FENOMENA TENAGAKERJA PERTANIAN DAN KEBERLANJUTAN PERTANIAN BALI
Made Antara
Program Stusi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Denpasar-Bali (email: [email protected])
MAKALAH
Disajikan pada Seminar Nasional Pengembangan Agribisnis 2018 dan lokakarya Nasional FKPTI Kawasan Timur Indonesia
---00000--- FARMPRENEURSHIP
Solusi Menumbuhkan Generasi Petani Milenial dan Mensejahterakan Keluarga Petani
DENPASAR 14 September 2018
PENDAHULUAN
• Pemb pert bgn integral dr pemb nas yg harus berlanjut dn semakin ditingkatkan,
• Pert memegang peranan penting dlm kehidupan manusia di bumi ini, al.:
o penyedia bahan pangan, o penyerap TK,
o sumber pendaptn, o sumber devisa,
o sumber bahan baku industri, o sumber kapital,
o pasar potensial bagi produk-produk industri,
o pelestari sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan
o pelestari akar budaya masyarakat.
Namun pert di Bali khususnya dn Ind umumnya menghadapi permasalahan al.:
• Sempitnya luas garapan petani
• Pendidikan petani relatif rendah.
• Mandegnya produktivitas
pertanian/usahatani (2012 = 5,81 ton/ha, 2017=5,99 ton/ha GKG)
• Derasnya konversi lahan pertanian (tahun 2016 hanya 625 ha, tahun 2017 seluas 900 ha)(Bali Post, umat Umanis, 24 Agustus 2018, Hal 1)
• Ketimpangan harga-harga input- output pert
• Infrastruktur pert terabaikan (saluran irigasi banyak yg hancur)
• Lemahnya integrasi vertikal dalam sistem komoditas
• Organisasi tani kurang berfungsi
• Investasi di bidang pertanian rendah
• Kebijakan peme kurang berpihak
kpda petani (impor brbgi produk
pert)
FENOMENA TENAGA KERJA PERTANIAN
• Fenomena TK Pert:
o Petani saat ini banyak yg sudah berusia lanjut (tua dan uzur),
o Kurangnya minat generasi muda untuk bertani yg dianggapnya kerja kotor
berlepotan tanah dan lumpur, penuh kerja fisik, kurang bergengsi, kurang menjanjikan masa depan.
o Konsekuensinya dlm 10 tahun terakhir terjadi penurunan RT usaha pert, dan penyerapan TK di sektor pert.
o Hal ini diperkuat oleh data Sensus Pert 2003-2013 dan hasil analisis Shiftshare thd data PDRB Bali dan penyerapan TK sektoral deret waktu 2007-2017
Tabel 1. Perkembangan Rumah Tangga Pertanian 2003-2013
Kabupaten/
Kota Rumah Tangga Usaha Pertanian
(RumahTangga) Perusahaan Pertanian Berbadan
Hukum (Perusahaan) Usaha Pertanian
Lainnya 2013 (Unit) 2003 2013 Pertumbuhan 2003 2013 Pertumbuhan
Absolut % Absolut %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jembrana 47 016 38 708 -8 308 -17.67 9 12 3 33.33 8
Tabanan 70 834 63 580 -7 254 -10.24 6 5 -1 -16.67 164 Badung 44 839 32 975 -11 864 -26.46 6 5 -1 -16.67 98
Gianyar 55 629 40 125 -15 504 -27.87 5 7 2 40.00 44
Klungkung 27 736 22 243 -5 493 -19.80 1 1 0 0.00 2
Bangli 44 506 42 913 -1 593 -3.58 3 3 0 0.00 47
Karangasem 79 885 72 793 -7 092 -8.88 3 1 -2 -66.67 25 Buleleng 110 754 88 913 -21 841 -19.72 12 12 0 0.00 9 Denpasar 11 195 5 983 -5 212 -46.56 18 25 7 38.89 12
Bali 492 394 408 233 -84 161 -17.09 63 71 8 12.70 409
Hasil Sensus Pertanian 2003-2013
Sumber: Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013 (BPS Provinsi Bali, 2013
Golongan Luas Lahan
(m2) RumahTangga Usaha
Pertanian Pertumbuhan
2003 2013 Absolut %
<1 000
(Gurem dan Non Gurem)
134 375 72 855 -61 520 -45.78
1 000 – 1 999 53 540 54 783 1 1 243 2.32
2 000 – 4 999 132 027 133 185 1 158 0.88
5 000 – 9 999 102 007 90 830 -11 177 -10.96
10 000 – 19 999 53 372 43 528 -9 844 -18.44
