PERANCANGAN INTERIOR PADA ZEN SPA DAN REFLEXOLOGY FAMILY DI
JAKARTA
Aldita Winna Dian Murti
Universitas Bina Nusantara [email protected]
(Aldita Winna DianMurti, Grace Hartanti, S.Sn., M.M., Polniwati Salim S.Sn., M.Ds.)
ABSTRAK
Perancangan Interior Spa dan Refleksiologi dibuat karena seiring berkembangnya jaman, semakin banyak masyarakat yang tidak peduli dengan kesehatan sedangkan beban pekerjaan yang harus mereka lakukan terus meningkat sehingga akan mempermudah terjadinya stress yang membuat otot-otot menjadi tegang, syaraf terganggu, racun-racun tubuh tertimbun, peredaran darah kurang lancar yang mengakibatkan gairah bekerja berkurang.
Oleh sebab itu kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat. Agar pengumpulan data tersebut menjadi valid maka dirancang beberapa metode metodologi desain berupa observasi (pengamatan langsung), wawancara dengan terapi pijat, kepustakaan untuk mendapatkan teoriteori yang menunjang keabsahan data lapangan, dan dokumentasi untuk melengkapi data yang diperoleh. Melalui konsep kehidupan alami yang seimbang yang diaplikasikan keberbagai macam elemen interior dan mebel, masyarakat dapat menemukan suatu tempat yang nyaman dan menarik untuk melakukan aktivitas, serta meningkatkan motivasi pengunjung terhadap kesehatan tubuh. Pada perancangan ini juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang mencukupi kebutuhan masyarakat untuk menemui sarana kesehatan tubuh.
Kata Kunci: Desain interior, refleksiologi, spa, kehidupan alami yang seimbang.
ABSTRACT
Interior design and Reflexology Spa made due with a growing era, more and more people who do not care about health while the workload they have to do continue to increase, so will ease the stress that makes the muscles become tense, nervous disturbed, toxins buried body, substandard blood circulation resulting in reduced working passion.
Therefore, health becomes a very important thing for the community. In order for the data collection becomes valid then designed several design methodologies such observation methods (direct observation), interviews with massage therapy, literature to get the theories that support the validity of the data field, and documentation to supplement the data obtained. Through the concept of balanced natural life which is applied to control every aspect of elements of interior and furniture, people can find a comfortable and attractive place to do activities, and increase the motivation of visitors to the health of the body. In this design also provides sufficient facilities to meet the needs of the community means a healthy body.
Keyword : Interior Design, Reflexyology, Spa, Nature Life Balance.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kehidupan masa kini yang telah modern ditandai oleh era globalisasi di dalam berbagai hal. Salag satunya dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat dan berkembang secara cepat ke seluruh penjuru dunia menjadi salah satu komunikasi dalam menambah informasi ,pengetahuan, dll. Tersedianya informasi tersebut juga membantu memberikan pengembangan dalam segi kehidupan bagi siapa saja yang berada disekitarnya. Bekerja melebihi jam kerja normal, melakukan pekerjaan sukarela, serta terlibat dalam banyak aktivitas dengan keluarga, dan teman tidak jarang memberikan pemicu beban pikiran pada manusia. Tidak mengherankan jika manusia menderita sakit kepala karena tegang, tekanan darah tinggi, dan setumpuk ketidaknyamanan lain yang berkaitan dengan stress dan tekanan.
Indonesia mempunyai peningkatan penduduk dengan tingkat kehidupan yang cukup tinggi. Jakarta sebagai ibukota menjadi salah satu kota yang berkembang dan memiliki penduduk yang cukup tinggi. Peningkatan penduduk yang menjadi pemicu masyarakat untuk melakukan aktifitas bekerja sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Peningkatan aktivitas manusia, salah satunya karena menjadi pemicu untuk meningkatkan perekonomian manusia. Intensitas kegiatan bisnis yang semakin tinggi berdampak pada meningkatnya pendapatan sebagian lapisan masyarakat di satu sisi, serta terhadap peningkatan tekanan pikiran di sisi lain. Kondisi ini mengakibatkan tekanan pada psikologi manusia sehingga memerlukan aktifitas yang dapat membantu agar beban pikiran dapat berkurang.
Hal hal seperti inilah yang mendorong mereka untuk mencari peralihan suasana, yaitu suasana yang bisa memberikan kesegaran dan semangat kerja.
