• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

121 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Hotel di Jawa Tengah dan Bali

Jumlah hotel di Jawa Tengah dan Bali mengalami naik turun dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Fluktuasi ini disebabkan salah satunya oleh ketidakmampuan hotel untuk bersaing dalam memperoleh pelanggan yang berdampak pada kelangsungan hidup hotel tersebut. Namun pada tahun 2017 jumlah hotel mengalami peningkatan kembali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tabel 4.1 Perkembangan Jumlah Hotel di Jawa Tengah

Klasifikasi Jumlah Hotel

2013 2014 2015 2016 2017

Bintang 5 10 9 9 9 11

Bintang 4 20 22 27 34 36

Bintang 3 42 50 60 83 83

Bintang 2 37 44 50 56 60

Bintang 1 57 61 58 58 53

Total Bintang 166 186 204 240 243 Total

Non Bintang 1297 1342 1329 1387 1715 Sumber : BPS Indonesia, 2018

Berdasarkan dari data Tabel 4.1 tersebut menunjukkan bahwa jumlah hotel di Jawa Tengah terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Namun untuk hotel Non Bintang mengalami fluktuasi jumlah karena pada tahun 2013 dan 2015 sempat mengalami penurunan. Dengan adanya peningkatan jumlah hotel tersebut akan semakin mendorong persaingan antar hotel menjadi semakin ketat.

commit to user commit to user

(2)

Tabel 4.2. Perkembangan Jumlah Hotel di Bali

No. Jenis Akomodasi Jumlah Hotel

2013 2014 2015 2016 2017

1 Hotel Bintang 223 217 217 222 231

2 Hotel Melati (Non Bintang) 1090 1178 1460 1511 1517

3 Pondok Wisata 1259 1644 2401 3150 2542

Total 2572 3039 4078 4883 4290

Sumber : BPS Indonesia, 2018

Berdasarkan tabel 4.2 jumlah hotel di Bali secara umum terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Namun untuk hotel Bintang mengalami fluktuasi jumlah karena pada tahun 2014 sampai dengan 2016 sempat mengalami penurunan. Dengan adanya peningkatan jumlah hotel tersebut akan mendorong persaingan antar hotel menjadi semakin ketat.

Jumlah hotel di kabupaten/kota di Jawa Tengah berdasarkan lokasi pada tahun 2017 sebagai berikut:

Tabel 4.3. Jumlah Hotel Berdasarkan Lokasi Di Jawa Tengah Tahun 2017

No Kab/ Kota Bentuk / jumlah Hotel

Jumlah Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

1 Cilacap - - 2 5 1 8

2 Banyumas 2 - 7 10 2 21

3 Banjarnegara - - 2 - 1 3

4 Kebumen - - 3 1 1 5

5 Purwerejo 1 - 1 2 1 5

6 Wonosobo 1 - - 1 - 2

7 Magelang - - - - 1 1

8 Boyolali 1 - - 2 - 3

9 Klaten 1 - 3 1 1 6

10 Sukoharjo 2 - 2 6 1 11

11 Wonogiri - - - 2 - 2

12 Karanganyar 1 - 1 5 - 7

13 Sragen - - - 2 1 3

14 Grobogan - - 1 1 - 2

15 Blora - - 1 1 - 2

18 Kudus 1 - 2 3 - 6

19 Jepara - - 3 2 - 4

20 Demak 1 commit to user commit to user - - - - 1

(3)

No Kab/ Kota Bentuk / jumlah Hotel

Jumlah Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

21 Semarang 1 - 1 2 1 4

22 Temanggung - - - 2 - 2

23 Kendal - - 1 2 - 3

24 Pemalang - - 1 1 - 2

25 Tegal - - 2 2 - 4

26 Brebes 1 2 3 - 5

27 Rembang - - 1 - - 1

28 Kota Magelang 2 - 1 2 - 5

29 Kota Surakarta 7 - 11 1 4 42

30 Kota Salatiga 1 - 2 2 - 5

31 Kota Semarang 10 2 22 2 1 63

32 Kota Pekalongan 1 - 3 2 2 8

33 Kota Tegal 1 - 1 2 3 7

Jumlah 3

5

2 76 67 21 243

Sumber: BPS Indonesia 2017

Berdasarkan Tabel 4.3 tersebut dapat dilihat penyebaran hotel yang ada di Jawa Tengah dimana Kota Semarang memiliki jumlah hotel terbanyak yaitu 63 hotel, kemudian Kota Surakarta sebanyak 40 hotel. Sedangkan di kabupaten dan kota lain memiliki jumlah tidak terlalu banyak.