20 000 – 29 999 11 343 8 846 -2 497 -22.01
≥30 000 5 730 4 206 -1 524 -26.60
JUMLAH 492 394 408 233 -84 161 -17.09
Tabel 2. Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Golongan Luas Lahan yang Dikuasai Tahun 2003 dan 2013
Sumber: Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013 (BPS Provinsi Bali, 2013
Tabel 3. Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2003 dan 2013 Kabupaten/
Kota
Rumah Tangga Usaha Pertanian Pengguna Lahan
Rumah Tangga Usaha Pertanian Gurem
2003 2013 Pertumbuhan 2003 2013 Pertumbuhan
Absolut % Absolut %
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Jembrana 45 285 37 852 -7 433 -16.41 28 405 20 952 -7 453 -26.24 Tabanan 70 459 63 500 -6 959 -9.88 36 966 33 432 -3 534 -9.56
Badung 44 244 32 673 -11 571 -26.15 32 801 23 005 -9 796 -29.86 Gianyar 55 300 40 050 -15 250 -27.58 43 891 30 796 -13 095 -29.84 Klungkung 27 403 21 571 -5 832 -21.28 16 556 12 683 -3 873 -23.39 Bangli 44 098 42 867 -1 231 -2.79 25 000 28 439 3 439 13.76 Karangasem 79 363 72 408 -6 955 -8.76 51 693 50 957 - 736 -1.42 Buleleng 108 931 87 901 -21 030 -19.31 68 457 52 071 -16 386 -23.94 Denpasar 10 448 5 685 -4 763 -45.59 9 342 4 846 -4 496 -48.13
Bali 485 531 404 507 -81 024 -16.69 313 111 257 181 -55 930 -17.86
Sumber: Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013 (BPS Provinsi Bali, 2013
Hasil Analisis Shift-Share
(PDRB dan Penyerapan TK Sektoral 2007-2017)
Tabel 4. Hasil Analisis Shift Share Struktur Perekonomian Provinsi Bali Tahun 2010 – 2017
No. Lapangan Usaha
Komponen
Perubahan Struktur Ekonomi Share
Regional, Nij (Rp juta)
Proportional Shift, Mij
(Rp juta)
Differential Shift, Cij (Rp juta)
Total Perubahan,
Dij (Rp juta)
1. Pertanian,
Peternakan,Kehutanan Dan Perikanan
7,147,374.78 -2,084,952.25 -1,301,264.33 3,761,158.19
190.03% -55.43% -34.60% 100.00%
2. Pertambangan Dan
Penggalian 503,613.72 -406,037.44 249,177.40 346,753.68
145.24% -117.10% 71.86% 100.00%
3. Industri Pengolahan 2,914,844.64 -353,871.66 59,985.65 2,620,958.62
111.21% -13.50% 2.29% 100.00%
4. Listrik, Gas, Dan Air
Bersih 191,597.02 -19,144.08 26,921.77 199,374.71
96.10% -9.60% 13.50% 100.00%
5. B a n g u n a n 3,695,665.91 1,095,646.52 765,414.78 5,556,727.21
66.51% 19.72% 13.77% 100.00%
6. Perdagangan, Hotel
Dan Restoran 11,581,287.20 -313,791.45 5,350,713.57 16,618,209.32
69.69% -1.89% 32.20% 100.00%
7. Pengangkutan Dan
Komunikasi 5,691,757.34 4,775,079.32 -2,449,634.31 8,017,202.36
70.99% 59.56% -30.55% 100.00%
8. Keuangan, Persewaan
& Jasa Persh. 4,127,895.17 1,487,187.97 -473,058.00 5,142,025.13
80.28% 28.92% -9.20% 100.00%
9. Jasa – Jasa 5,783,528.95 1,981,678.76 1,187,237.47 8,952,445.18
64.60% 22.14% 13.26% 100.00%
TOTAL 41,637,564.73 6,161,795.68 3,415,493.99 51,214,862.40
81.30% 12.03% 6.67% 100.00%
Tabel 5. Transformasi Struktur Ekonomi Provinsi Bali selama Tahun 2010-2017
Secara umum perekonomian Provinsi Bali ditopang oleh sektor tersier dengan nilai total
perubahan terbesar, kemudian dilanjutkan oleh sektor sekunder dan yang terakhir adalah sektor primer. Perubahan atau transformasi struktur perekonomian Provinsi Bali berdasarkan analisis shift share tahun 2010-2017 memberikan gambaran bahwa terjadinya pergeseran struktur
perekonomian dari sektor primer ke sektor tersier. Hal tersebut disebabkan oleh sektor tersier yang mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Provinsi Bali dibandingkan sektor primer dan sekunder.
