1
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA ADIGUNA PALEMBANG
PEDOMAN PENILAIAN PEMBELAJARAN
TAHUN 2021/2022
K O M P L E K K E N T E N P E R M A I B L O K J N O . 9 - 1 2 B U K I T S A N G K A L P A L E M B A N G
2 STIKES MITRA
ADIGUNA
Kode/No: STIKES/SPMI/
TANGGAL : 2/01/2022
PEDOMAN
REVISI: 0
HALAMAN:
PEDOMAN PENILAIAN PEMBELAJARAN
Proses Penanggung Jawab Tanggal
Nama Jabatan Tanda
tangan 1. Perumusan Rohani. SST.MKes
Ns. Evi Royani. Skep. MKes Ns. Leni Wijaya. Skep. MKes
Ketua Anggota 2. Pemeriksaan Ns. Sri Emilda, SKM. MKes
Ns. Lisda Maria., Sp.Kep M
Ketua Anggota 3. Persetujuan Diana H. Soebyakto, M.Kes Ketua Senat
4. Penetapan Ir. Micky Ramon, MSc, MBA Ketua Yayasan 5. Pengendalian Ns. Yora Nopriani,
S.Kep.M.Kep
Ketua LPM PDMN-0127
3
Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan mahasiswa dan alumni yang sejalan dengan visi misi dan tujuan perguruaan tinggi maka di pandang perlu mengesahkan buku Pedoman Penilaian Pembelajaran
2. Bahwa untuk keperluan dimaksud, perlu ditetapkan dengan keputuan ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang
Mengingat: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahu 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
2. Permendikbud No. 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi
3. Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
4. Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
5. STATUTA STIKES Mitra Adiguna
SURAT KEPUTUSAN KETUA STIKES MITRA ADIGUNA PALEMBANG NOMOR : 0127/STIKES/1812/KPTS/I/2022
TENTANG
BUKU PEDOMAN PENILAIAN PEMBELAJARAN
4
MEMUTUSKAN Menetapkan :
Pertama Menetapkan buku Pedoman Penilaian Pembelajaran Di Stikes Mitra Adiguna Palembang STIKES Mitra Adiguna Palembang
Kedua Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal dikeluarkannya sampai dengan perlu tidaknya perubahan yang dianggap perlu
Ketiga Apabila terdapat kekeliruan dalam surat Keputusan ini akan diperbaiki kembali sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Palembang Pada tanggal : 2 Januari 2022
Tembusan :
1. Ketua Yayasan Mitra Adiguna Palembang
2. Ka. PRODI DIII Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang 3. Ka. PRODI DIII Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang 4. Ka. PRODI S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang 5. Pertingga
Ketua
5
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Illahi atas berkat dan rahmat-Nya akhirnya buku Pedoman Penilaian Pembelajaran STIKES Mitra Adiguna Palembang ini bisa diselesaikan. Atas nama pimpinan STIKES Mitra Adiguna Palembang, saya sampaikan ucapan terimakasih kepada tim penyusun yang telah bekerja keras untuk mewujudkan buku pedoman ini. Buku pedoman ini diharapkan menjadi acuan bagi seluruh dosen STIKES Mitra Adiguna Palembang dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses penilaian yang mengacu pada ketentuan yang berlaku secara nasional maupun institusional. Khususnya dalam mengembangkan acuan standar perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang berlaku di lingkungan STIKES Mitra Adiguna Palembang.Dengan terstandarnya penilaian pembelajaran ini diharapkan akan mendukung penyelenggaraan program studi di lingkungan STIKES Mitra Adiguna yang akuntable dan menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas. Selanjutkan kepada Ketua Program Studi dan seluruh dosen di lingkungan STIKES Mitra Adiguna diharapkan untuk menggunakan pedoman ini sebagai acuan dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran.
Palembang, 1 Januari 2022 Ketua STIKES
Diana H. Soebyakto, M.Kes
6 DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II DASAR HUKUM
BAB III CAKUPAN PENILAIAN PEMBELAJARAN BAB IV PRINSIP PENILAIAN PEMBELAJARAN BAB V ENTRY PENILAIAN PEMBELAJARAN BAB VI MONITORING DAN EVALUASI BAB VII PENUTUP
LAMPIRAN
7 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pembelajaran, yang diartikan sebagai proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, merupakan pelaksanaan secara nyata kurikulum (actual curriculum) yang telah disusun oleh program studi. Pelaksanaan pembelajaran wajib memenuhi standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran sebagaimana ditetapkan dalam permendikbud no 3 tahun 2020 pasal 21 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa setiap perguruan tinggi wajib merumuskan dan menetapkan kriteria minimal tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan yang digunakan sebagai acuaan dalam Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa. Standar penilaian yang diatur dalam SNPT wajib menjadi dasar penyelenggaraan pembelajaran sesuai kurikulum program studi, yang juga menjadi dasar penetapan kriteria sistem penjaminan mutu eksternal melalui akreditasi. Standar penilaian pembelajaran yang diatur daiam SNPT menjamin penilaian pembelajaran pada program studi yang diselenggarakan oleh perguman tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mencapai mutu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam standartersebut.
Standar penilaian tersebut perlu dipenuhi dan dimuat dalam rancangan pembelajaran secara jelas sehingga kemampuan yang terinternalisasi dalam proses pembelajaran baik melalui kegiatan kurikuler, dan kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler, dapat divalidasi secaraobjektif.Pembelajaran bukan proses pengajaran (teaching) yang dapat dilakukan secara klasikal dan bukan proses untuk menjalankan sebuah instruksi baku yang telah dirancang, melainkan sebagai proses untuk merekonstruksi dan mencari pengetahuan yang akan dipelajari. Proses pembelajaran tidak hanya proses alih pengetahuan (transfer of knowledge) melalui metode ceramah, melainkan juga sebagai proses pembekalan melalui metode penggalian (methods of inquiry) seseorang yang berkompeten dalam berkarya dalam masyarakat. Pembelajaran dengan metode ceramah dinilai tidak efektif karena partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran tersebut sangatlah rendah sehingga menurunkan penguasaan ilmu, pengetahuan dan seni pesertadidik.Pembelajaran wajib diselenggarakan oleh STIKES Mitra Adiguna Palembang secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dengan demikian, Program studi wajib mengelola pembelajaran untuk menjamin
8
tercapainya kompetensi lulusan sesuai kualifikasi KKNI. Pengelolaan proses pembelajaran meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
1.2 LandasanHukum
Landasan hukum Penyusunan Pedoman Penillaian Pembelajaran di lingkungan STIKES Mitra Adiguna adalah sebagaiberikut.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 Tahun 2014 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
4. Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 139 tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi.
6. Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi No. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
8. Peraturan Presiden 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
9. Statuta
10. Rencana Induk Pengembangan STIKES Mitra Adiguna Palembang 11. Rencana Strategis STIKES Mitra Adiguna Palembang 2020-2025 12. Kebijakan Lembaga Penjamin Mutu
13. Peraturan Meteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia NO 3 Tahun 2020 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi
1.3 Tujuan
Pedoman ini disusun dalam rangka mewujudkan visi misi dan tujuan dan rencana strategis pengembangan penilaian pembelajaran mulai dari merumuskan, menetapkan dan melaksanakan standar penilaian pembelajaran agar tercapai kualitas pembelajaran yang optimal
9 1.4 Manfaat
Buku pedoman ini diharapkan dapat:
1. memudahkan program studi, dosen, bagian evalausi dalam penyusunan dokumen penilaian pembelajaran suatu mata kuliah
2. memudahkan dosen dalam melaksanakan penilaian pembelajaran
3. memudahkan dalam pengawasan dan evaluasi serta penjaminan mutu penilaian pembelajaran
10 BAB II
PRINSIP PENILAIAN PEMBELAJARAN
Penilaian pembelajaran mencakup penilaian capaian hasil belajar mahasiswa dan penilaian terhadap proses pembelajaran. Penilaian hasil pembelajaran atau penilaian substantif dilakukan untuk mengetahui ketercapaian kompetensi atau capaian pembelajaran yang dibangun oleh mahasiswa.
Sementara, penilaian proses pembelajaran atau penilaian manajerial untuk mengetahui efektifitas proses perobelajaran yang telah diselenggarakan. Didalam melakukan penilaian hasil capaian pembelajaran digunakan model penilaian formatif, sementara untuk penilaian proses pembelajaran digunakan dengan model sumatif. Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa tersebut mencakup:
prinsip penilaian; teknik dan instrumen penilaian; mekanisme dan prosedur penilaian; pelaksanaan penilaian; pelaporan penilaian; dan kelulusan mahasiswa.
Standar penilaian pendidikan merupakan kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa harus mencakup:
a. prinsippenilaian,
b. teknik dan instrumenpenilaian, c. mekanisme dan prosedurpenilaian, d. pelaksanaanpenilaian,
e. pelaporan penilaian, dan f. kelulusan mahasiswa.
Proses penilaian hasil belajar dilakukan dengan memeriksa, mengkaji, memberi arahan dan masukan kepada peserta didik, dengan menggunakan suatu instrumen penilaian sebagai tolok ukur ketercapaian kemampuan atau Capaian Pembelajaran. Capaian pembelajaran yang akan dinilai merupakan internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalamankerja.
llmu pengetahuan (science) adalah suatu sistem berbasis metodologi ilmiah untuk membangun pengetahuan (knowledge) melalui hasil-hasil penelitian di dalam suatu bidang pengetahuan (body of knowledge). Penelitian berkelanjutan yang digunakan untuk membangun suatu ilmu pengetahuan harus didukung oleh rekam date, observasi dan analisa yang terukur dan bertujuan untuk meningkatkan
11
pemahaman manusia terhadap gejala-gejala alam dan sosial. Sementara, pengetahuan (knowledge) adalah penguasaan teori dan keterampilan oleh seseorang pada suatu bidang keahlian tertentu atau pemahaman tentang fakta dan informasi yang diperoleh seseorang meialui pengalaman atau pendidikan untuk keperluan tertentu. Adapun pengetahuan praktis (know-how) adalah penguasaan teori dan keterampilan oleh seseorang pada suatu bidang keahlian tertentu atau pemahaman tentang metodologi dan keterampilan teknis yang diperoleh seseorang melalui pengalaman atau pendidikan untuk keperluan tertentu. Keterampilan (skill) merupakan kemampuan psikomotorik (termasuk manual dexterity dan penggunaan metode, bahan, alat dan instrumen) yang dicapai melalui pelatihan yang terukur dilandasi oleh pengetahuan (knowledge) atau pemahaman (know-how) yang dimiliki seseorang mampu menghasilkan produk atau unjuk kerja yang dapat dinilai secara kualitatif maupun kuantitatif.
Afeksi (affection) adalah sikap (attitude) sensitif seseorang terhadap aspek-aspek di sekitar kehidupannya baik ditumbuhkan oleh karena proses pembelajarannya maupun. lingkungan kehidupan keluarga atau mayarakat secara luas. Adapun kompetensi (competency) adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu desknpsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, mencakup aspek kemandirian dan tanggung jawab individu pada bidang kerjanya.
12 BAB III
CAKUPAN PENILAIAN PEMBELAJARAN
Hasil pembelajaran dinyatakan dalam kemampuan yang mencakup unsur kompetensi yang mencakup ranah kognitif (pengetahuan), afeksi (sikap dan tata nilai), dan keterampilan (psikomotor dan manajerial). Ranah kognitif menggambarkan penguasaan pengetahuan yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika. Ranah afektif mencakup sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antar pribadi dan kecerdasan intra pribadi, atau kecerdasan emosional. Domain psikomotor mencakup keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual- spasial, dan kecerdasan musikal. Setiap ranah kemampuan tersebut terdiri atas beberapa tingkatan kemampuan yang disajikan pada Tabel 3.1, Tabel 3.2, dan Tabel 3.3.
Dalam pembelajaran berpusat mahasiswa atau SCL, metode penilaian yang diusulkan dan dianggap tepat yaitu Asesmen Kinerja (authentic assessment atau performance assessment), yaitu asesmen yang terdiri atas tiga aktvitas dasar, yakni; (1) dosen memberi tugas; (2) peserta didik menunjukkan kinerjanya; dan (3) penilaian berdasarkan indikator tertentu dengan instrumen yang disebut rubrik. Rubrik merupakan panduan asesmen yang menggambarkan kriteria yang digunakan dosen dalam menilai dan memberi tingkatan ketercapaian hasil belajar atau kerja mahasiswa. Rubrik memuat daftar karakteristik unjuk kerja yang diharapkan terwujud dalam proses dan hasil kerja mahasiswa, dan dijadikan panduan untuk mengevaluasi setiap karakteristik tersebut.
Tabel 3. 1 Tingkatan kemampuan pada ranah kognitif No Kode/Aspek Kemampuan Pengertian dan Kata Kerja 1 C1/ pengetahuan (recalling) Kemampuan mengingat kembali materi yang
baru dipelajari (recall).
Kata kerja : mengenali, mendeskripsikan, menamakan, mendifinisikan, memasangkan, mengulang kembali, mendefinisi, dan memilih.
2 C2/pemahaman (Comprehension)
Kemampuan untuk menangkap makna materi belajar.
Kata kerja : mengklasifikasikan, menjelaskan,
mengikhtisarkan, meramalkan,
mengilustrasikan, menggambarkan,dan membedakan (misalnya: menyimpulkan suatu paragraf).
13
3 C3/Aplikasi (Application); Kemampuan memanfaatkan materi belajar dalam situasi yang baru/konkrit.
Kata kerja ; mendemonstrasikan, menghitung, menyelesaikan, menyesuaikan, menghubungkan, menggunakah, mempraktekkan, dan menyusun. (misalnya:
menggunakan suatu informasi/pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah).
4 C4/Analisis (Analysis); Kemampuan untuk memilah/membagi materi ke dalam komponen-komponen sehingga struktur organisasinya dapat dipahami.
Kata kerja: menemukan perbedaan, memisahkan, membuat diagram, membuat estimasi, mengambil kesimpulan, membandingkan, mendeteksi, dan menyusun unitan. (misalnya: menganalisis bentuk jenis atau arti suatu puisi).
