• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT ANEKA GAS INDUSTRI TBK PERIODE OLEH : SAMUEL NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TUGAS AKHIR ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT ANEKA GAS INDUSTRI TBK PERIODE OLEH : SAMUEL NIM"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT ANEKA GAS INDUSTRI TBK

PERIODE 2018-2020

OLEH : SAMUEL NIM. 182101005

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2022

(2)
(3)
(4)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehaditar Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Pada PT Aneka Gas Industri Tbk Periode 2018-2020”. Tugas akhir ini diselesaikan guna memenuhi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan program pendidikan Diploma III jurusan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Peneliti menyadari tanpa adanya bantuan, pengarahan, bimbingan, serta motivasi dari berbagi pihak, penulisan tugas akhir ini tidak akan mungkin dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini, peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Fadli SE., M.Si. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Yasmin Chairunisa Muchtar SP., MBA. Selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Beby Kendida Hasibuan, SE, M.Si. Selaku Sekertaris Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Dr. Syafrizal Helmi Situmorang SE,. M.Si. Selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam memberikan saran dan masukan untuk Tugas Akhir ini.

5. Ibu Dra. Yulinda M.Si. Selaku dosen penguji Tugas Akhir ini.

(5)

ii

6. Seluruh Staf pengajar dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara atas semua ilmu yang telah diberikan kepada peneliti selama menuntut ilmu.

7. Kepada kedua orang tua tercinta, Romulus Sinaga dan Ester Samosir atas setiap doa, dukungan, dan motivasi yang diberikan kepada peneliti sehingga dapat berada sampai tahap ini.

8. Yonatan Melvern Hasudungan Silalahi dan Faldo H Sihotang yang senantiasa membantu, mengingatkan penulis untuk tetap semangat dalam menjalani perkuliahan.

9. Kepada Jessi Tampubolon yang senantiasa mendukung dan menyemangati peneliti.

Peneliti juga menyadari bahwa dalam penulisan Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan, maka dengan rendah hati penulis menerima kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan pembaca untuk kesempurnaan Tugas akhir ini. Harapan peneliti semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan pembaca sekalian.

Medan, Juni 2022 Peneliti,

Samuel

NIM. 182101005

(6)

iii DAFTAR ISI

Halaman LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PERNYATAAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR GRAFIK ... vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.5 Jadwal Kegiatan ... 5

1.6 Sistematika Penulisan ... 6

BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan ... 7

2.2 Visi dan Misi Perusahaan ... 8

2.3 Nilai-Nilai Perusahaan (ARIEF) ... 9

2.4 Struktur Organisasi ... 10

2.5 Job Description ... 11

2.6 Jaringan Usaha Keuangan ... 14

2.7 Kinerja Usaha Terkini ... 15

2.8 Rencana Kegiatan ... 16

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Laporan Keuangan ... 19

3.2 Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan ... 20

3.3 Analisis Rasio Keuangan... 21

3.4 Laporan Jenis-Jenis Laporan Keuangan ... 22

3.5 Jenis-Jenis Rasio Keuangan ... 23

3.6 Laporan Keuangan Perusahaan ... 28

3.7 Analisis Kinerja Perusahaan ... 39

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan ... 74

4.2 Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 76

(7)

iv

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1 Ikhtisar Data Keuangan PT. Aneka Gas Industri Tbk 2

1.2 Jadwal Kegiatan 5

3.1 Neraca PT Aneka Gas Industri Tbk 28

3.2 Neraca PT Aneka Gas Industri Tbk (Lanjutan) 29 3.3 Neraca PT Aneka Gas Industri Tbk (Lanjutan) 31 3.4 Neraca PT Aneka Gas Industri Tbk (Lanjutan) 32 3.5 Neraca PT Aneka Gas Industri Tbk (Lanjutan) 34 3.6 Laporan Laba Rugi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk 36

3.7 Rasio Likuiditas 40

3.8 Rasio Solvabilitas 46

3.9 Rasio Aktivitas 55

3.10 Rasio Profitabilitas 64

3.11 Standar Industri Rasio Keuangan Perusahaan 72

(8)

v

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

2.1 S truktur Organisasi PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 10

(9)

vi

DAFTAR GRAFIK

No. Grafik Judul Halaman

3.1 Aaset PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 30

3.2 Liabilitas PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 33

3.3 Liabilitas dan Ekuitas PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 35

3.4 Laba Rugi PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 38

3.5 Rasio Likuiditas PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 42

3.6 Rasio Solvabilitas PT. Aneka Gas Industri Tbk ... 49

(10)

1

Pertumbuhan suatu perusahaan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Perusahaan bersaing dalam berbagai cara sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi yang kuat. Setiap perusahaan harus meningkatkan kinerjanya agar dapat bersaing dan bertahan dalam segala situasi agar tetap kompetitif. Kinerja keuangan, menurut Hery (2015:29), adalah upaya formal untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menciptakan pendapatan dan situasi kas tertentu, serta cara untuk meningkatkan operasi operasional perusahaan. Kinerja keuangan yang sehat dapat membantu perusahaan tetap bertahan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Kinerja keuangan yang baik sangat penting dalam mengevaluasi keberhasilan perusahaan, seperti dapat dilihat dalam laporan keuangan, yang menunjukkan hasil yang telah dicapai perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

Kinerja keuangan, menurut Fahmi (2018:142), adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana organisasi telah mengikuti kriteria yang ditetapkan dalam penggunaan sumber daya keuangan yang baik dan benar.

Misalnya, dengan menghasilkan laporan yang sesuai dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) atau GAAP (General Acepted Accounting Principle), dan lainnya. Menurut Sucipto dalam Sochib (2016:40) kinerja keuangan merupakan ukuran ketentuan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menciptakan laba.

(11)

Tabel 1.1

Ikhtisar Data Keuangan PT. Aneka Gas Industri Tbk.

Tahun 2018, 2019 dan 2020 (Rp. Ratusan Juta)

Sumber: Data diolah sendiri oleh peneliti, 2022

Tabel 1.1 menjelaskan statistik keuangan untuk tahun 2018, 2019, dan 2020, memberikan gambaran tentang status keuangan PT Aneka Gas Industri Tbk, selama tahun-tahun tersebut. Setiap tahun, jumlah total aset lancar, hutang lancar, hutang jangka panjang, dan laba perusahaan mengalami peningkatan dan penurunan. Dapat dilihat total aset tidak lancar dan ekuitas perusahaan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Total aset tidak lancar pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 5,20% dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 3,13%. Dapat dilihat juga pada tahun 2020 perolehan laba mengalami penurunan yang sangat signifikan sebesar 41,70%. Fluktuasi tahunan dalam kinerja perusahaan tidak dapat dijelaskan hanya oleh perubahan situasi keuangan. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana kinerja perusahaan meningkat atau menurun dari tahun ke tahun, diperlukan analisis yang lebih spesifik. Hal ini dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan, yang merupakan standart perbandingan (rasio). Peneliti dapat mengetahui situasi dan kinerja keuangan perusahaan dengan melihat laporan keuangannya.

