Switching-Basic(config)#do show vlan

Switching-Basic(config)#int range fa0/1-2

Switching-Basic(config-if-range)#switchport access vlan 100 Switching-Basic(config-if-range)#exit

Switching-Basic(config)#int range fa0/3-4

Switching-Basic(config-if-range)#switchport access vlan 200 Switching-Basic(config-if-range)#exit

Switching-Basic(config)#do show vlan

(26)

Setelah proses konfigurasi diatas dilakukan selanjutnya, admin jaringan hanya perlu melakukan konfigurasi ip address pada masing-masing PC secara manual, sesuai topologi konfigurasi diatas (uraian tahapan konfigurasi ip address dirincikan pada video tutorial dibawah).

Gambar 10. Konfigurasi IP Address di PC

Tahapan konfigurasi diatas dapat diimplementasi pada perangkat lunak network simulator atau bisa diimplementasikan pada perangkat Cisco secara real. Tutorial / tahapan konfigurasi dapat diakses melalui video berikut : https://youtu.be/jLmqfXw79Lc

2. Studi Kasus 2 : Konfigurasi VLAN Intermediate (Cisco)

Pada topologi jaringan berikut, terdapat dua buah switch yang mengimplementasikan 2 VLAN

yang sama yaitu VLAN 100 dan VLAN 200, untuk menghubungkan seluruh PC pada VLAN

yang sama, namun berbeda switch, admin jaringan hanya perlu mengaktifkan konfigurasi

Trunking Port pada kedua Switch Managable A dan B, sehingga kedua Jaringan VLAN 100

pada Switch A dan Switch B dapat saling terhubung, begitu juga dengan VLAN 200.

(27)

Gambar 10. Topologi Konfigurasi VLAN Intermediate

KONFIGURASI SWITCH A

Switch>enable

Switch#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname SWITCH_A SWITCH_A(config)#do show vlan

SWITCH_A(config)#vlan 100

SWITCH_A(config-vlan)#name kelompok_A SWITCH_A(config-vlan)#exit

SWITCH_A(config)#vlan 200

SWITCH_A(config-vlan)#name kelompok_B SWITCH_A(config-vlan)#exit

SWITCH_A(config)#do show vlan

(28)

SWITCH_A(config)#int range fa0/1-2

SWITCH_A(config-if-range)#switchport access vlan 100 SWITCH_A(config-if-range)#exit

SWITCH_A(config)#int range fa0/3-4

SWITCH_A(config-if-range)#switchport access vlan 200 SWITCH_A(config-if-range)#exit

SWITCH_A(config)#do show vlan

KONFIGURASI SWITCH B

Switch>enable

Switch#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname SWITCH_B SWITCH_B(config)#do show vlan

(29)

SWITCH_B(config)#vlan 100

SWITCH_B(config-vlan)#name kelompok_A SWITCH_B(config-vlan)#exit

SWITCH_B(config)#vlan 200

SWITCH_B(config-vlan)#name kelompok_B SWITCH_B(config-vlan)#exit

SWITCH_B(config)#do show vlan

SWITCH_B(config)#int range fa0/1-2

SWITCH_B(config-if-range)#switchport access vlan 100 SWITCH_B(config-if-range)#exit

SWITCH_B(config)#int range fa0/3-4

SWITCH_B(config-if-range)#switchport access vlan 200 SWITCH_B(config-if-range)#exit

SWITCH_B(config)#do show vlan

(30)

KONFIGURASI SWITCH A KONFIGURASI SWITCH B

SWITCH_A(config)#int fa0/24

SWITCH_A(config-if)#switchport mode trunk

SWITCH_B(config)#int fa0/24

SWITCH_B(config-if)#switchport mode trunk

Tahapan konfigurasi diatas dapat diimplementasi pada perangkat lunak network simulator atau bisa diimplementasikan pada perangkat Cisco secara real. Tutorial / tahapan konfigurasi dapat diakses melalui video berikut : https://youtu.be/taXtvnEWLwM

3. Studi Kasus 3 : Konfigurasi VLAN Advance (Cisco)

Pada topologi jaringan berikut, terdapat Switch Core, dan masing-masing lantai terdapat 1 buah router core dan switch core yang mendistribusikan 5 buah VLAN (10,20,30,40,50), proses implementasi konfigurasi dilakukan menggunakan teknologi trunking protocol VTP, dimana admin jaringan hanya perlu melakukan konfigurasi VLAN pada Switch Core dengan mode konfigurasi VTP Server.

