• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

21

METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian studi kualitas layanan InaCors metode RTK NTRIP pada Stasiun InaCORS BIG yang berada di Kawasan Kabupaten Tulang Bawang dilakukan pada tanggal 18-21 April 2021. Stasiun InaCors BIG dengan kode CMEN yang terletak di Telkom Menggala, Tulang Bawang. Terletak pada posisi koordinat geodetic (WGS 84) dengan koordinat Lintang 4ᵒ28’27.45497” S, Bujur 105ᵒ15’9.84743” E dan Tinggi ellipsoid 40,0099 meter. Berikut adalah peta titik- titik pengukuran GNSS metode NTRIP berdasarkan obstruksi pengamatan Gambar III.1.

Gambar III. 1 Lokasi Penelitian

(2)

22

III.2 Alat dan Bahan

Adapun peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

1. Leica GS14 Dual Frekuensi 1 Set 2. Controller Leica CS-10

3. Tripod, Jalon Leica GS14, Acccu dan Tribach 1 Set 4. Laptop, smarthphone

5. Perangkat lunak pengolah kata dan angka 6. Perangkat lunak pengolah data spasial

a b c

d e f

Gambar III. 2 (a) Receiver Leica GS14, (b) Controller Leica GS14, (c) Tribach Leica, (d) Jalon Leica CS-14, (e) Tripod dan (f) smarthphone

(3)

23

No Alat Type Metode

Pengukuran Spesifikasi

1

Receiver GPS Geodetik

Leica

GS14 Statik

1. Akurasi = H: 3 mm + 0.1 ppm / V:

35 mm + 0.4 ppm

2. Suhu Operasional = -30°C sampai 65 °C / -22°F sampai 140

3. Raw Data Recording = Leica GNSS Raw data dan RINEX sampai 20 Hz

2

Receiver GPS Geodetik

Leica

GS14 RTK NTRIP

1. Akurasi = H: 8 mm + 0.5 ppm / V:

15 mm + 0.5 ppm

2. Suhu Operasional = -30°C sampai 65°C / -22°F sampai 140°F 3. Raw Data Recording = Leica

GNSS Raw data and RINEX sampai 20 Hz

4. RTK Data Protokol = VRS, FKP, iMAX, MAC (RTCM SC104) 5. Tautan Data Bawaan = Fully

integrated, receiver and transmit, 403 - 470 MHz, 1 W output power

(4)

24

III.3 Diagram Alir Penelitian

Gambar III. 3 Diagram Alir Penelitian

(5)

25

kegitan Tugas Akhir berlangsung. Ada beberapa tahap proses pelaksanaan Tugas Akhir ini sebagai berikut.

III.3.1 Tahapan Persiapan

Tahapan ini terdiri dari identifikasi dan perumusan masalah beserta penetapan tujuan penelitian, studi literatur yang berhubungan dengan pengukuran GNSS dengan metode RTK NTRIP, serta melakukan orientasi lapangan secara langsung. Pengukuran RTK NTRIP berdasarkan obstruksi lingkungan pengamatan dibagi menjadi 3 yaitu rendah, sedang, tinggi. Titik-titik obstruksi rendah terdiri dari (Pohon tidak rimbun, pinggir jalan perumahan, sawah, parkiran, lapangan sepakbola), titik-titik obstruksi sedang terdiri dari (pohon lebat, samping tiang listrik, pinggir bangunan bertingkat, perkebunan padat, gang kecil) dan titik-titik obstruksi tinggi terdiri dari (diantara 2 gedung, sutet PLN, kuburan, teras rumah, dibawah jembatan).

III.3.2 Tahapan Pengumpulan Data

Pada tahapan pengambilan data dilakukan secara langsung di lokasi sekitar Kabupaten Tulang Bawang pada bulan April 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran GNSS dengan metode RTK NTRIP untuk menguji kualitas layanan InaCORS CMEN Tulang Bawang. Pengambilan data dilakukan pada pagi hari hingga malam hari dalam pengukuran metode statik dan metode NTRIP. Tahap pengumpulan data pengukuran GNSS terdapat 2 metode yaitu sebagai berikut.

