• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

82

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kolam Renang Tirtomoyo Jebres Jl. Kol. Sutarto No.142, Jebres, Surakarta, Kolam Renang Tirtomoyo Manahan Jl. Menteri Supeno No.14, Manahan, Surakarta, Kolam Renang Bengawan Sport Jl. Hos, Cokroaminoto No. 55 Surakarta dan Fitness Center Kampus POK UTP Surakarta, Jl. Walanda Maramis No. 31 Cengklik, Surakarta.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Desember 2015. Untuk lebih jelasnya rincian waktu dan jenis kegiatan penelitian sebagai berikut :

Tabel 3.1 Alokasi Waktu Penelitian

NO Jadwal Kegiatan

Tahun 2015 Bulan Ke-

7 8 9 10 11 12

1 Persiapan Proposal Penelitian Pengajuan Judul

Penyusunan Proposal Seminar proposal tesis

Revisi dan penyusunan Instrumen 2 Pelaksanaan Penelitian

Pengumpulan Data Pelaksanaan Tes Analisis Data

(2)

B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Metode Penelitian Korelasional. Metode korelasional dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent (prediktor) dan dependent (kriterium) dan kemudian memprediksikan nilai variabel kriterium (dependent) berdasarkan perubahan variabel prediktor (independent). Dalam bentuk penelitian ini peneliti mengidentifikasi 10 variabel prediktor dan 1 variabel kriterium. Hasil akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pada variabel kriterium (dependent) setiap perubahan satu satuan dari variabel prediktor (independent).

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Suharsimis Arikunto (2006:130) populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, sedangkan sampel merupakan bagian kecil dari suatu populasi. Sedangkan Sugiyono (2008:117) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet perempuan usia 10-15 tahun pada perkumpulan renang Se-Surakarta yang meliputi perkumpulan renang Elite, Tirta Dharma, Bintang Timur, Pasific, dan Almagari. Jumlah Populasi dalam penelitian ini sebanyak 61 atlet.

2. Sampel

Menurut Arikunto, Suharsimi (2006:131) sampel adalah sebagian atau wakil yang diteliti. Sebagai sampel sebaiknya memiliki ciri-ciri yang sama dengan populasi sehingga dapat menggambarkan keadaan populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili) (Sugiyono, 2008:118). Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive random sampling yaitu menentukan anggota sampel berdasarkan persyaratan tertentu yang ditentukan

(3)

sebelumnya, kemudian mengambil sample secara random/acak. Persyaratan dalam penelitian ini adalah atlet putri berusia 10-15 tahun yang telah mengikuti pelatihan lebih dari 1 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 atlet.

D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 10 (sepuluh) variabel prediktor (independent) dan 1 (satu) variabel kriterium (dependent) dengan rincian yaitu:

1. Variabel independent/ prediktor terdiri dari :

a. Kondisif Fisik : X1 Kecepatan : X1.1 Kekuatan otot lengan : X1.2 Kekuatan otot tungkai : X1.3

Power otot lengan : X1.4

Power otot tungkai : X1.5

Daya tahan otot lengan : X1.6 Daya tahan otot tungkai : X1.7 b. Antropometri : X2 Tinggi Badan : X2.1 Panjang Lengan-Tangan : X2.2 Rasio Panjang Tungkai-Tinggi

Badan : X2.3

2. Variabel dependent / kriterium yaitu :

Prestasi renang gaya crawl 50 meter : Y

2. Definisi Operasional

Tujuan definisi operasional variabel dalam penelitian adalah untuk menjelaskan masing-masing variabel dalam penelitian ini, agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. Maka perlu dijelaskan definisi variabel-variabel penelitian sebagai berikut :

Variabel Prediktor (Independent) : a. Kondisi Fisik

(4)

1) Kecepatan

Kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh dalam menanggapi rangsang melakukan gerakan berulang-ulang secepat-cepatnya atau menempuh jarak dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dalam mengukur kemampuan kecepatan ini menggunakan tes lari cepat 50 meter, dan hasil di hitung dalam satuan detik, dengan ketelitian 0,01 detik dan skala pengukuran interval.

