RENCANA STRATEGIS
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
TAHUN 2017 – 2021
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Rencana Strategis ini merupakan rencana pengembangan FEB UMS untuk periode 2017-2021. Rencana Strategis ini dibangun berdasarkan visi fakultas yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertirmbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan (perubahan lingkungan) yang sedang dan akan berlangsung. Berdasarkan visi tersebut, selanjutnya dirumuskan berbagai tujuan dan sasaran yang akan dicapai empat tahun ke depan.
Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, selanjutnya dirumus-kan skenario untuk mencapainya. Skenario yang dimaksud meliputi strategi dan program pengembangan yang perlu ditempuh, beserta indikator-indikator keberhasilannya.
Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar dalam perubahan masyarakat, yaitu melalui fungsi transformasi sumberdaya manusia, Iptek dan sosial. Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar dengan akan diberlakukakannya era perdagangan bebas dan era globalisasi. Perkembangan masyarakat yang begitu pesat dalam berbagai aspek kehidupan sebagai dampak dari kebutuhan hidup, pembangunan dan globalisasi menuntut penyelesaian yang sistematik dan terus menerus dalam menjawab tantangan kebutuhan jenis dan kualitas sumberdaya manusia. Dalam era globalisasi, pendidikan tinggi akan mengalami kecenderungan perkembangan yang amat cepat dan dinamis sebagai konsekuensi dinamika peluang dan tantangan yang harus dihadapi baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu perguruan tinggi, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis UMS harus mampu menjawab tantangan masa depan tersebut dengan melaksanakan tugas, fungsi dan peran sebaik-baiknya.
Agar upaya yang dilaksanakan dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang sesuai dengan kondisi dan perkembangan Fakultas secara akurat, maka perlu disusun rencana strategis dan rencana operasional. Secara tradisional institusi pendidikan
tinggi mengembangkan diri dengan mekanisme perencanaan jangka panjang yang sering kali dinyatakan dalam bentuk Master Plan (Rencana Induk Pengembangan).
Namun dalam era globalisasi informasi dan komunikasi yang berlangsung cepat ini didapatkan situasi yang menjurus pada perubahan yang amat cepat dan seringkali tidak terduga dan terjadi dalam jangka pendek, maka model perencanaan ini tidak lagi sesuai sehingga perlu dikembangkan model Strategic Planning yang dipandang sebagai pendekatan yang lebih luwes dalam mengantisipasi perubahan tersebut.
Untuk mengelola pengembangan Fakultas dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan, laju perubahan cepat, tuntutan masyarakat yang lebih maju, kehidupan yang sangat dipe-ngaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta glo-balisasi pada umumnya, dirasakan perlunya perencanaan strategis.
Perencanaan strategis pada hakekatnya adalah suatu kerangka kerja yang berorientasi pada penanggulangan isu, sehingga rencana kerja disusun berdasarkan isu pokok. Isu tersebut dijabarkan dari kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal mengindikasikan adanya kemungkinan kekauatan dan kelemahan, sedangkan kondisi eksternal mengindika-sikan kemungkinan peluang dan tantangan yang akan dihadapi.
Perubahan lingkungan di masa depan sangat sulit diprediksi. Selain dipengaruhi faktor internal yang sangat mungkin berubah secara signifikan di kemudian hari, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS juga perlu merespons pengaruh faktor-faktor eksternal, baik secara nasional maupun global. Di masa depan, beberapa faktor di bawah ini perlu diamati dan diantisipasi secara cerdas oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
(1) Perkembangan Ilmu, Teknologi, dan Seni (ipteks)
Pendidikan massal yang dialami oleh umat manusia telah mempercepat pertukaran informasi ipteks dan perkembangan kemajuan ipteks itu sendiri.
Kemajuan ipteks yang diprakarsai oleh dunia Perguruan Tinggi dan dunia industri, atau kerja sama di antara keduanya, telah banyak menguak rahasia alam dengan berbagai fenomenanya. Tidak hanya itu, ipteks telah dimanfaatkan
oleh umat manusia untuk memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupannya dan meningkatkan kesejahteraannya. Ipteks juga dipercaya sebagai satu-satunya perangkat yang bisa mengendalikan kehidupan di atas bumi. Dengan alasan demikian, berbagai bangsa terus berlomba, bersaing atau bekerja sama, untuk menguasai ipteks dunia dari waktu ke waktu.
