• Tidak ada hasil yang ditemukan

Soal dan Jawaban Mata Kuliah Inovasi Pendidikan Kelas Reg C

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Soal dan Jawaban Mata Kuliah Inovasi Pendidikan Kelas Reg C "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Soal dan Jawaban Mata Kuliah Inovasi Pendidikan Kelas Reg C

Nama : Muhammad Dekar Nim : 14092001510017

Dosen: Dr. Cut Nurmaliah, M.Pd

Soal

1. Jelaskan model inovasi pendidikan yang dapat anda diterapkan disekolah. Berikan alasan mengapa model tersebut yang anda pilih?

2. Mengapa penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering memgalami kegagalan?

Berikan alasanya dan berikan suatu kasus serta bagaimana cara mengatasinya.

3. Jelaskan satu inovasi pada metode belajar. Berikan alasan mengapa model tersebut yang anda pilih?

4. Apa pengertian inovasi secara umum, bagaimana ciri-cirinya dan prinsip-prinsipnya?

5. Bedakan secara rinci pengertian inovasi, modernisasi, dan teknologi?

6. Mengapa inovasi perlu ada? Apa tujuan di adakannya inovasi?

7. Uraikan dengan kalimat sendiri pengertian inovasi pendidikan?

8. Jelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi dalam bidang pendidikan?

9. Dalam melakukan inovasi pendidikan terdapat beberapa model yang bisa dilakukan, jelaskan tiga model inovasi pendidikan yang anda ketahui?

10. Mengapa perlu diadakan inovasi kurikulum? Jelaskan!

Jawab

1. Jelaskan model inovasi pendidikan yang dapat anda diterapkan disekolah.

Berikan alasan mengapa model tersebut yang anda pilih?

Jenis inovasi menurut Ibrahim (1988:177) model inovasi pendidikan terdiri dari: (1) model penelitian, pengembangan, dan difusi (Research-Development-Diffusion-Model) yaitu model inovasi yang berdasarkan pemikiran bahwa setiap orang tentu memerlukan perubahan, dan unsur pokok perubahan ialah penelitian, pengembangan, difusi; (2) model pengembangan organisasi (organization development mode) yaitu model yang berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada sekolah. Model pengembangan organisasi ini berbeda dengan model pengembangan dan difusi. (3) mode konfigurasi (configuration model). Model konfigurasi atau disebut juga konfigurasi teori difusi inovasi yang juga terkenal dengan istilah CLER, model dengan pendekatan secara konprehensif untuk mengembangkan strategi inovasi (perubahan pendidikan) pada situasi yang berbeda. Adapun menurut pendapat saya dari ketiga modal yang dipaparkan sebelumnya model inovasi pendidikan yang paling tepat dilaksanakan di sekolah tempat mengajar saya

adalah model pengembangan organisasi (organization development mode). Model inovasi pendidikan yang saya diterapkan disekolah adalah inovasi model Pengembangan Organisasi.

Model pengembangan organisasi (organization development mode) yaitu model yang berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada sekolah. Model pengembangan organisasi berorientasi pada nilai yang tinggi artinya dalam model ini juga mendasarkan pada filosofi yang menyarankan agar sekolah jangan hanya diberi tahu tentang inovasi pendidikan dan disuruh menerimanya, Sekolah harus menjadi organisasi yang memahami persoalan yang dihadapi, serta mampu untuk menciptakan cara pemecahan permasalahan itu sendiri dengan mengorganisir berbagai macam sumber yang ada dalam organisasi itu sendiri atau dengan bantuan ahli dari luar organisasi dan juga mampu menentukan cara bagaimana menerapkan inovasi serta menilai hasil yang telah dicapai (Ibrahim, 1988:179). Beberapa contohnya inovasi pendidikan yang berkaitan dengan model pengembangan organisasi yaitu dengan dikembangkannya stategi pembelajaran yang inovatif sebagaimana yang diungapkan oleh Wena (2009) dalam bukunya yang berjudul stategi pembelajaran inovatif kontemporer terdapat berbagai strategi pembelajaran seperti strategi pembelajaran pemecahan masalah, strategi pembelajaran ranah motorik, strategi pembelajaran kreatif produktif-pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kuantum, strategi pembelajaran siklus-pembelajaran generative-belajar tuntas dan pembelajaran kooperatif dan strategi pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis elektronik (e-learning).

