• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pusat Perbelanjaan Dan Rekreasi Nea Avenue Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pusat Perbelanjaan Dan Rekreasi Nea Avenue Chapter III V"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI

III.1 Pengertian Metodologi

Metodologisecara bahasa berasal dari bahasa yunani yaitu “methodos” dan “logos“.Kata “logos” berarti ilmu atau bersifat yang ilmiah. Jadi metodologi adalah ilmu atau cara yang digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran dengan

menggunakan penelusuran dengan urutan atau tatacara tertentu sesuai dengan

apa yang akan dikaji atau diteliti secara ilmiah. Ada dua hal penting dalam

metode yaitu cara dalam melakukan sesuatu dan sebuah rencana dalam

pelaksanaannya. Adapun fungsinya sebagai alat untuk mencapai sebuah

tujuan(wikipedia.org).

Metodologi Perancangan adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan

prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga

merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian

merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah

pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk

menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.Hakekat penelitian dapat

dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk

melakukan penelitian.Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda,

diantaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing.Motivasi dan

tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sam, yaitu bahwa penelitian

merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk

mengetahui sesuatu.Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan

pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi

motivasi untuk melakukan penelitian.

Dalam perancangan Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue ini

diperlukan landasan konseptual yang akan melandasi perancangan fisik bangunan.

Adapun konsep tersebut akan dijabarkan sebagai berikut:

 Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue ini merupakan penggabungan dari beberapa showroom yang merupakan brand-brand

(2)

 Lingkup kegiatan meliputi pameran, food court, area rekreasi, dll. III.2 Pendekatan Perancagan

Acuan yang dipakai untuk menyusun landasan program perencanaan dan

perancangan Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue ini adalah dasar

pendekatan perencanaan dan perancangan arsitektur. Dasar pendekatan tersebut

adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan Aspek Fungsional

Dasar pendekatan fungsional bertitik tolak pada pelaku aktivitas, jenis

aktivitas, proses aktivitas, jenis fasilitas, kapasitas dan besaran ruang guna

menciptakan wadah yang fungsional dan efektif untuk menampung semua

kegiatan dan persyaratan bangunan.

2. Pendekatan Aspek Fisiologis

Pendekatan perancangan Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue

dalam kaitannya sebagai bangunan pusat perbelanjaan.

3. Pendekatan Aspek Psikologis

Aspek psikologis menyangkut kejiwaan yang dipengaruhi oleh suasana,

sirkulasi antar ruang, kebutuhan privasi, skala dan proporsi, dan warna.

4. Pendekatan Perilaku

Pendekatan perilaku Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue adalah

perilaku pengunjung dan pengelola.

5. Pendekatan Struktur Organisasi

Struktur organisasi Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue

mempunyai bagian penting yaitu:

1. Bagian penjualan dan pameran

2. Bagian service dan pengelola

3. Bagian umum yang menunjang bagian-bagian lainya.

6. Pendekatan Pelaku Kegiatan

Terbagi dalam 3 macam pelaku kegiatan yaitu:

1. Pengunjung

Berdasarkan kepentingan pengunjung dapat dibedakan dalam

beberapa kategori yaitu; pengunjung bioskop, pengunjung

(3)

2. Staf karyawan

3. Pengelola

7. Pendekatan Kelompok Kegiatan

Dimaksudkan untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan

di kuala namu shopping mall, yaitu Kelompok kegiatan pelayanan

penjualan, kelompok kegiatan service, serta kelompok kegiatan pengelola

dan administrasi.

8. Pendekatan Hubungan Ruang

Ditentukan untuk dapat memperoleh letak dan kedekatan antara ruang satu

dengan lainnya. Hubungan ruang ditentukan berdasarkan organisasi ruang

dan sirkulasi ruang pelaku kegiatan (pengunjung dan pengelola).

9. Pendekatan Kapasitas Dan Besaran Ruang

Ditentukan untuk memperoleh kapasitas jumlah pengunjung yang

ditampung dan penentuan jenis mobilnya.Besaran ruang ditentukan

berdasarkan kebutuhan ruang untuk kegiatan pameran, kegiatan

perbengkelan, kegiatan pengelola dan administrasi, serta kegiatan

(4)

BAB IV

ANALISA PERANCANGAN

4.1. Analisa Kondisi Tapak dan Lingkungan 4.1.1. Lokasi

Lokasi perancangan berada di Jl. Kuala Namu, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli

Serdang.

