• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

A. Tempat dan Waktu Penelitian

a. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 14 Berau Kalimantan Timur pada siswa putra kelas VIII semester I tahun pelajaran 2013 – 2014

b. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 8 minggu ( 2 bulan ), dengan tatap muka sebanyak 3 kali per minggu, atau secara keseluruhan 18 kali tatap muka, masing-masing tatap muka selama 2 x 40 menit. Penelitian dilaksanakan diluar jam pembelajaran, yaitu pada setiap hari Senin , Rabu dan Jum’at.

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

No Kegiatan Minggu ke Agustus ‘13 September ‘13 Oktober ‘13 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan Penelitian - Menyiapkan program - Menyiapkan perlengkapan - Pelatihan Juri

- Penyiapan data siswa

2 Pelaksanaan

- Pretes kemampuan gerak

- Pengelompokan sel

- Pemberian perlakuan

- postest kemampuan gerak

3 Pengolahan hasil

- Penyusunan hasil

- Pengolahan hasil

(2)

B. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan faktorial 2 x 3. Menurut Sudjana ( 2002:148 ) eksperimen faktorial adalah eksperimen yang hampir atau semua taraf sebuah faktor dikombinasikan atau disilangkan dengan semua taraf tiap faktor lainnya yang ada dalam eksperimen.

C. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas ( independent ) dan variabel terikat ( dependent ). Variabel – variabel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Variabel bebas ( independent ) dalam penelitian ini terdiri dari : a) Variabel Manipulatif yaitu , menggunakan gaya mengajar :

1) Gaya mengajar resiprokal 2) Gaya mengajar komando

b) Variabel Atributif dalam penelitian ini adalah kekuatan otot yang terdiri dari tiga taraf, yaitu:

1) kekuatan otot baik 2) kekuatan otot sedang 3) kekuatan otot kurang baik

2. Variabel terikat ( dependent ) dalam penelitian ini adalah hasil belajar senam lantai, terdiri dari :

a) pemahaman gerakan senam lantai ( y1 ) b) keterampilan gerak senam lantai ( y2 )

(3)

Tabel Rancangan Penelitian ( Rancangan Faktorial 2 X 3 ) Kekuatan Otot (B) Gaya Mengajar Gaya Resiprokal (A1) Gaya Komando (A2) Baik (B1) a1b1 a2b1

Sedang ( B 2 ) a1b2 a2b2

Kurang Baik (B3) a1b3 a2b3

Keterangan

a. a1b1 adalah kelompok perlakuan gaya mengajar resiprokal pada siswa yang memiliki kekuatan otot baik.

b. a1b2 adalah kelompok perkakuan gaya mengajar resiprokal pada siswasiswa yang memiliki kekuatan otot sedang

c. a1b3 adalahadalah kelompok perkakuan gaya mengajar resiprokal pada siswa yang memiliki kekuatan otot kurang baik

d. a2b1 adalah kelompok perlakuan gaya mengajar komando pada siswa yang memiliki kekuatan otot baik

e. a2b2 adalah kelompok perlakuan gaya mengajar komando pada siswa yang memiliki kekuatan otot sedang

f. a2b3 adalah kelompok perlakuan gaya mengajar komando pada siswa yang memiliki kekuatan otot kurang baik

Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis instrument, yaitu: 1) tes kekuatan otot, dan 2) tes hasil belajar senam lantai

1. Tes Kekuatan otot

Adapun tes kekuatan otot adalah sebagai berikut : a) tes kekuatan otot lengan, diukur dengan pull and push dynamometer, b) tes kekuatan otot perut,

(4)

diukur dengan melakukan baring duduk ( sit up ) selama 60 detik, c) test kekuatan otot punggung dan tungkai, diukur dengan back and leg

dynamometer.

2. Tes hasil belajar rangkaian senam lantai, diantaranya adalah, tes berguling ke

depan , berguling ke belakang , guling lenting dan meroda, dengan indikator penilaian keempat macam test tersebut dinilai oleh tester / judgment.

Tes hasil belajar rangkaian senam lantai yaitu rangkaian gerakan guling depan, guling belakang, guling lenting dan meroda dinilai oleh tester / judgment. Tes akhir tersebut merupakan data yang akan dianalisis dalam penelitian ini.

D. Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari adanya salah penafsiran dalam penelitian ini, maka perlu adanya penjelasan secara operasional terhadap variabel – variabel yang digunakan.

1. Gaya mengajar resiprokal adalah pengajaran dilakukan dengan pergeseran tanggung jawab, memberikan umpan balik bergeser dari guru keteman sebaya. 2. Gaya mengajar komando adalah pengajaran yang dilakukan dengan hubungan

langsung antara stimulus yang disampaikan oleh guru dengan respon yang dilakukan oleh siswa.

3. Kekuatan otot lengan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot yang terdapat pada lengan dalam mengerahkan tenaga secara maksimal.

4. Kekuatan otot perut adalah kemampuan otot atau sekelompok otot yang terdapat pada perut dalam mengerahkan tenaga secara maksimal.

5. Kekuatan otot punggung adalah kemampuan otot atau sekelompok otot yang terdapat pada punggung dalam mengerahkan tenaga secara maksimal.

6. Kekuatan otot tungkai adalah kemampuan otot atau sekelompok otot yang terdapat pada tungkai dalam mengerahkan tenaga secara maksimal.

Yang dimaksud dengan hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang diperoleh oleh siswa dari hasil keterampilan gerak rangkaian senam lantai yaitu gerakan , bermula dari sikap awal, kemudian melakukan rangkaian gerakan : (1) berguling ke depan (2) berguling ke belakang, (3) guling lenting dan (4) meroda, kemudian sikap akhir. Dengan indikator penilaian dari rangkaian gerakan tersebut

(5)

yang dinilai oleh beberapa tester / judgment. Hasil tes ini nilainya distandarkan , dan merupakan hasil tes yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Serta hasil test siswa dalam hal pemahaman mengenai gerakan rangkaian senam lantai yang dilakukan, dengan dasar- dasar penilaian dari hasil tes yang diperoleh tentang pemahamannya melalui tes teori.

E. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra SMP Negeri 14 Berau, Kalimantan Timur. Semua anggota populasi memiliki karakteristik yang sama yaitu :

a. Semua anggota populasi merupakan siswa SMP Negeri 14 Berau, Kalimantan Timur.

b. Semua anggota populasi berumur antara 12 tahun sampai dengan 16 tahun. c. Semua anggota populasi berjenis kelamin laki-laki.

Sampel dan Teknik Penarikan Sampel

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 siswa yang ditentukan dengan proposive random sampling. Dari jumlah sampel tersebut kemudian dipisahkan menjadi 3 kelompok, yaitu : a) 22 siswa yang mempunyai kekuatan otot baik , b) 22 siswa yang mempunyai kekuatan otot sedang c) 22 siswa yang mempunyai kekuatan otot kurang baik.

Untuk memperoleh kelompok yang berimbang dari pengelompokan anggota sampel tersebut masing-masing anggota subyek yang memiliki jumlah kekuatan otot sama atau relatif sama dipisahkan atau ditempatkan secara acak pada jenis perlakuan yang berbeda dengan cara undian. Cara pengacakan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) seluruh subyek diurutkan mulai jumlah tertinggi sampai terendah, 2) pasangan pertama dengan nomor urut satu dan dua diundi untuk menetapkan subyek pada masing-masing kelompok yang berbeda, 3) pasangan dengan nomor urut tiga dan empat diundi seperti poin nomor dua dan seterusnya dengan pasangan-pasangan yang lain.

(6)

Tabel 3.2 Pengelompokan Anggota Sampel Penelitian

Kelompok Perlakuan Jumlah

I

Kelompok siswa yang memiliki kekuatan otot baik diberi perlakuan gaya mengajar resiprokal

11

II

Kelompok siswa yang memiliki kekuatan otot sedang

diberi perlakuan gaya mengajar resiprokal 11

III

Kelompok siswa yang memiliki kekuatan otot kurang

baik diberi perlakuan gaya mengajar resiprokal 11

IV

Kelompok siswa yang memiliki kekuatan otot baik

diberi perlakuan gaya mengajar komando 11

V

Kelompok siswa yang memiliki kekuatan otot sedang di

beri perlakuan gaya mengajar komando 11

VI

Kelompok siswa yang memiliki kekuatan otot kurang

baik diberi perlakuan gaya mengajar komando 11

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tehnik tes. Tes yang dilakukan meliputi, yaitu: 1) tes awal (pre-tes), dan 2) tes akhir (post tes). Tempat pelaksanaan test awal, perlakuan dan tes akhir, semuanya dilakukan di SMP Negeri 14 Berau Kalimantan Timur.

