• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya, peran bahasa sangatlah penting bagi kehidupan sosial masyarakat, dengan adanya bahasa, manusia dapat berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Dengan bahasa, manusia mampu menyampaikan dan mengembangkan pikirannya dalam berbagai wujud. Pada hakikatnya, bahasa tidak akan terpisah dari kelompok masyarakat karena bahasa dan masyarakat sudah menjadi kesatuan yang utuh. Kedudukan bahasa juga dapat digunakan dalam identitas suatu bangsa, sehubungan dengan hal tersebut, bahasa merupakan salah satu wujud pemersatu bangsa.

Satuan lambang bunyi dengan memiliki sifat arbitrer dan dapat dipakai oleh kelompok masyarakat untuk saling berkomunikasi merupakan definisi dari bahasa (Sumarsono. 2018).

Maksud dari bahasa bersifat arbitrer yaitu bahasa mempunyai sifat sewenang-wenang dan tidak ada ikatan wajib antara satuan-satuan yang dilambangkan di dalamnya. Dalam bidang sosiolinguistik, kedudukan bahasa dijadikan sebagai sistem sosial, sumber informasi dan bahasa juga dapat digunakan sebagai ciri khas dari suatu budaya. Bahasa terdiri dari beberapa variasi yang di dalamnya dibedakan berdasarkan fungsi dan situasi.

Variasi bahasa merupakan salah satu keberagaman bahasa yang disebabkan dari faktor kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat sosial dengan beragam penuturnya yang tidak homogen (Chaer, 2010:62). Prinsip dasar dalam variasi bahasa terjadi jika seorang penutur berbicara tidak selalu dengan cara yang sama untuk setiap topik yang dibicarakan. Dengan kata lain, penutur berbicara dengan cara yang berbeda di situasi yang berbeda-beda juga. Salah satu bentuk variasi bahasa yang dipakai dalam kajian ini yaitu variasi bahasa jargon.

Jargon tergolong sebagai salah satu ragam bahasa yang ditinjau dari aspek penuturnya.

Jargon merupakan istilah-istilah khusus atau kosakata yang digunakan dalam kehidupan sosial tertentu. Sejalan dengan hal tersebut, Chaer (2010:68) beranggapan jargon termasuk ragam bahasa sosial yang dipakai secara terbatas oleh kelompok masyarakat dan istilah yang digunakan di dalam jargon biasanya sering tidak dipahami oleh masyarakat lain yang bukan bagian dari kelompoknya. Pendapat lain dikemukakan oleh Sumarsono dalam (Leni, 2018).

bahwa jargon memakai istilah-istilah dan ujaran-ujaran yang digunakan oleh sekelompok sosial tertentu, istilah dan ujaran yang digunakan biasanya tidak dipahami oleh seseorang di luar kelompok tersebut.

(2)

2 Jargon juga sering digunakan dalam suatu acara yang bergenre komedi, salah satunya di acara Wawancanda pada kanal youtube Abdel Achrian. Peneliti memilih objek penelitian acara Wawancanda karena banyak terdapat ujaran yang memiliki istilah-istilah stand up comedy, dimana istilah tersebut tergolong istilah yang menarik untuk diteliti. Pemilihan kanal youtube Abdel Achrian karena pada penelitian sebelumnya belum ada yang meneliti khususnya pada jargon stand up comedy. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian ini agar masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompok stand up comedy dapat memahami istilah-istilah yang terdapat dalam acara Wawancanda atau dalam bidang komedi. .

Wawancanda merupakan suatu acara bincang-bincang santai dengan dipenuhi candaan.

Bahasa yang digunakan dalam Wawancanda tidak termasuk bahasa yang formal, banyak kosakata-kosakata baru di dalamnya yang dapat dikaji dengan ragam bahasa jargon stand up comedy. Obrolan yang dibahas biasanya meliputi cerita perjalanan hidup, pengalaman pribadi, kisah inspirasi dari teman yang diajak berkolaborasi (Bintang tamu). Pada kenyataannya, walaupun jargon termasuk ragam bahasa sosial yang hanya dipakai secara terbatas dan hanya pada kelompok tertentu saja yang memahami maknanya, jargon juga sering digunakan dalam acara talkshow stand up comedy.

Acara Wawancanda sangat diminati masyarakat umum, baik dari kalangan remaja sampai kalangangan dewasa. Hal tersebut terbukti pada jumlah subscriber yang mencapai 410.000 dengan rata-rata viewer pada setiap postingan video mencapai satu juta kali di tonton. Dalam konteks komedi, ragam bahasa jargon saat ini sangat diminati masyarakat umum (penonton) dan banyak digunakan oleh pelawak-pelawak dalam dunia hiburan. Pada dasarnya ragam bahasa jargon sering digunakan dalam stand up comedy karena jargon memakai istilah-istilah dan ujaran khusus yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu tetapi banyak mengandung makna tersendiri yang membuat orang lain tertarik dalam hal tersebut.

