• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH EVA DAN MVA TERHADAP HARGA SAHAM (Kasus Pada Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH EVA DAN MVA TERHADAP HARGA SAHAM (Kasus Pada Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun )"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

35 PENGARUH EVA DAN MVA TERHADAP HARGA SAHAM

(Kasus Pada Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2017)

Rosanaji Manggan Triandana1, Martha Suhardiyah2

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 1) Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 2)

[email protected] ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh EVA dan MVA terhadap harga saham pada perusahaan subsektor rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2017.

Sampel yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan subsektor rokok yang terdaftar di Bursa Efek indonesiaI pada periode 2013-2017. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa kedua variabel secara simultan dan parsial memiliki pengaruh terhadap harga saham.

Kata kunci : Economic Value Added, Market Value Added, Harga Saham

ABSTRACT

This research was conducted to determine the effect of Economic Value Added and Market Value Added on stock prices in cigarette subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017. The sample used is the financial report of the cigarette subsector company listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017. The results of this study provide evidence that both variables simultaneously and partially have an influence on stock prices.

Keywords : Economic Value Added, Market Value Added, stock prices

PENDAHULUAN

Pasar modal merupakan tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaan menjual saham dan obligasi.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penilaian terhadap suatu saham, yakni salah satunya kinerja perusahaan yang diukur dari kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

Kinerja perusahaan dapat diukur dari beberapa aspek salah satu metode pengukuran tersebut menggunakan nilai value yaitu Economic Value Added (EVA). Menurut Brigham dan Houstan (2015:141) menyatakan bahwa Economic Value Added (EVA)

merupakan estimasi laba sesungguhnya yang didapat dari laba operasional bersih setelah pajak dikurangi beban nilai biaya modal untuk modal yang digunakan.

Perusahaan yang memiliki nilai Economic Value Added (EVA) yang tinggi lebih menarik investor untuk berinvestasi di perusahaan, yang dicerminkan dalam naik turunnya harga saham.

Selain itu, kinerja perusahaan dapat diukur dengan mempertimbangkan aspek non keuangan yaitu Market Value Added (MVA). Menurut Brigham dan Houstan (2015:140) menyatakan bahwa Market Value Added (MVA) adalah nilai

(2)

36

yang ditambahkan manajemen kepada para pemegang saham yang didapat dari selisih antara nilai pasar saham perusahaan dengan jumlah ekuitas modal investor yang telah diberikan.

Perubahannya sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran. Semakin banyaknya investor yang ingin membeli saham, harganya semakin naik, begitupun sebaliknya. Dengan menggunakan konsep tersebut diharapkan perusahaan dapat mengukur tingkat kemakmuran nilai perusahaan.

Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji hubungan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) dengan harga saham.

Seperti penelitian, Mardiyanto (2013), Sesilia (2015), dan Kemala (2017).

Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu, karena diantara permasalahan yang terjadi atas fluktuatif harga saham yang menyatakan menerima dan menolak. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji kembali.

Peneliti memilih perusahaan manufaktur sub sektor rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai objek penelitian karena rokok tidak hanya menjadi keseharian kalangan atas tetapi juga menjadi keseharian masyarakat menengah ke bawah. Dengan semakin meningkatnya permintaan, maka semakin besar pendapatan yang akan diterima perusahaan, dan semakin besar pula kemungkinan terjadinya kenaikan harga saham perusahaan.

Hal ini diperkuat dengan artikel yang dimuat dalam website CNN

Indonesia pada 07 November 2018, yang menyebutkan bahwa “Kinerja emiten rokok kembali mengepul sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Keuntungan yang dikepul seluruh emiten rokok mencapai 15,06 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu 13,96 triliun. Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan kenaikan volume penjualan.”

Berdasarkan latar belakang diatas, maka judul penelitian ini adalah

“Pengaruh Economic Value Added (EVA) Dan Market Value Added (MVA) Terhadap Harga Saham (Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017)”.