2) Kekuatan

Kekuatan merupakan suatu kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan kontraksi atau tegangan dalam menerima atau melawan suatu beban/tahanan saat beraktivitas. Dalam mengukur kekuatan otot lengan digunakan Pull Dynamometer Test dan hasil kekuatan dihitung dalam satuan kilogram (kg). Dan untuk mengukur kekuatan otot tungkai digunakan leg extension test dan hasilnya dalam kilogram (kg), skala pengukuran rasio.

3) Power

Power merupakan kemampuan otot atau kelompok otot dalam

melakukan gerakan dengan kekuatan yang tinggi dan kecepatan yang tinggi. Untuk mengukur power otot lengan digunakan Medicine Ball Put Test dan untuk mengukur power otot tungkai digunakan Standing Broad Jump Test dan hasil dalam satuan meter (m) dengan ketelitian 0,01 meter, skala pengukuran rasio.

4) Daya Tahan

Daya tahan merupakan kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melawan kelelahan selama berlangsungnya aktivitas kerja melakukan kerja yang terkait pada lamanya aktivitas dan intensitas kerja. Untuk mengukur daya tahan otot lengan digunakan Push-Up Test dan hasil di hitung dalam satuan kali (banyaknya). Dan untuk daya tahan otot tungkai digunakan

Squat Jump Test dan hasil dihitung dalam kali (banyaknya), skala

(5)

5) Tinggi Badan

Tinggi badan merupakan jarak dari ujung kaki (telapak kaki) sampai dengan kepala bagian atas (ubun-ubun) dengan berdiri sikap tegak. Untuk mengukur tinggi badan menggunakan stadiometer/pita pengukur. Angka atau nilai yang di peroleh dari hasil pengukuran merupakan tinggi badan dengan satuan sentimeter (cm) dengan ketelitian 0,1 sentimeter, skala pengukuran rasio.

6) Panjang Lengan-Tangan

Panjang lengan-tangan adalah jarak yang diukur dari acromion pada os scapula (artic.humeri) sampai dyctilion. Panjang lengan-tangan diukur dengan menggunakan pita meter mulai dari acromion hingga

dyctilion. satuan hasil pengukuran dalam sentimeter (cm), dengan ketelitian

0,1 sentimeter, skala pengukuran rasio. 7) Rasio Panjang Tungkai-Tinggi Badan

Panjang tungkai merupakan jarak dari tulang belakang terbawah atau dapat juga dari trochanter sampai ke lantai. Tinggi badan merupakan jarak dari ujung kaki (telapak kaki) sampai dengan kepala bagian atas (ubun-ubun) dengan berdiri sikap tegak. Untuk mengukur panjang tungkai dan tinggi badan dengan menggunakan pita meter. Angka atau nilai yang di peroleh dari hasil pengukuran dengan satuan sentimeter (cm). Kemudian untuk menghasilkan rasio panjang tungkai-tinggi badan di hitung dengan membagi panjang tungkai dengan tinggi badan di kali 100%, skala pengukuran rasio.

8) Prestasi Renang Gaya Crawl 50 meter

Prestasi renang gaya crawl 50 meter ditentukan oleh kecepatan berenang gaya crawl. Kemampuan seseorang dalam melakukan renang gaya

crawl dari start hingga finish sejauh 50 meter dalam waktu yang

secepat-cepatnya merupakan prestasi renang gaya crawl 50 meter. Untuk mengukur prestasi renang gaya crawl 50 meter di lakukan tes renang gaya crawl 50 meter dan hasilnya berupa waktu tempuh dengan satuan detik, dengan ketelitian 0,01 detik, skala pengukuran interval.

