• Tidak ada hasil yang ditemukan

RELOKASI SMK PGRI 2 BADUNG DI MENGWI, BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RELOKASI SMK PGRI 2 BADUNG DI MENGWI, BALI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

I Gusti Ngurah Wida Cahyanta (0519251020)1), I Made Widja 2), I Nyoman Sudiarta 3) – Relokasi SMK PGRI 2 Badung di

PENDAHULUAN

Kondisi ruang-ruang yang ada sekarang di SMK PGRI 2 Badung sangat padat karena keterbatasan lahan yang ada sehingga tidak dapat dikembangkan lagi. Hal ini berpengaruh terhadap standar KDB dan KLB min- imum menjadi tidak sesuai. Kenyamanan dalam belajar di kelas menjadi terganggu karena bengkel praktek yang ada saat ini sangat dekat dengan ruang teori, kondisi menyebabkan konsentrasi dalam belajar menjadi terganggu sehingga dapat mengibatkan turunnya daya serap belajar bagi siswa. Sirkulasi dalam site saat ini tidak teratur di akibatkan karena tidak ada zonning yang jelas terhadap letak bangunan. Tempat parkir untuk siswa dan pengelola juga menjadi kendala, sebab hampir setengah dari siswa harus parkir di luar site. Untuk ke depan akan mempengaruhi perkembangan sekolah dan secara tidak langsung akan berpengaruh pada pendapatan siswa karena jumlah siswa yang bersekolah di SMK PGRI 2 akan mengalami penurunan dari segi kuantitas karena semakin berkurangnya minat calon siswa baru untuk melanjutkan pendidikan di SMK PGRI 2 Badung. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah siswa pada 3 tahun terakhir, tahun 2007:

268 siswa, tahun 2008: 215 siswa, dan tahun 2009: 211 siswa (Survei lapangan, Kepala Bagian Administrasi SMK PGRI 2 Badung). Mengacu keterbatasan lahan yang ada pada lokasi SMK PGRI 2 Badung saat ini, ABSTRACT

SMK PGRI 2 Badung as a vocational institution has strategic role in developing science and technology. The demand for facilities and infrastructure supporting the learning process skill to carry out mission as an institution of vocational educa- tion that is able to produce qualified graduates to compete globally, but with the current situation is quite difficult to achieve, because the location and arrangement of buildings is not can be developed further, giving rise to the thought of relocation efforts SMK PGRI 2 Badung. Relocation of SMK PGRI2 Badung Mengwi located at Pengadangan street Mengwitani village, Mengwi district, Badung regency with a land area of 9600 m2 and build up area reached 5588 m2, is expected to meet all the needs for facilities and educational infrastructure quality, able to provide added value for educa- tion that can raise the value of the local culture, national and able to face the challenges that are global (international).

Keywords: relocation, facilities and infrastructure

ABSTRAK

SMK PGRI 2 Badung sebagai suatu lembaga pendidikan kejuruan memiliki peranan strategis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tuntutan akan sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran yang memadai sehingga dapat menjalankan misinya sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan dapat bersaing secara global, tetapi dengan keadaan yang sekarang cukup sulit untuk mencapai hal tersebut, karena lokasi dan penataan bangunan yang ada sudah tidak dapat dikembangkan lagi, sehingga menimbulkan pemikiran untuk melakukan upaya relokasi SMK PGRI 2 Badung. Relokasi SMK PGRI 2 Badung di Mengwi yang berlokasi di Jalan Pengadangan Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dengan luas lahan 9,600 m2 dan Built Up Area (BUA) mencapai 5,588 m2, ini diharapkan mampu memenuhi semua kebutuhan akan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, mampu memberikan nilai tambah bagi pendidikan yang dapat mengangkat nilai budaya lokal, nasional dan mampu menghadapi tantangan yang bersifat global (internasional).