Luas : ± 4 ha

Kontur : Relatif datar

KDB : 60 %

GSB :

Utara : 6 meter (asumsi)

Timur : 6 meter (asumsi)

Barat : 6 meter (aumsi)

Selatan (jl. Kuala Namu) : 15 meter

KLB : Max. 8

Fungsi eksisting : Lahan kosong

Pemilik : Pihak Swasta

(5)

Sumber. Analisa Pribadi

Sumber : Analisa Pribadi

Batas-batas site

 Batas Utara : lahan komersil lainnya  Batas Timur : lahan komersil lainnya

 Batas Selatan : Jl. Kuala Namu (jalan menuju bandara)  Batas Barat : lahan komersil lainnya

Potensi lahan

 Terletak di jalan besar menuju Bandara Internasional Kuala Namu  Merupakan daerah pengembangan

 Lokasi mudah diakses

(6)

4.1.2. Analisa Tata Guna Lahan

Sumber : RDTR Kawasan Kuala Namu dan Sekitarnya tahun 2007

Berdasarkan RTR Kualanamu dan sekitarnya, lokasi site diperuntukan

sebagai daerah komersil. Lokasi tersebut merupakan daerah yang akan

dikembangkan dan saat ini masih berupa lahan kosong yang dimanfaatkan

sebagai lahan pertanian.

 Dengan adanya hotel bisnis di kawasan pengembangan

ini menambah varian

pemilihan hotel kepada

pebisnis dan wisman pada

daerah ini.

 Bersama dengan hotel bisnis direncanakan juga

fungsi pusat perbelanjaan

(7)

4.1.3. Analisa Sirkulasi

Keterangan

: Jalan setapak ± 8 meter

: Jl. Kuala Namu (jalan

utama menuju bandara)

: Jalan setapak ± 6 meter POTENSI

Karakteristik Hotel Bisnis  Berada di pusat kota

 Dekat dengan area perkantoran / pusat bisnis  Didukung oleh pusat perbelanjaan

Potensi tambahan lainnya

 Berada dekat Bandara Internasional Kuala Namu

(8)

Kondisi jalan dapat terlihat sebagai berikut:

 Jl. Kuala Namu

Sumber : Analisa Pribadi

Dapat terlihat bahwa keadaan jalan rapi dan bebas hambatan.Jalan ini

merupakan jalan 1 arah dengan lebar ± 8 meter.Jalan Kuala Namu dilalui oleh

kendaraan umum berupa bus dan taksi, kendaraan beroda empat, kendaraan

beroda dua, dan truk.Jalan ini tidak pernah terjadi kemacetan.Di sekitar jalan

belum disediakan jalur pedestrian. MASALAH

 Jalan setapak yang berada di utara dan barat site kondisinya sangat

rusak, banyak lubang dan tidak

rata.

 Sebelah selatan merupakan jalan satu arah menuju bandara.

USULAN

 Entrance akan diletakkan di Jl. Kuala Namu

 Jalan setapak di barat site akan diperbaiki dan

difungsikan sebagai jalur

servis.

POTENSI

 Sirkulasi menjadi lebih baik dan teratur

 Karena merupakan jalan utama menuju bandara, jalan Kuala Namu merupakan jalan bebas kemacetan.

(9)

 Jalan setapak di utara dan barat site

Sumber : Analisa Pribadi

Jalan ini merupakan jalan setapak yang dapat dilalui dengan 2 arah.Kondisi

jalan tidak bagus, terdapat banyak lubang dan juga tidak rata.Lebar jalan ± 8

meter. Jalan ini biasa dilalui oleh sepeda motor dan juga mobil pick up.

4.1.4. Analisa Prasarana

Pada site tersedia jaringan listrik, air bersih (PDAM), saluran drainase,

lampu jalan, dan signage.

Sumber : Analisa Pribadi

Dari prasarana-prasarana di atas yang memiliki masalah adalah prasarana air

kotor, di mana saluran riol kota di sekitar tapak terbuka dan masih berupa galian

tanah, sehingga menimbulkan pandangan dan bau yang tidak sedap. Jalur

pedestrian juga belum ada.Dengan demikian, perlu dipertimbangkan opsi

penutupan saluran drainase sebagai salah satu solusi pelebaran jalur trotoar. Gambar 4.5.Jalan Setapak

(10)

4.1.5. Analisa Vegetasi

Analisa vegetasi eksisting akan mempengaruhi keputusan desain nantinya.