Sedangkan untuk switch pada masing-masing lantai hanya perlu mengaktifkan fitur VTP Client. Maka secara otomatis seluruh konfigurasi VLAN pada switch core akan didistribusikan secara otomatis ke switch pada seluruh lantai.

Selanjutnya untuk router core, berfungsi untuk menghubungkan antara VLAN ID yang

berbeda, dan mendistribusikan ip address otomatis ke semua lantai, hal ini mempermudah

administrator, karena tidak perlu melakukan konfigurasi ip address secara manual pada

computer client di seluruh lantai.

(31)

Gambar 11. Topologi Konfigurasi VLAN Advance (Cisco)

Device Perangkat Host IP Address Gateway

Switch LAT 1 Direktur 192.168.10.0/28 (DHCP) 192.168.10.1 Staff 1 192.168.30.0/28 (DHCP) 192.168.30.1 Switch LAT 2 Manager 1 192.168.20.0/28 (DHCP) 192.168.20.1 Staff 2 192.168.30.0/28 192.168.30.1 SPV1 192.168.50.0/28 (DHCP) 192.168.50.1 Switch LAT 3 Guest 192.168.40.0/27 (DHCP) 192.168.40.1 SPV2 192.168.50.0/28 (DHCP) 192.168.50.1 Manager 2 192.168.20.0/28 (DHCP) 192.168.20.1 Router Core Gi0/0.10 192.168.10.1/28 as DHCP Server

Gi0/0.20 192.168.20.1/28 as DHCP Server

Gi0/0.30 192.168.30.1/28 as DHCP Server

Gi0/0.40 192.168.40.1/27 as DHCP Server

Gi0/0.50 192.168.50.1/27 as DHCP Server

(32)

Router Core

Router_core> enable

Router_core# configure terminal

Router_core(config)# interface GigabitEthernet0/0 Router_core(config)# no shutdown

Router_core(config)# exit

Router_core(config)# interface GigabitEthernet0/0.10 Router_core(config-subif)# encapsulation dot1Q 10

Router_core(config-subif)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.240 Router_core(config-subif)# exit

Router_core(config)# interface GigabitEthernet0/0.20 Router_core(config-subif)# encapsulation dot1Q 20

Router_core(config-subif)# ip address 192.168.20.1 255.255.255.240 Router_core(config-subif)# exit

Router_core(config)# interface GigabitEthernet0/0.30 Router_core(config-subif)# encapsulation dot1Q 30

Router_core(config-subif)# ip address 192.168.30.1 255.255.255.240 Router_core(config-subif)# exit

Router_core(config)# interface GigabitEthernet0/0.40 Router_core(config-subif)# encapsulation dot1Q 40

Router_core(config-subif)# ip address 192.168.40.1 255.255.255.224 Router_core(config-subif)# exit

Router_core(config)# interface GigabitEthernet0/0.50 Router_core(config-subif)# encapsulation dot1Q 50

Router_core(config-subif)# ip address 192.168.50.1 255.255.255.240 Router_core(config-subif)# exit

Router_core(config)# ip dhcp pool 10

Router_core(dhcp-config)# network 192.168.10.0 255.255.255.240 Router_core(dhcp-config)# default-router 192.168.10.1

(33)

Router_core(dhcp-config)# exit

Router_core(config)# ip dhcp pool 20

Router_core(dhcp-config)# network 192.168.20.0 255.255.255.240 Router_core(dhcp-config)# default-router 192.168.20.1

