SKRIPSI
Disusun Oleh:
ANGGRINI YULITA LAKSANA NIM. 208173066
PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN
JAMBI
2021
NOTA DINAS
Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku tgl No Revisi Tgl.
Revisi
Halaman In.08-PS-05 In.08-FM-PS-05-03 25-02-2013 R-0 - 1 dari 1 Hal : Nota Dinas
Lampiran : - Kepada
Yth, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi DiJambi
Assalamu’alaikum wr.wb
Setelah melalui proses bimbingan/konsultasi dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari:
Nama : Anggrini Yulita Laksana NIM : 208173066
Judul :Penerapan Media Aplikasi GeoGebra Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Segitiga Kelas X Sekolah Menegah Atas Swasta Nusantara Kota Jambi Telah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai salah satu syarat untuk memperolehgelar Sarjana Pendidikan dalam TadrisMatematika.
Dengan ini kami mengharapkan agar skripsi/tugas akhir saudari tersebut dapat segera dimunaqasyahkan.Demikian pengajuan ini disampaikan, kami ucapkan terima kasih.
Jambi,03 Juni 2021 Pembimbing I
Drs. Ali Usmar M,Pd
NIP: 19620812 199402 1 001
iii
NOTA DINAS
Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku tgl No Revisi Tgl.
Revisi
Halaman In.08-PS-05 In.08-FM-PS-05-01 25-02-2013 R-0 - 1 dari 1 Hal : Nota Dinas
Lampiran : - Kepada
Yth, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi DiJambi
Assalamu’alaikum wr.wb
Setelah melalui proses bimbingan/konsultasi dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari:
Nama : Anggrini Yulita Laksana NIM : 208173066
Judul :Penerapan Media Aplikasi GeoGebra Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Segitiga Kelas X Sekolah Menegah Atas Swasta Nusantara Kota Jambi Telah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dalam Matematika.
Dengan ini kami mengharapkan agar skripsi/tugas akhir saudari tersebut dapat segera dimunaqasyahkan.Demikian pengajuan ini disampaikan, kami ucapkan terima kasih.
Jambi, 03 Juni 2021 Pembimbing II
Betri Wendra, S.Pd.I, M.Sc NIP :1987022020 19031006
PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya susun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari FakultasTarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, seluruhnya merupakan hasil karya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian skripsi bukan hasil karya saya sendiri atau terindikasi adanya unsur plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sangsi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Jambi,03 Juni 2021
Anggrini Yulita Laksana NIM. 208173066
iv
do’a kepada Allah SWT. Rabb-ku karena-Nya lah akhirnya karya kecil ini terselesaikan sebagai ungkapan rasa puji syukur dan kuuntai shalawat serta salam
kepada Nabi Muhammad SAW merangkai pengharapan bagi syafaatnya.
Skripsi ini ku persembahkan teruntuk kedua orang tuaku Ayahanda Ngatandan ibunda Rastika untuk curahan doa cinta dan kasih sayang yang tak
terhingga. Kepada saudariku Filda Agistianigsih dan Hesti Astriani.Dan juga untuk sahabat saya geng Grils Talk yang selama ini telah banyak membantu saya
ucapkan banyak terima kasih.Untuk semuanya saya ucapakan Alhamdulillah Jazakumullahu Khairan.Aamiin.
v
ِء َلَُؤَٰه ٰىَلَع اًديِهَش ًةَْحَْرَو ىًدُهَو ٍءْيَش لُكِل اًناَيْ بِت َباَتِكْلا َكْيَلَع اَنْلَّزَ نَو
ُمْلِل ٰىَرْشُبَو َيِمِلْس
Artinya : “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qu’ran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”.(QS. An- Nahl:89)
vi
Alim yang kita tidak mengatahui kecuali apa yang diajarkannya, atas iradahnya hingga skripsi ini dapat dirampungkan. Sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW. Pembawa risalah pencerahan bagi manusia.
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat akademik gunu mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian skripsi ini tidak banyak melibatkan pihak yang telah memeberikan motivasi baik moril maupun materil. Dalam kesempatan ini, dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada:
1. Bapak Prof.Dr.H.Su’aidi, MA., Ph.,D selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Ibu Dr.Hj.Fadillah, M.Pd , selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
3. Bapak Drs.Sunarto, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Tadris Matemtika Fakultas Trbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
4. Bapak Drs. Ali Usmar, M.Pd selaku Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu dan mencurahkan pemikirannya demi mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Bapak Betri Wendra, S.Pd.I, M.Sc selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan mencurahkan pemikirannya demi mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Bapak dan ibu Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada umumnya, serta Bapak dan Ibu Dosen Prodi Tadris Matematika khususnya yang telah memberikan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
vii
Jambi yang telah memebrikan kemudahan kepada penulisan dalam memeperoleh data di lapangan.
9. Ibu Dian Afizzah, S.Pd sebagai guru mata pelajaran matematika kelas X MIPA dan X IIS di SMAS Nusantara Kota Jambi
10. Teman- teman seperjuangan khususnya Prodi Tadris Matemtika angkatan 2017 yang telah banyak membantu dan memebrikan motivasi dalam penyelesaikan skripsi ini.
11. Orang tua saya Bapak Ngatan dan Rastika serta Keluarga yang telah tiadahenti hingga menjadi kekuatan pendorong bagi penulis utnuk menyelesaikan skripsi ini.
Akhirnya semoga Allah SWT. Berkenen membalas segala kebaikan dan amal semua pihak yang telah memebantu. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pengembang ilmu.
Jambi, 03Juni 2021 Penulis,
Anggrini Yulita Laksana NIM. 208173066
viii
Judul Skripsi :Penerapan Media Aplikasi GeoGebra Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Segitiga Kelas X Sekolah Menengah Atas Swasta Nusantara Kota Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalis hasil belajar siswa dalampembelajaran matematika materi segitiga dengan berbantuan Aplikasi geogebra yang bermetode aplikasi . Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sebanyak 6 orang siswa pada materi segitiga. Instrumen yang digunakan yaitu pertanyaan soalhasil belajar dengan 4 pertanyaan.Pertanyaan tersebut digunakan untuk mencari hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada materi segitiga dengan berbantuan aplikasi Geogebra. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada materisegitiga dengan berbantuan aplikasi geogebra menunjukkan hasil positif dengan respon perolehan rata-rata presentase 74,9%dan dikategorikan kuat. Rata-rata tersebut tersebut diperoleh oleh setiap indikator belajar yang telah diberikan kepada setiap responden.
Dari hasil perhitungan didapat nilai rata-rata skor proses belajar kelompok eksperimen nilai rata-rata sebesar 81,66 dengan standar deviasinya 86,72 dan untuk kelompok kontrol sebesar 82,5 dengan standar deviasinya 82,91.Nilai rata- rata hasil belajar posttest kelompok eksperimen sebesar 81,0 dengan standar deviasinya 97,08. Dan untuk kelompok kontrol sebesar 75 dengan standar deviasinya 61,86. Kemudian data tersebut dilakukan uji “ ” diperoleh hasil 0,990 0,01 0,950 untuk nilai proses belajar siswa dan 0,990> 0,01<0,950 untuk nilai posttest. Setelah membandingkan antara dengan ternyata
pada taraf signifikan 5% maupun taraf signifikan 1%. Dengan demikian Hipotesis alternatif ( ) diterima dan ( ) ditolak. Berarti ada pengaruh antara penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar terhadap proses dan hasil belajar siswa di SMAS Nusantara kota Jambi.
