BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan studi mengenai perkembangan industri game online terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini mengambil
daerah penelitian yaitu Indonesia periode tahun 2014-2016. Pokok-pokok pikiran yang ada, didasarkan pada teori, penggalian data dan referensi dari berbagai literatur yang berhubungan dengan yang akan dilakukan dalam penelitian.
B. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini adalah tipe penelitian dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Arikunto (2013:27) menjelaskan penelitian kuantitatif, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan hasilnya.
Suharsimi Arikunto (2013:3) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif ini merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan atau wilayah tertentu.
Sugiyono (2015:53) pengertian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lainnya (variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan
variabel independen, karena kalau variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen.
Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif akan digunakan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan mengenai Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi kreaktif, dan tenaga kerja.
Produk Domestik Bruto (PDB) diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun).
Ekonomi kreatif sebagai konsep ekonomi baru yang bertumpu pada ide, kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Perkembangan yang terjadi pada sektor ekonomi kreaktif seringkali digunakan sebagai indikator untuk menilai sejauh mana tahapan pembangunan yang sudah dilakukan oleh suatu negara. Sektor ekonomi kreaktif menjadi media untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, yang pada gilirannya akan mampu meyerap tenaga kerja yang besar dan mengurangi pengangguran.
Tenaga Kerja adalah jumlah penduduk usia kerja (berusia 15 tahun ke atas) yang bekerja, yaitu melakukan kegiatan ekonomi yang menghasilkan
barang/jasa secara kontinu paling sedikit satu jam dalam seminggu di Indonesia, dinyatakan dalam satuan jiwa.
C. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Pusat Indonesia dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf).
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret berkala atau runtut waktu (time series) dari tahun 2014 – 2016 yang meliputi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri, tenaga kerja di Indonesia, dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Data-data tersebut diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) serta studi kepustakaan berbagai literatur yang berkaitan dengan obyek penelitian, berupa jurnal, catatan-catatan, bahan laporan instansi, dokumen, maupun arsip-arsip.
D. Definisi Operasional 1. Pembangunan
Negara yang maju adalah negara yang memperhatikan pembangunan ekonominya. Menyinggung pembangunan ekonomi, negara yang dalam kondisi baik pasti memiliki perkembangan pembangunan ekonomi yang baik pula. Pembangunan ekonomi bukan hanya merupakan hal yang berkaitan dengan maju atau berkembangnya suatu negara, namun dengan pembangunan ekonomi kita akan mengetahui bagaimana keadaan negara dengan sistem yang digunakan oleh pemerintah.
Pembangunan ekonomi sendiri berkaitan dengan rata tidaknya kesejahteraan masyarakat yang berada pada negara tersebut. Bukan itu saja
dengan adanya pembangunan ekonomi diharapkan dapat menaikkan taraf kehidupan dalam suatu negara, diantaranya mulai dari pendapatan,
pendidikan, teknologi, kesempatan kerja, dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara dengan berkembangnya taraf hidup masyarakatnya.
Menentukan berhasil tidaknya suatu negara dalam pembangunan ekonomi, maka memerlukan indikator. Indikator diperlukan sebagai acuan dalam menilai. Menilai dalam hal ini adalah menilai seberapa jauh suatu negara mencapai indikator yang telah ditetapkan. Indikator berfungsi sebagai penjelasan tentang pola, gejala, dan pengaruh yang sedang terjadi.
Indikator berfungsi untuk menentukan hingga taraf mana negara dianggap berhasil, dimulai dari mengukur, menganalisis hingga mengevaluasi sebuah perencanaan sampai pelaksanaan agar terbentuk suatu kebijakan.
Keberhasilan suatu negara dapat dilihat apabila suatu negara mencapai indikator atau tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
Indikator pembangunan adalah sebagai berikut:
a. Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Alasan urbanisasi sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah sesuatu yang sederhana dapat disimpulkan. Apabila di perkotaan banyak penduduk desa yang banyak melakukan urbanisasi
menandakan bahwa di perkotaan, segala sesuatunya menjamin kesejahteraan dan kemakmuran, biasanya konsep ekonomi yang diterapakan adalah konsep ekonomi makro.
