• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

85

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan di dua tempat yaitu : - Stadion Manahan Surakarta

- Stadion Sriwedari Surakarta

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan jadwal sebagai berikut : Tabel. 1 Jadwal Penelitian

No Jenis Kegiatan Bulan Januari-Mei 2014 Juni 2014 Oktober 2014 Mei 2015 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Judul dan Penyusunan Proposal 2. Seminar Proposal 3. Penyempurnaan/ Revisi Proposal 4. Pengambilan Data Penelitian 5. Penyusunan Laporan

(2)

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Dari berbagai kajian tentang populasi penelitian diantaranya penjelasan dari Dantes (2012: 37); dan Emzir (2008: 39), maka populasi dalam rencana penelitian adalah mahasiswa putra pembinaan prestasi Atletik Lompat jauh di Surakarta yang berjumlah 120.

2. Sampel

Sebuah sampel adalah bagian dari populasi (Mohamad Nazir, 2009), Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2007). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah 120 mahasiswa dengan menggunakan teknik purposive sampling (Emzir 2008: 41). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra pembinaan prestasi Atletik lompat jauh Surakarta dengan jumlah sampel keseluruhan yaitu berjumlah 120 orang.

C. Metode Penelitian

Menurut Mardalis (2008:24), metode diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian. Penelitian diartikan sebagai upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasional (Stephen Isaac dan William B. Michael, 1981:49), tujuan penelitian ini untuk menyelidiki sejauh mana variasi dalam satu faktor sesuai dengan variasi dalam satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien

(3)

korelasi yaitu dengan menggunakan rancangan analisis faktor. Menurut Jonathan Sarwono (2006:44), Analisis faktor adalah salah satu metode statistik multivariat yang mencoba menerangkan hubungan antara sejumlah perubahan-perubahan yang saling terkait antara satu dengan yang lain sehingga dapat dibuat satu atau lebih kumpulan perubahan yang lebih sedikit dari jumlah perubahan awal.

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan Analisis Faktor Konfirmatori (Emzir, 2008: 48). Analisis faktor adalah salah satu metode statistik multivariat yang mencoba menerangkan hubungan antara sejumlah perubahan-perubahan yang saling independen antara satu dengan yang lain sehingga bisa dibuat satu atau lebih kumpulan perubahan yang lebih sedikit dari jumlah perubahan awal. Analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor-faktor dominan dalam menjelaskan suatu masalah (http://www.slideshare.net/ganuraga/analisis-faktor).

Metode statistik multivariat banyak digunakan. Salah satu multivariat digunakan dalam bidang olahraga untuk mengukur variabel dominan anthropometri dan kondisi fisik dalam lompat jauh dimana variabelnya yaitu (delapan variabel bebas dan satu variabel terikat) yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisa menggunakan Program Statistik Komputerisasi dengan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Versi 22 dan menggunakan AMOS 18. Statistik multivariat membutuhkan banyak perhitungan matematis yang tidak memungkinkan

(4)

dilakukan secara manual. Dengan banyak metode multivariat lain seperti analisis faktor konfirmatori yang tingkat kompleksnya dapat melebihi metode regresi berganda maka dilakukan penghitungan menggunakan SPSS dan AMOS (Santoso, 2012: 58).

Menurut Latan (2012: 74) analisis faktor konfirmatori atau sering disebut confirmatory factor analysis (CFA) digunakan untuk menguji dimensionalitas suatu konstruk. Sedangkan Widarjono (2010: 275) mengatakan bahwa analisi faktor merupakan cara untuk mencari atau mendapatkan sejumlah variabel indikator yang mampu memaksimumkan korelasi antara variabel indikator. Ada dua jenis analisis faktor yaitu analisis faktor exploratori (exploratory factor analysis = EFA) dan analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis). Pada analisis eksploratori kita mencari sejumlah indikator untuk membentuk faktor umum (common factor) tanpa ada landasan teori sebelumnya. Dengan kata lain analisis eksploratori sebuah metode untuk membangun sebuah teori (theory building). Sedangkan pada analisis faktor konfirmatori kita mencari sejumlah variabel indikator yang membentuk variabel yang tidak terukur langsung tersebut didasarkan pada landasan teori yang ada.

Sejarah terciptanya software structural equation modeling (SEM) berawal dari dikembangkannya analysis covariance. Tujuan utama dikembangkannya softwer SEM kala itu adalah untuk menghasilkan suatu alat analisis yang powerful dan dapat digunakan untuk menjawab berbagai masalah riset yang bersifat substantif. SEM merupakan kombinasi metodelogi

(5)

dua disiplin ilmu, yaitu model analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis model) yang diambil dari psychometric dan model persamaan struktural (structural equation model) yang diambil dari econometrics. SEM lebih mengutamakan pengujian confirmatory dibandingkan dengan pengujian exploratory sehingga lebih tepat digunakan untuk menguji teori dibanding dengan mengembangkan teori (Latan, 2012: 2).