Kata kunci : Media Aplikasi Geogebra, Hasil Belajar
ix
Title : Application of GeoGebra Media to Improve Student Mathematics Learning Outcomes in Class X Triangle Material of Private High Schools Nusantara Jambi City This study aims to analyze student learning outcomes in mathematics learning triangle material assisted by geogebra applications. The research method uses descriptive quantitative. The subjects used in this study were 6 students of class X in the triangle material. The instrument used was a question about learning outcomes with 4 questions. These questions are used to find student learning outcomes in mathematics learning on triangular material with the help of geogebra applications. The results of this study indicate that student learning outcomes on triangle material assisted by the geogebra application assisted with JavaScript show positive results with an average percentage response of 74.9%
and are categorized as strong. This average is obtained by each learning indicator that has been given to each respondent
From the calculation results, the average value of the experimental group learning process score is 81.66 with a standard deviation of 86.72 and for the control group is 82.5 with a standard deviation of 82.91. The average value of posttest learning outcomes in the experimental group was 81.0 with a standard deviation of 97.08. And for the control group of 75 with a standard deviation of 61.86. Then the data is tested "t" obtained results 0.990> 0.01> 0.950 for the value of student learning and 0.990> 0.01 <0.950 for the posttest value. After comparing
count with table, it turns out that coun> table at a significant level of 5% and a significant level of 1%. Thus the alternative hypothesis( ) is accepted and ( ) is rejected. This means that there is an influence between the application of the Jabung Alam Around approach to the process and student learning outcomes at the Nusantara Senior High School, Jambi City.
Keywords: Geogebra Application Media, Learning Outcomes
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
NOTA DINAS ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iv
PERSEMBAHAN ... v
MOTTO ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... viii
ABSTRACT ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR GRAFIK ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
I. PENDAHULUAN A. LatarBelakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 5
C. BatasanMasalah ... 5
D. RumusanMasalah ... 6
E. Tujuan Penelitian ... 6
II. KAJIAN PUSTAKA A. KajianTeori ... 8
B.StudiRelevan ... 24
C.KerangkaBerfikir ... 26
D.HipotesisPenelitian ... 26
III. METODOLOGI PENELITIAN A.TempatdanWaktu Penelitian ... 28
B. Desain Penelitian ... 28
C. Populasi dan Teknik Pengumpulan Sampel ... 30
xi
D. Variabel-Variabel dan Perlakuan Penelitian ... 30
E. Instrumen Penelitian ... 31
F.TeknikAnalisis Data ... 32
G. Hipotesis Statistik ... 36
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 38
B. Teknik Analisis Data ... 48
C. Pembahasan Hasil Penelitian... 52
VPENUTUP A. Kesimpulan ... 54
B. Saran ... 54
DAFTAR PUSTAKA ... 55 LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 :Hasil Nilai Jawaban Siswa ... 2
Tabel 3.1 : Kisi-kisi Hasil Belajar ... 31
Tabel 4.1 :Presentase Nilai Kelas Eksperimen ... 32
Tabel 4.2 :Distribusi Frekuensi Nilai Kelompok Eksperimen ... 36
Tabel 4.3 :Persentase Frekuensi NilaiKelompok Kontrol... 38
Tabel 4.4 :Distribusi Frekuensi Nilai Kelompok Kontrol ... 38
Tabel 4.5 :Skor Posttest Hasil Kelas Eksperimen ... 41
Tabel 4.6 :Distribusi Frekuensi Posttest ... 44
Tabel 4.7 :Hasil Uji Normalitas Posttest... 46
Tabel 4.8 :Hasil Uji Homogenitas Posttest ... 47
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 :Pengenalan Geogebra ... 12
Gambar 2.2:Penggunaan Aplikasi Geogebra ... 12
Gambar 2.3:Keterangan Aplikasi Geogebra ... 13
Gambar 2.4:Tampilan Awal Geogebra ... 16
Gambar 2.5: Segitiga ABC ... 17
Gambar 2.6: Segitiga Sembarang ... 17
Gambar 2.7: Segitiga Sama Kaki ... 17
Gambar 2.8: Segitiga Sama Sisi ... 18
Gambar 2.9: Segitiga Lancip ... 18
Gambar 2.10: Segitiga Tumpul ... 18
Gambar 2.11: Segitiga Siku-Siku ... 19
Gambar 2.12: Segitiga Sama Kaki ... 19
Gambar 2.13: Persegi Panjang ... 20
Gambar 2.14: Segitiga Siku-Siku ... 20
Gambar 2.15: Keliling Segitiga ABC ... 21
Gambar 2.16: Langkah-Langkah Mencari Luas Segitiga JKL ... 21
Gambar 2.17: Luas JKL ... 22
Gambar 2.18: Siklus Belajar Menggunakan Aplikasi Geogebra ... 25
Gambar 3.1: Denah Lokasi Sekolah... 27
Gambar 3.2: Posttest Only Control ... 28
xiv
DAFTAR GRAFIK
Grafik 4.1: Poligon Proses Belajar Kelas Eksperimen... 37
Grafik 4.2: Poligon Proses Belajar Kelas Kontrol ... 39
Grafik 4.3: Poligon Posttest Kelas Eksperimen ... 43
Grafik 4.4: Poligon Posttest Kelas Kontrol... 45
xiv
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Uji Normalitas Sampel
Lampiran 2 : Uji Homogenitas Sampel
Lampiran 3 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Lampiran 4 : Soal Posttest
Lampiran 5 : Kisi Kisi Intrumen Lampiran 6 : Rubik Persekoran Soal Lampiran 7 : Tabel Distribusi t Lampiran 8 : Tabel Distribusi F Lampiran 9 : Tabel Uji Liliefors Lampiran 10 : Kartu Bimbingan Skripsi Lampiran 11 : Daftar Riwayat Hidup
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Hal ini karena pendidikan adalah aspek dasar dari segala bidang yang meliputi bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum, dan aspek bidang lainnya. Diantara peraturan perundang-undangan RI yang paling banyak membicarakan pendidikan adalah Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Sebab undang- undang ini bisa disebuat sebagai induk peraturan perundang-undangan pendidikan. Undang-undang ini mengantur pendidikan pada umumnya, artinya segalah sesuatu bertalian dengan pendidikan, mulai dari prasekolah sampai dengan pendidikan tinggi ditentukan dalam undang-undang ini. Dengan pendidikan, dapat membanguan dan mengembangkan kemampuan diri manusia, misalnya dapat membangun kepribadian yang baik dan budi pekerti luhur.
Pendidikan juga berkaitan erat dengan belajar, karena pendidikan merupakan proses pembelajaran bagi individu untuk mencappai suatu tujuan tertentu, terutama pada pembelajaran matematika.
Pendidikan dan pelajaran merupakan komponen yang saling terkait.
Dalam pencapaian pendidikan, setiap individu memerlukan proses belajar.
