• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGAWASAN UJI KUAT TEKAN BENDA UJI BETON SILINDER RIGID PAVEMENT MAKASSAR NEW PORT DI PT. YODYA KARYA (PERSERO) TUGAS AKHIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGAWASAN UJI KUAT TEKAN BENDA UJI BETON SILINDER RIGID PAVEMENT MAKASSAR NEW PORT DI PT. YODYA KARYA (PERSERO) TUGAS AKHIR"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGAWASAN UJI KUAT TEKAN BENDA UJI BETON SILINDER RIGID PAVEMENT MAKASSAR NEW PORT

DI PT. YODYA KARYA (PERSERO)

TUGAS AKHIR

Oleh :

SITTI FATIMAH RAUF 1622070229

PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN JURUSAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

2019

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar diploma di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacuh dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Pangkep, 15 Juli 2019 Yang menyatakan,

(5)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kesehatan dan kemampuan serta kemudahan dalam menyelesaikan tugas akhir yang telah saya jalani. Shalawat serta salam tak lupa senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam. Alhamdulillah tugas akhir yang berjudul “Pengawasan Uji Kuat Tekan Beton Benda Uji Silinder Rigid Pavement di PT. Yodya Karya (Persero)” ini dapat diselesaikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dengan terselesaikannya laporan tugas akhir ini tidak lepas peran serta berbagai pihak yang telah memberikan banyak bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan dengan sebaik-baiknya dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa laporan tugas akhir ini masih banyak kekurangan, tetapi penulis berusaha memperbaiki dan menyajikan sebuah laporan tugas akhir yang baik sehingga dapat berguna bagi penulis maupun pembaca.

Penulis menyadari bahwa terselesaikannya tugas akhir ini tidak lepas peran dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu penulis banyak mengucapkan terimakasih kepada:

1. Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan rahmat dan hidayah- Nya, serta Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam.

2. Kedua orang tercinta yang senantiasa mendukung dan memberi motivasi dalam penulisan laporan tugas akhir ini.

3. Dr. Ir. Darmawan, M.P. selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

4. Syamsul Marlin, ST., M.Si. selaku Ketua Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan.

5. Paharuddin, ST., M.Si. selaku Ketua Program Studi Teknik Kelautan 6. Erna, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing I dan Irawan Alham, ST.,

M.Si. selaku Dosen Pembimbing II

7. Dosen, Teknisi dan Staf di Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan

(6)

vi

8. Kepada seluruh Staf / Konsultan pada PT. Yodya Karya (Persero) Proyek Makassar New Port

9. Kepada Pekerja yang ada di Proyek

10. Teman-teman seangkatan Program Studi Teknik Kelautan

11. Seluruh pihak yang turut mendukung dalam penyusunan tugas akhir ini Dan dengan adanya laporan ini, penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini jauh dari kata sempurna. Namun demikian, apabila dalam tugas akhir ini dijumpai kekurangan dan kesalahan baik dalam pengetikan maupun isinya, Saya selaku penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca. Semoga tugas akhir yang sederhana ini bermanfaat adanya. Amin yaa rabb.

Pangkep, 15 Juli 2019

(7)

vii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

ABSTRAK ... xii

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Tujuan ... 2

1.3. Manfaat ... 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengawasan ... 3

2.2. Kuat Tekan ... 3

2.3. Beton ... 4

2.4. Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) ... 5

2.5. Beton K-400 ... 6

2.6. Standar Operasional Pengujian Kuat Tekan ... 6

BAB III. METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat ... 11

3.2. Alat dan Bahan ... 11

3.3. Metode Pelaksanaan... 11

BAB IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN 4.1. Makassar New Port ... 14