Router_core(dhcp-config)# exit

Router_core(config)# ip dhcp pool 30

Router_core(dhcp-config)# network 192.168.30.0 255.255.255.240 Router_core(dhcp-config)# default-router 192.168.30.1

Router_core(dhcp-config)# exit

Router_core(config)# ip dhcp pool 40

Router_core(dhcp-config)# network 192.168.40.0 255.255.255.224 Router_core(dhcp-config)# default-router 192.168.40.1

Router_core(dhcp-config)# exit

Router_core(config)# ip dhcp pool 50

Router_core(dhcp-config)# network 192.168.50.0 255.255.255.240 Router_core(dhcp-config)# default-router 192.168.50.1

Router_core(dhcp-config)# exit

Switch Core

Switch>en Switch#conf t

Switch(config)#hostname SWITCH_CORE SWITCH_CORE(config)#vlan 10

SWITCH_CORE(config-vlan)#name DIREKTUR

(34)

SWITCH_CORE(config-vlan)#exit SWITCH_CORE(config)#vlan 20

SWITCH_CORE(config-vlan)#name MANAGER SWITCH_CORE(config-vlan)#exit

SWITCH_CORE(config)#vlan 30

SWITCH_CORE(config-vlan)#name STAFF SWITCH_CORE(config-vlan)#exit SWITCH_CORE(config)#vlan 40

SWITCH_CORE(config-vlan)#name GUEST SWITCH_CORE(config-vlan)#exit SWITCH_CORE(config)#vlan 50 SWITCH_CORE(config-vlan)#name SPV SWITCH_CORE(config-vlan)#exit SWITCH_CORE(config)#vtp mode server Device mode already VTP SERVER.

SWITCH_CORE(config)#vtp domain tki

Changing VTP domain name from NULL to tki SWITCH_CORE(config)#vtp password tki

Setting device VLAN database password to tki SWITCH_CORE#configure terminal

SWITCH_CORE(config)#int gi0/1

SWITCH_CORE(config-if)#switchport mode trunk SWITCH_CORE(config-if)#exit

SWITCH_CORE(config)#int gi0/2

SWITCH_CORE(config-if)#switchport mode trunk SWITCH_CORE(config-if)#exit

Switch Lantai 1

Switch>

Switch>en Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname SWITCH_LAT1 SWITCH_LAT1(config)#vtp mode client Setting device to VTP CLIENT mode.

SWITCH_LAT1(config)#vtp domain tki

(35)

Domain name already set to tki.

SWITCH_LAT1(config)#vtp password tki

Setting device VLAN database password to tki SWITCH_LAT1(config)#int gi0/1

SWITCH_LAT1(config-if)#switchport mode trunk SWITCH_LAT1(config-if)#exit

SWITCH_LAT1(config)#int gi0/2

SWITCH_LAT1(config-if)#switchport mode trunk SWITCH_LAT1(config-if)#exit

SWITCH_LAT1(config)#int fa0/1

SWITCH_LAT1(config-if)#switchport access vlan 40 SWITCH_LAT1(config-if)#exit

SWITCH_LAT1(config)#int fa0/2

SWITCH_LAT1(config-if)#switchport access vlan 50 SWITCH_LAT1(config-if)#exit

SWITCH_LAT1(config)#int fa0/3

SWITCH_LAT1(config-if)#switchport access vlan 20 SWITCH_LAT1(config-if)#exit

Switch Lantai 2

Switch>

Switch>en Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname SWITCH_LAT2 SWITCH_LAT2(config)#vtp mode client Setting device to VTP CLIENT mode.

SWITCH_LAT2(config)#vtp domain tki Domain name already set to tki.

