11 Hasil & Pembahasan
Profil Objek Penelitian
Objek penelitian yang dilakukan terkait dengan penyediaan dan penggunaan informasi akuntansi ialah Oemah Djari yang dimana merupakan jenis usaha yang sebenarnya bergerak dalam bidang perhotelan (Oemah Djari Hotel Syariah) dan kuliner (Oemah Djari Kitchen).
Keduanya merupakan jenis usaha yang berbeda dan terpisah. Dan pada penelitian mengenai penyediaan dan penggunaan informasi akuntansi ini, peneliti lebih memfokuskan untuk meneliti restorannya yaitu Oemah Djari Kitchen, sesuai dengan fenomena yang sudah dipaparkan sebelumnya
Oemah Djari Kitchen yang merupakan jenis usaha yang bergerak dalam bidang kuliner yang dimana kegiatan bisnisnya yaitu mengolah bahan mentah yang dapat dikonsumsi menjadi makanan maupun minuman yang kemudian dapat dijual kepada konsumen. Oemah Djari Kitchen merupakan usaha yang baru berdiri karena baru beroperasi pada pertengahan tahun 2017.
Berdasarkan kategorinya, Oemah Djari Kitchen masuk dalam kategori Usaha Kecil. Oemah Djari Kitchen beralamat di Salatiga tepatnya di Jalan Merdeka Selatan 3 No.17 kecamatan Sidorejo Lor, Salatiga. Oemah Djari Kitchen sendiri juga memiliki tujuan bisnis antara lain mendapatkan keuntungan, membuka lapangan kerja, menyalurkan hobi bisnis kuliner yang dimana merupakan hobi dari pemilik bisnis, membuka jenis usaha rumah makan yang family friendly di salatiga.
Proses bisnis Oemah Djari Kitchen secara garis besar yaitu dari meneriman pesanan yang ditentukan oleh pelanggan, kemudian setelah pelanggan membuat pesanan pelayan akan membawa daftar pesanan tersebut ke kitchen, bar, serta kasir. Setelah pesanan pelanggan diproses kemudian karyawan akan mengambil makanan yang sudah jadi baik dari bagian kitchen maupun bar. Setelah selesai pelanggan akan membayar makanan dan minuman yang sudah dipesan sebelumnya ke bagian kasir, kemudian kasir akan memproses pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan baik secara tunai maupun melalui kartu debit. Proses penerimaan kas tersebut kemudian akan direkap oleh kasir dan kemudian akan dimasukan ke laporan – laporan terkait.
12 Hasil Penelitian
Semua jenis laporan bisnis Oemah Djari kitchen dibuat secara terkomputerisasi. Berikut merupakan informasi lengkap mengenai jenis informasi, informasi yang disediakan, dan penggunaan informasi yang ada di Oemah Djari Kitchen.
Tabel 1. Jenis Informasi, Informasi yang disediakan dan Penggunaan Informasi
Jenis Informasi Informasi Yang Disediakan Penggunaan Informasi
Biaya produksi Biaya bahan baku Mengendalikan pengeluaran kas, jumlah persediaan, luas tempat penyimpanan persediaan, serta sebagai informasi yang dapat membantu manajemen saat adanya reservasi.
Biaya tenaga kerja Mengetahui pengeluaran kas yang muncul akibat pembayaran gaji serta untuk mengetahui apakah jumlah tenaga kerja yang dimiliki sudah cukup sesuai dengan kebutuhan bisnis atau tenaga kerja yang dimiliki sebenarnya melampaui jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
Biaya pemeliharaan Mengetahui serta mengontrol jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap fasilitas maupun peralatan yang saat adanya pemeliharaan.
Laporan Bisnis Laporan penjualan Membantu pihak manajemen agar dapat mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh per minggu, per bulan, maupun per tahun.
Laporan penerimaan uang Membantu pihak manajemen untuk membuat rekapan mengenai jumlah kas masuk. Dan selain itu juga untuk mengetahui informasi mengenai berapa banyak penggunaan discount (potongan harga) oleh pelanggan dan untuk mengetahui setiap penerimaan kas yang diterima oleh kasir per shift.
Data/ Daftar Sebagai rekap dan untuk mengetahui daftar – daftar tentang penjualan, barang, resep per menu, pengguna, pelanggan, pemasok, penyesuaian stok, produksi harian, penerimaan barang, promo, perubahan harga, karyawan, kategori barang, perubahan komisi karyawan, tipe kartu, login pengguna.
