• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pada awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan kemunculan wabah virus baru yang berasal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Wabah virus ini diberi nama Coronavirus Disease 2019 (COVID- 19). Virus Covid-19 tersebut menyebar dengan sangat cepat melalui perantara manusia ke manusia, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Tingginya lonjakan jumlah negara yang terpapar virus Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Pada bulan Maret 2020 negara Indonesia sendiri mengkonfirmasi dua kasus pertama positif Covid-19. Masuknya virus Covid-19 di Indonesia semenjak bulan Maret 2020, tidak cuma berakibat pada mereka yang terinfeksi. Tetapi kemunculan virus covid-19 juga berakibat pada seluruh aspek kehidupan, mulai dari sosial ekonomi, hingga pola interaksi masyarakat Indonesia. Utamanya pandemi ini menyebabkan masalah pada kesehatan mental. Masalah pada kesehatan mental terjadi karena akibat dari banyaknya kebijakan yang diterapkan pemerintah indonesia untuk mengurangi peningkatan angka kasus Covid-19. Mulai dari peraturan yang mewajibkan masyarakat melaksanakan aktifitas kegiatan semua dari rumah atau disebut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sampai peraturan (PPKM) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat darurat Jawa - Bali yang dimulai pada bulan Juli 2021 hingga saat ini.

Kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi Covid-19 seperti melakukan karantina mandiri, menjaga jarak, belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah membuat masyarakat merasa tertekan. Banyak kekhawatiran yang muncul di masyarakat mulai dari risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, hingga kondisi setelah pandemi.

Situasi pandemi Covid-19 seperti ini tidak semua individu siap untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru sehingga menyebabkan masalah pada gangguan kesehatan mental masyarakat yang dipicu akibat dari stress, depresi, ketakutan, frustasi, bingung dan marah. Terlebih lagi tingkat infeksi dan angka kematian di Indonesia yang sangat tinggi, serta terbatasnya akses dan permasalahan sosial yang dialami oleh masyarakat.

(2)

2

Pemberitaan yang juga terjadi secara terus menerus di media sosial dengan penyebaran informasi yang tidak benar mengenai adanya teori konspirasi membuat semakin memperburuk kesehatan mental.

Perhimpunan Dokter spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) mencatat bahwa Sepanjang pandemi Covid-19 masyarakat dengan penderita ganggguan kesehatan mental mengalami peningkatan hingga 57,6% dari yang sebelumnya hanya 11,6%. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat kehilangan kesempatan yang disenanginya sepanjang pandemi (detik.com). Menurut hasil survei mengenai kesehatan mental akibat Covid-19, Perhimpunan Dokter spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menemukan bahwa sebanyak 68% responden mengalami cemas dengan merasa khawatir yang berlebih, sulit rileks, dan mudah tersulut emosi. 67%

depresi dengan gangguan tidur, kehilangan minat, tidak bertenaga dan kurang percaya diri. dan 77% mengalami trauma psikologis berkaitan dengan masyarakat yang mengalami dan melihat peristiwa tidak menyenangkan terkait Covid-19 (databoks.katadata.co.id). Masyarakat yang mengalami kecemasan, depresi dan trauma psikologi paling banyak terjadi pada kelompok usia muda dibawah 30 tahun dengan persentase 67,4%. Hal ini karena dipengaruhi juga oleh penggunaan media sosial. Adanya rasisme, seksisme, body shaming dan cyberbullying di media sosial merupakan faktor yang memicu gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan pada kelompok usia muda.

Kasus gangguan kesehatan mental di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga 57,6% akibat pandemi Covid-19, hal ini membuktikan bahwa penderita gangguan kesehatan mental membutuhkan penanganan yang tepat oleh ahli profesional maupun orang-orang sekitar dengan edukasi mengenai kesehatan mental.