SWITCH_LAT2(config)#vtp password tki

Setting device VLAN database password to tki SWITCH_LAT2 (config)#int gi0/1

SWITCH_LAT2(config-if)#switchport mode trunk SWITCH_LAT2(config-if)#exit

(36)

SWITCH_LAT2(config)#int gi0/2

SWITCH_LAT2(config-if)#switchport mode trunk SWITCH_LAT2(config-if)#exit

SWITCH_LAT2(config)#int fa0/1

SWITCH_LAT2(config-if)#switchport access vlan 20 SWITCH_LAT2(config-if)#exit

SWITCH_LAT2(config)#int fa0/2

SWITCH_LAT2(config-if)#switchport access vlan 30 SWITCH_LAT2(config-if)#exit

SWITCH_LAT2(config)#int fa0/3

SWITCH_LAT2(config-if)#switchport access vlan 50 SWITCH_LAT2(config-if)#exit

Switch Lantai 3

Switch>

Switch>en Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname SWITCH_LAT3 Switch(config)#int gi0/1

Switch(config-if)#switchport mode trunk Switch(config-if)#exit

Switch(config)#vtp mode client Setting device to VTP CLIENT mode.

Switch(config)#vtp domain tki Domain name already set to tki.

Switch(config)#vtp password tki

Setting device VLAN database password to tki Switch(config)#int fa0/1

Switch(config-if)#switchport access vlan 10 Switch(config-if)#exit

Switch(config)#int fa0/2

Switch(config-if)#switchport access vlan 30 Switch(config-if)#exit

Tahapan konfigurasi diatas dapat diimplementasi pada perangkat lunak network

simulator atau bisa diimplementasikan pada perangkat Cisco secara real. Tutorial / tahapan

konfigurasi dapat diakses melalui video berikut : https://youtu.be/CrRBv9PFceE

(37)

Bagian 4 | Penutup

• Rangkuman

• Switching adalah sebuah proses yang berjalan diatas sebuah perangkat switch, yang berfungsi untuk membagi dan menghubungkan beberapa end device (pc/laptop/router/dll) kedalam sebuah segmen network.

• Switch menggunakan integrated circuit (IC) yang dinamakan ASICs (Application Specific Integration Circuit) yang bertugas untuk membangun dan me-maintain tabel MAC address Sekali lagi, switch berbeda dengan hub. Switch memecah collision domain, sedangkan hub tidak. Setiap port, setiap interface, setiap koneksi memiliki bandwidth mereka sendiri, collision domain sendiri.

• Store-and-forward : Menyimpan dan memforward packet jika framenya sesuai

• Cut-through : Langsung melakukan pembacaan destination mac address dari frame yang masuk dan selanjutnya melakukan forward frame sesuai dengan tujuannya

• Fragment-free : bekerja seperti Cut-through, namun perbedaannya masih menunggu data frame yang masuk dan disimpan sebelum diteruskan ke mac address tujuan

• Learning Address : pada proses ini switch akan mencatat (store) perangkat yang terhubung, informasi yang dicatat adalah mac address dan portnya kedalam tabel mac address

• Forward/Filter Decision : pada proses ini switch akan memberikan keputusan (decision) terhadap sebuah frame akan diforward atau difilter, jika sebuah PC melakukan broadcasting frame ke seluruh port, maka kita bisa menentukkan port yang bisa menerima dan bisa menolak sebuah frame paket tersebut

• Loop Avoidance : pada proses ini switch dapat mencegah terjadinya looping didalam sebuah jaringan, dengan memblokir paket yang masuk dari satu port atau beberapa port, sehingga looping tidak terjadi

• Switch Layer 2 “Dua” Yang beroperasi data link layer ada pada lapisan model OSI dimana switch dapat meneruskan paket dengan melihat MAC address tujuan, switch juga dapat melakukan fungsi bridge antara segmen-segmen LAN “Local Area Network” sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang ditujunya tanpa mengetahui protokol jaringan yang dipakai.

• Switch Layer 3 “Tiga” Berada pada Network layer yang ada pada lapisan model OSI dimana

switch dapat meneruskan paket data menggunakan IP address. Switch layer 3 “tiga” sering

disebut dengan switch routing ataupun switch multilayer.