Laporan pembelian Mengetahui pengeluaran kas setiap terjadi pembelian bahan baku baik perhari maupun perbulan
Sumber: data primer dan data sekunder (2019)
13
Hasil penelitian ini menunjukan apa saja jenis informasi, informasi yang disediakan, serta bentuk penggunaan informasi terkait. Tabel 1 secara lengkap akan dijabarkan sebagai berikut.
Penyediaan Informasi Akuntansi Oemah Djari
Biaya Produksi
Dalam penyusunan biayanya pihak Oemah Djari melakukan pembebanan biaya terkait dengan bahan baku, pengeluaran untuk tenaga kerja dan pemeliharaan fasilitas. Biaya bahan baku biasanya hanya menampilkan biaya – biaya yang diperlukan untuk produksi perhari sedangkan anggaran pemeliharaaan fasilitas merupakan anggaran yang menampilkan segala perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk keperluan pemeliharaan gedung, fasilitas interior seperti meja, kursi, dinding kaca, lantai, komputer, alat untuk kasir, dan fasilitas lainnya, kemudian anggaran untuk penunjang kegiatan produksi yang menampilkan segala perkiraan biaya yang akan muncul saat adanya pemeliharaan peralatan masak, peralatan angkut bahan baku, serta peralatan penunjang lainnya dalam menyediakan menu untuk pelanggan. Berikut penjelasan detail mengenai biaya – biaya produksi;
Biaya bahan baku
Dalam kegiatan produksinya sendiri Oemah Djari memproduksi berbagai macam makanan dan minuman seperti coffee, dimsum, dessert, fresh juice, ice blanded, ikan, mie, kerupuk, pasta, dan jenis makanan minuman lainnya. Untuk memproduksi semua jenis menu makanan maupun minuman tentu dibutuhkan biaya bahan baku yang dimana biaya tersebut dikeluarkan saat adanya yang pembelian bahan baku. Biaya bahan baku biasanya disusun berdasarkan keperluan per menu contohnya dengan menampilkan perkiraaan mulai dari kebutuhan yang akan muncul saat stok untuk nasi putih sudah habis, Oemah Djari Kitchen akan mulai menyusun dan menampilkan daftar jumlah kuantiti beras perkilogram yang diperlukan serta harga beli per kilogramnnya. Saat melakukan proses wawancara pihak Oemah Djari Kitchen juga memberitahukan bahwa setiap menu yang berbeda pasti ada harga pokoknya masing – masing yang akan dimasukan tergantung dengan jenis menunya.
14 Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja langsung di Oemah Djari memuat berbagai komponen yaitu antara lain data mengenai karyawan yang berstatus hanya part timer dan dan karyawan yang berstatus full timer diikuti dengan data jam kerja yaitu antara lain mulai dari 8 jam sampai 10 jam kerja.
Selain itu dalam biaya tenaga kerjanya sendiri Oemah Djari juga menampilkan data mengenai jumlah gaji pokok, overtime, insentive. Dan pada biaya tenaga kerja juga menampilkan data tentang berapa persen gaji yang akan diberikan kepada karyawan.
Biaya Overhead
Biaya overhead antara lain menampilkan biaya air, telepon, internet, semua peralatan masak, promosi, alat operasional lainnya yang terkait dengan bisnis Oemah Djari. Biasanya biaya – biaya tersebut muncul karena terjadi kerusakan, pembaruan alat, serta pemeliharaan.
Pihak Oemah Djari mengaku bahwa biaya – biaya terkait biaya overhead biasanya jarang diperhitungkan karena perbaikan maupun pembaruan alat – alat serta pemeliharaannya hanya dilakukan sesekali saja dan jika dibutuhkan.