Tahun

Total Aset Lancar

Total Aset Tidak Lancar

Hutang Lancar

Hutang Tidak Lancar

Ekuitas Laba 2018 1.585.943 5.061.812 1.297.840 2.202.123 3.147.792 118.462 2019 1.696.015 5.324.965 1.938.711 1.782.705 3.299.564 167.239 2020 1.629.893 5.491.565 1.615.068 2.124.249 3.382.141 97.501

(12)

Analisis laporan keuangan, menurut Standar Akuntansi Keuangan (2015:1), adalah suatu pengkajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi tentang status keuangan perusahaan, kinerja keuangan, dan arus kas. Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tahunan tersebut kemudian ditelaah untuk mengetahui kondisi dan posisi perusahaan. Laporan keuangan kemudian melihat banyak masalah dalam akun keuangan untuk menentukan tindakan apa yang akan diambil perusahaan sekarang dan di masa depan. Indikator keuangan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan relevansinya bagi pengguna dalam memantau dan mengevaluasi situasi keuangan perusahaan. Rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas adalah rasio-rasio yang dapat digunakan untuk menganalisi laporan keuangan.

Analisis rasio keuangan adalah pendekatan analitis yang populer karena merupakan cara yang paling akurat dan efisien waktu untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Pada penelitian ini peneliti mengkaji kinerja keuangan PT Aneka Gas Industri Tbk menggunakan analisis rasio keuangan, yang meliputi ukuran likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas.

Karena analisis rasio keuangan sangat penting, maka peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Pada PT Aneka Gas Industri, Tbk Periode 2018 – 2020”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan utama dari penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan PT Aneka Gas

(13)

Industri Tbk periode 2018 - 2020 ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan PT Aneka Gas Industri, Tbk ditinjau dari likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020.

1.4 Manfaat Penelitian

Berikut ini adalah manfaat penelitian yang diproyeksikan untuk berbagai pihak sebagai hasil dari penelitian ini:

1.4.1 Bagi Peneliti

1. Kinerja keuangan PT Aneka Gas Industri, Tbk (AGII) dapat membantu peneliti memahami perkembangan perusahaan. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi untuk pengetahuan dan pengalaman peneliti, serta memberikan landasan untuk penelitian masa depan.

2. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Studi Keuangan pada Program Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

1.4.2 Bagi PT Aneka Gas Industri

Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehingga PT Aneka Gas Industri Tbk, dapat melihat gambaran dan dasar pengambilan keputusan di masa yang akan datang, dan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan membantu dalam pengambilan keputusan ketika timbul masalah keuangan.

(14)

Studi ini dimaksudkan untuk digunakan dalam penilaian keuangan suatu perusahaan dan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dalam masalah keuangan saat ini, serta untuk memberikan gambaran dan pertimbangan untuk keputusan masa depan kepada PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII).

1.4.3 Bagi Pihak Lainnya

Pembaca akan mendapatkan wawasan baru dan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya penilaian kinerja keuangan di perusahaan besar. Selain itu, penelitian ini diyakini akan bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan berfungsi sebagai sumber referensi untuk penelitian lain.

1.5 Jadwal Kegiatan

Penelitian ini dilakukan oleh penulis pada PT Aneka Gas Industri Tbk.

Penelitian berlangsung mulai bulan Januari 2022 sampai Februari 2022, dapat dilihat dari Tabel 1.1 berikut:

Tabel 1.2 Jadwal Penelitian

No Kegiatan Bulan Januari 2022 Bulan Februari 2022

II III III I II III

1 Persiapan

2 Pengumpulan

Data

3 Penulisan

(15)

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun rincian sistematika penulisan tugas akhir ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN

Pada Bab ini yang menjadi pokok bahasan peneliti yaitu tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, desain penelitian, rencana survei/observasi, dan sistematika penulisan semuanya tercakup dalam bab ini.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

Pada bab ini peneliti menggambarkan PT Aneka Gas Industri Tbk secara umum, termasuk sejarah singkat, struktur organisasi, kegiatan saat ini, dan rencana kegiatan.

BAB III PEMBAHASAN

Bab ini membahas lebih dalam tentang pengertian laporan keuangan dan menganalisisnya dengan menggunakan rasio-rasio yang meliputi : rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas.

BAB IV PENUTUP

Ini adalah bab terakhir dari penulisan tugas akhir. Peneliti akan menarik kesimpulan berdasarkan penjelasan bab sebelumnya dan memberikan saran yang diharapkan berguna bagi para pembaca dan PT Aneka Gas Industri Tbk.

(16)

7 BAB II

PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) adalah perusahaan gas industri terkemuka di Indonesia, dengan jaringan terbesar dan terluas, dengan 44 pabrik dan lebih dari 100 filling stations yang tersebar di 26 provinsi. Dengan pengalaman yang dimiliki , AGII telah menunjukkan kapasitasnya untuk menyediakan beragam produk dan layanan gas untuk industri, mendapatkan reputasi yang layak sebagai salah satu penyedia gas industri yang paling dapat diandalkan di Indonesia.

AGII memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang gas industri. NV WA Hoek Machine en Zuurstof adalah perusahaan yang membangun pabrik oksigen pertama di Jakarta pada tahun 1916, dan NV Javasche Koelzoer, yang membangun pabrik karbon dioksida pertama di Surabaya pada tahun 1924, kedua perusahaan perusahaan tersebut berubah nama menjadi PN Zatas dan PN Asam, Kemudian, pada tahun 1971, kedua perusahaan digabungkan menjadi satu perusahaan milik negara dan resmi dinamakan menjadi "Aneka Gas Industri".

Perusahaan ini pernah menjadi perusahaan milik asing, diakuisisi pada tahun 1996 oleh Messer Group Griesheim GmbH dari Jerman dan PT Tira Austenite dari Indonesia, yang memiliki saham AGII dengan pemerintah Indonesia. Setelah kepemilikannya dimiliki oleh Samator Group pada tahun 2004, AGII kembali menjadi perusahaan nasional.

(17)

Di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kegiatan utama AGII adalah memproduksi, memasarkan, dan mendistribusikan berbagai jenis gas industri dan barang-barang terkait dalam bentuk gas cair atau gas padat. Selain itu, perusahaan melakukan usaha jasa yang berhubungan dengan produk gas yang dihasilkan, seperti menjual produk gas pabrikan lain kepada klien perusahaan, seperti specialty gas, rare gas, dan sebagainya, untuk mendukung operasi bisnis tersebut.

Perusahaan juga menawarkan jasa pembangunan dan instalasi infrastruktur gas, serta peralatan, teknologi, dan barang pendukung terkait lainnya.

Pada September 2016, AGII resmi meluncurkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham IDX : AGII. menerbitkan 766,6 juta saham pada awal IPO, mewakili 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Korporasi mendapat untung 15 kali lipat dari jumlah penghargaan. Pada saat pencatatan perdana, saham AGII melonjak 80 poin atau 6,82 persen menjadi Rp1.180.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan

Adapun Visi dan Misi PT. Aneka Gas Industri Tbk adalah sebagai berikut:

2.2.1 Visi Perusahaan

Perusahaan yang paling diidamkan, bertumbuh dan berkembang melalui pemanfaatan sumber daya alam yang bermanfaat bagi kehidupan.

2.2.2 Misi Perusahaan

PT Aneka Gas Industri, Tbk memiliki misi sebagai berikut:

a. Memberikan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan (stakeholder).

b. Berintegritas dan berkomitmen terhadap kualitas, HSE (Health Safety Environment) dan GCG (Good Corporate Governance).