Hal tersebut di atas terjadilah banyaknya kesempatan kerja yang didukung dengan peralatan mesin-mesin canggih, dan kebutuhan akan pemesanan yang sangat banyak, menyebabkan perusahaan yang membutuhkan pekerja yang baru. Banyaknya perusahaan yang membutuhkan pekerja, maka semakin dapat menurunkan angaka pengangguran sehingga menurunkan pula tingkat kemiskinan.
b. Pendapatan Per kapita
Pendapatan per kapita berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Adanya pertumbuhan ekonomi, maka akan berpengaruh pula pada pembangunan ekonomi. Alasan pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pendapatan per kapita yang semakin naik disebabkan oleh stabilitas perekonomian yang bagus pula.
Pengertian di atas berarti itu menandakan kesejahteraan masyarakat terjamin. Apabila dikaitkan dengan urbanisasi pada poin 1, maka dari perusahaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja, akan menarik banyak tenaga kerja yang bekerja di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan.
Pemasukan perusahaan naik, dan dapat meningkatkan pendapatan dari perusahaan, yang selanjutnya berimbas kepada pekerjanya. Pekerja
menaikkan kualitas kerjanya, akan menaikkan pula permintaan sehingga naik pula pendapatan per kapita.
c. Struktur Ekonomi
Pembangunan ekonomi berkaitan dengan struktur ekonomi.
Struktur ekonomi sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah dengan berkembangnya pembangunan ekonomi, maka akan berkembang pula struktur ekonomi.
Struktur disini diartikan sebagai suatu pola perubahan yang menuju ke peningkatan. Contohnya dahulu kita berada pada sektor pertanian, kemudian seiring dengan bertumbuhnya ekonomi sektor pertanian digantikan dengan sektor industri. Struktur ekonomi akan berubah seiring dengan bertumbuhnya ekonomi.
d. Angka Tabungan
Angka tabungan ini berhubungan dengan struktur ekonomi. Alasan angka tabungan sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah bermuala dari perubahan struktur ekonomi. Perubahan yang dimaksud adalah ketika sektor pertanian beralih ke sektor perindustrian, maka tingkat produktifitas akan meningkat dan output yang dihasilkan juga akan naik.
Tabungan adalah modal dalam sebuah perekonomian, semakin banyak angka tabungan yang dimilki dalam perubahan struktur ekonomi, maka dapat disimpulkan bahwa perekonomian semakin berkembang.
e. Indeks Kualitas Hidup
Secara umum kita mengetahui bahwa indeks kualitas hidup dibagi menjadi tiga bagian, yaitu angka rata-rata harapan hidup. Angka kematian bayi dan angka melek huruf. Alasan indeks kualitas hidup sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah semakin baik indeks kualitas hidup maka semakin bagus pembanguanan ekonomi yang dilkasanakan.
Pertama dari angka rata-rata harapan hidup, apabila negara dalam keadaaan pembanguan ekonomi yang baik, maka angka rata-rata harapan hidup semakin meningkat. Pemenuhan kebutuhan makanan kepada masyarakat merata, karena mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri sehingga tidak ada kata tentang kekurangan makanan. Selain itu apabila sakit mereka terjangkau dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan ataupun akses kesehatan.
Kedua adalah angka kematian bayi, pembangunan ekonomi yang baik adalah ketika angka kematian bayi menurun. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya gizi, nutrisi, serta pelayanan kesehatan yang memadai mulai ibu hamil hingga bayi yang dilahirkan.
Ketiga adalah semakin baik suatu pembangunan ekonomi adalah ketika angka melek huruf semakin meningkat. Melek huruf menandakan fasilitas untuk mefasilitasi warga yang melek huruf semakin banyak.