Belajar merupakan tingkah laku untuk melakukan proses dan meningkatkan kemampuan mental pada individu. Siswa sebagai pembelajaran di sekolah memiliki kepribadian, pengalaman, dan tujuan. Siswa mengalami perkembangan jiwa sesuai asas emansipasi diri menuju keutuhan dan kemandirian. Guru sebagai pendidik melakukan rekayasa pembelajaran. Rekayasa pembelajaran tersebut dilakukan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Dengan berakhirnya proses belajar, maka siswa memperoleh hasil belajar. Hasil belajar diperoleh dari tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tindak mengajar diakhiri dengan evaluasi hasil belajar. Dari siswa hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar (Dimyati dan Mudjino, 2002, hlm. 3).
Dalam dunia pendidikan, matematika adalah salah satu diantara mata pelajaran yang diajarakan disekolah dengan persentase jam pelajaran yang lebih dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Dalam peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 58 Tahun 2016, dijelaskan bahwa tujuan pembelajaran matematika di sekolahadalah agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun atau menjelaskan gagasan danpernyataan matematika.
3. Memecahakan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.
Berdasrkan tujuan pembelajaran matematika tersebut, jelas bahwa salah satu tujuan pembelajaran matematika yang agara siswa memiliki kemampuan memahami konsep matemtika yang meliputi kemampuan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, kemampuan mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika, menerapkan konsep secara algoritma, memeberikan contoh atau kontra contoh dari konsep yang dipelajari, menyajikan konsep dalam berbagai representasi dan mengaitkan berbagai konsep matemtaika secara internal atau eksternal.
Metamatika merupakan salah satu pelajaran yang membutuhkan cukup banyak waktu agar materi dapat tersampaikan dengan baik. Tetapi kenyataan yang terjadi selama ini, siswa-siswa menganggap metematika sebagai pelajaran yang paling menakutkan diantara mata pelajaran yang lain. Matematika dianggap sebagai sumber kesulitan dan hal yang paling dibenci dalam proses belajar di sekolah. Padahal ketidaksenangan dalam suatu mata pelajaran berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran karena ketidaksenangan
akan membuat siswa malas dan enggan untuk belajar. Secara tidak langsung berpengaruh pada prestasi belajar siswa.
Berdasarkan observasi di SMAS Nusantara Kota Jambi, dalam pembelajaran matematika guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional, yaitu pembelajaran yang berpusat kepada guru, padahal seharusnya dalam proses pembelajaran, guru bukan sebagai satu-satunya sumber belajar. Selain itu, guru menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materinya.Pembelajaran matematika yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional kurang menarik minat dan perhatian siswa.Akibat kurangnya minat dan perhatian siswa pada pelajaran matemtika membuat hasil belajar siswa kurang memuaskan, sehingga sebagai siswa menganggap pelajaran matemtika merupakan pelajaran yang sulit..
Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikasi menuju komunikan (Cricitos,1996). Dalam hal ini media yang dimaksud adalah media pembelajaran. Suatu media yang menarik akan mengambil perhatian siswa untuk memperhatikannya. Sehingga pemilihan media pembelajaran adalah langkah awal yang menentukan hasil dari tersampainya materi pelajar, dengan kata lain, tepat tidaknya suatu media yang dipilih oleh guru, ikut menentukan prestasi belajar.
Data hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi segitiga media Aplikasi GeoGebra di SMAS Nusantara Kota Jambi.
Tabel 1.1. hasil nilai jawaban siswa
Media Konvensional Media GeoGebra
X ( MIPA) X (IIS) X (MIPA) X (IIS) 85 80 65 85 70 75 75 70 78 70 66 50 Sumber: Guru Matematika SMAS Nusantara Jambi
Berdasakan tabel 1.1 di atas terlihat bawah siswa kelas X MIPA dan X IIS memperoleh nilai dari hasil belajar materi segitiga menggunakan media aplikasi GeoGebra. Bisa dilihat perbandingan nilai antara kelas X MIPA dan X IIS jauh berbeda oleh karena itu hasil belajar mereka bisa dilihat perbedaan hasil belajarnya.
Selain itu pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta kurang terbiasanya siswa diberikan pemahaman konsep dan kesulitan guru dalam memilih model mengajar juga merupakan salah satu faktor menyebabnya kurangnya kemampuan pemahaman dalam pembelajaran berlangsung.
Dalam pembelajaran matematika, media pembelajaran komputer dapat memberikaninovasi baru dalam menjelaskan konsep-konsep matematika yang nantinya akan lebih mudah dipahami oleh siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Suatu aplikasi komputer yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika salah satunya adalah GeoGebra. Dalam penggunaan GeoGebra ini,guru bisa langsung menggambar sekaligus menerangkan materi segitiga yang ingin dijelaskan pada anak didiknya.GeoGebra berperan sebagai media pembelajaran.Diharapkan dapat menarik perhatian siswa sehingga dapat memacu semangat belajar dari dalam diri siswa.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian yang judul “Penerapan Media Aplikasi Geogebra Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Materi Segitiga Kelas XSekolah Menegah Atas Swasta Nusantara Kota Jambi”.
B. Idetifikasi Masalah
Berdasakan latar belakang yang telah dipaparkan di atas dapat didentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Guru belum menggunakan media yang dapat mempermudah siswa pada pelajaran matematika materi segitiga.
2. Rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran metematika materi segitiga 3. Kurangnya ketetarikan siswa dalam pelajaran matematika
C. Batasan Masalah
Untuk menghindari masalah yang di kaji, maka peneliti memberikan batasan masalah sebagai berikut:
1. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi, Objek penelitian adalah pelajaran matematika materi segitiga semester 2 kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi segitiga kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi.
3. Materi yang diajarkan pada penelitian ini yaitu Segitiga
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, dirumuskan permasalahan sebagai berikut.Apakah penggunaan media Aplikasi Geogebra dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi.Adapun pertanyaan peneliti yang di kemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Berapa skor hasil belajar siswa dalam penerapan media belajar Aplikasi GeoGebra di kelas XSMAS Nusantara Kota Jambi?
2. Berapa skor tingkat kemampuan siswa dalam pembelajaran materi segitiga dalam media Aplikasi GeoGebra di kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi?
3. Apakah terdapat perbedaan antara hasil belajar yang tidak menggunakan media Aplikasi GeoGebra ?
E. Tujuan Penelitian 1. TujuanUmum
Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa pembelajaran matematika materi segitiga pada media Aplikasi GeoGebra terhadap siswa kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi?
2. TujuanKhusus
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas,tujuan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa dalam pemahaman pembelajaran matematika meteri segitiga dalam media Aplikasi GeoGebra.
b. Untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman pembelajaran matematika siswa yang belajar menggunakan aplikasi GeoGebra.
c. Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahamanbelajar siswa yang menggunakan media Aplikasi GeoGebra dalam pembelajaran matematika materi segitiga.
3. KegunaanPenilitian a. SecaraTeoritis
Dengan penerapan media Aplikasi Geogebra diharapkan dapat menambah wawasan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pada pendidikan sekolah menegah pertama dan pada jenjang-jenjang pendidikan lainnya.
