DHIAN WAHYU PERMANA 4306100022
STUDI PENGARUH KEDALAMAN LETAK SILINDER OSILASI TERHADAP KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA VORTEKS : PENDEKATAN UJI FISIK
Jurusan Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Dosen Pembimbing 1 :
Prof. Ir. Mukhtasor, M. Eng. Ph. D NIP. 196904201994031003
Dosen Pembimbing 2 : Ir. Arief Suroso, M.Sc
NIP. 194611101981031002
LATAR BELAKANG
-Energi Alternatif telah banyak dikembangkan
- Salah satunya adalah energi arus laut , karena ramah
lingkungan, dapat selalu diperbarui dan dapat dikembangkan menjadi sebuah pengganti yang effektif untuk menggantikan energi fosil
- VIVACE (Vortex Induced Vibrations for Aquatic Clean Energy) - Kenapa VIVACE?
- Salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan selain Reynold Number , kecepatan arus dan damping Coefficient juga ada pengaruh kedalaman.
- Mengapa pengaruh kedalaman? (bernitsas,2007)
1. Energi vortices yang dekat dengan permukaan akan mengganggu ekosistem diatasnya
2. Jarak Oscilating part yang terlalu dekat dengan permukaan dapat menekan VIV
KLIK
LATAR BELAKANG
Pada penelitian terbaru diperoleh dimensi rasio baru 9,54
Dengan D = 12 cm dan L = 115 cm
Gambar Skema dari Jarak Permukaan Bebas ke oscillating part(Raghavan,2007)
SKEMA PENGARUH KEDALAMAN
PERUMUSAN MASALAH & TUJUAN
1. Bagaimana pengaruh kedalaman letak silinder osilasi terhadap ampitudo?
2. Berapa kedalaman yang menghasilkan amplitudo terbaik diukur dari permukaan bebas ke permukaan teratas silinder osilasi?
Tujuan
1. Mengetahui pengaruh kedalaman letak silinder osilasi terhadap amplitudo.
2. Mengetahui kedalaman yang menghasilkan amplitudo terbaik dari permukaan bebas ke permukaan teratas dari silinder osilasi.
MANFAAT
1. Menghasilkan kedalaman letak silinder osilasi yang dapat menghasilkan amplitudo terbaik
2. Dapat digunakan untuk design letak silinder osilasi
BATASAN MASALAH
1. Dimensi dari silinder osilasi yang akan digunakan memiliki aspek rasio (L/D) 9.54
Dengan L = panjang silinder osilasi D = diameter silinder osilasi
2. Variasi dimensi panjang dan diameter dari silinder osilasi adalah 115cm & 12cm.
3. Variasi rasio jarak permukaan bebas dari posisi
keseimbangan silinder osilasi adalah h/D = 5,5; 4,5; 3,5; 1,5;
0,5.
Dengan h = kedalaman dari permukaan bebas ke posisi keseimbangan silinder osilasi
4. Variasi kecepatan arus yang digunakan untuk setiap model konfigurasi adalah 0,16 m/s; 0,24 m/s; 0,32 m/s; 0,40 m/s;
0,48 m/s.
5. Konfigurasi silinder osilasi yang digunakan hanya satu silinder rigid.
BATASAN MASALAH
6. Sudut arus datang tegak lurus model.
7. Besar arus datang dianggap sama dari permukaan sampai dasar perairan (uniform)
8. Tidak memperhitungkan stabilitas stuktur.
9. Tidak menghitung energi listrik yang dihasilkan.
10. Tidak membahas tentang power take-off system.
11. Dasar perairan rata dan kedap.
Metodologi Penelitian
MULAI
Studi Literatur
Penentuan dimensi model silinder osilasi berdasarkan dimensi rasio dan variasi variabel
(h/D;panjang;kecepatan arus)
Survey Kapasitas Alat pendukung Experiment dengan Alat yang di uji
TIDAK
Kalibrasi alat laboratorium
Kalibrasi Strip Chart dengan Gerak Silinder
MATCH?