No. Lapangan Usaha
Total Perubahan, Dij
(Rp Juta) 1. Primer
(Pertanian, Perternakan,Kehutanan, dan Perikanan + Pertambangan dan Penggalian)
4.107.911,87 2. Sekunder
(Industri Pengolahan + Listrik, Gas dan Air Bersih + Bangunan)
8.377.060,54 3. Tersier
(Perdagangan, Hotel, dan Restoran + Pengangkutan dan Komunikasi + Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh + Jasa-Jasa)
38.729.881,99
Tabel 6. Hasil Analisis Transformasi Struktur Tenaga Kerja di Provinsi Bali Tahun 2010-2017
No. Lapangan Usaha
Komponen
Perubahan Struktur Tenaga Kerja Regional
Share, Nij (orang)
Proportional Shift,
Mij (orang)
Differential Shift,
Cij (orang)
Total Perubahan,
Dij (orang) 1. Pertanian,
Perkebunan, Kehutanan, dan Perikanan
79.607 (-38.66%)
-169.856 (82.50%)
-115.648 (56.17%)
-205.897 (100%)
2. Pertambangan dan Penggalian
834 (-164.81%)
-64 (12.62%)
-1.276 (252.19%)
-506 (100%) 3. Industri Pengolahan 35.953
(-23.82%)
33.983 (90.30%)
-32.304 (-85.84%)
37.623 (100%) 4. Listrik, Gas dan Air 468
(20.38%)
2.230 (97.13%)
-402 (-17.51%)
2.296 (100%)
5. Bangunan 17.058
(48.61%)
48.454 (138.07%)
-30.419 (-86.68%)
35.093 (100%) 6. Perdagangan,
Rumah Makan, dan Hotel
67.654 (35.83%)
76.647 (40.59%)
44.518 (23.58%)
188.819 (100%) 7. Angkutan,
Pergudangan, dan Komunikasi
11.274 (-1761.63%)
-8.891 (1389.25%)
-3.023 (472.38%)
-640 (100%) 8. Keuangan, Asuransi
dan Usaha Persewaan Bangunan
6.967 (17.01%)
61.108 (149.22%)
-27.123 (-66.23%)
40.952 (100%)
9. Jasa
Kemasyarakatan, Sosial, dan
Perorangan
38.041 (30.88%)
53.063 (43.07%)
32.096 (26.05%)
123.200 (100%)
Jumlah 257.857
(116.70%)
96.674 (43.75%)
-133.581 (-60.46%)
220.949 (100%)
Tabel 7. Transformasi Struktur Tenaga Kerja Provinsi Bali selama Tahun 2010-2017
No. Lapangan Usaha
Total Perubahan, Dij
(orang) 1. Primer
(Pertanian, Perternakan, Kehutanan, dan Perikanan+
Pertambangan dan Penggalian)
-711.897 2. Sekunder
(Industri Pengolahan + Listrik, Gas dan Air + Bangunan) 75.012 3. Tersier
(Perdagangan, Hotel, dan Restoran + Pengangkutan dan Komunikasi + Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh + Jasa-Jasa)
352.331
Secara umum penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bali didominasi oleh penyerapan tenaga kerja pada sektor tersier dengan nilai total perubahan terbesar, kemudian diikuti oleh sektor sekunder dan dilanjutkan oleh sektor primer. Sektor tersier mampu memberikan sumbangan tersbesar dalam penyerapan tenaga kerja selama tahun analisis 2010-2017 dibandingkan sektor primer dan sekunder, hal tersebut dapat diketahui bahwa terjadinya pergeseran struktur tenaga kerja Provinsi Bali yang paling ddidominasi oleh tingginya penyerapan tenaga kerja ada sektor tersier dan mengakibatkan terjadinya pergeseran struktur tenaga kerja dari sektor primer ke sektor tersier.