(18)

c. Meningkatkan TCS (Total Customer Solution).

d. Memperluas wilayah usaha dan mengembangkan produk, layanan serta teknologi.

2.3 Nilai-Nilai Perusahaan (ARIEF) a. Accountable (Akuntabel)

Memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsi secara bertanggung jawab, meliputi tanggung jawab kepada atasan, rekan kerja, dan diri sendiri.

b. Resilient (Ketangguhan)

Memiliki jiwa pantang menyerah dan selalu bangkit ketika menghadapi permasalahan, baik permasalahan kecil maupun permasalahan besar.

c. Innovative (Inovatif)

Menciptakan peluang untuk perbaikan secara kreatif dengan cara baru dan aktivitas baru yang relevan sesuai dengan perkembangan zaman.

d. Entrepreneurial (Wirausaha)

Mempunyai Visi untuk memajukan perusahaan, mampu menangkap peluang bisnis guna pengembangan, menyusun strategi untuk memenangkan persaingan, mampu menemukan cara untuk meningkatkan profitabilitas secara berkesinambungan.

e. Fun & Fearless (Menikmati Tantangan Itu Menyenangkan)

Melihat tantangan sebagai sesuatu untuk dinikmati, menciptakan suasana yang menyenangkan, dengan tetap mengedepankan keberanian dan mempertahankan prinsip dengan teguh.

(19)

2.4 Struktur Organisasi

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi merupakan organ perusahaan.

Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tanggung jawabnya, sedangkan Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal mendukung Direksi dalam pelaksanaan tugasnya. Efektivitas prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance) tergantung pada badan-badan korporasi dalam menyelesaikan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sumber: PT Aneka Gas Industri Tbk, 2021

Gambar 2.1

Struktur Organisasi PT. Aneka Gas Industri Tbk

(20)

2.5 Job Description 1. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk mengawasi kebijakan pengurusan dan proses pengurusan pada umumnya, baik yang berkaitan dengan Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi, yang meliputi pengawasan terhadap pelaksanaan rencana jangka panjang, rencana kerja Perseroan, dan anggaran perusahaan, serta ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Umum, serta pemberian nasihat kepada Direksi.

2. Komite Audit

1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.

2. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang- undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.

3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikan.

4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa

(21)

5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal.

6. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.

7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.

8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan.

9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

3. Direktur Utama

Direktur Utama adalah orang yang memutuskan dan mengurus program perusahaan atau organisasi secara keseluruhan sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh organ pengatur atau badan yang setara, seperti Dewan Komisaris. Direktur Utama perusahaan bertanggung jawab untuk mengelola visi dan misi perusahaan secara keseluruhan, bertemu dengan eksekutif senior secara berkala, merumuskan strategi di seluruh perusahaan, memantau situasi persaingan internal dan eksternal, dan menetapkan orang ke departemen tertentu.

4. Komite Nominasi atau Remunerasi

Saat ini AGI belum memiliki Komite Remunerasi dan Nominasi. Dewan Komisaris memutuskan bahwa fungsi nominasi dan remunerasi bagi Direksi

(22)

dan Dewan Komisaris ini masih dapat dijalankan dengan baik oleh Dewan Komisaris.

5. Audit Internal

1. Menyusun dan melaksanakan aktivitas audit internal tahunan berdasarkan prioritas risiko sesuai dengan tujuan Perseroan.

2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perseroan.

3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya.

4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen.

5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.

6. Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan.

7. Bekerja sama dengan Komite Audit.

8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya.

9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

6. Sekretaris Perusahaan

Sekretaris Perusahaan merupakan penghubung utama antara Perusahaan dengan pemegang saham, otoritas pasar modal dan masyarakat. Sekretaris

(23)

Perusahaan bertugas untuk memastikan bahwa seluruh pemegang saham, investor, pemangku kepentingan dan masyarakat luas dapat mengakses informasi Perusahaan secara akurat dan tepat waktu.

Tugas pokok Sekretaris Perusahaan adalah:

1. Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.

2. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi perusahaan.

3. Memberikan masukan kepada Direksi untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

4. Sebagai penghubung antara Perseroan dengan pemegang saham, Otoritas Jasa Keuangan dan pemangku kepentingan lainnya.

2.6 Jaringan Usaha Kegiatan

PT Aneka Gas Industri Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam utamanya dalam bisnis produksi dan penjualan grosir gas industri. PT Aneka Gas Industri Tbk memiliki 44 pabrik dan 104 stasiun pengisian yang tersebar di 26 provinsi. Perusahaan memproduksi oksigen, nitrogen, argon, asetilena, karbon dioksida, hidrogen, dinitrogen oksida, udara sintetis, dan gas campuran. Perusahaan juga menjual secara grosiran gas khusus dan gas langka yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan lain. Pabrik- pabriknya terletak di beberapa wilayah di Indonesia, seperti :

(24)

1. Kantor Jakarta 2. Kantor Surabaya 3. Kantor Medan

4. Kantor Cabang Subang

5. PT. Aneka Gas Industri – Gorontalo

PT Aneka Gas Industri Tbk, melalui Grup Samator, telah membangun hubungan yang solid dengan perusahaan multinasional yang memungkinkan untuk dapat menawarkan solusi yang disesuaikan sepenuhnya kepada para pelanggan. Jaringan global PT Aneka Gas Industri Tbk memungkinkan untuk mengikuti inovasi dan variasi produk terbaru pada bisnis perusahaan. Ada pun perusahaan yang telah menjalin kemitraan dengan PT Aneka Gas Idustri yaitu : 1. Taiyo Nippon Sanso (Jepang)

2. Telecom Tube Systems (Belanda) 3. ESCO Industries (Australia) 2.7 Kinerja Usaha Terkini

Kinerja per segmen usaha hingga akhir tahun 2020, pendapatan dari segmen Produk Gas menurun sebanyak 3,6% dibandingkan tahun 2019, sementara pendapatan dari segmen Jasa dan Peralatan mengalami peningkatan sebanyak 31,9%. Pada tahun 2020, segmen Produk Gas dan segmen Jasa dan Peralatan berkontribusi masing-masing sebanyak 89% dan 11% dari total pendapatan Perseroan. Laba Kotor dari segmen Produk Gas pada tahun 2020 menurun sebanyak 11,0% dari tahun sebelumnya, sementara Laba Kotor dari segmen Jasa dan Peralatan mengalami peningkatan sebanyak 97,1% pada periode yang sama.

(25)

Sepanjang tahun 2020, PT Aneka Gas Industri telah menunjukkan kemampuannya untuk bertahan dalam menghadapi kesulitan. Kinerja FY2020 cenderung stabil dibandingkan tahun sebelumnya, dimana penjualan hanya tertekan 0,7% dari tahun ke tahun, lebih rendah dari penurunan PDB 15% hingga 20% pada lapangan usaha lainnya. PT Aneka Gas Industri telah mencatat pertumbuhan yang baik, terutama dari sektor industri kesehatan, di mana gas medis, layanan instalasi, dan peralatan pendukung sangat dibutuhkan. Di samping itu, khusus Kuartal-IV Tahun 2020, terjadi peningkatan dari sektor pelanggan lainnya, termasuk dari pelanggan Infrastruktur dan Consumer Goods. Usaha perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional telah membantu dalam menjaga marjin EBITDA dan Laba Tahun Berjalan FY2020 masing-masing di level 30,8%

dan 4,6%, cenderung stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

PT Aneka Gas Industri Tbk dinobatkan sebagai Emiten Terbaik dalam Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2020 kategori "Industri Plastik, Pengemasan, dan Kimia" dengan tema "Resilience During Pandemic". Perusahaan mampu memanfaatkan kesempatan yang ada melalui inisiatif-inisiatif strategis yang telah dicanangkan, dan bahkan mempercepat perubahan yang telah lama diinginkan, berkat kerja keras dan pengabdian seluruh karyawan di AGII.