Sumber : Analisa Pribadi

4.1.6. Analisa View

Dalam perencanaan Shopping mall, sudut pandang terhadap penampilan

bangunan sangat penting. Hal ini akan mempengaruhi penampilan kemampuan

komunikasi dengan pengunjung. MASALAH

 Vegetasi pada area sekitar site kurang terawat sehingga

menimbulkan kesan yang

kurang menarik

 Ukuran pohon tidak cukup rindang untuk meneduh para

pejalan kaki

 Tidak ada pemisah antara vegetasi pepohonan dengan

jalur pedestrian, sehingga

penanaman pohon tidak merata

dan tidak rapi.

USULAN

 Disediakan jalur pedestrian dengan perkerasan dan dibedakan dengan jalur

vegetasi.

 Ditanami pohon yang rindang.

POTENSI

 Daerah sekitar site mendapat

kenyamanan visual yang baik maupun

suasana pedestrian yang nyaman dan

melindungi pedestrian dari panas

matahari langsung ketika berjalan pada

(11)

Penentuan sudut dipengaruhi oleh :

 Jarak pandang pengunjung

 Jarak antar bangunan dan bentukan massa  Lokasi tapak perencanaan

 Aktivitas yang berlaku dalam bangunan

Di sekeliling site merupakan tanah kosong yang saat ini dimanfaatkan sebagai

area pertanian, sehingga view yang dominan ialah tanaman dan jalan utama.

Sumber : Analisa Pribadi 1

3 2

4

(12)

Sumber : Analisa Pribadi

View yang menarik ialah view 4 atau menghadap jalan utama menuju

bandara Kuala Namu yaitu view ke Jl. Kuala Namu. Sehingga orientasi site

diarahkan ke arah jalan utama.

4.1.7. Analisa Kebisingan

Tingkat kebisingan cukup rendah di mana site pada sebelah utara, barat, dan

timur merupakan lahan komersial kosong yang saat ini dimanfaatkan menjadi

lahan pertanian.Pada sebelah selatan tingkat kebisingan lebih tinggi dikarenakan

merupakan jalur utama menuju bandara.

Sumber : Analisa Pribadi 1

3

2

4

Gambar 4.9.View ke luar site

50 dB 50 dB

50 dB

60 dB

(13)

4.1.8. Analisa Matahari

Arah matahari sangat mempengaruhi bentuk bangunan, sebab orientasi yang

salah akan menyebabkan konsumsi energi dalam bangunan menjadi jauh lebih

tinggi. Tingkat radiasi cukup tinggi dikarenakan di sekitar site belum terdapat

bangunan sehingga panas matahari langsung mengenai site dari segala arah.

Terutama dari arah barat sinar akan berlebihan saat siang dan sore hari.

Sumber : Analisa Pribadi

Dikarenakan tidak adanya area teduh pada site sehingga di dalam site sangat

panas, sehingga butuh treatment khusus untuk mengurangi ataupun menyaring

efek panas yang masuk ke dalam site.

Untuk mengantisipasi masalah ini, dibutuhkan sun shading untuk

menghalangi sinar matahari langsung ke dalam bangunan.Selain itu, energi sinar

matahari dapat dimanfaatkan untuk solar panel.Penanaman dan penempatan

vegetasi juga sangat penting sebagai pendingin fasad.

Sumber : Analisa Pribadi Gambar 4.11.Diagram Analisa Matahari

(14)

4.2. Analisa Fungsional 4.2.1. Analisa Ruang

Analisa Hubungan Antar Ruang

Diagram 4.1 Analisa Hubungan Antar Ruang

Sumber : Analisa Pribadi

4.2.2. Analisa Bentuk

Analisa bentuk bangunan adalah suatu penganalisaan terhadap karakter

mauun visualisai yang akan ditampilkan pada bangunan. Bentuk merupakan

penghubung ruang dalam dengan ingkungan luar bangunan. Bentuk terdiri atas

elemen-elemen seperti ukuran, warna, tekstur, posisi, orietasi, dan massa. Semua

elemen ini bertujuan untuk mewujudkan citra dan tampilan bentuk bangunan.

Jenis bentuk yang dapat diterapkan dalam rancangan, sebagai berikut :

 Segitiga bentuk yang dapat menunjukkan stabilitas .Apabila terletak pada salah satu sisinya, merupakn bentuk yang sangat stabil. Jika diletakkan

berdiri pada slah satu sudutnya, dapat menjadi seimbang bila terletak dalm

posisi yang tepat pada suatu keseimbangan ,atau menjadi tidak stabil dan

cenderung jatuh ke salah satu sisinya.