2. Mengapa penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering memgalami kegagalan?

Ibrahim (1988:123-125) mengemukakan enam faktor utama hambatan inovasi adalah : Faktor pertama, estimasi tidak tepat terhadap inovasi hal ini disebabkan kurang tepatnya perencanaan proses inovasi atau estimasi dalam proses difusi dan inovasi yaitu tidak tepat pertimbangan team pelaksana inovasi, kurang adanya kesamaan pendapat tentang tujuan yang akan dicapai atau kurang adanya kerjasama yang baik. Faktor Kedua, konflik dan motivasi hambatan ini disebabkan karena adanya masalah-masalah pribadi seperti pertentangan antara anggota team pelaksana, kurang motivasi untuk bekerja dan berbagai sikap pribadi yang dapat mengganggu kelancaran proses inovasi. Secara rinci item yang termasuk masalah konflik dan motivasi ialah

Adapun apabila ditinjau dari klasifikasi faktor input dan faktor output Faktor maka penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering mengalami kegagalan disebabkan oleh faktor

2 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan Dosen: Dr. 

berikut ini. Faktor Input terdiri dari: pertama, halangan untuk berubah dari lingkungannya yang berkaitan dengan tersedianya sarana dan prasarana untuk berinovasi; Kedua, kurangnya ketidakterampilan agen pembaharu karena ketidakmampuan dalam menguasai pengetahuan dan teknologi; Ketiga inovasi yang bepusat hanya pada seseorang; keempat, Sensitivitas dan defensiveness guru-guru/tenaga kependidikan; Dalam hal ini mengakui, bahwa ada guru yang tidak merasa bertanggung jawab atas pendidikan. Sehingga tidak merasa terpanggil untuk memajukan pendidikan, maka dari itu tidak mau melakukan inovasi dalam pendidikan.

Kelima, Guru/tenaga kependidikan yang bersifat konservatif. Sifat guru yang konservatif tidak mau berinovasi bisa disebabkan oleh tingkat ksejahteraan guru yang rendah karena gaji yang kecil.

Sedangkan, faktor output terdiri dari: pertama tujuan inovasi yang tidak jelas. Hal ini terjadi karena program yang akan dilakukan biasanya tidak disusun/dirumuskan terlebih dahulu; Kedua, tidak ada reward untuk sebuah inovasi; Ketiga, sekolah /lembaga terlalu memonopoli. Pengaruh kepemimpinan yang otoriter di pusat( pemerintahan orde baru), mempengaruhi juga sampi kebawah termasuk sekolah. Sehingga kebebasan guru atau tenaga kependidikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki terbelenggu. Menyebabkan program inovasi terhambat; Keempat, komponen pengetahuan rendah sehingga guru tidak bisa mengikutinya; Kelima, kesukaran dalam mendiagnosis kelemahan inovasi; Keenam, sumber daya teknologi dan keuangan rendah; Ketujuh, terfokus pada akuntabilitas public.

Apa yang dilakukan oleh para innovator biasanya terfokus pada pertanggungjawaban kepada masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan serasa beban berat yang harus dipikul. Bukan atas kesadaran bahwa dirinya adalah agen of change sebuah tugas yang niscaya harus dilakukan.

Karena merasa keterpaksaan itulah yang membuat inovasi tidak berkembang: Kedelapan, Kurang mengarah pada entrepreneurship. Inovasi-inovasi yang biasa kita lakukan biasanya bersifat pengembangan kompetensi yang bersifat kognitif. Sedangkan aspek psikomotor kurang dikembangkan, termasuk pada pengembangan kemampuan entrepreneurship (kewirausahaan).

Contoh kegagalan inovasi di sekolah dan cara mengatasinya. Kurikulum 2013 dilaksanakan berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi namun dalam proses pelaksanaannya banyak guru yang belum mampu memanfaatkan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaannya. Sebagai contoh di suatu sekolah mendapatkan fasilitas pendidikan yang baru berupa komputer yang juga dilengkapi oleh jaringan internet. Para guru diberikan kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dalam proses pembelajaran.

mengakibatkan fasilitas yang telah ada sebagai inovasi pendidikan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pada kasus ini terjadi kegagalan inovasi. Adapun cara mengatasinya adalah dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru atau mengikuti kegiatan workshop atau seminar yang dapat meningkatkan keterampilan para guru tersebut. Pada upaya tersebut sangat dibutuhkan peran opinion leader dan agent of change (agen perubahan). Dengan demikian kegagalan inovasi pendidikan disekolah dapat diatasi

3. Jelaskan satu inovasi pada metode belajar. Berikan alasan mengapa model tersebut yang anda pilih?

Salah satu inovasi pada metode belajar yaitu model pengembangan organisasi.