2.8 Rencana Kegiatan

Gasworld Business Intelligence memproyeksikan pertumbuhan sektor gas industri berkisar antara 6,29% - 6,34% yang didukung oleh peningkatan investasi asing, di antaranya dari Jepang, yang akan menyokong produksi tambahan untuk sektor-sektor seperti elektronik dan kimia.

(26)

Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa ada dua kunci utama dalam upaya memulihkan dan membangkitkan kinerja industri nasional pada tahun 2021, yakni melalui program vaksinasi COVID-19 dan penerapan Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, yang sekaligus dapat menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Untuk tahun 2020, Pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp695,2 triliun untuk membangkitkan ekonomi Indonesia melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dari sisi Perseroan, perusahan melihat banyak peluang untuk tumbuh pada tahun 2021 dan untuk tahun-tahun ke depan. Di antaranya, PT Aneka Gas Industri menargetkan pertumbuhan pada sektor-sektor high growth, seperti Gas Medis dan Peralatan Pendukungnya untuk Sektor Kesehatan, ataupun aplikasi Nitrogen dan Hydrogen untuk sektor Consumer Goods. Dengan basis pelanggan yang terdiversifikasi dengan baik, didukung oleh jaringan distribusi yang luas dan ketersediaan gas industri yang aman dan berkesinambungan, kami percaya bahwa prospek Perseroan ke depan memiliki potensi yang sangat baik.

Menimbang hal tersebut, Perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan ketahanan bisnis Perseroan, di antaranya Perseroan akan terus mengusahakan agar beban pokok penjualan maupun beban umum dan administratif tetap terkendali, mengaplikasikan berbagai program untuk meningkatkan retensi pelanggan, serta evaluasi strategi pricing dan pemasaran untuk meningkatkan nilai bisnis secara keseluruhan.

Selain itu, PT Aneka Gas Industri (AGII) secara langsung dan melalui anak usahanya PT Samator Gas Industri (SGI) berencana akan melaksanakan Transaksi

(27)

Jual Beli Aset Tetap dan Transaksi Sewa Menyewa Tanah dan Bangunan (Transaksi) pada 2 (dua) unit bisnis yang dimiliki oleh PT Samator (Samator), yang saat ini merupakan pemegang saham utama di Perseroan. Total nilai transaksi mencapai Rp 683,396 miliar.

Direktur Utama AGII, Bapak Rachmat Harsono, menyampaikan “Kami telah lama berniat untuk menggabungkan seluruh lini usaha gas industri di bawah operasional dan manajemen PT Aneka Gas Industri Tbk. Dengan dilaksanakannya transaksi ini, bisnis gas industri kami harapkan dapat dikelola dengan struktur yang lebih efisien, biaya yang lebih rendah, dan pasokan gas yang lebih berkelanjutan. Beberapa keuntungan yang juga akan turut timbul dengan dilaksanakannya transaksi ini adalah penambahan pangsa pasar bagi perseroan, serta pertumbuhan pendapatan maupun laba yang diharapkan akan lebih cepat.

Saat ini, kami merupakan penyedia gas industri yang memiliki jaringan terluas di Tanah Air Indonesia, dan akuisisi ini akan semakin mengukuhkan posisi kami sebagai market leader”.

(28)

19 BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Laporan Keuangan

Pada akhir periode usaha, setiap perusahaan atau lembaga menyusun laporan keuangan yang selanjutnya dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Berikut ini beberapa pengertian laporan keuangan yang penulis kutip dari beberapa sumber:

Laporan keuangan menurut Kasmir (2018:7) adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan saat ini atau posisi keuangan suatu waktu tertentu. Tujuan laporan keuangan adalah untuk menunjukkan situasi keuangan perusahaan saat ini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan priode tertentu (untuk laporan laba rugi). Laporan keuangan menunjukkan bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang diperoleh dalam satu periode.

Menurut Sirait (2016:9) Pelaporan Keuangan (Financial Reporting) Merupakan hasil akhir dari proses akuntansi sebagai ikhtisar transaksi keuangan untuk periode berjalan. Siklus penagihan dapat tergantung pada perusahaan setiap tahun, setiap 12 bulan atau setiap 6 bulan, tetapi biasanya setiap 12 bulan.

Laporan keuangan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi keuangan kepada pengguna sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut Andri dan Endang (2015:6) laporan keuangan merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis.

(29)

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil operasi yang telah dicapai oleh perusahaan.

Jadi, disimpulkan bahwa kemajuan atau kemunduran suatu aktivitas usaha ditunjukkan oleh laporan keuangan pada setiap akhir periode bagi kegiatan usaha yang membuat laporan keuangan, karena dengan disajikannya laporan keuangan pada setiap akhir periode akan menggambarkan mutasi (perubahan) dari posisi awal serta akhir harta dan kewajiban yang merupakan kondisi kemajuan dari hasil operasional (aktivitas) pada periode tertentu.

3.2 Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan

Kinerja keuangan merupakan salah satu gambaran kondisi keuangan suatu perusahaan selama periode waktu tertentu, baik dari segi penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan rasio kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas.

Menurut Wiratna (2017:71) menyatakan bahwa Kinerja keuangan merupakan hasil dari evaluasi terhadap pekerjaan yang telah selesai dilakukan, hasil pekerjaan tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama.Setiap pekerjaan yang telah selesai dilakukan perlu dilakukan penilaian/pengukuran secara periodik.

Kinerja keuangan, menurut Fahmi (2018:142), adalah analisi yang di lakukan untuk mengetahui sejauh mana organisasi telah mengikuti kriteria yang ditetapkan dalam penggunaan sumber daya keuangan yang baik dan benar.

(30)

Dari pengertian kinerja menurut para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan adalah usaha yang dilakukan perusahaan dalam mengukur keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan sehingga potensi perkembangan serta pertumbuhan yang baik dari perusahaan dengan mengandalkan sumber daya yang ada.

3.3 Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan merupakan alat yang dugunakan oleh perusahaan untuk menganalisis atau menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan Neraca, Rugi / Laba, dan Arus Kas dalam periode tertentu.

Menurut Kasmir (2018:104), Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antarkomponen yang ada di antara laporan keuangan.

Menurut Syahyunan (2015:91), Analisis rasio keuangan merupakan analisis yang sering digunakan untuk melihat kinerja keuangan perusahaan dengan cara membandingkan antara satu item tertentu dengan item lainnya dalam laporan keuangan sehingga dapat disebut rasio.

Dari pengertian analisis rasio keuangan menurut para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis rasio keuangan adalah alat ukur yang digunakan dengan cara membandingkan beberapa pos tertentu dalam laporan keuangan yang

(31)

memiliki hubungan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuanagan sebuah perusahaan.