(38)

• VLAN atau dikenal dengan 802.1Q mengidentifikasi broadcast domain dengan symbol angka atau dikenal dengan istilah VLAN ID yang mencakup range 1 – 4094. Secara default seluruh device yang terkoneksi dengan switch managable terkoneksi dengan VLAN 1 sebagai VLAN Default.

• Routing adalah sebuah proses yang berjalan pada Layer ke 3 OSI, yang bertujuan untuk menghubungkan antara segmen network yang berbeda. Secara umum proses routing berjalan pada perangkat yang kita kenal dengan Router

• Secara umum Routing dapat didefinisikan sebagai sebuah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (shortest path) dan jalur terbaik (best path).

• Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.

• Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.

• Routing Default adalah untuk mengirim paket secara manual. Ini sering digunakan dalam jaringan yang hanya memiliki satu output atau hanya dapat digunakan secara lokal.

• Static Routing adalah router dengan kabel routing statis yang pengaturannya diatur secara manual oleh administrasi jaringan.

• Dynamic Routing adalah router yang secara otomatis membuat tabel routing dengan membaca lalu lintas jaringan dan tentu saja berinteraksi dengan router lain

• Routing sangat penting untuk dipelajari karena berguna untuk mengetahui dasar jaringan.

Dengan mempelajari routing, Anda bisa mengkonfigurasikan 2 buah router atau lebih agar

bisa saling terhubung dan mengirim pesan ping antar satu dengan lainnya. Jadi bisa dibilang

Routing sangat berguna fungsinya untuk komputer saat ini. Dengan proses routing sebuah

komputer bisa menyampaikan pesan dan mengirim data secara tepat ke komputer lain yang

jauh jaraknya. Tanpa adanya routing saat ini kita tidak bisa terhubung atau berkomunikasi

melalui jaringan internet

(39)

• Tes Formatif | Teori 1.1 Switching (Problem Based Learning)

Perhatikan dan amati topologi Jaringan yang telah mengimplementasikan teknologi VLAN Trunking berikut :

Topologi jaringan diatas adalah topologi yang sudah mengimplementasikan VLAN dan Encapsulation Routing. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan hasil evaluasi dan analisis pada topologi tersebut :

1. Setelah topologi diatas, telah diimplementasikan, VLAN 10 dan VLAN 20 masih belum bisa terhubung, uraikan langkah-langkah solusi yang perlu dilakukan…

2. Berapakah ip address gateway yang perlu di konfigurasi pada perangkat PC0 dan PC1 pada vlan 10 ???

3. Tuliskan konfigurasi yang perlu diketikkan untuk mengaktifkan interface virtual encapsulation pada router diatas ???

4. Lakukan analisis tentang fungsi dan manfaat router yang ada pada topologi tersebut ???

5. Lakukan analisis dan uraikan konfigurasi yang perlu di tambahkan pada Switch dan Router, Ketika kita ingin menambahkan VLAN 30 dan VLAN 40 ???

6. Jelaskan dan uraikan konfigurasi antara jenis konfigurasi port vlan Access Port dan

Trunking Port sesuai uraian topologi diatas ???

(40)

• Tes Formatif | Praktikum 1.2 Switching (Project Based Learning)

Perhatikan topologi jaringan berikut yang mengimplementasikan VLAN, dimana terdapat dua buah site jaringan yang terhubung dengan Switch manageable yang menghubungkan dua gedung, masing-masing Switch memiliki konfigurasi VLAN yang sama, yang terdiri dari VLAN 10, VLAN 20, dan VLAN 30. Tugas anda sebagai administrator adalah

1. lakukan konfigurasi VLAN pada masing-masing Switch.