Jumlah hotel di Kabupaten/Kota di Bali berdasarkan lokasi pada tahun 2017 sebagai berikut:

Tabel 4.4 Jumlah Hotel Berdasarkan Lokasi Di Bali Tahun 2017

NO KABUPATEN/KOTA PONDOK

WISATA

HOTEL MELATI

HOTEL BINTANG

TOTAL AKOMODASI

1 Denpasar 72 214 34 320

2 Badung 716 406 156 1278

3 Bangli 22 6 - 28

4 Buleleng 263 187 11 461

5 Gianyar 1079 199 16 1294

6 Jembrana 21 63 - 84

7 Klungkung 15 181 1 197

8 Karangasem 224 187 9 420

9 Tabanan 130 74 4 208

JUMLAH 2542 1517 231 4290

Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Bali, 2018

commit to user commit to user

(4)

Adapun jumlah pelanggan berdasarkan bentuk hotel yang ada di Jawa Tengah dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5 Jumlah Pelanggan Berdasarkan Bentuk Hotel di Jawa Tengah

N o

Bentuk Hotel

Jumlah Pelanggan

2016 2017

1 Bintang 144.495 149.773

2 Non Bintang 14.532 11.249

Jumlah 224.608 241.706

Sumber: Jawa Tengah Dalam Angka 2018

Berdasarkan Tabel 4.5 menunjukkan jumlah pelanggan berdasarkan bentuk Hotel yang ada di Jawa Tengah. Secara keseluruhan terjadi peningkatan jumlah pelanggan pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. Namun pada bentuk nonbintang terjadi penurunan jumlah pelanggan sebanyak 3,283 orang pada tahun 2017 dibandingkan 2016. Sedangkan pada bentuk hotel lainnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016.

Adapun jumlah pelanggan berdasarkan bentuk hotel yang ada di Bali dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6. Jumlah Pelanggan Berdasarkan Bentuk Hotel di Bali

No Bentuk Hotel

Jumlah Pelanggan

2016 2017

1 Bintang 8.302.817 8.278.324

2 Non Bintang 244.657 261.262

Jumlah 8.547.474 8.539.586

Sumber: Bali Dalam Angka 2018

Hotel-hotel di di Jawa Tengah telah melaksanakan kegiatan CSR dalam bentuk Sumbangan dana ke Yayasan Yatim piatu dan pondok pesantren, sunatan massal, donor darah, sumbangan ke tempat ibadah, penanaman pohon trembesi, beasiswa sekolah, bantuan pengembangan budaya, bantuan dana bagi masyarakat kurang mampu, donor darah, pendampingan manajemen sampah masyarakat sekitar, bantuan untuk pemeliharaan taman kota, pemberian santunan yatim piatu, khitanan masal, kegiatan keagamaan, pelatihan table manner, donor darah, pendampingan Yayasan Permata Hati (perawatan baby), renovasi masjid, buka bersama di bulan ramadhan, menjalin hubungan kerukunan umat beragama. commit to user commit to user

(5)

Sedangkan di Bali beberapa hotel telah melaksanan kegiatan CSR dalam bentuk : bersih-bersih pantai, pemeriksaan mata, operasi katarak gratis, penyuluhan mengenai kesehatan, cuci tangan, gosok gigi untuk anak SD, pemberian beasiswa, membantu masyarakat miskin, pelatihan karyawan, penghijauan, bersih-bersih pantai.

Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan CSR hotel di Jawa Tengah dan Bali kebanyakan masih bersifat charity.

B. Karakteristik Sampel Penelitian

Sebagai lembaga jasa, karakteristik hotel dapat diamati dari sejumlah karakteristik lembaga yang terdiri dari bentuk hotel dan lokasi hotel tersebut.

Unit analisis dalam penelitian ini yaitu hotel yang berada di Jawa Tengah dan Bali. Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan hotel (customer) pada hotel masing-masing sejumlah 331 responden. Sebaran responden dari masing- masing karakteristik tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.7 Karakteristik Sampel Hotel

No Karakteristik Responden Jumlah (tamu) Prosentase (%)

1 Bentuk Hotel

Bintang 5 241 72,8%

Bintang 4 90 27,2%

2 Lokasi Hotel

Kota Surakarta (Hotel Sahid Jaya)

100 30,2%

Kab Karanganyar (Hotel Lorin Solo)

141 42,6%

Jimbaran Bali (Hotel New Kuta Bali)

90 27,2%

3 Umur

18 – 20 tahun 37 11,2

21 – 30 tahun 124 37,5

31 – 40 tahun 97 29,3

41 – 50 tahun 30 9.1

> 50 tahun 43 12.9

4 Jenis Kelamin

Pria 155 46,8

Wanita 176 53,2

5 Status Marital

Belum Kawin 110 33,2

Kawin 221 66,8

6 Posisi Pekerjaan

Dosen 19 5,8

Pedagang/Wiraniaga 23 6,9

commit to user commit to user

(6)

No Karakteristik Responden Jumlah (tamu) Prosentase (%)

Pegawai BUMN 19 5,8

Pegawai Swasta 198 59,8

Pegawai Negeri Sipil 13 3,9

Pensiunan PNS 9 2,7

Wiraswasta 50 15,1

7 Tingkat Pendidikan

SMA 55 16,6

Diploma 80 24,2

Sarjana 133 40,2

Pascasarjana 63 19,0

8 Kedatangan

2 kali 165 49,8

> 2 kali 166 50,2

Sumber : Data diolah

Berdasarkan karakteristik hotel, responden yang dominan adalah responden dari hotel bintang lima. Data deskripsi responden menunjukkan bahwa kategori responden berada pada tingkat ekonomi yang sangat baik. Deskripsi ini memberikan gambaran faktor tingkat ekonomi terkait dengan isu corporate sosial responsibility dan seberapa tinggi pengaruhnya terhadap penerapan CSR di hotel.

