• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam era otonomi daerah, daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus tata kelola daerahnya sendiri. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, memudahkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sejalan dengan kewenangan tersebut, Pemerintah Daerah diharapakan lebih mampu menggali sumber-sumber keuangan khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintah dan pembangunan di daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di setiap daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang sah, dan hasil lain-lain daerah yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah dalam menggali pendanaan dalam melaksanakan otonomi daerah. Pajak daerah sebagai salah satu pendapatan asli daerah diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian daerah mampu melaksanakan otonomi daerah, yaitu mampu mengatur dan mengurus daerahnya sendiri

Kabupaten Blitar terdiri dari 22 Kecamatan dan 220 Desa. Pemerintah kabupaten Blitar mempunyai potensi besar dalam pajak dan retribusi. Hal ini merupakan peluang bagus bagi Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperbesar potensi penerimaan pajak dan rettribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).Kab Blitar sebagai salah satu Kabupaten yang diberi hak otonomi atas daerahnya masing-masing untuk mengatur rumah tangganya sendiri guna melaksanakan pembangunan. Pemerintah kabuaten/kota di provinsi Jawa timur dan warganya diharapkan mampu bekerjasama dalam mengelola dan memaksimalkan potensi sumber ekonomi untuk memakimalkan pendapatan daerahnya.

Pemerintah melakukan berbagai kebijakan tentang pajak dan retribusi daerah dalam meningkatkan keuangan agar bisa melaksanakan otonomi yang telah ditentukan. Salah satu instrumen yang penting bagi negara yaitu sumber pendapatan daerah yakni pajak dan retribusi guna membangun perekonomian sekaligus mengontrol aktivitas perekonomian suatu negara.

Sumber penghasilan dalam pemerintah digunakan sebagai biaya pembangunan yang berasal dari sumber pajak, untuk dapat membiayai dan memajukan suatu wilayah yang akan

(2)

2 terlaksana dengan kebijaksanaan dalam penerimaan pengoptimalan retribusi, yang mana seorang individu dapat membayar retribusi dengan semestinya. Otonomi daerah merupakan upaya pemberdayaan daerah dalam pengambilan keputusan daerah secara lebih baik untuk mengelola sumber daya yang dimiliki sesuai dengan kepentingan, prioritas dan potensi daerah itu sendiri.

Kemampuan kinerja daerah dapat dilihat dari sumber penerimaan daerah dalam APBD lewat besarnya PAD (Pendapatan Asli Daerah). Pendapatan Asli Daerah adalah salah satu sumber pendanaan bagi pemerintah daerah, yang beberapa komponennya adalah pajak daerah dan retribusi daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah yang didapat dari dalam daerah tersebut harus dioptimalkan agar dapat mewujudkan kemadirian lokal, yang artinya pemerintah daerah dapat membangun wilayahnya sendiri dan tidak bergantung pada pemerintah pusat

Saat ini, potensi perolehan retribusi daerah semakin mengalami jj peningkatan yang cukup baik dan perubahannya semakin mengalami kenaikan daripada yang lainnya. Sementara itu pengenaan pajak daerahdipengaruhi karena adanya kontribusi dari wajib pajak dan petugas pajak yang ikut serta dalam meningkatkan pendapatan daerah.Penetapan pajak di wilayah ini penetapannya berdasarkan hukum yang kuat salah satunya dengan peraturan perundangan tentang pajak.Menurut Mardiasmo, pajak merupakan salah satu komponen pendapatan asli daerah ( PAD ) sedangkan sumber pendapatan asli daerah tertuang dalam Pasal 6 Ayat 1 UU Nomor 33 Tahun 2004 yang terdiri dari pajak daerah,retribusi atau pungutan langsung, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang di pisahkan serta pendapatan lain-lain daerah yang dianggap sah.2Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi tolak ukur yang sangat penting dalam pembiayaan penyelenggara dan pembangunan daerah sehingga dapat memeratakan kesejahteraan masyarakat secara bertanggungjawab dan nyata.