Rumusan Masalah

1. Apakah Economic Value Added berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok ?

2. Apakah Market Value Added berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok ?

3. Apakah EVA dan MVA berpengaruh secara simulant terhadap harga pada perusahaan manufaktur sektor rokok yang terdaftar di BEI ?

Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah Economic Value Added (EVA) berpengaruh terhadap

(3)

37

perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

2. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. 3. Untuk mengetahui dan menganalisa

apakah Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Landasan Teori

Economic Value Added (EVA) merupakan estimasi laba ekonomi usaha yang sebenarnya untuk tahun tertentu, dan sangat jauh berbeda dari laba bersih akuntansi dimana laba akuntansi tidak dikurangi dengan biaya ekuitas sementara dalam perhitungan EVA biaya ini akan dikeluarkan. (Brigham, 2015).

Market Value Added (MVA) merupakan selisih antara nilai pasar saham perusahaan dengan modal ekuitas yang telah disetorkan oleh pemegang saham. (Brigham, 2015).

Kerangka Berpikir

Economic Value Added (EVA) adalah nilai yang ditambahkan oleh manajemen kepada pemegang saham yang didapat dari laba bersih setelah pajak dikurangi biaya modal. Perusahaan yang memiliki Economic Value Added (EVA) yang tinggi akan lebih menarik bagi investor dimana capital gain dan

dividen yang didapat investor semakin besar. Hal ini tentunya berdampak pada harga saham. Semakin banyak investor yang tertarik untuk membeli saham suatu perusahaan, maka harga saham perusahaan tersebut di pasar modal mengalami kenaikan.

Market Value Added (MVA) merupakan selisih antara nilai pasar saham dengan modal sendiri yang disetor oleh pemegang saham. Jika nilai pasar saham lebih tinggi dari pada nilai buku, maka capital gain yang didapat investor semakin besar yang nantinya akan menarik para investor dan tentunya akan berdampak pada harga saham.

Hipotesis Penelitian

Menurut Sugiyono (2015:96) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.

Berdasarkan permasalahan yang diajukan, maka hipotesis yang digunakan adalah :

H1 : Ada pengaruh positif dan signifikan EVA terhadap harga saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

H2 : Ada pengaruh positif dan signifikan MVA terhadap harga saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

H3 : Ada pengaruh positif dan signifikan EVA dan MVA secara simultan terhadap harga saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimen dan

(4)

38

menggunakan pendekatan data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka untuk menghitung besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

Populasi dan Sampel

Sasaran populasi yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sampel yang diambil yaitu laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor rokok di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 3 perusahaan.

Definisi Operasional Variabel Variabel Bebas (X)

1. Economic Value Added (EVA) adalah perbandingan antara selisih antara adjusted NOPAT selama satu tahun buku dan capital charges.

Dalam penelitian ini dinyatakan dengan simbol X1 dan dihitung dengan rumus:

2. Market Value Added (MVA) adalah selisih antara nilai pasar saham perusahaan dengan modal ekuitas yang telah disetorkan oleh pemegang saham. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan dinyatakan dengan simbol X2 dan dihitung dengan rumus:

MVA = (Harga per lembar saham X Jumlah saham beredar) – Nilai buku ekuitas yang disajikan pada neraca.

Variabel Terikat (Y)

Variabel terikatnya yaitu Harga Saham.

Tenik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dengan pengambilan data laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia.

Tenik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi linier berganda.

HASIL PENELITIAN

Pengaruh Economic Value Added terhadap harga saham

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima.