YA
A
Metodologi Penelitian
Model Test dengan variasi (h/D),kecepatan arus(m/s) Hasil konfigurasi terbaik dari
h(m) dan v(m/s) Analisa dan pembahasan
Finish Kesimpulan
A
Percobaan
MOdel Ratio D(m) L(m) K (N/m) h/D U(m/s) Variasi 9,54 0,12 1,15 20 5,5 0,16
4,5 0,24 3,5 0,32 2,5 0,40 1,5 0,48 0,5
Total Running 30x
Percobaan
Percobaan
Percobaan
Percobaan
Analisa dan Hasil
Contoh Hasil Running Data Fisik
Analisa dan Hasil
Kecepatan 0.24 m/s ; h/D = 4,5
Waktu (s)
0 1 2 3 4 5 6
Amplitudo (cm)
-6 -4 -2 0 2 4 6 8
Grafik Hasil Running pada kecepatan 0,24 m/s dan h/D =4,5
Analisa dan Hasil
Grafik Hasil Running pada depth rasio (h/D) = 4,5
Depth Rasio 4,5
Analisa dan Hasil
dengan Arms = Amplitudo rata-rata (cm) A1…… An = Amplitudo (cm)
n = Banyaknya data amplitudo 1. Amplitudo Maximum
2. Amplitudo RMS 3. Amplitudo Minimum
Analisa dan Hasil
Tabel Nilai Amplitudo Yang Terjadi Dari Seluruh Kondisi
V 0,16 m/s 0,24 m/s 0,32 m/s 0,40 m/s 0,48 m/s
Depth h/D
Rasio AMAX ARMS AMIN AMAX ARMS AMIN AMAX ARMS AMIN AMAX ARMS AMIN AMAX ARMS AMIN 0,5 4,25 2,51 0,76 4,52 3,15 2,24 5,47 3,19 1,93 2,47 1,65 0,41 1,96 1,30 0,73 1,5 6,93 3,67 2,80 6,60 4,11 3,71 5,97 3,04 1,05 4,61 2,54 0,30 2,75 1,83 0,12 2,5 5,64 3,47 2,34 6,13 3,62 2,82 5,45 3,13 1,32 2,96 1,74 0,92 2,93 1,68 0,14 3,5 7,42 3,47 3,26 7,42 3,69 2,75 5,91 3,77 1,91 3,64 1,74 0,55 2,93 1,32 1,78 4,5 6,63 4,41 2,83 4,81 3,69 2,12 5,12 3,16 2,90 3,98 1,82 1,50 2,40 1,03 0,07 5,5 7,46 5,06 2,52 7,36 4,89 3,95 7,29 4,33 2,07 4,64 2,67 2,67 4,63 2,95 1,16
Analisa dan Hasil
Grafik Regresi dari Amplitudo RMS terhadap Depth Rasio (h/D) untuk berbagai Variasi Kecepatan
Depth Rasio (h/D)
0 1 2 3 4 5 6
Amplitudo RMS (cm)
0 2 4 6 8 10
Kecepatan 0,16 m/s Kecepatan 0,24 m/s Kecepatan 0,32 m/s Kecepatan 0,40 m/s Kecepatan 0,48 m/s
Analisa dan Hasil
Freud Number
0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50
Amplitudo RMS / Diameter
0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0.35 0.40
0.45 h/D = 0,5
h/D = 1,5 h/D = 2,5 h/D = 3,5 h/D = 4,5 h/D = 5,5
Grafik Perbandingan A RMS/D terhadap Freud Number untuk OP dengan L = 115 cm dan D = 12 cm dari berbagai Depth Rasio (h/D)
Kesimpulan
Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Pada silinder osilasi yang telah di uji dengan rentang rasio kedalaman antara h/D=0,5 hingga 5,5 ,nilai h/D berbanding lurus dengan amplitudo. Hal ini memiliki arti bahwa semakin dalam letak silinder osilasi maka semakin besar nilai A
RMSyang dihasilkan. Tetapi berbanding terbalik dengan
kecepatan arus. A
MAXtertinggi terjadi pada h/D=5,5 dengan arus 0,16 m/s sebesar 7,46 cm. Sedangkang A
MINterendah terjadi pada h/D=4,5 dengan arus 0,48 m/s sebesar 0,07 cm.