 Bujur sangkar , bentuk yang menunjukkan sesuatu yang murni dan rasional. Bentuk ini merupakan bentuk yang statis dan netral serta tidak

memiliki arah tertentu . Bentuk-bentuk segi empat lainnya dianggap

(15)

berdiri pada salah satu sisinya tampak stabil dan dinamis bila berdiri pada

salah satu sudutnya.

 Lingkaran , bentuk yang terpusat. Berarah ke dalam dan pada umumnya bersifat stabil dan dengan sendirinya menjadi pusat dari lingkungan .

Penempatan sebuah lingkaran pada suatu bidang akan memperkuat sifat

dasarnya sebgai poros. Menempatkan , garis lurus atau bentuk-bentuk

bersudut lainnya atau unsur menurut arah kelilingnya dapat menimbulkan

perasaan gerak putar yang kuat.

Kriteria tampilan bentuk bangunan sebagai berikut :

a. Landmark, menciptakan tampilan baru dalam lingkngan tapak

b. Filosofi

c. Tema

d. Wujud karakter yang mengundang, sederhana, jujur, dan kuat.

Tabel 4.1 perbandingan bentuk dasar bangunan

Kriteria

Kesesuaian bentuk site Baik Baik Kurang

Orientasi Bangunan Baik, orientasi

jelas

Baik, orientasi

ke segala arah

Tidak Jelas

Efisiensi Ruang Efisien Kurang efisien Tidak Efisien

Efisiesi Struktur dan

konstruksi Bangunan

Lebih mudah Cukup Sulit Mudah

Kesan yang ingin dicapai Baik Baik Kurang baik

Ekonomi Bangunan Lebih Hemat Hemat Tidak

Ekonomi

Bentuk-bentuk Mall

a. Bentuk Mall berdasarkan penutup bangunan

Menurut Maithland (1987) terdapat 3 bentuk umum mall dengan keuntungan

(16)

1. Mall Terbuka (Open Mall)

Adalah mall tanpa pelingkup, merupakan mall yang terbuka langsung

terhadap cahaya matahari sehingga member kesan luas dan cocok untuk

udara, tetapi berpengaruh pada kenyamanan terhadap gangguan cuaca dan

antara retail saling terpisah.

Gambar 4.13 Mall terbuka

Sumber : Analisa Pribadi

2. Mall Tertutup {enclosed Mall)

Adalah mall dengan pelingkup merupakan suatu bangunan lengkap dimana

pedagang dan pemilik toko terlindungi dalam bangunan yang tertutup dan

terkontrol serta dimungkinkan terjadinya interaksi sosial.Dengan

dilengkapi fasilitas rekreasi.

Gambar 4.14 Mall tertutup

Sumber Analisa Pribadi

3. Semi Mall

Semi mall lebih menekankan pada pejalan kaki, oleh karena itu areanya

diperluas dan silengkapi dengan pohon-pohon dan taman, bangku-bangku,

pencahayaan dan fasilitas buatan lainnya, sedangkan jalur

(17)

b. Bentuk Mall menurut komposisi ukuran dan bentuk

1. Bentuk L ( L Shape )

2. Bentuk Segitiga ( Triangle)

3. Bentuk jalur ( strip shaped )

(18)

5. Bentuk U (U shaped)

6. Bentuk Cluster

7. Double dumbbell shaped

(19)

c. Bentuk mall berdasarkan system parkir

1. Strip center with curb parking

2. Strip center with off-street parking

3. Double-strip center with off-street parking

4. Mall center with only one magnet

5. Mall center with magnet centrally placed

(20)

6. Cluster-type center

Struktur bangunan digunakan agar beban atau gaya bangunan dapat

tersalurkan dengan baik.

 Struktur atas menyalurkan beban dari atas bangunan menuju ke bawah 

Objek Kelemahan Kelebihan

Rangka

batang

Refleksi besar bila

diterpa angina

Fleksibilitas ruang tinggi, bentangan

relatif besar (14 -22 meter), kuat

dalam bentangan horizontal.

Dinding

pemikul

Fleksibilitas ruang

kurang, perlu keahlian

khusus

Tidak menggunakan

kolom, waktu pengerjaan cepat.

Balok induk

dan balok

anak

Ruang plafon relatif

kecil (1/20 -1/24

bentang)

Bentang 9-18 meter, rangka penguat

lantai

(21)

Kabel baja Bukan sebagai rangka

utama, ruang gaya tarik

yang besar

Daya tarik yang tinggi, bentangan

100-300 meter, fleksibilitas tinggi.

Plat lantai Selisih ketinggian relatif

kecil

Praktis dalam pengerjaan, bentangan

4-10 meter, ruang plafon lebih tinggi.