Hasil penelitian tindakan kelas ini juga diharapkan mampu menjadi landasan dalam pelaksanaan pembelajaran, terutama pelajaran matematika dan pelajaran-pelajaran siswa lainnya pada siswa sekolahmenegah pertama, supaya lebih memudahkan kita lebih dekat proses pembelajaran dan dapat membantu meningkatkan aset dalam pendidikan.
b. Secara Praktis 1. Bagi Peneliti
Sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana dan untuk mengembangkan pengetahuan peneliti.
2. Bagi Siswa
Dapat memberi suasana dan tantangan baru dalam kegiatan proses belajar, sehingga siswa lebih tertarik dan senang mengikuti proses belajar, serta dapat memperoleh pengalaman belajar yang tervariasi sehingga meningkatkan hasil belajar.
3. Bagi Guru
Dengan menerapkan media Aplikasi Geogebra guru dapat menambah wawasan tentang media-media pelajaran yang inovatif sehingga meningkatkan kualitas pelajaran yang dilaksanakan.
4. Bagi Sekolah.
Menambah pengetahuan bagi guru- guru agar lebih meningkatkan kualitas pendidikan terkhusus bagi Sekolah Menegah Atas Swasta Nusantara Kota Jambi tentang media pelajaran dan memberikan kontribusi positif dalam perbaikan proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mutu sekor.
8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Media dalam Pembelajaran Matematika
Media secara harfiah berarti perantara atau pengantar.Media merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam pembelajaran, materi yang diterima merupakan pesan instruksional, sedangkan tujuan yang dicapai adalah tercapainya proses pembelajaran. Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap (Gerlach dan Ely Sundayana.2013, hlm. 4). Kemudian batasan media yaitu semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat kepada penerima yang dituju (Hamidjojo Sundayana. 2013, hlm. 5). Dalam pembelajaran, maka media merupakan penyalur informasi belajar atau penyalur pesan yang cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Kustandi & Sutjipto, 2011, hlm. 7).
Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk pesan pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna (Kuntandi dan Sutjipto. 2011, hlm. 7). Bentuk-bentuk stimulus dapat digunakan sebagai media seperti interaksi antar manusia, gambar yang bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam, dan lain sebagainya (Sundayana, 2013, hlm. 6).
Media pembelajaran tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga hal tersebutmenuntut guru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada dan
memanfaatkan teknologi demi tercapainya pembelajaran yang efektif dan efisien. Ada beberapa prinsip dalam pemilihan media pembelajaran agar mencapai hasil pembelajaran yang baik, diantaranya adalah menentukan jenis media yang sesuai dengan tujuan dan bahan yang akan diajarkan, menetapkan atau menghitung subjek dengan tepat seperti apakah penggunaan media yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangan siswa, kemudian menyajikan media dengan tepat serta menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu dan situasi yang tepat. Keefektifan media berkenaan dengan hasil yang dicapai, yaitu meliputi apakah dengan menggunakan media tersebut informasi pengajaran dapat diserap oleh siswa secara optimal atau tidak (Djamarah dan Zain. 2013: 130). Apabila penggunaan media tersebut efektif, maka dapat dikatakan bahwa akan ada suatu perubahan dan perkembangan pengetahuan yang positif pada diri siswa(Djamarah & Zain, 2013, hlm. 127-128).
Kedudukan media secara umum dalam sistem pembelajaran adalah sebagai alat bantu, alat penyalur pesan, alat penguatan (reinforcement) dan wakil guru dalam menyampaikan informasi secara lebih teliti. Kemudian peran media dalam pembelajaran adalah memberikan informasi yang harus melibatkan benak maupun mental siswa dalam bentuk aktivitas yang nyata (Kustandi dan Sutjipto, 2011, hlm. 19-21).
Kemudian fungsi media pembelajaran bagi pengajar adalah antara lain untuk memberikan pedoman dan arah untuk mencapai tujuan, menjelaskan struktur dan urutan pengajaran secara baik, memberikan kerangka sistematis mengajar secara baik, memudahkan kendali pengajar terhadap materi pelajaran, serta meningkatkan kualitas pelajaran(Sundayana 2013, hlm. 11). Sedangkan fungsi media bagi siswa adalah antara lain untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan dan meningkatkan variasi belajar siswa, memudahkan siswa dalam belajar, serta merangsang siswa untuk fokus dan beranalisis.
Tidak jauh berbeda, (Sudjana, Djamarah & Zain, 2013 hlm. 134) berpendapat bahwa fungsi media pembelajaran antara lain:
a. Berfungsi sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
b. Menjadi bagian integral dari keseluruhan situasi mengajar yang harus dikembangkan oleh guru.
c. Penggunaan media pembelajaran penggunaannya integral dengan tujuan dan isi pembelajaran, sehingga penggunaan media harus melihat kepada tujuan dan bahan pembelajarannya.
d. Penggunaan media pembelajaran bukan semata sebagai alat hiburan, tetapi digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik.
e. Penggunaan media pembelajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa untuk menangkap pengertian yang diberikan guru.
f. Penggunaan media pembelajaran untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Ada banyak fungsi penggunaan media, seperti media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa, media dapat mengatasi batas ruang kelas mengenai bahasan yang sulit dipahami secara langsung oleh siswa, media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan, media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan, media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar lebih baik, kemudian media juga dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal- hal yang konkret sampai yang abstrak (Hanafiah & Suhana.2012, hlm. 171-172).
Bentuk dan fungsi media pembelajaran yang baik haruslah meliputi hal- hal berikut (Anam. 2015, hlm. 36).
a. Memiliki bentuk fisik dan non-fisik.
b. Berfungsi membantu siswa lebih dekat dengan objek penelitian melalui kemampuan visual atau audio, di mana siswa dapat melihat atau mendengar secara langsung tentang objek yang sedang mereka pelajari.
c. Dapat digunakan untuk komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa.
d. Dapat digunakan baik secara massal, kelompok besar, kelompok kecil, perorangan.
e. Memberikan efek dalam pembentukan pola pikir dan sikap yang dimiliki siswa.
f. Dengan menggunakan media maka siswa dan guru akan terbantu dalam memahami suatu materi tertentu dengan cara yang efektif dan konstruktif.
Manfaat positif dari penggunaan media pembelajaran sebagai integral pengajaran di kelas (Anam, 2015, hlm. 37) adalah setiap siswa yang melihat atau mendengar penyajian melalui media akan menerima pesan yang sama, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, pembelajaran menjadi lebih interaktif, serta kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan. Hal tersebut sejalan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat digunakan sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan meteri pembelajarannya sehingga lebih menarik sehingga siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (Sundayana. 2013, hlm. 25). Selain itu penggunaan media komputer juga dapat membantu siswa untuk menyukai materi pembelajaran yang disampaikan dan diharapkan akan memberikan kemudahan dan motivasi belajar siswa. Sudjana dan Riva’i (Kustandi & Sutjipto. 2011, hlm. 22) menyebutkan beberapa manfaat dari media pembelajaran adalah sebagai berikut.
a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga menumbuhkan motivasi belajar.
b. Bahan pembelajaran lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa.
c. Metode mengajar akan lebih bervariasi.
d. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar karena siswa terlibat langsung seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
a. Macam-Macam Dalam Media 1. Model bangun (d-r)
Model bangun dimensi
ruang yang melalui visualisasi alat peraga berbasis TIK dengan memakai Softwere Power Point pada kelas eksperime n dan OHP dalam kelas kont
2. Alat ukur (meter)
Dengan media manual contohnya penggaris dan busur derajat, siswa belajar untuk memakai alat ukur tersebut misal
dalam menghitung panjang dan besar sudut dalam koordinat polar.
