269 Lampiran 1. Peta Penelitian
270 Lampiran 2. Jadwal Penelitian
No Kegiatan Waktu Penelitian
Tahun 2010 Tahun 2011
1 4 5 6 7 8 9 10 11 1
2
1 2 3 4 5 6
1. Analisis dokumen 2. Pra
Penelitian 3. Sidang
Komisi 4. Kolokium 5. Penelitian
lapang dan analisis 6. Analisis dan
penyusunan hasil
penelitian 7. Verifikasi
Hasil Penelitian
8. Publikasi
271 Lampiran 3. Kerangka Analisa
Tabel 4. Ciri Kapitalisme Lokal Bajo Mola dan Mantigola
No Ciri/Karakteristik Dahulu Saat ini 1. Ketergantungan terhadap
alam
2. Etika moral ekspansionisme 3. Etika Moral akumulasi 4. Basis networking 5. Formasi kapital 6. Makna kehidupan 7. Makna laut/SDA 8. Hubungan tenaga kerja
dengan basis tertentu.
Tabel 5. Perubahan Sosial Masyarakat Bajo Mola No Kerangka
Teori
Perubahan Sosial
1. Livelihood change (Julian Steward)
Berburu dan meramu
Subsisten + pasar market oriented
Subsisten + komersial
Komersial
2. Rationality Change (Weber)
Path of development I
Path of
development II
Path of
development III
3. Structure Change (mode of production- Marx)
egaliter Masih serba sama tapi ada lapisan sosial
Lapisan sosial mulai mengkutub dan membentuk polarisasi
Polarisasi dan
terbentuknya modal dan jaringan internasional.
4. World View (Kluckhohn)
Alam berkuasa, pasrah
Alam+teknologi sederhana+pasar itu penting
Hidup harus berintegrasi terhadap
272 terhadap
alam
perdagangan/pasar tetapi juga harus solider
273 Lampiran 4. Panduan Analisa
Tabel 6. Karakteristik Aktor Kapitalis Lokal dalam Proses Pembentukan Kapitalisme Lokal di Bajo Mola dan Mantigola
No. Parameter-parameter yang diamati atau dijelaskan
Ponggawa Besar
Pongawa Menengah
Ponggawa kecil/lokal
Pedagang
1. Basis etika13 nilai moralitas (standar “the good-kemuliaan and the Bad-ketercelaan” yang dipakai /dianut oleh actor
dalam berbisnisdan pengembangan bisnis di lokasi
Etika x Etika y Etika Etika
“yang
termodifikasi”
Etika z
2. Bentuk pola akusisi (pencaplokan) capital (dalam bentuk uang, alat produksi, dan tanah) yang dikembangkan oleh actor 10- 20 tahun terakhir (jika ada
perubahan jelaskan mengapa hal tersebut terjadi?)
3. Bentuk /pola ekspansi capital (modal uang, alat produksi, dan tanah) yang dikembangkan oleh actor 10- 20 tahun terakhir (bila ada perubahan penjelasan diperlukan mengenai mengapa hal tersebut bias
terjadi?)
4. Bentuk/pola jejaring bisnis capital (dengan beragam pemilik modal uang, pemilik alat produksi, dan
13 Etika adalah standar the good and the bad yang dianut oleh masyarakat atau pribadi
274 penguasaan tanah) yang
dikembangkan oleh actor selama 10 tahun terakhir yang mengarahkan sifat jejaringan : apakah terbuka (tanpa pandang bulu) atau tertutup (dalam klan, clique, keluarga,…)?(jika ada perubahan bentuk jejaringan
akan menjelaskan bagaimana mengapa dan
apa alas an sehingga perubahan tersebut terjadi.
5. Basis modal social terpenting yang digunakan oleh actor dalam pengembangan capital di tingkat local sehingga diperoleh jawaban mengenai
bagaimana actor membangun “trust” dan
memastikan ikatan trust terjadi di kalangan pihak yang terlibat bisnis dengan sang actor.