5 C5/Sintesis (Syntesis); Kemampuan untuk membentuk satu kesatuan yang baru; atau kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi suatu kesimpulan.
Kata kerja : menggabungkan, mendapatkan, merumuskan, merancang, membuat komposisi, menyusun kembali, memformulasikan, memprediksl, dan merevisi. (misalnya:
memformulasikan hasil penelitian di laboratorium).
6 C6/Evaluasi (Evaluation) Kemampuan mempertimbangkan aspek nilai (value) dalam materi belajar; atau kemampuan mempertimbangkan mana yang baik dan manayang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu.
Kata kerja: menimbang, mengkritik, membandingkan, memberi alasan, menyimpulkan,
mempertimbangkan, memuiuskandan member dukungan.
14
Tabel 3. 2 Tingkatan kemampuan pada ranah psikomotor No Kode/Aspek Kemampuan Pengertian dan Kata Kerja 1 P1/ Reflex movements refleks yang melibatkan satu segmen otot dan
memungkinkan keterlibatan lebih dari satu segmen otot.
2 P2/ Fundamental movements keterampilan gerak yang bemubungan dengan berjalan, berlari, melompat, menekan.
3 P3/Perceptual Abilities keterampilan yang bemubungan dengan koordinasi
pergerakan tubuh, visual, auditori.
4 P4/Physical Abilities berkenaan dengan daya tahan, fleksibilitas, ketangkasan, kekuatan, dan kecepatan 5 P5/Skilled movements merujuk kepada ketangkasan permainan,
olahraga 6 P6/Nondiscursiv
ecommunication
merujuk kepada ekspresi gerakan yang disesuaikan dengan postur, ekspresi wajah, gerakan-gerakan kreatif
(nondiscursive = tidak menyimpang)
Prinsip penilaian mencakup prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi. Prinsip edukatif; merupakan penilaian yang memotivasi mahasiswa agar mampu memperbaiki
Prinsip otentik; merupakan penilaian yang berorientasi pada proses belajar yang berkesinambungan dan hasil belajar yang mencerminkan kemampuanmahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Prinsip objektif; merupakan penilaian yang didasarkan pada standar yang disepakati antara dosen dan mahasiswa serta bebas dari pengaruh subjektivitas penilal dan yang dinilai.
Prinsip akuntabel; merupakan penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, disepakati pada awal kuliah, dan dipahami oleh mahasiswa. Prinsip transparan; merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangkukepentingan.Teknik penilaian terdiri atas observasi, parb'sipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket. Sementara, instrumen penilaian terdiri atas penilaian proses dalam bentuk rubrik dan/atau penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain. Penilaian sikap dapat menggunakan teknik penilaian observasi. Penilaian penguasaan pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus dilakukan dengan memilih satu atau kombinasi dari berbagi teknik dan instrumen penilaian.
Hasil akhir penilaian merupakan integrasi antara berbagai teknik dan instrumen penilaian yang digunakan. Pengertian setiap teknik penilaian dan instrumen penilaiannya, secara singkat disajikan pada Tabel 3.3.
STIKES dan Program studi berkewajiban menetapkan standar penilaian pendidikan
15
yangmencakup mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian digunakan untuk: a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik, b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan c) memperbaiki proses pembelajaran.
Tabel 3. 3 Teknik Penilaian dan Instrumen Penilaiannya No Metode dan
Teknik Penilaian Pengertian Intrumen
1 Non tes: Observasi teknik penilaian untuk
mengumpulkan informasi tentang kegiatan belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh dosen dapat digunakan oleh dosen sendiri atau oleh mahasiswa untuk
saling mengamati
Lembar Pengamatan
2 Non tes: Partisipasi Tes yang diberikan kepada pihak yang mengerjakan tes untuk mengukur keterlibatan atau peran yang dilakukannya terhadap suatu kegiatan
/aktivitas
Lembar Tes
3 Tes: Unjuk Kerja tes yang diberikan kepada
testeeuntuk melaksanakan Lembar Tes suatu aktivitas tertentu
sesuaikompetensi yang diungkap untuk
mendemonstrasikanperfomancenya
Lembar Tes
4 Tes Tertulis tes yang diberikan testee yang harus dijawabnya secara tertulis pada lembar jawaban
Lembar Tes
5 Tes Lisan bentuk tes formal yang
dilaksanakan secara lisan atau tidak tertulis baik
perintah maupun jawabannya dilaksanakan secara lisan
Lembar Tes
6 Non Tes Pengumpulan data secata tertulis untuk mengetahui strategi pembelajaran yang dilaksanakan dosen, metode dan media
pembelajaran yang digunakan oleh dosen, minat, persepsi mahasiswa tentang pembelajaran untuk suatu materi pokok sajian yang telah terlaksana.
Lembar Daftar Pertanyaan (angket)
7 Tes non formal Menilai berkas dokumen mahasiswa Portofolio
16
8 Non tes Menilai kemampuan mahasiswa menggunakan rubrik yang memuat kriteria penilaian setiap kategori penilaian
Rubrik
9 Non tes: authentic Menilai hasil karya atau produk mahasiswa baik berupa barang maupun
jasa, termasuksofcopy/hardware
Karya desain
17 BAB IV
PROSEDUR PENILAIAN PEMBELAJARAN
Dosen/Tim dosen menyusun perencanaan penilaian yang berupa tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian, dituangkan dalam RPS, serta disampaikan dan disepakati pada saat kontrak Kuliah. Perencanaan penilaian yang dilakukan mencakup elemen capaian pembelajaran sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Penilaian sikap dilakukan dengan teknik penilaian observasi, sedangkan penilaian pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus dilakukan dengan memilih satu atau kombinasi dari teknik penilaian partisipasi, unjuk kerja, tugas, tes tertulis, tes lisan, dan atau angket. Teknik penilaian tugas minimal 20% dan maksimal disesuaikan dengan karakteristik matakuliah, sedangkan untuk teknik yang lain, dapat ditentukan sesuai kemampuan yang akandibangun.Dosen/Tim Dosen/Asisten Praktikum/Mahasiswa melaksanakan penilaian menggunakan instrumen yang telah dibuat. Instrumen penilaian proses dinyatakan dalam bentuk rubrik, dan penilaian hasil dapat berbentuk portofolio dan atau karya desain.
