BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pandemi corona virus melanda diberbagai penjuru dunia membuat perekonomian diberbagai negara melemah. Salah satunya negara Indonesia yang termasuk dalam negara yang terkena dampak dari pandemi ini. Dilihat dari segi ekonomi dimana perekonomian Indonesia mengalami penurunan karena hampir seluruh sektor perusahaan terdampak. Keadaan ini membuat banyak perusahaan tidak mampu bertahan dan mengalami kesulitan finansial. Pihak yang terdampak paling utama ialah menyebabkan daya beli dan juga konsumsi rumah tangga yang berperan sebagai pihak yang menopang sekitar 60% pada perekonomian yang jatuh tempo. Permasalahan semacam ini diperkuat oleh tersedianya data yang merupakan sumber dari Badan Pusat Statistik yang melaporkan bahwa total dari konsumsi untuk rumah tangga terjadi penurunan persentasi yang mulanya ialah 5,02% menjadi 2 ,84% untuk kuartal I di tahun 2020. Pihak yang terdampak kedua ialah bahwa wabah pandemi semacam ini menyebabkan terjadinya ketidakpastian yang berkelanjutan, dengan demikian aktivitas penanaman modal juga mengalami kelesuan yang menyebabkan proses berlangsungnya usaha juga berhenti.
Pihak yang terdampak ketiga ialah keseluruhan dunia yang terjadinya perekonomian yang melemah, dengan demikian mengakibatkan harga untuk barang menjadi menurun dan juga aktivitas ekspor yang ada di Negara Indonesia untuk dilaksanakan pengeksporan pada berbagai Negara yang lainnya juga mengalami kemacetan dan kelesuan (www.republika.com).
Diketahui banyak perusahaaan yang menciptakan strategi baru agar tetap bersaing ditengah pandemi ini. Strategi yang cocok akan menyebabkan perusahaan dalam melaksanakan pengoperasionalan usahanya menjadi kuat. Persaingan juga terjadi pada perusahaan perbankan dimana kondisi persaingan yang ketat menuntut perusahaan perbankan untuk melakukan inovasi dan menciptakan kinerja yang baik untuk dapat bertahan dan bersaing dengan bank lain. Bank didefinisikan sebagai suatu lembaga keuangan yang memiliki peranan dalam melaksanakan pendistrisibusian sejumlah dana yang memiliki dana berlebih (kreditur) kepada pihak yang memerlukan tambahan dana (debitur), dan juga memainkan peranan signifikan untuk meningkatkan ekonomi dari Negara Indonesia. Merujuk pada Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 yang berkenaan dengan Perbankan menjelaskan bahwa bank didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang melaksanakan penghimpunan dana yang berasal dari rakyat umum
yang berupa simpanan, kemudian mendistrisibusikannya pada masyarakat yang lainnya, baik itu berupa pinjaman dan juga bentuk yang lain, serta memiliki peranan dalam menaikkan kesejahteraan masyarakat. Usaha-usaha lain yang dilaksanakan pihak pemerintah guna mendukung aktivitas merger, antara lain ialah dengan mengeluarkan atau menerbitkan surat keputusan direksi Bank Indonesia. Di dalam undang - undang nomor 28 tahun 1999 ini berisikan dengan tata cara dan juga persyaratan mengenai akuisisi, merger dan juga konsolidasi pada bank (www.bi.go.id).
Bentuk dari inovasi yang dilaksanakan oleh berbagai bank ialah dengan melakukan merger perusahaan. Merger bank yang dilakukan diIndonesia memiliki tujuan untuk mempertahankan keberadaaannya dimasyarakat umum maupun untuk memperluas usahan perbankan sehingga dapat bersaing dalam skala yang nasional maupun internasional. Motivasi yanag mendukung pihak bank dalam melaksanakan merger diantaranya ialah agar menaikkan pengendalian keuangan dan pasar yang massif. Merger bisa dilaksanakan dengan melaksanakan beberapa cara yang dilandaskan pada pertimbangan-pertimbangan hukum dan juga dilaksanakan penyesuaian terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh pihak perusahaan.