Kondisi-kondisi ini dapat ditemukan dengan melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi dan rekreasi, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesegaran jiwa dan raga setelah melakukan banyak aktifitas.
Salah satu tempat untuk mencari hiburan adalah suatu tempat yang menawarkan perawatan dan kesehatan tubuh atau dikenal dengan SPA dan Reflexology. Pada kota berkembang seperti Ibukota Jakarta SPA dan Reflexology telah menjadi gaya hidup masyarakat. SPA dan Reflexology menjadi salah satu pilihan masyarakat terutama di Jakarta sebagai tempat untuk dapat melakukan relaksasi dan hiburan sehingga dapat menghilangkan stress atau beban pikirian yang dimiliki. SPA dan Reflexology bahkan dapat menjadi pilihan tempat rekreasi keluarga terutama untuk eksekutif muda dan mahasiswa.
Pada dasarnya masyarakat Jakarta sudah terbiasa dengan cara-cara tradisional baik dalam perawatan tubuh maupun wajah. Sehingga perawatan SPA dan Reflexology yang menggunakan bahan-bahan alami dan memiliki unsur ramah lingkungan lebih banyak diminati. Tempat-tempat perawatan yang menyediakan layanan SPA dan Reflexology pun banyak di jumpai di Ibukota Jakarta ini.
Pelayanan SPA dari tahun ke tahun selalu bertambah walaupun mungkin tidak terlalu signifikan. Pemilik tempat perawatan SPA dan Reflexology dapat melihat peluang bagus. Dari reportase penulis di setiap mendatangi tempat perawatan tersebut selalu dipenuhi oleh pelanggan dan harus melakukan reservasi melalui telepon terlebih dahulu. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa memang masyarakat Jakarta membutuhkan suatu tempat relaksasi yang dapat membantu meringankan kepenatan pikiran. Masing-masing tempat pelayanan mempunyai kelebihan berbeda dan jenis perawatan yang di berikan juga berbeda, misalnya ada tradisional Jawa, Bali, dan ada juga yang memadukan keduanya. Zaman yang dimana tidak hanya wanita saja yang melakukan perawatan SPA dan Reflexology, sedangkan pria juga memiliki ketertariakan untuk melakukan perawatan SPA dan Reflexology tersebut.
Kenyamanan dalam suatu ruang tergantung secara immaterial dari kebudayaan dan kebiasaan manusia masing-masing, dan secara material terutama dari iklim dan kelembaban, bau dan pencemaran udara, pencahayaan alami dan pencahayaan buatan, serta bahan bangunan, bentuk bangunan, struktur bangunan, warna, dan pencahayaan.
Kenyamanan pada bangunan sendiri tidak dapat terpisah dengan adanya penggunaan unsur-unsur alami. Karakter bangunan yang alami dapat tercipta dengan didukung unsur-unsur tradisional. Selain lebih serasi dan menyatu dengan alam, bangunan yang menggunakan unsur tradisional juga memiliki tampilan, skala, dan material yang selaras dengan lingkungan sekitarnya. Arsitektur tradisional di Indonesia tidak hanya syarat akan makna filosofi namun juga bersahabat dengan lingkungan sekitar. Sehingga pengunjung dapat merasakan lebih dekat dengan alam yang jarang ditemui di sela – sela kesibukannya ditengah kebisingan kota.
Oleh karena itu, Pusat SPA dan Reflexology dengan unsur tradisional ini harus bisa menyesuaikan dengan tujuan yang diwadahinya yaitu tradisional I-8 dan alami, dan melihat dari segi lokasi proyek yang berada di Daerah Ibukota Jakarta yang sangat menjadi pusat aktivitas dari masyarakat dan juga dengan budayanya.
SPA dan Reflexology yang memiliki keterkaitan dengan daerah Jawa memberikan
inspirasi dengan perpaduan kota modern dengan green design sehingga konsep pada interior memiliki unsur alami.
Desain interior dituntut untuk dapat merancang sesuai dengan kebutuhan aktifitas serta interior dapat mendukung jalannya aktivitas yang berlangsung, seperti dapat memberikan kehangatan serta memberikan suasana tenang dan relaks pada saat di dalam suatu ruang yang telah di desain. Berdasarkan hal-hal diatas penulis tertarik untuk mengangkat studi kasus “Perancangan Interior pada SPA dan Reflexology di Jakarta” sebagai studi kasus tugas akhir.