Salah satu komponen Pendapatan Asli Daerah yang memiliki kontribusi juga yakni pajak daerah. Pajak daerah merupakan iuran masyarakat kepada negara yang terutang dan wajib membayarnya menurut undang-undang yang berlaku dan berguna untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya umum dan berhubungan dengan kepentingan negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. Pajak daerah menjadi sumber penerimaan negara yang utama. Disamping itu, pajak daerah juga mempunyai fungsi lain yaitu sebagai alat untuk mengatur dan mengawasi kegiatan swasta dalam perekonomian. Pajak daerah juga digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan dana guna membiayai kegiatan-kegiatan pemerintahan daerah. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki taraf hidup yang tinggi baik

(3)

3 kecerdasan maupun kesejahteraan rakyat.

Selain itu, retribusi daerah adalah pungutan sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan pribadi maupun badan. Berkaitan dengan retribusi daerah, maka terdapat beberapa alternatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang melalui retribusi salah satu contohnya yakni pada sektor pariwisata. Sektor pariwisatadi Kabupaten Blitar menjadi prioritas utama untuk dikembangkan dan dapat meningkatkan retribusi daerah serta dapat meningkatkan perekonomian nasional. Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan sektor pariwisata, karena sektor pariwisata itu sendiri memiliki kontribusi dalam penerimaan pendapatan dan penyerapan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kabupaten Blitar yang strategis dan didukung dengan kreativitas masyarakat lokal dalam mengelola sehingga menjadikan Kabupaten Blitar sebagai tujuan destinasi lokal.Kemudian masih terdapat beberapa objek yang mempengaruhi PAD Kabupaten Blitar yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah, Berikut adalah gambar yang menunjukkan target PAD tahun 2015-2020.

Table 1 Pendapatan asli Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2016-2020

Tahun PAD

2016 Rp 214.186.478.671 2017 Rp 314.340.556.529 2018 Rp 233.946.966.648 2019 Rp 261.661.013.813 2020 Rp 248.935.213.750 Sumber:(Bapenda, 2020)

Dari hasil tabel data yang di dapat nilai PAD, pendapatan pajak, serta pendapatan retribusi daerah dari tahun ke tahun mengalami kenaikan maupun fluktuatif. Dapat diketahui pada tahun 2016 Pendapatan Asli Daerah Kab.Blitar sebesar 214.186.478.671. Pada tahun 2017 Pendapatan Asli Daerah Kab. Blitar mengalami peningkatan sebesar 314.340.556.529. Pada tahun 2018 Pendapatan Asli Daerah Kab.Blitar kembali mengalami penurunan yaitu sebesar 233.946.966.648. Pada tahun 2019 Pendapatan Asli Daerah Kab.Blitar mengalami peningkatan dengan nilai 261.661.013.813. Pada tahun 2020 Pendapatan Asli Daerah Kab.Blitar mengalami penurunan lagi dengan nilai 248.935.213.750. Hal yang menyebabkan naik

(4)

4 turunnya PAD dikarenakan sumber sumber PAD (pajak dan retribusi) yaitu kesadaran masyarakat dalam pembayaran wajib pajak sehingga berpengaruh pada PAD.

Naik atau turunnya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah sangat dipengaruhi oleh beberapa kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakatnya yaitu dalam membayar.Dimana hal tersebut sangat berkaitan secara signifikan dengan PAD yang akan didapat,dikarenakan di Kabupaten Blitar sumber penerimaan daerahnya berasal dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Kekayaan yang di pisahkan dan Pendapatan Lain-Lain Yang Sah. Besarnya sumber potensi penerimaan daerah yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar dapat membantu pembiayaan pembangunan daerah agar dapat menjadi mandiri.

Selanjutnya retribusi daerah secara umum sama dengan retribusi yang lainnya, yang membedakan adalah besaran pungutan atas objek pajaknya. Akan tetapi masyarakat belum sepenuhnya mengetahui tentang pentingnya retribusi daerah. Selain itu, sebagian masyarakat juga belum mengetahui akan manfaat yang didapatkan setelah membayar retribusi daerah itu sendiri. Terutama kalangan masyarakat yang berada di daerah pedesaan maupun pelosok- pelosok desa, masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi negatif tentang pembayaran retribusi daerah serta kurangnya pemahaman mengenai mekanisme retribusi daerah tersebut.

