FORMAPPI, September 2010
Pengantar
• Pengawasan DPR adalah salah satu fungsi DPR untuk mengawasi pelaksanaan UU dan APBN (UU No27/2009 Pasal 70 Ayat (3)).
• Pengawasan merupakan fungsi DPR yang merupakan inti keberadaan/kerja DPR vis a vis pemerintah (mekanisme C
& B)
• Pengawasan merupakan fungsi yg tersulit ukurannya dibandingkan dua fungsi utama lainnya
• Penilaian didasarkan pd kriteria prosedur pengawasan oleh DPR, yg berupa kegiatan komisi, dan pelaksanaan hak-hak anggota dan DPR
• Secara umum, pelaksanaan fungsi pengawasan DPR
kurang menunjukkan kemanfaatannya/efektivitasnya
Prosedur Pengawasan
• Pelaksanaan fungsi pengawasan DPR merujuk pada UU no. 27/2009 pasal 69 ayat (1) huruf c.
• Pelaksanaan pengawasan oleh DPR terkait dengan tiga (3) hal :
1. Pengawasan terhadap Pelaksanaan UU (UU No.27/2009 Pasal 70 Ayat (3)) 2. Pelaksanaan APBN (UU No.27/2009 Pasal 70 Ayat (3))
3. Kebijakan Pemerintah (Pasal 77 )
• Dalam menjalankan fungsi pengawasan DPR melakukannya M elalui kegiatan komisi yang dilakukan dengan mengadakan rapat-rapat DPR ;
1. Rapat Kerja
2.Rapat Dengar Pendapat
3.Rapat Dengar Pendapat Umum 4. Kunjungan Kerja
5. Rapat Konsultasi dengan DPD
Hak-hak untuk Pengawasan DPR
Pelaksanaan pengawasan melalui penggunaan hak dapat dilakukan oleh anggota DPR secara individu maupun secara lembaga.
Pengawasan yang dilakukan anggota DPR adalah:
1. Hak mengajukan pertanyaan (UU No.27/2009 Pasal 78 huruf b) 2. Hak mengajukan usul dan pendapat (UU No.27/2009 Pasal 78
huruf c)
Pelaksanaan pengawasan DPR melalui hak-hak DPR seperti tertuang dalam UU No.27/2009 Pasal 77 Ayat (1), :
1. Hak Interpelasi ( UU No.27/2009 Pasal 77 Ayat (2)) 2. Hak Angket ( UU No.27/2009 Pasal 77 Ayat (3))
3. Hak Menyatakan Pendapat (UU No.27/2009 Pasal 77 Ayat (4))
Frek uensi Rapat-rapat Komisi Terkait Pengawasan
No Jenis Rapat Komisi
I II III IV V VI VII VIII IX X XI
1 RDP 46 47 14 17 22 46 28 22 26 29
2 RDPU 11 42 23 - 3 5 16 5 27 10
3 RAKER 17 12 20 11 13 20 34 20 6 20
5 R.Konsultasi DPD
- - 2 - 1 -
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
I • Alutsista (pemetaan BUMNIS ygmampu menyiapkan alat strategis)
• Aset tanah TNI
• Pembahasan masalah ketenaga kerjaan
• Pembahsan batas-batas wilayah RI
• RUU ttg Pengesahan Perjanjian antara RI dan Rep. Singapura ttg penetapan garis batas laut wilayah kedua negara di bagian barat selat singapura
• Anggaran TNI
Kebijakan
Pengawasan
Anggaran
Akan ada pertemuan antara pemerintah RI dengen beberapa
negara yang
berbatasan langsung dengan RI
Setuju Dinaikan
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
II • Persoalaan PILKADA di sejumlahdaerah
• Penyelenggaraan otonomi daerah
• Fungsi Ombudsman dalam kegiatan pelayanan publik di daerah
• Penyelesaian masalah tenaga honorer
• Membahas peroalan pertanahan dan aset-aset negara
• Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan salah satu RUU
• Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.
