• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Seperti yang sudah dipaparkan pada latar belakang dan rumusan masalah, oleh sebab itu peneliti memutuskan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang dirasa sesuai. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana Pandji mewacanakan pendidikan di Indonesia menggunakan dalam stand up comedy yang telah dipilih, sehingga peneliti perlu informasi dan data sebagai bahan pendukung dalam melakukan penelitian.

Pendekatan kualitatif menurut pandangan Muslim (Machmud, 2018) adalah penelitian yang diperuntukan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian kualitatif merupakan teknik penelitian yang kegunaannya diperuntukan dalam meneliti keadaan objek yang natural, yang menempatkan peneliti selaku instrumen kunci, dengan metode pengumpulan data gabungan, analisis data yang bersifat induktif, serta hasil penelitian yang menekankan lebih kepada makna daripada penyamaraatan. Metode ini juga digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam , dan mengandung makna. Makna yang dimaksud yaitu makna sebenarnya, data yang pasti dan terdapat nilai di balik data yang terlihat (Afifudin & Saebani, 2012).

Pemilihan pendekatan penelitian kualitatif dikarenakan peneliti ingin memberikan penggabaran dan penjelasan (to describe and explore) serta memberikan gambaran dan mengungkapkan (to describe and explain) tanda-tanda yang ada dalam stand up comedy Mesakke Bangsaku yang menjadi kesatuan makna.

3.2 Tipe Penelitian

Peneliti memakai jenis penelitian kualitatif interpretatif karena peneliti ingin menunjukan sudut pandang peneliti secara subjektif yang mendorong peneliti berpikir secara kritis dan tidak mengikut sertakan keberpihakan. Tipe penelitian ini juga digunakan dengan cara memfokuskan pada tanda dalam teks dan visual sebagai objek

(2)

28

dalam kajian, dan bagaimana peneliti akan menginterpretasi atau menafsirkan dan memahami kode di balik tanda dalam teks dan visual.

Tipe penelitian ini mampu untuk menyampaikan pemahaman hubungan sosial sebagai kenyatakan dari sosial itu juga keadaan yang sesungguhnya. Dalam Muslimin Machmud menjelaskan bahwa Van Dijk menggabungkan tiga dimensi di dalam analisisnya, yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial (Machmud, 2018).

Penelitian yang menggunakan metode ini dirasa tepat sebab penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan memahami cara Pandji mewacanakan pendidikan pada kalimat- kalimat dan ekspresi satire yang digunakan dalam bit di dalam set pendidikan dalam stand up comedy Mesakke Bangsaku.

3.3 Ruang Lingkup Penelitian

Peneliti menggunakan ruang lingkup yaitu special show stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang berjudul Mesakke Bangsaku yang dilakukan secara live pada tanggal 21 Desember 2013, bertempat di Theater Jakarta yang sebelumnya telah diselenggarakan di 13 kota yang lain. Dan telah dipublikasikan pada website comika.id.

3.4 Unit Analisis

Unit analsis penelitian ini yaitu bit yang berada di set pendididkan dalam stand up comedy mesakke bangsaku. Menurut peneliti, penetapan bit yang ada di dalam pertunjukan ini tepat karena bit merupakan unsur dari stad up comedy yang memiliki bagain yang berisikan asumsi dan bagian yang mematahkan asumsi. Spesial show stand up comedy ini berdurasi kurang lebih dua jam dengan durasi yang berisiakan set pendidikan 36 menit 58 detik. Objek yang akan diteliti berupa kalimat-kalimat dan visual berupa ekspresi yang mengandung satire di dalamnya. Tindakan seperti itu dikerjakan agar lebih mudah mengerti interpretasi wacana di setiap bit yang dibawakan.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Data peneliti ini nantinya dikumpul memakai teknik dokumentasi. Berdasarkan pendapat dari Silverman penelitian kualitatif tidak dengan spesifik melihat yang sesungguhnya berlangsung di lapangan, tetepai melakukan pengumpulan serta pengevaluasi dokumen yang ada. Dokumentasi yang nantinya digabung berupa kumpulan bit yang terdapat pada pertunjukan stand up comedy. Nantinya bahan untuk

(3)

29

dokumentasi akan didapatkan dengan mengunduh materi stand up yang telah dipublikasikan di comica.id.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan prosedur ataupun suatu cara dalam pengerjaan data menjadi suatu informasi yang lebih segar supaya dapat menjadi suatu hal yang lebih sederhana untuk dipahami serta dapat digunakan untuk pemecahan dari dari sebuah persoalan.