Kata kunci: relokasi,sarana dan prasarana

RELOKASI SMK PGRI 2 BADUNG DI MENGWI, BALI

I Gusti Ngurah Wida Cahyanta1), I Made Widja2), dan I Nyoman Sudiarta3)

1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]

2)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

(2)

ada beberapa alternatif yang dapat ditempuh guna mengatasi masalah tersebut antara lain adalah Relokasi SMK PGRI 2 Badung, meningkatkan fasilitas yang menunjang pendidikan, dan meningkatkan mutu pendidikan. Dengan relokasi/pemindahan gedung ruang kelas meliputi perluasan ukuran ruang, merubah tata letak bangunan agar lebih sistematis sehingga tercipta suasana nyaman, karena pada saat ini ruang- ruang yang ada tidak memiliki zona yang jelas.

Berdasarkan uraian yang dijabarkan pada latar belakang permasalahan diatas, maka dapat dirumuskan berbagai permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut meliputi: Jumlah siswa yang dapat di tam- pung pada SMK PGRI 2 Badung, penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK PGRI 2 Badung nant- inya. Lokasi dan site yang cocok untuk mendirikan SMK PGRI 2 Badung yang baru nantinya, konsep perencanaan dan perancangan Sekolah Menengah Kejuruan untuk memenuhi fungsi pendidikan yang diwa- dahi, fasilitas dan besaran yang diperlukan di dalam merancang sebuah Sekolah Menengah Kejuruan, civi- tas dan aktifitas yang terjadi di SMK PGRI 2 Badung.

Tujuan Relokasi adalah menata ulang bangunan dan fasilitas yang ada pada sekolah sehingga dapat memberikan pelayanan yang memadai bagi siswa/siswi yang menuntut ilmu. Dengan tujuan khusus sebagai berikut, mencari lokasi yang tepat dan fungsional sebagai tempat pendidikan sekaligus memperkenalkan keahlian-keahlian khusus kepada pelajar dalam rangka mempersiapkan diri menyongsong era globalisasi.

Mengetahui besaran ruang utama, ruang penunjang dan ruang servis dalam mewadahi civitas dan aktivitas Sekolah Menengah Kejuruan. Merancang sebuah Sekolah Menengah Kejuruan yang memenuhi dalam fungsi pendidikan. Sasaran Sekolah Menengah Kejuruan PGRI Badung adalah mengakomodasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Badung dalam bidang teknologi untuk mencapai tujuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Metode pemrograman dalam Relokasi SMK PGRI 2 Badung di Mengwi akan menjelaskan tentang kebu- tuhan-kebutuhan ruang yang diperlukan untuk mewadahi kegiatan belajar mengajar dan mengetahui luasan lahan yang dibutuhkan, dalam tahap perancangan menjelaskan konsep perancangan tentang penggunaan material, sistem struktur dan konstruksi untuk mencerminkan fungsi pendidikan yang formal.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Fungsi Utama dan Penunjang

Fungsi utama dari perancangan Relokasi SMK PGRI 2 Badung di Mengwi merupakan fasilitas pendidikan formal yang mampu menampung 24 rombongan belajar. Dalam 1 ruang kelas menampung 2 rombongan belajar (1 rombongan belajar terdiri dari 16 orang siswa), jadi dalam 1 ruang kelas terdapat 32 siswa dengan luas ruang kelas 64m2, jumlah ruang kelas yang dibutuhkan adalah 12 ruang kelas. Fasilitas penunjang mencakup lapangan upacara/lapangan basket, gedung aula/serbaguna, lobby, ruang UKS, ruang OSIS, dan kantin.

Waktu belajar efektif adalah pada waktu pagi hari. Kegiatan belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Badung dibuka dari pukul 07.30 sampai pukul 13.00, sedangkan kegiatan ektrakurikuler dilaksanakan diluar waktu pembelajaran tersebut menyesuaikan ektrakurikuler masing-masing. Fasilitas Kelompok Kegiatan Pengelola terdiri dari ruang-ruang yang bersifat pelayanan antara lain, Aula/Ruang Serbaguna, Ruang Kepala Yayasan, R. Kepala Sekolah, R. Wakil Kepala Sekolah, R. Guru Normatif dan Adaptif, R.