3. Alat permainan
Permainan ini merupakan teknik yang bisa memotivasi para siswa, khususnya untuk materi yang berulang-ulang membuat bosan.Permainan mungkin cuma melibatkan satu orang, atau sekelompok siswa.Permainan sering kali mensyarakan siswa untuk memakai keterampilan problem solving atau untuk mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam tingkat akurasi dan efisiensi yang tinggi.
4. Skema konsep
Memakai Skema Konsep demikian belajar akan efektif, sehingga setiap konsep utama yang dipelajari semuanya teridentifikasi tidak ada yang terlewat dan hubungan fungsionalnya jelas, selanajutnya dinarasikan dengan gaya bahasa masing-masing. Sehingga pada media pembelajaran matematika diperlukan skema konsep untuk memudahkan siswa dalam belajar matematika.
5. Peragaan rumus
Alat peraga juga bisa dipakai untuk memeragakan rumus yang ada dalam materi matematika.Sehingga bisa memudahkan siswa dalam menghafal, memahami dan mengaplikasikan rumus tersebut.
6. Gambar-diagram
Penyajian gambar dan diagram pada media pembelajaran diperlukan saat sesuai dengan materi. Hal tersebut akan mengurangi kejenuhan siswa dalam pembelajaran matematika, contohnya diagram pada materi statistika, gambar pada materi bangun ruang.
b. Jenis Media Pembelajaran 1. Media Cetak
Media cetak adalah media yang disiapkan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi,dengan memakai media ini pembelajaran akan berjalan dengan mudah karena materi yang akan diajarkan telah tersedia.
2. Media Elektronik
Media yang dipakai dengan bantuan alat-alat elektronik ,contohnya kartulator, OHP, TV, DVD ,VCD dan komputer,.Dalam penggunaan media elekronik biasanya data berformat vidio, gambar, gambar animasi atau sebuah film pendek. Penggunaan media elektronik biasanya dipakai sebagai penekanaan pada materi mata pelajaran yang penting yang harus di mengerti oleh siswa, contohnya
dengan memakai video guru dapat menjelaskan bagaimana pengaplikasian rumus intergral pada saat proses terbang pada pesawat. Atau dengan menggunakan MATLAB guru bisa mengajarkan membuat bangun intergral dengan menentukan titik kordinatnya.
3. Media Peta Konsep
Media peta konsep tujuannya untuk membangun pengetahuan siswa dalam belajar secara sistematis, yalmi sebagai teknik untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam penguasaan konsep belajar dan pemecahan masalah. Peta konsep adalah media pendidikan yang bisa menunjukkan konsep ilmu yang sistematis, yaknki dimulai dari inti permasalahan sampai pada bagian pendukung yang memiki hubungan satu dengan lainnya, sehingga bisa membentuk pengetahuan dan mempermudah pemahaman sebuah topik pelajaran 4. Alat Peraga
Alat peraga adalah alat atau peraga yang dipakai untuk memperagakan fakta, konsep prinsip atau prosedur tertentu supaya tampak lebih nyata /kongkrit. Dalam proses pembelajaran alat peraga terbagi menjadi 2 bentuk yakni alat non material dan alat material .Alat non material contohnya perintah,suruhan, larangan serta nasehat,dll,sedangkan alat material contohnya bangun balok, segetiga, prisma, jajar genjang, bola,globe, dll.
2. Aplikasi GeoGebra
Saat ini banyak aplikasi komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, salah satunya adalah GeoGebra.GeoGebra adalah sebuah aplikasi komputer yang diciptakan untuk mempermudah pembelajaran matematika, khususnya dalam materi geometri,aljabar, dan kaklukus (Judith dan Markus Hohewater, 2008). Untuk mendaptkan aplikasi ini, dapat menguduh dari www.GeoGebra.org. GeoGebra versi 5 (versi terbaru), dapat berkerja digrafik 2D (dua dimensi) dan 3D (tiga dimensi).
Peneliti memilih aplikasi GeoGebra karena melihat karakteristik siswa SMP yang masih menyuaki konsep bermain.GeoGebra berfungsi sebagai media gambar. Secara umum, Geogebraakan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dari siswa.Dalam hal ini, GeoGebra berpesan sebagai media yang
digunakan untuk menyapaiakan materi kepada siswa. Media sendiri memiliki arti suatau komponen komunikasi yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikasi (Daryanto,2010).
Beberapa kelebihan dari aplikasi GeoGebra:
a. Icon-icon disajikan dalam ukuran besar untuk menghidari kesalahan dalam memilih menu.
b. Semua objek dapat diberi label atau keterangan, baik itu berupa titik, garis bidang sudut, dan sebagainya.
c. Objek dapat digeser, dicerminkan,diputar, dan diperbesar.
d. Warna objek dapat dirubah dengan banyak pilihan warna agar mudah dibedakan dengan objek lain.
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum mengoperasikan aplikasi Geogebra, yakni:
a. Pastika aplikasi GeoGebra sudah ter-instal pada komputer maupun laptop yang akan digunakan.
b. Membuka lembar kerja GeoGebra (dengan cara klik dua kali icon GeoGebra) dan lembar kerja akan muncul seperti gambar di bawah ini.
Gambar 2.1 Pengenalan GeoGebra
c. Membuka lembar kerja GeoGebra tampilan 3D (dengan cara klik View, pilih 3D Graphics) dan lembar kerja akan muncul seperti gambar di bawah ini.
Gambar 2.2 Penggunaan Aplikasi GeoGebra
d. Pahami icon-icon yang ada dalam sebuah lembar kerja beserta fungsinya, misal icon untuk menggambar, menghapus,dll.
Gambar 2.3 Keterangan Aplikasi GeoGebra e. Aplikasi GeoGebra dapat dioperasikan lebihlanjut
Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa contoh aplikasi program GeoGebra, dalam pembelajaran matematika yakni untuk menentukan grafik fungsi linier, grafik fungsi kuadrat, fungsi polinom, dan fungsi logaritma.
1. Grafik FungsiLinier
Fungsi linier adalah suatu fungsi yang variabelnya berpangkat satu atau suatu fungsi yang grafiknya merupakan garis lurus. Oleh karena itu fungsi linier sering disebut dengan persamaan garis lurus dengan bentuk umumnya adalah ( ) . Perintah untuk menggambar grafik fungsi
+
linier adalah pada bila masukan ketiklah ( ) . 2. Grafik Fungsi Kuadrat
Fungsi yang ditentukan oleh ( ) dengan , , dan adalah konstanta-konstanta serta . Disebut bentuk umum dari fungsi kuadrat. Perlu diketahui pula, bahwa grafik dari sebuah fungsi kuadrat disebut parabola. Untuk menggambar sketsa grafik fungsi kuadrat, seringkali diperoleh dengan menentukan dulu beberapa buah titik yang terletak pada grafik fungsi kuadrat itu, kemudian gambarlah kurva yang melalui titik-titik tersebut, maka diperolehlah sketsa grafik fungsi kuadrat yang diminta. Selanjutnya, agar memahami cara-cara membuat sketsa grafik sebuah fungsi kuadrat dengan menggunakan program GeoGebra.