6. Bentuk transaksi atau negosiasi bisnis yang dikembangkan oleh actor dalam bersaing dengan actor kapitalis lain.
7. Bentuk/cara yang ditempuh oleh actor dalam membangun “aliansi strategis ke luar” dengan penguasaan (Negara) atau actor kekuasaan lain, dalam rangka pengembangan kapitalisme local.
8. Bentuk/cara yang ditempuh oleh actor dalam membangun “aliansi strategis ke dalam komunitas” dalam rangka
275 mendapatkan legitimasi
social untuk pengembangan modal yang dikuasainya.
9. Strategi bisnis yang ditempuh oleh aktor (apakah ofensif, agresif, difensif-safe player, konvensional penuh kehati-hatian, atau risk taker atau cirri lainnya?)
10. Bentuk-bentuk
tindakan/sikap bisnis atau cirri budaya bisnis yang lekat (embedded) dengan budaya Bajo (sebutkan apa saja)
11. Bentuk-bentuk supporting institution (pranata social penopang) apa saja yang
ada, sehingga memungkinkan sang actor
mengembangkan kapitalisme local di Mola 12. Bentuk world view atau
pandangan-hidup/ideology sang actor tentang proses kapitalisasi sumberdaya alam (hutan mangrove yang dikonversi menjadi tambak) seperti apakah sebenarnya?
Tabel 7. Peta Rasionalitas Kapital dalam Sistem Nilai Budaya para Aktor Kapitalis Lokal
Wujud rasionalitas dalam tindakan atau sikap nyata No Bentuk rasionalitas
(logika pemikiran)
Ponggawa Besar
Ponggawa Menengah
Ponggawa Kecil
Pedagang
1. Rasionalitas
transedental (logika sang actor dalam memaknai modal dalam konteks hubungan sang
276 actor dengan Tuhannya)
sehingga dapat dianalisa adakah perubahan rasionalitas ini selama 10 tahun terakhir?
2. Rasionalitas instrumental
(bagaimana logika yang dibangun oleh actor dalam memaknai hubungan manusia dan
modal serta cara-cara memproduksi capital yang dikuasainya)
3. Rasionalitas ekonomi kapitalistik yang dikembangkan di lokalitas (bagaimanakah sang actor memaknai bisnis yang dibangunnya:
apakah bissiness for individual profit atau business for social welfare atau apa?) sehingga dapat dianalisa adakah perubahan rasionalitas selama 10 tahun
terakhir?Bagaimana pula akibat dari perubahan tersebut terhadap eksistensi actor?
4. Eco-rationality yang dianut oleh sang actor (bagaimana logika yang terbangun manakala sang actor menatap sumberdaya alam yang tersedia dihadapannya sehingga dapat dianalisa adakah perubahan rasionalitas ini selama 10 tahun
277 terakhir?Bagaimana pula
akibat dari perubahan tersebut terhadap eksistensi actor dan SDA
di lokasi?
5. Rasionalitas formal (logika yang dipakai saat memaknai hubungan actor dengan Negara atau pemerintah- rasionalitas politik dalam
rangka membangun jaringan bisnis dan pengembangan modal di wilayahnya) sehingga dapat dianalisa apakah terjadi perubahan konstelasi berpikir terhadap Negara sepanjang 10 tahun terakhir?
6. Rasionalitas moral sosial (bagaimana logika actor dalam memaknai hubungan dan tanggung jawab dia dengan lingkungan sosial- kemasyarakatannya
terkait dengan bisnis yang dijalankan).
278
279
280 Lampiran 4. Kerangka Acuan Wawancara
No Tujuan Penelitian Variabel Indikator Pertanyaan Penelitian Metode Sumber data 1. Untuk memperoleh
gambaran yang sesungguhnya
mengenai
bagaimana sejarah perkembangan
kapitalisme pada masyarakat Bajo Mola, serta mengkaji faktor-
faktor apa saja yang berperan di dalam perubahan tersebut.
