34
Sejarah Singkat dari BSM pada saat krisi Multi-dimensi yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998 membawa hikmah tersendiri bagi tonggak sejarah sistem perbankan syariah Indonesia.
disaat bank-bank konvensional imbas dari krisis ekonomi, saat itulah berkembang pemikiran mengenai suatu konsep yang dapat menyelamatkan perekonomian dari ancaman krisis yang berkepanjangan. Disisilain, untukmenyelamatkanperekonomiansecara global, pemerintahmengambilinisiatifuntukmelakukanpenggabungan (merger) 4 (empat) bank pemerintah, yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim danBapindo, menjadisatusatu bank yang kokohdengannamaPT.Bank Mandiri (persero) Tbk. Pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakanpenggabungantersebutjugamenetapkan PT.
BankMandiri(persero) Tbk sebagai pemilik mayoritas PT. BankSusila Bakti (BSB).PT. BSB merupakan salah satu bank konvensional yang dimiliki oleh yayasan kesejahteraan pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi. Untuk keluar dari krisis ekonomi, PT BSB juga melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing.
Sebagai tindak lanjut dari pemikiran pengembangan sistem ekonomi syariah, pemerintah memberlakukan UU No. 10 tahun 1998 yang memberi peluang bagi Bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Sebagai respon, PT Bank Mandiri (persero) Tbk melakukan konsolidasi serta membentuk timpengembangan perbankan syariah, yang bertujuan untuk
mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan PT Bank Mandiri (persero) Tbk.
Tim pengembangan perbankan syariah memandang bahwa pemberlakukan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank susila Bakti dari Bank konvensional menjadi Bank Syariah. Oleh karenanya, tim pengembangan perbankan syariah segera mempersiapkan sistem dan insfrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BBS bertransformasi dari bank konvensioanl menjadi Bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan Nama PT.
Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam akta Notaris:
Sutijipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999. Perubahan kegiatan usaha BBS menjadi Bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/KEP.BI/1999, 25 oktober 1999. Selanjutnya, melalui surat keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999, BI menyetujui perubahan nama sebagai PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Menyusul pengukuhan dan pengakuan legel tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggak 1 November 1999.
PT Bank Syariah Mandiri hadir dan tampil dengan harmonisasi idealismeusahadengannilai-nilai spiritual.Bank Syariah Mandiri tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan keduanya, yang melandasinya kegiatan operasional.Harmonisasi idealisme salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri kiprahnya di perbankan Indonesia.Tingkat kesehatan Bank Syariah Mandiri berdasarkan PBI nomor 9/1/PBI/2007 tanggal 21 Januari 2007 tentang sistem penilaian tingkat kesehatan Bank umum berdasarkan prinsip syariah,
Bank melakukan penilaian tingkat kesehatan secara delf assessment.
Untukmengukurkemampuanmanejemen dalam mengelolah bank dalam suatu periode tertentu dibawah kondisi perekonomian dan industry keunagan. Adapunpenilaian selfssessmeningkatkan kesehatan bank pada tahu 2011 sebagai berikut:
Rasio kecukupan modal bank selama periode Januari 2011 sampai dengan September 2011 tingkat kesehatan bank berada padaperingkat 2 denganrasiokecukupan modal di bawah 12,00 % (peringkat 2 menunjukkan tingkat modal berada lebih tinggi dari
ketentuan KPMM yang berlaku).
Peringkatmanejemenrisikoselamaperiodetahun 2011adalah B. hal ini terutama diakibatkan oleh peningkatan jumlah sumber daya insan dan jaringan kantor yang cukup signifikat. Namun peningkatan risiko-
risiko tersebut dapatdiiringi bank
denganmemperkuatmanejemenrisikodansistempengendalian intern.
Selama tahun 2011, secara keseluruhan tingkat Bank memperoleh peringkat ke 2 (dua) untuk mencerminkan Bank tergolong baik dan menejemen mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan.