Rumusan masalah
1. Bagaiman merancang interior SPA dan Reflexology yang dapat mendukung fasilitas dengan sirkulasi yang baik agar aktivitas pengguna dapat berjalan dengan maksimal.
2. Bagaimana merancang interior SPA dan Reflexology yang menitik beratkan konsep ramah lingkungan sesuai dengan brand yang di angkat (Zen SPA and Reflexology Family ) sehingga dapat memberikan manfaat yang menitik beratkan dari sisi kesehatan bagi penggunannya.
3. Bagaimana merancang interior SPA dan Reflexology yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang dengan terciptanya ambiance ruang yang baik sehingga memiliki efek langsung secara psikologis.
Tujuan Perencanaan dan Manfaat Perancagan Tujuan Perancangan
1. Perancangan dalam segi kebutuhan interior dan sirkulasi yang baik memiliki pengaruh besar sehingga perlu diperhatiakan. Dalam pemilihan warna, pencahayaan dan material disesuaikan dengan fasilitas dan fungsi serta kebutuhan aktifitas pengguna SPA dan Reflexology .
2. Pemilihan bahan-bahan alami yang dapat digunakan pada produk serta material pada interior SPA dan Reflexology sehingga dapat memberikan manfaat pada kesetahan penggunannya.
3. Perancangan dalam segi desain menjawab kebutuhan pengguna sesuai dengan fungsi dan fasilitas sehingga mendaptkan rasa rileks. Dengan bermain unsur-unsur alami dari warna serta material, karena suasana yang mendukung secara tidak langsung memberikan efek ke pengguna jasa tersebut.
Manfaat Perancangan
1. Diharapakan perancangan SPA dan Reflexology dapat memberikan manfaat bagi desainer untuk mempelajari secara keseluruhan hal-hal yang terkait dengan perancangan SPA dan Reflexology.
2. Diharapakan perancangan dapat memberikan manfaat untuk para mahasiswa dalam memecahkan permasalahan dalam memenuhi kebutuhan SPA dan Reflexology.
3. Diharapakan perancangan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk kembali mempelajari kembali kebutuhan dan kesesuaian fungsi SPA dan Reflexology.
4. Diharapakan perancangan ini bermanfaat bagi para masyarakat dalam menilai SPA dan Reflexology sehingga tidak di salah gunakan.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan SPA dan Reflexology adalah metode yang bersifat kualitatif yaitu dengan melakukan survei atau observasi di lokasi serta wawancara. Data yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan pa laporan tugas akhir ini : 1. Survei
Penelitian dalam bentuk survei langsung ke beberapa tempat SPA dan Reflexology yang dijadikan sebagai acuan atau referensi dalam proses pengerjaan tugas akhir. Survei dilakukan secara langsung ke SPA dan Reflexology yang berdiri sendiri di kawasan Jakarta. Penelitian dilakukan pada Martha Tilaar Spa yang berada di ruko 3 lantai yang berlokasi di ruko Niaga Siaga kembangan.
Penelitian di lakukan pada Tea Spa yang terdapat di Jln Gunawarman yang berlokasi di Senopati dan peneltian juga dilakukan di Zen Spa dan Reflexyology Family yang berada di Jln Kartanegara yang berada di Senopati.
2. Studi Literatur
Adalah proses pengumpulan data yang berhubungan langsung dengan SPA dan Reflexology, kebutuhan fasilitas, kebutuhan ruang dan fasilitas pendukung.
Info dan data- data yang didapatkan melalui buku, majala, artikel serta journal.
Studi literatur berguna dalam mendapatkan data-data tambahan untuk memberikan pengetahuan tentang SPA dan Reflexology.
3. Wawancara
Adalah proses pengumpulan data melalui sesi wawancara dengan karyawan ataupun ownernya secara langsung dan dapat menarik kesimpulan berdasarkan data dari nara sumber. Hasil dari data wawancara tersebut bertujuan sebagai data tambahan untuk memberikan pengetahuan akan SPA dan Reflexology.
4. Observasi Lapangan
Adalah proses pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penglihatan sehingga dapat memberikan pengamatan secara langsung yang berfungsi untuk mendapatkan data makro dan data mikro. Data makro dan data mikro berfungsi agar dapat mengenali bagaimana seharusnya sebuah SPA dan Reflexology didirikan, seperti pemilihan lokasi yang sesuai, kondisi udara lokasi , kondisi kebisingan, hingga kontur tanah yang baik.