Sumber perubahan
1. Permodalan 2. Teknologi 3. Komunikasi 4. Ideologi dan
agama 5. Amalgamasi 6. Birokrasi
1. Apa yang menjadi sumber atau faktor penentu perubahan?
2. Apakah akibat semakin
mudahnya akses seseorang di dalam permodalan?
3. Apakah karena introduksi teknologi?
4. Apakah karena mudahnya masyarakat Bajo dalam
mengakses informasi?
5. Apakah karena adanya nilai-nilai tertentu
misalnya agama?
6. Apakah karena terjadinya
Non survei, wawancara mendalam dengan pendekatan life history
Informan kunci dan catatan harian
281 amalgamasi
antara masyarakat Wanci dengan Bajo?
7. Ataukah karena adanya suatu kebijakan pemerintah?
Aspek Kesejarahan
1. Sejarah kedatangan masyarakat Bajo di Wakatobi 2. Sejarah
Berdirinya Desa Mola dan Mantigola
1. Bagaimana kah sesungguhnya sejarah
kedatangan Bajo di Wakatobi?
2. Apa yang mendorong masyarakat Bajo untuk menetap di Wakatobi?
3. Sesungguhnya, seperti apa pandangan Sultan Buton saat itu melihat suku Bajo yang nomaden?
4. Apakah
masyarakat Bajo saat itu
menyatakan pengakuannya
Non survei, wawancara mendalam dengan pendekatan life history
282 terhadap
keberadaan kesultanan Buton?
5. Jika iya, apakah bentuk
“pengakuan”
tersebut bagi masyarakat Bajo?
6. Apa masalah yang dihadapi oleh masyarakat Bajo ketika pertama mendarat di Lembonga?
7. Seperti apa kemunculan gerombolan Kahar Muzakar saat itu?
8. Mengapa, pada saat terjadi pemberontakan gerombolan Kahar Muzakar, sebagian
Masyarakat Bajo Mantigola terusir dari desanya?
283 9. Bagaimana
prosesnya sehingga Bajo dari Mantigola mendapatkan wilayah Baru?
10. Bagaimana proses penerimaan masyarakat Wanci terhadap masyarakat Bajo yang
mendukung pemberontakan?
11. Mengapa masyarakat Wanci menerima masyarakat Bajo yang
mendukung gerombolan?
12. Sejauhmana perlakuan masyarakat Wanci terhadap masyarakat Bajo?
13. Mengapa
masyarakat Bajo (khususnya) laki-
284 laki Mola banyak
yang menikah dengan wanita Wanci?
14. Adakah amalgamasi tersebut menyebabkan perubahan orientasi kehidupan masyarakat Bajo?
2. Untuk menganalisa bagaimana
perkembangan
sistem nilai materialisme-
kapitalisme
merembes ke dalam budaya masyarakat Bajo Mola dan Mantigola.
Pemaknaan masalah dasar kehidupan manusia
1. Hakekat dari hidup manusia 2. Hakekat dari
karya manusia 3. Hakekat dari
kedudukan manusia dalam ruang dan waktu 4. Hakekat
hubungan manusia dengan alam sekitarnya 5. Hakekat
hubungan manusia dengan sesamanya
1. Sejauhmana masyarakat Bajo Mola maupun Mantigola memaknai kehidupan dahulu dan sekarang?
2. Bagaimana masyarakat Bajo Mola maupun Mantigola memaknai karya manusia
(misalnya makna membuat perahu lambo, panah, dsb)
Non survei, wawancara mendalam dengan pendekatan life history
285 3. Bagaimana
masyarakat Bajo Mola maupun Mantigola memandang masa lalu, masa kini, dan masa depan?
4. Bagaimana pemaknaan laut bagi masyarakat Bajo Mola maupun
Mantigola?Apak ah bermakna spiritual, psikologis, ekonomi, atau sosial?