Menurut (Sarwono dan Budiono 2012: 280), diagram jalur SEM berfungsi untuk menunjukkan pola hubungan antara variabel yang kita teliti. Dalam SEM pola hubungan antar variabel akan diisi dengan variabel yang diobservasi, variabel laten dan indikator. Didasarkan pola hubungan antar variabel, SEM dapat diuraikan menjadi dua bagian yaitu: model pengukuran, dan model struktural. Model pengukuran mengidentifikasi hubungan antar variabel yang diobservasi dan yang tidak diobservasi. Dengan kata lain model pengukuran menyediakan hubungan nilai-nilai antara instrumen pengukuran varibael-variabel indikator yang diobservasi dengan konstruk-konstruk yang dirancang untuk diukur (variabel-variabel laten yang tidak diobservasi).

Sedangkan model struktural mengidentifikasi hubungan antar semua variabel yang tidak diobservasi. Itulah sebabnya model struktural mengidentifikasi variabel-variabel laten mana saja yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi perubahan nilai variabel laten lainnya dalam model. Dalam diagram jalur yang dimodifikasi dapat diterangkan sebagai berikut: (1) Ada 1 variabel laten, yaitu lompat jauh gaya jongkok (Y). (2) Variabel laten mempunyai indikator/ variabel yang dapat diobservasi

(6)

secara langsung. (3) Diasumsi variabel-variabel X tersebut mempengaruhi variabel Y.

(7)

Rancangan penelitian analisis faktor

Yang menegaskan penyelidikan

Kasus variabel Jenis Q analisis faktor atau analisis cluster Masalah penelitian Apakah menggunakan analisis eksplorasi atau konfirmasi? Tujuan penelitian Apa yang sedang dikelompokkan variabel dan kasus? Menggunakan (sem) model Pemodelan persamaan Jenis R analisis faktor Rancangan penelitian Apa saja variabel yang dicakup?

Variabel apa saja yang diukur? Ukuran sampel yang dikehendaki?

Asumsi-asumsi

Pertimbangan statistik tentang normalitas, linearitas dan skema persamaan, homogen, homogenitas dari pada hubungan konseptual

contoh

Memilih metode faktor apakah yang dianalisa

hanya jumlah variannya atau varian

umum? Acak faktor dengan

analisis komponen

Acak faktor dengan analisis faktor

umum

B A

(8)

iya

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Analisis Faktor (Joseph, dkk 1995: 369-370) A

Mengkhususkan matrik faktor Seberapa banyak faktor

dipertahankan?

Memilih metode rotasi Apakah faktor itu berkorelasi

atau tidak berkorelasi?

Metode yang bisa dipakai Varimax

Equimax Quartimax

Metode yang bisa dipakai Oblimin

Promax Orthoblique

Matriks faktor yang dirotasikan Apakah bisa ditemukan muatan yang

signifikan?

Bisakah faktor tersebut diberi nama?

Mengkhususkan kembali model tersebut Apakah variabel yang dihapus dalam pase interprestasi

tersebut?

Apakah Anda menginginkan jenis lain rotasi? Apakah Anda ingin mengubah jumlah factor tersebut?

Validasi matriks faktor dipisahkan / beberapa sampel analisis

pisahkan analisa untuk sub sub grop mengidentifikasi pengaruh masalah

Pemilihan variable-variabel pengganti

penghitungan skor-skor faktor

(9)

D. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 8 (delapan) variabel bebas (independent) dan 1 (satu) variabel terikat (dependent) dengan rincian yaitu: 1. Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah sebagai variabel

atributif, yang terdiri dari: a. Panjang telapak kaki

b. Rasio panjang tungkai dan tinggi badan c. Panjang lengan

d. Kecepatan

e. Power otot tungkai f. Power otot perut g. Koordinasi mata-kaki h. Fleksibilitas togok

2. Variabel terikat (dependent), yaitu Prestasi lompat jauh.

E. Definisi Operasional

Untuk memberikan penafsiran yang sama terhadap variabel-variabel dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan definisi dari variabel-variabel penelitian yaitu sebagai berikut:

1. Panjang telapak kaki adalah panjang telapak kaki mahasiswa yang diukur dari depan jari-jari kaki sampai dengan bagian kaki belakang. Angka atau nilai yang di peroleh dari hasil pengukuran dengan menggunakan alat stadium meter yang dengan satuan centimeter (cm).