Melek huruf memudahkan mereka untuk melakukan komunikasi yang
baik dengan adanya melek huruf tersebut, sehingga masyarakat dapat memahami perkembangan dari suatu negara.
f. Indeks Pembangunan Nasional
Alasan Indeks Pembangunan Nasional sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah indeks inilah yang nantinya akan membandingkan indeks kualiitas hidup dari suatu negara. Adanya indeks pembangunan nasional ini kita nanti akan mengetahui perkembangan pembangunan ekonomi kita berada dimana. Nantinya dari indeks pembangunan nasional ini dapat menjadi tolak ukur sudah sampai mana negara kita sekarang.
g. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu indicator pembangunan ekonomi karena kita bisa melihat suatu negara memilki pembangunanan ekonomi yang maju apabila tingkat pendidikan tinggi. Angka melek huruf masyarakat disuatu negara, semakin banyak orang yang melek huruf menandakan bahwa pembangunan ekonominya bagus. Bukan hanya dilihat dari angka melek hurufnya saja namun juga dari tingkat partisipasi masyarakat akan pentingnya pendidikan.
h. Kesehatan
Kesehatan juga turut berpengaruh, semakin lengkap fasilitas kesehatan yang ada, semakin mudah akses kesahtan yang ada akan mengakibatkan angka harapan hidup yang tinggi termasuk pelayanan KB
(keluarga berencana), sehingga kesehatan menjadi alasan dijadikan indikator keberhasilan.
i. Tempat tinggal
Tempat tinggal yang dimaksud adalah tempat tinggal yang mendapat fasilitas air, sarana sanitasi dan listrik yang memadai. Memiliki kualitas tempat tinggal yang layak huni, yang menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
j. Kriminalitas
Suatu negara memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi, maka berkuranglah tingkat kriminalitas, karena masyarakat sudah mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
k. Akses Media
Akses media yang sampai menuju tempat yang tak terjangkau menandakan bahwa tingkat pembangunan ekonomi yang baik.
2. Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Dalam penelitian ini yang dimaksud Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri adalah nilai tambah sektor industri atau kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia dalam satuan milyar rupiah.
Indikator Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah indikator pertama yang biasanya menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi suatu negara. Caranya adalah dengan membandingkan pendapatan nasional satu periode dengan periode sebelumnya. Peningkatan pendapatan nasional ini menandakan adanya peningkatan output secara keseluruhan.
b. Pendapatan Per Kapita
Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah nilai barang dan jasa rata-rata yang ada atau tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita dapat diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut. Suatu negara memiliki pendapatan per kapita yang meningkat daripada periode sebelumya, maka bisa dikatakan negara tersebut mengalami pertumbuhan ekonomi.
c. Tenaga Kerja dan Pengangguran
Indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara ke tiga adalah jumlah antara jumlah tenaga kerja dan pengangguran. Tenaga kerja adalah setiap orang yang dapat melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa bauk untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Sedangkan pengangguran merupakan kebalikan dari tenaga kerja. Suatu negara dikatakan memiliki pertumbuhan ekonomi jika
tenaga kerjanya lebih tinggi daripada jumlah penganggurannya. Bisa dikatakan tingkat penganggurannya berkurang dari periode sebelumnya.
Tingkat pengangguran dapat berkurang jika terdapat kesempatan kerja yang banyak.
d. Kesejahteraan Masyarakat
Kesejahteraan masyarakat merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Kesejahteraan masyarakat ini bisa dilihat dari tingkat kemiskinan yang semakin berkurang dan daya beli masyarakat yang semakin meningkat. Daya beli yang meningkat dan merata salah satunya bisa dilihat dari distribusi barang dan jasa yang lancara diseluruh wilayah negara yang bersangkutan. Kesejahteraan masyarakat juga ditandai dengan pendapatan per kapita yang tinggi dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Aplikasi dan game developer adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan dan edukasi. Permainan interaktif dilakukan secara interaktif melalui jaringan internet, sehingga dukungan ketersediaan teknologi informatikan mutlak diperlukan. Sub-sektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.
4. Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang
mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga.
Indikator tenaga kerja adalah sebagai berikut:
a. Penduduk yang bekerja terhadap jumlah penduduk.
b. Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan utama.
c. Penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha.
d. Penduduk yang bekerja menurut jam kerja.
e. Penduduk yang bekerja di sektor informal.
E. Metode Analisa Data
Waktu melakukan analisis, data terlebih dahulu harus diolah dengan tujuan mengubah data menjadi informasi. Setelah data terkumpul, langkah- langkah pengolahan data yang dilakukan menurut (Hidayat, 2007:121-122) adalah sebagaai berikut:
1. Editing, yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data ataau data yang terkumpul.
2. Coding, merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri dari beberapa kategori.
3. Entry adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan kedalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontigensi.