5. Bagaimana masyarakat Bajo memandang Daratan beserta sumberdayanya
?
6. Seperti apa sesungguhnya pemaknaan masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola
286 memandang
”sama”?
7. Seperti apa pula sesungguhnya pemaknaan masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola memandang orang ”bagai”?
Rasionalitas
nelayan
1. Mengartikan tindakan ekonomi dulu dan saat ini 2. makna kerja,
uang, dan ekspansi usaha dahulu dan saat ini
3. Pemaknaan lokal terhadap modal dulu dan saat ini 4. Transfer modal dari satu bentuk ke bentuk lain 5. Perubahan
rasionalitas mengenai modal 6. Etika terhadap
modal
7. Etika terhadap pengakumulasian
1. Sejauhmana makna tindakan ekonomi bagi masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola dulu dan saat ini?
2. Apa makna Kerja bagi masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola dahulu dan saat ini?
3. Apa makna uang bagi masyarakat Mola dan Mantigola dahulu dan saat ini?
4. Apa makna
Non survei, wawancara mendalam dengan pendekatan life history
287
kekayaan masyarakat Bajo
Mola maupun Mantigola mengenai modal dahulu dan saat ini?
5. Seperti apa bentuk transfer modal dari satu bentuk ke bentu lainnya?
6. Dari mana masyarakat Bajo Mola maupun Mantigola memperoleh modal
usaha?Apa yang berubah dari dahulu sampai sekarang?
7. Bagaimana rasionalitas masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola terhadap modal dahulu dan saat ini?
8. Sejauhmana etika
288 masyarakat Bajo
Mola dan Matigola memandang pengakumulasia n kekayaan dahulu dan saat ini?
9. Seperti apa perubahan makna
pendidikan bagi anak oleh masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola?
10. Seperti apa etika masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola dahulu dan saat ini mengenai kerja upahan?
Dan upah?
11. Apa makna perempuan di keluarga?
12. Apa makna anak di keluarga?
3. Untuk memahami Force of 1. Penguasaan modal
1. Peralatan apa saja yang
Non survei,
289 dan menganalisa
bagaimana proses perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Bajo Mola dan Mantigola.
Production 2. Kepemilikan alat tangkap termasuk kuantitas dan kualitas alat tangkap
3. Pola akumulasi modal
4. Pola akusisi modal/tanah/basis ekonomi
kehidupan dahulu dan masa kini.
5. Pola ekspansi modal dahulu dan saat ini.
6. Pola pemupukan modal
7. Sumber/asal alat produksi
8. Sumber modal 9. Harga tiap alat
produksi 10. Seasonality
digunakan untuk menangkap ikan?
2. Darimana alat tersebut diperoleh?
3. Berapa harga masing-masing alat tersebut?
4. Bagaimana pembayaran alat produksi
tersebut (cash, kredit, pinjam atau apa?) 5. Jika uang tidak
cukup untuk membeli alat produksi, bagaimana mengatasinya?
6. Adakah perubahan yang terjadi dahulu hingga saat ini mengenai jenis, jumlah dan kualitas alat tangkap?
7. Adakah perubahan pola
wawancara mendalam dengan pendekatan life history,
pengamatan berperanserta.
290 akumulasi modal
usaha dahulu hingga saat ini?
8. Adakah perubahan yang terjadi dahulu hingga saat ini mengenai pola akusisi
modal/tanah/bas is ekonomi kehidupan dahulu dan masa kini?
9. Bagaimana bentuk ekspansi usaha yang dilakukan?
10. Seperti apa pola pemupukan modal dahulu sampai saat ini?
11. Kapan atau bilaman kegiatan produksi
dilakukan?
12. Pertimbangan apa saja yang menentukan?
13. Siapa saja yang menentukan/ber
291 peran penting
dalam kegiatan proses
produksi?
14. berapa lama jangka waktu kegiatan penangkapan ikan?