(10)

2. Rasio Panjang tungkai dan tinggi badan adalah panjang tungkai dan tinggi badan diukur dari telapak kaki sampai pinggul, untuk tinggi badan dari telapak kaki sampai atas kepala pengukuran menggunakan alat stadium meter yang dengan satuan centimeter (cm).

3. Power otot tungkai yaitu daya/tenaga terbesar yang dihasilkan oleh otot tungkai pada mahasiswa dengan menggunakan tes vertical jump.

4. Power otot perut yaitu daya/tenaga terbesar yang dihasilkan otot perut pada mahasiswa melakukan tes sit-up 60 detik.

5. Panjang lengan yaitu panjang lengan mahasiswa yang diukur dari bahu sampai jari tangan, pengukuran menggunakan alat stadium meter yang dengan satuan centimeter (cm).

6. Kecepatan adalah mahasiswa melakukan tes lari 40 meter.

7. Koordinasi mata kaki adalah mahasiswa melakukan tes koordinasi dengan tes Soccer Wall Volley Test mengukur koordinasi mata-kaki.

8. Fleksibilitas togok adalah jangkauan terjauh yang diraih oleh mahasiswa saat meluncurkan tangan ke depan pada posisi duduk, kaki diregangkan dibuka selebar bahu dan lutut tidak ditekuk. Mengukur jarak jangkauan dalam satuan centimeter (cm).

9. Lompat jauh gaya jongkok adalah mahasiswa melakukan lompat jauh gaya jongkok Pengukuran menggunakan alat stadium meter hasil yang diperoleh berupa cm.

(11)

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk persiapan pelaksanaan penelitian dan analisis data, data yang diperlukan dikumpulkan dengan tes dan pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui panjang telapak kaki, rasio panjang tungkai dan tinggi badan, panjang lengan dan tes dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan power otot tungkai, kecepatan, koordinasi mata kaki, power otot perut dan fleksibilitas togok yang datanya digunakan sebagai dasar pembentukan kelompok sampel dalam mengukur jarak lompat jauh.

Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan prosedur yang diatur sebagai berikut: 1) menyiapkan alat yang akan digunakan, 2) menyiapkan sampel penelitian, 3) pengambilan data meliputi tes variabel bebas dan variabel terikat yang dilakukan dalam sehari. Data dari hasil tes digunakan dalam analisis data untuk pengujian hipotesis.

Dalam penelitian ini instrumen yang di gunakan adalah sebagai berikut:

1. Panjang telapak kaki

a. Tujuan : Untuk mengukur panjang telapak kaki.

b. Alat & Fasilitas : Lantai yang rata, alat ukur(meteran) formulir, alat tulis. c. Petugas : Pengamat hasil ukuran merangkap mencatat hasil. d. Pelaksanaan :

1) testee di panggil sesuai dengan nama dalam daftar. testee diukur kaki tanpa menggunakan alas kaki dengan alat stadiummeter.

e. Penilaian : Nilai/angka yang tertera pada alat stadiommeter saat pengukuran.

(12)

2. Rasio Panjang tungkai dan tinggi badan

a. Tujuan : Untuk mengukur panjang tungkai. b. Alat & Fasilitas : stadiummeter, formulir, dan alat tulis.

c. Petugas : Pengamat hasil ukuran merangkap mencatat hasil. d. Pelaksanaan :

1) testee tanpa mengenakan alas kaki, pengukuran panjang tungkai dari alas kaki sampai pinggul dan pengukuran tinggi dari alas kaki sampai kepala atas .

e. Penilaian : Nilai tertera pada alat pengukur dalam satuan centimeter.

3. Panjang lengan

a. Tujuan : Untuk mengukur panjang lengan. b. Alat & Fasilitas : alat ukur(meteran), formulir, alat tulis. c. Petugas : Pengukur dan pencatat hasil.

d. Pelaksanaan :

1) Testee diukur panjang lengan dari jari tangan sampai bahu e. Penilaian : hasil pengukuran dalam satuan centimeter

4. Kecepatan lari 40 meter

a. Tujuan : Tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur kecepatan lari 30 meter.

b. Alat/fasilitas : Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan tes kecepatan lari adalah stopwacth, bendera kecil, peluit.

(13)

1) Pelaksanaan tes lari 40 meter dilakukan pada bidang datar secara bersamaan 3 orang testee melakukan tes lari 40 meter dengan start berdiri. Pada aba-aba “bersedia”, testee melakukan persiapan di garis start, selanjutnya pada aba-aba “ya” disertai kibaran bendera, testee berlari secepat-cepatnya kearah garis finis. Skor yang diperoleh testee adalah waktu aba-aba “ya” sampai melewati garis finis.