3.4 Laporan Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang disusun oleh manajemen perusahaan umumnya terdapat lima jenis yaitu:

1. Neraca (Balance Sheet)

Neraca adalah bagian dari sebuah laporan keuangan yang mencatat informasi mengenai aset, kewajiban pembayaran pada pihak-pihak yang terkait dalam operasional perusahaan, dan modal pada waktu tertentu.

Tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu, biasanya ditentukan pada akhir tahun sehingga neraca sering disebut dengan Balance Aset.

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Di dalam laporan laba rugi menunjukkan jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Laporan laba rugi juga menunjukkan jumlah biaya dan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama periode tertentu.

3. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow)

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua bidang yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.

(32)

4. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Change in Equity)

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Laporan arus kas juga menjelaskan perubahan modal dan sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement)

Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi yang apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu.

3.5 Jenis-Jenis Rasio Keuangan 1. Rasio Likuiditas

Menurut Kasmir (2018:129), Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknnya yang jatuh tempo atau rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban pada saat ditagih.

Artinya perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepat pada waktunya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan likuid, dan perusahaan dikatakan mampu memenuhi kewajiban keuangan tepat pada waktunya apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran atau aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancarnya atau hutang jangka pendek.

(33)

Macam-macam rasio likuiditas:

a. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur aktiva lancar yang digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang lancar.

Semakin besar perbandingan antara aktiva lancar dengan utang maka dapat diartikan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban utang lancar tersebut.

Rasio Lancar = Aktiva Lancar Utang Lancar

Sumber: Kasmir (2018:134)

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang lancar dengan menggunakan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan.

Rasio Cepat = (Aktiva Lancar – Persediaan) Utang Lancar

Sumber: Syahyunan (2015:97)

c. Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur besar uang kas yang tersedia yang digunakan untuk melunasi utang jangka pendek yang tersedianya dana kas.

Rasio Kas = Kas

Utang Lancar

Sumber: Syahyunan (2015:97)

(34)

2. Rasio Solvabilitas

Menurut Kasmir (2018:150) rasio solvabilitas rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiaya dengan hutang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya

Macam-macam rasio solvabilitas:

a. Rasio Hutang (Debt Ratio)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur presentase besarnya dana yang berasal dari hutang, hutang yang dimaksud adalah semua hutang perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Debt Ratio = Total Utang

X 100%

Total Aktiva

Sumber: Kasmir (2018:156)

b. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur perbandingan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal perusahaan sendiri.

Debt To Equity

Ratio = Total Utang

x 100%

Total Ekuitas

Sumber: Kasmir (2018:158)

3. Rasio Aktivitas

Menurut Kasmir (2018: 172), tingkat aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi suatu perusahaan dalam menggunakan asetnya.

Atau bisa juga dikatakan bahwa angka kunci ini digunakan untuk mengukur efisiensi (efektivitas) penggunaan sumber daya perusahaan. Beberapa rasio

(35)

utama yang termasuk dalam pengukuran efisiensi ini terkait dengan jenis bisnis yang dipelajari:

Macam-macam rasio aktivitas:

a. Total Perputaran Aset (Total Assets Turnover)

Rasio yang dibutuhkan untuk mengukur efektivitas seluruh aset dalam membantu penjualan, semakin tinggi rasio maka semakin baik kinerja perusahaan dalam megelola aktiva untuk aktivitas penjualan.

Total Assets Turnover = Penjualan Total Aktiva

Sumber: Kasmir (2018:186)

b. Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk mengetahui seberapa optimal aktiva tetap untuk membantu perusahaan. Semakin tinggi nilai maka semakin efektif penggunaan aktiva tetap tersebut. Pengelolaan aktiva tetap perlu mendapatkan perhatian apalagi bila dibeli secara kredit.

Fixed Assets Turnover = Penjualan Aktiva Tetap Bersih

Sumber: Kasmir (2018:184)

c. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk menggambarkan likuiditas perusahaan, hal ini digunakan untuk menunjukkan seberapa efektif manajemen persediaan.

Inventory Turnover = Penjualan Persediaan

Sumber: Kasmir (2018:180)

(36)

4. Rasio Profitabilitas

Menurut Kasmir (2018:201) rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio profitabilitas memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Besarnya keuntungan suatu perusahaan harus dicapai sesuai dengan yang diharapkan dan bukan asal untung. Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas.

Macam-macam rasio profitabilitas:

a. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Rasio profitabilitas yang digunakan untuk menilai persentase laba kotor terhadap pendapatan yang dihasilkan dari penjualan.

Gross Profit Margin = Laba Kotor Penjualan

Sumber: Kasmir (2018:202)

b. Return on Invesment (ROI)

Rasio yang digunakan perusahaan yang mengevaluasi kinerja bisnis dengan membagi laba bersih dengan kekayaan bersih. Melalui ROI dapat mengetahui keuntungan atau kerugian dari investasi tertentu terhadap jumlah uang yang diinvestasikan dapat diukur dengan mudah.

ROI = Earning After Interrest and Tax Total Assets

Sumber: Kasmir (2018:203)

(37)

c. Return on Equity (ROE)

Rasio yang digunakan perusahaan untuk menyatakan persentase laba bersih relatif terhadap ekuitas pemegang saham, atau tingkat pengembalian uang yang dimasukkan oleh investor ekuitas ke dalam bisnis.

ROE = Earning After Interrest and Tax Ekuitas

Sumber: Kasmir (2018:204)

3.6 Laporan Keuangan Perusahaan

1. Berikut ini tabel laporan keuangan PT Aneka Gas Industri Tbk per 31 Desember 2018 sampai dengan 31 Desember 2020

Tabel 3.1 Neraca

Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018 – 2020 PT. Aneka Gas Industri Tbk

(Dinyatakan Dalam rupiah)

Keterangan Tahun

2018 2019 2020

Aset Lancar

Kas dan

setara kasa 284.472.000.000 279.518.000.000 405.164.000.000 Investasi

jangka pendek

80.025.000.000 98.750.000.000 18.750.000.000 Piutang

usaha 429.088.000.000 411.612.000.000 375.073.000.000 Piutang lain-

lain 218.488.000.000 303.796.000.000 252.378.000.000 Persediaan 455.625.000.000 446.160.000.000 447.731.000.000 Pajak dibayar

dimuka 57.000.000 13.000.000 6.000.000

Beban dibayar dimuka lancar

9.611.000.000 11.270.000.000 4.751.000.000

(38)

Uang muka

pembelian 108.577.000.000 144.896.000.000 126.040.000.000 Jumlah Aset

Lancar 1.585.943.000.000 1.696.015.000.000 1.629.893.000.000

Sumber: Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industr 2018 – 2020

Tabel 3.2 Neraca (Lanjutan)

Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018 – 2020 PT. Aneka Gas Industri Tbk

(Dinyatakan Dalam rupiah)

Keterangan Tahun

2018 2019 2020

Aset Tidak

Lancar

Beban dibayar dimuka tidak lancar

48.758.000.000 56.032.000.000 2.336.000.000 Investasi

pada entitas asosiasi

55.051.000.000 55.051.000.000 55.051.000.000 Uang muka

pembelian 29.091.000.000 29.091.000.000 29.091.000.000 Piutang pajak 598.000.000 546.000.000 15.780.000.000 Aset tetap 4.835.210.000.000 5.092.495.000.000 4.827.633.000.000 Aset hak

guna – setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 47.767 pada tahun 2020

- - 298.875.000.000

Aset tidak lancar lainnya

93.104.000.000 91.750.000.000 262.799.000.000 Jumlah Aset

Tidak Lancar

5.061.812.000.000 5.324.965.000.000 5.491.565.000.000 JUMLAH

ASET 6.647.755.000.000 7.020.980.000.000 7.121.458.000.000

Sumber: Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industr 2018 – 2020

(39)

Sumber: Peneliti, 2022

Grafik 3.1

Aaset PT. Aneka Gas Industri Tbk

Berdasarkan Grafik 3.1 yang menampilkan Laporan Posisi Keuangan PT.