Langkah-langkah yang dilakukan tes awal maupun tes akhir sama, adalah: 1) sebelum tes dimulai seluruh subjek penelitian dikumpulkan untuk mendapatkan informasi tentang apa saja yang harus dilakukan selama melakukan tes berlangsung, 2) setelah diberi penjelasan kemudian untuk melakukan persiapan dan pemanasan sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan oleh instruktur. Hal ini dimaksudkan agar selama melakukan tes tidak terjadi gangguan atau cedera pada otot. Selain itu, tujuan lain dari pemanasan adalah agar subjek penelitian pada waktu melakukan tes kondisi tubuhnya dalam keadaan siap dalam melakukan tes, 3) langkah pelaksanaan tes, pada langkah ini semua subjek penelitian diberi penjelasan tentang masalah penggunaan alat ukur kekuatan otot lengan, otot punggung, dan otot tungkai, serta pelaksanaan sit up untuk mengukur kekuatan otot perut. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan dalam tes

(7)

akhir adalah subjek penelitian diberi penjelasan mengenai rangkaian senam lantai yaitu guling ke depan, guling belakang, guling lenting dan meroda dengan indikator penilaiannya.

Dalam penelitian ini, tehnik test meliputi : 1. Kekuatan Otot.

Test kekuatan otot, yang terdiri dari :

a. Test kekuatan otot lengan, dengan menggunakan alat ukur Pull and push dynamometer.

b. Test kekuatan otot punggung, dengan menggunakan alat ukur Back and leg dynamometer

c. Test kekuatan otot tungkai, dengan menggunakan alat ukur Back and leg

dynamometer.

d. Test otot perut, dengan cara melakukan sit up selama 60 detik. 2. Test tentang hasil belajar senam lantai, yang meliputi :

a. Tes keterampilan gerak rangkaian senam lantai, yaitu gerakan berguling ke depan, berguling ke belakang, guling lenting dan meroda, dengan indikator – indikator dari gerakan test tersebut .

b. Tes pemahaman dari rangkaian gerakan senam lantai, yang dilakukan dengan test kompetensi pemahaman yaitu dengan test tetulis / teori.

Tiap – tiap test digabungkan setelah masing - masing skor test diubah ke dalam

t score.

Untuk penilaian hasil belajar senam lantai meliputi : a) tes tulis untuk mengukur pemahaman tentang gerakan senam lantai dan b) tes unjuk kerja untuk mengukur kemampuan gerakannya , setiap subjek penelitian yang sedang melakukan tes rangkaian gerakan senam lantai yaitu berguling ke depan, guling belakang, guling lenting dan meroda akan dinilai oleh tester / judgment yang dimasukan ke dalam blangko penilaian sebagai data dalam penelitian ini.

G. Teknik Analisis Data

Untuk menguji kebenaran hipotesisis yang diajukan dalam penelitian ini, maka teknik analisis data yang digunakan adalah (ANAVA) pada taraf signifikan a = 0,05. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan gaya mengajar digunakan pada kelompok

(8)

kekuatan otot baik , kelompok kekuatan otot sedang dan kelompok kekuatan otot kurang baik yang dibandingkan dilakukan uji t. Sedangkan uji persyaratan dan kelayakan uji tersebut: 1) Uji normalis data hasil belajar pada sampel dengan menggunakan teknik uji Anderson-Darling pada taraf signifikan 5% dan 2) uji homogenitas varian dengan menggunakan teknik uji Barlett dengan taraf signifikan 5%.

Tabel 3.3 Rangkuman ANAVA Dua Jalan

Sumber Variansi JK/ SS db/ df RK/ MS F P Efek utama : Baris (A) Kolom (B) Interaksi (AB) Galat Total JKa JKb JKab JKg JKt dba dbb dbab dbg dbt RKa RKb RKab RKg Fa Fb Fab F.05 F.05 F.05 Keterangan :

A = Kelompok Perlakuan Gaya Mengajar. B = kelompok kekuatan otot

AB = interaksi antara kelompok perlakuan gaya mengajar dengan kekuatan otot.