Staff Administrasi/Tata Usaha, Toilet Kepala Yayasan, Toilet Kepala Sekolah, Toilet Pengunjung, Toilet Staff Administrasi/Tata Usaha, R. OSIS, R. UKS, R. Bimbingan Konseling (B.K.). Fasilitas Kelompok Kegiatan Belajar Teori terdiri dari ruang-ruang belajar teori antara lain, Ruang Kelas, Perpustakaan, Lab. Komputer, Toilet Siswa. Fasilitas Kelompok Kegiatan Praktek terdiri dari ruang-ruang praktek Mekanik Otomotif anta- ra lain, Bengkel Mesin Otomotif, Bengkel Logam Dasar, Bengkel Listrik Otomotif, Ruang Menggambar Teknik, R. Kaprog. Mekanik Otomotif, Ruang Guru Produktif, Ruang Bursa Siswa, Toilet Siswa, Toilet Guru, Gudang. Fasilitas Kelompok Kegiatan Penunjang terdiri dari ruang-ruang penunjang antara lain, Tempat Suci, Lapangan Upacara/Lapangan Olahraga (Basket), Parkir Siswa, Parkir Pengelola, Parkir Tamu/Pengunjung, Kantin, Ruang Genset, Pos Satpam.

(3)

I Gusti Ngurah Wida Cahyanta (0519251020)1), I Made Widja 2), I Nyoman Sudiarta 3) – Relokasi SMK PGRI 2 Badung di

Informasi Lokasi Tapak

Lokasi Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Badung berada di jalan raya Penga- dangan, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Dalam perencanaan Sekolah Menengah Kejuru- an PGRI 2 Badung ini, luas kebutuhan lan- tai dasar bangunan adalah 1.738 m2. Ber- dasarkan Permendiknas No. 40 Tahun 2008 luas lahan efektif adalah 100/30 dikalikan luas lantai dasar bangunan dit- ambah infrastruktur dan lapangan upacara dan olahraga. Sesuai dengan RDTR Kecamatan Mengwi untuk bangunan dengan fungsi pendidikan, bahwa Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksi- mum adalah 50%.

Jadi luas tapak yang dibutuhkan dalam perancangan Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Badung di ada- lah 8.094,23 m2.

Kebutuhan Ruang

Pelaku kegiatan, jenis kegiatan dan proses kegiatan merupakan hal utama untuk menentukan kebutuhan ruang. Besar atau kecil suatu ruang dipengaruhi oleh proses kegiatan yang akan berlangsung dan jumlah civitas yang ditampung. Sangat penting untuk memahami hal tersebut karena sehingga akan mampu me- maksimalkan pemanfaatan lahan sesuai dengan fungsinya.

Jenis Ruang Distribusi

Lantai I Lantai II Kelompok Ruang Kegiatan Utama

Ruang Kelas 481 m2 481 m2

Perpustakaan 80 m2

Laboratorium Fisika, Kimia 80 m2 160 m2

Laboratorium Komputer 93 m2

Bengkel Praktek 528 m2

Kelompok Ruang Penunjang

Aula/Gedung Serbaguna 576 m2

Lobby 48 m2

Ruang OSIS 32 m2

Kantin 124 m2

Ruang UKS 24 m2

Kelompok Ruang Pengelola

Ruang Ketua Yayasan 24 m2

Ruang Sekretaris 9 m2

Ruang Kepala Sekolah 28 m2

Ruang Wakil Kepala Sekolah 28 m2

Ruang Guru 193 m2

Ruang Ketua Program Keahlian 28 m2

Ruang Sekretaris Program Keahlian 9 m2

Ruang Kabag. Tata Usaha 9 m2

Ruang Staf Tata Usaha 46 m2

Ruang Ketua Perpustakaan 13 m2

Gambar 1. Peta Lokasi Tapak

Tabel 1. Kebutuhan Ruang

(4)