Berdasarkan karakteristik lokasi hotel, sebagian besar responden berada di daerah eks-Karesidenan Surakarta seperti Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar dengan total 241 orang. Kedua daerah ini mengalami perkembangan hotel yang signifikan karena lokasi strategis untuk bisnis. Hal ini dapat mewakili pandangan masyarakat kota berkembang terhadap isu corporate social responsibility.

Berdasarkan karakteristik umur, responden yang dominan adalah berusia antara 21-30 tahun (37,5%) dan berusia antara 31-40 tahun (29,3%). Data deskripsi responden menunjukkan bahwa responden penelitian sangat kompeten karena pada masa produktivitas yang tinggi dan termasuk angkatan kerja muda sehingga jawabaan yang diberikan lebih substansial dan relevan terkait isu corporate sosial responsibility.

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin, responden yang mayoritas adalah wanita sebanyak 176 orang (53,2%). Responden yang lain adalah pria sebanyak 155 orang (46,8%). Data deskripsi responden menunjukkan adanya perbandingan jenis kelamin yang sama sehingga jawaban responden dapat mewakili pandangan umum tentang corporate social responsibility. commit to user commit to user

(7)

Berdasarkan karakteristik status marital, mayoritas status marital adalah kawin sebanyak 221 orang (66,8%). Status yang lain adalah belum menikah sebanyak 110 orang (33,2%). Data deskripsi responden yang didominasi oleh status kawin dapat memberikan pandangan keberlanjutan bagi masa depan keluarga dalam kaitannya dengan corporate social responsibility.

Berdasarkan karakteristik posisi pekerjaan, mayoritas responden bekerja pada perusahaan swasta yaitu sebesar 198 orang (59,8%) dan bekerja sebagai wiraswasta sebesar 50 orang (15,1%). Jumlah mayoritas responden dari pihak pegawai perusahaan swasta dan wiraswasta dapat menggambarkan penilaian perusahaan yang berbasis profit terhadap pentingnya corporate social responsibility.

Berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan, mayoritas responden memiliki pendidikan S1 sebesar 133 orang (40,2%) dan sedangkan lainnya memiliki pendidikan Diploma sebesar 80 orang (24,2%). Data deskripsi responden menunjukkan bahwa tingkat intelektual responden sangat mendukung dalam memahami dan menjawab kuisioner dengan baik sehingga hasilnya lebih akurat dan dapat digeneralisasikan.

Berdasarkan karakteristik lama menginap di hotel, responden yang menginap 2 malam sebesar 166 orang (50,2%). Sedangkan yang menginap 1 malam sebesar 165 orang (49,8%). Data deskripsi responden menunjukkan adanya perbandingan lamanya menginap yang hampir sama sehingga jawaban responden dapat mewakili pandangan umum tentang corporate social responsibility.

C. Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini bermaksud untuk memberikan uraian tentang kondisi variabel tersebut. Variabel- variabel yang hendak dideskripsikan adalah: persepsi pelanggan (X1), penerapan kebijakan terkait CSR (X2), partisipasi pelanggan (Y1), dan CSR hotel (Y2). Data yang diperoleh dari 331 responden diolah dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) dan dibuat tabel frekwensi. commit to user commit to user

(8)

1. Variabel Persepsi Pelanggan

Variabel persepsi pelanggan memiliki tiga dimensi pengukuran yang terdiri dari pemikiran pelanggan, pengetahuan pelanggan, dan pengertian pelanggan.

1.1 Sub Variabel Pemikiran Pelanggan

Sub variabel pemikiran pelanggan hotel dilihat dari 15 (lima belas) indicator yaitu : (1) penafsiran terhadap informasi tentang efisiensi, (2) penafsiran terhadap informasi tentang healthy, (3) penafsiran terhadap informasi tentang kenyamanan, (4) penafsiran terhadap informasi tentang pelayanan, (5) penafsiran terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan, (6) penafsiran terhadap informasi tentang kwalitas makanan, (7) penilaian terhadap informasi tentang efisiensi, (8) Penilaian terhadap informasi tentang healthy, (9) Penilaian terhadap informasi tentang kenyamanan, (10) Penilaian terhadap informasi tentang pelayanan, (11) Penilaian terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan, (12) Penilaian terhadap informasi tentang kwalitas makanan, (13) Perubahan sistem pelayanan penataan kamar, (14) Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih, dan (15) Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih/go green.

Tabel 4.8 Pemikiran Pelanggan Hotel

Sub Variabel

Indikator Kategori Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Penafsiran terhadap informasi tentang efisiensi

0 0 56 16,9 202 61 73 22,1 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang healthy

0 0 12 3,6 172 52 147 44,4 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang

kenyamanan

0 0 26 7,9 148 44,7 157 47,4 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang pelayanan

0 0 12 3,6 153 46,2 166 50,2 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan

0 0 12 3,6 272 82,2 47 14,2 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang kwalitas

0 0 12 3,6 266 80,4 53 16 331 100

commit to user commit to user

(9)

Pemikiran Pelanggan

makanan

Penilaian terhadap informasi tentang efisiensi

0 0 12 3,6 274 82,8 45 13,6 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang healthy

0 0 12 3,6 133 40,2 186 56,2 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang kenyamanan,

0 0 12 3,6 158 47,7 161 48,6 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang pelayanan,

0 0 12 3,6 158 47,7 161 48,6 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan

0 0 12 3,6 257 77,6 62 18,7 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang kwalitas makanan

0 0 12 3,6 280 84,6 39 11,8 331 100

Perubahan sistem pelayanan penataan kamar

0 0 12 3,6 287 86,7 32 9,7 331 100

Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih

0 0 12 3,6 268 81 51 15,4 331 100

Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih/go green

0 0 12 3,6 146 44,1 173 52,3 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi

Kategori 1 : Sangat tidak setuju Kategori 2 : Tidak setuju Kategori 3 : Setuju

Kategori 4 : Sangat setuju

Gambaran yang ada dalam tabel di atas menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel memikirkan penafsiran terhadap beberapa informasi di dalam kegiatan operasional hotel, seperti informasi efisiensi (total sebesar 83,1%); informasi healthy (total sebesar 96,4%); informasi kenyamanan (total sebesar 92,1%); informasi pelayanan (total sebesar 96,4%); informasi standar kehalalan makanan (total sebesar 96,4%); dan informasi kwalitas makanan (total sebesar 96,4%).

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel memberikan penilaian terhadap beberapa informasi di dalam kegiatan commit to user commit to user

(10)

operasional hotel, seperti informasi efisiensi (total sebesar 96,4%); informasi healthy (total sebesar 96,4%); informasi kenyamanan (total sebesar 96,4%);

informasi pelayanan (total sebesar 96,4%); informasi standar kehalalan makanan (total sebesar 96,4%); dan informasi kwalitas makanan (total sebesar 96,4%).

Terakhir, sebagian besar pelanggan hotel memikirkan perihal beberapa perubahan yang dilakukan di dalam kegiatan operasional hotel seperti perubahan sistem pelayanan penataan kamar (total sebesar 96,4%); perubahan image/kesan terhadap lingkungan bersih (total sebesar 96,4%); dan perubahan image/kesan terhadap lingkungan go green (total sebesar 96,4%).

1.2 Sub Variabel Pengetahuan Pelanggan

Sub Variabel Pengetahuan Pelanggan Hotel dilihat dari 15 (lima belas) indicator yaitu : (1) Penafsiran terhadap informasi tentang efisiensi, (2) Penafsiran terhadap informasi tentang healthy, (3) Penafsiran terhadap informasi tentang kenyamanan, (4) Penafsiran terhadap informasi tentang pelayanan, (5) Penafsiran terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan, (6) Penafsiran terhadap informasi tentang kwalitas makanan, (7) Penilaian terhadap informasi tentang efisiensi, (8) Penilaian terhadap informasi tentang healthy, (9) Penilaian terhadap informasi tentang kenyamanan, (10) Penilaian terhadap informasi tentang pelayanan, (11) Penilaian terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan, (12) Penilaian terhadap informasi tentang kwalitas makanan, (13) Perubahan sistem pelayanan penataan kamar, (14) Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih, (15) Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih/go green.

Tabel 4.9. Pengetahuan Pelanggan Hotel

Sub

Variabel Indikator

Kategori

Jumlah

1 2 3 4

f % F % f % f % f %

Pengetahuan Pelanggan

Penafsiran terhadap informasi tentang efisiensi

0 0 12 3,6 104 31,4 215 65 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang healthy

0 0 12 3,6 277 83,7 42 12,7 331 100

commit to user commit to user

(11)

Penafsiran terhadap informasi tentang kenyamanan

0 0 12 3,6 24 7,3 295 89,1 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang pelayanan

0 0 12 3,6 91 27,5 228 68,9 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan

0 0 21 6,3 214 64,7 96 29 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang kwalitas makanan

0 0 12 3,6 311 94 8 2,4 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang efisiensi

0 0 12 3,6 115 34,7 204 61,6 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang healthy

0 0 21 6,3 286 86,4 24 7,3 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang kenyamanan,

0 0 12 3,6 23 6,9 296 89,4 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang pelayanan,

0 0 12 3,6 221 66,8 98 29,6 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan

0 0 21 6,3 228 68,9 82 24,8 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang kwalitas makanan

0 0 12 3,6 309 93,4 10 3 331 100

Perubahan sistem pelayanan penataan kamar

0 0 12 3,6 41 12,4 278 84 331 100

Perubahan

image/kesan tentang lingkungan bersih

0 0 12 3,6 91 27,5 228 68,9 331 100

Perubahan

image/kesan tentang lingkungan bersih/go green

0 0 12 3,6 19 5,7 300 90,6 331 100

Keterangan :

f : frekwensi

Kategori 1 : sangat tidak tahu Kategori 2 : tidak tahu

Kategori 3 : tahu

Kategori 4 : sangat tahu commit to user commit to user

(12)

Gambaran yang ada dalam tabel di atas menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel mengetahui penafsiran terhadap beberapa informasi di dalam kegiatan operasional hotel, seperti informasi efisiensi (sangat tahu sebesar 65%); informasi healthy (tahu sebesar 83,7%); informasi kenyamanan (sangat tahu sebesar 89,1%); informasi pelayanan (sangat tahu sebesar 68,9%);

informasi standar kehalalan makanan (tahu sebesar 64,7%); dan informasi kwalitas makanan (tahu sebesar 94%).