5. Power otot tungkai

a. Tujuan : Untuk mengukur kekuatan otot tungkai b. Alat & Fasilitas: formulir, dan alat tulis.

c. Petugas : Pemberi aba-aba merangkap catat hasil. d. Pelaksanaan :

1) The Lewis Nomogram ditempelkan pada dinding dengan alas yang rata. 2) Testi berdiri jinjit tanpa alas, dengan tangan yang satu lurus ke atas menempel pada papan skala (The Lewis Nomogram) tangan yang lain dilipat kebelakang rileks. Petugas mencatat angka yang ditunjukkan oleh tangan pada papan skala.

3) Testi melompat dengan menekuk lutut ± 115o sambil menyentuhkan tangan pada papan skala. Kemudian petugas mencatat angka yang ditunjukkan oleh tangan pada papan skala.

6. Koordinasi mata kaki

a. Tujuan : untuk mengukur koordinasi mata kaki, b. Alat & fasilitas : stopwatch, bola dan alat tulis.

(14)

c. Petugas : pengamat sekaligus sebagai pengukur hasil dan pencatat hasil.

d. Pelaksanaan :

1) Testee berdiri dengan jarak yang sudah ditentukan untuk menendang bola dengan target yang sudah ditentukan

2) Testee melakukan tendangan tersebut selama 20 detik.

e. Penilaian : Skor akhir adalah berapa kali bola mengenai sasaran yang dicapai oleh mahasiswa.

7. Power otot perut

a. Tujuan : untuk mengukur kekuatan otot perut b. Alat & fasilitas: stopwatch, Alat tulis.

c. Petugas : mencatat d. Pelaksanaan :

1) Testee harus menempelkan kedua lengan di depan dada dan melakukan sit-up dengan cara menyentuhkan siku kiri ke lutut kanan, dan siku kanan ke lutut kiri. Gerakan tersebut dilakukan sebanyak mungkin.

8. Fleksibilitas Togok

a. Tujuan : mengukur fleksi pinggul dan punggung, juga elastisitas otot-otot hamstring.

b. Alat dan fasilitas : lantai yang rata, penggaris, alat tulis dan blanko. c. Petugas : pengamat sekaligus sebagai dan pencatat hasil. d. Pelaksanaan :

(15)

1) Mahasiswa duduk dengan kedua kaki diterjulur ke depan dan di buka selebar bahu.

2) Badan dibungkukkan, kedua lengan dijulurkan ke depan dengan posisi telapak tangan tengkurap/ menghadap ke bawah dan menahan jangkauan selama 2 detik kemudian pngukuran dilakukan.

3) Pelaksanaan dilakukan dengan dua kali pengulangan.

e. Penilaian : Skor akhir adalah jarak jangkauan terjauh yang dicapai oleh mahasiswa, diukur dalam cm.

9. Lompat jauh gaya jongkok

a. Tujuan : Untuk mengukur jarak lompatan b. Alat & Fasilitas : stadiummeter dan alat tulis. c. Petugas : pencatat hasil.

d. Pelaksanaan : 1) testee melakukan lompat jauh gaya jongkok sebanyak 3 kali kesempatan.

e. Penilaian : hasil lompatan yang terbaik dalam melakukan lompat jauh.

G. Teknik Analisis Data

Metode statistik yang dapat mempertimbangkan sekian banyak faktor untuk menjelaskan hubungan yang terjadi dalam sebuah fenomena sosial atau alam yang kompleks. Metode itu dinamakan statistik multivariat. Kata “multi” menunjukkan kemampuan metode tersebut, sekaligus juga ciri metode itu, untuk mengolah sekian variabel secara bersama-sama dalam menjawab persoalan statistik tertentu.

(16)

Menurut JR. Hair Joseph F, dkk (1995: 364-417) analisis faktor adalah suatu analisis yang digunakan untuk menganalisis struktur interrelationship atau korelasi diantara sejumlah variabel. Adapun langkah-langkah dalam melakukan analisis faktor dalam penelitian ini adalah:

Menurut Santoso dan Tjiptono (2002:248), “Analisis faktor digunakan untuk mereduksi data, yaitu proses untuk meringkas sejumlah variabel menjadi lebih sedikit dan menamakanya sebagai faktor”. Langkah analisis faktor menurut Malhotra (1996: 648) adalah sebagai berikut.