Alasan peneliti memilih fokus penelitian jargon karena dalam acara Wawancanda lebih dominan menggunakan kosakata stand up comedy yang orang lain belum tentu memahami makna tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji acara Wawancanda dengan fokus penelitian jargon, yang bertujuan agar orang lain yang bukan termasuk komedian juga dapat memahami segala bentuk percakapan dan istilah-istilah yang ada dalam acara Wawancanda. Pada penelitian sebelumnya, objek kajian youtube Abdel Achrian juga belum ada yang meneliti dengan fokus penelitian jargon, khususnya jargon stand up comedy di acara Wawancanda. Sehubungan dengan hal di atas, penelitian jargon ini sebelumnya pernah dilakukan dengan objek kajian yang berbeda-beda. Diantaranya dua penelitian yang pernah dilakukan berfokus pada kajian objek profesi. Penelitian pertama

(3)

3 dilakukan oleh Riyadhul Haq (2019) dengan judul Pemakaian Jargon Satuan Polisi Pamong Praja pada Markas Komando Kabupaten Karawang (Kajian Sosiolinguistik). Hasil dari penelitian tersebut yaitu bentuk jargon komunikasi yang dipakai oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang berupa kode struktural, kode alphabet atau kode lokal Indonesia, kode angka, dan kode kata. Pembahasan selanjutnya tentang jargon berdasarkan bentuk lingual kata yang digunakan Satuan Polisi Pamong Praja yaitu bentuk numeralia, nomina dan yang terakhir membahas tentang makna jargon yang ditinjau dari teori Speaking.

Penelitian mengenai profesi yang kedua dilakukan oleh Nurhuda (2018) dengan judul jurnal Penggunaan Jargon di Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo (Kajian Sosiolinguistik). Hasil dari penelitian tersebut yaitu membahas bentuk jargon yang terdapat dalam lingkungan pengemudi Gojek. Maka hasil dari penelitian tersebut berupa kelas kata diantaranya bentuk nomina, bentuk verba, bentuk adjektiva, bentuk kata ganti pronomina, bentuk frasa verba, bentuk frasa adjektiva dan jargon bentuk akronim. Hasil dari penelitian ini juga membahas tentang fungsi bahasa jargon yang digunakan dalam lingkungan pengemudi Gojek yang terdiri dari fungsi informatif, fungsi komisif, fungsi direktif, fungsi konotatif, dan fungsi ekspresif.

Penelitian jargon sebelumnya juga berfokus pada objek media, diantaranya media sosial facebook dan televisi. Penelitian pertama dilakukan oleh Kurnia (2013) dengan judul kajian Penggunaan Jargon Oleh Komunitas Chatting Facebook di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Padang. Hasil dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa bentuk jargon dibedakan berdasarkan asal bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bentuk campuran bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Bentuk jargon yang diperoleh dalam penelitian berupa singkatan, akronim dan frasa. Terdapat juga makna jargon yang berupa makna tidak sebenarnya atau makna konotasi dan tidak terdapat makna leksikal dalam hasil penelitian.

Dapat dilihat fungsi jargon yang digunakan dalam penelitian ini berfungsi untuk pendekatan diri dalam suatu komunikasi, sebagai salah satu alat untuk menuangkan emosi dan perasaan secara efisien.

Penelitian sebelumnya juga digunakan untuk bahan skripsi yang ditulis oleh Maskartika (2017) dengan judul skripsi Ragam Bahasa Jargon Vicky Prasetyo DI Media Elektronik Televisi Tahun 2013. Hasil dari penelitian yaitu jargon yang digunakan Vicky Prasetyo terdapat bentuk jargon berupa kosakata dan ungkapan untuk berkomunikasi. Ada lima bentuk jargon berdasarkan cara pembentukannya seperti; kata dasar, afiksasi, reduplikasi, abreviasi dan pemajemukan. Terdapat juga tiga bentuk jargon berdasarkan sumber istilah seperti; kosakata bahasa Indonesia, bahasa Asing dan bahasa Daerah.

(4)

4 Dari beberapa uraian pada penelitian sebelumnya, maka terdapat perbedaan dan persamaan dengan penelitian yang dilakukan saat ini. Pada penelitian Riyadhul Haq tahun 2019, kajian teori yang digunakan dalam mengkaji makna bahasa jargon menggunakan teori speaking. Dan bentuk bahasa jargon yang digunakan dalam penelitian sebelumnya hanya membahas bentuk kode dan bentuk lingual dari bahasa jargon saja, sedangkan pada penelitian saat ini membahas bentuk bahasa jargon secara luas yang terdapat dalam objek sosial media youtube. Penelitian yang baru dilakukan yaitu pada tahun 2020 yang ditulis Zamzan Nurhuda lebih membahas ragam jargon pada kelas kata saja, sedangkan pada penelitian ini akan membahas makna bahasa jargon pada acara tersebut. Perbedaan selanjutnya pada penelitian tahun 2013 yang dilakukan oleh Vivi Kurnia hanya bentuk bahasa jargon dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sedangkan pada penelitian yang dilakukan ini banyak terdapat percampuran bahasa yang digunakan Abdel Achrian dalam acaranya.