Model ini merupakan model yang lebih berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial dan berpusat pada sekolah. Model pengembangan organisasi ini berbeda dengan model pengembangan dan difusi.Model ini dikatakan baik karena, model ini lebih berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada sekolah, model pengembangan organisasi ini berbeda dengan model pengembangan dan difusi. Model pengembangan organisasi berorientasi pada nilai yang tinggi artinya dalam model ini juga mendasarkan pada filosofi yang menyarankan agar sekolah jangan hanya diberi tahu tentang inovasi pendidikan dan disuruh menerimanya, sekolah harus menjadi organisasi yang memahami persoalan yang dihadapi, serta mampu untuk menciptakan cara pemecahan permasalahan itu sendiri dengan mengorganisir berbagai macam sumber yang ada dalam organisasi itu sendiri atau dengan bantuan ahli dari luar organisasi dan juga mampu menentukan cara bagaimana menerapkan inovasi serta menilai hasil yang telah dicapai (Ibrahim, 1988: 179).

Wena (2009) mengemukakan dalam bukunya yang berjudul stategi pembelajaran inovatif kontemporer terdapat berbagai strategi pembelajaran seperti strategi pembelajaran pemecahan masalah, strategi pembelajaran ranah motorik, strategi pembelajaran kreatif produktif-pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kuantum, strategi pembelajaran siklus-pembelajaran generative-belajar tuntas dan pembelajaran kooperatif dan strategi pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis elektronik (e-learning).

4. Apa pengertian inovasi secara umum, bagaimana ciri-cirinya dan prinsip- prinsipnya?

a. Pengertian

4 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan Dosen: Dr. 

Inovasi Pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil invensi atau diskaveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan. Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam arti sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga pendidikan yang lain, maupun sistem pendidikan dalam arti luas misalnya sistem pendidikan nasional.

(Mahmud Sani, 2009:160). Inovasi Pendidikan adalah suatu pembaharuan dalam pendidikan baik menyangkut ide, praktek, metode atau obyek dan secara kualitatif berbeda dari hal-hal yang ada sebelumnya dan sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan masalah pendidikan. Dengan demikian inovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran, ini berarti bahwa inovasi apapun yang tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran tidak patut untuk diadopsi, dan dalam konteks ini peran guru akan sangat menentukan dalam adopsi inovasi pada proses pendidikan atau pembelajaran, oleh karena itu dalam menyikapi suatu inovasi, diperlukan suatu pemahaman yang baik, hal ini dimaksudkan agar inovasi dapat memberi nilai tambah bagi dunia pendidikan.

b. Ciri-ciri Inovasi Pendidikan

Ciri-ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun menurut ashby 1967 ada empat :

1. Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke sekolah.

2. Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan.

3. Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan ketersediaan buku lebih luas.

4. Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD proyektor, perekan internet, LAN, dsb ).

Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi merupakan okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya. Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang inovasi pendidikan, sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk sasaran/tujuan yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.

Inovasi termasuk inovasi pendidikan merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan

dan olah-teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu , yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul, memperbaiki suatu keadaan tertentu, atau proses tertentu yang terjadi di masyarakat. Difusi inovasi pendidikan sering diartikan sebagai penyebarluasan gagasan inovasi pendidikan tersebut malalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu di antara anggota sistem sosial masyarakat.

Rogers (1983) mengemukakan empat ciri penting yang mempengaruhi difusi inovasi, termasuk inovasi pendidikan, yaitu : esensi inovasi itu sendiri, saluran komunikasi, waktu dan proses penerimaan dan sistem sosial.

a. Esensi Inovasi Itu Sendiri.

Inovasi termasuk inovasi pendidikan adalah inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik atau objek/benda yang disadari, dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk di adopsi. Namun demikian, proses adopsi inovasi ini tak datang dengan serentak tiba-tiba. Dalam kaitannya dengan esensi inovasi, paling tidak ada tiga hal yang berkaitan erat, yaitu teknologi, informasi dan pertimbangan ketidakpastian, dan reinovasi.

Dalam kadar tertentu, makna inovasi sering identik dengan teknologi yang digunakan.

Kata “teknologi” diartikan sebagai “a design for instrumental action that reduces the uncertainty in the cause effect relationship involved in achieving in desired outcomes”

(teknologi adalah suatu desain aksi kegiatan yang ditempuh guna mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dari hasil yang ingin dicapai). Adanya teknologi, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam difusi inovasi antara lain untuk menjawab persoalan dalam hal mengurangi ketidakpastian masa depan. Sebagai ilustrasi mislanya, ketika sekolah menggulirkan program desentralisasi sekolah melalui mekanisme komite sekolah dan peran kepala sekolah dengan semangat manajemen yang bercirikan keterbukaan (transparancy) dan pertanggung jawaban (accountability) dalam mengelola sekolah ke arah raihan mutu pendidikan yang lebih baik.

b. Saluran Komunikasi.