Teknik analisis ini dilakukan dengan menggunakan analisis statistik yang dilakukan dengan manual dan agar lebih yakin tentang kebenaranya dari hasil yang diperoleh dilanjutkan dengan uji stistik dengan bantuan software

MINITAB (Siswandari, 2009 : 210-212). Kriteria pengujian yang digunakan

adalah :

1) Tolak H0 jika F1 < F.05 2) Tolak H0 jika F2 < F.05 3) Tolak H0 jika F1x2 < F.05

Untuk pengecekan dan pemahaman dilanjutkan penghitungan manual dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Langkah-langkah perhitungannya :

a. Sum of Square

(9)

N X X SSr 2 2

(2) Between Group Sum of Square (SSB)

 

 

 

N X N X N X N X SS k k B 2 2 2 2 2 1 2 1

(3) Within group Sum Square (SSw)

SSwSSrSSB

(4) Sum of Square for Factor 1 (SS1)

N X eachcolumn in N eachcolumn of sum SS 2 2 1

(5) Sum of Square for Factor 2 (SS2)

N X eachcolumn in N eachcolumn of sum SS 2 2 2

(6) Sum of Square for Interactions (SS1x2)

. SS1x2 = SSB – SS1 – SS2

b. Degrees of Freedom

(1) Total Degrees of Freedom dfr = N – 1

(2) Degrees of Freedom Within Groups dfw = N – K

(3) Degrees of Freedom for Factor 1

df1 = one less than the number of levels for factor 1

(4) Degrees of Freedom for Factor 2

df1 = one less than the number of levels for factor 2

(5) Degrees of Freedom for Interaction df1x2 = df1 x df2

(6) Degrees of Freedom between Groups dfB = k – 1

c. Mean Square

(10)

B B B df SS MS

(2) Mean Square Within Group (MSW)

W W W df SS MS

(3) Mean square for factor 1 (MS1)

1 1 df SS MSB

(4) Mean Square for Factor 2 (MS2)

2 2 df SS MSB

(5) Mean Square for Interaction (MS1x2)

2 1 2 1 2 1 x x x df SS MS

d. F rations and Tests of Significance (1) Effect of Between Group (FB)

W B MS MS F(2) Effect of factor 1 (F1) W MS MS F  1 (3) Effect of Factor 2 (F2) W MS MS F  2 (4) Effect of Interaction (F1x2) W x MS MS F  1 2

Gambar

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Tabel Rancangan Penelitian  ( Rancangan Faktorial 2 X 3 )  Kekuatan Otot  (B)  Gaya Mengajar   Gaya Resiprokal  (A 1 ) Gaya  Komando (A2) Baik (B1)  a 1 b 1 a 2 b 1
Tabel 3.2 Pengelompokan Anggota Sampel Penelitian
Tabel 3.3 Rangkuman ANAVA Dua Jalan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk persiapan pelaksanaan penelitian dan analisis data, data yang diperlukan dikumpulkan dengan tes dan pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui panjang

Dalam sub bahasan ini penulis akan mengemukakan teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dapat diartikan sebagai cara-cara yang dipergunakan dalam pengumpulan data.

Penelitian ini menggunakan sampel yang berjumlah 38 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, koordinator praktik industri Program Studi Pendidikan

Tes yang digunakan adalah melakukan observasi dengan menggunakan skala keterampilan sosial yang berdasarkan hasil uji coba. Tes awal dimaksudkan untuk mengambil data

Teknik pengumpulan data tes yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah dengan membirikan pre test dan post test kepada sampel. Kemudian studi literatur untuk

Untuk data sekunder pengumpulan data dilakukan dengan mencari arsip dan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian yang berupa data sejarah obyek wisata dan pengunjung

Berdasarkan teknik pengumpulan data tersebut, maka alat pengumpul data yang sesuai adalah tes kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk essay. Digunakan tes essay karena

stopwatch. Pelaksanaan : Untuk melaksanakan tes ini dibuatlah diagram seperti gambar dibawah. Subjek dimulai dengan berdiri diam diatas kaki kanan atau disebut