Merger didefinisikan sebagai suatu strategi tertentu yang dimiliki oleh pihak perusahaan dengan tujuan agar menambah nilai bagi perusahaan dan memperbaiki perusahaan yang mengalami kesulitan finansial agar tetap bisa bersaing dalam pasar. Pengumuman merger merupakan peristiwa yang sangat penting bagi perusahaan karena dua perusahaan akan menyatukan kekuatannya dan menjadi suatu informasi berpengaruh bagi perusahaan yang melakukan merger (Wibowo dan Pakereng, 2001:373). Pengumuman merger dianggap sebagai strategi yang efektif untuk menghadapi persaingan pasar yang cukup ketat agar perusahaan tetap bertahan ditengah persaingan (saputra dan hasibuan, 2019:117). Banyak perusahaan yang menggunakan strategi merger agar tetap unggul dalam persaingan. Merger dipertimbangkan sebagai suatu kebijakan yang memberikan keuntungan untuk pihak perusahaan, hal in disebabkan bahwa perusahaan tersebut akan memperoleh kekayaan dengan biaya yang ekonomis dibandingkan terhadap membentuk suatu jenis perusahaan baru atau divisi perusahaan yang baru. Dua perusahaan yang tergabungkan tersebut akan saling menunjang dan akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibanding bilamana perusahaan-perusahaan tersebut melaksanakan operasi usaha dengan mandiri (Gunawan, 2005:2).
Respon pasar terhadap perbandingan harga saham sebab kejadian pengumuman merger serta akuisisi ialah data yang berarti untuk pelakon pasar modal spesialnya investor sehingga bisa menolong dalam pengambilan keputusan investasi. pemegang saham ataupun investor sangat mencermati pergantian harga saham. perihal in diakibatkan sebab investor sangat
mengharapkan return saham yang besar. Hal semacam in Diketahui abnormal return disebabkan oleh pengumuman suatu kegiatan terhadap pergerakan saham diIndonesia (Nisa et al., 2019:45). Return saham didefinisikan sebagai harga jual dari saham yang lebih tinggi
dibanfingkan pada harga beli. Dengan demikian, bilamana harga jual dari saham tersebut lebih tinggi, dengan demikian return yang diperoleh juga akan lebih tinggi. Apabila pihak yang menanamkan modal berkeinginan agar memperoleh return yang tinggi, dengan demikian pihak yang menanamkan modal tersebut wajib untuk bersedia memiliki risiko yang tinggi (Arista, 2012:2). Investor selalu berharap memperoleh return yang positif. Hal ini akan membuat investor lebih tertarik dan minat menanamkan modal. Dengan adanya Return realisi dan juga return ekspetasi memiliki kegunaan agar memahami berkenaan dengan abnormal return.
Abnormal return dapat memiliki nilai negative dan juga positif (Kusdarmawan dan Abundanti, 2018 :2).
Ketika dikala sesuatu saham mempunyai return saham yang besar hingga banyak investor yang menggemari serta mau mempunyai saham yang diperdagangkan dan akibatnya volume perdagangan saham hendak bertambah pada periode tertentu. Informasi suatu peristiwa yg di bisa diambil oleh investor akan mempunyai nilai bila liputan tadi ditanggapi oleh investor menggunakan tindakan transaksi jual beli saham dan akan tergambarkan dalam perubahan harga saham emiten yg tentunya akan mengubah return yg akan diperoleh investor dan pula tercermin dalam perubahan volume perdagangan saham (adyani dan gayatri, 2018). Volume perdagangan saham penting bagi investor karena volume perdagangan saham menggambarkan kondisi sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal, yang dapat mempengaruhi harga saham (priani,2017).
Gambar 1.1 Sumber : kppu.co.id
0 1 2 3 4 5 6
2016 2017 2018 2019
Grafik perkembangan perusahaan yang melakukan merger
Dalam hal ini penulis juga memperhatikan semakin banyak perusahaan yang melakukan merger, bahkan pada perusahaan besar sekalipun. Berdasarkan data dari bursa efek Indonesia terdapat ada empat perusahaan perbankan yang melakukan penggabungan usaha pada tahun 2019. Peristiwa merger tersebut tentu lebih banyak dibanding tahun - tahun sebelumnya (https://kppu.go.id)
Salah satu fenomena merger yang terjadi saat ini merupakan perusahaan besar milik BUMN yaitu perusahaan bank Syariah. Ketiga bank telah menyetujui penggabungan dan telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat pada hari senin tanggal 12 oktober 2020.