Selain itu, Dosen/Tim Dosen/Asisten Praktikum mengevaluasi hasil penilaian berdasarkan indikator, kriteria, bobot serta batas ketuntasan kemampuan akhir yangdirencanakan.Dalam proses penilaian, Dosen/Tim Dosen/Asisten wajib melakukan umpan balik hasil penilaian kepada mahasiswa, diantaranya mengembalikan hasil pekerjaan mahasiswa, memberikan komentar hasil pekerjaan yang ada Media Manajemen Pembelajaran (e- Learning), selambat lambatnya 2 minggu setelah dilakukan penilaian. Jika nilai belum memenuhi ketuntasan, maka Dosen/Tim Dosen/Asisten melakukan pembelajaran remedi (remedial teaching) bagi mahasiswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan dan pembelajaran pengayaan bagi yang telah tuntas.Setelah penilain selesai, Dosen melaksanakan pelaporan hasil akhir penilaian dinyatakan kualifikasi keberhasilan mahasiswa dalam kisaran seperti tabel berikut :
18
Tabel 4.1 RENTANG NILAI KONVERSI STIKES MITRA ADIGUNA PALEMBANG
NO
NILAI NILAI NILAI
NO
NILAI NILAI NILAI
ABSOLUT MUTU LAMBANG ABSOLUT MUTU LAMBANG
1 86 - 100 4
A
47 40 0.99
E
2 85 3.99 48 39 0.96
3 84 3.87 49 38 0.94
4 83 3.75 50 37 0.92
5 82 3.74 51 36 0.89
6 81 3.66 52 35 0.86
7 80 3.58 53 34 0.83
8 79 3.51 54 33 0.80
9 78 3.50
B
55 32 0.77
10 77 3.41 56 31 0.75
11 76 3.33 57 30 0.74
12 75 3.25 58 29 0.71
13 74 3.24 59 28 0.69
14 73 3.16 60 27 0.66
15 72 3.08 61 26 0.63
16 71 3.00 62 25 0.60
17 70 2.99 63 24 0.57
18 69 2.87 64 23 0.55
19 68 2.75 65 22 0.52
20 67 2.74
C
66 21 0.50
21 66 2.66 67 20 0.49
22 65 2.58 68 19 0.46
23 64 2.50 69 18 0.43
24 63 2.49 70 17 0.40
25 62 2.41 71 16 0.37
26 61 2.33 72 15 0.34
27 60 2.25 73 14 0.31
28 59 2.24 74 13 0.29
29 58 2.16 75 12 0.27
30 57 2.08 76 11 0.25
19
31 56 2.00 77 10 0.24
32 55 1.99
D
78 9 0.21
33 54 1.91 79 8 0.19
34 53 1.83 80 7 0.17
35 52 1.75 81 6 0.14
36 51 1.74 82 5 0.12
37 50 1.66 83 4 0.10
38 49 1.58 84 3 0.07
39 48 1.50 85 2 0.05
40 47 1.49 86 1 0.026
41 46 1.41 87 0 0
42 45 1.33
43 44 1.25
44 43 1.24
45 42 1.12
46 41 1.00
Dosen dan Bagian Evaluasi di STIKES Mitra Adiguna Palembang melakukan pengadministrasian semua hasil penilaian yang telah dilaksanakan.
Predikat penentuan kelulusan program sarjana dan program diploma adalah:
a. IPK 2,00-2,74 : memuaskan
b. IPK 2,75- 3,50 : sangat memuaskan c. IPK 3,51-4,00 : dengan pujian
20
BAB V
ENTRY PENILAIAN PEMBELAJARAN
Dosen akan memberikan nilai mahasiswa kepada penaggung jawab mata kuliah. Penanggung jawab mata kuliah melakukan pemeriksaan kelengkapan penilaian pembelajaran. Setelah selesai pemeriksaaan oleh penanggung jawab mata kulaih, selanjutnya akan diserahkan ke bagian evaluasi masing-masing program studi. Bagian evaluasi program studi akan melakukan Entry nilai sesuai dengan jadwal kalender akademik dan keterlambatan peng-entry-an nilai akan dikenakan pinalti dengan nilai B kepada semua mahasiswa. Entry nilai dilakukan di aplikasi system akademik STIKES Mitra Adiguna Palembang.Peng-entry-an nilai menggunakan web browser dengan alamat web siakad.mitradiguna.ac.id,Penginputan nilai dilakukan oleh bagian evaluasi masing –masing program studi dengan memilih menu “Akademik” , submenu “penilaian” dan pilih nilai semester.dosen dapat memilih entry nilai menggunakan file Excel atau cara manual. Entry nilai menggunakan file Excel.
Penginputan nilai bisa dilakukan secara manual lewat aplikasi system akademik dan juga bisa dilakukan dengan impor. Setelah selesai menginput nilai, mahasiswa dan bagian evaluasi bisa mencetak KHS dan Transkrip nilai
21 BAB VI
MONITORING DAN EVALUASI PENILAIAN PEMBELAJARAN
6.1 Pengertian Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran 1. Monitoring
Monitoring adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari satu kebijakan yang lebih terfokus pada kegiatan yang sedang dilaksanakan.
Monitoring dilakukan dengan cara menggali untuk mendapatkan informasi secara regular berdasarkan indikator tertentu. Tujuan monitoring adalah mengetahui apakah kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang telah disepakati. Secara prinsip, monitoring dilakukan pada saat kegiatan sedang berlangsung guna memastikan kesesuaian proses dan capaian sesuai rencana atau tidak. Bila ditemukan penyimpangan atau keterlambatan maka segera dibenahi sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan target. Hasil monitoring menjadi input bagi kepentingan proses selanjutnya.
Indikator monitoring mencakup esensi aktivitas dan target yang ditetapkan pada perencanaan program. Apabila monitoring dilakukan dengan baik akan bermanfaat dalam memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya (sesuai pedoman dan perencanaan program). Juga memberikan informasi kepada pengelola program apabila terjadi hambatan dan penyimpangan, serta sebagai masukan dalam melakukan evaluasi.
2. Evaluasi
Evaluasi suatu proses sistematis menetapkan nilai tentang sesuatu hal, seperti objek, proses, unjuk kerja, kegiatan, hasil, tujuan, atau hal lain berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian.
Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan sistem mengajar/belajar sebagai suatu keseluruhan”. Sedangkan evaluasi belajar adalah proses penentuan pemerolehan hasil belajar berdasarkan kriteria tertentu. (Prevical dalam Hamalik (2001: 146))
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil atau capaian akhir dari kegiatan atau program yang dilaksanakan pada akhir kegiatan. Hasil evaluasi bermanfaat bagi rencana pelaksanaan program yang sama di waktu dan tempat lainnya. Pada dasarnya monitoring dan evaluasi (monitoring dan evaluasi) merupakan kegiatan pemantauan suatu kegiatan dan bukan merupakan suatu kegiatan yang mencari- cari kesalahan, tetapi membantu melakukan tindakan perbaikan secara terus menerus. Monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai usaha untuk menentukan apa yang sedang dilaksanakan dengan cara
22
memantau hasil/prestasi yang dicapai dan jika terdapat penyimpangan dari standar yang telah ditentukan, maka segera diadakan perbaikan, sehingga semua hasil/prestasi yang dicapai dapat sesuai dengan rencana.
6.2. Tujuan
Tujuan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran adalah
1. Menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang akan membantu pembuatan keputusan manajemen yang efektif dan merencanakan berbagai tindakan yang diperlukan
2. Mengetahui bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
3. Mengetahui rencana pembelajaran yang dibuat dan kesesuaiannya dengan kurikulum.
4. Memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan berkaitan perlu atau tidaknya inovasi dan revisi dalam kegiatan pembelajaran
6.3. Prinsip Monitoring dan Evalusi Penilaian Pembelajaran Prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi adalah
1. Sistem monitoring dan evalusi penilaian pembelajaran dibuat sesuai standar.
2. Tujuan yang jelas.
Kegiatan monitoring dan evaluasi pembelajaran difokuskan pada hal-hal yang relevan dengan tujuan dari monitoring itu sendiri yang dikaitkan dengan aktivitas dan tujuan program.