2. Lakukan konfigurasi port access sesuai dengan ketentuan topologi

3. Lakukan konfigurasi trunking port pada port yang menghubungkan antara switch 1 dan switch 2 pada masing-masing Gedung

Untuk menyelesaikan project tersebut, Buatlah video penyelesaian konfigurasi untuk

topologi berikut :

(41)
(42)

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Mengevaluasi dan Mengkonfigurasi VLAN Pada Jaringan Komputer

Nama Kelompok : ...

Nama Peserta didik : ...

Kelas : ...

A. Tujuan Pembelajaran:

1. Pengetahuan:

a. Produk

4) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik dapat Menjelaskan konsep dasar implementasi VLAN pada Jaringan dengan mengerjakan soal terkait di LP 3 minimal nilai sama dengan KKM.

5) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu menjelaskan konsep dan cara kerja layanan VLAN pada Jaringan dengan mengerjakan soal terkait LP3 minimal nilai sama dengan KKM.

6) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu melakukan analisis untuk implementasi konfigurasi VLAN dengan mengerjakan soal terkait LP 3 minimal nilai sama dengan KKM.

b. Proses

Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan langkah-langkah implementasi dan mengevaluasi konfigurasi VLAN (Virtual Local Area Network) dengan mengerjakan evaluasi yang terkait dengan LP 4 minimal nilai sama dengan KKM.

2. Keterampilan:

Dengan menggunakan komputer peserta didik dapat mempraktekkan dan mengevaluasi dan mengimplementasikan konfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer sesuai rincian tugas kinerja di LP 5 minimal nilai sama dengan KKM.

B. Kompetensi Dasar

3.1 Mengevaluasi VLAN pada Jaringan Komputer 4.1 Mengkonfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

(43)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 1. Pengetahuan

a. Produk

3.7.1. Mengkonsepkan dan menyimpulkan pengertian dan pemanfaatan teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) didalam jaringan Komputer

3.7.2. Mengidentifikasi dan mengevaluasi Konsep dan cara kerja VLAN

3.7.3. Menganalisis Langkah dan proses kerja layanan VLAN pada Jaringan Komputer

b. Proses

3.7.4. Menjelaskan dan mengevaluasi Langkah-langkah penggunaan dan pemanfaatan layanan konfigurasi VLAN pada Jaringan Komputer

2. Keterampilan

• Mengurangikan alur dan Langkah-langkah mendesain topologi jaringan VLAN

• Melakukan proses konfigurasi VLAN pada topologi Jaringan Komputer

• Melakukan Validasi Konfigurasi VLAN pada topologi Jaringan Komputer

D. Peta Konsep

Melakukan Konfigurasi VLAN

Mendesain Topologi Jaringan LAN

Melakukan konfigurasi VLAN ID dan IP Address pada Perangkat PC

Mengevaluasi Konfigurasi VLAN pada Topologi

(44)

E. Langkah Pembelajaran

Menjelaskan fitur, fungsi dari perangkat dan konfigurasi yang akan diimplementasikan pada topologi jaringan yang akan menerapkan konsep VLAN

Nama Deskripsi Fitur dan Fungsi

HUB vs Switch ………

……….

Switch Managable vs Unmanagable

………

……….

Switch Layer 2 vs Switch Layer

3

………

……….

Jenis-jenis dan Tipe VLAN

Script Membuat Konfigurasi

VLAN

………

……….

Script Mengecek Daftar VLAN

………

……….

Script Konfigurasi Port

Trunking &

Access

………

……….

Melakukan Konfigurasi Trunking Switch

………

……….