(6)

26 III.3.2.1 Pengukuran Statik

Pengukuran statik merupakan penentuan posisi dari titik-titik statik (diam) dimana pengukuran statik pada penelitian ini sangat penting untuk mengetahui koordinat yang dianggap benar atau acuan dalam penentuan posisi RTK NTRIP karena metode statik ini memiliki ketelitian posisi yang relatif tinggi dapat mencapai orde mm. pengukuran statik pada penelitian ini dilakukan pada obstruksi pengamatan 15 titik dengan titik referensi koordinat (base) pada InaCORS CMEN Tulang Bawang. Lama pengukuran setiap baseline dan obstruksinya selama 2 jam pengamatan. Berikut rencana lama waktu pengukuran statik yang dilakukan sebagai berikut:

Tabel III. 2 Pengukuran Statik

No Obstruksi Lama

Pengamatan Jadwal 1 Pohon tidak rimbun 07:00-09:00

18/04/2021 2 Pinggir jalan perumahan 09:30-11:30

3 Sawah padi 12:00-14:00

4 Lapangan Sepak Bola 14:30:16:30

5 Parkiran mobil 17:00-19:00

6 Pohon lebat 07:00-09:00

19/04/2021 7 Perkebunan padat 09:30-11:30

8 Pinggir bangunan

bertingkat 12:00-14:00

9 Gang kecil 14:30:16:30

10 Samping tiang listrik 17:00-19:00 11 Antara 2 gedung 09:30-11:30

20/04/2021

12 Sutet PLN 12:00-14:00

13 Kuburan 14:30:16:30

14 Teras rumah 19:00-21:00

Total Pengukuran

Statik 28 Jam

(7)

27

Pengukuran dengan metode RTK NTRIP merupakan penentuan posisi dengan menggunakan data fase sehingga dalam pengukuran RTK NTRIP secara langsung diikat kan pada stasiun InaCORS CMEN Tulang Bawang. Pengukuran RTK NTRIP ini menggunakan mobile provider telkomsel untuk streaming dan koreksi data NTRIP server dan base station InaCORS CMEN ke rover titik-titik pengamatan.

Dalam Pengukuran RTK NTRIP harus menyiapkan terlebih dahulu kartu sim card yang telah memiliki kuota internet dimana pada penelitian ini menngunakan sim card telkomsel yang akan dimasukkan kedalam salah satu receiver yang digunakan sebagai rover untuk pengukuran RTK NTRIP. Pada pengukuran ini juga harus menggunakan akun NTRIP caster yang sudah di daftarkan sebelumnya pada web nrtk.big.go.id untuk mendapatkan Ntrip Caster host name dan Ntrip Caster port yang bisa dipaki untuk menerima dan mengirim hasil data koreksi pengamatan kode NTRIP server dan akan mempunyai koordinat secara real time yang didapat dari ambiguitas fase yang mereduksi kesalahan dan bias.

Pengukuran RTK NTRIP ini dilakukan sebanyak 5 kali di setiap titik yang sama dengan selang waktu pengukuran 1-2 menit setelah mendapat sulosi fixed, dimana pengukuran RTK NTRIP pada obstruksi sebayak 14 titik, jadi total pengukuran RTK NTRIP sebanyak 70 pengukuran. Kemudian solusi pengukuran RTK NTRIP yang akan di ambil adalah fixed, float, dan autonomous, dimana pada solusi penelitian ini memiliki ketelitian yang berbeda-beda.

(8)

28 III.3.3 Tahapan Pengolahan

Tahapan pengolahan merupakan suatu kegiatan untuk mendapatkan nilai koordinat dan perhitungan nilai RMSE dari pengukuran statik dan RTK NTRIP.

III.3.3.1 Pengolahan data statik

Pengolahan data statik berdasarkan obstruksi lingkungan pengamatan terdiri dari 14 titik. Pengolahan data ini dilakukan dengan post-processing dengan menggunakan software Leica Infinity yang sebelumnya di download dari controller.