3. Dilakukan tepat waktu
Monitoring dan evaluasi penilaian pembelajaran dilakukan dengan ketersediaan data tepat waktu dan mendapatkan data yang akurat dalam memantau obyek tertentu pada saat yang tepat yang diperlukan bagi pihak manajemen/pengguna data untuk penyelesaian masalah secara tepat waktu. Informasi hasil monitoring dan evaluasi harus akurat dan objektif.
4. Sistem monitoring dan evaluasi bersifat partisipatif dan transparan
Perlu keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam penyusunan desain dan implementasinya, serta hasilnya dapat diakses oleh semua pihak.
5. Sistem monitoring dan evaluasi dibuat fleksibel
Monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaannya fleksibel dan disesuaikan dengan SOP.
6. Bersifat action-oriented
23
Monitoring dan evaluasi diharapkan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan tindakan, maka perlu dilakukan analisa kebutuhan informasi untuk menjamin bahwa data monitoring akan digunakan untuk melakukan tindakan.
7. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan secara cost-effective.
8. Unit monitoring dan evaluasi terdiri dari tim monitoring dan evaluasi yang tidak hanya bertugas mengumpulkan data tetapi juga melakukan analisis masalah dan memberikan rekomendasi pemecahan masalah secara praktis
6.4. Tahap Monitoring dan Evaluasi Penilaian Pembelajaran
1. Tahap Perencanaan: Persiapan dilaksanakan dengan mengidentifikasi hal-hal yang akan dievaluasi, variabel apa yang akan dievaluasi serta menggunakan indikator mana yang sesuai dengan tujuan program.
2. Tahap Pelaksanaan: monitoring ini untuk mengukur ketepatan dan tingkat capaian dari pelaksaan program/kegiatan/program yang sedang dilakukan dengan menggunakan standar yang telah dipersiapkan di tahap perencanaan, antara lain:
a. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
b. Tingkat capaian kegiatan pembelajaran sesuai target c. Kesesuaian metode pembelajaran dengan alat evaluasi;
d. Ketetapan dan pengelolaan waktu
e. Adanya tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi;
3. Tahap Pelaporan
Pada langkah ketiga, yaitu menentukan apakah kegiatan pembelajaran telah memenuhi standar yang sudah ditentukan
4. Tindak lanjut
Selanjutnya temuan-temuan tersebut ditindaklanjuti dan hasilnya menjadi perbaikan program.
6.5. Kerangka Monitoring dan Evaluasi Penilaian Pembelajaran
Kerangka kegiatan monitoring pelaksanaan penilaian pembelajaran berisi indikator-indikator Sasaran/Indikator pencapaian Periode waktu pencapaian
Indikator Kinerja Utama 2020/
2021
2021/
2022
2022/
2023
2023/
2024
2024/
2025 Tersedianya kriteria minimal penilaian
setiap dosen melakukan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa tiap semester
70 % 80% 100% 100% 100%
24 Terselenggaranya penilaian proses dan
hasil pembelajaran bersifat edukatif, otentik, , objektif, akuntabel dan transparan
70 % 80% 100% 100% 100%
Tersedianya instrumen observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, angket dan osce
70 % 80% 100% 100% 100%
Terselenggaranya prosedur penilaian yang mencakup tahap perencanaan, kegiatan pemberian tugas atau soal, observasi kinerja, pengembalian hasil observasi dan penilaian akhir dan dapat diakukan penilaian bertahap dan/ atau penillaian ulang tiap satu semester
70 % 80% 100% 100% 100%
Terselenggaranya mekanisme dan prosedur penilaian yang tepat
100% 100% 100% 100% 100%
Terselenggaranya pelaksanaan penilaian oleh dosen/tim dosen dan tim eksternal
100% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya pelaporan penilaian pembelajaran oleh dosen dalam kisaran A, B, C, D dan E
100% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya hasil penilaian pembelajaran pada SIAKAD 2 minggu setelah pelaksanaan ujian
100% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya pelaporan persentase IPK keberhasilan mahasiswa program diploma dan program sarjana
100% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya pelaporan persentase IPK keberhasilan mahasiswa program profesi, program spesialis
100% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya laporan persentase kelulusan mahasiswa program diploma dan sarjana dapat diberikan predikat memuaskan, sangat memuaskan, atau pujian
80% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya laporan persentase kelulusan mahasiswa program profesi dapat diberikan predikat memuaskan, sangat memuaskan, atau pujian
80% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya kelengkapan bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus diantaranya ijazah, sertifikat kompetensi, gelar dan surat keterangan pendamping ijazah
100% 100% 100% 100% 100%
Indikator Kinerja Tambahan 80% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya laporan persentase keberhasilan studi
100% 100% 100% 100% 100%
Tersedianya laporan data IPK lulusan di Program studi
100% 100% 100% 100% 100%
25 Tersedianya laporan persentase lulusan uji
kompetensi nasional
100% 100% 100% 100% 100%
6.6. Pelaksanaan Monev Penilaian Pembelajaran A. Persiapan
1. Membentuk Tim Monev a. Tingkat STIKES
1) Penanggung jawab : 1. Ketua STIKES 2.Waka I
2) Ketua : Ketua LPM
3) Sekretaris : Ka BAUK
4) Anggota :Sesuai kebutuhan (yang menguasai standar pendidikan)
b. Monev Prodi oleh GKM
1) Ketua : Ketua Program Studi (Prodi) 2) Sekretaris : Sekretaris Program Studi (Prodi)
3) Anggota : Kabag Evaluasi
Penanggung jawab mata kuliah
c. Tim monitoring dan evaluasi
- Tim Monev ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) K e t u a S T I K E S
2. Menyusun Rencana kegiatan Monev a. Tingkat Pusat (STIKES)
Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi penilaian pembelajaran terkait pengelolaan di tingkat Direktorat dan di tingkat Program Studi (Prodi)
b. Tingkat Program Studi (Prodi)
Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi p e n i l a i a n pembelajaran terkait pelaksanaan penilaian pembelajaran di Program Studi (Prodi)
26 (1) Ujian tengah semester
(2) Ujian akhir semester
(3) Tingkat kelulusan mahasiswa per matakuliah (4) Tingkat kelulusan mahasiswa tepat waktu
B. Pelaksanaan
1. Monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaannya terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1. Pelaksanaan di Program Studi (Prodi): melakukan monitoring dan evaluasi penilaian pembelajaran di masing-masing Program Studi (Prodi) 2 (dua) kali dalam 1(satu) tahun pada semester ganjil dan genap.
2. Pelaksanaan di tingkat STIKES : Tim monitoring dan evaluasi tingkat STIKES melakukan monitoring dan evaluasi setelah pelaksanaan oleh tim tingkat Program Studi (Prodi).
3. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran terhadap hasil pembelajaran
4. Mempelajari hasil monitoring dan evaluasi
5. Mengolah hasil pemeriksaan dengan cara menbandingkan hasil monitoring dengan standar yang ditetapkan.
6. Melakukan rapat evaluasi hasil kegiatan monitoring dan evaluasi pembelajaran bersama Program Studi (Prodi)
7. Merekomendasikan hasil monitoring yang tidak sesuai dengan standar untuk ditindakanjuti
8. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh tim yang telah di SK kan
B. Sistematika pelaporan Monev
Bentuk komunikasi utama antara pengguna hasil dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monitoring dan evaluasi) yaitu laporan monitoring dan evaluasi. Laporan yang disusun memuat proses dan hasil pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi. Di samping itu, laporan berisi temuan- temuan, kesimpulan dan rekomendasi. Rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi disusun berdasarkan hasil analisis dan temuan-temuan. Substansi rekomendasi difokuskan pada upaya perbaikan dan pemecahan masalah yang ditemukan dalam monitoring dan evaluasi. Waktu
27
pelaksanaan pelaporan 2 minggu setelah pelaksanaan monitoring dan evaluasi
Format laporan monitoring dan evaluasi : Cover
SK Ketua STIKES Lembar Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
Bagian pendahuluan meliputi satu rangkaian cara berpikir yang mendasari kegiatan monitoring program yang berkelanjutan meliputi:
• Latar belakang, berisi latar belakang suatu perencanaan kegiatan dilakukan oleh sebuah tim kerja.
Apa yang mendasari kegiatan monitoring. Apa yang menjadi rujukan kegiatan monitoring program
• Masalah, berisi sejumlah masalah penting yang berhubungan dengan pelaksanaan.
• Tujuan, mencakup sejumlah model pelaksanaan dan pengembangan program yang ingin dicapai dalam kegiatan monitoring dan evaluasi
• Manfaat, mencakup sejumlah harapan dalam tindak lanjut penerapan temuan hasil monitoring pelaksanaan program
Bab II Hasil Monitoring dan evaluasi
Hasil monitoring dan evaluasi adalah sebuah laporan yang berisikan hasil analisis data kuantitatif maupun kualitatif yang di dapat dari lapangan
Bab III Kesimpulan dan rekomendasi
Kesimpulan dan rekomendasi disusun dengan singkat, jelas sesuai dengan permasalahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta tidak mengandung informasi yang bersifat kuantitatif. Kesimpulan berisikan tentang temuan dan permasalahan pelaksanaan serta alternatif pemecahan masalah kegiatan. Sedangkan rekomendasi berisikan tentang usul perbaikan dan tindak lanjut pelaksanaan program serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi.
Bab IV Penutup
6.7. Instrumen Monev Penilaian Pembelajaran
28
Indikator Capaian
Secaraumumbobotpenilaianterhadapmah asiswa?
UTS ... % UAS ... % Tugas ... % Softskills ... % Lainnya ... % Apakah tersedianya kriteria
minimalpenilaian?
o Ya o Tidak Apakah terselenggaranya penilaian proses
dan hasil pembelajaran bersifat edukatif, otentik, , objektif, akuntabel dan transparan?
o Ya o Tidak
Apakah Tersedianya instrumen observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, angket dan osce?
o Ya o Tidak Apakah terdapat prosedur penilaian yang
mencakup tahap perencanaan, kegiatan pemberian tugas atau soal, observasi kinerja, pengembalian hasil observasi dan penilaian akhir dan dapat diakukan penilaian bertahap dan/ atau penillaian ulang tiap satu semester?
o Ya o Tidak
Apakah terdapat mekanisme dan prosedur penilaian?
o Ya o Tidak Apakah terdapat pelaksanaan penilaian
oleh dosen/tim dosen dan tim eksternal?
o Ya o Tidak Apakah terdapat pelaporan penilaian
pembelajaran oleh dosen dalam kisaran A, B, C, D dan E?
o Ya o Tidak
Apakah terdapat entry data pada SIAKAD 2 minggu setelah pelaksanaan ujian?
o Ya o Tidak Apakah terdapat pelaporan persentase IPK
keberhasilan mahasiswa?
o Ya o Tidak Apakah terdapat laporan persentase
kelulusan mahasiswa program diploma dan sarjana dapat diberikan predikat memuaskan, sangat memuaskan, atau pujian?
o Ya o Tidak
Apakah terdapat kelengkapan bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus diantaranya ijazah, sertifikat kompetensi, gelar dan surat keterangan pendamping ijazah?
o Ya o Tidak
29 Apakah terdapat laporan persentase
keberhasilan studi?
o Ya o Tidak Apakah terdapat laporan persentase
lulusan uji kompetensi nasional?
o Ya o Tidak
30 BAB VII PENUTUP
Penilaian pembelajaran merupakan salah kunci dalam keberhasilan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu pedoman yang disusun ini diharapkan mampu memberikan acuan bagi para dosen dalam melaksanakan hal tersebut. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di STIKES Mitra Adiguna juga sudah terintegrasi dengan sistem berbasis web, yaitu SIAKAD.
Pedoman ini juga akan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem penjaminan mutu bagi STIKES Mitra Adiguna Palembang. Karena dengan pedoman ini akan dapat dihasilkan dokumen- dokemen bagi penyelenggaraan monitoring dan evaluasi. Selain itu dengan pedoman juga akan dapat dihasilkan dokumen-dokumen bagi akreditasi dan sertifikasi baik program studi maupuninstitusi.
Perkembangan yang pesat dalam pembelajaran, juga memerlukan kearifan khusus dalam implementasi panduan ini. Dalam kurun waktu yang tertentu, pedoman ini juga akan membutuhkan tinjauan ulang, mengingat relevansinya yang mungkin saja sudah berkurang. Namun demikian, semoga pedoman ini mampu memberikan makna yang cukup strategis bagi pengembangan pembelajaran pada khusunya dan pada pengembangan institusi serta masyarakat padaumumnya.
31
FORM-FORM PENILAIAN
(RUBRIK)
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES MITRA ADIGUNA
PALEMBANG
32
RUBRIK 1
INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI LISAN (Kelompok)
Kelompok :
Semester/Angkatan :
Kelas :
Topik :
Pertemuan Ke : Dosen Pengampu :
No. Nama Mahasiswa NIM Nilai Akhir
(NA) 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10
33
Petunjuk Pengisian :
▪ Berikan nilai sesuai dengan petunjuk rubrik penilaian (skor 1-4) untuk setiap mahasiswa
▪ Diperbolehkan memberikan nilai dengan pecahan desimal (misal 3,5) No. Aspek yang diobservasi Nama mahasiswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Kelengkapan materi 2 Penulisan materi 3 Kemampuan persentasi Jumlah skor
Nilai akhir
Rumus Nilai Akhir (NA) : 𝑁𝐴 = Ʃ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑥 100
12
Pedoman penskoran :
Nilai Absolut Nilai Ambang
79-100 A
68-78 B
56-67 C
41-55 D
0-40 E
34
RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI LISAN
ASPEK KRITERIA SKOR
Kelengkapan materi
▪ Power point terdiri dari judul, isi materi dilengkapi dengan citasi referensi, dan daftar pustaka.
▪ Power point disusun sistematis sesuai materi
▪ Referensi yang digunakan dari sumber yang relevan
▪ Dilengkapi dengan gambar/animasi yang menarik dan sesuaidengan materi
4
Terdapat 3 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 yang terpenuhi.