Untuk rasio amplitudo, A
RMS/D, maksimum terjadi pada
h/D=5,5 dengan arus 0,16 m/s sebesar 0,422. Sedangkan,
A
RMS/D minimum terjadi pada h/D=0,5 dengan arus 0,48 m/s
sebesar 0,108. Sehingga dapat diperjelas bahwa kedalaman
letak OP berbengaruh terhadap amplitudo yang terjadi.
Kesimpulan
2. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, maka bisa didapatkan hasil konfigurasi terbaik dalam installasi pembangkit listrik tenaga vorteks dalam kawasan laut dangkal berdasarkan letak
kedalamannya dengan skala laboratorium, yaitu menggunakan silinder osilasi berukuran Diameter 12 cm dan Panjang 115 cm
pada depth rasio h/D 5,5 atau sama dengan kedalaman 66 cm saat kecepatan sebesar 0,16 m/s, yang besar amplitude rata-ratanya adalah 5,06 cm
Saran
Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya agar lebih baik antara lain:
1. Melakukan pengujian dengan variasi yang lebih banyak agar tingkat ketelitian penelitian lebih baik.
2. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sistem penegar dan elastis support supaya kestabilan struktur dapat terjaga.
3. Penelitian dilanjutkan hingga mengetahui frekuensi yang terjadi pada setiap kondisi atau variasi yang sudah ditentukan agar diketahui banyaknya kejadian dalam satu kondisi uji dan penyesuaian untuk pemilihan generator.
4. Penelitian dilanjutkan hingga system power take off, yang nantinya akan didapatkan jumlah tenaga listrik yang akan dihasilkan silinder yang diuji.
5. Perlu diperhatikan kesesuain laboratorium sedetail-detailnya,
sehingga kendala-kendala dan kesalahan baik teknis maupun non- teknis dapat dicegah
Bussines New.http//Bataviase.co.id/node/248417. Accessed at August 26th 2010.
Bathacarya,R.(1978).Dynamic Of MarineVehicles. Maryland. John Wiley & Sons Incorporation.
Bernitsas, M. M., Y. Ben-Simon, K. Raghavan, and E. M. H. Garcia (2006, Jun). The VIVACE converter: model tests at high damping and Reynolds number around 105. In Proceedings of OMAE2006, Number OMAE06-92652.
25th International OMAE Conference.
Bernitsas, M. M., Raghavan, K., and Maroulis, D. (2007). Effect of Free Surface on VIV for Energy Harnessing at 8×10^3<Re< 1.5×10^5 .Proceedings of the International Conference on Offshore Mechanics and Arctic Engineering - OMAE San Diego.
Carberry, J. (2002). Wake States of a Submerged Oscillating Cylinder and of a Cylinder beneath a Free-Surface. Ph.D. thesis, Monash University. Australia, Clayton.
Engineeringtoolbox. www.engineeringtoolbox.com/strouhal-number-d_582.html. Accessed at August 24th 2010.
Laksono, Bagus P. (2010). Analisis Perubahan Dimensi Pada Oscilating Part untuk Pembangkit Listrik Tenaga Vorteks. Tugas Akhir Jurusan Teknik Kelautan Surabaya.
Indiyono, Paul, 2004, Hidrodinamika Bangunan Lepas Pantai, SIC, Surabaya
Raghavan, K. (2007). Energy Extraction from a Steady Flow Using Vortex Induced Vibration. A dissertation submitted in partial fulfillmentof the requirements for the degree of Doctor of Philosophy
Reichl, P. (2001). Flow Past a Cylinder Close to a Free Surface. Ph. D. thesis, Monash University.
Vortex Hydro Energy. http://www.vortexhydroenergy.com/. Accessed at August 26th 2010.
Daftar Pustaka
b = 10 mm
C = jarak ke dinding tank = ≥ 6D
LATAR BELAKANG
Gambar 1.1 Perbandingan Energy Cost (Bernitsas,2007)
BACK