Laporan Bisnis Oemah Djari
Dalam pelaporan kegiatan usaha, Semua jenis laporan yang dikumpulkan dan ditampilkan Oemah Djari dibuat berdasarkan kepentingan internal saja, Oemah Djari tidak melakukan pelaporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Namun pihak internal Oemah Djari sendiri merasa bahwa seluruh jenis pembuatan laporan yang dilakukan oleh mereka sudah dapat memenuhi kebutuhan bisnis. Semua jenis laporan yang terkait dengan kegiatan usaha dibuat dalam bentuk komputerisasi atau dengan menggunakan sistem yang telah dibuatkan oleh pihak Oemah Djari Kitchen sendiri dan tampilan mengenai bentuk – bentuk laporan tersebut dapat dilihat dalam lembar lampiran yang ada dalam penelitian ini. Laporan – laporan bisnis yang terkait dengan praktik akuntansi yang dimiliki Oemah Djari antara lain;
15 Laporan Penjualan
Dalam laporan penjualan Oemah Djari Kitchen, terdapat 2 jenis laporan yaitu laporan penjualan yang secara garis besar memuat hal - hal yang terkait dengan penjualan maupun laporan yang memuat biaya – biaya penjualan. Laporan penjualan yang memuat komponen - komponen terkait penjualan antara lain berisi; penjualan per barang serta rincinannya, barang paling banyak terjual, barang paling sering terjual, barang tanpa penjualan, barang paling banyak di kembalikan, penjualan per kasir, penjualan per kategori barang, penjualan perpelanggan, penjualan per kategori pelanggan, grafik penjualan, rincian penjualan, penjualan per pemasok, penjualan per karyawan.
Penjualan per barang memuat informasi mengenai rincian barang yang dijual beserta rincian harganya per masing – masing barang, barang paling banyak terjual memuat tentang data daftar barang yang sering terjual atau yang dikatakan sering laku, kemudian barang paling banyak terjual yaitu memuat informasi tentang beberapa jenis barang yang sering terjual dengan kapasitas yang banyak, kemudian barang tanpa penjualan yang memuat data tentang daftar barang yang tidak untuk diperjualbelikan, barang paling banyak di kembalikan yang memuat informasi mengenai daftar jumlah barang yang tidak bisa terjual atau dikembalikan oleh konsumen, penjualan per kasir yang memuat informasi tentang berapa jumlah penjualan yang terkumpul saat kasir 1 maupun kasir 2 bertugas, penjualan per kategori barang yang memuat tentang informasi barang – barang yang sudah dikategorikan berdasarkan jenis dan kemudian dijual, penjualan per pelanggan yang dimana memuat tentang seberapa banyak barang yang terjual pada 1 orang konsumen atau pelanggan, penjualan per kategori pelanggan yang memuat tentang informasi barang yang terjual tetapi bersumber dari jenis konsumen atau pelanggan yang dipilih Oemah Djari, grafik penjualan yang memuat tentang data yang dibuat dalam bentuk grafik untuk menunjukan besaran penjualan setiap minggu,bulan, bahkan per tahunnya, rincian penjualan yang memuat semua data yang berkaitan dengan penjualan barang, penjualan per pemasok yang memuat informasi tentang informasi barang yang didapat dari pemasok untuk dijual, penjualan per karyawan yang memuat tentang kinerja karyawan dalam artian jumlah barang yang terjual oleh 1 karyawan.
16
Adapun laporan penjualan sesungguhnya yaitu laporan penjualan yang dibuat secara terpisah yang memuat biaya – biaya terkait dengan penjualan di dalamnya. Informasi yang dikumpulkan dan ditampilkan dalam laporan penjualan tersebut antara lain; harga beli jenis – jenis menu yang dijual, harga jual, kuantiti, total beli, dan mengukur Penjualan, serta menentukan presentase keuntungan, PPN, SVC CHGR, dan total cash. Untuk menu – menu yang ditampilkan dalam laporan penjualan yang dimaksud antara lain; Breaked Glass, Buffe Menu, Combo Menu, Coffe, Dimsum, Dessert, Fresh Juice, Ice Blanded, Aneka Ikan, Aneka Kerupuk, Aneka Mie, Pasta, Sayuran, Makanan dan Minuman lainnya.
Dijelaskan oleh pemilik bahwa laporan penjualan yang disediakan secara umum oleh Oemah Djari memang hanya ditampilkan sesuai dengan kebutuhan manajemen. Setelah menyusun daftar nama menu kemudian Oemah Djari dalam laporan keuangannya menampilkan harga beli yang dimana harga beli sendiri merupakan harga yang muncul saat terjadi pembelian bahan baku pada pemasok, kemudian harga jual yaitu harga yang ditentukan Oemah Djari ketika menjual berbagai macam makanan dan minuman yang ada di dalam daftar menu, kemudian kuantiti, total beli, dan penjualan, setelah itu adalah mengukur presentase keuntungan, menyertakan PPN yang sesuai, kemudian SVC CHGR atau service charge, dan total cash.