• Reforma Agraria dan Progress
Penyusunan RUU Bidang Pertanahan
• RUU tentang Desa
• Perubahan anggaran 2010
• Anggaran 2011
Pengawasan
Anggaran Disetujui dinaikan
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
III • Membahas RUU Grasi• RUU Keimigrasian
• Penegakan Hukum Century, Mafia
• Hukum dan Pajak)
• Pemilihan Calon Hakim Agung
• Anggaran 2011
Hukum
Anggaran
Disahkan menjadi UU Penegakan Hukum terutama ttg Korupsi Terpilih 6 nama sari 20 calon yang
mengikuti fit and proper test
IV • Menindaklanjutihasil pemeriksaan BPK RI terhadap kinerja mitra kerja
• RUU Holtikultura
• RUU tentangKelautan
• RUU tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Pembalakan Liar (P3L)
• Anggaran (perubahan 2010)
• Anggaran 2011
Pengawasan
Anggaran
Disetujui menjadi RUU inisiatif DPR
Beberapa disetujui dinaikan
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
V • Peningkatan pelayanan transportasi(diantaranya realisasi Trans Sumatera Railways), peningkatan keselamatan &
keamanan transportasi
• Menindaklanjuti laporan2 ttg
kecelakaan transportasi (terutama laut)
• meningkatkan program pinjaman perbankan utk pencapaian sasaran pelayanan air minum
• pembangunan peta pertanahan dan kegiatan inventarisasi P4T
(Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah)
• Maksimalisasi pserap anggaran dengan konsisten melakukan program-
program pd msg2 departemen
• RUU tentang Perumahan dan Permukiman
• Perubahan anggaran 2010
Pengawasan
Anggaran Disetujui utk dinaikan
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
VI • RUU tentang Lembaga KeuanganMikro
• Revitalisasi industri gula berupa perbaikan mesin dan peralatan industri gula
• Perluasan akses (Kredit Usaha Rakyat (KUR)
• Mendesak program penjaminan simpanan masyarakat melalui Pembentukan Lembaga Penjamin
Simpanan utk Koperasi Simpan Pinjam dan Usaha Simpan Pinjam Koperasi
• Revitalisasi pasar tradisional
• Penyediaan pasokan pupuk murah
• Fasilitasi pasokan gas dlm jangka waktu panjang
• Notifikasi ke Sek.
ASEAN&Pemerintahan China utk penangguhan & renegosiasi thdp
sejumlah pos tarif utk berbagai sektor industri
• Mendesak penyelesaian UU
Pengawasan
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
VII • Peninjauan ulang penetapan tarifmultiguna PLN 6600 VA
• Penuntasan sejumlah permasalahan pada blok Migas yang masih tertunda
• Penindakan terhadap
penyalahgunaan dan penyeludupan BBM bersubsidi, terutama di kawasan industri dan perairan.
• Penyelesaian masalah yang berkaitan dengan perizinan pinjam pakai
PKP2B di wilayah hutan diantaranya PT. Jorong Barotama Gristone di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.
• Meminta Menteri ESDM untuk engawasi pelaksanaan pengalihan saham di PT. Freeport Indonesia ex saham PT. Indocopper Investama sebesar 9,36 o/o kepada Pemerintah Daerah masyarakat Papua
Pengawasan
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
VIII • Peningkatan mutu pendidikankeagamaan, program dan mutu
pelayanan sosial, cakupan program sosial, pengembangan program pemberdayaan perempuan dan kekerasan pada anak dan
pengembangan program penaggulangan bencana
• RUU usul inisiatif tentang Fakir Miskin
• RUU RUU Usul Inisiatif tentang Pengelolaan Zakat
• Perubahan anggaran 2010
• Anggaran 2011
Pengawasan
Anggaran Disetujui dinaikan IX
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
X • Membahas Putusan MK thd UU
No.9/2009ttg Badan hukum Pendidikan.
• Pengkajian beberapa persoalan, diantaranya : dana B|OS, pengadaan internet di sekolah2, pungutan di lembaga2 sekolah, CPNS, dll.
• Pembagunan perpustakaan di daerah tertinggal
• Pra Seagames dan Seagames
• Pengembangan keragaman budaya dan pengelolaan kekayaan Negara melalui RUU tentang cagar budayaSeagames
• Perubahan RKA K/L (anggaran) 2010
• Anggaran 2011
Pengawasan
Anggaran
Panja Tata Kelola pendidikan
Disetujui dengan catatan (usulan Komisi X)
XI
• RUU Mata Uang• RUU Akuntan Publik
• Optimalisasi Penerimaan Pajak dan Bea Cukai
• Pemilihan Gub. BI
Pengawasan
Telah terpilih Gub. BI
Fokus Perhatian Komisi-Komisi
Komisi Fokus Pembahasan Rapat Bidang Pengawasan
Keterangan
XI
• RUU Mata Uang• RUU Akuntan Publik
• Optimalisasi Penerimaan Pajak dan Bea Cukai
• Pemilihan Gub. BI
• Wawancara terhadap sejumlah BSBI
• Perubahan anggaran 2010
• Aggaran 2011
Pengawasan
Anggaran
Telah terpilih Gub. BI : Darmin Nasution Disetujui
Data dan Fakta Rapat DPR
Jumlah rapat komisi yang wajar didasarkan pada asumsi rata-rata masa sidang DPR yang kurang lebih memakan waktu 2 bulan dimana dalam 1 minggu hari kerja DPR adalah 5 hari.