Ruang Staf 9 m2

Ruang Rapat 48 m2

Pantry 6 m2

Toilet 9 m2

Kelompok Ruang Servis

Ruang OB 15 m2

Janitor 3 m2

Gudang 30 m2

Ruang Satpam 8 m2

Luas Total Perlantai 1.738 m2 1.484 m2

Waktu belajar efektif adalah pada waktu pagi hari. Kegiatan belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Badung dibuka dari pukul 07.30 sampai pukul 13.00, sedangkan kegiatan ektrakurikuler dilaksanakan diluar waktu pembelajaran tersebut menyesuaikan ektrakurikuler masing-masing. Berdasarkan Permendiknas nomor 40 Tahun 2008 bahwa Satu SMK memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 48 rombongan belajar (1 rombongan belajar terdiri dari 16 siswa). Kemampuan SMK PGRI 2 Badung di Mengwi adalah melayani 24 rombongan belajar. Jadi jumlah siswa 24 rombongan belajar adalah 24 x 16 = 384 siswa (total jumlah siswa tingkat I, II, III). Jumlah Kelas masing-masing Tingkat I, II, dan III adalah 12 : 3 = 4 kelas per tingkat. Kapasitas maksimum 1 ruang kelas adalah 32 siswa yang terdiri dari 2 rombongan belajar. Total jumlah ruang kelas yang dibutuhkan untuk menampung 384 siswa dalam satu SMK adalah 384 : 32 = 12 kelas.

Fasilitas Kelompok Kegiatan Pengelola terdiri dari ruang-ruang yang bersifat pelayanan antara lain, Au- la/Ruang Serbaguna, Ruang Kepala Yayasan, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Wakil Kepala Sekolah, Ruang Guru Normatif dan Adaptif, Ruang Staff Administrasi/Tata Usaha, Toilet Kepala Yayasan, Toilet Kepala Sekolah, Toilet Pengunjung, Toilet Staff Administrasi/Tata Usaha, Ruang OSIS, Ruang UKS, Ruang Bimb- ingan Konseling (B.K.). Fasilitas Kelompok Kegiatan Belajar Teori terdiri dari ruang-ruang belajar teori an- tara lain, Ruang Kelas, Perpustakaan, Lab. Komputer, Toilet Siswa. Fasilitas Kelompok Kegiatan Praktek terdiri dari ruang-ruang praktek Mekanik Otomotif antara lain, Bengkel Mesin Otomotif, Bengkel Logam Da- sar, Bengkel Listrik Otomotif, Ruang Menggambar Teknik, Ruang Kaprog. Mekanik Otomotif, Ruang Guru Produktif, Ruang Bursa Siswa, Toilet Siswa, Toilet Guru, Gudang. Fasilitas Kelompok Kegiatan Penun- jang terdiri dari ruang-ruang penunjang antara lain, Tempat Suci, Lapangan Upacara, Lapangan Olahraga (Basket), Parkir Siswa, Parkir Pengelola, Parkir Tamu/Pengunjung, Kantin, Ruang Genset, Pos Satpam.

Penggunaan Material

Material hiasan style Bali dan tempelan pada kolom menggunakan material batu alam untuk menguatkan kesan penyatuan arsitektur modern dengan tradisional. Penutup atap menggunakan genteng dari bahan tanah liat, sedangkan untuk rangka atap menggunakan struktur rangka baja ringan.

Struktur dan Konstruksi

Sistem struktur yang digunakan yaitu, pada sub struktur merupakan bagian pondasi menggunakan sistem pondasi telapak dari bahan beton bertulang dengan pertimbangan daya dukung tanah yang aman, untuk pondasi tembok menggunakan pondasi menerus dari bahan batu kali yang direkatkan dengan spesi dan balok sloof dari bahan beton bertulang. Pada super struktur menggunakan kolom beton bertulang dan balok

Menggunakan ornamen tradisional Bali, ikut celedu dan murda pada atap

Atap menggunakan ma- terial genteng dari bahan tanah liat

Menggunakan material batu alam

Gambar 2. Penggunaan Material

(5)

I Gusti Ngurah Wida Cahyanta (0519251020)1), I Made Widja 2), I Nyoman Sudiarta 3) – Relokasi SMK PGRI 2 Badung di beton bertulang serta plat lantai beton bertulang. Upper struktur menggunakan sistem rangka baja ringan ka- rena dari segi perawatan dan pemasangan lebih mudah dan cepat.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Gambar 7. Konsep Bentuk dan Pola Massa

Gambar 8. Blok Plan

Bentuk dasar bangunan adalah persegi dengan konsep pola massa yang digunakan adalah pola massa menyebar. Pola massa juga dipengaruhi oleh zoning, pola massa berpengaruh terhadap sirkulasi bukaan, penghawaan, dan pencahayaan.