Rencananya hasil penggabungan ini akan efektif bulan februari 2021. Bank yang bersangkutan tersebut antara lain PT BNI Syariah, PT BRI Syariah dan juga PT Bank Syariah Mandiri yang sudah resmi dilaksanakan. PT BRI Syariah akan menerbitkan sebanyak 31,13 miliar saham baru dalam rangka menggabungkan (merger) bank Syariah bumn. Penggabungan usaha ketiga bank Syariah yang dimiliki oleh BUMN akan jadi suatu bank syariah yang paling besar dengan visi yang juga besar bilamana membentuk suatu identitas yang baru selama berlangsungnya proses penggabungan yang berlangsung dengan bagus. Adanya penggabungan (merger) bank ini bagus agar menaikkan inklusi dan juga literasi keuangan untuk bank syariah yang ada di Negara Indonesia (www.britabrita.com).
Penulis menganggap topik ini layak untuk dikembangkan dan dibahas karena terdapat research gap dari topik penelitian terdahulu. Adapaun penelitian-penelitian yang sudah dilaksanakan mengangkat tema yang sejenis, yakni yang berkenaan dengan pengumuman untuk penggabungan (merger) sebagaimana di bawah in:
Menurut penelitian adyani et al.,(2018) menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan volume perdagangan sebelum dan sesudah pengumuman merger.
Penelitian astricia et al., (2020) menyatakan bahwa ada bank yang memiliki perbedaan return dan ada juga yang tidak mengalami perbedaan sebelum dan sesudah merger.Wairooy (2019) menyatakan tidak terdapat perbedaan rata- rata abnormal return yang signifikan sebelum dan setelah pengumuman merger dan terdapat perbedaan rata-rata aktivitas volume perdagangan (TVA) sebelum dan setelah pengumuman merger. Wicaksono et al., (2018) Volume Perdagangan Saham yang diproksikan dengan TVA (Trading Volume Activity) menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah merger. Pandey dan Kumari (2020) menyatakan bahwa ada perubahan return selama pengumuman dan beberapa hari setelah tanggal pengumuman.
Pada uraian diatas, penulis menduga masih didapatkan terdapatnya kesenjangan dan juga ketidakpastian yang berkenaan dengan hasil penelitian yang diperlihatkan dalam pelaksanaan penelitian-penelitian sejenis yang sudah dilaksanakan. Dengan demikian, perlu untuk dilaksanakan suatu penelitian yang lebih mendalam agar mendapatkan bukti yang empiris yang berkenaan dengan terdapatnya pengaruh dari pengumuman penggabungan (merger) pada abnormal return dan volume perdagangan dari saham yang ada pada suatu perusahaan. Merujuk pada uraian latar belakang penelitian yang disajikan tersebut di atas, dengan demikian peneliti berkeinginan untuk melaksanakan penelitian yang berjudul “Analisis Abnormal Return Saham Dan Trading Volume Activity Sebelum Dan Sesudah Pengumuman Merger (Study Kasus Pt Bank Syariah Indonesia 2020)”.
1.2.Rumusan Masalah
Menurut Nadiyah dan Suryono (2017: 4) menjelaskan bahwa Return didefinisikan sebagai suatu prinsip yang memainkan peran signfikan dalam melaksanakan penanaman modal dan memudahkan para pihak yang menanamkan modal dalam melaksanakan penentuan pilihan untuk penanaman modal tersebut.. Bilamana berlangsung suatu return saham yang naik yang terdapat pada sebuah perusahaan tertentu, dengan demikian pihak yang menanamkan modal akan melaksanakan penilaian bahwa perusahaan tersebut melaksanakan operasi usaha yang bagus. Terdapat berbagai faktor-faktor yang memberikan pengaruh pada rendah atau tinggi dari return saham yang ada pada sebuah perusahaan tertentu, diantaranya ialah dengan mengumumkan penggabungan perusahaan (merger).