Perkembangan Bank Syariah Mandiri di tahun 2011 kinerja perseroan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Perseroan menyakini pertumbuhan yang tinggi yaitu 49,84 % untuk aset 53,23 % untuk pembiayaan, dan 46,97% untuk DPK. Dengan demikian, aset tumbuh dari Rp. 32,48 Triliun menjadi Rp. 48,67 Triliun, pembiayaan tumbuh dari Rp. 23,97 Triliun menjadi Rp.36,73 Triliun, pendanaan atau DPK tumbuh menjadi Rp. 29.,00 Triliun menjadi Rp. 42,62 Triliun.
Posisi aset , pembiayaan, dan pendanaan tersebut semuanya, melampaui target yaitu masing-masing mencapai 106, 51%, 102,51%,
dan 105,78% dari target yang ditetapkan. (Buku Laporan Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat tahun 2011, 10 Agustus 2017)
2. Visi Misi Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat 2.1. Visi Misi Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat
Adapun visi dari Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat dapat dilihat sebagai berikut:
THE LEADING DAN MODERN SHARIA BANK(BANK SYARIAH TERDEPAN DAN TERMODREN)
BANK SYARIAH TERDEPAN: Menjadi Bank Syariah yang selalu unggul diantara pelaku industry Perbankan Syariah di Indonesia pada Segmen Consumer, Micro, SME, Commercial, dan Corporate
BANK SYARIAH MODERN: Menjadi Bank Syariah dengan system layanan dan teknologi mutakhir yang melampaui harapan Nasabah.
Misi Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat
1. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industri yang berkesinambungan.
2. Meningkatkan kualitas produk dan layanan, berbasis teknologi yang melampaui harapan Nasabah.
3. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan pada segnen ritel.
4. Mengembangkan bisnis atas dasar nilai-nilai syariah universal.
5. Mengembangkan manejemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.
6. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. (Buku Laporan BSM, 09 Agustus 2017)
2.2. Budaya dan Prinsip operasional Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat
Bank Syariah Mandiri sebagai Bank yang beroperasi atas dasar prinsip Syariah Islam menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhlaqul karimah ( budi pekerti yang mulia), yang terangkum dalam lima sikap dasar yang disebut SIFAT, yaitu:
a. Siddiq (Integritas)
BersikapJujurterhadapdiri sendiri, orang lain dan Tuhan yang Maha Esa.
b. Istiqamah ( Konsisten)
Bersikapteguh, sabardan bijaksana.
c. Fathanah ( Profesional )
Professional, displin, mentaati peraturan bekerja keras dan inovatif.
d. Amanah ( tanggung Jawab)
Penuh rasa tanggung jawab dan saling menghormati dalam menjalankan tugas dan melayani Mitra.
e. Thabliq ( Kepemimpinan)
Bersikapmendidik, membinadanmemotivasipihak lain (parapegawai dan mitra usaha) untuk meningkatkan fungsinya sebagai khalifah di dunia.
Dalam operasionalnya, Bank Syariah Mandiri berada dalam Koridor Prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Keadilan, Bank Syariah memberikan bagihasil, transfer prestasidanmitrausahasesuaidengankerjanyamasing-masing dalam proposi yang adil. Aplikasi prinsip keadilan tersebut adalah pembagian keuntungan antara bank dan pengusaha atas dasar volume penjualan riil.
2. Kemitraan, posisi nasabah investor, pengguna dan bank berada dalam hubungan yang sejajar sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan bersama yang menguntungkan dan bertanggung jawab.
3. Transparansi (keterbukaan), transparansi merupakan factor interen yang melekat dan menjadi bagian dalam sistem perbankan Syariah. Melalui laporan keuangan dana Bank yang terbuka secara berkesinambungan, nasabah pemilik dana dapat dengan segera mengetahui tingkat keamanan dana, situsi dunia usaha, kondisi perekonomian bahkan manejeman Bank.
4. Universal, dalam kemitraan Bank Syariah Mandiri harus menjadi alat ampuh untuk mendukung perkembangan usaha tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan dalam masyarakat sesuai dengan prinsip islam sebagai Rahmatan lil alamin.