(8)

viii

4.2. PT. Yodya Karya (Persero) ... 15

4.3. PT. Prima Karya Manunggal ... 17

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pengujian Kuat Tekan ... 19

5.2. Hasil Pengujian ... 22

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan ... 24

6.2. Saran ... 24

DAFTAR PUSTAKA ... 25

LAMPIRAN ... 26

RIWAYAT HIDUP ... 32

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1. Konversi ke 28 Hari ... 9 Tabel 5.1. Data Hasil Pengujian ... 22

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 4.1. Layout Makassar New Port ... 14

Gambar 4.2. Logo PT. Yodya Karya (Persero) ... 15

Gambar 4.3. Struktur Organisasi PT. Yodya Karya (Persero) ... 16

Gambar 4.4. Struktur Supervisi Konsultan MNP Paket B dan C ... 17

Gambar 4.5. Logo PT. Prima Karya Manunggal ... 17

Gambar 5.1. Penyiapan Benda Uji ... 19

Gambar 5.2. Penimbangan Berat Benda Uji ... 20

Gambar 5.3. Pengujian Kuat Tekan ... 21

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Data Mentah Kuat Tekan ... 27 Lampiran 2. Benda Uji Silinder Kuat Tekan ... 28 Lampiran 3. Data Kuat Tekan Beton Silinder 2018 ... 29

(12)

xii

ABSTRAK

Sitti Fatimah Rauf. 1622070229. Pengawasan Uji Kuat Tekan Benda Uji Beton Silinder Rigid Pavement Makassar New Port di PT. Yodya Karya (Persero).

Dibimbing oleh Erna dan Irawan Alham.

Kuat tekan beton merupakan parameter utama yang harus diketahui dan dapat memberikan gambaran tentang hampir semua sifat-sifat mekanisnya yang lain dari beton tersebut. Hal ini dikarenakan karakteristik utama beton adalah sangat kuat dalam menahan gaya tekan, tetapi sangat lemah dalam menerima gaya tarik. Kuat tarik beton hanya berkisar antara 10% sampai 15% dari kuat tekan beton.

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah memberikan informasi apakah pengujian kuat tekan beton benda uji silinder rigid pavement yang dilaksanakan di PT. Yodya Karya (Persero) sesuai dengan standar prosedur uji kuat tekan beton silinder

Hasil penulisan laporan tugas akhir ini menunjukkan prosedur pengujian kuat tekan benda uji silinder yang meliputi; (1) persiapan pengujian, (2) cara pengujian kuat tekan beton silinder ini yang dilaksanakan sudah sesuai dengan standar prosedur pengujian yang tercantum di tinjauan pustaka. Namun berdasarkan tabel, ditunjukkan dalam beberapa pengujian yang dilaksanakan terkadang melewati waktu pengetesan yang sesuai dengan standar, maka dari itu diperlukan pengonversian ke hari dilakukannya pengetesan tersebut. Namun, dapat dilihat pula pada pengujian Rigid 0+418–0+394 yang dites pada umur 15 hari persentasenya hanya mencapai 87,54%, biasanya disebabkan pada saat pengambilan sampel benda uji penusukannya kurang bagus sehingga hal ini tidak sesuai dengan persentase yang seharusnya mencapai 90%. Maka dari itu, dilakukan pengetesan ulang dengan sampel lain dari Rigid 0+418–0+394 hingga mencapai persentase yang disyaratkan.

Kata kunci :Kuat tekan, Pengujian, Rigid Pavement

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam pekerjaan teknik sipil, dikenal ada dua jenis pekerjaan konstruksi yaitu konstruksi berat dan konstruksi ringan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak lepas dari kebutuhan akan material atau bahan-bahan tertentu. Dalam pelaksanaannya, sehingga suatu konstruksi bangunan yang kuat dan utuh sesuai dengan yang diharapkan.