 Struktur bawah menyalurkan beban bangunan dari struktur atas menuju ke tanah

Objek Keterangan

Pondasi Sumuran a. Digunakan pada tanah rawa-rawa atau lunak

b. Mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (4-8 meter)

c. Mudah pengerjaan dalam perluasan bangunan

d. Aman dan ekonomis untuk tipe bangunan tingkat

rendah

Pondasi Tiang

Pancang

a. Cukup aman untuk menahan gaya, baik itu gaya 5ertikal

maupun horizontal

b. Mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (8-20

meter)

c. Pengerjaan cepat dan mudah

d. Bahan dari beton, baja, dan kayu

e. Menimbulkan getaran dan bunyi yang relatif besar

Pondasi Bore Pile a. Cukup aman untuk menahan gaya 5ertikal

b. Mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (>10 meter)

c. Pengeboran untuk pengecoran pondasi

d. Digunakan pada tanah yang tidak keras

e. Tidak menimbulkan getaran dan bunyi yang besar

f. Tidak memakan waktu yang lama

g. Memerlukan keahlian khusus

h. Tidak ekonomis

(22)

 Bahan Struktur

Kriteria Beton Baja Komposit

Unsur Agregat kasar/halus,

air dan semen

Pelaksanaan Bertahap,di lapangan Singkat, pabrikan Singkat, pabrikan

atau lapangan

Jenis Bertulang, praktekan 5 variasi rangka

dan profil

5 variasi

Contoh Balok, kolom, lantai,

dinding core

a. Digunakan untuk bangunan kecil dan rendah

b. Sebagai struktur rangka dan balok

c. Jenis bahan pabrikan

d. Tidak tahan terhadap rayap

e. Perawatan intensif

f. Gaya sesuai arah serat Tabel4.4.Kriteria Bahan Struktur

(23)

Aluminium

a. Sebagai struktur pendukung

b. Jenis bahan pabrikan

c. Perlu keahlian khusus

d. Tahan cuaca tropis

e. Penghantar panas

f. Ringan

Gipsum

a. Tingkat stabilitas tinggi

b. Daya tahan tinggi

c. Kedap suara

d. Anti serangga

e. Ringan & Pemasangan praktis

f. Aplikasi pada plafon dan partisi

Kaca

a. Sebagai sturktur pelingkup

b. Perlu keahlian khusus

c. Permukaan yang rentan terhadap cuaca

d. Tahan terhadap kelembaban

e. Ringan & Transparan

a. f. Kuat pada fungsi tertentu

4.3.2. Analisa Utilitas

Utilitas adalah sistem yang mengatur perangkat keras fungsi bangunan

seperti keamanan, penghawaan, pencahayaan, penanggulangan kebakaran,

sanitasi, elektrikal, penangkal petir, pembuangan sampah, dan termasuk juga

sistem akustik.

a. Elektrikal

 Sumber arus listrik pada sistem elektrikal dari PLN.  Generator Set (Genset)

Untuk mengantisipasi kebutuhan listrik pada saat terjadi pemadaman

listrik dari PLN seperti yang sering terjadi, digunakan Genset.Genset ini

(24)

mencakup tenaga listrik utama, seperti penerangan umum, AC, pompa,

dan lift.

 UPS (Uninteruped Power Supply)

UPS atau Uninteruped Power Supply merupakan baterai kering yang

dapat menyuplai tenaga listrik sementara.UPS digunakan pada saat

pemadaman listirk PLN dan kebakaran. UPS ini berguna untuk

menyuplai listrik secara langsung pada bangunan khususnya pada fungsi

yang sangat membutuhkan, seperti : penerangan darurat, dan fan-fan

pada saat kebakaran.

b. Plumbing

 Saluran Air Bersih

Sumber air bersih berasal dari PDAM, bila mengalami kerusakan, maka

sumur bor akan digunakan sebagai sumber air cadangan.  Saluran Air Kotor

Sebelum dibuang ke saluran pembuangan kota, air kotor harus melewati

proses treatment terlebih dahulu.  Saluran Air Buangan

Sebelum dibuang ke saluran pembuangan kota, air buangan harus

terlebih dahulu melalui proses treatment.

c. Sistem Penghawaan / Pengkodisian Udara

Sistem penghawaan terbagi menjadi 2 yaitu Sistem Penghawaan Alami dan

Sistem Penghawaan Buatan.

Sistem

Penghawaan Keuntungan Kerugian

PenghawaanAlami

 Biaya lebih murah  Dapat dimodifikasi

untuk membentuk

estetis bangunan

 Kenyamanan yang tercipta tidsk dapat

dikontrol.