5. Dokumentasi
Adalah dimana proses data dengan melakukan pengambilan foto dari setiap ruang yang akan digunakan sebagai data visual. Pengambilan foto ini berupa apa saja yang menjadi fasilitas SPA dan Reflexology serta menganalisanya.
HASIL DAN BAHASAN
Dalam perancangan interior pusat SPA dan Reflexology di Jakarta yang dimana menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Penelitian yang bersifat kualitatif adalah penelitian yang secara langsung di lakukan untuk mendapatkan riset yang akurat di lapangan. Data serta analisis yang lebih akurat menghasilkan penelitian sesuai dengan yang terdapat di lapangan. Dengan gambaran yang secara perspektif. Penelitian di lakukan untuk mengembangkan dan memberikan gambar sebagai latar belakang dari penelitian tersebut.
Data Lokasi
Lokasi Gedung Ashley Home Store Kemang yang berlokasi di Jalan.
Kemang Raya No. 14 A Jakarta Selatan, Indonesia. Kemang adalah salah satu area yang dimana terdapat banyak restoran, Lounge and Bar, Gym ,dll. Sehingga Kemang dikenal dengan salah satu tempat Wisata malam di Ibu kota Jakarta.
Lokasi yang sangat baik dalam membangun usaha ini memiliki area dengan tingkat perekonomian menengah keatas. Kemang berlokasi di antara Kebayoran Baru dan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Gambar 1. Peta Lokasi Sumber : www.Google map.com
Analisa Lokasi
Ashley home store yang terletak pada kawasan Kemang adalah sebuah Home store yang memiliki lokasi yang sangat mudah untuk dapat dikunjungi.
Lokasi yang berada di pinggir jalan besar dimana jalan tersebut menjadi akses utama para pengguna jalan. Wilayah Kemang yang memiliki lokasi yang strategis dikarenakan wilayah tersebut sangat mudah di jangkau.
Kemang adalah salah satu wilayah yang secara garis perekonomiannya menengah ke atas. Kemang menjadi salah satu yang memiliki Pertumbuhan yang sangat pesat pada perekonomianya. Kemang memiliki lokasi yang dikelilingi oleh Shopping Mall atau pusat perbelanjaan cukup berkembang ,seperti International Trade Center ( ITC ) Fatmawati, Lippo Mall Kemang Village, Mall Blok M , Pasar Raya Grande, dst.
Jakarta Selatan juga memeiliki potensi dalam pengembangan usaha industri kecil yang sudah berjalan sampai dengan pasar ekspor. Jakarta Selatan memenuhi syarat dalam sebagai lokasi yang startegis dalam membangun insudtri. Lingkungan yang memilki penghijaun yang baik dari segi Flora. Pemeliharaan yang sangat baik sehingga dalam segi go Green cukup baik. Dengan memiliki pohon yang di pelihara dengan baik membantu membersihkan udara yang terutama di Kemang tersebut menjadi wilayah yang mempunyai kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi , sehingga permasalahan terus di atasi oleh pemerintah kota Administrasi Jakarta Selatan untuk memperbaiki perkembangan wilayah tersebut.
Gambar 2. Lokasi Gedung
Layout
Gambar 3. Layout Furniture Lantai. 1
Konsep
Konsep yang akan diterapakan dalam perancangan SPA dan Reflexology ini adalah Nature life balance. Definisi dari Nature berasal dari alam sedangkan Life berasal dari hidup atau kehidupan dan balance berasal dari arti keseimbangan.
Nature life balance adalah keseimbangan yang didapatkan dari unsur alam yang dimana akan memberikan maanfaat pada kesehatan jiwa dan raga. Unsur ramah lingkungan dan alami merupakan dasar perkembangan untuk mencapai konsep yang akan digunakan dalam perancangan ini. Perkembangan konsep dapat dilihat pada bagan 5 maind maping sebagai berikut :
Gambar 4. Layout Furniture Lantai 2
Gaya dalam peperancangan interior SPA dan Reflexology menggunakan style Natural Modern. Pada perancangan ini style ingin lebih mengedepankan material dan produk yang alami, sehingga dapat mengangkat brand yang akan digunakan.
Brand yang menggunakan product perawatan alami ini mengembangkan style dalam perancangan ini. Dimana penggunaan unsur alam dalam perancangan memberikan manfaat yang baik kepada penggunannya secara tidak langsung.