Beton adalah campuran agregat halus dan agregat kasar sebagai bahan pengisi. Ditambah semen dan air yang digunakan sebagai bahan pengikat dan atau menggunakan bahan tambahan. Sekarang ini, penggunaan beton banyak digunakan untuk konstruksi, misalnya jalan, jembatan, lapangan terbang, waduk, bendungan dan lainya. Beton keras dapat dikategorikan berkualitas baik jika mempunyai sifat-sifat kuat, awet, kedap air dan memiliki kemungkinan perubahan dimensi yang kecil. Pengujian sifat-sifat mekanis beton keras yang sering dilakukan, di antaranya adalah: a) kuat tekan, b) kuat tarik belah, c) kuat lentur, dan d) modulus elastisitas beton.

Kuat tekan beton merupakan parameter utama yang harus diketahui dan dapat memberikan gambaran tentang hampir semua sifat-sifat mekanisnya yang lain dari beton tersebut. Hal ini dikarenakan karakteristik utama beton adalah sangat kuat dalam menahan gaya tekan, tetapi sangat lemah dalam menerima gaya tarik. Kuat tarik beton hanya berkisar antara 10% sampai 15% dari kuat tekan

(14)

2

beton. Dalam perencanaan struktur beton bertulang, beton diasumsikan hanya berperan dalam menahan gaya tekan dan sama sekali tidak memberikan kontribusi dalam menahan gaya tarik.

1.2. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah untuk memberikan informasi apakah pengujian kuat tekan beton benda uji silinder rigid pavement yang dilaksanakan di PT. Yodya Karya (Persero) sesuai dengan standar

prosedur uji kuat tekan beton silinder.

1.3. Manfaat

Adapun manfaat penulisan tugas akhir ini adalah dapat mengetahui tentang kesesuaian pengujian kuat tekan beton benda uji silinder rigid pavement yang dilaksanakan di PT. Yodya Karya (Persero) dengan standar prosedur uji kuat tekan beton silinder.

(15)

3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengawasan

Pengawasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengawasan adalah penilikan dan penjagaan. Adapun menurut wikipedia, Pengawasan ialah pemerhatian tingkah laku atau kelakuan, manakala sistem pengawasan ialah proses memerhatikan tingkah laku orang ramai, objek atau proses dalam sistem keakuran pada norma-norma yang dijangka atau dimahukan dalam sistem dipercayai untuk tujuan sekuriti atau kawalan sosial, lihat juga analisis penyimpangan. (wikipedia, 2018)

2.2. Kuat Tekan

Kuat tekan beton adalah besarnya beban persatuan luas, yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu, yang dihasilkan oleh mesin tekan.

Kekuatan tekan adalah kapasitas dari suatu bahan atau struktur dalam menahan beban yang akan mengurangi ukurannya. Kekuatan tekan dapat diukur dengan memasukkannya ke dalam kurva tegangan-regangan dari data yang didapatkan dari mesin uji. Beberapa bahan akan patah pada batas tekan, beberapa mengalami deformasi yang tidak dapat dikembalikan. Deformasi tertentu dapat dianggap sebagai batas kekuatan tekan, meski belum patah, terutama pada bahan yang tidak dapat kembali ke kondisi semula (irreversible). Pengetahuan mengenai

(16)

4

kekuatan tekan merupakan kunci dalam mendesain sebuah struktur. Kekuatan tekan dapat diukur dengan mesin uji universal. Pengujian kekuatan tekan, seperti halnya pengujian kekuatan tarik, dipengaruhi oleh kondisi pengujian (penyiapan spesimen, kondisi kelembaban dan temperatur ruang uji, dan sebagainya).

(wikipedia, 2018)

2.3. Beton

Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat (SNI-03-2847-2002).

Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok.

Nama lama untuk beton adalah batu cair.

Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton ringan, beton semprot (eng: shotcrete), beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri (eng:

self compacted concrete) dll. Saat ini beton merupakan bahan bangunan yang

paling banyak dipakai di dunia.