Laporan Penerimaan Uang
Dalam laporan penerimaan uang terdapat beberapa komponen yang ditampilkan kedalamnya yaitu antara lain; penerimaan per kasir yang memuat nilai penerimaan harian yang diterima kasir setiap harinya, penerimaan per tipe pembayaran yaitu memuat tentang jenis pembayaran yang dilakukan oleh konsumen yaitu melalui cash maupun menggunakan kartu debit/kredit, penerimaan per kartu yang memuat tentang jumlah uang yang didapatkan setiap ada pembayaran melalui kartu, penerimaan per mesin EDC yaitu penerimaan uang yang masuk dari mesin kasir, pembayaran voucher yaitu pembayaran yang dilakukan oleh konsumen yang menggunakan voucher Oemah Djari Kitchen (biasanya berupa promo), laporan shift kasir yaitu laporan penerimaan uang yang didapatkan oleh masing – masing kasir yang bekerja sesuai shift ( terdapat 2 shift), kemudian uang tunai dan tarik uang.
17 Data/Daftar
Dalam laporan data Oemah djari menampilkan berbagai jenis komponen – komponen tentang daftar yang dibutuhkan untuk keperluan bisnis antara lain; daftar penjualan, daftar barang, daftar resep per menu, daftar pengguna, daftar pelanggan, daftar pemasok, daftar penyesuaian stok berserta rinciannya, daftar produksi harian beserta rinciannya, daftar penerimaan barang beserta rinciannya, daftar promo, daftar perubahan harga dan rinciannya, daftar karyawan, daftar kategori barang, daftar perubahan komisi karyawan, daftar tipe kartu, dan daftar login pengguna
Kemudian diikuti dengan laporan tersimpan dan juga laporan terdesign yang dimana kedua laporan ini merangkum semua bentuk laporan menjadi satu bagian yaitu laporan penjualan, laporan penjualan resto per tenaga penjualan, laporan total penjualan resto, dan rekap cash yang masuk
Laporan pembelian
Laporan pembelian adalah satu – satunya jenis pelaporan yang disusun oleh Oemah Djari yang ditampilkan secara manual dalam laporan pembeliannya sendiri Oemah Djari hanya menampilkan daftar kebutuhan barang dan daftar pembelian barang beserta dengan jumlah kebutuhan kuantitas barang serta harga. Pada daftar kebutuhan barang berisi tentang daftar barang – barang yang diperlukan untuk dibeli, biasanya karena sudah habis persediannya dan kemudian ingin dibeli. Daftar pembelian barang sendiri menampilkan daftar jenis-jenis barang yang akan dibeli biasanya memuat tentang tanggal, bulan, dan tahun pembelian, diikuti dengan nama barang, stok kemarin, stok yang masuk, setok yang keluar, keterangan, total stok, satuan stok. Saat terjadi pembelian barang biasanya pihak Oemah Djari juga menyimpan faktur pembelian untuk disimpan sebagai arsip dan kemudian akan dicatat segala pengeluaran kas yang sudah terjadi.
Penggunaan Informasi Akuntansi
Setelah dilakukannya pengumpulan dan kemudian ditampilkan dalam suatu bentuk laporan yang merupakaninformasi, pihakinternal Oemah Djari Kitchen mengaku menggunakan laporan – laporan tersebut untuk mengetahui tingkat pencapaian usaha secara keseluruhan yang
18
kemudian setelahnya, pihak manajemen akan membuat keputusan – keputusan yang ditentukan berdasarkan hasil atau informasi – informasi yang tersedia. sehingga mampu membantu hal pengendalian dan evaluasi kinerja manajemen.