Aktivitas riset, inovasi, invensi, dan pendidikan, selalu menjadi aktivitas utama di dunia Perguruan Tinggi untuk ikut memelihara dan mengembangkan ipteks bagi masyarakat bangsanya dan juga bagi masyarakat universal. Pesatnya perkembangan ipteks dewasa ini, khususnya Teknologi Informasi (TI) dan komunikasi, telah membawa dampak yang luar biasa terhadap perilaku pendidikan. Perangkat keras dan lunak TI yang terus berkembang akan banyak mengubah sistem dan cara pembelajaran di kemudian hari. Dapat dipastikan bahwa tata pembelajaran klasikal seperti sekarang ini, tidak akan dijumpai lagi di masa depan. Perguruan Tinggi dimanapun suatu saat harus beradaptasi dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan ipteks yang tidak terbendung, termasuk kemajuan teknologi pembelajaran yang akan berubah secara signifikan di masa depan.
(2) Globalisasi dan Keterikatan Dunia
Globalisasi merupakan kecenderungan masyarakat dunia sekarang ini, untuk menata kehidupan yang lebih baik. Kerja sama dan penciptaan jejaring antar negara selalu memerlukan seperangkat parameter-parameter yang relatif sama dan bisa diterima oleh masing-masing negara tersebut. Pada bidang-bidang tertentu (seperti sektor perdagangan, fiskal, pendidikan, dan lain-lain) kecenderungan tersebut menguat, bahkan setiap negara perlu mematuhi berbagai konsensus dunia dengan menandatangani akta perjanjian yang dibuat untuk itu. AFTA 2020 dan aktivitas WTO berkenaan dengan perdagangan bebas sekarang ini merupakan contoh upaya masyarakat dunia untuk membangun kerja sama yang lebih adil dan saling terbuka antar negara, bahkan antara seluruh bangsa di dunia.
Di kemudian hari, konsep globalisasi akan semakin diterima oleh masyarakat modern. Konsep ini akan semakin kuat dan dalam waktu 20-30 tahun dari sekarang mungkin akan menjadi basis pergaulan antar bangsa yang tidak bisa ditawar lagi. Seluruh bangsa di dunia akan berinteraksi dengan cara demikian, karena saling membutuhkan sumber daya materi, energi, dan informasi untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi kehidupan masyarakatnya yang terus berkembang.
Pada tingkat peradaban manusia sekarang ini, pendidikan merupakan hak dasar seseorang dalam hidupnya. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Aktivitas tukar menukar informasi, alih teknologi pembelajaran, bantuan sumber daya pendidikan, kerja sama riset dan pengembangan ipteks, yang berlangsung di kalangan lembaga pendidikan (terutama pendidikan tinggi) menjadi sangat biasa nantinya dan bersifat universal. Pendidikan tinggi, misalnya, dipercaya merupakan tempat persemaian kebudayaan universal umat manusia yang saling terbuka, mengerti, menghormati, dan saling membutuhkan di masa depan. Dengan demikian globalisasi pendidikan akan menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari dan akan memasuki seluruh Perguruan Tinggi yang ingin berkiprah di dunia kemajuan.
(3) Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Tingkat kesejahteraan hidup masyarakat suatu negara bisa dicerminkan melalui tingkat pertumbuhan ekonominya. Angka pertumbuhan yang tinggi dan berlangsung selama bertahuntahun, akan membuat suatu negara memiliki aset dalam jumlah yang besar yang berpotensi untuk membangun masyarakatnya.
Negara maju dan kaya seperti ini akan mampu menciptakan kelompok masyarakat yang terdidik, berperadaban tinggi, dan berkualitas hidup yang bagus.
Hal sebaliknya terjadi bila angka pertumbuhan ekonomi kecil, kurang signifikan, atau bahkan minus. Dinamika pertumbuhan ekonomi juga dapat memperlihatkan bagaimana kondisi ketersediaan lapangan kerja dan jenis
tenaga kerja yang dibutuhkan secara nasional. Bila angka pertumbuhan meningkat dan negara lebih mampu membangun di segala sektor, dapat dipastikan permintaan tenaga kerja meningkat. Untuk mengisi tenaga kerja terdidik/terlatih di berbagai sektor tersebut, tentu saja membutuhkan lulusan Perguruan Tinggi dari berbagai bidang ilmu, teknologi, dan seni. Secara khusus, lulusan Perguruan Tinggi dengan berbagai strata pendidikan (S1, S2, S3,dan spesialis) banyak diminta untuk mengisi keahlian di dunia industri/bisnis dan layanan jasa kepakaran.
Selain perubahan global, Perguruan Tinggi perlu mengamati dinamika pertumbuhan ekonomi nasional untuk dapat mengantisipasi perubahan- perubahan kebutuhan dan penawaran di tingkat nasional. Selain ikut berperan sebagai pemelihara dan pengembang ipteks secara universal, Perguruan Tinggi perlu berperan strategis untuk menghasilkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang dengan berbagai tingkat kompetensi yang dibutuhkan secara nasional. Perguruan Tinggi nasional, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, perlu merancang keterlibatan perannya di kemudian hari untuk kepentingan pembangunan Indonesia.