(17)

5

2.4. Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)

Perkerasan kaku (rigid pavement) adalah suatu perkerasan jalan yang terdiri atas plat beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah di atas tanah dasar. Karena memakai beton sebagai bahan bakunya, perkerasan jenis ini juga biasa disebut sebagai jalan beton. Dalam konstruksinya, plat beton sering dinamakan lapis pondasi sebab adanya kemungkinan lapisan aspal beton di atasnya sebagai lapis permukaan.

Pada awal penemuannya, pembangunan perkerasan kaku dilakukan tanpa mempertimbangkan jenis tanah dasar dan drainase yang dimilikinya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman bahwa jalan harus mampu menahan beban dari kendaraan berat, maka jenis tanah dasar pun menjadi faktor paling penting yang harus diperhatikan. Pembangunan perkerasan kaku di atas tanah yang tidak sesuai akan memperbesar risiko terjadinya pumping yaitu menurunnya daya dukung jalan tersebut akibat butiran-butiran penyusunnya keluar dari dalam tanah.

Perkerasan kaku dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis menurut ada tidaknya sambungan dan tulangan plat beton di dalamnya, antara lain :

- Perkerasan kaku dengan sambungan tanpa tulangan untuk kendali retak.

- Perkerasan kaku dengan sambungan dan tulangan untuk kendali retak.

Bagian yang berperan sebagai kendali retak yakni wiremesh yang dipasang di antara siar yang dipakai secara independen terhadap tulangan dowel.

- Perkerasan kaku dengan tulangan tanpa sambungan. Tulangan yang digunakan berupa baja tulangan yang mengandung besi sebanyak 0,02%

dari luas penampang beton.

(18)

6

Dari ketiga jenis perkerasan kaku di atas, perkerasan kaku dengan tulangan tanpa sambungan atau yang disebut perkerasan beton bertulang menerus adalah jenis yang paling banyak digunakan terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan Jerman.

Perkerasan beton yang kaku mempunyai modulus elastisitas yang besar untuk mendistribusikan beban yang berasal dari bagian atas menuju ke bidang tanah dasar yang cukup luas. Hal ini berarti bagian perkerasan kaku yang memiliki andil terbesar datang dari kapasitas struktur perkerasan yang diperoleh dari plat beton itu sendiri. Jadi faktor yang paling penting untuk diperhatikan dalam membuat perencanaan perkerasan kaku ialah kekuatan beton sehingga kita dapat mengetahui kapasitas struktur yang akan menanggung beban nantinya.

Berbeda dengan perkerasan lentur yang kekuatannya didapat dari tingkat ketebalan antara lapis pondasi bawah, lapis pondasi, serta lapis permukaan.

2.5. Beton K-400

Beton K-400 adalah campuran semen, pasir, agregat dan additif yang sudah dikemas secara kering, hanya menambah air dan mengaduknya untuk dipakai sebagai material beton dengan kekuatan K-400. Beton K-400 ini yang digunakan untuk bahan material rigid pavement dengan fc 33,2

2.6. Standar Operasional Pengujian Kuat Tekan

2.6.1. Tata Cara Pengujian Kuat Tekan Beton Menurut SNI 03-1974- 1990

(19)

7

Untuk membuat benda uji kuat tekan beton harus diikuti beberapa tahapan perlakuan beton segar sebagai berikut:

- Mengisi cetakan dengan adukan beton dalam 3 lapis, yang setiap lapisnya dipadatkan dengan 25 kali tusukan secara merata.

- Meratakan permukaan beton.

- Menutup permukaan benda uji dengan bahan kedap air dan biarkan selama 24 jam.

- Membuka cetakan dan keluarkan benda uji.

- Merendam dalam bak perendam berisi air pada temperatur 25̊ C.

Pada tahapan persiapan pengujian, benda uji harus diperlakukan sebagai berikut:

- Mengambil benda uji dari bak perendam.

- Membersihkan kotoran yang menempel dengan kain basah.

- Menentukan berat dan ukuran benda uji.