3 Terdapat 2 kriteria pada kelengkapan
materi dari skor 4 yang terpenuhi.
2 Terdapat 1 kriteria pada kelengkapan
materi dari skor 4 yang terpenuhi
1
Penulisan materi
▪ Materi dibuat dalam bentuk power point
▪ Setiap slide dapat terbaca dengan jelas
▪ Isi materi dibuat ringkas dan berbobot (evidence based, critical thinking, clinical reasoning)
▪ Bahasa yang digunakan sesuai materi
4
Terdapat 3 kriteria pada penulisan materi dari skor 4 yang terpenuhi
3 Terdapat 2 kriteria pada penulisan
materi dari skor 4 yang terpenuhi
2 Terdapat 1 kriteria pada penulisan
materi dari skor 4 yang terpenuhi
1
Kemampuan persentasi
▪ Dipresentasikan dengan percaya diri, antusias, dan bahasa yangjelas
▪ Mampu mengintegrasikan nilai – nilai islam
▪ Seluruh anggota kelompok berpartisipasi dalam presentasi
▪ Dapat mengemukakan ide dan berargumen dengan baik
4
35
▪ Manajemen waktu presentasi dengan baik
Terdapat 3 kriteria pada penulisan materi dari skor 4 yang terpenuhi
3 Terdapat 2 kriteria pada penulisan
materi dari skor 4 yang terpenuhi
2 Terdapat 1 kriteria pada penulisan
materi dari skor 4 yang terpenuhi
1
36
RUBRIK 2
INSTRUMEN PENILAIAN ISI MAKALAH
Kelompok :
Semester/Angkatan :
Kelas :
Topik :
Pertemuan Ke : Dosen Pengampu : Nama Mahasiswa :
1. 6.
2. 7.
3. 8.
4. 9.
5. 10.
Pre Requisite :
1. Makalah dapat dinilai setelah minimal 2 kali konsultasi 2. Penulisan isi makalah sesuai petunjuk penulisan makalah
Petunjuk Pengisian :
Berikan nilai pada setiap item (skor 1-4) sesuai dengan rubrik penilaian isi makalah
Rumus Nilai Akhir (NA) : 𝑁𝐴 = Ʃ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑥 100
28
Pedoman penskoran :
Nilai Absolut Nilai Ambang
79-100 A
68-78 B
56-67 C
41-55 D
0-40 E
No. Aspek Yang Diobservasi Skor 1 Pendahuluan
2 Konsep dan teori
▪ Pemahaman konsep
▪ Pengetahuan pendukung 3 Hasil dan pembahasan
▪ Argumentasi
▪ Kualitas pemecahan masalah 4 Kesimpulan
5 Refrensi Jumlah Skor Nilai Akhir
37
RUBRIK PENILAIAN ISI MAKALAH
ASPEK KRITERIA SKOR
Pendahuluan Mampu menjelaskan latar belakang (6 aspek latar belakang :seriousness of the problem, magnitude, community concern, political concern, manageability, data penunjang), merumuskan permasalahan, menentukan tujuan umum dan khusus secara SMART (5 aspek tujuan : Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time-based) dan manfaat baik secara teoritis maupun praktis.
4
Mampu menjelaskan latar belakang (4-5 aspek), merumuskan permasalahan, menentukan tujuan umum dan khusus secara SMART (3-4 aspek SMART) dan manfaat baik secara teoritis maupun praktis.
3
Mampu menjelaskan latar belakang (2-3 aspek), merumuskan permasalahan, menentukan tujuan umum dan khusus secara SMART (2 aspek SMART) dan manfaat baik secara teoritis maupun praktis.
2
Mampu menjelaskan latar belakang (1 aspek), merumuskan permasalahan, menentukan tujuan umum dan khusus secara SMART (1 aspek SMART) dan manfaat baik secara teoritis maupun praktis.
1
Konsep Dan Teori Pemahaman
konsep
Mampu mengamati masalah dari berbagai posisi, mencakup isu utama dan mengidentifikasi ide pokok.
4
Memandang masalah dengan lingkup yg agak terbatas, tetapisudah mampu mengidentifikasi lebih dari satu masalah.
3
Hanya mempunyai penguasan umum terhadap persoalan, tahu satu masalah dan satu prinsip/isu.
2
Hampir tidak paham masalah dan isu yang dibahas.
1 Pengetahuan
pendukung
Menggunakan pengetahuan yang dimilikinya baik untuk memberikan tanggapan atau membandingkan dengan kenyataan yang ada sebelumnya.
4
38
Menggunakan ide umum dari pengetahuan sebelumnya dan ketika mendiskusikan isu keakuratannya kurang prima.
3
Hanya mampu memanfaatkan sedikit pengetahuan sebelumnya.
2 Tidak punya pengetahuan lain selain fakta
di depannya.
1 Hasil Dan Pembahasan
Argumentasi Mengambil posisi kuat, mendefinisikan masalah dengan baik, dan didukung bukti.
4 Sudah mampu menetapkan posisi
meskipun masih umum dengan argumentasi sekedarnya.
3
Belum mampu mengambil posisi, dan hanya memberikan penalaran umum untuk mendukung pembahasan.
2
Sama sekali tidak menunjukkan posisi, dangkal, dan uraiannya terkesan tidak berhubungan.
1
Kualitas pemecahan
masalah
Alternatif pemecahan masalah yang diusulkan sangat tepat dan sangat memungkinkan untuk dilaksanakan.
4
Alternatif pemecahan masalah yang diusulkan sangat tepat tetapi sebagian kurang memungkinkan untuk dilaksanakan.
3
Alternatif pemecahan masalah yang diusulkan kurang tepat dan kurang memungkinkan untuk dilaksanakan.
2
Alternatif pemecahan masalah yang diusulkan tidak tepat dan sangat sulit dilaksanakan.
1
Kesimpulan Memberikan kesimpulan dan saran dengan logis dan sistematis.
4 Memberikan kesimpulan dan saran dengan
logis dan tidak sistematis.
3 Memberikan kesimpulan dan saran dengan
dengan tidak logis dan tidak sistematis.
2 Tidak memberikan kesimpulan dan saran. 1 Refrensi Mencantumkan referensi yang up date
dengan jumlah minimal 10 (5jurnal + 5text book) dan penulisan sesuai Harvard.
4
Mencantumkan referensi yang up date dengan jumlah minimal 5 (jurnal + text book) dan penulisan sesuai Harvard.
3
39
Mencantumkan referensi yang tidak up date dengan jumlah dan penulisan sesuai standar.
