• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Sistem Ketelusuran Cerdas Pada Industri Pengolahan Beras

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Implementasi Sistem Ketelusuran Cerdas Pada Industri Pengolahan Beras"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Implementasi Sistem Ketelusuran Cerdas Pada Industri Pengolahan

Beras

Pradeka Brilyan Purwandoko

1Department of Mechanical and Biosystem Engineering, Faculty of Agricultural Technology, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia; [email protected]; [email protected]

2Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia;

[email protected]

Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar

1

, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Sutrisno

1

, M.Agr

dan Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si

2

(2)

1 1

OUTLINE

PENDAHULUAN

METODOLOGI PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN

REFERENSI

(3)

Diperlukan banyak langkah dalam pengolahan

Sistem Ketelusuran yang diterapkan??

PRODUK BERAS

Makanan pokok masyarakat Indonesia

Berperan 45% total asupan gizi

MANUAL PERLU SISTEM

MONITORING

Pendahuluan

(4)

• Penting untuk menghubungkan unit output ke bahan input

• Peningkatan kontrol proses

Moe (1998)

DOKUMENTASI

SISTEM KETERTELUSURAN TUJUAN PENELITIAN

Mengembangkan sistem ketelusuran yang

dikombinasikan dengan sistem cerdas pada industri pengolahan beras

Tujuan Penelitian

(5)

Mulai

Observasi Proses Bisnis

Analisis Kebutuhan

Desain Sistem

Implementasi Diterima

SELESAI

Ya

TIDAK

System Development Life Cycle (SDLC)

Metode analisis dan pengembangan sistem ketelusuran

Metodologi

(6)

Proses Bisnis Industri Pengolahan Beras Penerimaan Bahan

Pemasok Baku Pengolahan Gudang

Fase

Mulai

Pengiriman Bahan baku

Penerimaan Bahan Baku

Penyimpanan Bahan Baku

Pemecahan Kulit

Pengeringan

Pemisahan

Penyosohan

Grading

Pengemasan

Gudang Produk Akhir

Selesai GKP

Ditolak

Sorting Kontrol

Kualitas

Diterima

GKG

Kontrol Kualitas

Gudang Produk Tidak

Lolos Uji Ditolak

Diterima

swim lane diagram

Proses Bisnis Industri Pengolahan Beras

(7)

Tiga komponen utama sistem yaitu (1) sub sistem pencatatan, (2) sub sistem keterlacakan, dan (3) sub sistem cerdas

Ketelusuran Industri Pengolahan Beras

Perekaman Informasi

Data Master

Data Bahan Baku

Data Pesanan Masuk

Data Pengolahan

Data Penjualan

Data Produk

Produk Kemasan dengan QR Code

Sistem Kueri Ketelusuran

Web Database Komputer / Handphone Upload

Pelanggan

Pengembalian Informasi Masukkan Nomor

Kode Produksi / Scan QR Code Sistem Cerdas

Karakterisasi Pelanggan Pemilihan

Pemasok RFM

Fuzzy TOPSIS

Klasifikasi Mutu If Else Method

Arsitektur Sistem Ketelusuran

(8)

Desain ERD (Entity Relationship Diagram) berfungsi untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data.

Pemodelan ERD,

(1) entitas adalah bagian ERD yang mewakili suatu objek pada database,

(2) atribut merupakan properti atau

karakteristik yang dimiliki dari suatu entitas,

(3) hubungan, adalah bagian diagram yang digunakan untuk meggambarkan

hubungan antar data.

Desain Basis Data

(9)

Desain Basis Data

No Entitas Atribut

1 Supplier id_supplier*, name, telp, address

2 Employee id_employee*, name, id_division**

3 Division id_division*, division_name, id_industri**

4 Customer id_customer*, name, address, telephone 5 Warehouse id_warehouse*, name, location, capacity

6 Product id_product*, name, product_code, unit, photo, price, description 7 List Industries id_industry*, name, address, telp

8

Material Purchasing

id_purchase*, id_employee**, id_supplier**, id_industri**, purchase_code,variety, quantity, moisture_content, broken_material, other_material, appearance, receive_date, status, id_warehouse**