- Melapisi permukaan atas dan bawah benda uji dengan mortar belerang (capping) dengan cara sebagai berikut; (1) melelehkan mortar belerang di dalam pot peleleh yang dinding dalamnya telah dilapisi tipis dengan gemuk, (2) meletakkan benda uji tegak lurus pada cetakan, (3) angkat benda uji dari cetakan lalu angin- anginkan. (SNI 03-6369-2000)

Untuk melaksanakan pengujian kuat tekan beton harus diikuti beberapa tahapan sebagai berikut :

- Letakkan benda uji pada mesin tekan secara sentris

(20)

8

- Jalankan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan berkisar antara 2 sampai 4 kg/cm2 per detik.

- Lakukan pembebanan sampai benda uji menjadi hancur dan catatlah beban maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda uji (data mentah kuat tekan)

2.6.2. Perhitungan Kuat Tekan

Hitung kuat tekan benda uji dengan membagi beban maksimum yang diterima oleh benda uji selama pengujian dengan luas penampang melintang rata yang ditentukan dan dinyatakan hasilnya dengan dibulatkan ke 1 (satu) desimal dengan satuan 0,1 Mpa. Kuat tekan beton dihitung berdasarkan besarnya beban persatuan luas, menurut Persamaan berikut:

Mpa = Mpa28 =

Persentase = x 100 Average Mpa =

Keterangan :

Mpa = Strength (kuat tekan beton) Mpa28 = Strength28 (kuat tekan beton)

P = Beban maksimum (N)

A = Luas penampang benda uji (mm2) Factor Day = Konferensi ke 28 hari

Fc K-400 = 33,2

*Untuk persentase 7 hari : 60%, 14 hari : 90% dan 28 hari : 100%

(21)

9 Tabel 2.1. Konversi ke 28 hari

Umur (hari) 1 2 3 4 5 6 7 8

Konversi ke 28 Hari 0,25 0,36 0,40 0,45 0,51 0,60 0,65 0,74

Umur (hari) 9 10 11 12 13 14 15 16

Konversi ke 28 Hari 0,77 0,80 0,82 0,84 0,86 0,88 0,89 0,91

Umur (hari) 17 18 19 20 21 22 23 24

Konversi ke 28 Hari 0,92 0,93 0,94 0,95 0,95 0,96 0,97 0,98

Umur (hari) 25 26 27 28

Konversi ke 28 Hari 0,99 0,99 1,00 1,00

(Sumber : database PT. Yodya Karya (Persero), 2019)

Beberapa ketentuan khusus yang harus diikuti sebagai berikut:

- Untuk benda uji berbentuk kubus ukuran sisi 20 x 20 x 20 cm cetakan diisi dengan adukan beton dalam 2 lapis, tiap-tiap lapis dipadatkan dengan 29 kali tusukan; tongkat pemadat diameter 16 mm, panjang 600 mm;

- Untuk benda uji berbentuk kubus ukuran sisi 15 x 15 x 15 cm, cetakan diisi dengan adukan beton dalam 2 lapis, tiap-tiap lapis dipadatkan dengan 32 kali tusukan, tongkat pemadat diameter 10 mm, panjang 300 mm;

- Benda uji berbentuk kubus tidak perlu dilapisi;

(22)

10

- Pemeriksaan kekuatan tekan beton biasanya pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari;

- Hasil pemeriksaan diambil nilai rata-rata dari minimum 2 buah benda uji;

(23)

11

BAB III METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat

Pengumpulan data lapangan dilakukan selama mengikuti kegiatan Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa (PKPM), yang dilaksanakan mulai 28 Januari – 28 April 2019 di PT. Yodya Karya (Persero) Wilayah II Makassar.