Aneka Gas Industri Tbk, maka dapat diketahui jumlah aset Perusahaan PT.

Aneka Gas Industri Tbk pada tahun 2018 sebesar 6.647.755.000.000, lalu pada tahun 2019 meningkat menjadi sebesar 7.020.980.000.000, tahun 2020 peningkatan menjadi sebesar 7.121.458.000.000, dapat dilihat bahwa setiap tahun jumlah aset pada PT Aneka Gas Industri Tbk mengalami peningkatan setiap tahun meskipun pada aset lancar ditahun 2020 mengalami penurunan.

2018 2019 2020

Aset Lancar 1.585.943.000.000 1.696.015.000.000 1.629.893.000.000 Aset Tidak Lancar 5.061.812.000.000 5.324.965.000.000 5.491.565.000.000 Jumlah Aset 6.647.755.000.000 7.020.980.000.000 7.121.458.000.000 1.585.943.000.000 1.696.015.000.000 1.629.893.000.000

5.061.812.000.000 5.324.965.000.000 5.491.565.000.000 6.647.755.000.000 7.020.980.000.000 7.121.458.000.000

(40)

Tabel 3.3 Neraca (Lanjutan)

Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018 – 2020 PT. Aneka Gas Industri Tbk

(Dinyatakan Dalam Rupiah)

Keterangan Tahun

2018 2019 2020

Liabilitas Jangka Pendek

Pinjaman bank jangka pendek

649.923.000.000 690.381.000.000 769.933.000.000 Utang usaha 150.015.000.000 140.528.000.000 116.251.000.000 Utang lain-

lain 68.834.000.000 80.322.000.000 52.105.000.000 Utang pajak 22.179.000.000 29.106.000.000 25.360.000.000 Beban yang

masih harus dibayar

32.151.000.000 35.181.000.000 31.395.000.000 Uang muka

pelanggan 10.012.000.000 19.510.000.000 7.818.000.000 Jaminan

pelanggan 34.380.000.000 38.603.000.000 35.591.000.000 Utang

deviden - 3.303.000.000 4.303.000.000

Utang jangka

panjang bank 295.917.000.000 357.472.000.000 215.128.000.000 Sewa

pembiayaan 32.635.000.000 51.119.000.000 53.938.000.000 Lembaga

keuangan 1.794.000.000 1.280.000.000 871000000

Obligasi - 491.906.000.000 302.375.000.000

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

1.297.840.000.000 1.938.711.000.000 1.615.068.000.000

Sumber: Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industr 2018 – 2020

(41)

Tabel 3.4 Neraca (Lanjutan)

Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018 – 2020 PT. Aneka Gas Industri Tbk

(Dinyatakan Dalam Rupiah)

Keterangan Tahun

2018 2019 2020

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas pajak tangguhan

54.244.000.000 68.718.000.000 63.793.000.000 Utang jangka

panjang bank 1.287.361.000.000 995.658.000.000 1.351.515.000.000 Sewa

pembiayaan 86.593.000.000 132.521.000.000 104.347.000.000 Lembaga

keuangan 2.421.000.000 1.154.000.000 746.000.000 Obligasi 702.723.000.000 501.514.000.000 518.288.000.000 Laba

ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa- balik aset

15.510.000.000 19.888.000.000 14.184.000.000

Liabilitas manfaat karyawan

53.271.000.000 63.252.000.000 71.376.000.000 Jumlah

Liabilitas Jangka Panjang

2.202.123.000.000 1.782.705.000.000 2.124.249.000.000 JUMLAH

LIABILITAS 3.499.963.000.000 3.721.416.000.000 3.739.317.000.000

Sumber: Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industr 2018 – 2020

(42)

Sumber: Peneliti, 2022

Grafik 3.2

Liabilitas PT. Aneka Gas Industri Tbk

Berdasarkan Grafik 3.2 dapat diketahui bahwa Liabilitas Jangka Pendek PT. Aneka Gas Industri Tbk pada tahun 2018 sebesar 1.297.840.000.000, lalu pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi sebesar 1.938.711.000.000, tahun 2020 mengalami penurunan menjadi sebesar 1.615.068.000.000. Liabilitas Jangka Panjang PT. Aneka Gas Industri Tbk pada tahun 2018 sebesar 2.202.123.000.000, pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi sebesar 1.782.705.000.000 dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan lagi menjadi sebesar 2.124.249.000.000. Jumlah liabilitas setiap tahunnya mengalami peningkatan meskipun liabilitas jangka pendek dan jangka panjang mengalami kenaikan dan penurunan pada tahun 2019.

2018 2019 2020

Liabilitas Jangka Pendek 1.297.840.000.000 1.938.711.000.000 1.615.068.000.000 Liabilitas Jangka Panjang 2.202.123.000.000 1.782.705.000.000 2.124.249.000.000 Jumlah Liabilitas 3.499.963.000.000 3.721.416.000.000 3.739.317.000.000 3.499.963.000.000 3.721.416.000.000 3.739.317.000.000

0 500.000.000.000 1.000.000.000.000 1.500.000.000.000 2.000.000.000.000 2.500.000.000.000 3.000.000.000.000 3.500.000.000.000 4.000.000.000.000

Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang Jumlah Liabilitas

(43)

Tabel 3.5 Neraca (Lanjutan)

Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018 – 2020 PT. Aneka Gas Industri Tbk

(Dinyatakan Dalam Rupiah)

Keterangan Tahun

2018 2019 2020

Ekuitas

Ekuitas yang dapat

diatribusikan kepada pemilik Entitas induk

Modal saham – nilai

nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham Modal dasar –

9.200.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh – 3.066.660.000 saham

1.533.330.000.000 1.533.330.000.000 1.533.330.000.000

Tambahan

modal disetor 350.437.000.000 350.437.000.000 350.437.000.000 Selisih kurs

dari tambahan modal disetor

17.600.000.000 17.600.000.000 17.600.000.000 Saham

treasuri - - -9.424.000.000

Saldo laba 251.589.000.000 342.593.000.000 439.005.000.000 Komponen

ekuitas lainnya

934.076.000.000 997.087.000.000 994.662.000.000 Sub-jumlah 3.087.032.000.000 3.241.047.000.000 3.325.610.000.000 Kepentingan

non- pengendali

60.760.000.000 58.517.000.000 56.531.000.000 Jumlah 3.147.792.000.000 3.299.564.000.000 3.382.141.000.000

(44)

Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS

6.647.755.000.000 7.020.980.000.000 7.121.458.000.000

Sumber: Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industr 2018 – 2020

Sumber: Peneliti, 2022

Grafik 3.3

Liabilitas dan Ekuitas PT. Aneka Gas Industri Tbk

Berdasarkan Grafik 3.3 diketahui Laporan Posisi Keuangan PT. Aneka Gas Industri memiliki Total Ekuitas tahun 2018 sebesar 3.087.032.000.000, lalu pada tahun 2019 sebesar 3.241.047.000.000 dan tahun 2020 sebesar 3.325.610.000.000 dan total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2018 sebesar 6.647.755.000.000, 2019 sebesar 7.020.980.000.000, tahun 2020 sebesar 7.121.458.000.000. Dapat dilihat bahwa stiap tahunnya mengalami peningkatan mulai dari tahun 2018-2020.