(4) Kehidupan Sosial dan Budaya
Di lingkungan kehidupan masyarakat modern saat ini, setiap individu berharap dapat hidup dengan tenang dan damai di mana saja berada. Ia dapat berinteraksi dengan siapa saja tanpa rasa takut, tertekan, atau terasing. Ia memperoleh hak dan perlindungan hukum yang sama dari negara. Ia juga memiliki kewajiban yang sama sebagai warga negara. Heterogenitas etnik, ras, agama, dan keyakinan adalah sesuatu yang ada di muka bumi ini, dan hal itu tidaklah penting bagi seseorang yang hidup pada saat ini.
Selain itu tiap individu ingin hidup sempurna bersama dengan anggota masyarakatnya. Ia ingin hidup lebih bermakna dan berguna bagi yang lain. Ia bisa berkreasi dan berekspresi apa saja untuk kepentingan dirinya, masyarakat, dan bangsanya, dengan tidak mengorbankan orang lain. Ia juga dapat menikmati kebudayaan dan kesenian yang merupakan hasil karya akal budi
manusia di mana saja dan oleh siapa saja, yang akan memperkaya kehidupannya. Ia memang menginginkan kehidupan yang komplit, beradab, dan bermakna bagi dirinya, lingkungannya, dan seluruh masyarakat global.
Kehidupan sosial dan budaya demikian belum dapat berlangsung di belahan dunia manapun. Di Indonesia, dengan heterogenitas etnik, golongan, agama, dan keyakinan, pasti juga sulit untuk mencapai kehidupan ideal demikian. Tapi di masa depan, kehidupan sosial/budaya masyarakat Indonesia yang heterogen tersebut selayaknya dinaungi oleh kesadaran terhadap hak asasi manusia, penegakan hukum, dan demokrasi.
Perguruan Tinggi dengan kehidupan intelektualitasnya dapat menjadi kekuatan moral bagi masyarakat untuk mengubah perilaku kelompok yang negatif ke arah positif. Selain itu Perguruan Tinggi diharapkan mampu mengkaji secara ilmiah berbagai masalah kehidupan sosial/budaya dan memberikan solusinya.
Kehidupan di lingkungan Perguruan Tinggi dapat dipengaruhi unsur-unsur negatif oleh masyarakat sekitarnya. Akan tetapi peran Perguruan Tinggi sebagai kekuatan moral masyarakat intelektual yang mampu memperkuat hal-hal positif dan menyeleksi atau menolak unsur negatif bagi kehidupan bermasyarakat yang lebih baik, tetap bernilai strategis. Peningkatan kualitas kehidupan dan hidup manusia merupakan sasaran utama masyarakat Indonesia di masa depan.
(5) Kompetisi Antar Perguruan Tinggi
Kompetisi adalah budaya persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas. Hal tersebut akan terus berlangsung di antara para pesaing selama terjadi keterbatasan sumber daya atau sumber daya tersebut belum tergantikan.
Kompetisi di kalangan Perguruan Tinggi umumnya terjadi karena memperebutkan sumber daya dana yang diperoleh dari mahasiswa. Sumber daya finansial tersebut digunakan untuk biaya operasional institusi, dan juga biaya-biaya pengembangan bagi peningkatan kualitas dan kapasitas institusi tersebut. Peningkatan kualitas dan kapasitas yang signifikan, akan menambah kemampuan Perguruan Tinggi untuk bersaing dengan Perguruan Tinggi lain, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global.
Pada Perguruan Tinggi yang berkualitas dan bereputasi tinggi, rekrutmen calon mahasiswa yang cerdas, staf pengajar yang berkualitas akan lebih mudah.
Perguruan Tinggi yang berkualitas juga lebih mudah membujuk donatur yang berdedikasi, memperkuat kepercayaan kerja sama dengan pemberi dana, memenangkan persaingan dalam berbagai kompetisi bidang ipteks, dan memperoleh bantuan-bantuan dari pihak-pihak luar dan negara donor. Dengan berbagai kemudahan dan kelapangan finansial seperti itu, Perguruan Tinggi tersebut selanjutnya dapat menyelenggarakan berbagai program akademik dan riset keilmuan bermutu tinggi, dan di kemudian hari dapat terus meningkatkan reputasi serta keharuman nama Perguruan Tinggi tersebut di masyarakat.