Menurut Edward (2012) Pengumuman yang tidak memuat informasi baru tidak akan mempengaruhi kepercayaan investor. Di sisi lain, karena perbedaan interpretasi yang konstan, informasi baru yang tidak terduga akan menyebabkan perubahan keyakinan, yang mengarah pada aktivitas volume perdagangan. Ketika pemilik saham mempunyai ekspektasi yang berbeda, transaksi komersial terjadi. Ada perbedaan di antara investor spekulatif. Ini akan mendorong investor untuk berdagang.
Terdapat beberapa penelitian abnormal return saham dan volume perdagangan dengan merger. Salah satunya Gunawan (2005) menyatakan bahwa perluasan usaha dengan internal dapat dilaksanakan dengan cara melaksanakan penambahan kuantitas dari barang produksi dan juga membuat cabang perusahaan yang lainnya. Sementara itu, perluasan usaha dengan cara eksternal ialah bisa dilaksanakan dengan melaksanakan penggabungan diri terhadap perusahaan-perusahaan yang lainnya (merger).
Peristiwa pengumuman merger yang dilakukan PT BNI Syariah, PT BRI Sayriah, dan juga PT Bank Syariah Mandiri bilamana dilihat dari sudut pandang teoritis merupakan suatu peristiwa yang dapat memberikan manfaat untuk perusahaan yang melaksanakannya. Dengan dilaksanakannya efisiensi, sinergi, penguasaan pasar, dan juga daya saing. Dengan demikian kejadian penggabungan (merger) in ialah sebagai tahapan awal untuk memajukan keuangan Syariah Indonesia. Peristiwa tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang melakukan merger dimana pengumuman tersebut dilakukan pada saat kondisi negara Indonesia masih mengalami pandemic covid 19.
Berdasarkan rumusan masalah yang disajikan tersebut di atas, dengan demikian bisa dihasilkan rumusan penelitian sebagaimana di bawah in:
1. Apakah ada perbedaan yang terdapat pada abnormal return saham sebelum dan sesudah dilaksanakan pengumuman penggabungan (merger) tersebut?
2. Apakah ada perbedaan yang terdapat pada volume trading activity saham sebelum dan sesudah pengumuman penggabungan (merger)?
1.3.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan penelitian yang disajikan tersebut di atas, dengan demikian bisa dihasilkan tujuan dari penelitian ialah sebagaimana di bawah in:
1. Untuk mengetahui perbedaan dari abnormal return saham sebelum dan sesudah dilaksanakan pengumuman penggabungan (merger) tersebut.
2. Untuk mengetahui perbedaan dari volume treding activity saham sebelum dan sesudah dilaksanakan pengumuman penggabungan (merger) tersebut.
1.4.Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian sebagai berikut:
1. Bagi para investor : penelitian ini dapat memberikan tambahan wawasan dan dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan investasi saham dari perusahaan yang melakukan merger.
2. Bagi para akademis : penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat dalam dunia akademis untuk memahami pengaruh - pengaruh yang ditimbulkan dari pengumuman merger.
1.5.Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab in berisikan dengan latar belakang permasalahan penelitian yang melandasi berlangsungnya penelitian, melaksanakan perumusan permasalahan penelitina yang hendak dilaksanakan, kegunaan dan juga tujuan dari penelitian, serta sistematika untuk penelisan yang berisikan dengan bagian-bagian tertentu lainnya di dalam pelaksanaan penelitian in.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab in memperjelaskan berkenaan dengan penelitian terdahulu dan juga landasan teori, hipotesis penelitian dan juga pemikiran teoritis yang dipergunakan untuk penelitian.
BAB III : METODE PENELITIAN
Dalam bab in berisikan dengan sumber data, jenis data, penentuan sampel, definisi operasional, dan juga variabel penelitian yang dipergunakan, serta metode analisis dan juga metode pengumpulan data yang berguna untuk menganalisis dan juga membahas pelaksanaan penelitian.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab in memperjelaskan mengenai pembahasan penelitian dan juga hasil penelitian, yakni analisis data pembahasan dan juga deskripsi objek penelitian.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab in memperjelaskan hasil simpulan penelitian yang didapatkan oleh pelaksana penelitian dan juga saran penelitian untuk penelitian yang akan datang.