3. Produk-Produk Bank Syariah Mandiri 4.1. Pendanaan
Adapun produk-produk dari pendananan yaitu:
a. BSM Tabungan
Tabungan dalam Mata Uang dengan Akad Mudharabah Muttaqah yang penarikannya sesuai syarat tertentu yang disepakati.
b. BSM Tabungan Berencana
Tabungan berjangka dengan nisbbah bagi hasil berjenjang serta kepastian bagi penabung maupun ahli waris untuk memperoleh dananya sesuai target waktu dan dengan perlindungan asuransi gratis.
c. BSM Tabungan Simpatik
Tabungan dalam mata uang Rupiah berdasarkan prinsip Wadiah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat- syarat tertentu yang disepakati.
d. BSM tabungan Mabrur
Tabungan dalam membantu masyarakat mata uang Rupiah untuk membantu pelaksanaa Ibadah Haji dan Umrah.
e. BSM Tabungan Dollar
Tabungan dalam mata uang Dolar yang penarikannya dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan dengan menggunakan slip penarikan.
f. BSM Tabungan Investasi Cendekia(TIC)
Tabungan berjangka yang diperuntukkan bagi masyarakat dalam melakukan perencanaan keuangan, khususnya pendidikan bagi puta/putrid.
g. BSM Deposito
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang Rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip Mudharabah Muthlaqah untuk perorangan dan non-perorangan.
h. BSM Deposito Valas
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang dollar yang dikelola berdasarkan prinsip Mudharabah Muthlaqah untuk perorangan dan non-perorangan.
i. BSM Giro
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang Rupiah untuk kemudahan transaksidengan penngelolaan berdasarkan prinsip Wadiah yad Dhamanah.
j. BSM Giro US Dolar
Simpanan dalam mata uang dollar Amerika yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan prinsip Wadiah yad Dhamanah.
k. BSM Giro Singapore Dollar
Simpanan dalam mata uang dollar Singapore yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan prinsip Wadiah yad Dhamanah l. BSM Giro Eoro
Simpanan dalam mata uang dollar Eoro yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan prinsip Wadiah yad Dhamanah
m. BSM Obligasi
Surat berharga jangka panjang berdasrkan prinsip Syariah yang mewajibkan Emiten (BSM) untuk membayar pendapatan bagi hasil/kupon dan membayar kembali dana Obligasi Syariah pada saat jatuh tempo.
n. BSM Tabungan Perusahaan
Tabungan yang hanya berfungsi untuk menampung kelebihan dana rekening giro yang dimilikiinstitusi/perusahaan berbadan hukum dengan menggunakan fasilitas Autosave.
4.2. Produk pembiayaan
Adapun produk dari pembiayaan diantaranya:
1. BSM Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan Mudharabah BSM adalah pembiayaan dimana seluruh modal kerja yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh Bank. keuntungan yang diperoleh bagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.
2. BSM Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan khusus untuk modal kerja, dimana dana Bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.
3. BSM Pembiayaan Murabaha
Pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara Bank dan nasabah.Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.
4. BSM Pembiayaan Talangan Haji
Merupakan pinjaman dana talangan haji dari Bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperolh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.
5. BSM Pembiayaan Istishna
Pembiayaan pengadaan barang dengan skema Istishna adalah pembiayaan jangka pendek, menegah, dan panjang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengadaan barang(objek istishna), dimana masa angsuran melebihi periode pengadaan barang (goods in process financing) dan bank mengakui pendapatan yang menjadi haknya pada peiode angsuran, baik pada saat pengadaan berdasarkan persentase penyerahan barang, maupun setelah barang selesai dikerjakan.
6. Pembiayaan dengan skema IMBT (Ijarah Muntahiyah Bittamilk) Pembiayaan IMBT adalah fasilitas pembiayaan dengan skema sewa atas suatu objek sewa antara bank dan nasabah dalam periode yang ditentukan yang ditentukan yang diakhiri dengan kepemilikan barang ditangan nasabah.
7. Pembiayaan mudharabah Muqayyad Off Balance Sheet
Penyaluran dana mudharabah muqayyad dimana bank bertindak sebagai agen (channeling agent) sehingga bank tidak menanggung resiko.
8. BSM customer network financing
Fasilitas pembiayaan modal kerja yang diberikan kepada nasabah (agen, dealer, dan sebagainya) untuk pembelian persediaan/ inventory barang dari rekanan (ATPM, produsen/distributor, dan sebagainya) yang menjalin kerjasama dengan bank.