Setelah mendapatkan nilai koordinat pengamatan GNSS maka akan mendapatkan persebaran titik-titik koordinat, pengukuran statik ini merupakan titik koordinat yang dianggap benar atau acuan dalam menentukan persebaran koordinat RTK NTRIP untuk menentukan nilai RMSE. Koordinat pengolahan statik ini digambarkan kedalam bentuk peta menggunakan aplikasi pengolah data spasial.

III.3.3.2 Pengolahan data RTK NTRIP

Pengukuran GNSS dengan metode RTK NTRIP, langsung diperoleh secara real time saat pengukuran sehingga mendapatkan solusi pengukuran fixed, float dan autonomous. Pengolahan RTK NTRIP ini menggunakan perangkat lunak pengolah angka sehingga mendapatkan nilai RMSE. Perhitungan nilai RMSE yang dilakukan sebanyak 70 koordinat pengamatan GNSS karena pengukuran RTK NTRIP dilakukan sebanyak 5 pengukuran di 14 titik pengukuran GNSS metode NTRIP. Setelah selesai melakukan perhitungan maka sebaran koordinat RTK NTRIP di gambarkan dalam bentuk peta menggunakan aplikasi pengolah data spasial.

(9)

29

Pada tahapan ini, menganalisis kualitas layanan InaCORS CMEN Tulang Bawang dengan metode RTK NTRIP menggunakan pengukuran GNSS. Pada tahap ini dilakukan uji ketelitian horizontal dan vertikal dengan menggunakan konsep tingkat akurasi dan presisi pengukuran GNSS metode RTK NTRIP. Setelah dilakukan uji ketelitian horizontal dan vertikal maka dapat dibandingkan tingkat ketelitian pengukuran GNSS metode RTK NTRIP pada obstruksi. Kemudian berdasarkan hasil pengukuran GNSS metode RTK NTRIP dapat ditarik kesimpulan bagaimana kualitas layanan InaCORS CMEN Tulang Bawang menggunakan metode RTK NTRIP.

III.3.5 Tahapan Akhir

Tahapan ini dilakukan penyusunan dan penulisan laporan dari hasil penelitian.

Gambar

Gambar III. 1 Lokasi Penelitian
Gambar III. 2 (a) Receiver Leica GS14, (b) Controller Leica GS14, (c) Tribach Leica,  (d) Jalon Leica CS-14, (e) Tripod dan (f) smarthphone
Gambar III. 3 Diagram Alir Penelitian
Tabel III. 2 Pengukuran Statik

Referensi

Dokumen terkait

Untuk persiapan pelaksanaan penelitian dan analisis data, data yang diperlukan dikumpulkan dengan tes dan pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui panjang

Penentuan titik beresiko tinggi ini dilakukan overlay dengan metode intersect peta ancaman tsunami, peta kontur dengan interval 10 meter, jaringan jalan, dan peta permukiman

Setelah pengukuran dilapangan telah dilaksanakan, maka terdapat suatu proses yang dinamakan pengolahan data koordinat lapangan, untuk pekerjaan ini penulis menggunakan

Tahapan dalam penelitian ini diantaranya adalah pengumpulan data, penentuan titik lokasi pengujian, pengukuran laju infiltrasi di lapangan menggunakan alat double

Dalam penelitian kali ini, wawancara mendalam dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran penting dari Human Capital dalam berjalannya komunikasi organisasi guna

Struktur produk berisi informasi tentang hubungan antara komponen- komponen dalam suatu perakitan. Informasi ini sangat penting dalam penentuan kebutuhan kotor dan

stopwatch. Pelaksanaan : Untuk melaksanakan tes ini dibuatlah diagram seperti gambar dibawah. Subjek dimulai dengan berdiri diam diatas kaki kanan atau disebut

Pengambilan data primer seperti titik koordinat tempat tinggal penderita kusta dan titik koordinat sarana pelayanan kesehatan Cara pengambilan titik koordinat dengan