Alasan peneliti dalam melakukan penelitian ini yaitu Pendapatan Asli Daerah berperan sangat penting dalam terlaksananya pembangunan daerah di Kabupaten Blitar karena masih banyak masyarakat yang belum sejahtera secara mennyeluruh khususnya di daerah pelosok pelosok. Dengan adanya segala potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Blitar dengan diikuti perkembangan dalam mengelolanya akan memberikan wujud hasil positif dari adanya otonomi daerah. Hasil itu berupa kemampuan dalam mengelola keuangan daerahnya dengan baik, efektif dan efisien yang tercermin melalui besarnya pertumbuhan PAD. Dengan pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar secara optimal akan memberikan peluang lebih terhadap besarnya perolehan PAD melalui pajak ataupun retribusi, sehingga tidak lagi bergantung pada pemerintah pusat. Berdasarkan hal diatas, Penulis tertarik mengambil judul skirpsi yaitu “POTENSI PAJAK DAN RETRIBUSI PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2016-2020”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah untuk penelitian ini antaralain:

1. Berapa besar kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Blitar Tahun 2016-2020 ?

(5)

5 2. Berapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten

Blitar Tahun 2016-2020 ?

3. Bagaimana hasil klasifikasi pajak,dan retribusi daerah menggunakan tipologi klassen di kabupaten Blitar tahun 2016-2020?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan untuk penelitian ini antaralain :

1. Untuk mengetahui besar kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Blitar Tahun 2016-2020.

2. Untuk mengetahui besar retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Blitar Tahun 2016-2020.

3. Untuk mengetahui hasil klasifikasi pajak, dan retribusi daerah menggunakan tipologi klassen di kabupaten Blitar tahun 2016-2020?

D. Batasan Masalah

Dalam penulisan proposal ini penulis akan menganalisis kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah dan menganalisa jenis pajak daerah dan retribusi daerah manakah yang paling berpotensi terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Blitar. Terdapat batasan-batasan yang harus peneliti terapkan demi kesesuaian hasil yang diinginkan oleh peneliti terhadap penelitian yang dilakukan kali ini. Yang dimana meliputi semua jenis pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Blitar, yang berlangsung selama kurun waktu 5 tahun 2016-2020

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari pelaksanaan Kerja Praktik ini sebagai berikut : 1. Manfaat Bagi Universitas

Terciptanya jalinan kerjasama antara Instansi dengan Universitas Muhammdiyah Malang serta Universitas dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui Skripsi ini.

(6)

6 2. Manfaat Bagi Instansi

Menjadi sarana untuk mengetahui kualitas pendidikan yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Manfaat Bagi Mahasiswa

1. Menguji kemampuan pribadi yang sesuai dengan ilmu yang dipelajari serta tata cara bersosialisasi dengan dunia kerja.

2. Menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan pada kegiatan yang nyata, dengan demikian akan mengetahui perbandingan antara pengetahuan di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di dunia kerja.

3. Melatih diri agar tanggap dan peka dalam menghadapi situasi dan kondisi lingkungan kerja serta memprsipakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dimasa yang akan datang.

4. Manfaat Bagi Pembaca

Menjadi referensi informasi mengenai sumber pendapatan asli daerah guna pengembangan di Kabupaten Blitar pada Badan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar.

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan tugas utama UPT Balai Informasi Teknologi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yaitu melaksanakan pengembangan, pelayanan informasi teknologi dan

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa penguasaan guru terhadap materi pelajaran ketika memberi pelajaran dikategorikan sangat menguasai, pesponden yang

From the finding, it can be concluded that code-switching and code-mixing are language media highly used in Indonesian television advertisements to convey the messages of the

BKK memiliki data alumni tentang keberadaannya bekerja, lalu dipantau lewat medsos (media sosial) juga karena agar tau posisinya dimana karena ada juga yang

Pak Suhardjono, Dipl, Seis., Kepala Pusat Gempabumi & Tsunami BMKG Pusat, memaparkan empat produk utama di dalam sistem peringatan dini tsunami di Indonesia,

Melalui serangkaian kegiatan pengumpulan data dan analisis data dapat dirumuskan beberapa simpulan hasil penelitian yaitu: pertama, berdasarkan hasil pengujian

Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini adalah 1) Perempuan berpartisipasi dan menjatuhkan pilihan politiknya berdasarkan informasi yang dia terima, dimana

Produk ini memiliki risiko investasi tidak terkecuali kehilangan seluruh modal dan risiko nilai tukar mata uang asing apabila berinvestasi dalam produk obligasi dalam mata uang