3. Grafik Fungsi Polinom
Fungsi polinom merupakan fungsi suku banyak order atau pangkat n, n merupakan bilangan bulat positif. Fungsi tersebut dapat dinyatakan dengan ( ) . Bentuk perintah menggambar grafiknya sama dengan fungsi kuadrat, yaitu untuk menuliskan pangkat dengan menekan tombol “ ”. Contoh akan menggambar grafik fungsi ( ) – , maka pada bila masukan ketiklah ( ) .
4. Grafik Fungsi Logaritma
Untuk menggambar grafik fungsi logaritma, dapat dilakukan langkah-langkah berikut:
Langkah 1: Buatlah tabel yang menghubungkan dengan ( ) , yaitu dengan memiliki beberapa nilai sehingga dapat ditentukan.
Langkah 2: Gambar titik-titik ( ) yang diperoleh dari langkah 1 pada bidang kartesius, kemudian hubungkan titik-titik tersebut dengan kurva yang mulus sehingga diperoleh grafik fungsi logaritma.
Fungsi logaritma yang tersedia hanya basis ( ) basis, basis 10.
Dan basis 2. Logaritma basis 10, perintahnya adalah ( ) ( ) basis
e adalah ( ) ( ) dan basis 2 adalah ( ) ( ) Misal kita akan menggambar grafik dari fungsi logaritma basis 2 maka ketiklah ( ) ( )
3. Pemanfaatan Aplikasi GeoGebra
Sesuatu dikatakan bermanfaat jika telat memudahkan sesuatu yang lain. Hadirnya Geogebramemberikan warna dalam pembelajaranmatematika.
Bagi siswa, belajar matematika yang sebelumnya terkesan abstrak menjadilebih nyata.GeoGebra dapat menghasilkan lukisan-lukisan geometri dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, atau jangka.Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan menipualasi pada program GeoGebra dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsep geometri.GeoGebra dapat dimanfaatkan sebagai evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuat benar.Selain itu, dapat mempermudah untuk menyelidiki atau menunjukkan sifat-sifat yang berlaku pada suatu objek geometri.
Pemanfaatan aplikasi GeoGebra memberikan beberapa keuntungan, di antaranya adalah sebagai berikut (Mahmudi, A 2010: 471):
1) Lukisan-lukisan yang biasanya dihasilkan dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, ataujangka.
2) Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan manipulasi (dragging) pada program GeoGebra dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsepmatematika.
3) Dapat dimanfaatkan sebagai balikan/evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuatbenar.
4) Mempermudah guru/siswa untuk menyelidiki atau menunjukkan sifat sifat yang berlaku pada suatu objekmatematika.
Hal ini GeoGebra digunakan sebagai alat bantu bagi siswa untuk menemukan suatu konsep matematis, misalnya tempat kedudukan titik-titik atau karakteristik grafik parabola.
Gambar 2.4. Tampilan Awal GeoGebra
Tampilan depan dari geogebra sangat sederhana terdiri dari: 1) Menu: terdiri dari berkas, ubah, tampilan, opsi, peralatan, jendela, dan bantuan;
2) Tool Bar: berisi icon-icon atau simbol-simbol; 3) Jendela Kiri: di jendela ini tempat ditampilkannya bentuk aljabar; 4) Jendela Kanan: yaitu tempat ditampilkannya grafik; 5) Masukan: yang terletak di kiri bawah; 6) Simbol:
berisi daftarsimbol.
Opersai dasar yang biasa digunakan dalam matematika khususnya pada materi fungsi kuadrat adalah penjumlahan, penngurangan, perkalian, pembagian dan pemangkatan. Berikut ini daftar operasi dasar dan tombol pada keybord yang harus ditekan antara lain (penjumlahan +, pengurangan -, perkalian * atau tombol spasi, pembagian /, dan pemangkatan ^).
a. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Geogebra
1. Dapat menghasilkan lukisanlukisan geometri dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, atau jangka.
2. Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan manipulasi (dragging) dan dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsep geometri.
3. Dapat dimanfaatkan sebagai evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuat benar.
4. Mempermudah guru maupun siswa untuk menyelidiki atau menunjukkan sifatsifat yang berlaku pada suatu objek geometri.
4. Uraian Materi Segitiga
Standar Kompetensi materi pokok segitiga yaitu memahami konsep segitiga serta menentukan ukurannya. Kompetensi dasar materi pokok segitiga antara lain mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya
dan menghitung keliling dan luas bangun segitiga serta menggunakannya dalam pemecahan masalah (Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006: 142).
Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi definisi segitiga, jenis- jenis segitiga, sifat-sifat segitiga istimewa, keliling dan luassegitiga
1. Pengertian Segitiga
Segitiga adalah gabungan tiga segmen/ ruas garis yang ditentukan oleh tiga titik tidak kolinier (Clemens et al, 1984, hlm. 17). Ruas garis tersebut disebut dengan “ ” sedangkan titik potong kedua ruas garis tersebut disebut dengan “ ”. Segitiga biasanya dilambangkan dengan “∆”.
Gambar 2.5 Segitiga ABC 2. Jenis-Jenis Segitiga
Jenis-jenis segitiga dibedakan berdasarkan dua klasifikasi yaitu berdasarkan panjang sisinya dan besar sudutnya.
2.1Jenis-Jenis Segitiga ditinjau Berdasarkan PanjangSisinya a. Segitiga sembarang
Segitiga sembarang (scalene triangle) adalah segitiga yang tidak mempunyai sisi yang sama panjang (Clemens et al, 1984, hlm. 198).
Pada Gambar 2.3 di bawah ini merupakan segitigasembarang.
Gambar 2.6 Segitiga Sembarang b. Segitiga Samakaki
Segitiga samakaki (isosceles triangle) adalah segitiga yang mempunyai setidaknya dua sisi yang sama panjang (Clemens et al, 1984,
hlm. 198). Pada Gambar 2.4 di bawah ini merupakan segitiga samakaki.
Gambar 2.7 Segitiga Samakaki c. Segitiga Samasisi
Segitiga Samasisi (equilateral triangle) adalah segitiga yang mempunyai tiga sisi yang sama panjang (Clemens et al, 1984, hlm. 198).
Pada Gambar 2.5 di bawah ini merupakan segitigasamasisi.
Gambar 2.8 Segitiga Samasisi
2.2 Jenis-Jenis Segitiga ditinjau dari BesarSudutnya
Jika ditinjau dari besar sudutnya, ada tiga jenis segitiga sebagai berikut.
a. Segitiga lancip
Segitiga lancip (acute triangle) adalah segitiga yang mempunyai tiga sudut lancip (Clemens et al, 1984, hlm. 198). Pada Gambar 2.6 di bawah ini merupakan segitiga lancip.