Analisis data menurut Patton merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar (Moleong, 2012).

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan membagi seluruh isi materi menjadi beberapa set yang kemudian nantinya dianalisis memakai analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk, yang terdiri dari tiga elemen yaitu teks, kognisi sosial, konteks sosial.

Untuk lebih mudah dalam melakukan analisis data dapat dilihat dalam bentuk tabel berikut:

Struktur Wacana Elemen Hal yang Diamati

Struktur Makro Topik Materi set pendidikan

Superstruktur Skema Opening, Isi, Ending

Struktur Mikro Latar, detail, maksud Latar: Keterangan

tempat/suasana pada set materi stand up

Detail:Hal yang ditekankan dalam materi set pendidikan Maksud: Informasi yang disampaikan dalam materi set

(4)

30

pendidikan

Struktur Mikro Koherensi, bentuk kalimat, kata ganti

Koherensi: hubungan logis antar kalimat satire pendidikan

Bentuk kalimat: Cara berpikir yang logis, tata kebahasaan dalam kalimat

Kata ganti: Penggunaan kata ganti pada set materi pendidikan

Struktur Mikro Leksikon Gaya bahasa yang digunakan

dalam set pendidikan

Struktur Mikro Metafora, Ekspresi Metafora yang digunakan dalam set pendidikan

Ekspresi yang Pandji tunjukan ketika menyampaikan materinya.

(5)

31

Tabel 3.1 Elemen Wacana Van Dijk

Sumber: Alex Sobur, 2009. “Analisis Teks Media”. Hlm. 74 Contoh bentuk analisis

“Einstein pernah bilang setiap anak adalah jenius, tapi jika kamu memandang ikan dari cara dia memanjat pohon, ikan itu akan merasa bodoh seumur hidupnya. Dan itu masalah pendidikan kita di Indonesia, Einstein juga pernah bilang waktu SMP dia bilang ke gurunya “saya gak setuju sama sistem pendidikan dengan menggunakan hafalan, karena itu mematikan kreativitas dan mematikan semangat belajar”, keluar dia dari sekolah. Coba anak SMP ngomong gitu ke gurunya sekarang, keluar juga, dikeluarin tepatnya.

Struktur Wacana

Elemen Hal yang Diamati

Struktur Makro

Topik Topik utama dari bit yang telah terlampir yaitu gambaran pendidikan Indonesia yang memaksakan standar pendidikan kepada seluruh siswa, yang dimana kenyatan yang ada dilapangan tidak semua siswa memiliki kemampuan untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan. Ketidakmampuan dalam memenuhi standar ini menjadikan para siswa merasa bahwa diri mereka tidak pantas, gagal atau bodoh. Padahal hanya karena tidak terpenuhinya satu standar yang telah ditetapkan tidak menjadikan seorang manusia gagal menjadi yang terbaik versi mereka sendiri. Dan bit diatas juga menggambarkan bagaimana posisi pendapat siswa dalam hirarki pendidikan di sekolah, tidak digubrisnya pendapat siswa dalam keberlangsungan pendidikan juga sering kali terjadi di sekolah-sekolah, rasa senioritas dan lebih tahu dari para pengajar menjadikan susah menerima pendapat atau kritik dari yang seharusnya hanya menerima ilmu dari

(6)

32 mereka.