15. Lokasi ata wilayah mana saja kegiatan penangkapan ikan dilakukan?
16. Adakah kepemilikan lokasi
penangkapan?
17. Bagaimana menghadapi hambatan alam, cuaca, dan lainnya?
18. Adakah kegiatan produksi
dipengaruhi oleh musim tertentu?
19. Bagaimana proses masuknya modernisasi
292 perikanan?
20. bagaimana respon nelayan Bajo terhadap modernisasi tersebut
Relation of
Production
1. Pola pembagian kerja (termasuk analisa peran perempuan dan laki-laki)
2. Relasi kerja dalam hubungan patron-client 3. Hak dan
kewajiban buruh dan juragan 4. Cara-cara
mengorganisir buruh
5. Pola-pola perekrutan 6. Mekanisme
pengupahan 7. pola-pola
distribusi hasil tangkapan
1. Adakah pola pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan di dalam rumahtangga?
2. Bagaimana perbedaan akses dan kontrol laki-laki dan perempuan terhadap keuangan rumahtangga?
3. Dalam hal apa saja nelayan bekerjasama dengan nelayan lain?
4. Bagaimana pembagian tugas
antarnelayan?
5. Bagaimana rekruitmen
Non survei, wawancara mendalam dengan pendekatan life history, dan pengamatan berperan serta..
293 nelayan
upahan?apa kriterianya?
6. Apa hak dan kewajiban buruh dan pemilik?
7. Bagaimana cara-cara mengorganisir buruh?
8. Kriteria apa saja dalam menjalin hubungan selain hubungan keluarga
9. Apakah pernah terjadi konflik kepentingan?
10. Bagaimana sistem
pengupahannya
? 11. Dalam
hubungan apa sajakah nelayan merasa tidak nyaman dengan nelayan lain?
12. Dalam hal apa sawi merasa nyaman dengan
294 punggawa?
13. Apakah
punggawa selalu dapat membantu kesulitan
nelayan?
14. Dalam hal apa saja nelayan berhubungan dengan papalele 15. kriteria apa saja
dalam menjalin hubungan dengan papalele?
16. kebutuhan apa saja yang sering diperoleh papalele?
17. adakah hubungan dengan papalele terasa
memberatkan nelayan?
18. Bagaimana pembagian hasil tangkapan?
19. Kemana hasil dijual?
20. Siapakah yang
295 melakukan
penjualan?
21. Siapa yang menetukan harga?
Livelihood development
1. Pola-pola adaptasi masyarakat Bajo
2. Keragaman nafkah dan basis nafkah 3. Hubungan
antara
teknologi yang digunakan dengan kondisi ekologis 4. Pola-pola
perilaku dalam mengeksploita si suatu wilayah 5. Pola-pola
perilaku pengaruhnya terhadap aspek budaya 6. Basis nafkah 7. Basis jaringan
sosial
1. Adakah perubahan pola- pola adaptasi yang dilakukan masyarakat Bajo Mola dan
Mantigola?
2. Apa yang mempengaruhi perubahan tersebut?
3. Apa saja keragaman nafkah yang dilakukan oleh Bajo Mola dan Mantigola?adak ah perubahan dari dahulu hingga saat ini?
4. Bagaimana proses nelayan Bajo Mola melakukan diversifikasi nafkah di luar
296 kegiatan
perikanan tangkap?
5. Adakah pola- pola perilaku tertentu dari masyarakat Bajo terhadap aspek budaya?
6. Apa basis dari tiap nafkah yang dilakukan?
7. Seperti apa basis jaringan sosial dari setiap nafkah yang dilakukan?
8. Berapa pendapatan nelayan dari tiap-tiap nafkah yang dilakukan?
9. Yang manakah yang
memberikan kontribusi terbesar?
10. Adakah pendapatan tersebut ditabung?
297 11. Jika terjadi
permasalahan kekurangan pendapatan bagaimana mengatasinya?