9. BSM Pembiayaaan Resi Gudang
Pembiayaaan resi gudang adalah pembiayaan transaksi komersial dari suatu komoditas/produk yang diperdagangkan secara luas dengan jaminan utama berupa komoditas/produk yang dibiayai dan berada dalam suatu gudang atau tempat yang terkontrol secara independen.
10. BSM pembiayaan Edukasi
Pembiayaan jangka pendek dan menegah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/ lembaga kependidikan lainnya atau uang pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah.
11. PKPA (pembiayaan kepada koperasi karyawan untuk para anggota)
Penyaluran pembiayaaan kepada koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumen para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan.
12. BSM Implan
Pembiayaan konsumen dalam valuta Rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahan/anggota kopkar yang pengajuannya dilakukan secara missal (kolektif).
13. Pembiayaan dana berputar
Fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktu- waktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah.
14. BSM Pembiayaan pemilikan rumah
Pembiayaan Griya BSM adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumen) , baik baru maupun bekas, di lingkungan developer maupun non developer dengan sistem murabahah.
15. BSM optima pembiayaan pemilikan rumah
16. Pembiayaan Griya BSM Optimal adalah pembiayaan pemilikan rumah dengan tambahan benefit berupa adanya fasilitas pembiayaan tambahan yang dapat diambil nasabah pada waktu tertentu sepanjang coverage atas agunannya masih dapat meng- cover total pembiayaannya dan dengan memperhitungkan kecukupan debt to servise ratio nasabah.
17. Pembiayaan pemilikan rumah (PPR) syariah bersubsidi
Pembiayaan untuk pemilikan/pembelian rumah sederhana sehat (RS sehat/RSH) yang dibangun oleh pengembang dengan dukungan subsidi unag muka dari pemerintah, yang ditujukan kepada golongan berpendapat tetap (pegawai/karyawan).
18. Pembiayaan Umrah
Pembiayaan jangka pendek yang digunakan untuk memfasilitas kebutuhan biaya perjalanan umroh, seperi tiket,
akomoditas, dan persipana biaya umroh lainnya dengan akad ijarah.
19. BSM pembiayaan Griya Rp.0 %
Pembiayaan Griya BSM tanpa disyaratkan adanya unag muka bagi nasabah, dimana nilai pembiayaan adalah sebesar Rp.
100 % dari harga transaksi rumah.
20. BSM sistem pembayaran Offline
Sistem pembayaran BSM secara off line yang dapat dilakukan oelh institusi yang memiliki pelanggna yang banyak untuk melakukan pembayaran dari pelanggan institusi di seluruh konter BSM.
21. Pembiayaan dengan agunan investasi terikat syariah mandiri.
Pembiayaan dengan agunan berupa dana investasi (Cash collateral) dimana pemilik dana (investor) memberikan batasa kepada Bank mengenai tempat, cara dan objek investasinya.
22. Pembiayaan kepada pensiunan
Penyaluran fasilitas pembiayan konsumen (termasuk pembiayan Multiguna) kepada para pensiunan, dengan pembayaran angsuran dilakukan melalui yang diterima Bank setiap bulan (pensiuanan bulanan).
23. Pembiayaan peralatan kedokteran
Pemberian fasilitas pembiayaan kepada para professional di bidang kedokteran/kesehatan untuk pembelian peralatan baru penunjang kerja.
4.3. Layanan 1. BSM Card
Merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan, pembayaran, dan pemindahbukuan dana pada ATM BSM, ATM mandiri, ATM bersama, maupun ATM Bank card. Selain itu juga berfungsi sebagai kartu debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di merchant-merchant yang berlogokan “Gunakan BSM card anda disini.
2. BSM Sentra Bayar
Merupakan layanan bak dalam menerima pembayaran tagihan pelanggan pada pihak ketiga (PLN, Telkom, indosat, telkomsel). Layanan sentra bayar dapat dilakukan dnegan setoran uang kas atau debet rekening melalui teller, ATM, SMS banking, atau proses autodebet secara bulanan.
3. BSM mobile Banking
Merupakan produk layananperbankan yang berbasis teknologi SMS telepon selular (ponsel) yang memberikan kemudahan untuk melakukan berbagai transaksi perbankan dimana saja, kapan saja.