F. Diskusi

Dari Penjelasan pada materi / modul ajar VLAN, deskripsikan konfigurasi untuk topologi- topologi berikut

(45)

Bagaimana menyelesaikan project untuk melakukan dan mengimplementasikan konfigurasi Pada Switch untuk mengimplementasikan dua buah layanan VLAN yaitu, VLAN ID 100 dan 200 pada ke 4 host PC tersebut, dan selanjutnya melakukan evaluasi konfigurasi VLAN yang telah diterapkan pada topologi tersebut

1. Perangkat yang dibutuhkan dalam melakukan konfigurasi VLAN

Alat yang dibutuhkan Bahan yang dibutuhkan

2. Desain ulang topologi jaringan yang ada, untuk diimplementasikan konfigurasi VLAN

(46)

3. Deskripsikan secara detail Tabel VLAN ID sesuai dengan kebutuhan topologi

VLAN ID NAMA VLAN PC / HOST

4. Buatlah rancangan jadwal / timeline yang dibutuhkan dalam melakukan proses konfigurasi VLAN

No Kegiatan

Perkiraan

Waktu Keterangan

a. Perencanaan

• Perancangan Konsep Topologi

• Analisis Kebutuhan

• Rancangan Topologi b. Proses Konfigurasi

• Menyusun Langkah-langkah konfigurasi

• Mengimplementasikan konfigurasi c. Evaluasi dan pemaparan

• Mengevaluasi dan menguji hasil konfigurasi

• Melakukan pengujian dan memaparkan hasil konfigurasi

• Mendokumentasi proses konfigurasi dan hasil konfigurasi

5. Deskripsikan Langkah dan Tahapan Implementasi Konfigurasi VLAN Tahapan Konfigurasi IP

Address

Tahapan Konfigurasi VLAN Tahapan Konfigurasi Port Access & Trunking

(47)

G. Daftar Pustaka

Umar, Walid. 2017. Belajar Konfigurasi VLAN | INTERVLAN | INTERVLAN ROUTING | DHCP SERVER ON VLAN (https://youtu.be/MQzJ9BTCy5o)

Umar, Walid. 2016. Konsep & Konfigurasi Dasar VLAN (Virtual LAN) - by Walid Umar (https://youtu.be/fuTxgCiNon4)

Umar, Walid 2020. Switch | Peran Switch Pada Jaringan Komputer (https://walidumar.my.id/?p=365)

Umar, Walid 2020. Konsep dan Konfigurasi Dasar VLAN (https://walidumar.my.id/?p=402)

KUNCI JAWABAN LKPD

MENGEVALUASI DAN MENGKONFIGURASI VLAN PADA JARINGAN

1. Menjelaskan fitur, fungsi dari perangkat dan konfigurasi yang akan diimplementasikan pada topologi jaringan yang akan menerapkan konsep VLAN

Nama fitur efek Deskripsi fitur efek

HUB vs Switch

Berikut adalah perbedaan hub dan switch menurut penggunaannya.

• Untuk rumah dengan anggota keluarga yang tidak terlalu banyak, sebuah hub adalah pilihan yang paling mudah dan terjangkau untuk membuat jaringan komputer bersama.

Referensi

Dokumen terkait

Dari paparan diatas maka akan dilakukan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Bimbingan Guru Teknik In- formatika Terhadap Kesiapan Siswa Dalam Pelaksanaan Ujian Nasional

Variabel komitmen organisasional diukur dengan menggunakan 3 item pernyataan yang berhubungan dengan komitmen organisasional yang dirasakan oleh para karyawan. Data

dari kanker payudara, sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif, biasanya muncul sebagai massa tumor yang besar dan ditemukan pada wanita yang lebih

Setelah dilakukan beberapa perbaikan oleh berbagai pihak baik itu dari dosen pembimbing maupun validator dan telah dilakukan perbaikan pada perangkat eksperimen maka

Bahwa oleh karenanya berdasarkan hal-hal yang telah kami uraikan diatas, kami mensomeer Penggugat untuk dapat membuktikan dan menunjukkan bahwa Tuan Budiman Tantra

(Sekali lagi dampak yang berpotensi disebutkan dalam kolom pertama.) Dengan memberi tanda pada kegiatan yang sesuai untuk diusulkan, maka daftar isian bagian 6 memenuhi

[r]

Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah menunjuk wakil dari anggota Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah dan dapat menunjuk wakil dari anggota Majelis Sinode Wilayah