Perancangan dengan gaya Natural Modern ingin memberikan rasa rileks pada penggunannya, sehingga memadukan unsur alami dengan unsur modern dalam interiornya.
ZEN
ALAMI GREEN DESIGN
SPA JEPANG
RILEKS
KEBUGARAN
KESEHATAN
KECANTIKAN PERAWATAN
KESEIMBANGAN
BALANCE
SIMETRI
SAMA
KETERATURAN
SESUAI
Bagan 5. Mind Maping Konsep
SIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Di Indonesia khususnya pada Ibukota Jakarta SPA dan Reflexology menjadi sebuah tempat yang menawarkan fasilitas perawatan tubuh serta memberikan manfaat kesehatan pada penggunannya. SPA dan Reflexology telah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat perkotaan seperti di Jakarta. Dimana dalam melakukan aktivitas yang sangat dinamis penduduk Jakarta membutuhkan fasilitas yang dapat memberikan relaksasi serta dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatannya. Sehingga perkembangan SPA dan Reflexology menjadi sangat pentik dan berkembang sangat pesat.
SPA dan Reflexology harus dirancanng dengan baik sehingga disesuaikan dengan aktivitas pengguna dan fasilitas yang ada, salah satu yang menitik beratkan adalah sirkulasi yang baik. Dimana sirkulasi dapat mendukung jalnnya aktivitas pengguna agar aktifitas berjalan dengan seharusnya. Dalam perancangan SPA dan Reflexology konsep yang digunakan adalah Nature Life Balance. Dimana konsep terinspirasi dari unsur alami yang memperhatikan keramahan lingkungan. Manfaat yang terdapat pada unsur alami memberikan beberapa faktor yaitu berhubungan dengan Green, sedangkan Green yang memiliki unsur alam membantu sehingga berdampak pada kesehatan ( healthy ), Healthy memberikan perkembangan pada
Gambar 6. Konsep Image
kecantikan (beauty) sehingga setelah semua didapatkan maka keseimbangan ( balance ) pada tubuh dan hidup lebih baik.
Penerapan desain dalam perancangan SPA dan Reflexology dapat menjawab kebutuhan pengguna sehingga dapat memberikan kesan rileks. Dalam perancangan bermain ke unsur – unsur alami dari pemilihan warna serta material, sehingga dapat mendukung secara tidak langsung memberikan efek ke pengguna jasa tersebut. Dengan menggunakan desain masa kini terutama pada fasad depan bangunan dapat menarik pengunjung SPA dan Reflexology.
Dengan memperhatikan hal di atas perancangan pada SPA dan Reflexology yang baik diharapkan dapat tercipta dan dapat menjawab kebutuhan pasar, Sehingga perancangan interior ini dapat menjadi ujung tombak marketing yang dapat berperan maksimal pada Zen Spa and Reflexology Family.
Saran
Dalam perancangan SPA dan Reflexology ini, diharapkan mahasiswa dapat berpegang pada tujuan utama dari pendirian SPA dan Reflexology, yaitu menjadi salah satu tempat hiburan yang memiliki fungsi untuk mengembalikan kesehatan dan memberikan perawatan tubuh yang tertuju pada penggunannya, terutama dalam pemilihan dan penentuan fasilitas SPA dan Reflexology. Selain itu, harus memperhatikan pemilihan material untuk lantai, dinding, ceiling dan furniture.
Serta mampu mengaplikasikan konsep dan elemen – elemen interior bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa dan fasilitas dari SPA dan Reflexology berdasarkan analisa kebutuhan konsumen.
REFERENSI
L.Singer,Judith. ( 2013 ) Spa Management and design :Nurishing Home Complex Care and Dementia.
Bradbury, J (2002). Bath Spa : Library University.
Marlina, Endy.(2008) Panduan Perancangan Bangunan Komersial, Andi Yogyakarta.
Chiara, Joseph dan Crosbie, 2001, Time Saver For Building Types Fourth Edition,
McGraw-Hill International, Singapore.
Ching, Francis D.K, 1996, Architecture Form, Space and Order Second Edition, John Wiley and Sons, Inc, Canada.
RIWAYAT PENULIS
Aldita Winna D.M lahir di kota Banjarmasin pada 26 September 1993. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Desain Interior pada 2015. Saat ini bekerja sebagai konseptor di PT. Lenggoa Wood.