2
Tidak mencantumkan referensi. 1
40
RUBRIK 3
INSTRUMEN PENILAIAN PROSES DISKUSI KELOMPOK/TUTORIAL
(Individu) Nama Mahasiswa :
Semester/Angkatan :
Kelas :
Topik :
Pertemuan Ke : Dosen Pengampu :
Petunjuk Pengisian:
▪ Rubrik 3 merupakan penilaian individu
▪ Berikan nilai pada setiap item (skor 1-4) sesuai dengan rubrik penilaian proses diskusi kelompok/tutorial
No. Aspek Yang Diobservasi
Nilai Diskusi/
Tutorial 1
Diskusi/
Tutorial 2
Diskusi/
Tutorial 3
Diskusi/
Tutorial 4
Diskusi/
Tutorial 5 1 Preparation
Prior knowledge Sumber yang tepat
Tepat waktu Performance 2 Pelaksanaan
Keaktifan dan relevansi Feedback
Menghargai pendapat orang
lain Menerima
masukan dari orang lain Jumlah Skor Nilai Akhir
Rumus Nilai Akhir (NA) : 𝑁𝐴 = Ʃ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑥 100
24
41 Pedoman penskoran :
Nilai Absolut Nilai Ambang
79-100 A
68-78 B
56-67 C
41-55 D
0-40 E
42
RUBRIK PENILAIAN PROSES DISKUSI KELOMPOK/TUTORIAL (INDIVIDU)
TAHAPAN DESKRIPSI KEGIATAN
KRITERIA SKOR
Preparation
Prior knowledge Memiliki pengetahuan awal sesuai dengan topik dan cukup untuk proses diskusi/tutorial.
4
Memiliki pengetahuan awal sesuai dengan topik namun tidak memadai untuk proses diskusi/tutorial.
3
Memiliki pengetahuan awal kurang relevan dengan topik dan tidak memadai untuk proses diskusi/tutorial.
2
Memiliki pengetahuan awal tidak sesuai dengan topik.
1 Sumber yang
tepat
Sumber yang dibawa sesuai dengan topik minimal 2 text book dan 3 jurnal.
4
Sumber yang dibawa sesuai dengan topik minimal 1 text book dan 2 jurnal.
3
Sumber yang dibawa sesuai dengan topik minimal 1 text book dan 1 jurnal.
2
Sumber yang dibawa tidak sesuai dengan topik
1 Tepat waktu Datang sesuai dengan yang
dijadwalkan.
4 Terlambat 15 menit dari yang
dijadwalkan.
3 Terlambat 20 menit dari yang
dijadwalkan.
2 Terlambat 30 menit dari yang
dijadwalkan.
1 Performance Penampilan rapi, tidak ketat,
menutup aurat, tidak transparan.
4 Penampilan tidak rapi, tidak ketat,
menutup aurat, tidak transparan.
3 Penampilan tidak rapi, ketat,
menutup aurat, tidak transparan.
2
43
Penampilan tidak rapi, ketat, tidak menutup aurat, transparan.
1
Pelaksanaan
Keaktifan dan relevansi
Menyampaikan pendapat dan relevan dengan topik diskusi selama proses diskusi.
4
Menyampaikan pendapat namun kadang-kadang relevan dengan topik diskusi selama proses diskusi.
3
Menyampaikan pendapat dan sebagian besar tidak relevan dengan topik diskusi selama proses diskusi
2
Tidak menyampaikan pendapat selama proses diskusi.
1 Feedback Aktif memberikan feedback yang
membangun selama proses diskusi.
4
Aktif memberikan feedback kadang-kadang membangun selama proses diskusi.
3
Aktif memberikan feedback yang tidak membangun selama proses diskusi.
2
Tidak memberikan feedback selama proses diskusi.
1 Menghargai
pendapat orang lain
Mendengarkan, memperhatikan pendapat dan merespon.
4 Memperlihatkan 2 aspek dari 3
aspek menghargai pendapat orang lain.
3
Memperlihatkan 1 aspek dari 2 aspek menghargai pendapat orang lain.
2
Tidak memperlihatkan sikap menghargai pendapat orang lain.
1 Menerima
masukan dari orang lain
Mendengarkan saran, pertanyaan maupun kritik dengan sikap terbuka, lapang dada, dan asertif
4
Mendengarkan saran, pertanyaan maupun kritik namun aspek non verbal tidak sesuai.
3
Mendengarkan saran, pertanyaan maupun kritik namun menerima dengan emosional.
2
44
Tidak mau menerima saran, pertanyaan maupun kritik dari orang lain.
1
FORMAT PENILAIAN MMD
Nama Anggota Kelompok : 1. ………
2. ……….
3. ………
4. Dst
NO KRITERIA BOBOT NILAI TOTAL
1 Persiapan
a. TOMA, TOGA dan masyarakat b. Diri maahasiswa
c. Penyusunan laporan d. Tempat
e. Materi
2
2 Pelaksanaan
a. Kejelasan Teknik penulisan data b. Ketepatan identifikasi masalah c. Kemampuan mengorganisasikan
masyarakat dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk pemecahan masalah
d. Waktu sesuai dengan rencana akademik
4
3 Evaluasi
a. Kejelasan penyampaian materi b. Variasi penyajian data
c. Kemampuan berargumen
d. Sikap dan kerjasama mahasiswa selama tanya jawab
4
TOTAL Keterangan :
45
4 : Sangat Baik Palembang,
3 : Baik Observer,
2 : Cukup 1 : Kurang
_______________
PENILAIAN DOPS (DIRECTLY OBSERVED PROCEDURAL SKILL)
Nama Mahasiswa : ………
NIM : ...
Hari / Tanggal : ………
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT SCORE NILAI
1 2 3 4 1 Persiapan :
a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Memberitahu pasien /mengulang kontrak
20
2 Fase Orientasi:
a. Menjelaskan tujuan
b. Menjelaskan prosedur tindakan c. Mencuci tangan
20
3 Fase Kerja:
a. Menjaga privacy
b. Melibatkan pasien / keluarga c. Komunikasi terapeutik d. Penggunaan alat efisien
e. Penerapan prinsip kerja bersih/steril f. Tindakan sistematik
g. Waktu efektif
40
4 Fase Terminasi a. Merapikan pasien b. Cuci tangan c. Melakukan evaluasi
d. Menjelaskan rencana tindak lanjut
25
5 Performance mahasiswa ; attitude, sistematik, dan
Komunikasi
15
Jumlah 100
Ket:
Nilai 1 : Apabila hanya 25% komponen penilaian tercapai Nilai 2 : Apabila hanya 50% komponen penilaian tercapai Nilai 3 : Apabila hanya 75% komponen penilaian tercapai Nilai 4 : Apabila 100% komponen penilaian tercapai
Palembang...
Penilai,
46
...
LEMBAR PENILAIAN MINI-CEX Nama Peserta :
Tanggal :
Diagnosis :
Situasi Ruangan : Klinik/Bangsal/VK
Berikan nilai dengan angka sesuai pada kolom yang disediakan sesuai dengan penilaian anda.
Kolom Penilaian Dibawah harapan (0-67)
Sesuai harapan
(68-77)
Diatas harapan
(78-97)
Istimewa (98-100) Anamnesis
Keputusan klinis/diagnosis Komunikasi dan konsultasi Profesionalisme
Organisasi/Efisiensi
Penanganan pasien keseluruhan TOTAL
Umpan Balik terhadap Kompetensi Klinik
Sudah Baik Perlu Perbaikan
Action plan yang disetujui Bersama
CATATAN
1. Waktu Mini-CEX : Observasi ………menit. Memberikan umpan balik………menit 2. Kapasitas penilai terhadap mini-CEX
Rendah 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tinggi
3. Kapasitas mahasiswa terhadap mini-CEX
Rendah 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tinggi
47
Tanda tangan penilai Tanda tangan mahasiswa
(__________________) (____________________)