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000<0,05 dan diperoleh thitung

sebesar 10,334 dan ttabel sebesar 1,771 dimana 10,334>1,771.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sesilia (2015) yang menyatakan bahwa Economic Value Added berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Mardiyanto (2013) yang menyatakan bahwa Nilai Tambah Ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

(5)

39

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 7,639E+11 5,999E+11 1,273 ,227

Eva ,024 ,002 ,860 10,334 ,000 ,938 1,066

Mva 36080665,237 11378090,682 ,264 3,171 ,008 ,938 1,066

a. Dependent Variable: Harga_Saham

Hasil penelitian ini jika disenergikan dengan Grand Signaling Theory, Jika Economic Value Added naik, dapat menjadi sebuah sinyal baik bagi investor atau calon investor untuk membeli saham. Semakin banyak investor yang ingin membeli saham suatu perusahaan, maka harga saham semakin naik.

Pengaruh Market Value Added terhadap harga saham

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua diterima.

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,008<0,05 dan diperoleh thitung

sebesar 3,171 dan ttabel sebesar 1,771 dimana 3,171>1,771. Market Value Added bernilai positif, artinya apabila perusahaan mampu meningkatkan modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham, dimana perusahaan berhasil memaksimalkan kekayaan pemegang saham yakni pemegang saham menerima pengembalian lebih dari modal yang ditanam. Semakin besar Market Value Added, maka harga saham semakin naik.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mardiyanto (2013) yang menyatakan bahwa Nilai Tambah Pasar berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini jika disenergikan dengan Grand Signaling Theory, ketika Market Value Added berpengaruh terhadap harga saham, maka perusahaan harus dapat meningkatkan Market Value Added. Jika pengumuman informasi tersebut sinyal baik bagi investor, maka terjadi perubahan dalam harga saham dimana harga saham menjadi naik, begitupun sebaliknya.

Pengaruh Economic Value Added dan Market Value Added secara simultan terhadap harga saham

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis tiga diterima.

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000<0,05 dan diperoleh Fhitung

sebesar 71,001 dan Ftabel sebesar 3,81 dimana 71,001>3,81. Artinya jika perusahaan dapat mengelolah secara bersamaan dengan baik, maka dapat meningkatkan nilai suatu harga saham.

Hasil penelitian ini, sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mardiyanto (2013) dalam jurnalnya menunjukkan Economic Value Added dan Market Value Added mempengaruhi terhadap harga saham. Economic Value Added mencerminkan kinerja internal perusahaan yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sedangkan Market Value Added

(6)

40

mencerminkan kinerja eksternal perusahaan dimana nilai pasar saham perusahaan lebih tinggi daripada nilai buku.

Hasil penelitian ini jika disenergikan dengan Grand Signaling Theory, ketika Economic Value Added dan Market Value Added berpengaruh terhadap harga saham tentunya akan memberikan sinyal yang baik bagi perusahaan dimana perusahaan mampu menghasilkan laba dan meningkatkan nilai modal yang diinvestasikan oleh pemilik saham.

SIMPULAN

a. Ada pengaruh positif dan signifikan Economic Value Added (EVA) terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan semakin tinggi Economic Value Added (EVA) maka harga saham semakin naik.

b. Ada pengaruh positif dan signifikan Market Value Added (EVA) terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan semakin tinggi Market Value Added (MVA) maka harga saham semakin naik.

c. Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) secara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan, jika perusahaan mengelola keduanya dengan baik, maka akan berdampak pada kenaikan harga saham.

IMPLIKASI

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan rokok terus berusaha

untuk menciptakan nilai perusahaan dengan meningkatkan nilai tambah ekonomi dan pasar. Peningkatan Economic Value Added (EVA) dapat dilakukan dengan meningkatkan laba bersih sedangkan peningkatan Market Value Added (MVA) dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai pasar perusahan.

KETERBATASAN PENELITIAN

1. Terbatasnya jumlah sampel yang didapat dari keseluruhan populasi karena banyak emiten yang tidak mencantumkan biaya bunga pada laporan laba rugi.

2. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yang diduga memiliki pengaruh terhadap harga saham hanya dua variable saja.

3. Terbatasnya data, materi hingga literatur dalam penelitian ini.

DAFTAR RUJUKAN

Audriene Dinda. 2018. Pembatalan Kenaikan Cukai Bikin Saham Rokok Makin Mengepul di (https://www.cnnindonesia.co m di akses tanggal 31 Maret 2019).