4. BSM net Banking
Merupakan fasilitas layanan bank bagi nasabah untuk melakukan transaksi perbankan (ditentukan Bank) melalui jaringan internet dengan sarana computer.
5. BSM Mobile Banking GPRS
Merupakan produk layanan perbankan yang berbasis teknologi GPRS telepon selular (ponsel) yang memberikan kemudahan untuk melakukan berbagai transaksi perbankan dimana saja, kapan saja.
6. PPBA (pembayaran melalui menu pemindabukuan di ATM)
Merupakan layanan pembayaran institusi (lembaga pendidikan, asuransi, lembaga khusus, lembaga keuangan non bank) melalui menu pemindahbukuan di ATM.
7. BSM pooling Fund.
Merupakan fasilitas yang disediakan oleh bank yang memudahkan nasabah untuk mengatur atau mengelolah dana setiap rekening yang dimiliki nasabah secara otomatis sesuia keinginan nasabah.
8. BSM pertukaran Valas
Pertukaran mata uang Rupiah dengan mata unag asing atau mata uang asing dnegan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BSM dengan nasabah.
9. BSM Bank garansi
Janji tertilis yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga, dimana bank menyatakan sanggup memenuhi kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga maksud apabila pasa suatu waktu tertentu yang telah ditetapkan pihak yang dijamin (nasabah) tidak memenuhi kewajibannya.
10. BSM Electronic payroll.
Pembayaran gaji karyawan institusi melalui teknologi terkini BSM secara mudah,, aman dan fleksibel.
11. BSM SKBDN
Janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat BSM sebagai bank pembuka untuk membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima, atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima, atau untuk menegoisasikan wesel-wesel yng ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen (untuk saat ini khusus BSM dengan BSM).
12. BSM letter of credit
Janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat BSM sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau ordernya atau menerima dan wesel pada saat jatuh tempoyang ditarik penerima, atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima, atau untuk menegoisasikan wesel-wesel ynag ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen.
13. BSM transfer western Union
Jasa pengiriman uang/peneriman kiriman uang secara cepat (real time on line) yang dilakukan lintas Negara atau dalam satu Negara (domestic).
14. BSM Kliring
Penagihan warkat bank lain dimana lokasi bank tertarik berada dalam satu wilayah kliring.
15. BSM Inkaso
Penagihan warkat bank lain di mana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada di luar negeri, hasilnya penagihan akan kredit ke rekening nasabah.
16. BSM intercity Clearing
Jasa penagihan warkat ( cek/bilyet giro valuta rupiah) bank diluar wilayah kliring dengan cepat sehinggan nasabah dapat menerima dana hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya.
17. BSM RTGS (real time Gross settlement)
Jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secar real time.
18. Transfer dalam kota (LLG)
Jasa pemindahan dana bank dlam satu wilayah kliring local.
19. Transfer D.U.I.T ( dana untuk Indonesia tercinta)
Jasa pengiriman uang dari luar negeri ke indonesia. saat ini BSM bekerjasama dengan Merchantrade Asia (MTA) Malaysia
20. BSM pajak online
Memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk membayarkewajiban pajak (bukan dalam rangka pembayaran pajak impor) secara otomatis dengan mendebet rekening atau secara tunai.
21. BSM pajak Impor
Memberikan kemudahan kepada importir untuk membayar pajak barang dalam rangka impor secara online sebagai syarat untuk mengeluarkan barangnya dari gudang kantor bead an cukai.
22. BSM Referensi Bank
Surat keterangan yang diterbitkan oleh BSM atas dasar permintaan dari nasabah untuk tujuan tertentu.
23. BSM standing Order
Fasilitas kemudahan yang diberikan BSM kepada nasabah yang dalam transaksi financialnya harus memindahkan dari suatu rekening ke rekening kainnya secara berulang-ulang. Dalam pelaksanaannya nasabah memberikan instruksi ke bank hanya satu kali saja.
24. BSM Autosave
Produk layanan pemindahbukuan otomatis antar rekening giro dan rekening tabungan dengan memelihara saldo tertentu.