• Menggunakan hasil Sensus Pert (2003-2013) dan hasil Analisisd Shift-Share (2010-2017), dpt disimpulkan
bahwa:
– Penurunan Jlh RT pertanian atau penurunan jumlah petani
– Penurunan TK bekerja di sektor pert yg berpindah ke sektor jasa-jasa.
– Menurunnya minat gener
asi milenial menjadi pengusaha pertanian
• Jika fenomena ini berkelanjutan dikhawatirkan akan mengancam
keberlajutan pertanian Bali dan kehidupan
manusia yg tinggal di Bali.
KEBERLANJUTAN PERTANIAN BALI:
JADIKAN PERTANIAN FARMPRENEURSHIP DAN TERAPKAN AGRICULTURE 4.0
• Solusi dr fenomena penurunan TK di sektor pert dn menurunnya minat generasi milenial utk bertani adalah menjadikan pert farmpreneurship dan terapkan AGRICULTURE 4.0, yg dpt menumbuhkan minat generasi milenial Bali menjadi penguasaha
pertanian (farmpreneurship), shg terjadi alih generasi pengelola
usahatani dan pertanian Bali berkelanjutan.
What is Agriculture 4.0…?
• Agriculture 4.0 – The Future of Farming Technology
• Agriculture 4.0: Disrupting the system is possible with the new technology
• Precision farming, or Agriculture 4.0, refers to systems that employ
drones, robotics, Internet of Things (IoT), vertical farms, artificial
intelligence (AI), and solar energy.
• Through the integration of digital technology into farming practices, companies are able to increase
yields, reduce costs, experience less crop damage and minimize water, fuel and fertilizer usage. For the
consumer this equals cheaper and better quality food.
• So, imagine a farm not unlike what exists across the world today, but with increased automation and
smart technologies that are able to detect the needs of crops and
deliver those necessities automatically.
Agriculture 4.0
• Automatic device
• Digital
information
• Centralise
Need high skill to operate and to analyze some data
Need technician?
Training ? Imitation ?
Exspensive to most farmers &
Reseach er
Precision Agriculture Scheme
Agriculture 4.0
Agriculture 4.0
Agriculture 4.0
Precision agriculture in
Agriculture 4.0 promise a lower ecological impact, cost-saving, more stable yields, and higher
profits.
Agriculture 4.0 vs
Plant Protection
???
What we need to support?
Device/Equipment :
1. Collect pest and diseases quickly ….
2. monitor the existence insect pest and natural enemy
3. Identify pest & diseases precisely
4. rear and breed natural enemy in lab 5. measure level and expansion of attack
6. Control the attack precisely
7. Spread the biopesticides easily
8. Big data analytic
Collect Insect quickly
Before
Drone for
collecting insect from air, top of
plant
Drone for taking picture of insect under water
Monitor the existence insect pest & natural enemy
monitor the existence insect pest &
natural enemy
Recording the activity of insects in the soil or on the surface
Identify pest & diseases precisely
xvcbxnxc
Verania lineata (Coleoptera:
Coccinellidae)
Adding tools for magnification like microscop e
Rear and breed natural enemy in lab
Control the attack precisely
Spread biopesticides easil y
Spraying pesticide onto the fiel d
Imitating legs of insect
Imitating wing of insect
Big data analysis
Are we ready?
Decision in “our hands”
it could be an opportunity or a
problem for our future
Why we have to accept it ?
• Human population is increasing
• the need for food is increasing
• the number of workers/farmers decrease dramatically
• followed by a decrease in land area
PENUTUP
• Pert di Bali (dan Ind) memegang peranan penting dalam kehidupan manusia di bumi ini.
• Pert dlm perkembangannya menghadapi banyak permasalahan yg perlu diatasi.
• Fenomena TK Pert Bali Penurunan Jlh RT pertanian dan TK bekerja di sektor pert., dan menurunnya minat generasi milenial utk bert atau menjd pengusaha pert.
• Solusi fenomena TK Pert Bali adalah menjadikan pert farmpreneurship dan mulai secara perlahan
menerapkan agriculture 4.0, yg dpt menumbuhkan minat generasi milenial Bali menjadi penguasaha
pertanian (farmpreneurship), shg pert Bali berkelanjutan.