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel mengetahui penilaian terhadap beberapa informasi di dalam kegiatan operasional hotel, seperti informasi efisiensi (sangat tahu sebesar 61,6%); informasi healthy (tahu sebesar 86.4%); informasi kenyamanan (sangat tahu sebesar 89,4%);

informasi pelayanan (tahu sebesar 66,8%); informasi standar kehalalan makanan (tahu sebesar 68,9%); dan informasi kwalitas makanan (tahu sebesar 93,4%).

Terakhir, sebagian besar pelanggan hotel mengetahui perihal beberapa perubahan yang dilakukan di dalam kegiatan operasional hotel seperti perubahan sistem pelayanan penataan kamar (sangat tahu sebesar 84%); perubahan image/kesan terhadap lingkungan bersih (sangat tahu sebesar 68,9%); dan perubahan image/kesan terhadap lingkungan go green (sangat tahu sebesar 90,6%).

1.3 Sub Variabel Pengertian Pelanggan

Sub Variabel Pengertian Pelanggan Hotel dilihat dari 15 (lima belas) indikator, (1) Penafsiran terhadap informasi tentang efisiensi, (2) Penafsiran terhadap informasi tentang healthy, (3) Penafsiran terhadap informasi tentang kenyamanan, (4) Penafsiran terhadap informasi tentang pelayanan, (5) Penafsiran terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan, (6) Penafsiran terhadap informasi tentang kwalitas makanan, (7) Penilaian terhadap informasi tentang efisiensi, (8) Penilaian terhadap informasi tentang healthy, (9) Penilaian terhadap informasi tentang kenyamanan, (10) Penilaian terhadap informasi tentang pelayanan, (11) Penilaian terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan, (12) Penilaian terhadap informasi tentang kwalitas makanan, (13) Perubahan sistem pelayanan penataan kamar, (14) Perubahan image/kesan commit to user commit to user

(13)

tentang lingkungan bersih, dan (15) Perubahan image/kesan tentang lingkungan bersih/go green.

Tabel 4.10. Pengertian Pelanggan Hotel

Sub

Variabel Indikator

Kategori

Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Pengertian Pelanggan

Penafsiran terhadap informasi tentang efisiensi

0 0 10 3 183 55,3 138 41,7 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang healthy

0 0 104 31,4 137 41,4 90 27,2 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang kenyamanan

0 0 10 3 194 58,6 127 38,4 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang pelayanan

0 0 10 3 125 37,8 196 59,2 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan

0 0 95 28,7 202 61 34 10,3 331 100

Penafsiran terhadap informasi tentang kwalitas makanan

0 0 44 13,3 279 84,3 8 2,4 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang efisiensi

0 0 10 3 204 61,6 117 35,3 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang healthy

0 0 103 31,1 191 57,7 37 11,2 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang kenyamanan.

0 0 31 9,4 160 48,3 140 42,3 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang pelayanan.

0 0 10 3 274 82,8 47 14,2 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang standar kehalalan makanan

0 0 18 5,4 303 91,5 10 3 331 100

Penilaian terhadap informasi tentang kwalitas makanan

0 0 44 13,3 274 82,8 13 3,9 331 100

Perubahan sistem pelayanan penataan kamar

0 0 10 3 194 58,6 127 38,4 331 100

commit to user commit to user

(14)

Perubahan

image/kesan tentang lingkungan bersih

0 0 39 11,8 138 41,7 154 46,5 331 100

Perubahan

image/kesan tentang lingkungan bersih/go green

0 0 10 3 170 51,4 151 45,6 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi

Kategori 1 : sangat tidak mengerti Kategori 2 : tidak mengerti

Kategori 3 : mengerti

Kategori 4 : sangat mengerti

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.10 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel mengerti penafsiran terhadap beberapa informasi di dalam kegiatan operasional hotel, seperti informasi efisiensi (mengerti sebesar 55,3%);

informasi healthy (mengerti sebesar 41,4%); informasi kenyamanan (mengerti sebesar 58,6%); informasi pelayanan (sangat mengerti sebesar 59,2%); informasi standar kehalalan makanan (mengerti sebesar 61%); dan informasi kwalitas makanan (mengerti sebesar 84,3%).

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel mengerti penilaian terhadap beberapa informasi di dalam kegiatan operasional hotel, seperti informasi efisiensi (mengerti sebesar 61,6%); informasi healthy (mengerti sebesar 57,7%); informasi kenyamanan (mengerti sebesar 48,3%);

informasi pelayanan (mengerti sebesar 82,8%); informasi standar kehalalan makanan (mengerti sebesar 91,5%); dan informasi kwalitas makanan (mengerti sebesar 82,8%).

Terakhir, sebagian besar pelanggan hotel mengerti perihal beberapa perubahan yang dilakukan di dalam kegiatan operasional hotel seperti perubahan sistem pelayanan penataan kamar (mengerti sebesar 58,6%); perubahan image/kesan terhadap lingkungan bersih (sangat mengerti sebesar 46,5%); dan perubahan image/kesan terhadap lingkungan go green (mengerti sebesar 51,4%).

commit to user commit to user

(15)

2. Variabel Penerapan Kebijakan terkait CSR

Variabel persepsi pelanggan memiliki dua dimensi pengukuran yang terdiri dari penerapan kebijakan pemerintah dan penerapan kebijakan perusahaan.