Komunikasi merupakan suatu proses dimana partisipan berbagai informasi untuk mencapai pengertian satu sama lain. Lasswell (1948) menyebut komponen dasar komukasi adalah “who say what, in what channels, to whom and in with what effects”. Komunikasi adalah sesuatu yang berkaitan dengan “siapa mengatakan atau mengemukakan apa, dengan saluran komunikasi apa, kepada siapa, dan dengan dampak apa (hasil yang dicapai)”.

c. Waktu dan Proses Penerimaan

6 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan Dosen: Dr. 

Waktu merupakan hal yang penting dalam proses difusi inovasi. Proses keputusan inovasi pada hakekatnya adalah suatu proses yang dilalui individu atau kelompok, mulai dari pertama kali adanya inovasi, dilanjutkan dengan keputusan sikap terhadap inovasi, penetapan keputusan untuk menerima atau menolak, implementasi inovasi, dan konfirmasi atas keputusan inovasi yang dipilihnya. Berikut adalah tahapan dari model proses keputusan inovasi, yang dapat dilakukan oleh praktisi pendidikan hingga peserta didik, yaitu :

a) Tahap Pengetahuan (Knowledge)

Tahap ini berlangsung apabila individu/kelompok, membuka diri terhadap adanya suatu inovasi serta ingin mengetahui bagaimana fungsi dan peran inovasi tersebut memberi konstribusi perbaikan di masa mendatang.

b) Tahapan Bujukan (Persuation)

Tahap ini berlangsung manakala individu atau kelompok, mulai membentuk sikap menyenangi atau bahkan tidak menyenangi terhadap inovasi.

c) Tahap Pengambilan Keputusan (Decision Making)

Tahap dimana seseorang atau kelompok melakukan aktifitas yang mengarah kepada keputusan untuk menerima atau menolak inovasi tersebut.

d) Tahap Implementasi (Implementation)

Tahap ini berlangsung ketika seseorang atau kelompok menerapkan atau menggunakan inovasi itu dalam kegiatan organisasinya.

e) Tahap Konfirmasi (Confirmation)

Tahap dimana seseorang atau kelompok mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang dilakukannya.

d. Sistem Sosial

Sistem sosial merupakan berbagai unit yang saling berhubungan satu sama lain dalam tatanan masyarakat, dalam mencari tujuan yang diharapkan (a social system is defined as a set of interrelated units that are engaged in joint problem solving to accomplish a common goal). Beberapa hal yang dikelompokkan sebagai bagian atau unit dalam sistem sosial kemasyarakatan, antara lain: individu anggota masyarakat, tokoh masyarakat, pemimpin formal, tokoh agama, kelompok tertentu dalam masyarakat. Kesemuanya secara nyata baik langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam proses difusi inovasi yang dilakukan.

c. Prinsip-prinsip Inovasi Pendidikan

Peter M. Drucker seorang penulis terkenal dalam bukunya Innovation and Enterpreneurship mengemukakan beberapa prinsip inovasi:

1. Inovasi memerlukan analisis berbagai kesempatan dan kemungkinan yang terbuka.

Artinya suatu inovasi hanya dapat terjadi kalau kita mempunyai kemampuan analisis.

2. Inovasi sifatnya konseptual dan perseptual, artinya yang bermula dari suatu keinginan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang dapat diterima masyarakat.

3. Inovasi harus dimulai dengan yang kecil. Tidak semua inovasi dimulai dengan ide-ide yang sangat besar yang tidak terjangkau oleh kehidupan nyata manusia. Dari keinginan yang kecil untuk memperbaiki suatu kndisi atau suatu kebutuhan hidup ternyata kelak mempunya impact yang sangat luas terhadap kehidupan manusia selanjutnya.

4. Inovasi diarahkan kepada kepemimpinan atau kepeloporan. Inovasi selalu diarahkan bahwa hasilnya akan menjadi suatu pelopor dari suatu perubahan yang diperlukan. Apabila tidak demikian maka intensi suatu inovasi kurang jelas dan tidak memperoleh apresiasi dalam masyarakat.

5. Bedakan secara rinci pengertian inovasi, modernisasi, dan teknologi?

Bagaimanakah hubungan antara inovasi, modernisasi, dan teknologi? Jika kita berbicara tentang inovasi, tidak terlepas dengan kata modernisasi dan teknologi. Walaupun ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda ketiganya memiliki keterkaitan.