Superstruktur Skema Setiap bit dari stand up terdiri dari setup dan punchline, dalam bit di atas bagian set up berupa “Einstein pernah bilang setiap anak adalah jenius, tapi jika kamu memandang ikan dari cara dia memanjat pohon, ikan itu akan merasa bodoh seumur hidupnya. Dan itu masalah pendidikan kita di Indonesia, Einstein juga pernah bilang waktu SMP dia bilang ke gurunya “saya gak setuju sama sistem pendidikan dengan menggunakan hafalan, karena itu mematikan kreativitas dan mematikan semangat belajar”, keluar dia dari sekolah. dan punchlinenya berupa “Coba anak SMP ngomong gitu ke gurunya sekarang, keluar juga, dikeluarin tepatnya.” Coba anak SMP ngomong gitu ke gurunya sekarang, keluar juga, dikeluarin tepatnya.

Struktur Mikro

Latar, detail, maksud

Latar: Pendidikan di Indonesia yang memaksakan muridnya untuk menghafal dan terpaku pada ketentuan yang ada hingga mematikan kreativitas yang menjadi latar belakang permasalahan pendidikan Indonesia.

Detail: Detail yang dapat dilihat dan diperhatikan dalam bit diatas yaitu pada “tapi jika kamu memandang ikan dari cara dia memanjat pohon, ikan itu akan merasa bodoh seumur hidupnya.” Dan “coba anak SMP ngomong gitu ke gurunya sekarang, keluar juga, dikeluarin tepatnya.”

Kalimat tersebut dapat dilihat secara detail bahwa ingin disampaikannya bagaimana jika cara pandang pendidikan yang dirasa tidak sama dengan apa yang diharapkan dan apabila institusi pendidikan menginginkan hasil yang sama

(7)

33

dari setiap individu yang berbeda maka setiap siswa akan merasa bahwa mereka tidak berguna. Dan kalimat yang selanjutnya menekankan pada gambaran bagaimana ketika siswa menyampaikan kritik atau pendapat terhadap sistem pendidikan yang didapatkan, seorang siswa yang dalam institusi pendidikan jarang tempat bersuara dan hanya dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh institusi yang bersangkutan, walaupun pendapat atau kritikan yang diberikan terdapat kebenaran namun pada kenyataannya masih susah untuk menerima hal tersebut.

Maksud: Maksud dari bit yang terlampir di atas yaitu memperlihatkan bahwa pendidikan Indonesia yang masih melihat dan menilai siswanya dari satu sisi saja walaupun pada nyatanya potensi dalam diri siswa yang masih terpendam dan tidak diakui oleh institusi pendidikan menjadikan siswa kurang kompeten berdasarkan standar pada umumnya, penggunaan Einstein sebagai contoh dalam pemberontakan sistem pendidikan menegaskan bahwa pandangan kritis dari siswa harus diperhatikan karena bisa saja terdapat hal besar yang tersembunyi dalam diri siswa yang memandang sistem pendidikan secara berbeda.

Struktur Mikro

Koherensi, bentuk kalimat, kata ganti

Koherensi: “Einstein pernah bilang setiap anak adalah jenius, tapi jika kamu memandang ikan dari cara dia memanjat pohon, ikan itu akan merasa bodoh seumur hidupnya. Dan itu masalah pendidikan kita di Indonesia, kata “tapi” pada kalimat pertama merupakan bentuk penghubung antara fakta dan proposisi. Dimana penggunaan perkataan Einstein sebagai fakta dan kalimat selanjutnya menjadi proposisi dari fakta yang telah disampaikan

Bentuk kalimat: Bentuk kalimat yang digunakan yaitu

(8)

34

kalimat aktif yaitu dalam kalimat “Einstein juga pernah bilang waktu SMP dia bilang ke gurunya “saya gak setuju sama sistem pendidikan dengan menggunakan hafalan, karena itu mematikan kreativitas dan mematikan semangat belajar”, keluar dia dari sekolah.”

dapat dilihat dari penggunakan kata “menggunakan” dan mematikan” yang merupakan verba.

Kata ganti: dalam bit diatas Pandji menggunakan kata “dia”

sebagai kata pengganti untuk tokoh yang digunakan dalam perumpamaannya atau dalam bit ini sebagai kata ganti untuk Einstein yang digunakan sebagai contoh atau perumpamaan dan Pandji menggunakan kat aganti “kita” sebagai bentuk dari masyarakat Indonesia yang mengenyam pendidikan yang sama.