Namun kenyataannya, dalam rencana tanggapan pandemi Covid-19 kesehatan mental menjadi hal yang diabaikan. Negara Indonesia sendiri masih mengalami kendala pada minimnya akses layanan kesehatan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK) mencatat hanya ada 1.143 psikolog klinis yang tersebar di Indonesia di tahun 2019. Sedangkan data menunjukkan bahwa satu psikiater memberikan layanan kepada 300.000 orang. WHO juga mengatakan, setiap negara rata-rata mengalokasikan anggaran kesehatan untuk keperluan layanan kesehatan mental hanya sebesar 2% (tirto.id). Rendahnya akses layanan kesehatan

(3)

3

mental di Indonesia menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan perawatan. Terlebih lagi di era pandemi Covid-19 yang seharusnya pelayanan kesehatan menjadi penting diberikan kepada masyarakat. Survey yang dilakukan oleh Into The Light bersama Change.Org tahun 2021, mencatat Hanya 27% masyarakat di Indonesia yang pernah mengakses layanan kesehatan mental dengan berbagai macam pertimbangan. 86%

Biaya menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih layanan kesehatan mental. Serta sebanyak 85% masyarakat lebih memilih layanan kesehatan mental digital yang menyediakan informasi secara daring (databoks.katadata.co.id).

Berdasar pada dukungan data yang menyatakan bahwa selama pandemi masyarakat lebih memilih layanan kesehatan mental digital dengan informasi secara daring, membuat banyak layanan kesehatan mental sekarang yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan komunikasi digital. Mereka menyediakan layanan meditasi dan konseling kesehatan mental berbasis daring melalui media baru.

Sebagaimana dikatakan lebih jelas oleh McQuail (2000) bahwa kebanyakan media baru memungkinkan komunikasi dua arah yang bersifat interaktif dengan memungkinkan pengguna berperan ganda sebagai penerima sekaligus pengirim informasi, sehingga implikasinya dapat bermacam-macam. Media sosial merupakan media baru yang dimanfaatkan para profesional (psikolog/psikiater) untuk memberikan informasi dan edukasi kesehatan mental. Tujuannya untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat mengenai kesehatan mental, guna mengurangi angka self diagnose pada diri sendiri serta meminimalisir angka gangguan kesehatan mental di masa pandemi Covid-19. Alternatif yang efektif serta efisien yang digunakan layanan kesehatan mental dalam memberikan edukasi kesehatan mental adalah melalui media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook, dan Twitter. Media sosial disebut sebagai media yang mampu mengajak para pengguna berpartisipasi dengan memberi kontribusi serta respon umpan balik secara terbuka, memberi pendapat dan berbagi informasi dalam waktu tidak terbatas guna memperluas interaksi sosial masyarakat. Tidak bisa dipungkiri jika media sosial mempunyai kelebihan dari media massa yang lain. Media sosial mempunyai arus komunikasi Two Way Communication serta Multi Way Communication yang maksudnya dengan menggunakan media sosial komunikator dapat berinteraksi langsung dengan komunikannya. Terlebih lagi antar komunikan bisa saling

(4)

4

berinteraksi, walaupun terkadang arus baliknya tertunda. Dari kelebihan yang dimiliki oleh media sosial, Platform Layanan kesehatan mental memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi kesehatan mental untuk menyebarluaskan informasi secara luas.

Penyebarluasan informasi menggunakan media sosial juga didukung dengan terus meningkatnya jumlah penggunaan media sosial pada masa pandemi Covid-19.

Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 8 jam 52 menit perhari untuk mengakses media sosial seperti yang tercatat pada laporan perusahaan media asal Inggris We Are Social. Sesuai data We Are Social juga mengungkapkan di tahun 2021 jumlah pengguna media sosial mencapai 73,7%, meningkat sekitar 6,3% (kompas.com). Pada laporannya terdapat lima aplikasi media sosial yang sering digunakan yakni Instagram, Facebook, Whatsapp, Youtube serta Twitter. Menjangkau khalayak luas melalui media sosial dengan lebih efektif dan efisien adalah tujuan layanan kesehatan mental dalam memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat. Salah satu layanan kesehatan mental yang memanfaatkan media sosial sebagai media informasi dan edukasi kesehatan mental adalah Ibunda.id. Ibunda.id merupakan salah satu perusahaan startup penyedia platform layanan kesehatan mental online di Indonesia yang berbasis inovasi dan teknologi. Tidak hanya memanfaatkan media konvensional seperti internet website, namun Ibunda.id juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi kepada khalayak. Ibunda.id merupakan layanan kesehatan yang memiliki lebih dari psikolog profesional dari segala bidang.

Meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan mensejahterakan masyarakat Indonesia melalui inovasi psikologi dan teknologi merupakan tujuan platform layanan kesehatan mental Ibunda.id.