Di masa depan, kompetisi antar Perguruan Tinggi di Indonesia akan semakin sengit. Bukan hanya memperebutkan jumlah calon mahasiswa yang terbatas sebagai sumber daya finansial, tapi juga karena jumlah Perguruan Tinggi nasional (Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang begitu banyak. Kondisi kritis dapat terjadi pada sebuah Perguruan Tinggi bila masyarakat semakin sadar terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh Perguruan Tinggi. Masyarakat yang sadar kualitas dan memiliki banyak pilihan, tentu akan memilih Perguruan Tinggi yang lebih baik dan meninggalkan Perguruan Tinggi yang tidak berkualitas. Hanya Perguruan Tinggi yang unggul yang akan bertahan dan memenangkan persaingan tersebut, sedangkan Perguruan Tinggi yang berkualitas rendah akan terus terpuruk dan lumpuh. Di tahun-tahun mendatang, bila angka peserta didik Perguruan Tinggi di Indonesia tetap rendah akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang belum membaik, dan tidak dibantu oleh pemerintah (melalui subsidi), maka akan banyak PTS mengalami kesulitan beroperasi.
Kompetisi alamiah seperti ini akan terus terjadi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS akan tetap mengalami suasana kompetisi seperti itu di masa mendatang.
Kondisi-kondisi sulit pasti terjadi. Tapi bagaimanapun, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS harus tetap eksis dan memenangkan kompetisi-kompetisi itu dengan cerdas. Kompetisi akan menciptakan kekuatan, keunggulan, dan reputasi bagi dirinya.
2. Dasar Hukum
a. Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
c. Perencanaan Strategis Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2017- 2021
d. Hasil Rapat kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis UMS tanggal 20 Maret 2017.
3. Maksud dan Tujuan
Perencanaan strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS dimaksudkan untuk:
a. Menjamin kesinambungan dan keajegan kegiatan/program menuju pencapaian tujuan Fakultas.
b. Menyiapkan suatu kerangka kerja yang runtut bagi pertumbuhan dan pengembangan Fakultas.
c. Menyiapkan strategi bagi pengalokasian sumberdaya.
d. Sedangkan tujuan disusunnya perencanaan strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis UMS adalah:
e. Sebagai alat untuk mengantisipasi perkembangan dan dinamika kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
f. Sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan atau tindakan dalam kurun waktu tertentu.
g. Sebagai pedoman dalam mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya secara efesien.
h. Sebagai alat untuk mewujudkan misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
i. Sebagai sarana untuk menjaga kesinambungan pengembangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
j. Sebagai alat untuk menilai kinerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS
4. Ruang Lingkup
Perencanaan strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS mencakup berbagai aspek pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sarana dan prasarana. Perencanaan strategis ini juga dimaksudkan untuk mendorong timbulnya gagasan serta ide baru dalam mengantisipasi globalisasi dengan tetap menjunjung tinggi pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Betapapun baiknya suatu rencana, namun untuk dapat merealisa-sikan rencana tersebut menjadi kenyaataan sangat diperlukan persiapan, kesiapan, komitmen dan tanggung jawab moral dari semua sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
BAB II
DASAR PERENCANAAN STRATEGIS
1. Visi
Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah pada tahun 2029 menjadi pusat unggulan pendidikan bidang ekonomi dan bisnis yang berdaya saing internasional sesuai tuntutan zaman dan memberi arah perubahan berdasar nilai-nilai keislaman.
2. Misi
1. Menyelenggarakan proses pendidikan dalam bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang berkulitas.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penyelenggaraan riset yang berkualitas,
3. Menyelenggarakaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan.
Nilai Dasar dan Landasan Normatif:
a. Integrity and Honesty
Integritas dan kejujuran merupakan landasan berhubungan antar manusia.
Oleh karena itu kami membangun sikap mental integritas dan kejujuran bagi seluruh civitas akademika untuk membangun learning responsibility pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Landasan Normatif:
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (jujur). (QS : Al-Ahzab;70)
Wahai orang-orang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS : Al-Shaff; 2-3)
Wajib bagi kalian untuk jujur, karena jujur itu menunjukkan kebajikan, dan kebajikan itu mengantarkan ke surge. Tidaklah seseorang itu berlaku jujur dan menjaganya, kecuali ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Hindarilah dusta, karena dusta menunjukkan kepada keburukan, dan keburukan menunjukkan kepada api neraka, dan tidaklah seseorang itu berdusta dan membiasakannya, kecuali ditulis di sisi Allah sebagai tukang dusta (HR : Al-Bukhari dan Muslim).
b. Togetherness
Kebersamaan merupakan pemacu kekuatan untuk menghadapi perubahan lingkungan yang kompleks. Oleh karena itu, kami membangun kebersamaan seluruh civitas akademika untuk menjadikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menghasilkan value yang terbaik bagi pemangku kepentingan
Landasan Normatif :
Dan saling tolong-menolonglah dalam kebajikan dan tagwa dan jangan kalian saling tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS:
Al-Maidah : 2)
Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka itu perbaikilah hubungan di antara kedua saudaramu, dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al Hujarat : 10).
c. Science-Based Innovation
Pengembangan pengetahuan merupakan pendorong untuk belajar berkelanjutan. Oleh karena itu, kami membangun sikap mental improvement bagi seluruh civitas akademika untuk menyiapkan lulusan yang berkualitas dan berkompetensi.