2.1 Sub Variabel Penerapan Kebijakan Pemerintah

Sub variabel penerapan kebijakan pemerintah berkaitan dengan UU No.

25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yaitu Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) dan tata kelola perusahaan (GCG). Sub variabel ini dilihat dari 7 (tujuh) indicator yaitu : (1) Penerapan peraturan pemerintah, (2) Perencanaan penerapan peraturan pemerintah, (3) Pelaksanaan penerapan peraturan pemerintah, (4) Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pencegahan pencemaran lingkungan, (5) Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pencegahan pencemaran lingkungan, (6) Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pengurangan limbah, dan (7) Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pengurangan limbah.

Tabel 4.11 Penerapan Kebijakan Pemerintah Terkait CSR

Sub

Variabel Indikator

Kategori

Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Penerapan peraturan

pemerintah 0 0 12 3,6 287 86,7 32 9,7 331 100

Perencanaan penerapan peraturan pemerintah

0 0 12 3,6 133 40,2 186 56,2 331 100

Pelaksanaan penerapan peraturan pemerintah

0 0 12 3,6 158 47,7 161 48,6 331 100

Penerapan Kebijakan Pemerintah

Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pencegahan pencemaran lingkungan

0 0 12 3,6 158 47,7 161 48,6 331 100

commit to user commit to user

(16)

Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pencegahan pencemaran lingkungan

0 0 12 3,6 257 77,6 62 18,7 331 100

Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pengurangan limbah

0 0 12 3,6 280 84,6 39 11,8 331 100

Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan pemerintah dengan pengurangan limbah

0 0 12 3,6 287 86,7 32 9,7 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi

Kategori 1 : sangat tidak peduli Kategori 2 : tidak peduli

Kategori 3 : peduli

Kategori 4 : sangat peduli

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.11 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel mengetahui tentang penerapan peraturan pemerintah terkait CSR dimana pernyataan tahu sebesar 86,7%. Hal ini menunjukkan bahwa peraturan tersebut sudah familiar bagi para pelanggan hotel.

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menaruh kepedulian terhadap penerapan peraturan pemerintah terkait CSR dalam kegiatan operasional hotel, baik secara perencanaan (sangat peduli sebesar 56,2%) maupun pelaksanaan (sangat peduli sebesar 48,6%).

Dan, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menaruh kepedulian terhadap kesesuaian antara penerapan peraturan pemerintah terkait CSR dan pencegahan pencemaran lingkungan dalam kegiatan operasional hotel, baik secara perencanaan (sangat peduli sebesar 48,6%) maupun pelaksanaan (peduli sebesar 77,6%).

Terakhir, sebagian besar pelanggan hotel menaruh kepedulian terhadap kesesuaian antara penerapan peraturan pemerintah terkait CSR dan pengurangan limbah dalam kegiatan operasional hotel, baik secara perencanaan (peduli commit to user commit to user

(17)

sebesar 84,6%) maupun pelaksanaan (peduli sebesar 86,7%).

2.2 Sub Variabel Penerapan Kebijakan Perusahaan

Sub Variabel Penerapan Kebijakan Perusahaan berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) dan tata kelola hotel (GCG). Sub variabel ini dilihat dari 7 (tujuh) indicator yaitu : (1) Penerapan peraturan perusahaan, (2) Perencanaan penerapan peraturan perusahaan, (3) Pelaksanaan penerapan peraturan perusahaan, (4) Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pencegahan pencemaran lingkungan, (5) Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pencegahan pencemaran lingkungan, (6) Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pengurangan limbah, (7) Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pengurangan limbah.

Tabel 4.12 Penerapan Kebijakan Perusahaan terkait CSR

Sub

Variabel Indikator

Kategori

Jumlah

1 2 3 4

f % F % f % f % f %

Penerapan Kebijakan Pemerintah

Penerapan peraturan perusahaan

0 0 6 1,8 278 84 47 14,2 331 100

Perencanaan penerapan peraturan perusahaan

0 0 12 3,6 134 40,5 185 55,9 331 100

Pelaksanaan penerapan peraturan perusahaan

0 0 6 1,8 160 49,8 159 48,3 331 100

Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pencegahan pencemaran lingkungan

0 0 12 3,6 160 48,3 159 48 331 100

Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pencegahan pencemaran

0 0 12 3,6 260 78,5 59 17,8 331 100

commit to user commit to user

(18)

lingkungan Kesesuaian perencanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pengurangan limbah

0 0 6 1,8 283 85,5 42 12,7 331 100

Kesesuaian pelaksanaan penerapan peraturan perusahaan dengan pengurangan limbah

0 0 12 3,6 287 86,7 32 9,7 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan

f : frekwensi

Kategori 1: sangat tidak peduli Kategori 2 : tidak peduli Kategori 3: peduli

Kategori 4: sangat peduli

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.12 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel mengetahui tentang penerapan peraturan perusahaan terkait CSR dimana pernyataan tahu sebesar 84%. Hal ini menunjukkan bahwa peraturan tersebut sudah familiar bagi para pelanggan hotel.

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menaruh kepedulian terhadap penerapan peraturan perusahaan terkait CSR dalam kegiatan operasional hotel, baik secara perencanaan (sangat peduli sebesar 55,9%) maupun pelaksanaan (peduli sebesar 49,8%).