9 Production

id_production*, industri_id, production_code, production_date, production_type, status, id_industry**

10 Relation Production id_relation_production*, quantity, id_purchase**, id_production**

11

Production Testing

id_testing*, id_production**, polishing_degree, moistre_content, head_rice, broken_rice, brewer_grain, red_grain, yellow_grain, chalky_grain, paddy_grain, nutrition test_date, expire_date, pest_diseases, odors, rice_bran, cadmium, lead, information

12 Production Result id_result*, id_production**, id_ employee**, result_date, id_warehouse**

13 Relation Production Result

id_relation_result*, id_result**, packaging_type, packaging_date, quantity, id_product**

14 Sales

id_sales**, id_industri**, id_customer**, sales_date, shipment_date, transporter_type, plate_number

15 Relation Industry Sales id_relation_sales*, id_sales**, id_production**, quantity, sell_price 16 Customer id_customer*, name, telp, address

(10)

Sistem Cerdas Industri Pengolahan Beras

Menurut Fitriana (2013) sistem intelijensia bisnis merupakan proses untuk mengekstrak dan menganlisis data bisnis guna membantu pengambilan keputusan. Sistem ketelusuran yang dibangun dikombinasikan dengan sistem cerdas yang terdiri dari tiga sub sistem

Pemilihan Pemasok, Fuzzy TOPSIS

Beberapa kriteria adalah (1) kemampuan memenuhi jumlah pengiriman, (2) kemampuan untuk mengirim sesuai jumlah dalam jangka waktu tertentu, (3) kemudahan komunikasi, (4) kecepatan merespon pesanan, (5) pemberian jaminan, (6) fleksibilitas harga, (7) negotiable, (8) butir hijau dan mengapur, (9) butir rusak, (10) varietas lain.

Analisis Karakteristik Pelanggan, RFM

Terdiri dari tiga variable yaitu Recency (R), Frequency (F), Monetary (M)

Kontrol Kualitas, If Else Method

Empat kategori persyaratan mutu yang telah ditetapkan yaitu (1) syarat umum, (2) syarat khusus yang berupa atribut fisik beras, (3) kandungan logam berat, (4) residu pestisida.

(11)

Sistem Cerdas Industri Pengolahan Beras Pemilihan Pemasok, fuzzy TOPSIS

Menurut Papilo et al. (2018) metode ini dapat digunakan untuk pengambilan

keputusan multi kriteria berdasarkan nilai kedekatan antara nilai solusi ideal positif

(FPIS) dengan nilai solusi ideal negatif (FNIS).

(12)

Sistem Cerdas Industri Pengolahan Beras Analsis Karakteristik Pelanggan, RFM

RFM terdiri dari tiga variable yaitu (1) Recency (R) yaitu periode terakhir transaksi dengan pelanggan selama periode analisis, (2) Frequency (F) adalah jumlah transaksi yang dilakukan selama periode analisis, (3) Monetary (M) jumlah nilai uang yang dikeluarkan pelanggan untuk perusahaan selama periode analisis (Monalisa 2018).

(13)

Sistem Cerdas Industri Pengolahan Beras Kontrol Kualitas, If else method

Pada kontrol kualitas ini agroindustri beras dapat melakukan dua penilaian produk yaitu selesai diolah (accepted) atau rejected dengan empat kategori yaitu yaitu (1) syarat umum, (2) syarat khusus yang berupa atribut fisik beras, (3) kandungan logam berat, (4) residu pestisida

(14)

Sistem Cerdas Industri Pengolahan Beras Kontrol Kualitas, If else method

Hasil penilaian status produk akhir

(15)

Sistem Cerdas Industri Pengolahan Beras Kontrol Kualitas, If else method

Detail status pada produk accepted

(16)

Penelusuran Produk Akhir

swim lane diagram

User umum (konsumen) dapat melakukan melakukan penelusuran produk yang mereka beli dengan mengakses website dan memilih bagian trackingPenelusuran produk dapat dilakukan dengan memasukkan kode produksi pada bagian pencarian. Sistem informasi ketelusuran yang dikembangkan berbasis web sehingga memungkinkan konsumen untuk mengakses aplikasi dimana dan kapan saja.