3.2. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah : 1. Alat safety

2. Alat Tulis Kantor 3. Laptop

4. Alat timbangan merk Nagata 5. Alat uji kuat tekan merk Control

3.3. Metode Pelaksanaan

3.3.1. Pengambilan Data di Lokasi

Data yang dikumpulkan oleh penulis yaitu berupa:

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejela-gejala yang diteliti. Kegiatan pengamatan terhadap obyek penelitian ini untuk memperoleh keterangan data yang leebih akurat

(24)

12

mengenai hal-hal yang diteliti serta untuk mengetahui relevansi antara jawaban responden dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

b. Dokumentasi

Dokumentasi dalam pengumpulan data dimaksudkan sebagai cara mengumpulkan data dengan mempelajari dan mencatat bagian-bagian yang dianggap penting yang terdapat baik di lokasi penelitian maupun instansi yang ada hubungannya dengan lokasi penelitian.

c. Wawancara (interview)

Wawancara yaitu kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih secara langsung. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data guna kelengkapan data-data yanng diperoleh sebelumnya. Wawancara dilakukan penulis dengan pimpinan dan pegawai yang ada dalam PT.

Yodya Karya (Persero) proyek Makassar New Port cabang Makassar, sehingga data yang diperoleh penulis merupakan hasil dari wawancara.

d. Studi Pustaka

Data penunjang yang dimasukkan ke dalam laporan ini, sebagian juga diambil dari studi pustaka baik itu berupa buku, jurnal ataupun literatur dari internet.

3.3.2. Pengolahan Data a. Data Primer

Data Primer yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam dengan informan kunci yang berhubungan dengan penelitian.

(25)

13

b. Data Sekunder

Data Sekunder yaitu data yang dikumpulkan dari berbagai dokumen-dokumen atau terbitan yang dapat mendukung kelengkapan data primer.

Kedua data diatas selanjutnya akan diseleksi , diklasifikasi dan interpretasi serta menganalisis data tersebut.

3.3.3. Analisis Data

Data yang didapatkan dan diolah terlebih dahulu selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu analisa yang menggambarkan keadaan sebenarnya yang terjadi di lapangan dan kemudia dibandingkan dengn teori yang ada.

3.3.4. Penyajian Data

Adapun langkah selanjutnya ialah menuangkan data yang telah diolah dalam bentuk tulisan, gambar-gambar serta tabel yang sesuai dengan keadaan yang terjadi di lapangan.

Referensi

Dokumen terkait

Pada percobaan ini, digunakan pereaksi Seliwanoff untuk  membuktikan adanya ketosa (fruktosa). Dalam percobaan ini, digunakan beberapa jenis larutan yaitu Sukrosa,

a) Akuifer dengan aliran air melalui ruang antar butir, terdapat pada daerah yang tersusun oleh kelompok batuan sedimen lepas atau setengah padu. b) Akuifer dengan aliran air

Skenario 1 merupakan solusi yang feasible karena tidak memerlukan hiring pekerja namun sudah dapat memperbaiki sistem yang ada dengan mengurangi waktu tunggu pasien sebesar

Ketika slurry dari feeding mengalir di sepanjang jalur spiral, pada kecepatan yang stabil, semua solid yang lebih besar dari 100μm (0.1 mm) akan membentuk lapisan

Dapat disimpulkan bahwa pada umumnya jilbab menjadi identitas muslimah juga menjadi simbol ketaatan dan kepatuhan muslimah dalam agamanya, namun dengan berbagai

pembagian pada bilangan pecahan memiliki kaitan yang erat dengan perkalian pada bilangan pecahan. Hal ini dapat dilihat dari definisi pembagian pada bilangan

Dalam tabel 3 dapat dilihat bahwa perhitungan dengan menggunakan uji chi square terhadap variabel motivasi dengan kepuasan kerja menghasilkan p value = 0,048 yang

Kategori tersebut adalah paling banyak diantara kategori lainnya, sedangkan siswi dengan perilaku orang tua yang kurang baik dalam menginformasikan pacaran sehat memiliki