Dan, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menaruh kepedulian terhadap kesesuaian antara penerapan peraturan perusahaan terkait CSR dan pencegahan pencemaran lingkungan dalam kegiatan operasional hotel, baik secara perencanaan (peduli sebesar 48,3%) maupun pelaksanaan (peduli sebesar 78,5%).

Terakhir, sebagian besar pelanggan hotel menaruh kepedulian terhadap kesesuaian antara penerapan peraturan perusahaan terkait CSR dan pengurangan limbah dalam kegiatan operasional hotel, baik secara perencanaan (peduli sebesar commit to user commit to user

(19)

85,5%) maupun pelaksanaan (peduli sebesar 86,7%).

3. Variabel Partisipasi Pelanggan Hotel

Variabel Partisipasi Pelanggan memiliki empat dimensi pengukuran yang terdiri dari kesertaan pendanaan, kesertaan pemberian barang, kesertaan memberikan pengetahuan, dan kesertaan memantau program.

3.1 Sub Variabel Kesertaan Pendanaan

Sub Variabel Kesertaan Pendanaan dilihat dari 5 (lima) indikator yaitu : (1) Frekwensi pendanaan, (2) Besaran dana, (3) Memberikan informasi dana, (4) Membujuk memberikan dana, dan (5) Ajakan/persuasi memberikan dana.

Tabel 4.13 Kesertaan Pendanaan

Sub Variabel

Indikator Kategori Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Kesertaan pendanaan

Frewkensi pendanaan

3 0,9 79 23,9 174 52,6 75 22,7 331 100

Besaran dana 3 0,9 40 12,1 222 67,1 66 19,9 331 100

Memberikan informasi dana

3 0,9 7 2,1 269 81,3 52 15,7 331 100

Membujuk memberikan dana

3 0,9 54 16,3 209 63,1 65 19,6 331 100

Ajakan/Persuasi memberikan dana

3 0,9 18 5,4 201 60,7 109 32,9 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi

Kategori 1 : tidak pernah Kategori 2 : jarang Kategori 3 : sering

Kategori 4 : sangat sering

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.13 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel sering terlibat dalam pendanaan untuk pengembangan program CSR hotel sebesar 52,6%. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan hotel aktif terlibat dalam program CSR hotel setempat.

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menganggap bahwa nominal bantuan dana untuk CSR yang diberikan sudah sangat memadai sebesar 81,3%.

Dan, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel aktif terlibat commit to user commit to user

(20)

dalam mereferensikan bantuan penyertaan dana untuk program CSR hotel kepada pelanggan yang lain yaitu sebesar 97%. Selain itu, adanya usaha mereferensikan ke pelanggan lain melalui membujuk (sebesar 82,7%) dan mengajak (sebesar 93,6%).

3.2 Sub Variabel Kesertaan Pemberian Barang

Sub Variabel kesertaan pemberian barang dilihat dari 5 (lima) indikator yaitu : (1) Frekwensi pemberian barang, (2) Besaran pemberian barang, (3) Memberikan informasi pemberian barang, (4) Membujuk memberikan pemberian barang, (5) Ajakan/persuasi memberikan pemberian barang.

Tabel 4.14 Kesertaan Pemberian Barang

Sub Variabel

Indikator Kategori Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Kesertaan pemberian barang

Frewkensi pemberian barang

3 0,9 15 4,5 301 90,9 12 3,6 331 100

Besaran

pemberian barang

3 0,9 77 23,3 239 72,2 12 3,6 331 100

Memberikan informasi pemberian barang

3 0,9 250 75,5 66 19,9 12 3,6 331 100

Membujuk memberikan pemberian barang

3 0,9 87 26,3 229 69,2 12 3,6 331 100

Ajakan/Persuasi memberikan pemberian barang

3 0,9 18 5,4 298 90 12 3,6 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi Kategori 1: tidak pernah Kategori 2: jarang Kategori 3: jering

Kategori 4: sangat sering

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.14 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel sering terlibat dalam pemberian barang untuk pengembangan program CSR hotel sebesar 90,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan hotel aktif terlibat dalam program CSR hotel setempat.

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menganggap bahwa nominal bantuan pemberian barang untuk CSR yang commit to user commit to user

(21)

diberikan sudah sangat memadai sebesar 75,8%. Dan, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel jarang terlibat dalam mereferensikan bantuan pemberian barang untuk program CSR hotel kepada pelanggan yang lain yaitu sebesar 75,5%. Namun, pelanggan hotel tetap mereferensikan ke pelanggan lain melalui membujuk (sebesar 72,8%) dan mengajak (sebesar 93,6%).

3.3 Sub Variabel Kesertaan Pemberian Pengetahuan

Sub variabel kesertaan pemberian pengetahuan dilihat dari 2 (dua) indikator yaitu : (1) Frekwensi memberikan pengetahuan, dan (2) Keterkaitan tema.

Tabel 4.15 Kesertaan Pemberian Pengetahuan

Sub Variabel

Indikator Kategori Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Kesertaan pemberian pengetahuan

Frewkensi memberikan pengetahuan

3 0,9 199 60,1 117 35,3 12 3,6 331 100

Keterkaitan tema

3 0,9 263 79,5 53 16 12 3,6 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi Kategori 1 : tidak pernah Kategori 2 : jarang Kategori 3 : sering

Kategori 4 : sangat sering

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.15 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel jarang terlibat dalam pemberian pengetahuan untuk pengembangan program CSR hotel sebesar 60,1%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman CSR pelanggan hotel bukan bersumber dari pelanggan yang lain melainkan dari hotel semata.