Hasil penelusuran produk

(17)

Penelusuran Produk Akhir

swim lane diagram

Detail penelusuran produk

(18)

Kesimpulan

Arsitektur sistem ketelusuran yang dikembangkan terdiri dari tiga fungsi utama yaitu pencatatan data, pengambilan keputusan, dan penelusuran produk.

Terdapat 5 data yang dicatat yaitu (1) data master, (2) data pembelian bahan baku, (3) data pesanan masuk, (4) data pengolahan, dn (5) data penjualan.

Sistem cerdas terdiri dari tiga kemampuan yaitu (1) pemilihan pemasok, (2) analisis karakteristik pelanggan, dan (3) kontrol kualitas.

Proses bisnis pada industri pengolahan beras telah berhasil diidentifikasi dimana dalam prosesnya terdapat tiga kegiatan utama yaitu penerimaaan bahan baku,

pengolahan, dan penggudangan produk akhir.

Studi ke depannya membahas mengenai pengujian dan evaluasi

sistem yang telah dikembangkan.

(19)

Referensi

Fitriana R. 2013. Rancangbangun sistem intelijensia bisnis untuk agroindustri susu skala menengah di Indonesia [disertasi]. Bogor. IPB University.

Monalisa S. 2018. Segmentasi perilaku pembelian pelanggan berdasarkan model RFM dengan metode k-means. Query: Journal of Information Systems. 2(1): 9-15.

Papilo P, Djatna T, Arkeman Y, Marimin. 2018. Penerapan fuzzy TOPSIS

dalam penentuan lokasi kawasan pengembangan rantai pasok bioenergi

kelapa sawit. Agritech. 38(1): 79-87.

(20)

Output

Purwandoko P, Seminar K, Sutrisno, Sugiyanta. 2018. Framework for Design of Traceability System on Organic Rice Certification. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. 147: 012044.

Purwandoko P, Seminar K, Sutrisno, Sugiyanta. 2018. Analisis Rantai Pasok Beras Organik Di Provinsi Jawa Barat. Pangan. 27(3): 187-194.

Purwandoko P, Seminar K, Sutrisno, Sugiyanta. 2019. Design Framework of a Traceability System for the Rice Agroindustry Supply Chain in West Java.

Information. 10(6): 218.

Purwandoko P, Seminar K, Sutrisno, Sugiyanta. 2019. Development of a Smart Traceability System for the Rice Agroindustry Supply Chain in Indonesia. Information. 10(10): 288.

Purwandoko P, Seminar K, Sutrisno, Sugiyanta. 2020. Development and Implementation of Smart Traceability System in the Rice Processing Industry.

CIGR Journal. (Submitted)

(21)

THANK YOU

ありがとうございます。

Referensi

Dokumen terkait

4.2 Menceritakan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah kebersamaan dalam keberagaman di lingkungan rumah dan sekolah.

portofolio dan dalam berbagai bentuk seperti tulisan, foto dan gambar yang mendeskripsikan pengetahuan, jenis, bahan, dan penyajian/penge masan produk pengawetan bahan

Penelitian ini berhasil mengimplementasikan inferensi Fuzzy bersama-sama dengan operator Prewitt untuk melakukan deteksi tepi dengan input gambar dengan noise,

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ibu Hamil untuk Memilih Persalinan dengan Metode Sectio Caesarea Tanpa Indikasi Medis di Rumah Sakit Umum Bali Royal

Model Student Facilitator and Explaining adalah rangkai penyajian materi ajar yang diawali dengan menjelaskannya dengan didemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan

Banyak istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan janin mengalami hambatan pertumbuhan seperti pseudomature, small for date, dysmature, fetal malnutrition syndrome,

produk dalam suatu pasar, bagaimana konsumen memandang produk tersebut dan bagaimana mereka membandingkannya dengan produk pesaing. ..  dasar-dasar untuk menyusun

Alat ini terdiri dari sebuah bidang miring yang dapat diatur sudut kemiringannya mulai dari 0 o hingga 90 o , jenis permukaan yang bervariasi (akrilik, kayu,