 Tidak dapat merata disetiap ruang

(25)

iklim tempat besar sebagai tempat

peletakan peralatan

penghawaan.

 Membutuhkan bantuan energi.

d. Sistem Pencahayaan

Sistem pencahayaan terbagi menjadi 2, yaitu

1. Sistem Pencahayaan Alami

Pencahayaan alami memanfaatkan sinar matahari sebagai

pencahayaan pada ruang-ruang yang memungkinkan diberi bukaan

jendela atau dinding kaca.

2. Sistem Pencahayaan Buatan

Pencahayaan buatan digunakan pada ruang-ruang yang tertutup dan

pada ruang-ruang tertentu yang bertujuan untuk menimbulkan

suasana ruangan seperti lampu sorot (spot light).

Pencahayaan alami Pencahayaan buatan

 Biaya murah

 Pengaturan intensitas cahaya sulit

 Bergantung terhadap iklim dan cuaca

 Baik digunakan untuk ruangan dengan dimensi yang besar

(hall atau area publik)

 Biaya lebih mahal

 Intensitas cahaya dapat diatur  Sudut pencahayaan dapat

dikontrol

 Baik digunakan untuk ruang-ruang khusus dan ruang

(26)

e. Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

Pencegahan kebakaran merupakan segala usaha yang dilakukan

agar tidak terjadi penyalaan api yang tidak terkendali, salah satunya

adalah melalui sistem deteksi awal untuk mengaktifkan alarm

peringatan. Sedangkan penanggulangannya dimaksudkan untuk

memadamkan penyalaan api yang tidak terkendali tersebut, yaitu sistem

pemadaman yang diaktifkan alarm.

 Sistem deteksi awal kebakaran, yaitu : 1. Alat deteksi asap (Smoke Detector)

Mempunyai kepekaan tinggi dan akan memberikan alarm bila

terjadi asap di dalam ruang tempat alat itu dipasang.

2. Alat deteksi nyala api (Flame Detector)

Dapat mendeteksi adanya nyala api yang tidak terkendali

dengan cara menangkap sinar ultra violet yang dipancarkan

nyala api tersebut.

 Sistem pemadam kebakaran terbagi atas tiga, yaitu : 1. Pencegahan

a. Deteksi asap

b. Deteksi panas

2. Penanggulangan

a. Fire Hydrant : Melayani area seluas 500-800 m2

b. Fire Extinguser : Melayani area seluas 200-250 m2 dengan

jarak antara dua unit 20-25 m yang merupakan alat

kebakaran portable

c. Pilar Hydrant : Diletakan di luar bangunan

d. Sprinkler : Melayani area seluas 10-25 m2/spinkler

yang bekerja secara otomatis untuk memadamkan api

sedini mungkin

3. Penyelamatan dengan menggunakan tangga kebakaran. Syarat

tangga kebakaran adalah :

a. Terbuat dari bahan tahan api

(27)

c. Di lantai dasar langsung ke luar ke alam bebas

d. Radius penempatan kira-kira 40 m

f. Pembuangan Sampah

Sumber-sumber utama sampah berasal dari beberapa area dalam

museum seperti :

1. Area kerja pengelola berupa kertas-kertas bekas

2. Area pengunjung berupa bungkusan-bungkusan bekas makanan

3. Area logistic yaitu dapur

Sampah-sampah dikumpulkan menurut jenisnya yaitu sampah

kering, sampah basah, dan sampah-sampah berbahaya lainnya yang

mengandung zat-zat racun.Kemudian sampah dibuang ke tempat

sampah utama untuk diangkut oleh truk pembuang sampah.

Jika bangunan terdiri dari beberapa lantai dan kapasitas sampahnya

besar maka harus disediakan tempat pembuangan sampah dengan

sistem vertikal atau shaft sampah ke bak sampah di lantai dasar untuk

diangkut oleh truk pembuang sampah.