2018 2019 2020

Jumlah Ekuitas 3.147.792.000.000 3.299.564.000.000 3.382.141.000.000 Jumlah Liabilitas 3.499.963.000.000 3.721.416.000.000 3.739.317.000.000 Ekuitas + Liabilitas 6.647.755.000.000 7.020.980.000.000 7.121.458.000.000

6.647.755.000.000 7.020.980.000.000 7.121.458.000.000

0 1.000.000.000.000 2.000.000.000.000 3.000.000.000.000 4.000.000.000.000 5.000.000.000.000 6.000.000.000.000 7.000.000.000.000 8.000.000.000.000

(45)

2. Laporan Laba Rugi PT Aneka Gas Industri Tbk per 31 Desember 2018 sampai dengan 2020. Berikut tabel laporan laba rugi PT Aneka Gas Industri Tbk per 31 Desember 2018 sampai dengan 31 Desember 2020.

Tabel 3.6 Laporan Laba Rugi

Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018 – 2020 PT. Aneka Gas Industri Tbk

(Dinyatakan Dalam Rupiah)

Keterangan Tahun

2018 2019 2020

PENJUALA

N NETO 2.073.258.000.000 2.203.617.000.000 2.188.179.000.000 BEBAN

POKOK PENJUALA N

-1.133.400.000.000 -1.205.820.000.000 -1.254.746.000.000 LABA

KOTOR 939.858.000.000 997.797.000.000 933.433.000.000 Pendapatan

lain-lain 65.517.000.000 78.632.000.000 96.674.000.000 Beban

penjualan -300.624.000.000 -336.028.000.000 -318.622.000.000 Beban umum

dan

administrasi

-252.623.000.000 -264.296.000.000 -254.542.000.000 Beban

keuangan -295.098.000.000 -332.058.000.000 -355.724.000.000 Beban lain-

lain -93.910.000.000 -5.910.000.000 -5.040.000.000 LABA

SEBELUM TAKSIRAN BEBAN PAJAK

147.639.000.000 138.137.000.000 96.179.000.000

TAKSIRAN BEBAN PAJAK

-33.265.000.000 -34.706.000.000 3.683.000.000 LABA

TAHUN BERJALAN

114.374.000.000 103.431.000.000 99.862.000.000

(46)

PENGHASI LAN

KOMPREH ENSIF LAINPOS- POS YANG TIDAK AKAN DIREKLAS IFIKASI KE LABA RUGI:

Surplus

revaluas - 65.950.000.000 -

Keuntungan (kerugian) aktuaria

5.451.000.000 -2.856.000.000 -1.323.000.000 Pajak

penghasilan terkait pos- pos yang tidak akan direklasifikas i ke laba rugi

-1.363.000.000 714.000.000 -1.038.000.000

Penghasilan Komprehens if Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak

4.088.000.000 63.808.000.000 -2.361.000.000

JUMLAH PENGHASI LAN

KOMPREH ENSIF TAHUN BERJALAN

118.462.000.000 167.239.000.000 97.501.000.000

Sumber: Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industr 2018 – 2020

(47)

939.858.000.000 997.797.000.000

933.433.000.000

114.374.000.000 103.431.000.000 99.862.000.000 118.462.000.000

167.239.000.000

97.501.000.000

Laba Kotor Laba Tahun Berjalan Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan Sumber: Peneliti, 2022

Grafik 3.4

Laba Rugi PT. Aneka Gas Industri Tbk

Berdasarkan Tabel 3.4 dapat diketahui Laporan Laba Rugi PT. Gajah Tunggal Tbk Indonesia. Total laba tahun berjalan pada tahun 2017 sebsesar 45.028, , lalu pada tahun 2018 sebesar (74.557) dan tahun 2019 sebesar 269.107. dan tahun 2020 sebesar 318.914. Dapat dilihat juga Total laba komprehensif pada tahun 2017 adalah 141.289, 359.801, lalu dapat dilihat bahwa tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 186.364 , tahun 2019 sebesar 359.801 dan tahun 2020 menjadi 616.323.

(48)

3.7 Analisis Kinerja Keuangan 1. Analisis Rasio Likuiditas

a. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio Lancar = Aktiva Lancar Utang Lancar

Sumber: Kasmir (2018:134)

2018 = 1.585.943.000.000 1.297.840.000.000

= 1,221986531

= 122%

2019 = 1.696.015.000.000 1.938.711.000.000

= 0,874815793

= 87%

2020 = 1.629.893.000.000 1.615.068.000.000

= 1,00917918

= 101%

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio Cepat = (Aktiva Lancar – Persediaan) Utang Lancar

Sumber: Syahyunan (2015:97)

2018 = (1.585.943.000.000 - 455.625.000.000) 1.297.840.000.000

= 0,878215342

= 88%

2019 = (1.696.015.000.000 - 446.160.000.000) 1.938.711.000.000

= 0,639801394

(49)

= 64%

2020 = (1.629.893.000.000 - 447.731.000.000) 1.615.068.000.000

= 0,731958035

= 73%

c. Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio Kas = Kas

Utang Lancar

Sumber: Syahyunan (2015:97)

2018 = 284.472.000.000 1.297.840.000.000

= 0,219

= 22%

2019 = 279.518.000.000 1.938.711.000.000

= 0,144

= 14%

2020 = 405.164.000.000 1.615.068.000.000

= 0,251

= 25%

Tabel 3.7

Hasil Perhitungan Rasio Likuiditas PT. Aneka Gas Industri Tbk Akhir tahun 2018 hingga 2020

No Rasio Likuiditas 2018 2019 2020 Standar Industri

1 Rasio Lancar 122% 87% 101% 200%

2 Rasio Cepat 88% 64% 73% 150%

3 Rasio Kas 22% 14% 25% 50%

Berdasarkan Grafik 3.7 menunjukkan bahwa rasio lancar untuk tahun 2018 sebesar 122% yang artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp

(50)

1,22 aktiva lancar. Pada tahun 2019 current ratio sebesar 87 % artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 8,7 aktiva lancar. Pada tahun 2020 current ratio sebesar 101 % artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 1,01 aktiva lancar. Dari tahun 2018 sampai 2019 rasio perusahaan mengalami penurunan sebesar 35%. Sedangkan pada tahun 2019 sampai 2020 rasio perusahaan mengalami kenaikan sebesar 14%.

Menurut Kasmir (2018:134), rasio lancar untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar segala kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Standar Rasio Industri Keuangan untuk rasio lancar adalah 200%, dimana suatu perusahaan dikatakan likuid jika rasio perusahaan tersebut diatas standar tersebut. Namun dapat dilihat dari analisis diatas bahwa perusahaan hanya mampu menghasilkan 122% tahun 2018, 87% tahun 2019 dan 101% pada tahun 2020. Dengan kata lain PT. Aneka Gas Industri Tbk belum mampu memenuhi standar rasio keuangan yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 3.7 menunjukkan bahwa rasio cepat untuk tahun 2018 sebesar 88% artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 0,88 aktiva lancar di luar persediaan. Pada tahun 2019 rasio cepat sebesar 64 % artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 0,64 aktiva lancar di luar persediaan, untuk tahun 2020 quick ratio sebesar 73 % artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 0,77 aktiva lancar di luar persediaan.