Gambar 2.9 Segitiga Lancip b. Segitiga Tumpul
Segitiga tumpul (obtuse triangle) adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut tumpul (Clemens et a.,1984, hlm. 199). Pada Gambar 2.7 di
bawah ini merupakan segitiga tumpul.
Gambar 2.10 Segitiga Tumpul c. Segitiga Siku-Siku
Segitiga siku-siku (right triangle) adalah segitiga yang
mempunyai sebuah sudut siku-siku (Clemens etal, 1984, hlm. 199).
Gambar 2.11 Segitiga Siku-siku 3. Sifat-Sifat Segitiga Istimewa
Segitiga istimewa merupakan segitiga yang memiliki sifat-sifat khusus (istimewa), baik mengenai hubungan panjang sisi-sisinya maupun hubungan besar sudut-sudutnya. Yang merupakan segitiga istimewa di antara jenis-jenis segitiga adalah:
a. SegitigaSamakaki
Dua buah segitiga siku-siku yang kongruen dapat membentuk sebuah segitiga samakaki dengan menghimpit salah satu sisi siku-siku yang sama panjang dari kedua segitigatersebut.
Perhatikan gambar berikut
Gambar 2.12 Segitiga Samakaki
adalah dua segitiga siku-siku yang kongruen. Sisi adalah sisi siku-siku yang sama panjang dari kedua segitiga tersebut. Jadi
adalah segitiga samakaki dengan sisi . Di dalam segitiga sama kaki terdapat :
Dua sisi yang sama panjang, sisi tersebut sering disebut kaki segitiga.
Dua sudut yang sama besar yaitu sudut yang berhadapan dengan sisi yang panjangnyasama.
Satu sumbusimetri.
b. Segitiga Samasisi
Segitiga Samasisi (equilateral triangle) adalah segitiga yang mempunyai tiga sisi yang sama panjang (Clemens et al, 1984, hlm. 198). Di dalam segitiga samasisi terdapat:
Tiga sisi yang samapanjang.
Tiga sudut yang sama besar.
Tiga sumbusimetri.
c. Segitiga Siku-Siku
Segitiga siku-siku dapat dibentuk dari sebuah persegi panjang dengan menarik salah satu garisdiagonalnya.
Perhatikan gambar berikut.
Gambar 2.13 Persegi Panjang
Bidang ABCD adalah persegi panjang. Dengan menarik diagonal AC, akan terbentuk dua segitiga siku-siku yang sama dan sebangun (kongruen) yaitu ∆ABC dan ∆ADC.
Segitiga siku-siku mempunyai dua sisi siku-siku yang mengapit sudut siku- siku dan satu sisi miring (hypoytenusa)
Gambar 2.14 Segitiga Siku-siku
∆ABC mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a) AB dan BC sebagai sisi siku-siku, AC sebagai hypotenusa dan sudut ABC adalah sudutsiku-siku.
b) Jumlah sudut lain yang bukan siku-siku adalah90°.
c) Pada sebuah segitiga siku-siku, hypotenusa selalu terletak di depan sudut siku-siku.
4. Keliling Segitiga
Keliling suatu bangun datar merupakan jumlah dari panjang sisi-sisi yang membatasinya. Keliling segitiga adalah jumlah panjang sisi-sisinya.
Gambar 2.15 Keliling segitiga ABC Keliling
Jadi keliling adalah
Sehingga suatu segitiga dengan panjang sisi-sisinya adalah a, b, dan c, kelilingnya (K) adalah :
K = a + b + c Keterangan:
K = kelilingsegitiga
a, b, c = panjang sisi-sisi segitiga (Nurharini & Wahyuni, 2008, hlm.
246-247)
L = x a x t 5. Luas Segitiga
Dalam menentukan luas segitiga, dapat dilakukan dengan membuat garis bentuk sehingga terbentuk persegi panjang. Sehingga luas segitiga diperoleh dari setengah luas persegi panjang tersebut. Perhatikan Gambar 2.15 berikut ini.
Gambar 2.16 Langkah-langkah Mencari Luas Segitiga
Dalam menentukan luas ∆ JKL di atas, dapat dilakukan dengan membuat pemetaan seperti pada Gambar 2.15. Misalkan setiap petak itu mempunyai ukuran luas 1 satuan luas, maka luas seluruh petak adalah 12 x 7satuan luas yaitu 84 satuan luas.Kemudian tarik garis tinggi pada titik L sehingga akan tampak seperti gambar di bawah ini.
N O
Gambar 2.17 Luas JKL
Karena memiliki luas setengah dari maka luas ∆
Karena ∆ KLM memiliki luas setengah dari jadi luas ∆
Jadi luas ( )
Karena merupakan tinggi dari segitiga yang ditarik dari titik
M dan tegak lurus sisi maka disebut alas segitiga dan disebut tinggi segitiga. Sehingga secara umum dapat disimpulkan jika suatu segitiga panjang alasnya a dan tingginya t maka luasnya (L) adalah
5. Hasil Belajar
Dalam sebuah pembelajaran, pasti diinginkan sebuah hasil belajar yang bagus atau memuaskan.Dalam hal ini, hasil belajar adalah prestasi yang dicapai seorang siswa setelah melakukan belajar.Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu hasil dan belajar.
Pengertian hasil menunjukkan pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional.
Sedangkanbelajar adalah sesuatu yang dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar (Purwanto,2009).
Untuk memudahkan memahami dan mengukur perubahan perilaku maka perilaku kejiwaan manusia dibagi menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, efektif, dan psikomotorik.
a. Hasil belajar kognitif
Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku dalam kawasan kognisi.
Proses belajar melibatkan kognisi meliputi kegiatan sejak dari penerimaan stimulus eksternal oleh sensori, penyimpanan dan pengolahan dalam otak menjadi informasi saat dibutuhkan.
b. Hasil belajar afektif
Hasil belajar afektif berkenaan dengan sikap dan nilai.Beberapa ahli mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memeliki penguasaan kognitif tingkat tinggi.
c. Hasil belajar psikomotorik
Hasil belajar psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampunan bertindak individu.
B. Studi Relevan
Berdasarkan telah kepustakaan yang telah peneliti lakukan ada beberapa hasil penelitian yang relevan, diantaranya yaitu:
M. Diki Fadilah 2019 (Jurnal, 2019, “Penerapan Software GeoGebra Dalam Materi Segitiga Dan Segiempat Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa SMP”). Pada penelitian yang dilakukan oleh penulis di SMP Pasundan Rongga,berbagai macam hal telah penulis temukan di SMP Pasundan Rongga, dimulai dari karakteristik siswa yang heterogen, dari segi fasilitas, lingkungan pendidikan, tenaga pengajar, prestasi, sarana dan prasarana di SMP Pasundan Rongga yang menurut penulis masih sangat kurang. Hal ini berdampak kepada rendahnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah khususnya pembelajaran matematika.
Martin Bernard 2018 (Jurnal, 2020, “Analisis Motivasi Belajar Siswa MTS Dalam Pembelajaran Matematika Materi Segitiga Dengan Berbantuan Media Javascript GeoGebra”). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan menganalisis motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi segitiga dengan berbantuan aplikasi Geogebra Subjek yang digunakan adalah siswa kelas VII di salah satu MTs di Kota Cililin sebanyak 25 orang siswa pada materi segiempat segitiga.