4. Melakukan teknik analisis, dalam melakukan analisis khususnya terhadap data penelitian akan menggunakan ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis. Apabila penelitianya deskriptif, maka akan menggunakan statistik deskriptif.
Analisa data dalam penelitian ini
a. Menghitung laju pertumbuhan ekonomi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) digunakan rumus sebagai berikut (Mulyadi, 2000:86):
100%
PDB x PDB - R PDB
1 t
1 - t t
Keterangan:
R = Tingkat Pertumbuhan Ekonomi yang dinyatakan dalam persentase.
PDBt = Pendapatan Nasional pada tahun t.
PDBt-1 = Pendapatan Nasional pada tahun t (tahun sebelumnya).
b. Menghitung laju pertumbuhan ekonomi kreatif dengan Produk Domestik Bruto (PDB) digunakan rumus sebagai berikut:
100%
EK x EK - REK EK
1 t
1 - t t
Keterangan:
REK = Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif yang dinyatakan dalam persentase.
EKt = Pendapatan Ekonomi Kreatif pada tahun t.
EKt-1 = Pendapatan Ekonomi Kreatif pada tahun t (tahun sebelumnya).
c. Menghitung laju pertumbuhan permainan interaktif dengan Produk Domestik Bruto (PDB) digunakan rumus sebagai berikut:
100%
PI x PI - RPI PI
1 t
1 - t t
Keterangan:
RPI = Tingkat Pertumbuhan Permainan Interaktif yang dinyatakan dalam persentase.
PIt = Pendapatan Permainan Interaktif pada tahun t.
PIt-1 = Pendapatan Permainan Interaktif pada tahun t (tahun sebelumnya).
d. Menghitung laju pertumbuhan ekspor ekonomi kreatif digunakan rumus sebagai berikut:
100%
EN x REEK EEK
t
t
Keterangan:
REEK = Tingkat Pertumbuhan Ekspor Ekonomi Kreatif yang dinyatakan dalam persentase.
EEKt = Pendapatan Ekspor Ekonomi Kreatif pada tahun t.
ENt = Pendapatan Ekspor Nasional pada tahun t.
e. Menghitung laju pertumbuhan ekspor permainan interaktif digunakan rumus sebagai berikut:
100%
EPI x EPI - REPI EPI
1 t
1 - t t
Keterangan:
REPI = Tingkat Pertumbuhan Ekspor Permainan Interaktif yang dinyatakan dalam persentase.
EPIt = Pendapatan Ekspor Permainan Interaktif pada tahun t.
EPIt-1 = Pendapatan Ekspor Permainan Interaktif pada tahun t (tahun sebelumnya).
f. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah menggambarkan jumlah angkatan kerja dalam suatu kelompok umur sebagai persentase penduduk dalam kelompok umur tersebut, yaitu membandingkan angkatan kerja dengan tenaga kerja. Menghitung tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dapat digunakan rumus sebagai berikut (Mantra, 2000):
100%
JPUK x TPAK JAK
Keterangan:
TPAK = Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja JAK = Jumlah Angkatan Kerja
JPUK = Jumlah Penduduk Usia Kerja
g. Menghitung tingkat partisipasi angkatan kerja sektor ekonomi kreatif dapat digunakan rumus sebagai berikut:
100%
JAK x JAKSEK TPAKSEK
Keterangan:
TPAKSEK = Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Sektor Ekonomi Kreatif
JAKSEK = Jumlah Angkatan Kerja Sektor Ekonomi Kreatif JAK = Jumlah Angkatan Kerja
h. Menghitung tingkat partisipasi angkatan kerja subsektor permainan interaktif dapat digunakan rumus sebagai berikut:
100%
JAKEK x JAKSPI TPAKSPI
Keterangan:
TPAKSPI = Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Subsektor Permainan Interaktif
JAKSPI = Jumlah Angkatan kerja Subsektor Permainan Interaktif JAKSEK = Jumlah Angkatan Bekerja Sektor Ekonomi Kreatif