Brigham, Eugene F. dan Houston. 2015.

Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. alih Bahasa Ali Akbar Yulianto, Buku Satu, Edisi Sepuluh Jakarta:

Salemba Empat.

Govindarajan. Vijay. 2012. Management Control System: Sistem Pengendalian Manajemen

(7)

41

Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.

Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia. Laporan Keuangan dan Tahunan Audited. http://www.idx.co.id diakses tanggal 20 Januri 2019.

Kemala, Dessy. 2017. Pengaruh Economic Value Added Terhadap harga saham Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2014. Jom FISIP.

Volume 4. No. 1. hal 1-11.

Manik, Antonia Oktin. 2018. Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Terhadap Harga Saham. Skripsi.

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Manurung, Alder Haymans. 2013. Initial Public Offering (IPO):

Konsep, Teori, dan Proses.

Jakarta: PT Adler Manurung Press.

Mara Ikbar, Muhammad, dan Dewi, Andrieta Shintia. 2015.

Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Terhadap Harga Saham Perusahaan Subsektor Properti yang Tergabung dalam LQ45 BEI. e- Proceeding of Management.

Volume 2. No. 2. hal 1148- 1155.

Mardiyanto, Herry. 2013. Analisis Pengaruh Nilai Tambah Ekomoni Dan Nilai Tambah Pasar Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Ritel Yang Listing Di BEI. Jurnal Ilmu Manajemen.

Volume 1. hal 297-306.

Mustikowati, Rita Indah. 2011. Pengaruh Market Value Added (MVA) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur.

Jurnal Modernisasi. Volume 7. No.1. hal 58-72.

Sesilia, Ella. 2015. Pengaruh Rasio Keuangan dan Economic Value Added Terhadap Harga Saham. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Volume 4. No. 8.

hal 1-19.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta Bandung.

Saham OK. Kapitalisasi Pasar & Saham Beredar.

http://www.sahamok.com diakses tanggal 25 Januari 2019.

Tunggal, Amin Widjaja. 2013. Memahami Konsep Economic Value Added (EVA) dan Value Based Management (VBM).

Jakarta: Harvarindo.

Tim Penyusun. 2018. Pedoman Penulisan Skripsi. Edisi XII Th. 2018. Fakultas Ekonomi.

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari sisi harga tekanan inflasi pada 3 bulan (Oktober) dan 6 bulan (Januari) mendatang diprediksi meningkat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 dan 6 bulan

ىتح اهبيلاسأو اهطامنأو ةيبرعلا ةيوحنلا دعاوقلا قيبطت ميلعت يف زكرتي ءاشنلإا وأ ةباتكلا ميلعت رثكأ نأ فورعلمابو دعاوقلا ةدام يف ةبلطلا ملعتي امم اراركت ميلعتلا

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga.. Tesis Kekuasaan Soeharto

Proses kerja uji untai reaktor riset merupakan miniatur untuk mempelajari proses pendinginan primer dan sekunder sebuah reaktor , sehingga sistem pemipaan yang digunakan

Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, inversi dan geostatistik pada formasi batu pasir Dakota, diketahui lokasi rekomendasi yang memiliki litologi dan parameter fisis baik

Dalam rangka pengelolaan likuiditas serta mengelola alat-alat likuid agar selalu dapat memenuhi kebutuhan cash flow, bank melakukan kontrol dengan melakukan

* Surat Izin Mengemudi Internasional yang mengadakan perjanjian ikatan dengan negara Genova * Surat Izin Mengemudi orang asing (SIM dari negara Jerman, Swis, Perancis, Belgia,

Penulisan ilmiah ini berisi tentang Website Wisata Kuliner Kota Bogor yang menampilkan informasi berisi sejarah, pendiri, tempat dan macam-macam makanan yang sudah dikenal dan