Untuk mengukur motivasi belajar dalam pembelajaran matematika siswa diberi angket skala sikap yang terdiri dari pertanyaan positif maupun pertanyaan negatif, sebanyak 10 butir pernyataan. Untuk mengukur motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran matemtika siswa diberi angket dengan skala likert. Jawaban dari pernyataan angket skala likert ada empat, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), netral (N), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS). Untuk menghindari kecenderungan siswa memilih netral atau tidak berani memihak maka poin netral dihilangkan, sehingga angket yang digunakan empat skala yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Teknik pengolahan data yang dipakai dalam penelitian adalah dengan menggunakan Mc.Excel.
AndiniSukmaWidiawati (Jurnal, 2019, “Implementasi Model
Pembelajaran Resource-BasedLearning BerbantuanProgram GeoGebra Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis”).
Penelitianinibertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat antara variabel bebas danvariabel terikat.Perlakuan yang diberikan terhadap variablebebas dilihat hasilnya pada variabel terikat. Dalam penelitian ini penulis memilih metodeeksperimen semua (Quasi Exsperimental Design) dengan menggunakan dua buah kelompok. Kelompok pertama sebagai kelas eksperimen dan kelompok kedua sebagai kelas kontrol. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah proses belajar dengan menggunakan model pembelajaran Resource-BasedLearning berbantuan program GeoGebra, sedangkanvariabel terikatnya adalah kemampuan pemahaman konsep matematis.Dalam desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design yang mencakuptes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Sesuai dengan hipotesis yang dirumuskan, ada dua kelompok yang diperlukan yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah kedua kelas tersebut diberi perlakuan yang berbeda, untuk megetahui berhasil tidaknya perlakuan tersebut kepada keduanya diberikan tes yang sama. Adapun desain penelitianini dapat digambarkan sebagai berikut (Sugiyono. 2014, hlm. 79).
C. Kerangka Berpikir
Dalam pembelajaran matematika, begitu materi yang abstrak sehingga diperlukan ilustrasi yang konkret untuk memepermudah penyelsaiannya untuk itu, dalam penelitian di digunakan aplikasi GeoGebra untuk mengkonkretkan materi abstark sehingga meningkiatkam hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematikia.
Jika aplikasi GeoGebra diterapkan pada materi segitiga kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi Tahun Ajaran 2020/2021, maka hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika akan meningkat.
D.
E.
Gambar 2.18 Siklus belajar menggunakan aplikasiGeoGebra D. Hipotesis Tindakan
Hipotesisi penelitian merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Di katakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data (Sugiyono, 2016, hlm. 96).
Berdasakan rumusan yang telah diuraikan maka hipotesisi dalam penelitian yaitu jika aplikasi GeoGebra diterapkan pada materi segitiga kelas X SMAS Nusantara Kota Jambi tahun ajaran 2020/2021, maka hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika akan meningkat.
Pembelajaran Matematika
Hasil Belajar Rendah
Menggunakan Aplikasi GeoGebra Hasil Belajar
Meningkat
Inovasi Pembelajaran Menggunakan
Metode Konvensional
27 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini akan dilaksakan di Sekolah Menegah Atas Swasta Nusantara Kota Jambi. Sekolah ini dipilih sebagai tempat penelitian atas dasar ditemukannya beberapa permasalahan yang menyangkut rendahnya hasil belajar siswa.
Gambar 3.1 Denah Lokasi Sekolah 2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 setelah izin riset. Sekolah ini dipilih menjadi lokasi penelitian karena terjadi ketimbangan antara seharusnya dengan yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika.
B. Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen karena sesuai dengan tujuan penelitian yang melihat hubungan antara variabel- variabel penelitian.Variabel-variael penelitian yang
Dimaksud adalah penerapan Media Aplikasi GeoGebra dalam
Pembelajaran matematika sebagai variabel bebas dan motivasi belajar matematika sebagai variabel terikat.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menentukan hasil belajar siswa dalam media Aplikasi GeoGebra , dalam desain ini dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen (Sugiyono, 2016, 112). Salah satu bentuk dari true eksperimental desain yang digunakan adalah post test-only control desain. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Pada kelas pertama diberi perlakuan (X) yaitu pada penerapan Media Javascript GeoGebra dalam pembelajaran matematika materi segitiga disebut sebagai kelas eksperimen. Kelas kedua tidak diberi perlakuan disebut kelaskontrol.
Untuk melakukan analisis data yang diambil dari desain posttest- onlycontrol desain dilakukan perbandingan antara skor rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Skor rata-rata hasil obsevasi kedua kelompok tersebut selanjutnya dipakai untuk menentukan efektivitas perlakuan (Punaji Setyosari. 2015, hlm. 212). desain dapat digambarkan sebagaiberikut:
Gambar 3.1Posttest-Only Control Design Keterangan :
: Kelompok eksperimen dan kelompokkontrol.
: Perlakuan dengan pembelajaran media Javascript GeoGebra O2 : Nilai Post-test pada kelompok eksperimen
4 : Nilai Post-test pada kelompokkontrol.
C. Populasi dan Teknik Pengumpulan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Populasi juga merupakan keseluruhan subjek penelitian. (Arikunto, 2010). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas X Sekolah Menegah Atas Nusantara Kota Jambi.
2. Teknik Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono. 2015, hlm.118). Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin untuk mempelajari semua yang ada dalam suatu populasi, misalnya karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul - betul representatif (mewakili).Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling, dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dikatakan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu dengan syarat anggota populasi homogen (Sugiyono. 2015, hlm. 120).
D. Variabel-variabel dan perlakuan Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,obyek atau kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono.
2016, hlm.38).
Menurut hubungan antara variabel satu dengan variabel lain, maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
1. Variabel independen
Variabel ini sering disebut dengan variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen terikat bebas (Sugiyono. 2016, hlm. 39). Untuk variabel bebas pada penelitian ini adalah “Penerapan media Aplikasi GeoGebra Matematika dalam materi segitiga”.
2. Variabel dependen
Variabel ini sering disebut juga dengan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2016, hlm. 39). Untuk variabel terikat pada penelitian ini adalah “Meningkatkan hasil belajar matematika siswa”.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur penomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2015, hlm.148).
Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tes dan observasi. Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. “Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Ridwan, 2010). Sedangkan teknik observasi digunakan untuk mengamati secara langsung proses belajar mengajar yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas.
1. Penggunakan Media Aplikasi GeoGebra dalam pembelajaran matematika materi segitiga
a. Definisi Konseptual
Pembelajaran media Aplikasi GeoGebra merupakan pembelajaran yang mengaitkan materi belajar dengan kehidupan yang nyata, unsur budaya sangat efektif digunakan dalam pembelajaran ini. Pembelajaran yang melibatkan aktivitas dan pengalaman langsung oleh siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang telah di pelajari.
b. Definisi Operasional
Pembelajaran media Aplikasi GeoGebra adalah pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis. Adapun indikator pembelajaran matematika media Aplikasi GeoGebra yaitu menggunakan yang kontekstual menggunakan model dan simbol untuk progresif matematika, menggunakan kontribusi siswa, terdapat interaksi, dan terdapat keterkaitan.