Blok Plan memperlihatkan ketinggian bangunan, tinggi bangunan yang dirancang adalah 2 lantai pada bangunan pengelola dan bangunan belajar.

Berdasarkan RDTR Kecamatan Mengwi, KLB pe- runtukan bangunan pendidikan yang diijinkan yaitu maksimal 2 lantai.

Kelompok Praktek Kelompok Teori Kelompok

Pengelola

Natah/Open Space Tempat

Suci Gambar 3. Detail Prinsip

Gambar 4. Upper Struktur

Gambar 5. Super Struktur

Gambar 6. Sub Struktur

(6)

Tampilan keseimbangan pada pola massa bangunan disesuaikan dengan sifat dari lembaga pendidikan yang formalitas. Pola massa menyebar dengan bentuk dasar persegi memungkinkan untuk menata massa bangunan dengan seimbang dan berkesan formal. Pada Lay Out Plan terlihat sirkulasi, orientasi, pengha- waan, dan pencahayaan dipengaruhi oleh pola massa.

Saran

Bentuk dasar persegi sebaiknya dipergunakan untuk bangunan-bangunan yang mempunyai sifat formal.

Pengaturan ruang-ruang yang dibutuhkan dalam perancangan sebuah sekolah akan akan lebih teratur dan tertata, sehingga tercapai sirkulasi yang nyaman bagi pelaku kegiatan di dalamnya. Keseimbangan dalam penataan bangunan akan menjadi lebih mudah jika menggunakan pola menyebar dan sirkulasi menjadi jelas dan terarah.

KEPUSTAKAAN

Keputusan Bupati Badung Nomor 533 Tahun 2004. Tentang Rencana Detil Tata Ruang Kecamatan Mengwi. Kabupaten Badung. 2004

Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008. Tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuru- an (SMK)

Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 5 Tahun 2008. Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Badung.

Sunarto, Prof. Dr. H. dan Dra. Ny. B. Agung Hartono. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2008

White T, Edward, Analisis Tapak, Penerjemah Aris K. Onggodiputro, Intermatra, Bandung, 1985 White T, Edward. 1986. Tata Atur; Pengantar Merancang Arsitektur. Bandung: ITB

KEPALA

BADAN

KAKI

Tampilan seimbang/simetris berkesan formal, mewah dan kokoh Konsep Tri Angga dalam

Arsitektur Tradisional Bali

Menggunakan ornamen tradisional Bali, ikut celedu dan murda pada atap

Gambar 9. Konsep Tampilan Bangunan

Gambar 10. Lay Out Plan

Gambar 11. Tampak Depan

Gambar 12. Tampak Samping

Referensi

Dokumen terkait

Informasi ilmiah tentang pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan kandungan metabolit sekunder (kadar total flavonoid) yang berkhasiat obat pada budidaya tabat

Salah satu kemampuan krusial dari cognitive radio adalah spectrum sensing yang berfungsi mendeteksi sinyal primary user dan mampu mendeteksi celah kosong ( spectrum

Skripsi ini membahas studi tentang kegiatan ekstrakurikuler keagamaan (pengajian) dalam pengembangan wawasan keagamaan peserta didik di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren

Seksi akutansi mempunyai fungsi mengelola pelaksanaan kegiatan akutansi, penyusunan laporan keuangan termasuk daftar aset tetap serta perpajakan. Menerima, mencatat

McCloud juga menyatakan bahwa definisi dari komik tersebut berlaku setidaknya pada masa dikemukakannya definisi tersebut, dan dalam waktu mendatang definisi komik

Disamping aspek tersebut, peneliti juga mengamati perilaku siswa saat proses pembelajaran berupaperhatian siswa padamateri pelajaran, keseriusan siswa dalam

Meningkatnya sampah plastik di Indonesia mengilhami Unilever untuk membuat suatu program lingkungan, yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya

Analisis kebutuhan ini diperlukan untuk menentukan keluaran yang akan dihasilkan sistem, masukan yang diperlukan sistem, lingkup proses yang digunakan untuk.. mengolah