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel menganggap bahwa pengetahuan tentang lingkungan yang diberikan memiliki kurang terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh usaha mikro yaitu sebesar 79,5%.

commit to user commit to user

(22)

3.4 Sub Variabel Kesertaan Memantau Program

Sub Variabel Kesertaan Memantau Program dilihat dari 4 (empat) indicator yaitu : Pertama, (1) Memantau program, (2) Kunjungan memantau program, (3) Informasi saluran pemasaran ke konsumen langsung, dan (4) Informasi saluran pemasaran ke konsumen melalui tim CSR hotel.

Tabel 4.16 Kesertaan Memantau Program

Sub Variabel

Indikator Kategori Jumlah

1 2 3 4

F % f % f % f % f %

Kesertaan memantau program

Memantau program

3 0,9 54 16,3 239 72,2 35 10,6 331 100

Kunjungan memantau program

3 0,9 58 17,5 229 69,2 41 12,4 331 100

Informasi saluran pemasaran ke konsumen langsung

3 0,9 23 6,9 288 87 17 5,1 331 100

Informasi saluran pemasaran ke konsumen melalui tim CSR hotel

3 0,9 168 50,8 106 32 54 16,3 331 100

Sumber : Analisis Data Primer Keterangan :

f : frekwensi Kategori 1: tidak pernah Kategori 2: jarang Kategori 3: sering

Kategori 4: sangat sering

Gambaran yang ada dalam Tabel 4.16 menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan hotel sering terlibat dalam memastikan program CSR hotel yang telah dilaksanakan pada usaha mikro baik secara pemantauan (sebesar 72,2%) maupun kunjungan (sebesar 69,2%). Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan hotel berusaha memastikan implementasi CSR hotel terlaksana dengan baik.

Selain itu, digambarkan bahwa sebagian besar pelanggan hotel juga aktif dalam mereferensikan perihal informasi pemasaran produk usaha mikro dari program CSR hotel baik kepada konsumen langsung (sebesar 92,1%) maupun tim CSR hotel (sebesar 48,3%).

commit to user commit to user

(23)

4. Variabel CSR Hotel

Variabel CSR hotel memiliki dua dimensi pengukuran yang terdiri dari sosial dan lingkungan.

4.1 Sub Variabel Sosial

Sub variabel sosial dilihat dari 6 (enam) indicator yaitu : (1) Mengetahui pengembangan bantuan dana program CSR hotel untuk usaha mikro dari tahun ke tahun, (2) Mengetahui alokasi bantuan dana program CSR hotel untuk usaha mikro dari tahun ke tahun, (3) Mengetahui pengembangan bantuan barang program CSR hotel untuk usaha mikro dari tahun ke tahun, (4) Mengetahui pengembangan pemberian pengetahuan untuk usaha mikro dari tahun ke tahun, (5) Mengetahui pengembangan jumlah materi/tema lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh usaha mikro dari tahun ke tahun, (6) Mengetahui pengembangan banyaknya program CSR hotel untuk usaha mikro dari tahun ke tahun.

Tabel 4.17 CSR Hotel dalam Aspek Sosial

Sub

Variabel Indikator

Kategori

Jumlah

1 2 3 4

f % f % f % f % f %

Sosial

Mengetahui pengembangan bantuan dana CSR

12 3,6 0 0 104 31,4 215 65 331 100

Mengetahui alokasi bantuan dana CSR

12 3,6 0 0 276 83,4 43 13 331 100

Mengetahui pengembangan bantuan barang program CSR

12 3,6 0 0 24 7,3 295 89,1 331 100

Mengetahui pengembangan pemberian pengetahuan

12 3,6 0 0 90 27,2 229 69,2 331 100

Mengetahui pengembangan jumlah materi/tema lingkungan yang terkait

12 3,6 0 0 214 64,7 97 29,3 331 100

commit to user commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan dari ketiga video profile tersebut dengan Perancangan Video Profil sebagai Media Informasi Pada Lorin Solo Hotel adalah dilihat dari konsep video dengan

Karyawan yang percaya bahwa kebutuhan mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka cenderung untuk menyarankan cara- cara baru dalam melakukan sesuatu dan membantu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim psikologis dan usaha karyawan dengan performansi kerja. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah

PESTEL adalah singkatan untuk politik (political), ekonomi (economical), sosial budaya (sosiocultural), teknologi (technollogical), lingkungan hidup (environment), dan hukum

Setelah dilakukan analisis data penelitian variabel UTAUT yang mempengaruhi minat mahasiswa melakukan akses ke dalam sistem informasi Akper Alkautsar dan variabel

Beda karya ilmiah ini dengan yang hendak peneliti lakukan adalah tujuan penelitan penelitian saudara Sitorus, Yansen adalah melakukan evaluasi pelaksanaan sistem

Sistem pakar yang didesain dengan e2gLite Expert System Shell untuk diagnosis penyakit THT, dapat bekerja sesuai yang diharapkan. Sistem dapat mengidentifikasikan 23 jenis penyakit

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Caregiver Self-efficacy dengan