(6)

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes dan pengukuran. Jenis tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kondisi Fisik

a. Tes kecepatan ( Lari Cepat 50 meter) 1) Tujuan

Mengukur kecepatan 2) Perlengkapan

a) Lintasan lari yang datar dan rata b) Stop watch

c) Bendera start 3) Pelaksanaan

Testi bersiap menggunakan start berdiri di belakang garis start. Dengan diberi aba-aba oleh starter testi berlari secepat-cepatnya hingga garis finish 4) Pencatatan hasil tes

Waktu yang dicatat sebagai kecepatan testi adalah waktu yang digunakan mulai dari aba-aba “Ya” dan sampai garis finish. Satuan dalam penilaian ini dalam detik (s).

b. Test Kekuatan Lengan (Pull Dynamometer Test) 1) Tujuan

Untuk mengetahui kekuatan tarikan dan dorongan otot lengan 2) Perlengkapan

a) Pull and Push Dynamometer

b) Petugas (1 pemandu, 1 pencatat skor) 3) Pelaksanaan dan Penilaian

a) Testi bediri tegak dan memegang alat pull and push dynamometer dengan posisi kedua lengan ditekuk sejajar dengan bahu didepan dada, dan skala dynamometer menghadap keluar.

(7)

c) Pada gerakan pull, testi melakukan gerakan menarik dengan kedua tangan sekuat-kuatnya dengan posisi tubuh tetap tegak dan alat dynamometer tidak boleh menyentuh dada.

d) Penilaian tes dilakukan dua kali, diambil hasil terbaiknya, hasil skor yang diperoleh ditunjukan oleh jarum skala dynamometer dalam satuan kilogram (kg).

c. Tes Kekuatan Otot Tungkai (Leg Extention Test) 1) Tujuan

Untuk mengukur kekuatan otot tungkai 2) Perlengkapan

a) Leg Extention

b) Petugas (1 pemandu tes, 1 pencatat skor) c) Blangko dan alat tulis

3) Pelaksanaan dan Penilaian

a) Testi duduk di tempat Leg extention, tangan memegang handel, punggung bersandar pada bantalan, posisi kaki berada dibelakang bantalan penyangga.

b) Kemudian kaki didorong ke atas sampai lurus.

c) Mencatat berapa banyak pengulangan yang mampu dilakukan testi. a) Skor diperoleh dengan menghitung kekuatan otot tungkai menggunakan

rumus Brzycki (Mackenzie, 2006) 1RM = Berat Beban : (1,0278 – (0,0278 x jumlah repetisi).

d. Tes Power Lengan (Medicine Ball Put Test) 1) Tujuan

Untuk mengukur daya ledak atau power otot lengan 2) Perlengkapan

a) Bola medicine 3 kg b) Tali

c) Kursi

d) Petugas (1 Pemandu tes, 1 pemegang tali dibelakang dan 1 pencatat skor) 3) Pelaksanaan dan Penilaian

(8)

a) Testi berada pada posisi duduk dikursi dengan badan tegak, dilanjut dengan memegang bola medicine

b) Bola dipegang menggunakan kedua tangan dan dalam posisi sejajar menyentuh dada, pastikan tubuh testi tidak bergerak kedepan ketika saat melakukan dorongan, oleh karena itu seutas tali dilingkarkan kebadan testi dan tali ditarik ke belakang.

c) Testi melakukan gerakan gerakan mendorong bola ke depan sejauh mungkin

d) Jarak dari kaki kursi ke titik jatuhnya bola sebagai skornya.

e) Hasil skor yang diperoleh ditunjukan pada jarak tolakan yang terjauh dalam 3 kali pengulangan, dan jarak diukur dalam satuan meter (m). e. Power Otot Tungkai (Standing Broad Jump)

1) Tujuan

Untuk mengukur power tungkai ke arah depan. 2) Perlengkapan

a) Lantai yang datar dan rata b) Roll Meter

c) Isolasi

d) Bedera kecil bertangkai 3) Pelaksanaan dan penilaian

a) Testi berdiri di belakang garis batas, kakai sejajar, lutut ditekuk, tangan dibelakang badan

b) Melompat sejauh mungkin kedepan tanpa mengayunkan tangan dan mendarat dengan dua kaki bersamaan.

c) Beri tanda jatuhnya lompatan d) Lakukan 3x pengulangan

e) Jarak di ukur dari garis batas lompat sampai pada bagian belakang kaki, jarak di ukur dalam satuan meter.

f. Daya Tahan Otot Lengan (Push-Up Test) 1) Tujuan

(9)

2) Perlengkapan

Matras atau lantai yang rata 3) Pelaksanaan dan penilaian

a) Testi mengambil posisi tengkurap, kaki lurus kebelakang, tangan lurus terbuka selebar bahu.