4.4. Analisa dan Penerapan Tema

Pendekatan perancangan terhadap tema  Analisa tema dari segi bangunan

Shopping Mall yang fungsinya mixed-use dengan fungsi Hotel

Business dan Perkantoran (Offfice) di Kualananmu adalah sebuah adalah

sebagai pusat perbelanjaan, penginapan, dan di dukung dengan fungsi

perkantoran. Penerapan tema pada area ini menggunakan pendekatan tema

Arsitektur Metafora yang mengambil sebuah kain gorga batak yang akan

di terapkan pada bagian fasad bangunan dimana pengambilan bentuk

tersebut dengan tujuan dapat melestarikan kebudayaan Sumatera Utara,

sehingga bentukan kain gorga yang merupakan salah satu hasil kerajinan

(28)

BAB V

KONSEP PERANCANGAN

V.1 Konsep Dasar Pada Perancangan V.1.1 Konsep Tapak yang meliputi:

Gambar 5.1 Sketsa Perspektif Eksterior

(29)

V.2 Konsep Tapak a. Aksesibilitas

Gambar 5.2 Sketsa Perspektif Eksterior

Sumber : Analisa Pribadi

Aksesibilitas masuk ke dalam site dibagi menjadi dua, yang pertama

adalah entrance untuk pejalan kaki, dan yang kedua adalah entrance

untuk kendaraan.Entrance untuk pejalan kaki di tempatkan pada garis

sumbu bangunan terhadap bangunan existing dan entrance untuk

kendaraan ditempatkan di samping site.Pembagian dua entrance ini

bertujuan untuk memisahkan antara kendaraan dengan pejalan kaki

sehingga membuat pengunjung lebih nyaman.

b. Sirkulasi Pada bagian entrance masuk ke dalam site diberikan

gerbang-gerbang penerima, sehingga memberikan kesan menerima bagi

pengunjung. Sirkulasi dalam tapak menggunakan perkerasan batu alam

dan juga menempatkan pohon-pohon pengarah masuk kedalam

bangunan.Hal ini memperjelas jalur sirkulasi yang berada di dalam

tapak.Untuk sirkulasi servis, jalur yang digunakan adalah jalur masuk

untuk kendaraan dan menuju ke belakang site.

c. Lingkungan Posisi site berada di dalam Kota Baru Parahyangan,

(30)

d. View Karena site dikelilingi oleh lahan kosong dan hanya ada satu

jalan utama yang melewati site maka view yang bagus untuk melihat

kedalam site adalah view dari jalan utama.

Gambar 5.3 Sketsa Perspektif Eksterior Kawasan

e. orientasi Orientasi site menghadap ke arah jalan utama dan bangunan

existing. Orientasi terhadap bangunan existing adalah untuk

memberikan sikap terhadap bangunan yang ada.

f. Skyline Penempatan bangunan di lahan kosong membuat skyline

yang terbentuk masih datar. Hal ini disebabkan juga oleh daerah sekitar

yang masih belum terdapat banyak bangunan. Garis skyline yang dibuat

oleh bangunan terlihat menurun, hal ini terbentuk karena bentuk

bangunan yang mengalur sesuai dengan tema bangunan

V.3 Konsep Bangunan

a. Gubahan Massa Gubahan massa dibentuk berdasarkan alur cerita

yang telah dibuat, sehingga membentuk denah yang mengalur, begitu

juga dengan massa bangunannya. Pembentukan massa bangunan

(31)

1. Orientasi terhadap matahari

Bangunan yang menghadap ke jalan utama, membuat bangunan ini

menghadap ke arah utara sehingga tidak mendapatkan sinar matahari

langsung.Hal ini membuat fasade bangunan bisa menggunakan banyak

bukaan dan memakai kesan transparan.Pada sela-sela atap bangunan

memakai material kaca untuk memasukkan cahaya matahari ke dalam

bangunan.

2. Orientasi terhadap tapak

Bentuk massa bangunan dibuat tanggap terhadap tapak. Hal ini dapat

dilihat pada bentuk bangunan yang mengalir mengikuti bentuk nodes

yang ada.

3. Orientasi terhadap bangunan sekitar

Bentuk bangunan dibuat tanggap terhadap sesama bangunan sehingga

menciptakan komunikasi antar bangunan. Komunikasi antar bangunan

ini diterapkan dengan cara memberikan efek subtraktif pada bagian

(32)

V.4 Utilitas

V.4.1 Konsep Skematik Sistem Plumbing

Gambar 5.4 Konsep Skematik Sistem Plumbing

(33)

V.4.2 Konsep Skematik Sistem Suplai Air Sprinkler dan Hidrant

Gambar 5.5 Konsep Skematik Sistem Suplai Air Splinker dan Hidrant

(34)

V.4.3 Konsep Skematik Sistem Fire Alarm

Gambar 5.6 Konsep Skematik sistem Fire Alarm

(35)

V.4.4 Konsep Skematik Sistem Telepon

Gambar 5.7 Konsep Skematik Sistem Telepon

(36)