Landasan Normatif :
Dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakan, dan bahwasannya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (QS : An-Najm : 39-40)
Sesungguhnya Allah menyukai apabila salah seorang dari kalian melakukan sebuah pekerjaan dengan sempurna. (HR . Al-Baihaqi)
Core Behaviors
Sincerity : Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah SWT
Trust : Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari perilaku dan pikiran positif
Respect : Memiliki orientasi pada nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Responsibility : Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankan dengan penuh rasa tanggung jawab
Honesty : Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dalam setiap perilaku.
Perfection : Berkomitmen pada kemajuan dan kesempurnaan.
4. Tujuan
Tujuan pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta diarahkan untuk:
a. Dihasilkannya lulusan dengan kualifikasi sebagai berikut:
1. Bersifat terbuka, cerdas, mandiri, bertanggung jawab, fleksibel, dan berjiwa wirausaha dalam menghadapi perubahan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman.
2. Mempunyai kemampuan untuk menerapkan pengetahuan serta ketrampilan teknologi yang dimilikinya dan berdaya saing.
3. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bidangnya.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.
BAB III
ANALISIS SITUASI DAN ISU STRATEGIS
A. Analisis Situasi
Penyusunan renstra didasarkan atas analisis situasi yang meliputi kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal mencakup hal-hal yang diidentifikasi sebagai kekuatan dan kelemahan (membutuhkan perbaikan);
sedangkan kondisi eksternal mencakup hal-hal yang diidentifikasi sebagai peluang dan ancaman bagi FEB UMS.
1. Kekuatan internal
a. FEB UMS memiliki lokasi kampus yang secara geografis dan sosiologis unik, strategis, dan berbasis pada masya-rakat, serta memungkinkan pengembangan terencana dan terpadu di masa depan.
b. FEB UMS memiliki variasi keilmuan yang sangat dibutuhkan masyarakat, dengan didukung oleh dosen berkualitas. Visi dan misi FEB UMS yang berorientasi ke depan mencerminkan keunggulan dalam proses dan produk sesuai kebutuhan masyarakat.
c. FEB UMS memiliki tradisi keilmuan yang sangat mapan dalam proses belajar mengajar yang didukung oleh dosen yang berkualitas, fasilitas sarana dan prasarana, teknologi informasi, kerja sama dalam dan luar negeri, dan dalam pemberian penghargaan terhadap karya akademik.
d. FEB UMS telah mengadopsi tata kelola modern berbasis IT di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masya-rakat, penganggaran, audit sistem mutu dan keuangan baik pada tataran Fakultas, Fakultas, Program Studi dan Unit pendukung.
e. FEB UMS memiliki rasio calon mahasiswa yang meningkat, unit dan aset yang prospektif, jejaring kerja sama yang baik, dan telah menarik minat mahasiswa asing.
f. FEB UMS memiliki sistem pengelolaan sumber daya yang efisien melalui perencanaan anggaran dan melalui resource sharing penggunaan ruang dan SDM, dan pengembangan SDM Efisiensi didukung oleh sistem penjaminan mutu yang baik terutama terkait aktivitas akademik.
g. FEB UMS merupakan bagian dari persyarikatan Muham-madiyah yang memiliki jaringan nasional dan inter-nasional
h. FEB UMS menghasilkan jumlah lulusan dan rasio karya aka-demik dosen sangat baik.
i. FEB UMS memiliki kepemimpinan berkomitmen sangat tinggi terhadap pengembangan berbagai aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi, dan merumuskan kebijakannya seba-gai dasar penyusunan program.
2. Kondisi yang membutuhkan perbaikan
a. FEB UMS belum optimal dalam membangun tata kelola kampus dan tata kelola organisasi.
b. Kurikulum kurang berorientasi pada dunia kerja/ kebutuhan masyarakat dan masih bertahan pada tataran keilmuan, sedangkan proses pembelajaran oleh dosen belum optimal memasukkan unsur soft-skill dan tidak terintegrasi dengan kegiatan penelitian.
c. Nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan belum tercermin secara utuh dalam kehidupan kampus.
d. Kualitas karya ilmiah dosen belum merata dan karya ilmiah dosen yang mengarah pada kompetensi unggulan dan dukungan sarana dan prasarana untuk kegiatan dosen dalam Tridharma kurang memadai.
e. Produktivitas dalam bidang pendidikan masih perlu ditingkatkan terkait dan IPK lulusan pada sebagian Program Studi yang masih di bawah 3,0.
f. Manajemen internal organisasi belum berjalan optimal karena kendala kapasitas tenaga kependidikan, sistem informasi yang belum teritegrasi, pengelolaan IT yang belum mengikuti standar tata kelola.