Media sosial yang digunakan layanan kesehatan mental Ibunda.id dalam memberikan informasi mengenai kesehatan mental adalah Instagram, Facebook, Twitter, Youtube dan Line. Meskipun kelima media sosial tersebut adalah media interaktif, tetapi tetap mempunyai karakteristiknya masing-masing. Media sosial layanan kesehatan mental Ibunda.id dengan nama akun yang sama yaitu @ibunda.id mempunyai jumlah pengikut yang berbeda. Instagram mempunyai lebih dari 280 ribu pengikut, Twitter sebanyak 53.575 pengikut, Youtube sebanyak 5.420 ribu pengikut, dan Line sebanyak 53.577 ribu pengikut. Dari jumlah pengikut pada masing-masing

(5)

5

media sosial tersebut, menunjukkan bahwa media yang terpopuler dan banyak diketahui oleh masyarakat adalah Instagram. Media sosial Instagram merupakan media yang terbilang paling interaktif terlebih dipergunakan untuk platform layanan kesehatan mental. Dari sisi interaktivitasnya media instagram mampu mempengaruhi masyarakat untuk lebih interaktif dalam mencari informasi atau memberikan rasa ingin tahu yang lebih besar kepada masyarakat terhadap suatu informasi berupa unggahan gambar atau video. Akun media sosial Instagram @ibunda.id juga merupakan media yg telah diakui keasliannya dan mendapat verifikasi resmi dari Instagram. Kelebihan tersebut dapat mempermudah orang lain menemukan akun

@ibunda.id. Instagram @ibunda.id juga merupakan media sosial yang langsung dikelola oleh psikolog profesional bukan sebagai komunitas.

Instagram layanan kesehatan mental @ibunda.id mengajak masyarakat berinteraksi dengan memberikan konten informasi dan edukasi mengenai kesehatan mental. Konten interaksi yang diberikan bisa dalam bentuk foto, atau video yang dapat direspon langsung oleh masyarakat melalui fitur-fitur yang dimiliki seperti like, comment, direct message, mention, bahkan hastag dan lain sebagainya. Selain itu, melalui media Instagram @ibunda.id dalam konten fitur IGTV di setiap bulan, sering mengajak orang-orang yang menghadapi perisakan dunia maya untuk berbagi cerita mengenai kesehatan mental. #pejuangkesehatanmental menjadi campaign

@ibunda.id untuk mengajak masyarakat bergabung menyuarakan kesehatan mental.

Selain itu Akun Instagram @ibunda.id memanfaatkan fitur Instagram live dimana masyarakat bisa langsung menyampaikan aspirasi atau bertanya mengenai masalah yang sedang dihadapi melalui kolom pertanyaan. Akun @ibunda.id juga sering membuat konten yang menarik masyarakat untuk lebih berinteraktif seperti dengan memberikan quote, kuis, question & answer, serta this or that untuk mengetahui kondisi yang dialami oleh masyarakat.

Akun Instagram @ibunda.id merupakan platform yang memberikan informasi mengenai kesehatan mental yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Pada tahun 2021 @ibunda.id juga terpilih sebagai 1st Winner Sehat Impact Accelerator 2021 yang diselenggarakan Johnson & Johnson dengan Instellar id. Serta terpilih sebagai 1st Winner off Indonesian Local Round of She Loves Tech Global Stage Indonesia di tahun 2021. Dengan penghargaan yang telah diraih, sudah

(6)

6

seharusnya akun @ibunda.id menjadi media yang interaktif dan responsif akan kebutuhan informasi masyarakat dan tidak hanya menggunakan media sosial untuk menjangkau khalayak luas. Terlebih lagi selama pandemi covid-19 media sosial juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan mental bagi penderita gangguan kesehatan mental dengan mencari dukungan dari orang-orang yang menghadapi masalah yang sama dengan mereka. Tak hanya itu mereka juga memanfaatkan layanan dukungan konsultasi online untuk menjaga kesehatan mental. Sehingga Sebagai platform layanan kesehatan mental, media sosial Instagram @ibunda.id diharapkan bergerak cepat dan tanggap dengan memberikan pemberitaan yang ter-up to date. Pembaharuan informasi melalui platform layanan kesehatan mental secara terus menerus sesuai dengan konten yang telah ditentukan dan tanggap dalam merespon partisipasi masyarakat di akun Instagram @ibunda.id akan menjalin hubungan yang lebih dekat dan mendapat kepercayaan dari publik. Berdasarkan dari berbagai hal yang telah diuraikan diatas, peneliti tertarik untuk melihat dan meneliti lebih dalam tentang “Interaktivitas akun media sosial Instagram @ibunda.id sebagai media informasi dan edukasi kesehatan mental di Indonesia”.