25. BSM transfer valas
Transfer valas terdiri dari:
1. Transfer ke luar yaitu pengiriman valas dari nasabah BSM ke nasabah lain baik dalam maupun luar Negeri.
2. Transfer masuk yaitu pengiriman valas dari nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri ke nasabah BSM. (buku laporan BSM, 2011)
4. Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Cabang Rantauprapat
Sebagaimana perusahaan Bank pada umumnya, Bank Syariah MandiriCabangRantauprapatjugamempunyaiStrukturOrganisasi.StrukturOr ganisasimerupakan Hal yang sangat penting pada sebuah perusahaan agar tujuan dan kegiatan perusahaan dapat tercapai secara efisien. Dengan adanya struktur organisasi , para staf atau para karyawan dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah ditetapkan, sehingga tidak terjadi overlap di dalam melaksanakan tugas serta juga memudahkan dalam pengambilan keputusan.
Struktur Organisasi sebagai suatu kerangka yang menunjukkan hubungan fungsi-fungsi dalam organisasi, serta menunjukkan wewenang dan tanggung jawab setiap organisasi dalam menjalankan tugasnya.Bank Syariah Mandiri Cabang mempunyai struktur Organisasi yaitu:
a. Branch Manajer,Seorangmanajercabangeksekutif yang mengawasi divisi atau kantor bisnis besar atau organisasi, operasi local atau dengan fungsi tertentu. Tanggung jawab Branch Manejer untuk memastikan bahwa pembayaran gaji kepada karyawan dengan benar. Tanggung jawab branch manajer: bertanggung jawab atas operasional di area sesuai dengan kebijakan/bisnis proses yang telah di tetapkan, memastikan ketersediaan serta optimalisasi seluruh fungsi sumberdaya (anggaran, sarana, pendukung, alat produksi, SDM) di area kerja yang ditugaskan, memastikan terkondisinya proses eksekusi seluruh program bisnis yang ada diarea pada speed dan cost yang efisien dan efektif mungkin,
memastikan validitas dan kelancaran mekanisme informasi dalam rangka pengendalian kompetisi, monitoring program serta pengendalian krisi yang ada di area, melakukan koordinasi yang baik dengan pihak supervisor Area Operator terkait eksekusi aktivitas marketing di lapangan.
b. BOSM
c. Marketing Manajer, seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Tugas dan tanggung jawab:Bertanggung jawab terhadap manager umum, menetapkan tujuan dan sasaran jalannya operasional perusahaan dan strategi penjualan kepada konsumen, membuat analisa terhadap pangsa pasar dan menetukan strategi penjualanterhadap konsumen atau pelangga, menganalisis laporan yang dibuat oleh bawahannya, mengoptimalkan kerja staff dan adminstrasi dibawah wewenangnya untuk mencapai tujuan perusahaan, memberikan pelayanan yang prima kepada setiap konsumen atau pelanggan,manajer pemasaran bertanggung jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi, manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan dibagian pemasaran.
d. CBRM
e. CS, Customer Servise Merupakan suatu bagian dari unit organisasi yang berada di Front Office yang berfungsi sebagai sumber informasi dan perantara bagi bank dan nasabah yang ingin mendapatlkan jasa-jasa pelayanan maupun produk-produk bank.
f. PBR g. BBS
h. Teller, seorang petugas dari pihak Bank yang berfungsi untuk melayani nasabah dalam hal transaksi Keuangan perbankan kepada semua nasabah. Tugas Teller secara umum yaitu menangani, membantu, dan memberikan solusi bagi semua nasabah yang ingin melakukan transaksi perbankan termasuk di dalamnya nanti memberikan jasa layanan uang tunai maupun non-tunai.
i. Awning office j. Micro banking M k. SFE
l. Pelaksana penaksir m. Micro financing analyst n. Mitra micro
o. MFS
p. Micro Administrasi q. GSS
r. OB
s. Driver, Tugas dan tanggung jawabnya adalah:Mejaga dan memelihara kendaraan operasional Bank Syariah Mandiri, Membantu tugas-tugas para pekerja Bank Syariah Mandiri dalam hal perjalanan dinas, melakukan tugas-tugas lainnya yang diinstruksikan oleh atasan.
t. Security, Tugas dan tanggung jawabnya adalah: Menjaga keamanan Bank Syariah Mandiri, melakukan tugas-tugas lainnya yang direkomendasikan oleh atasan.