Di sisi lain, mana-jemen pendidikan dipandang perlu untuk memperbaiki rasio dosen dan mahasiswa serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana bagi dosen untuk meningkatkan produktivitasnya.
g. Keberlanjutan (sustainability) institusi masih lemah pada aspek struktur demografi kepegawaian, ketergantungan sumber pendanaan dari mahasiswa, tata kelola aset, tingkat selektivitas mahasiswa baru dan asal mahasiswa yang terkonsentrasi di Jawa Tengah.
h. Pengelolaan organisasi belum efisien dalam aspek pe-manfaatan laboratorium dan pemanfaatan potensi dosen.
i. Kondisi lingkungan FEB UMS yang mendukung implementasi nilai- nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
j. FEB UMS belum mampu membangun “brand” kuat dan penamaan khas yang dapat menimbulkan kebanggaan.
3. Peluang pengembangan
a. Minat masyarakat untuk masuk ke atau bekerjasama dengan FEB UMS cukup tinggi.
b. Pemerintah dan persyarikatan memberi otoritas kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi.
c. Tersedianya sumber dana eksternal baik dari pemerin-tah maupun non-pemerintah untuk pengembangan penelitian, pengabdian
masyarakat, pengembangan pendidi-kan, pengembangan SDM, dan infrastruktur.
d. Terbukanya jaringan tingkat nasional dan internasional untuk pengembangan penelitian, pengabdian masyara-kat, pengembangan pendidikan dan pengembangan SDM.
e. Semakin membaiknya kondisi ekonomi nasional.
f. Akses informasi yang tidak terbatas dan mudah dijang-kau dengan perkembangan IT.
g. Pemberlakuan regulasi global, seperti ASEAN Commu-nity, yang berpengaruh pada kesempatan kerja lulusan dan perluasan kerja sama.
h. Implementasi KKNI (2012) dan SNPT (2014).
4. Situasi lingkungan
a. Tuntutan untuk pelayanan bertaraf internasional semakin besar.
b. Kebanyakan calon mahasiswa tidak memandang FEB UMS sebagai pilihan pertama.
c. Kompetisi dengan perguruan tinggi lain baik negeri, swasta dalam negeri maupun asing sangat ketat.
d. Keberpihakan pemerintah kepada perguruan tinggi negeri sangat tinggi.
e. Pemberlakuan regulasi global, seperti ASEAN Community, berpengaruh pada pergeseran animo masyarakat
f. Kepercayaan pengguna terhadap produk FEB UMS baik karya akademik maupun lulusan masih rendah
B. Isu Strategis
Berdasarkan analisis terhadap kondisi internal dan eksternal, maka dirumuskan tujuh isu strategis dalam pengembangan program FEB UMS pada periode 2017-2021, yang di satu sisi dapat memaksimisasikan
kekuatan dan peluang dan, di sisi lain, dapat meminimisasi kelemahan dan ancaman. Ketujuh isu strategis tersebut adalah sebagai berikut: (1) penguatan reputasi FEB UMS melalui kinerja penyelenggaraan pendidikan, kinerja penyeleng-garaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, (2) penguatan kualitas lulusan untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, dan (3) Implementasi Al-Islam dan Kemuham-madiyahan dalam kehidupan akademik, (4) pemantapan kinerja manajemen fakultas yang meliputi bidang manajemen sumberdaya insani, keuangan, sumberdaya fisik, pengembangan kampus, administrasi akademik, pengembangan perpustakaan, dan teknologi informasi, (5) budaya organisasi dan iklim akademik, dan (6) jaringan kerjasama (networking). Ketujuh aspek tersebut bukanlah bagian-bagian yang terpisah, melainkan saling berhubungan yang membentuk suatu kesatuan yang utuh.
BAB III
SASARAN DAN STRATEGI PENCAPAIAN
A. Sasaran
Sasaran-sasaran yang dikembangkan di dalam renstra 2017-2021 ini diderivasi dari kedua tujuan utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan merupakan keberlan-jutan dari sasaran pada renstra 2017-2021. Di dalam renstra 2017-2021 ini terdapat penajaman- penajaman strategi yang dikembangkan untuk dapat mewujudkan sasaran yang telah dicanangkan.
Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, renstra 2017-2021 menetapkan empat sasaran, yaitu: (1) penguatan reputasi FEB UMS di tingkat nasional dan internasional, (2) akselerasi kinerja bidang penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan publikasi ilmiah yang berbasis pada kebutuhan pemangku kepentingan, (3) kepeloporan dalam pendidikan Islami yang berkemajuan,, (4) optimalisasi IT untuk pengelolaan lembaga,. Masing-masing sasaran dicapai melalui strategi-strategi tertentu dengan indikator-indikator ke- tercapaian sasaran tertentu.
B. Strategi Pencapaian
1. Penguatan reputasi UMS di level nasional dan internasional dicapai dengan strategi sebagai berikut:
a. Pengembangan kurikulum berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, capaian kompetensi, dan Learning Outcome, b. Adapsi/konvergensi sistem penjaminan mutu berstandar nasional dan
internasional
c. Peningkatan kemampuan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat dan bakat,
d. Kolaborasi dengan institusi dalam dan luar negeri untuk pengembangan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat.
2. Akselerasi kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan pemangku kepentingan dicapai dengan strategi sebagai berikut:
a. pembentukan kelompok peneliti/pusat unggulan,
b. pengembangan jaringan riset dengan industri/masyarakat, c. peningkatan jumlah publikasi ilmiah.
3. Kepeloporan dalam pendidikan Islami yang berkemajuan dicapai dengan strategi strategi sebagai berikut:
a. pembinaan terprogram terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah dan komunitas /masyarakat,
b. penguatan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan kampus, c. pengembangan ilmu dan teori berbasis nilai-nilai Islam untuk bidang-
bidang yang relevan yang mewarnai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Optimalisasi IT untuk pengelolaan lembaga dicapai dengan strategi penyempurnaan manajemen sistem informasi universitas yang lengkap, akurat dan mutakhir.
Sasaran Strategi Indikator
Deskripsi indikator 2017 2018 2019 2020 2021 1. Penguatan
reputasi FEB UMS di level nasional dan internasional
1.a. Penguatan VMTS FEB UMS berdimensi internasional
1.a.1. Jumlah pelibatan PT mitra internasional dalam
perumusan VMTS 0 0 1 1 2
1.a.2. Jumlah pelibatan dunia usaha mitra internasional dalam
perumusan VMTS 0 0 1 1 1
2. Penguatan tata pamong dan tata kelola
2.a. Peningkatan benchmarking
2.a.1. Jumlah benchmarking PT mitra internasional untuk
struktur organisasi 0 0 1 1 2
2.a.2. Jumlah benchmarking PT mitra internasional untuk
penambahan tupoksi jabatan struktural 0 0 1 1 1
2.a.3. Penguatan unit-unit UPPS bersertifikasi ISO 0 0 0 0 1 2.b. Penguatan kerjasama
mitra PT internasional dan atau non PT internasional
2.b.1. Jumlah realisasi kerjasama internasional dengan PT atau non PT internasional dan dunia usaha
2 3 4 5 8
3. Peningkatan reputasi mahasiswa
3.a. Kolaborasi dengan institusi luar negeri untuk peningkatan akademik
3.a.1. Jumlah prestasi akademik mahasiswa dalam kompetisi
internasional 1 2 2 3 4
3.a.2. Jumlah mahasiswa internasional 1 1 2 2 2
3.a.3. Jumlah student exchange 10 16 18 20 20
3.a..4. Persentase publikasi internasional mahasiswa 0,7% 0,8% 0,9% 1% 1%
3.b. Kolaborasi dengan institusi luar negeri untuk peningkatan minat dan bakat
3.b.1. Jumlah prestasi minat dan bakat mahasiswa dalam kompetisi internasional
1 2 4 5 5
Sasaran Strategi Indikator
Deskripsi indikator 2017 2018 2019 2020 2021 3.c. Peningkatan
kompetensi Mahasiswa
3.c.1. Persentase keterlibatan mahasiswa dalam penelitian 1% 1,5% 1,5% 1,5% 2%
3.c.2. Persentase PkM mahasiswa 1% 1,5% 1,5% 1,5% 2%
3.c.3. Jumlah mahasiswa bersertifikasi profesi 0 0 0 0 10
3.c.4 Jumlah program kreatitifas mahasiswa yang didanai
Dikti 1 1 1 1 3
4. Penguatan SDM
4.a. Peningktan Kualifikasi dosen
4.a.1. Jumlah dosen bergelar doktor 3 5 9 15 25