2. Batasan Masalah

Pada penelitian ini interaktivitas yang dimaksud merupakan interaktivitas yang terjadi antara publik dengan akun media sosial Instagram layanan kesehatan mental @ibunda.id dalam konten-konten informasi yang dibagikan. Konten tersebut merupakan informasi serta edukasi kesehatan mental. Media sosial mempunyai bermacam fitur sebagai bentuk interaksinya. Namun terdapat beberapa fitur yang menjadi keterbatasan peneliti untuk melihat bentuk interaksi di media sosial seperti mengetahui jumlah share, direct message, serta jumlah viewers Instagram story, karena interaksi tersebut hanya mampu dilihat secara pribadi oleh pemilik akun tersebut. Oleh sebab itu supaya penelitian ini lebih tersusun serta terfokus antara permasalahan yang hendak dikemukakan dengan pembahasannya, maka peneliti hanya membatasi pada interaksi yang bisa dilihat secara langsung oleh peneliti yang terjadi dalam unggahan instagram baik foto atau video pada Instagram berupa like, comment, views video dan fitur-fitur instagram yang menunjukkan adanya

(7)

7

interaktivitas mengenai unggahan kesehatan mental yang aktif diposting @ibunda.id selama satu bulan yaitu pada bulan Oktober 2021.

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan permasalahan yang sudah ditentukan, maka didapatkan suatu rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: “Bagaimana Interaktivitas akun media sosial Instagram @ibunda.id sebagai media informasi dan edukasi kesehatan mental di Indonesia?”.

4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada rumusan masalah yang ada, pada dasarnya memiliki tujuan penelitian yang ingin dicapai. Maka tujuan dalam penelitian ini yaitu: “Untuk mengetahui interaktivitas akun media sosial Instagram @ibunda.id sebagai media informasi dan edukasi kesehatan mental di Indonesia”.

5. Manfaat Penelitian A. Manfaat Teoritis

Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah pengetahuan baru serta wawasan bagi pembaca, juga menjadi sarana untuk berbagi ilmu komunikasi khususnya dalam bidang interaktivitas akun media sosial Instagram sebagai media informasi serta edukasi.

B. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat menjadi masukan atau pedoman peneliti lain yang berkaitan dengan penelitian mengenai interaktivitas akun media sosial Instagram sebagai media informasi serta edukasi kesehatan mental.

Referensi

Dokumen terkait

Pengambilan keputusan secara konvensional dikhawatirkan menimbulkan kesulitan bagi pimpinan forum dan para donatur beasiswa, bagaimana menetapkan peserta terpilih

Uji hipotesis yang pertama digunakan untuk mengetahui kontribusi nilai hasil belajar mata pelajaran produktif dan efiksi diri terhadap nilai akhir Praktik Kerja Lapangan pada

Pemahaman seperti ini membuat anggota jemaat merasa bersyukur dan menganggap diri diberkati oleh Tuhan ketika hal-hal yang baik seperti yang telah di kemukan diatas terjadi

bahwa ketentuan retribusi yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 10 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal dan Bandar Udara,

Sensor tegangan dari photodioda didapat dari rangkaian pembagi tegangan yang dikonversikan menjadi digital oleh ADC0804 dan output dari ADC0804 dijadikan sebagai input

anita usia subur - cakupan yang tinggi untuk semua kelompok sasaran sulit dicapai ;aksinasi rnasai bnntuk - cukup potensial menghambat h-ansmisi - rnenyisakan kelompok

Menyerahkan copy sah ijazah atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah bahwa telah mengikuti Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2014/2015 bagi calon peserta didik dari SD/MI,

Penelitian di mulai dengan observasi, dilanjutkan mengumpulkan data tentang kebiasaan belajar dan hasil belajar matematika peserta didik kelas III di SDN Sukadamai 3