b) Turunkan badan sampai dada menyentuh matras atau lantai, kemudian dorong lagi sampai ke posisi semula (lengan lurus kembali).

c) Lakukan sebanyak mungkin tanpa diselingi istirahat.

d) Hitung banyaknya gerakan yang benar tanpa diselingi istirahat. g. Daya Tahan Otot Tungkai ( Squat Jump Test)

1) Tujuan

Mengukur daya tahan otot tungkai 2) Perlengkapan

Lantai yang rata dan tidak licin 3) Pelaksanaan dan penilaian

a) Sikap awal jongkok dengan salah satu tumitnya terangkat dan menyentuh pantat, kaki yang lain sedikit di depan kaki yang tumitnya terangkat, kedua tangan saling berkaitan di belakang kepala, pandangan ke depan; kemudian,

b) Lakukan loncatan ke atas sedemikian rupa, sehingga kedua tungkai lurus, dan kedua kaki lepas dari lantai; selanjutnya,

c) Mendarat dengan kedua kaki, pantat menyentuh tumit yang terangkat secara bergantian antara kanan dengan kiri

d) Lakukan gerakan tersebut secara berkesinambungan tanpa selang istirahat/gerakan terputus-putus

e) Skor : Jumlah squat-jump yang dilakukan naracoba secara benar

2. Antropometri : a. Tinggi Badan

1) Tujuan

Untuk mengukur tinggi badan. 2) Perlengkapan:

(10)

a) Stadiometer atau pita pengukur yang diletakkan dengan kuat secara vertikal di dinding, dengan tingkat ketelitian sampai 0.01 cm.

b) Sebaiknya dinding tidak mengandung papan yang mudah mengerut. c) Apabila menggunakan pita pengukur, dipersiapkan pula segitiga

siku-siku.

d) Permukaan lantai yang dipergunakan harus rata dan padat. 3) Pelaksanaan dan Penilaian

a) Testi berdiri tegak tanpa alas kaki, tumit, pantat dan kedua bahu menekan pada stadiometer atau pita pengukur.

b) Kedua tumit sejajar dengan kedu alengan yang menggantung bebas di samping badan (dengan telapak tangan menghadap ke arah paha).

c) Dengan berhati-hati tester menempatkan kepala testi di belakang telinga agar tegak agar tubuh terentang secara penuh.

d) Pandangan testi lurus ke depan sambil menarik napas panjang dan berdiri tegak.

e) Upayakan tumit testi tidak terangkat (jinjit).

f) Apabila pengukuran menggunakan stadiometer, turunkan flatform-nya sehinga dapat menyentuh bagian atas kepala. Apabila menggunakan pita pengukur, letakkan segi tiga siku-siku tegak lurus pada pita pengukur di atas kepala, kemudian turunkan ke bawah sehingga menyentuh bagian atas kepala.

g) Penilaian: catatlah tinggi badan dalam posisi berdiri tersebut dengan ketelitian 0.01 cm.

b. Panjang Lengan-Tangan 1) Tujuan

Untuk mengukur panjan lengan-tangan. 2) Peralatan

Pita meter

3) Pelaksanaan dan penilaian

a) Testi berdiri lengan di samping badan lurus ke bawah.

b) Tester mengukur menggunakan pita meter dimulai dari acromion hingga

(11)

c) Hasil pengukuran dalam satuan sentimeter (cm). c. Rasio Panjang Tungkai-Tinggi Badan

1) Tujuan

Untuk mengukur rasio panjang tungkai-tinggi badan. 2) Perlengkapan:

a) Pita Meter b) Alat tulis

3) Pelaksanaan dan Penilaian

a) Testi berdiri tegak diatas lantai yang rata.

b) Tester meraba bagian tulang yang terluar di sebelah lateral pada paha (pada

trochanter mayor), dan bila paha di ayunkan anterior maupun ke posterior

nampak menonjol (trochantor mayor bergerak)

c) Penilaian testor meletakan pita meter tepat pada titik trochanter mayor lalu tarik pita peter sampai kaki bagian terbawah (telapak kaki) sampai dengan ketelitian 1 sentimeter.

d) Membagi hasil panjang tungkai dengan tinggi badan di kali 100%.