4.a.2. Jumlah dosen bersertifikasi profesi 0 2 2 5 10
4.a.3. Jumlah dosen memiliki Jafung Lektor dan Lektor
Kepala 5 35 40 45 50
4.a.4. Jumlah dosen memiliki Jafung Guru Besar 3 3 3 3 3
4.a.5. Jumlah visiting lecturer 0 1 2 2 2
4.a.6 Jumlah Dosen sebagai pembicara Seminar Internasional 0 0 0 1 1 4.a.7 Jumlah dosen yang menjadi reviwer jurnal internasional 1 1 1 1 1 4.b. Peningktan
Kualifikasi Tedik
4.b.1. Jumlah tendik bersertifikasi profesional 0 0 0 1 1
4.b.2. Jumlah tendik yang dikursuskan bahasa asing 0 0 1 1 1 5. Optimalisasi
keuangan dan sarana prasarana
5.a. Peningkatan income generating
5.a.1. Persentase pendapatan selain dari mahasiswa 1% 1% 1% 1% 2%
5.a.2. Nilai indeks efisiensi keuangan 60 60 70 85 85
5.b.1. Jumlah Sarana dan Prasarana bersumber dari alumni 10 jt 10jt 20jt 20jt 50jt
Sasaran Strategi Indikator
Deskripsi indikator 2017 2018 2019 2020 2021 5.b. Pengembangan
sarana prasarana sesuai Rencana Induk
Pengembangan
5.b.2. Jumlah fasilitas difabel 0 0 0 2 2
5.b.3. Penambahan fasilitas K3 0 0 0 2 2
5.b.4. Desain ruangan hemat energi 0 0 0 2 2
5.b.5. Penambahan kelas daring 0 0 0 0 2
6. Peningkatan pengelolaan proses belajar mengajar (PBM)
6.a. Internasionalisasi kurikulum
6.a.1. Benchmarking PT mitra luar negeri dalam review kurikulum
0 0 1 1 3
6.a.2.Pelibatan pengguna lulusan dalam review kurikulum penambahan mata kuliah berdaya saing internasional
0 0 2 3 5
6.b. Peningkatan metode pembelajaran
6.b.1. Pelbatan dosen dalam Workshop Active Learning 0 0 5 8 10 6.b.2. Pengunggahan RPS masing-masing dosen pada LMS 0 0 5 8 10 7.Peningkatan
pengelolaan penelitian
7.a. Peningkatan daya saing riset dosen
7.a.1. Jumlah penelitian dosen dengan sumber dana dari luar negeri
0 0 0 1 1
7.a.2. Jumlah publikasi ilmiah internasional dosen 5 7 9 10 15 7.b. Peningkatan sumber
dana hibah dari luar PT
7.b.1. Jumlah Penelitian dosen yang lolos hibah dari luar PT 5 5 5 10 10
8. Peningkatan pengelolaan pengabdian
8.a. . Peningkatan daya saing PkM dosen
8.a.1. Jumlah PkM dosen dengan sumber dana dari luar negeri 0 0 0 1 1
8.a.2. Jumlah publikasi PkM dosen 1 1 1 1 4
Sasaran Strategi Indikator
Deskripsi indikator 2017 2018 2019 2020 2021 kepada
masyarakat (PkM
8.b. Peningkatan sumber dana hibah dari luar PT
8.b.1. Jumlah PkM dosen yang lolos hibah dari luar PT 0 0 0 1 1
BAB VI PENUTUP
Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS tahun 2017-2021 adalah merupakan acuan bagi pengembangan dan arah dari seluruh kegiatan sivitas akademika. Dengan Renstra ini diharapkan Pimpinan Fakultas akan menentukan langkah yang berupa kebijakan-kebijakan untuk mencapai tujuan sehingga semua kegiatan yang ada di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS akan lebih terarah. Dalam Renstra ini telah disajikan visi, misi dan tujuan Fakultas dalam menghadapi tantangan masa depan sesuai dengan tugas yang diemban sebagai lembaga pendidikan. Renstra ini disusun untuk jangka waktu 4 tahun dan dalam pelaksanaannya tentunya akan dilengkapi dengan Rencana Operasi (Renop) dan Rencana Implementasi Tahunan dan Anggarannya.
Selain itu, butir-butir strategi pengembangan yang merupakan bagian utama dari Renstra ini perlu dijabarkan dalam panduan teknis dan disosialisasikan agar implementasinya secara operasional dihayati dan didukung oleh sivitas akademika. Rencana ini bukanlah suatu yang tidak dapat berubah, setiap dua tahun atau tahunan akan dikaji dan dievaluasi apakah rencana tersebut masih relevan dengan situasi dan kondisi, jika dinamika kegiatan Fakultas memang lajunya lebih cepat, maka Renstra ini akan diubah atau disesuaikan.
Kunci keberhasilan pelaksanaan Renstra ini pada hakekatnya ditentukan oleh: (a) komitmen dari segenap sivitas akademika untuk melaksanakan / mengimplementasikan dalam kegiatan nyata; (b) berkembangnya atmosfir akademik yang kondusif; (c) kedisiplinan dari pelaksana, serta (d) berkembangnya budaya kualitas.