(51)

122%

88%

22%

87%

64%

14%

101%

73%

25%

0%

50%

100%

150%

Rasio Lancar Rasio Cepat Rasio Kas

RASIO LIKUIDITAS

2018 2019 2020

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka perusahaan masih dikategorikan kurang baik dikarenakan rasio cepat perusahaan yang di mana aktiva lancar dikurang dengan persediaan belum mampu menghasilkan nilai di atas 150%.

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 3.7 menunjukkan bahwa rasio kas untuk tahun 2018 sebesar 22 % artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp.0,22 kas dan efek. Pada tahun 2019 rasio kas sebesar 14 % artinya setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 0,14 kas dan efek, untuk tahun 2020 rasio kas sebesar 25 % artinya setiap Rp.1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 0,25 kas.

Dari Standar Rasio Keuangan untuk cash ratio adalah 50%, dilihat dari hasil perhitungan rasio kas bahwa perusahaan pada tahun 2018 sampai 2020 dikategorikan kurang baik, dikarenakan di bawah 50 % .

Sumber: Peneliti, 2022

Grafik 3.5

Rasio Likuiditas PT. Aneka Gas Industri Tbk

(52)

Dari hasil perhitungan rasio lancar perusahaan dikatagorikan kurang baik karena dibawah standar industri rasio keuangan yang ditetapkan sebesar diatas 200%, hal ini terjadi karena pada tahun Pada tanggal 31 Desember 2018, liabilitas jangka pendek Perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp 283.095.000.000 menjadi Rp 1.297.840.000.000. Kenaikan terutama berasal dari kenaikan pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 265.895.000.000 di tahun 2018. Sedangkan Aset lancar perusahaan pada tanggal 31 Desember 2018 mengalami peningkatan sebesar Rp 58.979.000.000 atau sebesar 3,86

% dari Rp 1.526.964.000.000 menjadi sebesar Rp 1.585.943.000.000.

Pada tahun 2019 hasil perhitungan rasio lancar perusahaan dikatagorikan kurang baik karena dibawah standar industri rasio keuangan yang ditetapkan sebesar 200%, liabilitas jangka pendek Perusahaan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp1,94 triliun, meningkat 49,4% dibandingkan dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,30 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh karena obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada tahun 2020, yaitu penawaran umum Berkelanjutan tahap I dan tahap II obligasi dan sukuk seri A. Utang obligasi dan sukuk yang akan jatuh tahun tempo dalam 1 (satu) tahun ke depan meningkat dari nol pada tahun 2018 menjadi Rp 491,90 miliar pada tahun 2019 sedangkan aset lancar Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 6,9% dari Rp1,59 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp1,70 pada tahun 2019. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh piutang lain ke pihak berelasi yang meningkat sebanyak 39,0% dari sebesar Rp218.49 miliar pada tahun 2018 menjadi sebesar Rp303.80 miliar pada

(53)

tahun 2019. Hal ini dikarenakan meningkatnya aktivitas penjualan Perusahaan dan Entitas Anak. Selain itu, peningkatan aset lancar juga dipengaruhi oleh peningkatan uang muka pembelian yang meningkat sebanyak 33,4% dari sebesar Rp108,58 miliar pada tahun 2018 menjadi sebesar Rp144,90 miliar pada tahun 2019.

Pada tahun 2020 hasil perhitungan rasio lancar perusahaan dikatagorikan kurang baik karena dibawah standar industri rasio keuangan yang ditetapkan sebesar 200%, hal ini terjadi karena liabilitas jangka pendek tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,61 triliun, menurun 17,0% dibandingkan dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,94 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun berkurang 39,8% dari Rp357,47 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp215,12 miliar pada tahun 2020. Utang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun juga berkurang 38,5% dari Rp491,90 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp 302,38 miliar pada tahun 2020 sedangkan Aset lancar Perusahaan mengalami penurunan sebesar 4,1% dari Rp1,70 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,63 triliun pada tahun 2020. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan investasi jangka pendek sebesar 81.0% dari sebesar Rp98,7 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp18,75 miliar pada tahun 2020.

Berdasarkan dari hasil perhitungan rasio cepat perusahaan dikatagorikan kurang baik karena di bawah standar industri rasio keuangan yang ditetapkan yaitu diatas 150%, hal ini terjadi karena pada tahun 2018 aktiva lancar tanpa persediaan sebesar Rp 1.130.318.000.000 sedangkan liabilitas

(54)

jangka pendek Perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp 283.095.000.000 menjadi Rp 1.297.840.000.000. Kenaikan terutama berasal dari kenaikan pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 265.895.000.000 di tahun 2018.

Pada tahun 2019 hasil perhitungan rasio cepat perusahaan dikatagorikan kurang baik karena diatas standar industri rasio keuangan yang ditetapkan yaitu diatas 150%, hal ini terjadi karena pada tahun 2019 aktiva lancar tanpa persediaan sebesar Rp 1.249.855.000.000 sedangkan liabilitas jangka pendek Perusahaan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp1,94 triliun, meningkat 49,4% dibandingkan dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,30 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh karena obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada tahun 2020, yaitu penawaran umum Berkelanjutan tahap I dan tahap II obligasi dan sukuk seri A.

Pada tahun 2020 hasil perhitungan rasio cepat perusahaan dikatagorikan kurang baik karena di bawah standar industri rasio keuangan yang ditetapkan yaitu diatas 150%, hal ini terjadi karena pada tahun 2020 aktiva lancar tanpa persediaan sebesar Rp 1.182.162.000.000 sedangakan liabilitas jangka pendek tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,61 triliun, menurun 17,0%

dibandingkan dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,94 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun berkurang 39,8% dari Rp357,47 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp215,12 miliar pada tahun 2020. Utang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan keluarga yang semakin rendah sehingga frekuensi ke- kambuhan penderita skizofrenia semakin bertambah (standar koefisien beta =

Private Sub Command2_Click() STARTCAM Load Progress Progress.Show Progress.start Unload Progress Command2.Enabled = False Command3.Enabled = True Picture1.AutoRedraw = True

Dikarenakan nilai p value lebih kecil dari tingkat signifikan = 5% atau (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak; yang berarti ada pengaruh profitabilitas, leverage,

Bank adalah salah satu jenis usaha yang berhubungan dengan menabung, perputaran uang, deposito dan lainnya. Menurut Sigit dan Totok 2006;5 bank adalah lembaga

Untuk menjawab permasalahan keempat dalam penelitian ini yaitu untuk melihat variabel bebas yang berpengaruh dominan terhadap variabel terikat digunakan uji koefisien

Dalam menganalisis data penulis menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan landasan teori yang ada, yaitu dengan melakukan penelaahan dan pengkajian

Pembebasan tanah oleh pemerintah untuk kepentingan pemerintah untuk kepentingan umum umum juga harus m juga harus melalui proses- elalui proses-   proses pembayaran

perkembangannya mendorong semua elemen.. pendidikan untuk adaptif menyikapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. TIK yang hanya semula sebagai alat bantu, dalam