Pada penelitian Maskartika tahun 2017 hanya membahas bentuk jargon saja, sedangkan pada penelitian saat ini perumusan masalah yang akan dikaji mencakup bentuk, dan makna jargon stand up comedy. Dari beberapa penjabaran mengenai perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan saat ini, maka terdapat juga persamaan pada penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini. Persamaan tersebut mencakup sama-sama membahas fokus penelitian bahasa jargon, dan dari beberapa perumusan masalah penelitian terdahulu terdapat juga persamaan pada rumusan masalah bentuk jargon.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang yang telah dijabarkan di atas, rumusan masalah yang akan dikaji dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana bentuk jargon stand up comedy dalam acara Wawancanda pada kanal youtube Abdel Achrian?

2. Bagaimana makna jargon stand up comedy dalam acara Wawancanda pada kanal youtube Abdel Achrian?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat dilihat tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis bentuk jargon stand up comedy dalam acara Wawancanda pada kanal youtube Abdel Achrian

2. Menganalisis makna jargon stand up comedy dalam acara Wawancanda pada kanal

(5)

5 youtube Abdel Achrian

1.4 Manfaat Penelitian

Dari beberapa uraian di atas, penulis mengadakan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua orang, baik bermanfaat secara teoretis ataupun secara praktis seperti berikut:

1.4.1 Manfaat Teoretis

1. Pada penelitian ini, penulis berharap ilmu sosiolinguistik dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan ilmu yang lebih luas, di khususkan dalam kevariasian bahasa salah satunya yaitu penggunaan jargon stand up comedy di media sosial youtube

2. Dapat dijadikan sebagai sumber rujukan bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian dan menjabarkan lebih lanjut mengenai penggunaan ragam jargon di media sosial youtube

3. Dalam dunia keilmuan, penulis berharap stand up comedy mampu menambah wawasan pengetahuan baru dalam dunia komedi, mampu menjadikan seorang komedian yang profesuonal dan dapat menggali ilmu variasi bahasa yang digunakan dalam dunia pelawak serta melestarikan stand up comedy.

1.4.2 Manfaat Praktis

1. Penelitian ini sangat bermanfaat di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pada penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu tentang bahasa khususnya pada bidang sosiolinguistik

2. Penelitian ini juga bermafaat bagi pengajar lainnya yang digunakan untuk bahan mengajar, dan memperkaya sumber referensi tentang ilmu sosiolinguistik

3. Penulis berharap agar penelitian ini dapat digunakan sebagai pembanding dari penelitian selanjutnya yang mengkaji di bidang sosiolinguistik, khususnya pada bahasa jargon.

1.5 Definisi Operasional

Agar persepsi terhadap istilah memperoleh kesamaan dalam penelitian ini, maka definisi operasional penting untuk dituliskan. Adapun penjabaran mengenai istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain:

1. Ragam bahasa atau variasi bahasa merupakan salah satu keanekaragaman bahasa yang di

(6)

6 dalamnya terdapat faktor geografis, faktor situasi dalam berbahasa, faktor kedudukan sosial, faktor budaya, faktor waktu dan faktor dari individual. Variasi bahasa meliputi bahasa akrolek, vulgar, slang, basilek, kolokial, argot, ken dan jargon.

2. Jargon merupakan salah satu ragam bahasa sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok masyarakat dan istilah yang digunakan di dalam jargon biasanya sering tidak dipahami oleh masyarakat yang bukan kelompoknya tetapi tidak bersifat rahasia. Jargon tergolong sebagai salah satu ragam bahasa yang ditinjau dari aspek penuturnya.

3. Istilah Stand up comedy berasal dari bahasa Inggris yang mempunyai arti lawakan atau komedi tunggal. Secara harfiah disebut juga dengan “komedi berdiri”. Yang artinya salah satu profesi pelawak yang terkadang disebut dengan komika, biasanya membawakan lawakannya di atas panggung dan berhadapan dengan penonton dengan cara memonolog mengenai suatu tema yang sudah dipelajari.

4. Bentuk bahasa jargon merupakan salah satu wujud lingual yang digunakan penutur dalam acara Wawancanda, bentuk jargon tersebut dibedakan berdasarkan proses pembentukan istilah, berdasarkan satuan lingual frasa ataupun kata, berdasarkan kelas kata dan asal bahasa.

5. Makna bahasa jargon merupakan suatu ide atau pemikiran yang di dalamnya meliputi makna leksikal, denotatif, konotatif, gramatikal, kontekstual, konseptual, idiom dan istilah.

Referensi

Dokumen terkait

7 Tahun 2016, menjelaskan Majelis Kehormatan Notaris adalah suatu badan yang mempunyai kewenangan untuk melakukan pembinaan Notaris dan kewajiban memberikan persetujuan

[r]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga komponen atau variabel bebas, yang lebih besar memberikan kontribusi terhadap kemampuan renang gaya bebas 50 meter

anita usia subur - cakupan yang tinggi untuk semua kelompok sasaran sulit dicapai ;aksinasi rnasai bnntuk - cukup potensial menghambat h-ansmisi - rnenyisakan kelompok

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas masyarakat Desa Klampok beragama Islam, terbukti dari sarana peribadatan yang sangat memadai. Salah satunya yaitu masjid