Laporan bisnis Oemah Djari Kitchen yang memuat tentang informasi penjualan yang digunakan oleh pihak manajemen untuk mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh per minggu, per bulan, sampai per tahun. Dengan mengukur tingkat keuntungan tersebut pihak manajemen Oemah Djari dapat mengetahui baik buruknya keuntungan yang di dapatkan. Baik buruknya keuntungan diukur dengan membandingkan keuntungan masa depan dengan keuntungan di masa lalu atau periode sebelumnya. Dan jika ternyata keuntungannya menurun dan tidak sesuai dibandingkan periode sebelumnya maka pihak Oemah Djari akan melakukan evaluasi kinerja mulai dari perbaikan menu, rasa makanan dan minuman, serta melakukan perbaikan terkait dengan pelayanan karyawan maupun memberikan promo – promo menarik yang mampu menarik pelanggan.
Laporan penerimaan uang biasanya digunakan oleh pihak manajemen untuk membuat rekapan mengenai jumlah kas masuk. Yang dimana mencakup berapa banyak jumlah nominal uang yang masuk dari setiap ada transaksi dari pelanggan per harinya. Dan juga jenis pembayaran seperti apa yang sering pelanggan gunakan seperti dengan memberikan cash atau uang tunai ataupun melalui kartu debit/kredit. Selain itu juga untuk memuat informasi mengenai berapa banyak penggunaan voucher oleh pelanggan dan untuk mengetahui setiap penerimaan kas yang diterima oleh kasir per shift.
Sedangkan informasi terkait data atau daftar digunakan oleh pihak manajemen untuk untuk merekap dan mengetahui daftar – daftar tentang penjualan, barang, resep per menu, pengguna, pelanggan, pemasok, penyesuaian stok, produksi harian, penerimaan barang, promo, perubahan harga, karyawan, kategori barang, perubahan komisi karyawan, tipe kartu, login pengguna. Laporan tersebut sewaktu – waktu digunakan sebagai acuan untuk menambah serta mengurangi hal – hal yang terkait dengan kegiatan bisnis. Dan diikuti oleh laporan pembelian yang digunakan untuk mengetahui pengeluaran kas setiap terjadi pembelian bahan baku baik perhari maupun perbulan.
19
Kemudian data tentang biaya bahan baku digunakan untuk mengendalikan pengeluaran kas, jumlah persediaan, luas tempat penyimpanan persediaan, serta sebagai informasi yang dapat membantu manajemen saat terjadi reservasi. Informasi terkait biaya bahan baku membantu mengukur dan mengetahui berapa banyak jumlah pengeluaran kas yang akan terjadi saat adanya pembelian bahan baku. Biaya bahan baku pun juga digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan barang baku yang ada di gudang dan untuk mengendalikan jumlah persediaan bahan baku agar tidak terjadi pemesanan yang overload ataupun sebaliknya hal tersebut berlaku untuk produksi perhari maupun saat adanya reservasi. Selain itu juga biaya bahan baku digunakan sebagai alat untuk melakukan pengendalian guna memastikan bahwa luas tempat penyimpanan bahan baku tidak overload dan jumlah fisik yang ada di gudang sesuai dengan catatan terkait bahan baku. Hal tersebut dilakukan dengan maksud agar tidak terjadi pembengkakan persediaan bahan baku dan membuat tempat penyimpanan jadi sempityang kemudian nantinya akan berdampak rugi bagi pihak Oemah Djari sendiri. Untuk biaya tenaga kerja langsung sendiri biasanya digunakan untuk mengetahui performa karyawan dan untuk mengetahui pengeluaran kas yang muncul akibat pembayaran gaji serta untuk mengetahui apakah jumlah tenaga kerja yang dimiliki sudah cukup sesuai dengan kebutuhan bisnis atau tenaga kerja yang dimiliki sebenarnya melampaui jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan. Kemudian biaya overhead biasanya digunakan untuk mengetahui serta mengontrol jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap fasilitas maupun peralatan yang saat pemeliharaan.
Pembahasan
Setelah menyediakan informasi akuntansi seperti menyusun laporan – laporan terkait, pihak Oemah Djari Kitchen tentu menggunakan laporan – laporan tersebut untuk dijadikan sebagai alat untuk mengetahui tingkat pencapaian usaha dan setelah itu pihak manajemen akan mempertimbangkan hasil atau informasi yang didapat dan kemudian membentuk keputusan – keputusan atau alternatif yang akan dilakukan untuk membantu pengelolaan usaha di masa depan.