Struktur Mikro

Leksikon Gaya bahasa yang digunakan dalam bit yang telah dilampirkan yaitu dalam bit kali ini yang dilihat dalam gaya bahasa yaitu pilihan kata yang digunakan oleh, Pandji dimana kata-kata yang dipilih merupakan kata-kata yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti “gak”,

“ngomong” kata-kata yang dipilih tidak baku karena audiensnya berasal dari seluruh kalangan dan menggunakan kata-kata universal yang mudah dipahami merupakan pilihan yang tepat agar tersampainya pesan dengan mudah, dan dikarenakan pertunjukan yang dilakukan tidak berformat formal maka menggunakan bahasa santai menjadi pilihan yang tepat.

(9)

35 Struktur

Mikro

Metafora, Ekspresi

Metafora yang digunakan dalam bit yang telah dilampirkan seperti berikut “Jika kamu memandang ikan dari cara dia memanjat pohon , ikan itu akan merasa bodoh seumur hidupnya” metafora yang digunakan merupakan kutipan dari perkataan Einstein yang menjelaskan tentang bagaimana seorang makhluk hidup yang dalam ini merupakan ikan yang dinilai berdasarkan sesuatu yang berada diluar kendalinya, hal ini ingin disamakan dengan bagaimana siswa yang selalu dinilai berdasarkan hal apa yang tidak mereka kuasanya, sama halnya dengan ikan yang tidak akan mampu memanjat pohon namun ikan sangat mahir berenang, maka setiap siswa juga jika tidak ahli dalam mata pelajaran yang ada di sekolah maka bukan berarti siswa tersebut bodoh atau gagal karena akan selalu hal yang dapat menjadi kelebihan yang dapat terus diasah yang sesuai dengan kemampuan tiap siswa.

Ekspresi:

Pada gambar terlampir memperlihatkan ekspresi yang Pandji tunjukan ketika mengucapkan “Coba anak SMP ngomong gitu ke gurunya sekarang, keluar juga, dikeluarin tepatnya.” Dalam ekspresi Pandji menunjukan bahwa Pandji merendahkan usaha yang coba ditiru oleh anak SMP

(10)

36

yang disebut oleh Pandji untuk mengikuti jejak Einstein, karena tidak akan mendapatkan hasil yang sama, jika Einstein keluar dari sekolahnya dengan sendirirnya karena mengemukaan pendapatnya, maka jika siswa sekarang melakukan hal yang sama keluar dengan alasan yang berbeda, karena menentang ketentuan pendidikan dan dianggap tidak sopan.

Tabel 3.2 Contoh bentuk analisis

Gambar

Tabel 3.1 Elemen Wacana Van Dijk
Tabel 3.2 Contoh bentuk analisis

Referensi

Dokumen terkait

Prajurit Kulon 1650 KK 2018 86.000.000 Pembangunan Saluran Sumolepen (Lanjutan), Pembangunan Plengsengan Buzem Pulorejo (Lanjutan), Pembangunan Saluran Tenggilis

Dalam pada itu ketika Ki Go-thian harus menghindarkan diri lagi dari suatu serangan si orang aneh yang dipandangnya paling tangguh diantaranya tiga lawan itu, diluar dugaan

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Suhir, Suyadi dan Riyadi (2014) melalui data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner

Berikutnya Shou- Ren Hu (2010) mengidintifikasi bahwa jumlah kereta api yang lewat, jalan raya pemisah, jumlah kendaraan, alat pendeteksi hambatan, dan rambu-rambu

Sejak kajian cepat ILO tahun 2014, Indonesia telah melakukan beberapa perbaikan dalam skema sistem jaminan sosial menurut Undang-Undang (UU) Sistem Jaminan Sosial Nasional;

Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan penelitian ini mengenai pengaruh spesialisasi auditor industri eksternal terhadap hubungan audit tenure dan ARL adalah

BPPI sangat berharap agar RUU yang akan digarap, mampu mengatasi berbagai kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian pusaka Indonesia, yang dirasakan selama

Oleh karena itu, Artha Wiweka hadir untuk menjadi solusi dalam penyaluran edukasi mengenai literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik di masyarakat