Gambar 3.2 Langkah-Langkah Analisis Faktor (Malhotra 1996) Langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Construct the Correlation Matrix

Determine the Number of Factor

Rotate Factor

Select Surrogate Variables Calculate Factor

Scores

Determine Model Fit Interpret Factor Formulate the Problem

(17)

a) Merumuskan Masalah (Formulate the Problem)

Langkah ini menjelaskan rasional tujuan penelitian menggunakan analisis faktor. Pada langkah ini ditentukan variabel yang akan diteliti, yaitu hal-hal yang menyangkut kondisi fisik dan antropometri sebagai penentu prestasi cabang lompat jauh diSurakarta. Variabel yang dipertimbangkan ada 8 variabel, variabel X1 sampai dengan variabel X8. b) Membuat Matrik Korelasi (Construct the Correlation Matrix)

Matriks korelasi merupakan koefisien korelasi antar variabel dan sebagai bahan baku dari analisis faktor. Pada tahap ini dilakukan Bartlett’s Test of Sphericity dan uji KMO (Keiser-Meyer-Olkin). Uji Bartlett’s digunakan untuk menguji korelasi variabel yang diteliti. Jika hasil uji bartlett’s diperoleh angka < 0.05 maka antar variabel terjadi korelasi. Sedangkan uji KMO dimaksudkan untuk menentukan apakah secara umum analisis faktor layak dilakukan. Nilai KMO yang tinggi > 0.5 mengindikasikan bahwa analisis faktor layak digunakan.

c) Menentukan Jumlah Faktor (Determine the Number of Factor)

Untuk menentukan jumlah faktor terlebih dahulu harus dilakukan ekstraksi faktor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik PCA (Principal Component Analisis). Pada tahap ini akan diketahui sejumlah faktor yang layak mewakili variabel yang dianalisis dengan melihat besarnya nilai Eigenvalues. Faktor yang terbentuk adalah variabel yang memiliki nilai Eigenvalues > 1.

(18)

d) Rotasi Faktor (Rotate Factor)

Jika matrik sulit diinterpretasikan, maka perlu dilakukan rotasi. Metode yang digunakan adalah rotasi varimax. Tujuanya untuk memperjelas factor loading dalam setiap faktor. Variabel yang mempunyai factor loading > 0.55 menunjukkan variabel tersebut berperan dan sebaliknya jika factor loading < 0.55 maka variabel dikeluarkan.

e) Interpretasi Faktor (Interpret Factor)

Interpretasi faktor dengan pertimbangan initial factor matrix, eigenvalue, percent of variance dan factor loading minimum. Dari kriteria faktor loading minimum dapat ditentukan variabel masuk kedalam faktor mana, sehingga teridentifikasi nama variabel yang bergabung.

f) Ketetapan Model (Determine Model Fit)

Langkah didasarkan asumsi bahawa korelasi antar variabel dapat dihubungkan dengan faktor umum. Korelasi ini direproduksi dari estimasi variabel dan faktor tersebut. Residual dilakukan untuk melakukan uji ketepatan model. Jika residu ”e” maka peneliti dapat mendeteksi apakah model yang dihasilkan dari analisis faktor tepat atau tidak berdasarkan banyaknya residu dengan nilai absolut > 0.05. Untuk mengukur ketepatan model ini digunakan teknik PCA dengan melihat sampai seberapa besar residual antar korelasi awal yang diamati dengan korelasi hasil reproduksi.

Gambar

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Analisis Faktor (Joseph, dkk 1995: 369-370) A
Gambar 3.2 Langkah-Langkah Analisis Faktor (Malhotra 1996)  Langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memperoleh data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya, maka data harus dikumpulkan dengan cara atau proses yang benar. Data yang diperlukan sudah

Angka atau nilai yang di peroleh dari hasil pengukuran dengan satuan sentimeter (cm). Kemudian untuk menghasilkan rasio panjang tungkai-tinggi badan di hitung dengan

Dalam bahasa statistik uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata yang berarti (signifikan) dari dua sampel penelitian atau tidak. Statistik uji

Pada penelitian dan pengembangan ini, simulasi yang dilakukan adalah uji coba kelompok kecil. Uji coba kelompok kecil bertujuan untuk mengetahui respon dan

Tes yang digunakan adalah melakukan observasi dengan menggunakan skala keterampilan sosial yang berdasarkan hasil uji coba. Tes awal dimaksudkan untuk mengambil data

Pengukuran faktor kondisi fisik dalam hal ini adalah berkaitan tentang kemampuan fisik yang berhubungan dengan dengan keterampilan teknik dasar sepaktakraw

Untuk data sekunder pengumpulan data dilakukan dengan mencari arsip dan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian yang berupa data sejarah obyek wisata dan pengunjung

Terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam penelitian. Salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan adalah tes. Tes digunakan