Pihak Oemah Djari Kitchen lebih sering menggunakan laporan penjualan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari hasil penjualan. Dengan mengukur tingkat keuntungan, pihak Oemah Djari akan mengetahui jumlah keuntungan yang didapat. Dan jika tingkat
20
keuntungannya ternyata rendah, biasanya Oemah Djari Kitchen akan melakukan evaluasi kinerja mulai dari perbaikan menu, rasa makanan dan minuman, serta melakukan perbaikan terkait dengan pelayanan karyawan maupun memberikan promo – promo menarik seperti memberikan promo – promo berupa pemberian voucher, diskon kepada pelanggan – pelanggan tetap, maupun promo lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak pelanggan dengan adanya evaluasi kinerja maupun pemberian promo – promo tersebut kualitas Oemah Djari Kitchen akan semakin lebih baik dan pelanggan akan banyak yang datang mengunjungi Oemah Djari Kitchen sehingga kemudian akan menaikan tingkat keuntungan Oemah Djari Kitchen.
Selain dari laporan – laporan tersebut. Pihak Oemah Djari Kitchen juga mengaku menggunakan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja untuk membantu kegiatan pengelolaan yaitu lebih kepada hal pengendalian, yang dimana berkaitan dengan bahan baku, komisi tenaga kerja, serta jumlah tenaga kerja. Pihak Oemah Djari Kitchen mengaku melakukan penyusunan biaya bahan baku dan menggunakannya sebagai alat untuk mengontrol jumlah bahan baku serta mengendalikan pengeluaran kas, jumlah persediaan, dan mengendalikan luas tempat penyimpanan persediaan, maupun digunakan untuk menghitung segala biaya yang keluar saat terjadi reservasi. Dalam praktiknya jenis usaha di bidang kuliner sering mengalami masalah terkaitpengendalian bahan bakunya yaitu bahan baku sering busuk karena tidak digunakan, maupun bahan baku yang sering kelebihan atau dibeli secara terus menerus tanpa ada batasan, hal tersebut tentu dapat menimbulkan kerugian bagi usaha karena bahan baku tersebut tidak dipakai dan tidak menghasilkan produk makanan yang kemudian memiliki nilai untuk dijual.
Pihak Oemah Djari Kitchen mengaku bahwa dapat mengatasi masalah tersebut karena dengan adanya penyusunan terkait biaya – biaya bahan baku. Dengan menghitung biaya bahan baku, pihak Oemah Djari merasa bahwa pihak manajemennya dapat mengetahui berapa banyak persediaan bahan baku yang dibutuhkan apakah sesuai kebutuhan atau tidak, sehingga dapat terhindar dari pemesanan bahan baku yang berlebihan dan tidak terbatas jumlahnya dan disamping itu pihak Oemah Djari juga dapat mengetahui jumlah pengeluaran kas setiap ada pembelian bahan baku.
Selain biaya bahan baku, Pihak Oemah Dkari Kitchen juga menggunakan biaya tenaga kerja untuk kegiatan pengelolaanya. Biaya tenaga kerja digunakan oleh Oemah Djari Kitchen untuk mengatur komisi tenaga kerja, serta mengontrol jumlah tenaga kerja. Pihak Oemah Djari
21
Kitchen akanmengurangi jumlah tenaga kerja mereka jika dirasa tenaga kerja yang ada sudah berada diatas jumlah yang seharusnya dibutuhkan. Begitu pula dengan komisi, jika komisi yang diberikan dirasa lebih dari yang seharusnya makan pihak manajemen akan menguranginya, dengan begitu pengeluaran kas pun dapat terkontrol.
Dengan melakukan kontrol, Oemah Djari Kitchen merasa bahwa kinerja usahanya akan stabil dan tidak mengalami masalah. Oleh karena itu hal pengendalian merupakan salah satu kunci utama Oemah Djari Kitchen dalam mengelola usahanya. Dengan menyediakan laporan – laporan bisnis, Oemah Djari Kitchen akan menggunakan laporan – laporan tersebut untuk melakukan pengambilan keputusan – keputusan bisnis yang sudah dijabarkan sebelumnya yaitu pengembangan bisnis dalam hal sttrategi penjualan dan pengendalian. Keputusan – keputusan tersebut biasanya lebih kepada hal kontrol bahan baku seperti penambahan maupun pengurangan bahan baku, pemberian promo, dll. Dasar – dasar pengambilan keputusan tersebut tentunya dilihat dari hasil atau informasi yang ada pada laporan – laporan tersebut.