Asumsi proporsi wajar jumlah rapat DPR:
1. minimal/malas : 1 (rapat dlm minggu)x 4 mingg x 2 bulan x 4 masa sidang = 32 kali rapat 2.
sedang : 2,5 x 4 x 2 x 4 = 80 kali rapat 3. maksimal/rajin : 5 x 4 x 2 x 4 = 160 kali rapat
Komisi Jumlah Rapat
I 124
II 123
III 84
IV 53
V 47
VI 86
VII 84
VIII 89
IX 59
X -
XI 103
Penilaian Atas Data dan Fakta Rapat Komisi
Berdasarkan tabel data dan fakta rapat komisi
tersebut,3 komisi (IV, V, dan IX) jumlah rapatnya masuk dalam kategori minim (malas).
Komisi III,VI, VII, VIII termasuk dalam kategori sedang (84-89).
Komisi I, II, dan XI termasuk dalam kategori sedang (103-124)
Melihat data ini mayoritas komisi sebenarnya dapat
dikatakan sedang-sedang saja.
Kinerja Komisi-Komisi Berdasarkan Kehadiran & Rapat
Komisi Prosentase Rapat
Prosentase Kehadiran
Rata-Rata Nilai Kinerja
I 77,5 75 76,25 7,6
II 76,8 61 68,9 6,8
III 52,5 64 58,25
5,8IV 33,1 66 49,55
4,9V
29,3 -VI 53,7 81 67,35 6,7
VII 52,5 65 58,75
5,8VIII 55,6 77 66,3 6,6
IX 36,8 74 55,4
5,5X
63,76 81 72,3757,2
XI
64,3 - -Rangking Kinerja Komisi-Komisi
Komisi I menempati urutan 1 meskipun nilai kinerjanya hanya 7,6.
Prestasi terburuk ditempati Komisi IV dengan nilai 4,9
Beberapa komisi mendapatkan nilai di atas 6, yakni ; komisi I=7,6, komisi II=6,8, komisi VI=6,7, dan komisi VIII=6,6.
Beberapa komisi lainnya mendapatkan nilai di bawah 6;
komisi III=5,8, komisi VII=5,8, komisi IX=5,5, dan komisi IV=4,9.
Nilai Kinerja DPR selama 1 tahun adalah 6,2
Data & Fakta: Hak-hak DPR
Jenis Hak Jml Penggunaan
Hak
KETERANGAN
Interpelasi - Terkait ketegangan Indonesia Malaysia
Interpelasi masih sebatas wacana yang dinisiasi oleh F-Golkar pada awal September 2010. F- Golkar saat ini dalam tahap penggalangan dukungan untuk mengusulkan hak interpelasi terkait ketegangan Indonesia Malaysia
Angket 1 • Pansus tentang Pengusutan Kasus Bank Century dibentu berdasarkan keputusan DPR-RI No. 42/DPR-RI/2004-2009-2010 tentang Pembentukan Panitia Angket DPR-RI (Pansus Century).
• Dalam Rapur 1 Maret 2010 Pansus menyampaikan hasil kerjanya yakni berupa 2 opsi (opsi A dan opsi C) kepada DPR.
• Rapat Paripurna 3 Maret 2010, akhirnyabmengambil keputusan berupa Kesimpulan dan rekomendasi DPR- RI terhadap kasus Bank Century, adalah berupa Opsi C.
• Opsi C merekomendasikan seluruh penyimpangan yang berindikasi perbuatan melawan hukum merupakan tindak pidana korupsi, tindak pidana perbankan, dan tindak pidana umum berikut pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab agar diserahkan kepada Lembaga Penegak Hukum, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Hukum, sesuai dengan kewenangannya.
Menyatakan
pendapat