Vareiabel Kriterium (Dependent) :

1. Tes Prestasi Renang Gaya Crawl 50 Meter a. Tujuan :

Mengukur prestasi renang gaya crawl 50 meter b. Perlengkapan :

a) Kolam renang dengan panjang 50 meter b) Peluit

c) Stopwatch

c. Pelaksanaan dan Penilaian :

a) Perenang berdiri di atas Starting platform, setalah ada aba-aba take your

marks mengambil posisi start, kemudian referee memberikan tanda start.

b) Perenang meloncat kedalam kolam dan melakukan renang gaya crawl hingga ujung kolam dan berbalik arah dan berenang hingga pada dinding kolam tempat start.

(12)

c) Waktu diberikan tanda start hingga anggota badan perenang menyentuh dinding finish adalah prestasi renang gaya crawl 500 meter, waktu di ukur hingga 1/100 detik.

F. Teknik Analisis Data

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dalam penelitian, maka teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi. Untuk mencari keterkaitan (ada tidaknya hubungan) antara variabel prediktor dengan variabel kriterium yang dilakukan dengan analisis korelasi product moment. Sambas Ali M dan Maman Abdurrahman (2007:105) mengemukanan tujuan dilakukan analisis korelasi antara lain : (1) Untuk mencari bukti terdapat tidaknya hubungan (korelasi) antar variabel, (2) bila sudah ada hubungan, untuk melihat tingkat keeratan hubungan antar variabel, (3) untuk memperoleh kejelasan dan kepastian apakah hubungan tersebut berarti/signifikan atau tidak. Kemudian untuk mencari kebenaran tentang variabel prediktor dapat meramakan/memprediksi nilai variabel kriterium maka dilakukan analisis regresi. Riduwan (2012:269) menyatakan bahwa kegunaan uji regresi adalah untuk meramalkan (memprediksi) variabel terikat (Y) bila variabel bebas (X) diketahui. Kemudian Tulus Winarsunu (2006:177) menyatakan analisis regresi adalah teknik statistik parametrik yang dpat digunakan untuk (1) mengadakan peramalam/prediksi besarnya variasi yang terjadi pada variabel Y berdasarkan variabel X, (2) menentukan bentuk hubungan antara variabel X dengan variabel Y, (3) menentukan arah dan besarnya koefisien korelasi anatara variabel X dengan variabel Y. Adapun langkah-langkah analisis data sebagai berikut :

1. Uji Prasyarat Analisis

Sebelum data dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan beberapa uji prasyarat statistik yaitu :

a) Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan metode Liliefors (Sambas Ali M dan Maman A, 2007:73). Adapun prosedur pengujian normalitas

(13)

adalah sebagai berikut :

1) Pengamatan x1, x2, x3, ..., Xn dijadikan bilangan baku z1, z2, z3, ..., zn dengan menggunakan rumus :

Zi =

Xi – X S Keterangan :

Xi = Nilai yang dimiliki tiap sampel X = Rata-rata

S = Simpangan Baku

2) Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(zi) = P (z ≤ zi),

3) Selanjutnya dihitung proporsi z1, z2, z3, ..., zn yang lebih kecil atau sama dengan z1. Jika proporsi dinyatakan oleh S (zi).

Maka S(Zi) = Banyaknya z1, z2, z3, ..., Zn yang ≤ Zi N

4) Hitung selisih F (zi) – S (Zi) kemudian tentukan harga mutlaknya (Nilai terbesar).

b) Uji Linieritas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Apakah fungsi yang digunakan dalam suatu empiris sebaiknya berbentuk linier, kuadrat atau kubik. Untuk uji linieritas regresi dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi SPSS yaitu dengan fungsi “Compare Mean” dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

=

Keterangan :

F = Nilai Linieritas

= Rata-rata Jumlah Kuadrat Tuna Cocok = Rata-rata Jumlah Kuadrat Kesalahan

(14)

G. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari koefisien korelasi masing-masing prediktor, persamaan regresi Y atas masing-masing variabel prediktor, persamaan regresi Y atas semua variabel prediktor secara bersama-sama dan koefisien korelasi ganda. Adapun penghitungan dalam pengujian hipotesis sebagai berikut :

1. Mencari hubungan antara satu variabel X dengan variabel Y dengan rumus product moment

= . ∑ . − (∑ )(∑ )

{( . ∑ ) − (∑ ) }{( . ∑ ) − (∑ ) } Keterangan :

∑x : Jumlah skor X yang dicapai ∑y : Jumlah skor Y yang dicapai N : Jumlah Sampel

: Nilai product moment antara variabel X dengan Y

2. Mencari koefisien determinasi

Untuk mengetahui kontribusi variabel X terhadap Y yaitu dengan cara mengalikan kuadrat koefisien korelasi dengan 100%.

= . 100% 3. Uji signifikansi koefisien korelasi

= √ − 2

√1 −

Kriteria pengujian: ditolak, jika > pada taraf signifikan = 0.05.

4. Mencari regresi sederhana antara variabel X dengan variabel Y

= +

(15)

= (∑ ) − (∑ )(∑ ) (∑ ) − (∑ ) Keterangan :

: Variabel respon yang diperoleh dari persamaan regresi/ subjek variabel terikat yang diproyeksikan

a : Konstanta regresi untuk kenaikan nilai X=0

b : Koefisiensi arah regresi yang menentukan bagaimana arah regresi terletak

X : Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diproyeksikan 5. Mencari Persamaan Regresi Ganda

= + + + ⋯ + = (∑ )(∑ ) − (∑ )(∑ ) (∑ )(∑ ) − (∑ ) = (∑ )(∑ ) − (∑ )(∑ ) (∑ )(∑ ) − (∑ ) = ∑ − ∑ − (∑ )

6. Mencari nilai korelasi gandanya menggunakan rumus sebagai berikut :

( , ) = . ∑ + . ∑ + ⋯ + . ∑ ∑ ∑ = ∑ −(∑ ) ∑ = ∑ −(∑ )(∑ ) Keterangan :

(16)

∑Xi : Jumlah data Xi

∑Y : Jumlah data Y

∑Y2 : Jumlah data Y2 ∑XiY : Jumlah data XiY

( , ) : Korelasi ganda

7. Mencari koefisien determinasi

Untuk mengetahui kontribusi variabel X terhadap Y yaitu dengan cara mengalikan kuadrat koefisien korelasi dengan 100%.

= . 100%

8. Uji Signifikansi Korelasi Ganda

=

Keterangan :

F : Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Ganda R : Koefisien korelasi ganda

k : Jumlah variabel bebas n : Jumlah sampel

Referensi

Dokumen terkait

( 1 cm) untuk β -karoten yaitu 2600. Setelah pengukuran absorbansi dilakukan, larutan dievaporasi kembali sampai kering untuk digunakan pada analisis kandungan β

Dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti maka yang menjadi variabel terikat (dependen) adalah kinerja karyawan yang dinyatakan dengan (Y)..

Motivasi internal yang dimaksud adalah motivasi yang tumbuh dari dalam diri guru yang motifnya antara lain: tanggung jawab guru, memiliki tujuan yang jelas dan

Penanaman dilakukan pada polibag masing – masing sudah diberi atau diisi tanah dan pupuk. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam perpolibag 30 x 40 cm. Satu perlakuan terdapat

b) PBB dihitung dalam satuan meter persegi dan dinilai dalam satuan rupiah (Rp/m²). 2) Biaya Variabel (variable cost) yaitu biaya yang besar kecilnya mempengaruhi hasil

b) Data pemasaran hasil industri shuttlecock. Sejauh manakan pola pemasaran yang di terapkan pada industri shuttlecock yang ada di Desa Lawatan, akan di peroleh dengan

Penerimaan (Revenue) adalah jumlah total produksi dikalikan dengan harga jual satuan produki, analisis penerimaan digunakan untuk menjawab rumusan masalah kedua

“Suatu instrumen disebut reliabel apabila hasil pengukuran dengan instrumen tersebut adalah sama jika sekiranya pengukuran tersebut dilakukan pada orang yang sama pada