Inovasi berawal dari keinginan untuk menciptakan suatu yang baru dan dapat diterima oleh masyarakat. Pencipta inovasi harus memiliki persepsi terhadap kebutuhan masyarakat yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat dimana ia hidup. lstilah "modern"

mempunyai berbagai macam arti. Istilah ini tidak hanya untuk orang, tetapi untuk bangsa, sistem politik, ekonomi, lembaga, perumahan serta berbagai macam kebiasaan. Pada umumnya kata modern untuk menunjukkan ke arah yang lebih baik, lebih maju dalam arti lebih menyenangkan dan lebih meningkatkan kesejahteraan hidup. Dengan cara baru (modern) sesuatu akan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Misalnya dalam perkembangan transportasi kereta lebih modern daripada gerobak yang ditarik orang, tetapi mobil lebih modern dari kereta kuda, dan pesawat lebih modern daripada mobil. Jadi modern dari satu segi dapat diartikan sesuatu yang baru lebih maju atau lebih baik daripada yang sudah ada, lebih memberikan kesejahteraan atau kesenangan bagi kehidupan (Ibrahim, 1988, hal. 42). JW Scrool seperti yang diterjemahkan Soekadijo mengatakan bahwa modernisasi suatu masyarakat dalam segala aspek-aspeknya. Modernisasi masyarakat secara umum dirumuskan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah kepada semua aktivitas, semua bidang kehidupan atau kepada semua aspek-aspek masyarakat (Soekadijo, 1991, hal. 4).

Bertambahnya pengetahuan ilmiah itu merupakan faktor yang penting dalam proses modernisasi. Masyarakat lebih modern apabila mereka lebih menerapkan pengetahuan dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, begitu juga sebaliknya

8 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan Dosen: Dr. 

terhadap masyarakat yang kurang modern. Ini menyangkut pengetahuan di segala bidang kehidupan dan semua aktivitas masyarakat. Menurut sejarahnya, modernisasi adalah proses perubahan sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah berkembang di Eropa Barat dan Amerika dari abad ke-17 sampai abad ke-19. Pada abad ke-19 dan ke-20 berkembang pula ke Amerika Selatan, Asia, dan Afrika. Proses perkembangan atau perubahan itu berlangsung secara bertahap dan tidak semua masyarakat berkembang dalam tahap dan urutan yang sama.

Jadi modernisasi pada dasarnya merupakan proses perkembangan dimana dapat meningkatkan hal-hal yang penting dalam kehidupan.

6. Mengapa inovasi perlu ada? Apa tujuan di adakannya inovasi?

Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Oleh sebab itu, inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) adalah inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas.

Mengapa inovasi perlu ada? karna setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan melakukan inovasi dalam pendidikan karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan, baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan, sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan, sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan.

Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi, di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal, tidak lagi mengenal batas-batas negara dan teritori. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. Bagaimana mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan, terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi pelaksanaan inovasi agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

Dalam bidang pendidikan, banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut, antara lain dalam hal manajemen pendidikan, metodologi pengajaran, media, sumber belajar, pelatihan guru, implementasi kurikulum. Tahap demi tahap arah pentingnya inovasi pendidikan Indonesia antara lain:

• Mengejar ketinggalan-ketinggala yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajara dengan kemjuan tersebut

• Mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.

Inovasi pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam sisten inovasi, 2009), karna mempunyai fungsi utama sebagai berikut :

• Menciptakan pengetahuan baru.

• Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi, yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya.

10 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan Dosen: Dr.

 

Referensi

Dokumen terkait

Desi Asma W. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)

Desi Asma W. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)

Jamiman Mutu (quality assurance). Konsep mutu dalam bidang pendidikan berikut indikatornya. Pengendalian mutu dalam bidang pendidikan. Buat abstraksi tulisan kurang lebih 1/3 halaman,

Inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam dalam era globalisasi dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis ICT Selain itu, model pendidikan Islam/studi Islam berupa,

Inovasi pada pembelajaran Pendidikan Islam jika diperhatikan selama ini penggunaan model, metode yang digunakan oleh guru-guru dalam proses pembelajaran adalah

Analisis Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa Pendidikan Kimia melalui Model Penilaian Produk Berorientasi Chemo-Entrepreneurship Dila Fairusi1 1Pendidikan Kimia FITK UIN Syarif

Rencana Perkuliahan Semeter Pertemuan Kegiatan Materi 1 RPS dan Kontrak Perkuliahan RPS dan kontrak Perkuliahan 2 Gambaran Umum Inovasi Bisnis Pendidikan Pembagian Kelompok 3 KWU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Latar belakang berisikan tentang alasan mengapa tema tersebut penting untuk anda jadikan sebagai makalah dan apa kaitannya dengan pendidikan