V.4.5 Konsep Skematik Sistem Sampah

Gambar 5.8 Konsep Skematik Sistem Sampah

(37)

V.4.5 Konsep Skematik Sistem AC

Gambar 5.9 Konsep Skematik Sistem AC

(38)

V.4.6 Konsep Skematik Sistem Listrik

Gambar 5.10 Konsep Skematik Sistem Listrik

(39)

V.5 Struktur

Dasar pertimbangan struktur:

1. mampu menjadi rangka yang kaku dan kuat

2. mengekspresikan struktur yang jujur dan jelas

3. kemudahan dalam pelaksanaan dan pemeliharaan

 sistem struktur yang digunakan adalah sistem struktur rangka kaku pada struktur atas (atap) dan konstruksi beton yang menggunakan pondasi

bore pile pada struktur bawah.  struktur balok dan plat lantai

Struktur balok baja menggunakan strauss.Dimana komposisinya

menggunakan baja H sebagai balok Induknya sedangkan untuk balok

lainnya menggunakan rangka bidang.Rangka strauss bertumpu pada

balok baja H dan gayanya Pusat Peragaan IPTEK Arsitektur Rekreatif

Edukatif disalurkan ke kolom-kolom. Untuk plat lantai menggunakan

cor setempat yang ditahan oleh dek-dek baja yang yang berukuran

besar.

 Struktur atap Struktur atap menggunakan struktur rangka space truss, penggunaan atap ini disesuaikan dengan bentuk atap yang dipakai.

Gambar 5.11 Konsep Struktur

Pada sistem struktur pada bangunan mall tersebut menggunakan sistem

rigid frame beton bertulang dimana struktur dari bangunan tersebut

(40)

sistem pentutup atap sistem atap pada bangunan tersebut terdapat 2

macam yaitu, atap zincalume rangka baja sebagai pencitraan iklim di

indonesia, atap dak& polycarbonate.  Pembagian Zona Struktur Bangunan

Bangunan tersebut dari bawah ke atas terdiri dari:

- Pondasi bangunan

- Basement

- Podium

- Tower  Pondasi

Pondasi pada bangunan menggunakan pondasi tiang panjang dengan

bahan beton betulang, sehingga dapat menahan beban bangunan dengan

(41)

Gambar 5.12 Detail Pondasi Tiang Pancang

 Kolom dan balok

Konstruksi kolom menggunakan bahan baja yang dilapisi beton, begitu

juga dengan balok. Rangka baja komposit dapat menahan beban lebih

kuat dan tahan lama.

(42)

Gambar 5.13 Detail Pertemuan Kolom

 Lantai

Gambar 5.14 Detail Sistem Lantai

Konstruksi lantai menggunakan plat baja bondek yang dilapisi cor

beton bertulang di bagian atas. Plat baja (bondek) ini juga memiliki Sumber : Pribadi

(43)

fungsi ganda yaitu sebagai bekisting tetap dan penulangan positif satu

arah.

Plat bondek tidak menggunakan besi tulangan bagian bawah karena

fungsinya sudah digantikan oleh bondek.  Dinding

Gambar 5.15 Detail Claiding

(44)
(45)
(46)

Gambar 5.16 Konsep Metoda Konstruksi

Gambar

Gambar. 4.1. Peta Site
Gambar 4.3.RTR Kuala Namu dan Sekitarnya
Gambar 4.7.Vegetasi di sekitar site Sumber : Analisa Pribadi
Gambar 4.8.View ke luar site
+7

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

Pintu gerbang rumah sang kolektor : Pintu gerbang dibuka, tanda on. Tata halaman rumah : Tata

Data pri- mer meliputi karateristik sosial ekonomi kelu- arga (tingkat pendidikan orangtua, pendapatan keluarga dan pengetahuan gizi ibu), karakteris- tik anak, status gizi

[6] Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir bebeapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka (sebagian) dari harta itu (sekedarnya)

Ilustrasi dalam iklan cetak selain berfungsi sebagai daya tarik dan penahan perhatian khalayak juga dapat mempengaruhi penerimaan dan ingatan khalayak terhadap pesan iklan..

Chitosan merupakan turunan kitin yang terbentuk dari proses deasetilasi yang bisa digunakan sebagai bahan pengawet alami yang efektif dan memiliki aktivitas

Semakin berkembangnya bidang garapan desain komunikasi visual dewasa ini semakin menuntut kualitas yang terbaik dari pendidikan desain komunikasi visual di Indonesia, agar

Berdasarkandari hasil data pada pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Ditemukan adanya jenis-jenis senyawa alkaloid pada batang karamunting